Sinopsis WHILE YOU WERE SLEEPING Episode 5

08:06

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

image

... bulu kapuk beterbangan, barang-barang yang berserakan dilantai, arloji antik yang sengaja dilempar hingga memecahkan kaca jendela ...

scene01101

Ditengah-tengah suasana mencekam itu, nampak Seung-won berdiri sendirian dipinggir balkon, ia melihat kebawah dengan tatapan penuh rasa gelisah. Tangannya bergetar dan matanya berkaca-kaca. Seketika, tubuhnya terduduk lemas dilantai..

scene01301

Kemudian, terlihat Jae-chan yang tengah meronta berteriak, meminta agar dua orang polisi melepaskan tangannya yang mereka kekang dengan sangat kuat: “Lepaskan! Dia itu adikku!!!! Kumohon, hanya sebentar saja!”

(... cuman mimpi ...)

================================

scene01801
scene01901

So-yoon menelpon kantor kejaksaan.. kala itu telponnya diangkat oleh Dam-dong. Ia hanya ingin menanyakan kelanjutan proses penyelidikan kasus ayahnya. Dan hanya butuh waktu yang sangat singkat, hingga ia menerima jawaban, bahwa kasus tersebut akan ditutup.

“Baiklah kalau begitu.. terimakasih atas infonya..” ucap So-yoon dengan pasrah, meskipun terlihat jelas ekspresi kemarahan yang terpendam dalam lubuk hatinya.

----------------------------------------------------------------
“.. Ada momen mengerikan yang tidak pernah ingin kita lewati dalam hidup ini, yang biasanya didahului oleh beberapa pilihan yang bisa dianggap ‘sepele’. Tetapi kelak.. pilihan ‘sepele’ itu muncul kembali menjadi penyesalan dan menghantui diri kita sendiri. Mungkin, apabila kita bisa mengubah pilihan ‘sepele’ yang tampak tak berarti itu... otomatis kita bisa terhindar dari momen mengerikan tersebut (?) ...”  - Hong Joo
----------------------------------------------------------------

... SINOPSIS WHILE YOU WERE SLEEPING EPISODE 5 ...

scene03401
scene03501

Di episode sebelumnya, Seung-won muncul diwaktu yang tepat ketika So-yoon hendak mengambil sebotol cairan infektan (yang efeknya sangat mematikan, jika diberikan kepada manusia),

“Ayo pergi.. aku akan mengantarmu pulang..” ajak Seung-won

“Tidak!.. pergi saja sendiri, berpura-puralah tidak pernah bertemu denganku disini!” jawab So-yoon dengan ketus

“Jangan seperti ini.. lebih baik kita pergi ke polisi atau kejaksaan saja.. pasti akan ada jalan keluarnya,” pinta Seung-won

“Tak ada! Aku bahkan mendengar kalau pihak kejaksaan akan menutup penyelidikan kasus ini! Jaksa itu bodoh.. bekerja kerasa hanya untuk hasil yang sia-sia, tak berguna!” gerutu So-yoon


“Memangnya siapa jaksa bodoh dan tak berguna itu?!” tanya Seung-won

scene05201

Scene langsung beralih ke tempatnya Jae-chan.. disana, akhirnya Hong-joo mengetahui fakta bahwasanya siswa bernama Seung-won yang hadir di mimpinya, tak lain merupakan adiknya Jae-chan. Dan pada waktu yang bersamaan, Seung-won dibuat tediam heran, karena mengetahui fakta bahwasanya jaksa ‘bodoh’ yang terus disinggung oleh So-yoon, ternyata adalah kakaknya sendiri.

scene05001

Ponsel Seung-won berdering, dan itu adalah telpon masuk dari kakaknya.. tetapi, Seung-won memilih untuk mengabaikannya dan tentu saja itu membuat Jae-chan merasa khawatir bukan kepalang.

scene05801
scene06001

Beberapa saat kemudian, So-yoon menerima telpon dari ibunya yang memintanya untuk menginap di rumah Seung-hee (temannya) saja. Ibu mengatakan, bahwa dirinya harus mendiskusikan sesuatu dengan ayah.

“Bu.. memangnya ada apa? Kenapa aku tidak boleh pulang ke rumah?” tanya So-yoon

Ibu tak memberikan jawaban lebih lanjut, dan malah meutup telponnya. Seketika itu juga, So-yoon merasa begitu panik, ia-pun lansgung berlari menuju apartemen tempat tinggalnya. Dari belakang, Seung-won tetap setia mengejarnya--

scene06201
scene06701

Tak lama kemdian, Jae-chan dan Hong-joo tiba ditempat So-yoon dan Seung-won sebelumnya berada, Jae-chan terlihat begitu gusar, ia teringat bahwa pakaian yang mereka kenakan hari ini benar-benar sama persis dengan yang ia lihat didalam mimpinya.

Dalam kondisi panik ini, Hong-joo berusaha membuat suasana lebih tenang.. mereka mulai mengumpulkan informasi, dengan cara menggabungkan mimpi masing-masing dari mereka yang nyatanya memang saling berkaitan dan melengkapi satu sama-lainnya.

scene07901
scene08401
scene08701
scene09101

Tak banyak yang diingat oleh Hong-joo, tetapi ia berusaha menceritakan segala hal yang ada didalam mimpinya tersebut: “... di tengah rumah yang kelihatannya cukup mewah, ada piano.. dan sepasang suami-istri yang tengah bertengar. Ah-- tidak.. tidak.. sepertinya bukan bertengkar, tetapi sang istri, dianiaya oleh suaminya. Pada saat itulah, Seung-won dan seorang temannya muncul disana dan berusaha melerai.. Naasnya, ketika mencoba untuk menghindar, Seung-won malah membuat Lelaki itu terjatuh dari balkon, tepat ke atas sebuah mobil yang tengah diparkir disana ... detik itulah, Seung-won terduduk lemas dan berteriak ‘Hyung.. ini semua salahmu! Aku menjadi seorang pembunuh, KARENAMU!’ ...”

scene09701

Kalimat terakhir yang diucapkan Seung-won, membuat Hong-joo bertanya-tanya.. memangnya, apa yang telah dilakukan Jae-chan?

“.. apa mungkin ini semua ada hubungannya dengan kasus Tuan Park? ..” gumam Jae-chan yang langsung mengingat kembali, potongan demi potongan kejadian yang dilewatinya akhir-akhir ini, yang seketika membuatnya sangat yakin bahwa tindakannya yang melepas Tuan Park merupakan penyebab, Seung-won sangat membencinya hingga menyalahkannya.

Menyadari bahwa waktu terus berjalan.. Jae-chan meminta Hong-joo untuk lebih mengingat kembali lokasi pasti, insiden tersebut akan terjadi..

scene11201
scene11301

“Aku melihat ada dua bulan..” ucap Hong-joo

Mereka memerhatika sekelilingnya dan langsung menemukan dua balon raksasa berawarna putih, yang terbang ditengah-tengah gelapnya langit malam-- (itu dia bulan yang dimaksud sama Hong-joo)

scene12001

Scene beralih kedalam sebuah mobil patroli polisi, dimana kita melihat sosok Woo-tak (pria yang mengembalikan ponsel ibunya Hong-joo, dan juga pria yang hampir saja mati karena insiden kecelakan di malam valentine). Dia duduk di kursi penumpang, dan kelihatannya dia tertidur cukup lelap..

scene12701
scene13301

Aneh sekaligus mengejutkan.. karena dalam mimpinya, kita melihat serpihan lain dari insiden kematian Tuan Park yang sebelumnya hanya ada di dalam mimpi Hong-joo dan Jae-chan...

Dalam mimpinya Woo-tak, Seung-won diseret kedalam mobil polisi, yang kebetulan Woo-tak sendiri yang tengah bertugas disana. Bersamaan dengan itu, muncul Jae-chan yang berusaha menrobos barikade kepolisian, demi menemui Seung-won yang kalau itu, berteriak minta dibebaskan dan mengatakan bahwa dirinya bukanlah pembunuh--

Mimpi itu sepertinya terasa terlalu nyata, hingga membuat Woo-tak terbangun dalam kondisi kebingungan. Ia menengok kesamping dan melihat ekspresi Kyung-han (rekannya) yang sepertinya tengah gelisah menahan *BAB/BAK

“Mau aku saja yang menyetir mobilnya?” tanya Woo-tak

scene14801

Mereka menepi kepinggir jalan, untuk kemudian bertukar posisi duduk. Tetapi dikala itu, secara tak sengaja Woo-tak melihat Jae-chan beserta Hong-joo yang tengah berlari dengan tergesa-gesa.. “Bukankah.. itu dia.. ” gumamnya

Woo-tak tak sempat menghampiri atau bahkan menyapa mereka, karena rekannya sudah tak tahan ingin pergi ke toilet. Tetapi.. ketika mereka melanjutkan perjalanannya, pikiran Woo-tak menjadi kacau-balau karena ia teringat insiden tempo hari, beserta mimpinya tentang insiden mengerikan yang belum atau mungkin akan terjadi--

scene15701

Tanpa mengatakan apapun, Woo-tak lansgung memutar mobilnya dan memasang sirine polisi.. ia memaju kecepatan mobilnya, tentu saja untuk langsung mendatangi TKP insiden yang ia lihat didalam mimpinya--

scene16101

Beralih ke kediaman Tuan Park.. disana terlihat ayah dan ibunya So-yoon yang tengah berbincang empat-mata. Ternyata, yang ingin ibu diskusikan, ialah mengenai surat gugatan cerai.. disana, ibu menuliskan segala hal yang diinginkannya setelah mereka bercerai nanti, salah satunya adalah biaya hidup dan biaya sekolah So-yoon di luar negeri.

“Heh! Kau kira aku ini UNICEF? Atau bunda Teresa?” gerutu Tuan Park

“Tapi anda sudah berjanji untuk menuruti semua keinginanku, apabila aku bersedia menandatangani surat (persetujuan penghentian penyelisikan) itu” ungkap Ny. Park

Tetapi dengan tenangnya, Tuan Park merobek berkas itu dan mengatakan bahwa saat ini, Jaksa dan pihak berwenang tengah berada di pihaknya..

scene16601

Bersamaan dengan itu, terihat So-yoon dan Seung-woon yang baru tiba di lobby apartemen. Mereka berlari sekuat tenaga menuju kamar, dimana bisa kita lihat Tuan Park tengah melampiaskan amarahnya secara membabi-buta.. Ia memecahkan vas bunga serta barang-barang antik dan berkata bahwa dirinya bisa melakukan apapun karena ia memiliki segalanya (uang dan kekuasaan)

scene17101
scene18001

Setelah itu, kita-pun melihat Hong-joo dan Jae-chan yang juga baru tiba dalam kondisi beralri menuju TKP. Sementara di dalam kamarnya, Tuan Park masih saja melampiaskan amarahnya tanpa  ikirkan akibatnya. Ibu terlihat sangat ketakutan.. dengan tangannya yang bergetar, ia mengmabil robekan berkasnya yang telah berceceran dilantai, “A.. aku akan mengambil berkas yang baru..”

Mendengar hal itu, membuat Tuan Park marah.. ia mengangkat tangannya, dia berniat untuk menampar istrinya. Akan tetapi.. tiba-tiba terdengar alarm kebakaran, yang seketika membuat Tuan Park mengurungkan niatnya.

scene18301

Tetu saja bukan tidak terjadi kebakaran asli... ini semua, adalah ulahnya Hong-joo yang dengan sengaja memencet tombol darurat. Dan karenanya.. semua penghuni apartemen, berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

scene18901
scene19001
scene19401
scene19501

Mobil patroli yang dikendari Woo-tak baru tiba di TKP, sementara itu Jae-chan yang baru menemukan Seung-wo didalam lift lansgung menariknya dan menatapnya tajam.. tetapi beberapa detik kemudian, dia menghela nafas lega dan mengelus pipi sang adik..

... SINOPSIS WHILE YOU WERE SLEEPING EPISODE 5 ...

scene21301
scene21501

Suasananya sangat ramai.. para penghuni apartemen, telah berkumpul diluar gedung dan mereka saling bertanya satu sama-lain, sebenarnya apa yang tejadi? Ada alarm peringatan kebakaran, tetapi tak ada api atu bahkan sedikit asap apapun di tempat ini..

Satpam disana melihat Hong-joo dan langsung bertanya : “Nona.. bukankah tadi anda yang menekan tombol darurat? Apa jangan-jangan, anda hanya bercanda, menakuti-nakuti kami?”

“Hmmm--- ti..tidak kok, aku tidak bercanda.. tadi aku me.. melihat asap..” jawab Hong-joo tergagap

Para ahjumma disana tak mudah percaya dengan jawabannya, dan mereka terus menginterogasi Hong-joo dengan pertanyaan yang sama. Hingga muncullah Woo-tak,.. ia mengingat wajah Hong-joo, kemudian membantunya dengan membelanya dihadapan semua orang, “Dia tidak berbohong.. aku juga melihat asap dari sebelah sana..” ucapnya yang seketika bisa membuat suasana menjadi lebih kondusif.

scene22401

Jae-chan menyerat Seung-won ke tempat yang agak sepi, kemudian langsung mengomelinya: “Kubilang langsung pulang kerumah! Kenapa kau tak mendengarkanku!?”

“Aku punya alasan... jika aku menjelaskannya, hyung pasti akan mengerti--” ungkap Seung-won
“Aku sudah tahu! Temanmu itu putrinya Tuan Park, ‘kan! Kau disini karena mengkhawatirkannya..” ujar Jae-chan

“Hyung telah mengetahuinya? Tetapi bersikap sepertini ini?! lantas, haruskah aku ura-pura tidak tahu, tidak peduli atau bagaimana?!” tukas Seung-won

“Iya! Jangan mempedulikannya! Kau akan terluka jika ikut campur dalam urusan ini!” bentak Jae-chan yang kemudian bertanya mengapa Seung-won tak mengangkat telponnya tadi?

“Aku malu!” teriak Seung-won, yang kemudian memaparkan bahwa dirinya tak mungkin bersikap acuh dan membiarkan suatu hal yang buruk sampai terjadi kepada temannya. Mendengar perkataan Jae-chan, membuat Seug-won mempertanyanykan kredisibilitas sang kakak yang katanya berprofesi sebagai seorang jaksa,

scene23701
scene24301

“Kau akan menjadi seorang pembunuh jika aku tak datang kesini!” ttegas Jae-chan yang seketika membuat Seung-won semaki kesal. Ia mengatakan, bahwa Jae-chan tak seharusnya berbicara seperti itu, harusnya ia meminta maaf dan mengatakan bahwa dirinya akan menyelidiki kasus ini lebih dalam, hingga mereka tak usah merasa takut atau bahkan khawatir sedikitpun.

“Kau itu kakakku ‘kan? Tapi kau sama-sekali tidak ada hebatnya.. jadi jaksa bjuga bukan sesuatu yang hebat!” ujar Seung-won yang kemudian berjalan pergi, tetpi Jae-chan menarik kerah kemejanya dan mengatakan bahwa dirinya bukanlah sosok yang hebat, tapi Seung-won lebih payah daripadanya.
“Aku akan mendapat masalah jika bertingkah macam-macam.. jadi kau pikir, kau itu siapa?” ucap Jae-chan

“Sungguh.. aku sangat malu memiliki seorang kakak seperttimu!” ungkap Seung-won

“Itu lebih baik, dibandingkan kau harus terluka! Jangan ikut campur lagi dalam urusanys So-yoon!” tukas Jae-chan

scene24701
scene24801

Ditengah keramaian orang, ibu mengajak So-yoon berbicara ditempat yang agak sepi kemudian memintanya untuk meginap di tempatnya Sung-hee, malam ini saja. So-yoon tak bisa melakukannya, ia merasa kalau sekarang sudah terlalu larut, lagipula.. jika ia pergi, bagaimana dengan ibu?

“Ibu baik-baik saja.. ‘kok”

scene24901

Tiba-tiba, muncullah Hong-joo yang langsung mengajak mereka untuk menginap ditempanya saja.
“.. Siapa anda? ..” tanya So-yoon


“Aku ini pacaranya kakak temanmu.. ayo kita pegi dari tempat ini sebelum Tuan Park melihat kalian..” jawab Hong-joo sembali menyelimuti tubuh Ny. Park dengan mantelnya.

scene25401
scene25501

Bersamaan degan itu, terdengar suara Tuan Park yang berteriak memanggil mereka. Akan tetapi, Hong-joo bergerak cepat dengan langsung membawa mereka berjalan pergi menuju pinggir jalan raya dimana mereka bisa mencari taksi sebagai kendaraan pulang kerumah.

Nampaknya jalanan itu sangat sepi.. mereka berdiri cukup lama, tetapi tak ada taksi yang lewat disana.

“.. Kami punya banyak tempat lain yang bisa kami datangi ..” ucap So-yoon

“Benarkah? Dimana? Beritahukan padaku, aku akan mengantar kalian kesana..” tanya Hong-joo

“Maksudku... aku hanya ingin kamu tahu saja, kalau sebenarnya kami punya banyak tempat lain yang bisa kami datangi ..” jawab So-yoon dengan kikuk

scene26401

Di dalam mobil patroli, Woo-tak mencoba untuk menceritakan mimpi anehnya kepada Kyung-han. Akan tetapi, Kyung-han terlihat sangat gelisah, karena sudah tak tahan ingi ke toilet.

scene27301
scene27601

Betapa malang nasibnya karena bukannya mempercepat laju kendaraan menuju kantor polisi terdekat, Woo-tak malah meminggirkan mobilnya karena melihat Hong-joo. Ia mengabaikan perkataan rekan kerjanya dan malah turun menghampiri Hong-joo, kemudian menawarinya tumpangan.

scene28801
scene29201
scene29401

Di sepanjang perjalanan Kyung-han mengeluarkan begitu banyak keringat dingin.. ia berusaha keras menahan diri hingga tak sanggup berkata apapun. Sementara itu, Woo-tak mengajak Hong-joo mengobrol, ia memberitahukan sekaligus memperkenalkan dirinya sebagai orang yang hampir tertabrak dalam insiden kecelakaan mobil di malam valentine.

Tetapi Woo-tak menyampaikan informasi tersebut dalam bahasa yang agak ambigu, “Kita hampir megalami ‘insiden’ besar di malam itu..” yang seketika membuat Ny. Park lansgung menutupi telinganya So-yoon (*dia mikirnya ‘insiden’ yang lain, ckck)


 Hong-joo kemudian mencoba menjelaskan kepada Ny,Park bahwasanya insiden yang mereka maksud adalah sebuah insiden kecelakaan mobil---

... SINOPSIS WHILE YOU WERE SLEEPING EPISODE 5 ...

scene30501

Setibanya di rumah.. Ny.Park mengobrol dengan ibunya Hong-joo, sementara itu So-yoon sibuk sendiri mengecek setiap kamar. Karena mengetahui hanya ada dua kamar tidur, ia-pun mengatakan bahwa dirinya dan sang ibu akan tidur di tengah rumah. Ia bisa tidur dilantai sementara ibunya akan tidur di Sofa.

scene31201
scene31301

Ibunya Hong-joo menyarankan mereka untuk tidur di kamar utama saja, sementara dirinya akan tidur bersama dengan Hong-joo. Akan tetapi, dengan nada bicara-nya yang khas (agak-agak judes gimana gitu), So-yoon mengatkan bahwa dirinya sudah terbiasa untuk tidur dilantai.

“Tidap perlu merasa sungkan, kamu boleh tidur dikamar..” tukas Hong-joo

So-yoon kekeh mengatakan bahwa dirinya akan tidur ditengah rumah saja. Kalau memang seperti itu, ibu meminta Hong-joo untuk membawakan selimut hangat.. dan penghangat ruangan, karena udaranya sangat dingin.


Akan tetapi.. So-yoon tetap menolaknya. Kali ini, dia berasalan bahwa ia memiliki kulit yang kering jadi, ia terbiasa dan bisa tidur dilantai tanpa menggunakan penghangat jenis apapun..

“Maaf yaa, putriku adalah anak tunggl, makanya dia tidak bisa bersosialisasi dengan baik..” bisik Ny. Park kepada ibunya Hong-joo

“Tenang saja.. putriku juga seperti itu..” ucap ibu

scene32301
scene32401

Beralih ke tempatnya Jae-chan... kita melihat dia yang baru pulang, kemudian langsung membaringkan tubuhnya ke atas kasur sembari menghela nafas panjang. Matanya melihat tepat ke arah foto keluarganya yang tersimpan rapi di atas meja..

... FLASHBACK ...

scene32501

“Karena ulahnya Jae-chan, aku merasa sangat malu bahkan hanya untuk mengobrol dengan para tetangg sekalipun!” Teriak ibu yang kala itu tengah memegang briket ( tungku bara api di tangannya )

“Sayang tenanglah dulu.. kita masih bisa membicarakan ini secara baik-baik ‘kan? Jadi, jangan menakut-nakuti kita dengan benda itu..” pinta ayah


“Aku membuatmu merasa takut? Benda ini membuatmu takut? Untukku, uang lebih menakutkan!” tukas ibu sembari mengayunkan briketnya.

scene33201

Ternyata.. setelah insiden kecelakaan motor itu.. Jae-chan menjadi pihak tunggal yang dipersalahkan, yang membuatnya harus membayar ganti rugi sebesar 5000 dolar. Ibu harus kerja banting-tulang untuk melunasi ganti rugi tersebut, karena gajih ayah yang sangatlah kecil.

scene33601

Ditengah-tengah keributan itu, terlihat Seung-won kecil yang sibuk sendiri menggambar keluarganya.. ia berada ditempat itu, tapi hanya sesekali melirih ke arah mereka.

scene34201

Ketika ibu semakin emosi, ia berteriak: “Ayo kita mati bersama saja..”, kemudian melemparkan beriketnya ke lantai, yang seketika membuat lantainya ikut terbakar.

“Omoooo.. aigoo.. apa yang harus kita lakukan..”


Ayah dan ibu sibuk mematikan bara api, sementara Jae-chan malah tersenyum, dan mengatakan “Apa yang kamu lakukan, bu? Katanya mengajak kita mati bersama.. sekarang kamu malah mengkahwatirkan lantai itu?”

scene34401
scene34701

Apa yang dikatakan Jae-chan, seontak membuat ibu menyuruhnya untuk pergi keluar detik ini juga, “Aku tak mau melihatmu, jadi PERGILAH!!!!!” teriaknya sembari mengacungka batang besi panas

scene35001

Beberapa saat kemudian, terlihat Jae-chan ditemani ayahnya yang tengah duduk berduaan ditepi rooftop. Udaranya sangat dingin.. hingga badan mereka terihat menggigil tak tertahankan.

Untunglah, datang Seung-won yang membawakan mereka selimut beserta penghangatnya. Dengan polosnya dia mengatakan: “Ibu bilang.. ini bukan darinya..” yang secara harfiah, berarti sebaliknya.

“Hyung.. jangan bertingkah macam-macam makanya..” ucap Seung-won

scene35401

Hari semakin larut, sekarang mereka tengah berbaring dengan selimut yang meutupi hampir seluruh tubuhnya masing-masing. Ayah tak bisa memejamkan mata, ia bertanya apakah Jae-chan telah tertidur?

scene36401


Beberapa saat menunggu, tapi tak terdengar jawaban apapun.. dan itu membuat ayah menganggap bahwasanya Jae-chan telah tertidur. Ia-pun mengarahkan penghangat elektrik ke tempat Jae-chan tidur, kemudian mengatakan sesuatu tentang rasa bersalah, harapan dan permintaan maafnya:

scene38201

“.. Ayah minta maaf, kamu pasti sangat membenci ayah karena kejadian di kantor polisi waktu itu. Semuanya terjadi, karena ayah yang tidak kompeten dalam membesarkanmu.. ayah memiliki terlalu banyak penyesalan.. sebenarnya, ayah hanya tak ingin kamu berakhir seperti ayah... Ayah berharap, dimasa depanmu kelak, kamu punya kehidupan yang lebih baik. Ayah rasa, itulah asalan terbesar, yang membuat ayah memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi terhadapmu. Ayah ingin kamu memiliki badan yang lebih tinggi daripada ayah... sekarang ayah bepergian menggunakan bus, tapi ayah berharap, kamu bisa mengendarai mobil punyamu sendiri... Hingga detik ini ayah tak pernah naik pesawat, tapi ayah berharap kamu bisa selalu naik pesawat dan duduk di kursi kelas satu. Ayah memulai karir sebagai PNS tingkat 9, maka ayah berharap kamu memulai di tingkat yang lebih tinggi. Mungkin, alasanmu memanipulasi nilai rapot, adalah karena kamu merasa tertekan dengan ekspetasi ayah yang terlalu tinggi terhadapmu.. maaf, karena ayah telah membuatmu merasa tertekan, dan maaf karena telah menjadi ayah yang tidak kompeten,.. ”

scene40201

Jae-chan tak mengeluarkan suara sedikitpun.. tapi nyatanya, ia masih terbangun dan mendengar semua perkataan ayahnya.. Air matanya tumpah ruah membasahi pipinya, meskipun demikian, ia tetap berusaha menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara apapun-- T_T


... FLASHBACK END ...

======================

scene41101
scene41201
scene41401

Dibawah pohon yang mulai menggugurkan daunnya satu demi satu.. Hong-joo melingkarkan tangannya di leher Jae-chan, mereka saling-tatap kemudian Hong-joo memejamkan matanya dan wajah mereka semakin berdekatan ---

scene41701

“Woah.. Nam Hong-joo, barusan kamu mimpi apaan?! Ciuman? Dan aku yang menciumnya duluan?! Ini salah.. ini membuatku terlihat sangat menyedihkan..” gerutu Hong-joo yang baru saja terbangun dari tidurnya.

Kali ini mimpi anehnya terlalu ‘liar’ dan cenderung ‘memalukan’ untuk dirinya sendiri. Ia bahkan tak sanggup memabayangkan, bahwa dirinya akan seberani itu hingga mencium Jae-chan duluan,

scene42301

Hari masih sangat pagi, tetapi So-yoon dan ibunya telah menyiapkan begitu banyak masakan untuk sarapan mereka. Kali ini, So-yoon berasalan bahwa dirinya hanya bisa memakan masakan ibunya, maka dari itu mereka membuat semua ini.

“Ahh.. thank you..” ucap ibunya Hong-joo

scene42701
scene43201

Tiba-tiba, Hong-joo membuka pintu toilet dan berteriak menanyakan, siapa yang barusan BAB hingga membuat toiletnya mampet, “Poop-nya gede banget kayak kotoran sapi!” gerutunya

“Bukan aku..” ucap So-yoon dengan nada bicara yang tenang dan datar

Ibu tak mempermasalahkan hal itu, ia-pun meminta Hong-joo untuk segera bergabung dan sarapan bersama mereka. Tetapi Ny.Park terlihat tidak enak, “Kami pasti pbanyak merepotkan kalian yaa..” ucapnya

“No...no.. no.. anggap saja, poop itu punyaku. Ah tidak, maksudku, anggap saja ini seperti rumah kalian sedniri.. ” papar ibu

Tak sengaja, ibu melihat memar ditangannya Ny. Park.. tetapi, Ny,Park sendiri, segera menutupi lengannya dan tak membahas hal itu lebih lanjut.

scene43901
scene44201

Berpindah kerumahnya Jae-chan.. dimana kita melihatnya tengah menyiapkan sarapan. Ia mencoba memasak telur, hingga dahinya kecipratan minyak panas..  kemudian ia memotong bawang, hingga tangannya juga ikutan teriris. Meskipun banyak rintanga pada akhirnya ia berhasil menyelesaikan masakannya..

scene44701

Taka lama kemudian, Seung-won keluar dari kamar. Tetapi nampaknya ia masih sangat marah.. terbukti dari tingkahnya, yang dengan sengaja mengabaikan ajakan dari sang kakak untuk sarapan bersama.

scene45001
scene45501

“Aku tak akan menjadi seorang jaksa!” ujar Seung-won

“Aigooo... tak usah khawatir, lagipula kau tak akan pernah bisa menjadi seorang jaksa dengan nilaimu yang seperti itu” ungkap Jae-chan yang kemudian berteriak mengatakan bahwa makanannya sangatlah lezat dan Seung-won akan menyesal jika tidak mencicipinya.

Tetapi Seung-won sama sekali tak tertarik, bahkan ia tak mau melirik Jae-chan sedikitpun dan memilih untuk pergi begitu saja--

scene46001

Kembali ke rumahnya Hong-joo, disana mereka tengah membereskan ruang makan. Ibu meminta Ny.Park beserta So-yoon untuk tetap tinggal disini, setidaknya hingga kasus mereka terselesaikan.

Ny. Park menolaknya.. ia mengatakan bahwa jaksa akan segera menutup penyelidikan dan suaminya tak akan mendapatkan hukuman apapun. Tetapi Hong-joo menceritakan bahwa dirinya telah bertanya kepada Jae-chan, dan ternyata berkas pemberhentian penyelidaikan tersebut masih belum diberikan kepada kepala kejaksaan. Setidaknya, jika Ny. Park bersedia memberikan keterangan lebih lanjut, mungkin saja--

scene46401
scene46801

So-yoon memotong pembicaraan dengan mengatakan bahwa jaksa itu ‘bodoh’. Ia menyebutnya bodoh, karena semua jaksa memang bodoh... mereka bekerjasama dengan dengan pengacara untuk kemudian membebaskan penjahat, hanya karena surat yang ditandatangani oleh korbannya.

“Kalau begitu kenapa kamu membiarkan ibumu menandatangani surat itu--” komentar Hong-joo

“Kalau ibu tidak menandatanganinya.. ayahku akan terus menyiksanya!” tegas So-yoon

“Beritahukan semua hal itu kepada jaksa!” ujar Hong-joo

“Sudah kubilang, semua jaksa itu sama saja!” tukas So-yoon

scene47001

Hong-joo mulai kesal, ia-pun berteriak mengajak So-yoon untuk bertaruh dengannya. Hong-joo meyakini bahwa Jae-chan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan akan memenjarakan ayahnya So-yoon.

“Jangan berusaha terlalu keras.. kamu bahkan sepertinya tak memiliki apapun untuk dipertaruhkan..” komentar So-yoon

scene47901

Tak terima direndahkan giliran Hong-joo yang berteriak menyebut So-yoon sebagai orang yang membuat toiletya mampet! Tetapi So-yoon sama sekali tak merasa direndahkan.. ia mampu bersikap tenang dan dengan santainya ia masih sempat mengucap pamit kepada Hong-joo.

scene48301

Melihat erdebatan kedua putrinya.. para ibu hanya bisa tersenyum ‘getir’. Mereka sama-sama mengetahui, betapa beratnya membesarkan putri dengan tempramen keras seperti itu--

... SINOPSIS WHILE YOU WERE SLEEPING EPISODE 5 ...

scene49601
scene49701

Setelah membeli obat di apotek, Jae-chan bertemu dengan Hong-joo yang tengah berdiri sendirian di depan sebuah kafe,

“Sekarang kenapa? Apakah kau melihatku akan datang kesini dalam mimpimu?” tanya Jae-chan

“Tidak.. aku disini menunggumu..” jawab Hong-joo yang kemudian melihat luka di dahi dan juga jarinya Jae-chan, “Kenapa?” tanyanya

“Aku melukai diriku sendiri, ketika mencoba untuk membuat sarapan..” jawab Jae-chan

scene50101

Hong-joo melihat kearah kana dan kiri.. kemudian tanpa mengatakan apapun, dia lansgung berlari pergi, membuat Jae-chan bertanya heran: “Mau kemana dia?”


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story/Dramatales : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤