Sinopsis WHILE YOU WERE SLEEPING Episode 14

23:00

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =
image

Seung-won berjalan memasuki rumah.. dan ia kebingungan melihat Jae-chan tengah berdiri menghadap jendela, dalam kondisi ruangan yang gelap, “Hyung.. kenapa lampunya tidak dinyalakan?”

“Jangan dinyalakan.. ”  pinta Jae-chan

“Hyung, ada apa? Kau membuatku takut..”

scene00901

Melirik keluar jendela.. ternyata dari tempat ini, mereka bisa melihat rooftop rumah Hong-joo, dimana tengah diadakan persta barbeque sederhana, dan disana ada Woo-tak.

scene01001
scene01101
scene01501

Setelah sebelumnya, ibu sempat mencoret nama Woo-tak dari daftar ‘calon’ mantunya, sekarang ibu kembali memberinnya kesempatan. Tentu saja itu karena, tindakan Woo-tak yang relah mengorbankan dirinya sendiri demi menyelamatkan Hong-joo.

“Aku akan merawatmu.. sampai kamu pulih sepenuhnya..” ucap Ibu yang kemudian menanyakan, makanan apa yang disuai Woo-tak?

“Hmmm.. aku menyukai banyak hal. Biar nanti aku tuliskan, makanan apa  saja yang kusuka..”  jawab Woo-tak

“Yes, Sir!” jawab ibu dengan penuh semangat

Woo-tak melihat makanan di meja.. ia mencari daun perilla namun tak menemukannya.

“Hanya ada selada, makan saja itu..” komen Hong-joo

“Hmmm.. tidak bisa, menikmati barbeque kurang lengkap rasanya, jika tanpa daun perilla...” keluh Woo-tak

scene02701

Kemudian Woo-tak menelpon Jae-chan, bertanya apakah dia memliki Daun Perilla. Sayangnya, Jae-chan tak memilikinya dan oleh karena itu.. Woo-tak memintanya untuk membelikannya. Tak hanya itu, ia juga memintanya untuk membelikan acar..

Jae-chan ingin menolak.. tetapi mengingat masalah hutang-budi, akhirnya dengan setengah hati, ia-pun mengiyakan permintaan Woo-tak.

scene03101
scene03301

Setelah menutup telponnya.. Jae-chan menatap keluar jendela, tepatnya kearah Woo-tak. kepada Seung-won, ia mengatakan bahwa dirinya teringat akan sebuah syair: ..sesuatu akan terlihat lebih indah, jika dilihat dari kejauhan.. harus melihatnya perlahan, untuk bisa menyadari keindahannya..

“.. Dan seperti itulah pria itu..” ujar Jae-chan

“Memangnya, ada syair yang seperti itu?” sanggah Seung-won

“Tentu saja tidak ada! Dasaar idiot!” ucap Jae-chan sembari menendang kakinya Seung-won.

Sebelum pergi, Jae-chan menyuruh Seung-won untuk beres-beres rumah: “Saat aku kembali, semuanya harus bersih dan rapi..”

scene04501

Ketika melangkah melewati gerbang rumahnya.. muncullah Hong-joo: “Kita pergi bersama-sama..” ajaknya

“Ngapain? Aku hanya ingin membeli daun perilla dan acar..”

Hong-joo menunjukkan kartu kreditnya, lalu mengatakan bahwa Woo-tak juga memintanya untuk membelikan kebutuhan lain, seperti piyama, kaos kaki dan yang lainnya.

Bersamaan dengan itu, Woo-tak yang tengah berada di rooftop, berteriak memanggil mereka dan menyuruh Jae-chan pergi menggunakan mobilnya saja. Ia-pun melemparkan kuncinya, tepat ke tangan Jae-chan..

scene05101
scene06201
scene06301

Sesampainya di sebuah toko.. Hong-joo mengangkat video call dari Woo-tak yang lantas memintanya untuk membelikan benda ini dan itu.. dari yang penting, hingga yang bisa dibilang ‘agak kurang penting’

Bak pelayannya, Hong-joo dan Jae-chan membelikan segala hal yang diinginkan Woo-tak. Mereka melakukannya, bahkan tanpa protes sedikitpun dan Jae-chan bersedia menjadi ‘manekin’ yang mencoba benda-benda tersebut..

scene07401

Dalam perjalanan pulang, mobil mereka terhenti sejenak di persimpangan lampu merah. Hong-joo melihat jam tangannya, dan mengeluhkan bahwasanya waktu terlalu larut.. pesta barbeque pasti telah selesai dan Woo-tak tak sempat mencicipi daun perilla yang telah mereka beli,

“Syukurin aja..” gumam Jae-chan sambil tersenyum nyinyir

scene07801
scene07901

Tepat disebrang mobil mereka, terdapat kafe tempat Cho-hee bekerja. Sekilas, Hong-joo mememerhatikan para pegawai disana, ia menghela nafas panjang: “Mereka bahkan masih bekerja (selarut ini)..” gumamnya pelan

“Yaa memang begitulah (pekerjaan mereka)...” komen Jae-chan

scene08901

Mobil mereka akhirnya sampai di depan rumah. Jae-chan menawarkan diri untuk membawakan seluruh barang belanjaan, akan tetapi Hong-joo menolak bantuan tersebut.

“Aku terlalu banyak merepotkanmu.... tapi aku belum sempat membayarnya sekalipun...” ungkap Hong-joo

“Bisakah aku menjadi pengecualian? Bahkan, kamu boleh bertingkah tidak tahu malu dihadapanku.” ujar Jae-chan

“Kenapa? Kenapa kamu ingin menjadi pengecualian untukku? Apa karena kamu akan selalu membantuku setiap kali melihatku? Apa kamu akan terus melindungiku? Apakah kamu mengkhawatirkanku?” tanya Hong-joo

“Ya..” ucap Jae-chan yang seketika membuat suasanya berubah serius.

“Akhir-akhir ini, kamu-tuh kanapa sih? Aku melempar candaan, tapi kenapa kamu malah membuatnya menjadi bahan gombalan..” keluh Hong-joo, sembari mengipas-ngipaskan tangannya *karena gugup*

“Besikap normal saja.. jadi dirimu sendiri, seperti biasanya..” pinta Hong-joo

scene10901

Tibat-tiba, Jae-chan meraih tangan Hong-joo dan berkata: “Setelah ini.. anggap saja kita impas..”

Kemudian, Jae-chan mendekatkan wajahnya.. sangat jelas, jika ia bermaksud untuk menciumnya. Akan tetapi....

scene11301
scene12101

Sabuk pengaman yang dikenakannya terlalu pendek, hingga membuat tubuh Jae-chan tertahan dan bisa lebih mendekat kearah Hong-joo. mereka terdiam, saling tatap, hingga akhirnya Hong-joo bertanya: “K.. ka.. kamu mau ngapain?”

Tanpa menjawab pertanyaan tersebut, Jae-chan melepas sabuknya kemudian turun dari mobil meninggalkan Hong-joo yang masih terdiam keheranan.

scene12501

Selanjutnya, mereka menekan bel rumah, berharap ibu membukakan gerbang untuknya. Beberapa saat menunggu, namun tak ada respon.. akhirnya, Hong-joo mengngambil kunci dari saku mantelnya.

Setelah gerbang terbuka, Hong-joo bertanya pada Jae-chan: “Sebenarnya, tadi pas di mobil, kamu mau ngapain?”

“Ahhhh.. bisakah kamu melupakannya saja? Lagipula, beberapa saat yang lalu kamu pernah mencoba untuk melakukan hal yang sama, ketika kamu mencoba melepas apronku. Ingat bagaimana responku? Aku bahkan tak pernah membahasnya lagi, karena aku memikirkan perasaanmu.. jadi kamu juga---”

scene13401
scene14001

Belum sempat menyelesaikan kaliamtnya,, Jae-chan dibuat speechless karena tiba-tiba Hong-joo memegang wajahnya dan mengecup bibirnya.

Sejenak terdiam.. hingga kemudian Hong-joo bertanya: “Inikah, yang sebelumnya ingin kamu lakukan? Kupikir iya.. tapi sepertinya bukan?”

Jae-chan tak beromentar apapun dan itu membuat Hong-joo merasa begitu kikuk.. ia berjalan masuk, tetapi kembali lagi untuk mengambil belanjaannya. Tanpa mengucap selamat malam, ia-pun bergegas memasuki rumahnya—

scene14801
scene15001

Ternyata, sedaritadi Woo-tak yang tengah berada didalam rumah melihat segala hal yang mereka lakukan via layar interkom. Wajahnya tak menunjukkan ekspresi senang ataupun sedih.. entah apa yang ada dalam pikirannya kala itu..

scene15501

Ketika Hong-joo masuk, ia langsung menggumam menyalahkan dirinya sendiri yang terlalu agresif ketika berhadapan dengan Jae-chan: “Bagaimana ini... apa yang harus kulakukan ketika bertemu dengannya besok???”

scene16101

Woo-tak keluar dari kamarnya, ia bertingkah biasa-saja, seakan-akan tak mengetahui hal yang barusan dilihatnya.. tanpa mengeceknya terlebih dahulu, ia menerima barang yang dibelikan Hong-joo, lalu ia-pun membawanya ke kamar sambil mengatakan bahwa dirinya sangat menyukai semua barang itu, karena Hong-joo yang membelikannya.

scene17101
scene17801

Berpindah ke rumahnya Jae-chan.. setelah sebelumnya, dia hanya terdiam membeku tak mampu mengatkan aapun. Sekarang, kita melihatnya menunjukkan ekspresi yang begitu gemira. Dia tersenyum sendiri,.. bahkan ketika Seung-won memberitahukannya bahwa si Woo-bin (anjing-nya Woo-tak) BAB di dapur, Jae-chan tak marah.. ia malah menggendongnya sambil mengelus-elusnya..

scene18301

Tetapi, senyuman itu seketika sirna ketika Seung-won memberitahuknnya bahwa ‘ahjussi’ itu mengirim uang lagi untuk mereka. Meskipun telah beberapa kali pindah temat tinggal, tetapi ahjussi itu selalau berhasil menemukan keberadaan mereka.

“Dia telah mengirimkannya berkali-kali.. tak bisakah kita menggunakan uang-uang itu sekarang?” tany Seung-won

“Aku akan mengembalikannya, ketika bertemu lagi dengannya..” jawab Jae-chan

scene19101

Jae-chan masuk kemarnya, ia melihat sebuah amplop dari ‘ahjussi’ itu yang tersimpan rapi diatas mejanya..

FLASHBACK

scene20101

Dihari ketika ayah mereka disemayamkan di rumah duka yang sama... Jae-chan dan Hong-joo remaja, berlari menghindari para wartawan yang berusaha keras untuk mewawancarai mereka.

scene20201

Ketika bersembunyi dibalik meja, mereka tak sengaja menguping obrolan para wartawan yang mengatakan bahwa kakak dari tentara ‘pembunuh’ ayah mereka adalah seorang polisi dan katanya saat ini, dia tengah berada ditempat ini.

Para wartawan itupun, kemudian berlari berpencar untuk menemukan keberadaan polisi yang disinyalir sebagai kakak dari tentara ‘pembunuh’  tersebut.

scene21201
scene21601

Tak jauh dari tempat mereka berada, Hong-joo tak sengaja melihat sosok polisi tersebut. Yang kemudian kita ketahui, sebagai polisi yang sebelumnya memberikan nasihat dan dukungan pada Jae-chan.

“Ahjussi..” ucap Jae-chan

“Apakah anda adalah polisi yang barusan dibicarakan oleh para wartawan itu?” tanya Hong-joo dengan suara yang bergetar

scene22901
“Maafkan aku..”
scene23501

“Pria yang telah membunuh ayahku, adalah adikmu?” tanya Jae-chan

Perlahan, polisi tersebut berjalan mendekati Jae-chan. Dengan matanya yang berkaca-kaca, ia mengatakan bahwa dirinya sendiri tak mengetahui mengapa semua ini bisa terjadi, “Aku tak mengerti, mengapa adikku tega berbuat seperti itu..”

Jae-chan tak kuasa menahan amarahnya, ia berteriak histeris kemudian mendorong tubuh polisi tersebut ke tembok..

“Maaf.. aku benar-benar meminta maaf..”

scene23701
“Kau bilang aku masih punya banyak waktu! Kau bilang, aku masih bisa membuat ayahku merasa bangga terhadapku! Ahjussi, kau sendiri yang mengatakan itu kepadaku! Masih banyak waktu apanya?! Sekarang, aku tak akan pernah memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya lagi! Ayahku telah meninggal! Bagaimana caranya aku membuatnya merasa bangga kepadaku! Bagaimana?!?!?!”
FLASHBACK END

scene24401

Jae-chan memasukkan amplop terseebut kedalam lacinya.. dimana disana telah tersimpan begitu banyak amplop yang sama dan belum dibuka sama-sekali olehnya.

... SINOPSIS WHILE YOU WERE SLEEPING EPISODE 14 ...

scene24901
scene25101

Dipagi hari, Jae-chan menunggu Hong-joo di di depan rumahnya. Akan tetapi, Hong-joo malah sengaja bersembunyi darinya bahkan hingga meminta bantuan ibunya untuk memberitahukan Jae-chan bahwa dirinya telah berangkat kerja.

scene25701
scene26401

Ibu melakukan hal tersebut, namun di akhir kalimatnya, dengan jujur ibu menyebutkan bahwasanya Hong-joo yang telah menyuruhnya. Ibu-pun lanjut bertanya.. apakah Jae-chan dan Hong-joo tengah bermusuhan? Atau berselih? Hingga perlu menghindari satu sama-lain?

scene27301

Jae-chan hanya tersenyum, kemudian berteriak memanggil nama Hong-joo. karena merasa sangat-amat malu, Hong-joo hanya bisa mengehea nafas panjang, kemudian ketika bertemu Jae-chan ia berusaha terlihat ‘tenang’, ia bersikap datar.. seolah tak pernah terjadi apapun diantara mereka.

scene28401
scene28501

Setelah pamit pada ibunya, Hong-joo segera berjalan pergi.. disusul oleh Jae-chan. Mereka berjalan berdampingan, tetapi berulang-kali, Hong-joo sengaja berjalan menjauh.. mencoba untuk menghindari Jae-chan.

“Kamu menjauhiku karena kejadian adi malam?” tanya Jae-chan

“Kemarin malam? Memangnya ada apa? Aku tak mengingat apapun...” jawab Hong-joo

“Yasudah, anggap saja semalam memang tak pernah terjadi apapun...” ucap Jae-chan

“Menganya ada apa? Kemarin malam memang tak terjadi apapun ‘kok..” tegas Hong-joo

scene28901

Jae-chan menghentikan langkahnya, kemudian ia memposisikan tubuh Hong-joo untuk menghadap kearahnya: “Tak ada apapun yang terjadi kemarin malam., ok! Jadi, tak perlu menghindariku lagi.. dan jangan menghilang, ketika aku mencarimu.”

Hong-joo mengangguk setuju, dan Jae-chan tersenyum padanya...

... SINOPSIS WHILE YOU WERE SLEEPING EPISODE 14 ...

scene30101
scene30701

Hak-young.. kembali mendatangi apartemen milik Suk-yung. Untuk kesekian kalinya, kabel internet disana mengalami kerusakan. Su-kyung mengomel, menyuruhnya untuk melakukan perbaikan tersebut dengan benar.

“Ini musim pindahan.. pastinya banyak perusahaan lain yang mengganggu koneksi kabel ini. Ketika musim pindahannya selesai, pasti masalah seperti ini, tak akan terjadi lagi..” Ungkap Hak-young

“Kau selalu mengatakan hal yang sama..”  keluh Su-kyung

“Hubungi saja aku lagi (kalau kabelnya rusak)..” ujar Hak-young

Lagi-lagi, Hak-young meminta Su-kyung untuk memberikan penilaian positif ketika mendapat telpon dari perusahannya. Sebelum pergi, ia-pun menawarkan diri untuk membuangkan sampah plastik.

Tetapi Su-kyung memberikan balasan ketus.. ia mengatakan bahwa dirinya hanya akan memebrikan penilaian positif, apabila kabel internetnya tak mengalami kerusakan lagi.

scene31601

Hak-young pamit, kemudian meninggalkan apartemen tersebut. Tepat setelah menutu pintu, wajah ramanya.. berubah menjadi wajah misterius, seakan tengah memendam sebuah kekesalan—

... SINOPSIS WHILE YOU WERE SLEEPING EPISODE 14 ...

scene31701
scene32801

Ketika tengah berpatroli, tiba-tiba Kyung-han mendapatkan panggilan darurat. Begitu datang ke TKP, yang ternyata merupakan apartemen milik Su-kyung.. disana telah ada pembantu yang dengan panik, menceritakan bahwa ketika ia datang kemari, ia menemukan Su-kyung yang telah tergeletak dilantai dalam kondisi bersimbah darah.

scene33401

Dalam hitungan detik, berita tersebut lansgung viral di media massa. Karena perlu kita ketahui, bahwasanya Su-kyung merupakan seorang atlit panahan tingkat nasional, yang dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Korea Selatan.

Berdasarkan penyelidikan pihak kepolisian, dapat disimpulkan bahwasanya Su-kyung meninggal karena perdarahan di kepalanya. Bersamaan dengan itu, muncul spekulasi bahwa Su-kyung meninggal karena dibunuh.. terbukti dari pola garis berbentuk simetris yang terdapat disekitar lokasi tubuhnya tegeletak.

Dan dari rekaman kamera pengintai, mereka hanya melihat satu orang yang masuk kedalam apartemen tersebut.. dan itu adalah Hak-young. Bukti tersebut, langsung menjadikan Ha-kyoung sebagai terduga tersangka pembunuhan dalam insiden ini.

scene34701
scene34801

Woo-tak yang tengah berada dirumahnya Hong-joo menonton berita terebut.. raut wajahnya terlihat gelisah, dan itu membuat Hong-joo peanaran: “Apa kau mengenal pelakunya?”

“Ah.. tidak kok..” jawab Woo-tak yang kemudian mengalihkan pembicaraan dengan memberikan daftar mekanan kesukaannya kepada ibu, kemudian memberitahukan kabar bahwa dirinya akan pulang hari ini juga.

scene35801
scene35901

“Iyakah?!” ucap Jae-chan dengan sangat bersemangat

Tetapi ketika semua orang memerhatikannya, Jae-chan langsung berlagak ‘sok-sedih’  dan bertingkah seolah-olah dirinya tak rela membiarkan Woo-tak pergi darisini.

scene36201

Jae-chan dan Hong-joo membantu memasukkan barang-barang Woo-tak kedalam mobil. Sebelumnya, Woo-tak sempat melempar candaan dengan mengatakan bahwa barangnya bertambah menjadi sangat banyak, hanya karena menginap ditempatnya Hong-joo selama beberapa hari saja..

scene36401
scene36701

“Yaiyalah.. orang kamu sendiri yang minta dibeliin ini semua..” sindir Jae-chan, yang seketika membuat Hong-joo berbisik padanya, menyuruhnya untuk mengingat bahwasanya mereka mesti membayar hutang budi-nya kepada Woo-tak.

scene37401
scene37501

Dalam perjalanan.. mobil mereka berhenti sejenak di persimpangan lampu merah Hong-joo melirik kafe disebrang dan kali ini, ia melihat Cho-hee yang telah kembali bekerja seperti biasanya.

“Ahhh.. aku merasa lega melihatnya bisa selamat dan hidup normal seperti ini..” ucap Hong-joo yang kemudian membuat Jae-chan mengatakan hal yang sama

scene38001
scene38101

Woo-tak melirik Hong-joo dan ia tersenyum.. hl itu membuat Jae-chan kepo, “Ada apa? Kenapa?” tanyanya

“Ah.. gak ada apa-apa kok..” jawab Woo-tak

scene38901

Setibanya di apartemen Woo-tak, mereka langsung membantunya untuk mengeluarkan selutuh barang-barangnya. Hong-joo bertugas mnyimpan makanan kedalam kulkas..

Sejenak ia sempat terdiam keheranan, ketika melihat kulkas Woo-tak yang isinya kosong-melongpong.. padahal, sangat ia ingat bahwa sebelumnya Woo-tak mengatkan bahwa dirinya merupakan anak tunggal yang sangat siperhatikan oleh keluarganya.

scene39201

Sementara itu., Jae-chan sendiri tengah sibuk membantu Woo-tak. Ia-pun menanyakan apakah Woo-tak harus kembali lagi ke rumah sakit untuk mengecek kondisinya?

“Tentu saja.. karena aku mesti melepas jaitan di perutku. Mau lihat sperti apa bekas lukanya?” tanya Woo-tak yang kemudian berniat membuka kemejanya, akan tetappi Jae-chan segera memeluknya untuk menghentikannya (karena dia tak mau Hong-joo ikut-ikutan melihatnya *jealous mode on*)

scene40001
scene41001

Woo-tak mengantar Jae-chan dan Hong-joo hingga kedepan lift.. sambil menunggu lift-nya terbuka, mereka mengobrol sejenak. Hong-joo menyuruh Woo-tak untuk selalu sarapan dirumahnya saja. Kemudian Jae-chan meminta Woo-tak untuk tidak segan menghubunginya, kapanpun ketikaia membutuhkan bantuan..

“Tidak perlu.. kalian telah melakukan banyak hal untukku..” ucap Woo-tak yang seketika membuat Hong-joo dan jae-chan merasa kebingungan

“Terimakasih.. karena berkat kalian, beberapa hari kemarin, hidupku terasa begitu menyenangkan. Jadi anggap saja sekarang posisinya inpas. Kalian tak memiliki hutang-budi apapun kepadaku...” ungkap Woo-tak

“Makdusmu?” tanya Jae-chan

Woo-tak lantas menjelaskan bahwa dirinya setuju dengan pendapat Jae-chan yang mengatakan bahwa dirinya sama-sekali tak menyalahkan mereka ata luka yang didapatkannya. Selain itu, Woo-tak juga mengulang kembali kalimat puitis yang ducapkan Jae-chan pada Hong-joo ketika ditaman tempo hari..

“Tunggu dulu.. apa ini berarti, kamu melihat kami ketika berada berada di taman itu?” tanya Hong-joo

“Hmm.. tidak. Aku melihatnya dalam mimpiku.. aku melihat kalian dalling menguatkan satu sama-lain ketika berada disana..” ungkap Woo-tak

“Ahh tunggu dulu.. apa itu artinya, kamu telah mengetahui semuanya dari awal?” tanya Jae-chan

“Kamu baru menyadarinya? Ahhh.. itu menyakiti perasaanku. Aku bahkan tak pernah merepotkan orang lain, tanpa alasan yang jelas..” ujar Woo-tak sambil tersenyum

scene42001

Masuk kedalam lift, hanya ada Hong-joo dan Jae-chan berduaan saja,

“Aku baru sadar, ternyata dia menyuruh kita melakukan ini dan itu.. supaya kita melupakan rasa bersalah kita kepadanya..” gumam Hong-joo

Jae-chan yang sedaritadi terlihat kesal, kemudian mengungkapkan bahwa dirinya bersikap demikian karena merasakan ketidakadilan. Setelah ‘menipu’ mereka, ia tak habis fikir.. mengapa Woo-tak tetap terlihat keren, “Dia membuatku terlihat seperti orang yang paling menyedihkan.. aishh, aku tak menyangka kalau Woo-tak bisa melakukan hal semacam ini. Ternyata, di memiliki sisi misterius dalam dirinya..”

Menanggapi kalimat itu, Hong-joo tersenyum. Ia teringat kembali kondisi kulkas Woo-tak yang kosong melongpong, kemudian bberkata: “Kamu benar.. ada suatu hal misterius tentangnya..”

... SINOPSIS WHILE YOU WERE SLEEPING EPISODE 14 ...

scene44101
scene44201

Dimalam hari, Woo-tak nampak gelisah dalam tidurnya. Ia memimpikan dirinya yang tengah diinterogasi oleh Jae-chan. Dari obrolannya, bisa kita pastika bahwa mereka tengah membahs kasus pembunuhan yang menjerat Hak-young sebagai tersangkanya.

Dalam salah satu pertanyaannya, Jae-chan memastikan tanggapan Woo-tak mengenai kasus yang menjerat Hak-young: “Apakah anda sempat menduga bahwasanya dia adalah pembunuhnya?”

“Iya... pada awalnya, aku berpikiran demikian...” jawab Woo-tak

scene44801
scene45301

Beberapa saat kemudian, Woo-tak terbangun karena ponselnya terus berdering. Ketika diangkat, itu adalah telpon dari Hong-joo.

“Kamu baik-baik saja? Apakah terjadi sesuatu?” tanya Hong-joo dengan panik

“Tidak terjadi apapun. Mengapa kamu bertanya mengenai hal ini?”

Hong-joo menjelaskan bahsawanya, barusan ia memimpikan Woo-tak didatangi oleh Hak-young si pembunuh yang tengah menjadi buronan kepolisian saat ini.

“Mengapa dia mendatangiku?”

“Jujurlah.. kamu mengenalnya ‘kan? Sekarang, kamu hanya berpura-pura tak mengenalnya ‘kan?”

“Tidak.. aku benar-benar tak mengenalnya. Kurasa, kali ini mimpimu tak bermakna apapun..”

“Kamu mengenalnya! Sekarang cepat telpon polisi untuk meminta bantuan..”

“Untuk apa menelpon polisi? Aku ini ‘kan seorang polisi?”

“Aku melihat pria itu mencekik dan mengancammu dalam mimpiku!”

“Baik.. tenanglah.. jangan khawatir.. aku pastikan untuk mengunci pintu dan tidur dengan nyenyak. Jadi jangan khawatir dan selamat malam..”

scene47301

Selama berbicara dengan Hong-joo Woo-tak terus tersenyum, tetapi setelah telponnya ditutup, ekspresi wajahnya berubah menjadi datar. Ia mentap kearah depan dan bertanya: “Kenapa kau ada disini. Do Hak-young?”

scene47401

Mengejutkan, karena dihadapannya telah ada Hak-young yang tengah duduk sambil memangku Woo-bin, “Aneh rasanya.. aku telah pinsah darisini sekitar satu setngah tahun yang lalu, tapi anjing ini bahkan masih mengenaliku..”

... SINOPSIS WHILE YOU WERE SLEEPING EPISODE 14 ...

scene51501

Hong-joo tak bisa tenang.. ia terlihat gelisah hingga akhirnya memutuskan untuk pergi sendirian menuju apartemennya Woo-tak.

scene48301

Saat ini, Woo-tak sendiri tengah mengobrol dengan Hak-young yang bersikeras mengatakan bahwa dirinya bukanlah seorang pembunuh. Akan tetai, Woo-tak menyuruhnya untuk segera menyerahkan diri..

“Aku tidak membunuhnya! Pecayalah padaku! Aku hanya memperbaiki kabel internet di apartemennya, kemudian pergi begitu saja. Dan beberapa saat kemudian, dia ditemukan tewas.. lalu semua orang menyebutku sebagai seorang pembunuh! Aku tak tahu harus berbuat apa sekarang!”

Meskipun demikian, Woo-tak tetap memintanya untuk segera menyerahkan diri kepada pihak yang berwenang.

scene49901

“Baiklah.. aku akan menyerahkan diri, tapi kau akan membantuku ‘kan? Kau percaya padaku ‘kan? Kau memihak padaku kan ‘kan?”

“Kalau kau mengatakan, bahwa aku percaya padamu.. akankah kamu menyerahkan diri ke pihak kepolisian?”

scene51901
scene52001

Mendengar kalimat itu, seketika membuat Hak-young mengatakan bahwa dirinya akan membongkar rahasia Woo-tak, apabila pada akhirnya ia dinyatakan sebagai seorang pembunuh!

“Jika tak ingin hal itu sampai terjadi.. maka lakukanlah segala hal untuk membuktikan ketidakbersalahanku!” tegas Hak-young

::: NOTES :::

Sisi misterius Woo-tak? Kira-kira apa yaaa? ....

Dia menyembunyikan rahasia dan akusih berharap rahasinya itu sesuatu yang ‘WOW’. Jangan sampai, ketika terbongkar, kita bakalan cuman bilang “Oh, gitu doang?”

Melupakan segala hal misterius tentang Woo-tak, sejauh ini hal yang paling aku suka di drama ini adalah kata ‘impas’. Kayaknya, semua karakter selalu memiliki momen ‘impas’-nya tersendiri.

Entah itu diperlihatkan secara langsung atau secara tidak langsung... yang menurutku paling lucu, tentang adegan kissu Jae-chan & Hong-joo yang keduanya gagal, karena alasan ‘konyol’. Terus yang agak menyentuh, adalah ketika Hee-min yang kelihatannya jutek, judes, tidak berperasaann.. ternyata bisa nangis juga ketika sendirian.

Sebenernya, agak kurang cocok sih disebut 'impas', karena secara istilah maknanya lebih condong ke materil. Tapi entah kenapa, seneng aja denger kata 'impas' disini---

Yaa.. perlu kita sadari kalau semua orang punya caranya tersendiri untuk meanggapi suatu permasalahan. Luarannya keliatan gimana.. tapi hatinya ternyata gimana.. jadi jangan ‘sok’ mengenal orang lain, yang belum bener-bener kita kenal..


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story/Dramatales : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤