Sinopsis WHILE YOU WERE SLEEPING Episode 22

16:58

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =



“Kamu yakin akan pergi ke pantai?” tanya Hong-joo


“Tentu saja.., tak perlu menanyakan pertanyaan itu keapdaku berkali-kali..” jawab Jae-han dengan sangat yakit. Ia kemudian bertanya, apa Hong-joo masih bisa bolos kerja?


“Sangat bisa.. karena dulu aku sudah abekerja sangat keras untuk mendapatkan posisi ini..” jawab Hong-joo

scene00951
scene01101

Sesampainya di depan rumah, Seung-won telah menunggu di gerbang. Ia-pun memanggil Jae-chan dan menyuruhnya untuk pulang ke rumah mereka dan bukan ke rumah Hong-joo.

“Tapi, barang-barangku belum diambil..” ucap Jae-chan


“Tenang saja, Ibunya Hong-joo sudah memberikannya padaku. Katanya, waktu 2 hari kakak telah habis..”  tukas Seung-won

scene02501

Sambil membantu melipat sellimut, Hong-joo bertanya mengapa ibunya tiba-tiba jadi bersikap sangat dingin pada Jae-chan: “Apakah dia menyakiti hati ibu?”


“Tidak..”

scene03601
scene04751

Masuk kedalam kamar, ibu langsung terduduk di depan mejan rias. Ibu membuka laci.. dan mengambil kotak cincin yang Hong-joo pikir, telah hilang entah kemana.

Teringatlah, momen ketika Hong-joo menangis di rumah sakit, mengatakan jika dia takut hal yang terjadi kepada ayahnya.. terulang dan terjadi pada Jae-chan.


Dengan mata yang berkaca-kaca, ibu berkata: “Maaf Jaksa Jung, ibu tak bisa membiarkan Hong-joo terpuruk seperti dulu lagi~~”

scene06401

Jae-chan membuka ponselnya, dia mencari-cari rekomendasi pantai yang bagus tapi jaraknya dekat. Tiba-tiba, ada notifikasi chat masuk.. dan ketika dilihat ada begitu banyak chat dari jaksa, rekan kerjanya.

Kurang lebih isinya sama.. mereka meminta Jae-chan untuk terus beristirahat sampai benar-benar pulih. Bahkan, mereka mengatakan tak apa jika Jae-chan harus cuti lebih lama lagi *uaaa bohong bangettt*


Jae-chan agak bingung.. dia merasa tersentuh dan tak enak hati. Namun, ia bertingkah seolah-olah dirinya tak terpengaruh oleh apa yang baru saja dibacanya dan menegaskkan, bahwa  dirinya akan tetap pergi ke  pantai bersama dengan Hong-joo..

..... SINOPSIS WHILE YOU WERE SLEEPING EPISODE 22 ....

scene07201

Esok hari.. Jae-chan yang katanya mau berangkat ke pantai, justru mengenakan seelah jas rapi. Meskipun demikian, ia tetap mengatakan bahwa dirinya akan pergi ke pantai, karena memakai kacamata hitam.

Hong-joo tak marah... dia sangat peka dan mengatakan bahwa dirinya memahami perasaan Jae-chan. Dia-pun meepas acamata hitam yang dikenakan Jae-chan, kemudian memintanya untuk pergi kerja saja: “Kita bisa ke pantai di lain waktu. Dan mungkin saja, setelah kembali bekerja.. kita mampu mencari jalan keluar yang baru..”

Jae-chan sempat menolak, mengatakan bahwa diirnya memang ingin ke  pantai. Namun.. lambat-laun,, ia menyadari bahwa perkataan Hong-joo memang ada benarnya.

scene09851

Sebelum berpisah, Hong-joo memeluk Jae-chan dari belakang, ia memberinya semangat dengan mengatakan bahwa segala hal pasti akan terasa begitu berat, maka Jae-chan perlu menyiapkan kondisi mental yan tahan banting.

scene10851
scene10901

Berpindah ke sebuah taman bermain.. penulis Moon, akhirnya menemukan anak kecil pemilik topi kuning, yang saat ini tengah bermain-main dengan temannya. Tapi tiba-tiba, bolanya menggelinding dan ketika mengambilnya.. terpaksa dia bertemu dengan penulis Moon.

scene10951
scene11301

Ternyata.. memang benar, dia adalah saksi yang melihat secara langsung insiden mengerikan beberapa hari lalu. Karena takut, dia langsung berlari kabur.. namun naas, karena topinya terjatuh disana.

scene11851
scene12751

Sekarang, ketika bertemu dengan Penulis Moon.. anak itu, jadi teringat kembali kejadian yang tak ingin ia ingat.. dia ketakutan, sampai kecing di celana. Ia-pun berlari sekuat tenaga untuk kabur dan menghindar..


Akan tetapi, kakinya tersandung dan dia terjatuh.. ia tak bisa mengatakan apapun dan hanya menangis terus-terusan,

scene13501
scene14201
scene14351

Untung saja, datang Woo-tak dan Kyung-han. Dengan sigap, mereka memborgol Peulis Moon, lalu berusaha untuk menenangkan anak itu.

Kyung-han merasa heran, mengapa Woo-tak bisa tahu bahwa Penulis Moon akan melakukan sesuatu yang bermasalah, sampai sengaja mengajaknya untuk membuntuti dia?

“Aku ahlinya membaca raut wajah seseorang..” jawab Woo-tak

“Kalah begitu, apa kau pikir aku akan bisa naik jabatan?” tanya  Kyung-han


“Hmm... kalau itusih sepertinya...”

scene14651

Scene langsung berpindah ke kantor SBC. Dandanan Hong-joo yang terlalu mencolok, membuatnya jadi pusat perhatian. Namun meskipun demikian, Hong-joo tetap pede dan bertingkah biasa saja.

Dia-pun mengobrool dengan Du-hyun, memperbincangkan kondisi asdos yang ingin mereka wawancarai. Kemarin, Du--hyun menemuinya di rumah sakit dan mendapati fakta, bahwasanya asdos itu tengah terbaring dalam kondisi mati batang otak, dan nantinya dia akan mendornorkan organnya untuk 7 orang..

Mendengar kabar itu, seketika membuat Hong-joo menyadari bahwasanya ini merupakan kasus yang sebentar lagi akan ditangani oleh Jae-chan.

scene16351

Di kantor kejaksaan, kita melihat Jaksa Son yang terburu-buru pergi meninggalkan kantor. Jaksa Lee melihatnya dan bertanya: “Kenapa?”

“Aku harus ke rumah sakit untuk menemui Chan-ho..” jawabnya yang kemudian berjalan pergi


Nona Min, selau sekretarisnya Jaksa Son tak banyak bertanya. Iia hanya mengetahui bahwa putra Jaksa Son tengah sakit dan pasti penderitaanya 2 kali lipat, karena Jaksa Son merupakan orangtua tunggal.

scene17251
scene17351

Jaksa Lee terus berjalan mengikuti Jaksa Son, yang memang begitu tergesa-gesa. Bahkan, ketika Jae-chan muncul dihadapannya.. ia tak sempat memberikan sambutan hangat dan hanya menyapanya sekilas saja.


Tentu itu membuat Jae-chan agak keccewa: “Hffttt.. ternyata, mereka tak begitu mengkhawatirkanku..” keluhnya

scene17901

Berada dalam lift, Jaksa Son terus menunjukkan raut wajah gelisah. Jaksa Lee yang berada di sampinganya baru mengetahui bahwa itu karena, hari ini Chan-ho akan menerima donor ginjal.

scene19851

Mencoba untuk mencairkan suasana, Jaksa Lee menceritakann rahasia agak ‘konyol’, tentang Jaksa Park yang ternyata seringkali melakukan filler di bagian wajahnya, lalu Hee-min yang ternyata penganut agama Buddha. Mendengar fakta itu, berhasil membuat Jaksa Son tertawa.

“Teruslah bersikpa seperti ini, bahkan setelah anda berada di rumah sakit..” pinta Jaksa Lee. Pintu lift terbuka, dan Jaksa Son berjalan pergi.

scene20901


“Hwaiting...” teriak jaksa Lee

scene21851
scene22151

Jae-chan memasuki ruangannya.. tak lama kemudian datang Nona Moon, yang sengaja bersikap biasa saja, bahkan dia tak mau memperlihatkan wajahnya pada Jae-chan.

scene23001


Hingga kemudian, datanglah Investigator Choi. Bisa dibilang, hanya dialah orang yang paling bersemangat dan antusias menyambut kedatangan Jae-chan.

scene23601

Tapi sayangnya.. rasa antusias itu tak berlangsung lama. Karena setelah Jae-chan menerima berkas dari Nona Moon, dia langsung mengajaknya untuk bekerja lagi. Berkas tersebut, merupakan surat persetujuan donor organ.. dan itu sesuai dengan apa yang telah diceritakan Hong-joo kepadanya. Dia telah mengetahui bahwa si pendonor itu celaka karena ulah seseorang.. makanya dia mesti melihatnya secara langsung untuk memastikan tindakan yang harus dilakukan selanjutnya.

scene27051
scene27601

Woo-tak menelpon Jae-chan, dia memberi kabar mengenai penangkapan Penulis Min yang ia yakini sebai tesangka utama dalam insiden kecelakaan yang menimpa Hwan. Selain itupun, ia-pun memberitahu mengenai keberadaan saksi mata, yang meskipun usianya masih sangat kecil.. namun ceritanya cukup detail.

scene28251
scene29001

Bersaman dengan itu, Penulis Min juga menghubungi Yoo-bum.. untuk meberitahukan, bahwa dirinya ditahan atas dugaan melakukan kekerasan terhadap anak kecil.

Meskipun sekarang polisi hanya membahas kasus itu, namun Yoo-bum sangat yakin, jika nantinya pihak kejaksaan akan mengaitkannya dengan insiden kecelakaan yang dialami Hwan.


“Ketika diinterogasi, jangan katakan apapun! Bilang saja, pengacaramu yang akan mengurus semuanya!” tegas Yoo-bum

scene29501
scene30251

Dirumah sakit, Jaksa Son menemani Chan-ho yang tengah melakukan tes akhir sebelum menjalani operasi transplantasi ginjal. Wajahnya tersenyum, berseri-seri.. dan Chan-ho sendiri, telihat begitu antusias, karena mengetahui bahwa setelah operasi tersebut dilakukan, maka dirinya bisa menjalani kehidupan normal, seperti anak-anak seusianya.

scene31201

Namun sayang sekali, karena kebahagiaan itu belangsung sangat singkat. Karena tiba-tiba, mereka menerima kabar bahwasanya, jaksa yang melakukan pemeriksaan.. pergi meninggalkan rumah sakit, tanpa menyetujui berkas donor tersebut. Katanya.. ada kemungkinan, jika Hwan perlu menjalani otopsi..

scene31801

Diwaktu yang bersamaan, Yoo-bum mendatangi rumah sakit. Dengan mengaku sebagai temannya Hwan, dia bertanya kepada suster mengenai operasi tranplantasi, yang seharusnya tengah dilaksanakan..

“Barusan ada jaksa yang datang, dan pergi lagi tanpa menyetujui dokumen persetujuan transplantasi organ..” ungkap si suster

“Jaksa? Boleh saya tahu, siapa nama jaksa itu?” tanya Yoo-bum


“Jung Jae-chan..”

scene32751

Mengetahui hal itu, seketika membuat Yoo-bum kesal. Dia berjalan.. sambil menunjukkan senyuman menyeringai, dia mengumpat Jae-chan, berharap kasus ini naik ke pengadilan dan merka bisa berhadapan satu lawan satu!!!

scene33851
scene34001

Kembali ke kantor kejaksaan, Jaksa Son terlihat begitu sedih. Dengan matanya yang berkaca-kaca, dia bercerita kepada Jaksa Lee mengenai kondisi pendonor untuk putranya... yang tiba-tiba, mesti menjalani otopsi..


Beberapa saat kemudian, mereka diminta Jaksa Park untuk berkumpul mendiskusiakan sesuatu diruangannya.

scene35101

Jae-chan langsung memaparkan kasus yang harus mereka diskusikan. Mendengarnya, membuat Jaksa Son terkejut.. begitupula Jaksa Lee. Namun reaksi mereka berdua sangat berbeda..


Jaksa Lee sangat emosi, dia menyuruh Jae-chan untuk segera menandatangani dokumen persetujuan transplantasi organ tersebut, sementara Jaksa Son memilih untuk diam... mendengarkan segala pemaparan dari Jae-chan.

scene36701

Dari kabar yang beredar, Hwan terjatuh karena mabuk. Namun dari rekaman video yang diambil Hong-joo, terlihat dengan sangat jeas, bahwasanya Hwan tak meminum alkohol sedikitpun..

Namun sejam kemudian, dia ditemukan telah terjatuh dalam kondisi luka yang sangat parah.


“Bukankah ada sesuatu yang sangat janggal..”

scene39201

Jaksa Lee tak mau mengambil resiko. Dia menyuruh Jae-chan untuk tetap menyetujui dokumen transpalntasi organ.. Karena faktanya, sekarang mereka tak memiliki bukti nyata: “Bagaimana kalau setelah di otopsi, ternyata Hwan memang meninggal karena kecelakaan?? Bukankah artinya, kau telah melenyapkan kesempatan 7 orang tak berdosa untuk mendapatkan donor organ?!”


Jaksa Park menyanggah pernyataan itu, dia justru menyetujui tindakan otopsi dan meminta Jaksa Lee untuk tidak bersikap emosional. Sementara Hee-min, dia sependapat dengan Jaksa Lee, karena menurutnya melakukan otopsi tanpa bukti pendukung yang kuat, terlalu beresiko.

scene41901
scene42251

Sekarang posisi suara seri.. dan tinggal menunggu pendapat dari Jaksa Son. Sejenak dia terdiam.. namun sesaat kemudian, dengan suara yang bergetar, dia mengatakan bahwa Jae-chan telah mengambil jalan yang tepat. Dia berpendapat, bahwa Jae-chan tak perlu menyetujui dokumen transplantasi organ tersebut.


..... SINOPSIS WHILE YOU WERE SLEEPING EPISODE 22 ....

scene42601

Jaksa Lee mangajak Jaksa Son berbicara empat mata. Dia yang marah.. dia tak mengerti, mengapa Jaksa Son mengambil keputusan itu?! Meskipun Jaksa Son mengambil keputusan itu karena dia adalah jaksa, tetap saja.. itu terlalu naif, mengingat kondisi putranya yang sudah sangat parah.


scene44201
scene47051

“Aku tidak mengambil keputusan itu dengan memposisikan diri sebagai seorang jaksa! Itu keputusanku sebagai orangtua! Apabila aku berada di posisi orangtua korban tersebut, pasti aku akan mencari tahu apa yangs ebenarnya terjadi pada anakku! Karena itu lebih penting, dibandingkan menyelamatkan nyawa 7 orang anak yang bahkan bukan siapa-siapa untukku!” tegas Jaksa Son yang kemudian membuat Jaksa Lee terdiam, tak mampu berkomentar apapun

scene47701

Jae-chan masih beradai di ruangan Jaksa Park. Mreka amsih mendiskuiskan, langkah berikutnya yang mesti diambil. Melihat kondisi korban, Jaksa Park mengatakan bahwa dalam beberapa hari lagi, Hwan pasati akan mengalami mati-jantung, yang berarti kondisinya bisa dianggap mati total. Saat itulah, mereka baru bisa melakukan otopsi. Namun, Jae-chan maih terlihat ragu, terlebih karena teringat perkataan Hong-joo pagi tadi..

scene48351

Ketika ditanya jika berada di posisinya akan bagaimana... Hong-joo megatakan, bahawa dia tak akan memilih keduanya. Dia tak mau mengorbankan 7 nyawa, dan dia-pun tak mau untuk tidak melakukan otopsi..

scene50201
scene50901
scene52001

Menghela nafas panjang, Jae-chan kemudian bertanya pada Jaksa Park: “Apakah mungkin kita melakukan keduanya? Transplantasi organ dan juga otopsi?”

Lebih dari itu, ia-pun telah menyiapkan bebepa berkas mengenai tindakan serupa yang meskipun jarang... tapi memang berhasil. Nantinya, Hwan masih bisa mendonorkan organ, karena proses otopsi hanya mengidentifikasi bagaian luar tubuhnya, seperti bekas cekikan dilehar, dan juga luka-luka di kepalanya.


Awalnya Jaksa Park sempat ragu, terlebih arena ini merukana hal yang sangat jarang dilakukan. Namun, melihat kesungguhan Jae-chan, akhirnya dia-pun setuju akan hal tersebut.

“Jika aku menjadi kamu.. aku akan menyelamatkan nyawa 7 orang itu dan juga menangkap penjahatnya..”

::: NOTES :::

Kayaknya,.. kebiasaan Yoo-bum yang selalu melepas jam tangan ketika mewawancarai kliennya adalah karena di jam tangan itu ada perekam. Iya enggak sih (?)

Kalau kebiasaan dia gulungin robekan kertas, kayaknya sebagai bentuk ‘proyeksi’ perasaannya yang ‘mungkin‘ merasa muak sama tingkah piciknya sendiri, entah kenapa akusih seringkali ngerasa kalau dia tuh enggak nyaman dengan karakternya yang kayak gitu.. tapi keadaan yang maksa dia buat kayak gitu. Dia karakter yang cukup sulit ditebak, akupun masih belum dapet klu, tentang kenapa  orang ini bisa sampe se-licik sekarang..

Ohiyaaa, sccene cameo Sung-kung ama Kyun-sang diki bangetttt. Padahal, berharap mereka dikasih 1 satu kasus gitu, heheh. Ternyata cuman selewat doang.. tapi kocak sih..

Kasus minggu ini, temanya "Selamatkan nyawa 7 orang, atau menangkap penjahat"...
Kalaupun di posisinya Jae-chan, pastilah dilema banget. Komen tentang kasus ini, entar aja sekalian di sinopsis episode 24. Heheheh..

::: TO BE CONTINUED :::

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story/Dramatales : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

1 komentar

  1. Haha iya ya dikit banget kirain emang masuk kasus. Tp waktu itu dapet spoiler di padang ilalang udah curiga ga dapet banyak scene haha. Seneng banget ma siapapun yg nyatuin second pairing di drama ini. Kemarin seung won sama seo yeon dr page turner, skrg ada kyun sang sung kyung dr doctors haha. Bisa jadi kapan kapan ada woo tak sama hong jol dk drama baru swnim lol ngarep

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤