SINOPSIS JUST BETWEEN LOVERS EPISODE 7 [ Bagian 3 ]

05:42

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : jtbc =

image
-Jalan Moksan 1 Asosiasi Pedagang, Ketua Kim Sang Mi-


scene83601

Istri Pak Jung langsung merebut kartu nama itu, lalu bertanya: “Kamu mensponsori hal seperti ini? Untuk apa?

“Ini dekat lokasi konstruksi. Aku berusaha menjaga hubungan baik agar tidak ada komplain..” kilahnya


Sebenarnya, sang istri datang hanya untuk mengajukan komplain terkait sikap Yoo-jin yang selalu merendahkan kakak-nya (ahjussi manajer lapangan).

scene83851
“Sadarlah.. kamu berharap apa darinya..”
scene85051

Para pegawai di perusahaan sibuk menelpon vendor yang mau memasok material untuk kontruksi mereka. Namun itu menjadi hal yang sangat sulit, karena semua ini terlalu mendadak...

scene86751

Joo-won yang tengah sakit, bahkan rela berkeliling untuk mencari pemasok material. Namun sayangnya, mustahil untuk mereka menyediakan barang yang dibutuhkan pada minggu ini...

Mendadak, ada laporan pipa bocor. Sebenarnya itu adalah tugas Manajer Lapangan untuk memeriksanya, namun karena aksi ‘mogok’ kerja yang masih berlangsung, maka Joo-won memaksakan diri untuk melihatnya sendiri..

scene88701
scene89751
scene89801

Tapi sayangnya, dia terlalu memaksakan diri yang akhirnya membuat dia hampir terjatuh. Untung saja, muncul Kang-doo yang dengan gesit berhasil menyelamatkannya, namun dengan mengorbankan dirinya sendri..

scene90401
scene90601

Moon-su yang mendengar kabar ini, langsung panik mengkhawatirkan Kang-doo: “Dikiranya dia manusia super apa.. Kok bisa dia jatuh ke saluran air..  Kenapa mebuat dirinya terjatuh kesana..” celotehnya

scene90801

Bukannya ke Dokter, Kang-doo malah minta diobati oleh Halmeom. Samaseperti biasa, Halmeon menggerutu, memarahi tingkah Kang-doo yang terbilang sangat ‘ceroboh’: “Sudah bagus tulangmu tidak patah! Kau harus berhati-hati meskipun hanya pada batu kecil di jalanan. Kalau terpeleset air hujan kau bisa mati. Ini tubuhmu sendiri! Dasar kunyuk ...”

scene91751

Joo-won: “Maafkan aku ... ini karenaku...”

Kang-doo: “Dia bilang tulangku tidak patah. Cara bicara halmom memang begitu”

Joo-won: “Ini salahku. Aku sedang tidak sehat ... Namun aku terlalu memaksakan diri”

Kang-doo: “Kenapa kau menjalani hidupmu dengan sangat berat? Kau bisa bersantai sejenak”


Joo-won: “Sejenak itu berapa lama..”

scene94401

Berjalan pulang, Joo-won bertemu dengan Halmoni yang tengah asyik duduk sambil merokok didepan tempat tinggalnya,

Joo-won: “Maafkan aku... Lee Kang-doo ssi terluka karenaku”

Halmeoni:“Apa kau sengaja ? Kau memukulinya ?!”

Joo-won: “Tidak. Bukan itu”

Halmeoni: “Kalau begitu, bukan salahmu... Lihatlah, kondisimu sendiri tidak baik. Apa tidurmu cukup?”


Kemudian Halmeoni memberinya obat herbal: “Kalau tidak tahan lagi, campurkan ini di air lalu minum. Jangan minum obat tidur” ujarnya. Tetapi Joo-won malah menatapnya heran, “Kenapa ? Kau kira aku menaruh racun di situ? Karena kau tidak percaya orang makanya kau tidak bisa tidur.  Jangan protes dan minum saja kalau kusuruh.. Kau bahkan tak bisa mengaja badan. Mana bisa kau membangun gedung besar?” celotehnya

scene95401
scene95651
scene95951

Kang-do pulang, namun dia dikejutkan oleh keadiran Moon-soo yang telah menunggunya disana,

Moon-soo: “Kenapa tidak menjawab ponselmu?”

Kang-doo: “Kau ... karena badanmu mungil makanya tidak kelihatan. Sedang apa berjongkok di situ ?

Moon-soo: “Kalau tidak mau menjawab telponmu, buat apa kau terus membawanya?”

Kang-doo: “Baterai ... telponku mati...“

Moon-soo: “Lukamu parah?”

Kang-doo: “Tidak luka kok”

scene96651

Moon-soo: “Sungguh, Kau sudah lihat semua (sambil menyentuh tubuh Kang-doo)”

Kang-doo: “Sedang apa menyentuhku di mana-mana? Tidak lihat, cara jalanku baik-baik saja ?”

Moon-soo: “Aku takut....”

Kang-doo: “Takut apa?”

Moon-soo: “Aku sungguh takut”


Kang-doo: “Aku baik-baiksaja..”

scene99101

Setelah ditelpon secara mendadak, Moon-soo lansgung pergi menuju tempat tinggal Won-jin. Disana dia meminta Kang-doo untuk menunggu diluar, tetapi dia berpesan : ‘Kalau dalam 10 menit aku tidak menelponmu, langsung saja masuk

Didalam, Moon-soo berseteru dengan si cowok ‘komentator nyinyir’. Dia memintanya untuk pergi darisini, tapi pria itu menolak. Mereka pun saling tarik-menarik tali tas, Won-jin menyuruh mereka untuk sama-sama melepaskannya dama hitungan ketika..

Namun, si cowok itu melepasnya lebih awal hingga itu membuat Moon-soo kehilangan pegangan dan lansgung terjatuh, dalm kondisi kepala yang terbentur cukup keras. Bersamaan denga itu, Kang-doo masuk dan dia lansgung panik melihatnya,

scene99801

Won-jin: “Kamu ... siapa namamu ?”

Moon-soo: “Ha Moon Soo”

Won-jin: “Namaku ?”

Moon-soo: “Kim Wan Jin”

Won-jin: “Berapa usiamu ? Sekarang tanggal berapa ? Siapa Presiden kita ? sebutkan nomor telponmu! Sekarang ...!”

Kang-doo: “Kamu ini sedang apa ?”


Won-jin: “Dulu kepalanya terluka dan kehilangan banyak ingatan. Harus kupastikan kalau dia baik-baik saja...”

scene100601

Won-jin: “Yaa, kau siapa orang ini ?”


Moon-soo: “Lee Gang Doo. Aku ingat semua. Sungguh...”

scene102151
scene102901

Setelah memastikan kondisi Moon-soo baik, maka Won-jin mengajak mereka semua minum diluar. Dalam perjalanan, Mon-soo sempat bertanya.. menapa Won-jin tidak lansgung setuju untuk menajdikan cowok itu sebagai asistennya? Padahal gambarnya bagu..


Dibandingkan gambarnya, aku harus cek kepribadiannya. Juga kebiasaan minumnya. Aku tidak boleh terlibat dengan orang pecandu alkohol” jawabnya

scene103151
scene103601

Ternyata tempat mereka berkumpul, adalah rooftop tempat tinggal Kang-doo. Disana, Sang-man pun ikut bergabung bersama dengan mereka. Secara tiba-tiba, dia yang duduk disebelah si ‘cowok’ mengatakan: “Omong-omong, kita berdua .... terlihat mirip sekali. Rasanya seperti melihat cermin. Luar biasa sekali. Hyung ! Dia dan aku mirip, kan ?”

scene103851
scene104601

Mengabaikan pertanyaan itu, Won-jin malah berrtanya pada Kang-do tentang wanita yang sebelumnya dia lihat di Rumah sakit,

Won-jin: “Gang Doo ssi, apa hubunganmu dengan dokter di rumah sakit itu?Kau pandai sekali. Bahkan punya pacar dokter. Moon Soo, apa kubilang ? Lelaki keren selalu punya wanita didekatnya”  
Sang-man: “Adiknya hyung seorang dokter. Dia cantik sekali...”

Kang-doo: “Siapa ? Jae Yeong ?”

Won-jin: “Sungguh ? Adik kandung ?”

Kang-doo: “Ya.. Kenapa ? Aku tidak bisa punya adik dokter ?”

Won-jin: “Omo ... apa ini ? Lelaki keren tanpa wanita ternyata ada di sini..”

Sang-man: “Aku ? Kau sedang membahas soal aku ?”


Won-jin: “Aah, oppa ini lugu sekali. Ayo kita minum “

scene105601
scene105701

Mendengar itu, secara tak sadar membuat Moon-soo tersenyum. Dia kemudian melihat ekspresi Kang-doo yang sepertinya kurang baik-baik saja..

Moon-soo: “Kenapa ? Butuh sesuatu ? Kepalamu sakit ?”

Kang-doo: “Tidak”


Moon-soo: “Ayo kita pesan ayam goreng saja..”

scene106651
scene107901
scene108001

Dari haril pemeriksaan, ternyata Halmeoni mengidap Tumor Otak. Jae-yong sendiri yang datang memberitahukannya hal ini..

Jae-yong: “Aku akan mengatur waktu operasi..”

Halmeoni: “Tidak perlu meributkannya”

Jae-yong: “Harus kuributkan. Kalau tidak, pasien terminal ...”

Halmeoni: “Kau tahu berapa umurku ?! Di situ tertulis kasus terminal. Tapi orang lain melihatnya sebagai usia tua dan sekarat”

Jae-yong: “Kalau mau bicara begitu, mati saja. Apakah Oppa tahu ?”

Halmeoni: “Kalau dia tahu ? Kalau si bodoh itu tahu, bukan berarti umurku jadi panjang. Dia akan menderita. Jangan membahas omong kosong ini. Pastikan tutup mulutmu”

Jae-yong: “Mana bisa hubungan rentenir dan penghutang sedekat ini ?”


Halmeoni: “Oppa mu tidak berhutang apa-apa lagi padaku. Dia sudah membayarnya dengan hidup seperti itu”

scene110601
scene111101

Moon-soo: “Kamu nonton pertandingan bola ?”

Si cowok: “Pertandingan liga Champion tahun lalu”

Moon-soo: “Kenapa menonton pertandingan tahun lalu seolah baru kali ini melihatnya ?”

Si cowok: “Biasanya aku menonton pertandingan olahraga setelah tahu hasilnya. Kalau tidak aku akan terlalu tegang”

Moon-soo: “Dari pada pertandingan tahun lalu, tontonlah pertandingan antara Liverpool dan AC Milan. Salah satu pemainnya memasukan gol dengan menyundul sehingga skor 3:3 di liga Champion. Mereka juga akhirnya melakukan tendangan penalti”

[ FLASHBACK ]

scene113001
scene113251

Kang-doo: “Kau tahu apa itu liga Champion ?”

Moon-su: “Tidak”

Kang-doo: “Ada tim bernama AC Milan. Semua orang bilang tim itu akan menang ... Mereka menang di babak pertama dengan skor 3:0. Dalam 6 menit pertama babak kedua, Liverpool langsung memberi 3 gol. Ada seorang pemain di Liverpool yang kusukai. Namanya Gerrard. Pemain itu memasukan gol dengan menyundul hingga skor 3:3Maka mereka harus melakukan tendangan penalti. Kau tahu apa itu tendangan penalti ?”

Moon-su: “Ya ... tahu ... “


Kang-doo: “Menurutmu siapa yang menang ?”

Tiba-tiba, Moon-soo tak memebrikan respon. Kang-dooyang panik, berulang kali memanggilnya....

Kang-doo: “Kau mendengarku ? Tidak dengar ? Kau dengar , tidak ?”

Moon-su: “Aku dengar. Siapa yang menang ?”

Kang-doo: “Tebaklah Menurutmu keajaiban terjadi atau tidak ?”

Belum sempat dijawab, kita malah melihat kemunculan Sung-jae, “Kalian gila...” teriaknya

scene115001

[ FLASHBACK END ]

scene115201

Si cowok: “Lalu ? Siapa yang menang dalam tendangan penalti ?”

Moon-soo: “Di pertengahan 2:2. Pada akhirnya, Liverpool menang dengan 3:2. Lalu aku dengar mereka menyebut pertandingan itu Keajaiban Istanbul”

Won-jin: “Yaa, Ha Moon Soo ... kau lucu sekali. Kau tidak tahu apa-apa soal bola tapi sok tahu ...”


Moon-soo: “Yang ini aku tahu. Kudengar ini pertandingan terkenal. Aku dengar ... Di mana aku mendengarnya ?”

scene117751
scene118351

Kilasan momen dari masa lalu itu, membuat Kang-do dihantui ‘lagi’ oleh sosok Sung-jae. Dia memilih pergi, duduk menyendiri di tangga seorang dia. Berulang kali, dia menguatkan dirinay sendiri dengan berteriak menyangah keberadaan suara yang didengarnya: “Diam. Memangnya apa salahku ? Diam.  Aku tak dengar. Tidak dengar. Tutup mulutmu. Tolong... Aku tidak dengar. Pergi ... tolonglah ... Aku tidak dengar...”

scene120401
scene121351
scene121651



Tiba-tiba, Moon-su datang dan langsung bertanya “Kamu baik-baik saja?”. Tak menjabwanya Kang-do malah bertany abalik: “Kalau kamu?”

Mon-soo: “Aku ? Apa maksudmu ?”

Kang-doo: “Aku bertanya padamu...”

Mon-soo: “Mendadak kamu pergi. Sedang apa di sini ?”

Kang-doo: “Kamu ... tidak apa-apa ?”

Mon-soo: “Aku baik-baik saja. Kenapa ?”


Kang-doo: “Bagaimana ? Bagaimana kamu bisa baik-baik saja ? Sungguh kamu memang baik-baik saja?”

Notes:

Kyaa.. penggambarannya detail banget. Kukira, beberapa kali Moon-su bilang gak suka es-krim, emang karena dia gak suka. Eh ternyata, ada kisah lain dibalik itu~

Terus, aku iseng baca review-nya Hancinema, mereka bahas tentang penata riasnya Kang-doo, yang memang cukup detail dalam hal penggambaran bekas luka-luka di wajahnya. Kalau kita nonton drama lain, biasanya sehari bonyok besoknya udah mulus lagi.. tapi disini, memang bisa kelihatan tiap scene itu, bekas lukanya berkurang dikit-dikit.. eh tapi si Kang-doo malah berantem lagi.. yanh bonyok lagi lah dia T_T

Ngomongin tentang berantem, sebenernya di awal-awal.. itulah yang bikin aku sebel sama karakternya. Karena Kang-doo enggak bisa mengatur emosinya sendiri. Ketika terpancing sesuatu, dia lansgung meledak.. tapi kalau kita perhatiin.. sekarang dia mulai bisa kontrol, *Big Thanks to Moon-soo*

Dan ibunya Joo-won T_T Entahlah, mesti komentarin sikapnya gimana, karena kita pun belum tahu yang dulu terjadi seperti apa. Akankah dia selingku? Atau hubungan itu, memang terjalin setelah suaminya meninggal~

Terus, gak nyangka kondisi rumah Joo-won kayak gitu. Bahkan, dia enggak tahu apa yang bisa dia lihat dari jendelanya. Duhhhh.. ketahuan banget, oppa yang satu ini sibuk kerja nyampe jarang pulang~

Favorit scene? Masih kelanjutan dari ending kemaren.. malah mungkin masih bagian dari ending episode sebelumnya, yang waktu Kang-doo mengulurkan tangannya dan bilang ‘gerom kajaa’.. Huaaaa, disitu saya meleleh


::: TO BE CONTINUED :::

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story/Dramatales : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤