Sinopsis WHILE YOU WERE SLEEPING Episode 6

09:46

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

image

Di dalam kafe, Jae-chan duduk sendirian mencoba untuk menutupi luka di dahi dan jarinya dengan plester. Tak lama kemudian, datanglah Hong-joo dengan dengan nafasnya yang terengah-engah, menadakan jika dia baru saja berlari...

scene00901
scene01001

Hong-joo melirik ke sekitarnya, dia mencoba untuk menemukan Jae-chan. Tetapi saat itu, kacamatanya terlihat sangat buram, karena tertutupi embun.. yang membuatnya sesekali bertabrakan dengan orang yang berpapasan dengannya.

Jae-chan tak tahan melihatnya, ia-pun menarik tangan Hong-joo dan mengajaknya duduk disampingnya,

“Luka bakar.. akan mudah terinfeksi jika tidak diobati dengan benar..” ucap Hae-joo sembari mengeluarkan salep dari kantongnya. Kemudian ia meminta Jae-chan untuk mendekat, karena ia akan mengleksannya..

“Ah.. tidak perlu, biar aku sendiri yang melakukannya..” ucap Jae-chan

scene01601

Tanpa mengatakan apapun, Hong-joo lansgung memegang pipi Jae-chan dengan kedua tangannya, yang sontak saja membuat Jae-chan terkejut, terbukti dari bola matanya yang terbelalak, hingga tak mampu berkedip untuk beberapa detik..

Spontan, Jae-can bertanya-tanya: “Apa yang sedang kau lakukan..?”

scene03101

Hong-joo dengan telaten mengolesi salep di dahinya Jae-chan. Ia-pun membuka pembicaran dengan bertanya mengenai kelanjutan hubungan antara Jae-chan dengan S eung-won,

“Dia bahkan berteriak padaku, menyebutkan bahwa diriku tak layak disebut sebagai seorang jaksa.. Tadi malam aku sangat mengkhawatirkannya, tetai dia sama sekali tak mengethau bahwa diriku yang telah menyelamatkannya..” keluh Jae-chan

Hong-joo memahami perasaan Jae-chan, karena ia-pun mengalami hal yang serupa. Ia telah membiarkan So-yoon tinggal dengannya, tetapi bukannya berterimakasih.. So-yoon malah terus saja menantang dan berbicara ketus kepadanya.

scene03901

“Mengapa kita repot-repot menyelamatkan mereka...” gumam Hong-joo yang kemudian meminta Jae-chan untuk menunjukkan jarinya yang terluka.

Sebelumnya Jae-chan telah lebih dulu mem-plester luka di jarinya, tetapi ia-pun melepasnya kembali karena Hong-joo memintanya. Disela-sela momen ini, terlihat mata Jae-chan yang beberapa kali menatap Hong-joo dengan tatapan penuh perhatian ❤❤❤

scene04401
scene04501

“Orang lain mungkin tak tahu.. tetapi aku mengetahuinya. Kamu telah bekerja dengan sangat keras..” ucap Hong-joo yang kemudian merapikan plester di jari Jae-chan dan berkata: “Kerja bagus” yang seketika membuat Jae-chan tersenyum dan mengatakan: “Kamu juga..”


.... FLASHBACK ....

scene05401

Hujan turun dengan begitu deras.. Ayahnya Jae-chan tak membawa payung, ia-pun berlari untuk meneduh di pinggiran sebuah minimarket. Kebetulan, dibielakangnya kita-pun melihat Jae-chan yang baru pulang sekolah, yang juga berlari teburu-buru untuk meneduh.\

scene06201

Mereka akhirnya berdiri bersebelahan.. ayah kaget dan bertanya, mengapa Jae-chan bisa ada disini?

“Ada sesuatu yang ingin aku katakan.. aku akan berusaha untuk memulai karir si level yang lebih tinggi daripada ayah..” jawab Jae-chan yang kini itelah mengubah warna rambut blonde-nya menjadi hitam kembali

“Hah? Apa kamu mendengar semua perkataan ayah tadi malam?”

scene06501

Jae-chan mengangguk pelan, kemudian sang ayah malah tertawa sembari menjitak kepalnya, “Hey.. memangnya kau tahu apa maksudnya?”

“Sejujujurnya, aku tak tahu.. memangnya apa?” taya Jae-chan

.... FLASHBACK end ....

scene07101
scene07201

Di halte bis... Jae-chan mengobrol dengan Hong-joo. Dia bertanya, apakah Hong-joo selalu mengenakan kacamata dan tidak pernah menggunakan lensa kontak? Hong-joo menjawab kalau dia pernah menggunakannya, tetapi terasa kurang nyaman,

“Memang kenapa? Kenapa kamu menanyakan hal itu? Apa karena aku terlihat lebih cantik jika aku tidak mengenakan kacamata?” tanya Hong-joo

“Bukan.. bukan karena itu.. tapi tadi aku melihat kacamatamu tertutup kabut, jadi sepertinya itu membuatmu merasa tidak nyaman..” jawab Jae-chan

“Enggak kok.. itu tidak menggangguku sama sekali..  mengapa itu malah membuatmu terganggu? Apakah karena aku terlihat berbeda ketika tidak mengenakan kacamataku? Apakah kamu mulai terpesona olehku?”  tanya Hong-jo sembari menaik-turunkan kacamatanya

“Pakai saja terus kacamatamu itu jika memang itu tak mengganggumu...” tukas Jae-chan

Tetapi Hong-joo malah tersenyum.. ia melepas kacamatanya dan menaruhnya di kantong mantelnya: “Aku akan melepasnya jika kamu merasa terganggu..” ucapnya

scene08901

Berikutnya, Hong-joo bertanya mengenai kasus Tuan Park. Aka tetapi, Jae-chan dengan pasrah, menyebutkan bahwa kasus tersebut akan segera ditutup.. jawaban itu, membuat Hong-joo agak kesal, ia menyindir sikap Jae-chan yang memilih untuk menutup mata dan telinga, setelah kekacauan besar yang hampir saja terjadi tadi malam.

“Aku telah menyelamatkan adikku.. jadi semuanya kaan baik-baik saja..” ujar Jae-chan

Hong-joo tak terima, seharunya Jae-chan menyelidiki kasusu ini lebih dalam lagi dan mencari bukti-bukti lainnya,

“Caranya gimana? Haruskah aku menjadikan kejadian dalam mimpi kita sebagai bukti di persidangan? Kamu mau aku menuntutnya tanpa barang bukti yang nyata? Hari ini deadline-nya!” gerutu Jae-chan

“Perpanjang (waktu penyelidikannya) !” tukas Hong-joo

“Aku tak bisa terus-terusan mengundur waktu! Bulan ini saja, aku harus menangani lebih dari 300 kasus sendirian! Dan jika aku melakukan investigasi ulang hanya untuk kasus ‘aneh’ ini, bisa-bisa aku dipindahtugaskan ke wilayah pinggiran! Aku tidak mempuanya koneksi yang baus, jadi mungkin saja aku malah dipecat!” ungkap Jae-chan

“Jadi intinya kamu mau menutup kasus ini karena kamu takut dipecat?!” sindir Hong-joo

“Iya.. memang.. aku sangat takutttt dipecat,” ucap Jae-chan yang kemudian memaparkan begitu banyak hutang yang ia miliki karena mobilnya yang rusak akibat insiden malam itu, yang membuatnya perlu mengumpulan begitu banyak uang untuk melunasinya.

Hong-joo hanya tersenyum tenang, “Ingat angka ini.. 45-15-35-43-27-33”

“Nomor apaan tuh?” tanya Jae-chan

“Nomor lotere yang akan menang di minggu ini. Aku melihatnya dalam mimpiku... Aku hanya memberitahukan ini kepadamu.. ingatlah, supaya kamu bisa mendapatkan 2,8 juta dolar..” papar Hong-joo

“Hfft... kamu kira aku akan memercayainya?” tanya Jae-chan

Hong-joo menagngguk, kemudian mengatakan bahwa Jae-chan bisa menganggap itu sebagai asuransi--

scene10901
scene11201

Jae-chan menegaskan bahwa dirinya bukanlah tipe orang yang akan menarik kembali perkataannya hanya demi uang. Ia-pun bergegas pergi meninggalkan Hong-joo dan memilih untuk mengendari taksi menuju kantornya.

Sesaat setelah Jae-chan pergi.. Hong-joo tersenyum, “Dia terlihat keren..” ucapnya

.... SINOPSIS WHILE YOU WERE SLEEPING EPISODE 6 ...

scene11601
scene11901

Jae-chan berjalan melewati dealer mobil.. sepertinya ia tertarik pada sebuah mobil berwarna merah yang dipanjang tepat di hadapannya. Tetapi rasa ketertariaknnya itu langsung terlupakan seketika ia melihat sosok Yoo-bum yang tengah berdiri dihadapannya.

scene12701

Mereka berjalan berdampingan, Yoo-bum mengajaknya untuk makan bersama, kali ini ia akan memenuhi janjinya dengan men-traktir Jae-chan makan Sushi,

“Tidak.. karena aku ini jaksa yang menangani kasusmu!”

“Sekarang tidak lagi.. kamu bertingkah sok jual mahal. Apakah ini semua hanya akting belaka? Kudengar, kamu telah memutuskan untuk mengakhir kasusunya Tuan Park..”

“Siapa bilang?”

“Tuan Choi (Dam-dong) yang memberitahuku,”

“Ah... tapi sayangnya, aku belum mengajukan itu kepada Tuan Park (kepala kejaksaan setempat). Setelah kupelajari, sepertinya da seuatu yang mengganjal.. yang membuatku tak bisa menutup kasusu ini begitu saja..”

scene13001
scene13301
scene14701

Perkataan Jae-chan membuat Yoo-bum kesal.. dengan nada suara tinggi, ia memperingatkan Jae-chan untuk melepas kasusu ini, karena semuanya telah jelas.. semuanya ini hanyalah permasalahan yang sepele,

Jaechan menanggapinya dengan sangat santai.. dia bersitegas mengatkaan bahwa dirinya akan tetap melanjutkan penyelisikan kasus ini.

“Jae Chan-aa... aku tahu ‘kartu’ apa yang saat ini tengah kamu jadikan pegangan..”

“Hmm-- Yoo Bum-aa, kamu tahu hal yang lebih buruk daripada tidak mengetahui apapun? Hal itu adalah berpura-pura mengetahui segalanya!”

scene15101
scene15701

Jae-chan berjalan pergi.. ia melangkahkan kakinya dengan tenang dan badannya juga tetap tegap, eskpresinya telihat sangat keren di kala itu. Tetapi.. ketika tiba di tempat yang agak sepi, Jae-chan lansgung bersembunyi dibalik mobil.. ia menghela nafas panjang dan memuji bertapa kerennya dia barusan, tetapi di sisi lain.. dia menyalahkan dirinya sendiri yang telah mengatakan hal tak masuk akal seperti tadi, “Aishh... dasar dila.. sekarang, apa yang harus aku lakukan..” gerutunya

Melanjutkan langkahnya, Jae-chan langsung mengingat dan mengulang kembali nomor lotere yang diseutkan Hong-joo tadi..

scene16701
scene17201

Setibanya di kantor kejaksaan, Jae-chan langsung menghampiri Hyang-mi dan bergegas mengambil kembali dokumen kasus Tuan Park. Sangat sedikit kasus yang telah ia selesaikan, dan dengan mengambil kembali berkas kasus ini.. maka menjadi sangat.. sangat.. sedikit sekali berkas kasus yang akan dinaikan untuk mendapat persetujuan Kepala Kejaksaan.

Hyang-mi dan rekannya mengeluhkan kinerja Jae-chan..  dirinya pribadi merasa sangat malu karena memiliki atasan yang sangat lamban. Tak jauh darisana, Kepala Kejaksaan melihat dan mendengar mereka.. dan nampaknya, ia kurang menyukai tindakan Jae-chan yang berniat untuk meinjau kembali kasusnya Tuan Park.

scene17801
scene18501
scene18701

Jae-chan memulai kerjanya.. ia meminta bantuan Dam-dong untuk mendatangkan Tuan Park serta Istrinya, karena ia ingin melakukan interogasi silang. Segera, Dam-dong menelpon Yoo-bum untuk mengatur jadwal Tuan Park.

Selama berbicara di telpon, Yoo-bum mencoba bersikap tenang.. ia mengatakan bahwa dirinya sendiri yang akan berbicara secara langsung dengan Jae-chan..

Sesaat setelah telponnya ditutup, Yoo-bum langsung menggebrak meja dan berteriak: “Aishh! Jae-chan sialan!”

Setelah mengatur nafasnya, Yoo-bum terlihat kembali tenang. Kemudian, ia menelpon sektretarisnya dan meminta bantuan untuk melacak keberadaan Ny. Park dan So-yoon,

scene20201

Di kantor, Kepala Kejaksaan meminta Jae-chan untuk menemuinya di ruangan. Jae-chan benar-benar tak mengetahui apa yang akan dibicarakan.. dan setiap langkahnya, diiringi dengan ucapannya yang berulang kali menyebut angka lotere dari Hong-joo.

scene21201

Setelah menarik nafas dalam-dalam, Jae-chan mengetuk pintu kemudian masuk kedalam ruangan Kepala Kejaksaan. Awalnya terdengar sambutan hangat, disertai pujian.. tetapi lama-kelamaan Tuan Park (kepala kejaksaan) menyinggung perihal kasusnya Tuan Park (ayahnya So-yoon). Secara eksplisit, beliau menyarankan Jae-chan untuk menyerah saja--

“.. Kenapa kau ingin terus menyelidikinya? Aka karena pengacara kasus itu adalah Lee Yoo-bum?..”

“Tidak bukan itu alasannya..” jawab Jae-chan yang kemudian memaparkan bahwa dirinya akan tetap melanjutkan penyelidikan atas kasus ini. Menurutnya, bukanlah perbuatan yang salah jika seorang jaksa ingin menyelesaikan kasusnya hingga tuntas.

“Hey, berani-beraninya kau menentang perintahku!” bentak Tuan Park

scene22301
scene24101
scene24501
scene24801

Dari luar, sekretaris menguping seluruh pembicaraan mereka, lalu ia-pun mengabarkan hal ini kepada pegawai lainnya via chat. Dalam hitungan detik saja... keributan di ruang kepala kejaksaan langsung menjadi viral dikalangan internal. Reaksinya beragam.. ada yang memuji, menyebut Jae-chan sebagai seorang jaksa pemberani, ada juga yang mengkritik tingkahnya.. dengan menyebutnya tidak takut ‘mati’

“Apa jangan-jangan, dia baru menang lotere?” tebak Hee-min

.... SINOPSIS WHILE YOU WERE SLEEPING EPISODE 6 ...

scene25801

Jae-chan mengemudikan mobil sport berwarna merah elegan yang tadi pagi dilihatnya di dealer mobil. Ia ditemani oleh seorang pria yang ternyata merupakan sales penjual mobil tersebut, karena saat ini ia tengah melakuka tes-drive.

Tak lupa, Jae-chan meminta pria itu untuk memotretnya ketika tengah mengendarai mobil ini. Kemdudian dengan percaya diri, Jae-chan menanyakan mobil apa yang cocok untuk dijadikan sebagai mobil keduanya jika ia memiliki mobil ini?

Ketika pria itu hendak menjawab pertanyaan tersebut, Jae-chan tak sengaja melihat Hong-joo dan ia-pun segera meminggirkan mobilnya, untuk kemudian menghampirinya.

scene27601

Tak basa-basi, Jae-chan langsung meberitahu Hong-joo bahwa dirinya telah memberitahukan atasanya mengenai niatnya untuk melnajutkan penyelidikan terhadap kasusunya Tuan Park.

“Oh ya?.. Aishh, kalau begitu kenapa tadi pagi bersikeras menolak, kalau pada akhirnya kamu akan melakukannya.. apakah memang, perbuatan dan perkataanmu itu selalu tidak sinkron ...” komentar Hong-joo

scene28501
scene29001

Melihat Jae-chan turun dari mobil mewah, membuat Hong-joo merasa penasaran: “Punya siapa mobil itu?” tanyanya

“Ah.. aku sedang melakukan test-drive..”

“Hah?! Apa kamu akan membelinya?”

“Yaa.. begitulah..”

“Apa mungkin.. kamu berniat membelinya karena kamu memercayai kebohonganku tentang memenangkan lotere?”

“A.. Apa? Itu semua bohong?”

“Kamu benar-benar memercayainya?”

“Hehe--- kamu pikir aku ini gila? Mengapa aku harus memercayai kebohonganmu itu?!”

“Syukurlah kalau begitu.. Jadi bukan karena aku ‘kan, makanya kamu sampai berani berbicara dengan atasanmu mengenai kasus Tuan Park..”

“Sudah kubilang aku bukan tipe orang yang akan menggingit lidahnya sendiri hanya karena diiming-imingi oleh uang..”

“Aku tahu kok.. kamu bukan tipe orang yang seperti itu.. ”

scene31001
scene31401

Selama mengobrol denga Hong-joo, Jae-chan menunjukkan ekspresi ‘biasa saja’, tetapi ketika ia berjalan menuju mobil, badannya tiba-tiba lemas hingga ia bahkan hampir terjatuh. Berikutnya ketika ia masuk kedalam mobil, dengan tampang putus asa, dia mengatakan bahwa ia akan membeli mobil ini suatu saat di masa depan---

.... SINOPSIS WHILE YOU WERE SLEEPING EPISODE 6 ...

scene32201

Di kantor kejaksaan, Hee-min berjalan memasuki ruang interogasi sembari mengobrol dengan seseorang via telpon. Dia mengomel, menceritakan sikap Jae-chan yang selalu memanggil namanya seperti biasa, padahal faktanya Hee-min merupakan senior Jae-chan ditempat ini. Selain itu, ia-pun meremehkan tingkahnya Jae-chan, karena ternyata sebelumnya, ia-pun pernah menangani kasus Tuan Park dan berdasar pengalamannya itu, Antusiasme dan tekad belumlah cukup untuk menyelesaikan kasus tersebut.

scene32401
scene32501

Ternyata.. sedari tadi, telah ada Jae-chan yang tengah duduk meringkuk di sudut ruangan sembari merobek-robek kertas (lotere-nya). Melihatnya, membuat Hee-min terkejut, “Astaga! Jaksa Jung, sedang apa anda disini? Apakah anda mendengar semua yang kukatakan barusan?” tanyanya

Jae-chan berdiri kemudian menghampirinya, ia mencoba untuk mengorek informasi tentang pengalaman Hee-min yang sebelumnya pernah menangani kasus Tuan Park, “Aku tidak ingin berdebat... aku bertanya karena merasa penasaran..” tegas Jae-chan

“Aku tidak berhasil mendakwanya..” ucap Hee-min

“Masalah tak akan berubah serumit ini, jika dulu kamu berhasil mendakwanya.. Kamu tidak menyesal?” komentar Jae-chan

“Tidak.. bahkan, jika waktu bisa diulang aku akan tetap mengambil keputusan yang sama..” ungkap Hee-min

“Mengapa demikian?” tanya Jae-chan

scene34301

‘ .... kami akan berjuan demi keadailan dan Hak Asasi Manusia. Kami akan menjadi jaksa yang membantu kaum lemah ...’ kalimat itu merupakan bagian dari sumpah yang mereka ucapkan ketika pertama kali menerima gelas sebagai seorang jaksa.

Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, ada beberapa momen dimana memperjuangkan keadilan dan membantu kaum lemah tidak bisa berjalan berdampingan. Hee-bin mencontohkan apa yang terjadi pada kasusnya Tuan Park, yang notabennya merupakan tindak KDRT,

“ Kebanyakannya, pada kasus KDRT.. ketika sang suami yang merupakan pencari nafkah harus berakhir ditahan di dalam sel jeruji.. maka keluarganya akan dibuat kesulitan karena kehilangan tulang punggung keluarga mereka sendiri .. Oleh karena itu, sang istri setuju untuk menulis pernyataan, bukan karena dia telah memaafkan suaminya. Itu merupakan rahasia umum, dan sebagai seorang jaksa kita hanya perlu bertingkah seakan-akan tidak mengetahui hal tersebut, karena kembali lagi.. pada dasarnya, sang istri memiliki hak untuk mengambil keputusan.. entah dia ingin tetap hidup dalam ruangan penuh duri, ataukah ingin memberanikan diri untuk menerobos didnding berduri tersebut.. orang-orang yang memiliki jalan hidup mulus seperti kita, tidak berhak untuk memutuskan pilihan atas hidup mereka ---” papar Hee-min yang kemudian bertanya kepada Jae-chan

scene36601

Jae-chan berjalan meninggalkan kantor kejaksaan.. dalam benaknya, terus terngiang-ngiang perkataan Hee-min barusan yang bunyinya: “Yakin kamu akan menangkapnya, meskipun kamu tak memiliki hak yang sama dengan pihak istrinya? Dengarkan aku baik-baik,.. itu bukanlah KEADILAN, tapi KEBERANIAN YANG BODOH! Orang yang tidak bisa membedakan kedua hal itu, tidak pantas menjadi seorang jaksa!”

... FLASHBACK ...

scene37101

Karena hujan turun semakin lebat, ayah dan Jae-chan masuk kedalam minimarket untuk membeli payung. Disana, mereka melanjutkan obrolannya yang sempat terpotong karena tawa ayah--

“Ayah.. berhentilah tertawa dan jelaskan padaku, apa maksud perkataan ayah yang memintaku supaya memulai karir di level yang lebih tinggi dari PNS tingkat 9 ?” tanya Jae-chan

“Kamu harus lulus ujian hukum..” jawab Ayah

“Aku pasti melakukannya.. Memang, akan menjadi apa jika aku bisa lulus ujian tersebut?” tanya Jae-chan

“Hmmm... banyak sekali, banyak pekerjaan yang bisa kamu dapatkan jika lulus. Tapi masalahnya, ayah sama-sekali tidak yakin akan keberhasilanmu--” ejek Ayah

scene37601

Tiba-tiba pintu terbuka.. dan datanglah si pria berseragam tentara (yang menjadi penyebab kematian ayahnya Hong-joo). Ketika melihatnya, mata ayah langsung tertuju pada ujung senapan yang menonjol dari tas ransel pria itu..

Tak menangkap maksud dari ekspresi *kebingungan sang ayah, Jae-chan malah terus bertanya: “Ayah ingin aku menjadi apa?”

scene38801
scene38901

Wajah ayah mulai terlihat gelisah, sekarang ia-pun menyuruh Jae-chan pulang duluan untuk mengambilkankan ponselnya yang tertinggal. Jae-chan mengangguk, kemudian melangkahkan kakinya pergi. Tapi tepat sebelum Jae-chan melewati pintu, ayah bertanya: “Jae Chan-aa.. bagaimana kalau menjadi jaksa? Ayah sangat ingin melihatmu menjadi seorang jaksa..”

“Baiklah, aku akan mencobanya..” jawab Jae-chan

“Semangat! Kamu pasti bisa..” ucap Ayah

scene39201
scene39501

Setelah Jae-chan pergi, ayah melangkahkan kakinya menghampiri pria berseragam tentara yang kelihatannya begitu gelisah. Beberapa detik kemudian, Jae-chan yang tengah menunggu bis diluar, sontak dibuat kaget oleh bunyi tembakan.. disertai kaca yang pecah berkeping-keping,

scene40501
scene40801
scene41001

Melihat kebelakang.. Jae-chan terdiam kaku, ia menjatuhkan payung hitam yang tengah dipegangnya dan ia melihat pria berseragam tentara itu berlari keluar sembari memegang senapan panjang.. Untuk memastikan apa yang telah terjadi, Jae-chan berlari memasuki mini-market tersebut..

scene41901
scene42201

Dan sesampainya disana, badannya seketika terduduk lemas dan air matanya tumpah tuah tak terhankan, karena ia melihat tubuh ayahnya yang terbujur kaku dalam kondisi yang bersimbah darah.

Bersamaan dengan itu, terdengar suara Jae-chan yang mengatakan: “Saat itulah, aku menyadari.. bahwasanya ayahku sendiri yang memutuskan untuk mengambil pilihan tersebut..”

scene43001
scene43101

Hari berubah malam.. rumah duka begitu ramai, karena banyak wartawan dan para pejabat yang hadir disana. Ayahnya Jae-chan dan Ayahnya Hong-joo, diberitakan meninggal ketika mencoba untuk menyelamatkan orang-orang dari tentara yang mencoba melarikan diri.. dan insiden mematikan ini, membuat mereka mendapatkan penggahargaan dari pemerintah.

scene43801

Berikutnya, kembali terdengar suara narasi Jae-chan yang mengatakan: “Ayah mengorbankan nyawanya demi orang lain. Dunia ini menyebutkan sebagai seorang pahlawan, tapi ibuku kehilangan suaminya.. aku dan Seung-won kehilangan ayah kami.. aku tak merasa bangga akan penghargaan yang didapatkannya.. Justru aku sangat membenci hal itu! Untuk orang lain pilihannya adalah sebuah keadilan, tetapi bagiku itu hanyalah KEBERANIAN YANG BODOH..”

... FLASHBACK ...

scene44401

Ketika hendak berjalan meninggalkan kantor kejaksaan, telah ada Woo-tak yang berdiri didekatnya, yang kemudian menatapnya takjub. Tetapi tatapan itu membuat Jae-chan bingung sendiri, karena ia tak mengenalnya..

“Anda tidak mengingatku? Aku pria yang hampir tertabrak mobil di Hari Valentine..” ungkap Woo-tak

“Ohhh.. kamu pria itu..”

“Duh.. seharusnya, aku berterimakasih lebih awal. Perkenalkan, namaku Han Woo-tak..”

“Tak apa.. perkenalkan aku Jung-Jae-chan..”

scene45901

Sebagai bentuk rasa terimakasihnya, Woo-tak mengajak Jae-chan untuk makan malam bersama dan ditraktir olehnya. Kebtulan Jae-chan tak memiliki kegiatan apapun, sehingga ia menerima tawaran dari Woo-tak.

Mereka berjalan berdampngan, Woo-tak merasa sangat senang karena mengatahui bahwa mereka sama-sama terlahir di tahun naga. Ia-pun bertanya, apakah dirinya bisa berbicara menggunakan bahasa informal?

“Tidak Boleh..” jawab Jae-chan dengan nada ketus

.... SINOPSIS WHILE YOU WERE SLEEPING EPISODE 6 ...

scene46301
scene46401

Hari berubah malam.. didepan restoran Samgyeopsal milik ibunya Hong-joo, kita mleihat Hong-joo dan So-yoon yang tengah berdebat seperti biasanya. Kali ini, Hong-joo menyuruh So-yoon untuk belajar saja, dan tak perlu repot-repot untuk membantunya,

“Aku melakukannya bukan untuk membantumu, tetapi karena aku merasa bosan..” ujar So-yoon

“Wuah.. daebak.. kamu sangat mirip dengan seseorang yang kukenal. Ucapan dan perkataanmu salig bertolak belakang.. Kamu terlihat tegar, tapi sebenarnya rapuh.. kamu terlihat baik, tapi perkataanmu itu terlalu tajam..” ungkap Hong-joo

scene46801

Muncullah Seung-won, yang langsung memutus peredabatan dengan mengambil baskom piring yang diperebutkan Hong-joo dan So-yoon. Ia melakukan hal tersebut karena mempedulikan tangan berharga So-yoon yang merupakan seorang pianis,

scene47301

Tak lama kemudian, tibalah Wo-tak dan Jae-chan. Woo-tak terlihat begitu senang dan antusias ketika bertemu dengan Hong-joo, “Kita beretmu lagi.. kebetulan uang menyenangkan..”

scene48001
scene48601

Karena tempo hari belum kenalan, akhirnya Woo-tak memeprekenalkan diri, begitupun Hong-joo. Dan mengejutkan, karena ternyata Hong-joo sama-sama lahir di tahun naga. Woo-tak meminta izin untuk berbicara menggunakan bahasa informal, dan kali ini Hong-joo menyetujuinya dengan senang hati..

“Daebak.. kita bertiga (terlahir di tahun) naga..”

“Seperti ‘The Three Flying Dragon’.. ckckckck---”

“Konyol sekali--”

scene49601

Setelah duduk di dalam kedai, kebetulan yang menghidangkan makanan di meja mereka adalah Seung-won. Jae-chan menatapnya tajam, “Ngapain disini? Kubilang jangan terlibat lagi dalam kehidupan So-yoon! Dasar anak nakal!” omel-nya

Woo-tak memerhatikan mereka dan berkomentar: “Kupikir kalian berdua sangat akur, tapi ternyata sama-saja seperti kakak-asik lainnya..”

scene50201

“Kamu tahu kalau dia itu adikku? Ini bukan sekedar kebetulan ‘kan? Dimulai dari berpapasan dengaku, hingga membawaku kemari..(?)” tanya Jae-chan yang mulai merasakan ada sesuat yang janggal

“Aku juga penasan akan hal itu... apakah ini sebuah kebetulan atau takdir ? ....” gumam Woo-tak

scene51001
scene51101
scene51701

Ternyata.. sebelumnya Woo-tak bermimpi bahwa dirinya akan datang ketempat ini dengan Kyung-han. Tetapi di siang hari, ia berpapasan dengan Jae-chan. Kala itu, mereka hanya saling-sapa dan berkenalan, kemudian berpisah begitu saja..

scene51801
scene51901

Tetapi dalam realitanya, Woo-tak melakukan sedikit perubahan.. Ia sengaja membawa Jae-chan untuk datang ketempat ini bersama dengannya. Dan sejauh ini, selain hal itu.. tak ada hal lain yang berubah. Suasana kedai.. jumlah pengunjung, bahkan posisi mereka semua sekarang ini, benar-benar sama persis dengan yang ia lihat dalam mimpinya.

Jae-chan terus mendesaknya untuk menjelaskan apakah semua ini disengaja atau kebetulan belaka?
Woo-tak tidak menghiraukan pertanyaan Jae-chan.. karena perhatiannnya teralih kearah pintu masuk. Jika semuanya akan terjadi sesuai mimpinya, makan dalam hitungan 5 detik akan datang seorang pria..

“Lima... empat... tiga... dua... satu...”

scene52901
scene53001
scene53101

Tepat sekali, di hitungan satu.. masuklah seorang pria yaitu Yoo-bum. Dis datang kesini, sebagai pengacara Tuan Park yang ingin berbicara dengan Ny. Park dan So-yoon...

scene54901

Jae-chan semakin merasa kebingungan akan situasi ini, ditambah lagi karena Woo-tak bertanya padanya: “Kamu mengenal pria itu ‘kan?”

Dalam benaknya.. Woo-tak sendiri bertanya-tanya: “Akankah, perubahan kecil yang kubuat ini, bisa mencegah kejadian mengerikan yang akan segera terjadi?”

scene55201

Sebagai scene penutup.. kita diperlihatkan kolumbarium tempat dimana abu ayahnya Jae-chan disimpan. Didalam rak-nya, terpajang rapi berbagai foto Jae-chan dari mulai kecil higga dewasa.. ketika masih sebatas anak ingusan, hingga pria hebat yang berpofesi sebagai seorang jaksa..

::: NOTES :::

Episode 5 dan 6, sepertinya banyak sekali menegaskan tentang arti dari kata ‘pilihan’ atau ‘memilih’ atau ‘mengambil keputusan’, entah itu hanya untuk hal yang sepele.. ataupun hal yang berakibat fatal—

Jae-chan, Hong-joo dan Woo-tak, sama-sama memiliki kemampuan memimpikan hal yang akan terjadi. Diri mereka yang mengalami hal tersebut, dan mereka sendiri yang berhak mengambil keputusan.. apakah mau melakukan sesuatu atau tetap diam ditempat..

Hong-joo dan Woo-tak memiliki sifat optimis, ceria dan semangat dalam menolong sesama.. sementara Jae-chan selalu berusaha menunjukkan sifat apatis padahal hatinya berkata lain. Pasti ada suatu sebab yang membuat mereka memiliki karakter seperti itu—

Di episode ini, kita baru diperlihatkan masa lalunya Jae-chan. Enggak begitu mengejutkan, ketika fakta mengenai penyebab kematian ayahnya Jae-chan diceritakan.. karena di episode sebelumnya kita sudah melihat pertemuan Jae-chan dan Hong-joo remaja di rumah duka. Berarti, yang masih menyisakan tanda tanya adalah hubungan mereka dengan Woo-tak (?)

Dan juga siapa sosok tentara yang disebut-sebut sebagai ‘kriminal’ itu (?) Dari wajahnya dia terlihat gelisah, seakan-akan tengah dikejar oleh seseorang.. tapi sejauh ini, yang kita ketahui hanyalah berita yang mengatakan bahwa dia merupakan seorang tentara yang melarikan diri..

Kemudian, salah satu hal yang aku suka dari drama ini, adalah momen hangat dalam keluarga. Jae-chan yang meskipun nakal tapi memiliki sosok ayah yang bijaksana.. dan sosok ibunya Hong-joo yang sangat ceria, yang otomatis akan selalu menebarkan rasa optimis pada diri setiap orang yang berinteraksi dengannya... *hmmmmm*

Ohiya, mengenai perkataan Hee-min.. yang bilang kalau jaksa tidak punya hak untuk ikut mengambil keputusan sepihak dalam tipe-tipe kasus KDRT, karena hanya korban-lah yang berhak mengambil keputusannya sendiri. Kalian setuju?

Aku pribadi 40% setuju dan 60% membantahnya.. Seorang jaksa yang notabennya memiliki profesi di bidang jasa, memang tidak memiliki hak untuk memaksa kliennya karena ada prinsip etik yang namanya ‘otonomi’. Tetapi seorang jaksa, wajib memberitahu dan meyakinkan kliennya untuk memustuskan jalan terbaik sebagai jalur penyelesain masalah mereka. Hee-min bilang, kalau mereka cuman perlu ‘tutup mata’ alias pura-pura enggak tahu dan poin itulah yang menurutku amat sangat salah. Sementara yang bikin aku setuju sama perkataannya adalah ketika dia bilang kalau jaksa harus bisa membedakan yang namanya KEADILAN dan KEBERANIAN YANG BODOH. Itu poin utamanya..bisa dibilang useless kalau seorang jaksa menyelidiki sebuah kasus ceman bermodalkan kata ‘berani’ atau ‘nekat’. Bukan cuman jaksa sih, aku kira dalam kehidupan sehari-hari, kita juga perlu menggaris-bawahi kedua  hal tersebut--


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story/Dramatales : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

2 komentar

  1. Woah...lia notice masalah tentara jadi kepikiran, apa tentara itu jg ada hubungannya dg woo tak? Hong joo dan jae chan sama sama kehilangan ayah mereka di hari yg sama dan dpt mimpi kemudian. Maklum saja peristiwa itu lalu dihubungkan dg mimpi yg mereka dapat. Lalu woo tak? Sebelumnya org mgkn berpikir tentara itu sempat membunuh org lain, tp setelah lia sebut di sini saya jd kepikiran kalo tentara itu sendiri hubungannya sama wol tak hahahaha. Jawabannya ttp di ending tp. Jadi ini sekedar intermezzo.

    Soal keputusan jaksa mah terserah individu yg ngeliat ya. Ga semua punya pemikiran sama. Kayak hee nim dan kita lol.

    saya paling suka tuh bagaimana swnim nunjukin perubahan kalimat ayah sebelum tentara datang dan sesudah tentara datang. Dari aku tidak percaya kau bisa mendapatkan nilai tinggi utk jd pns di atas tingkat 9, trus berubah percaya dan menyemangati jae chan. Kecil, tp ayah seperti tahu itu kalimat terakhirnya. Huhuuuuu ayah...

    ReplyDelete
  2. Yang namanya firasat akan kematian itu, sebenernya hal yang paling mengerikan. Ayahnya Hong-joo sana Ayahnya Jae-chan sama-sama meninggal disaat lagi deketan sama anaknya. Jadi kesamaan antara Jae-chan dan Hong-joo tuh ya itu. Cuman kalo Woo-tak, akusih nebaknya: dia punya hubungan saudara atau apalah sama tentara itu? Karena kalau keluarga Woo-tak ada yang terbuuh, seharusnya disemayamkan di rumah duka yg sama.
    Tapi terlalu prematur sih, kalo mau tebak-tebakan mah. Ceritanya masih puanjanggg,

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤