Sinopsis BECAUSE THIS IS MY FIRST LIFE Episode 1 [ Bagian 2 ]

07:43

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : TVN =

image

Ji-ho tiba di rumah tempat dirinya akan tinggal dan menyewa satu kamar. Disana, suasananya sangat sepi.. karena si pemilik rumah yaitu Se-hee tengah bekerja lembur di kantornya.

Mereka belum sempat bertatap muka dan hanya berkomunikasi via chat. Konyolnya, mereka satu sama-lain tidak mengetahui bahwa mereka berbeda jenis kelamin. Se-hee mengira bahwa Ji-ho adalah seorang pria begitupun sebaliknya.. tak ada kecurigaan diantara mereka, karena pada profil-nya mereka sama-sama tidak menggunakan footnya sendiri—

Jika ingin tinggal disini, Se-hee mengajukan tiga syarat. Pertama, Ji-ho harus melakukan segala tugas rumah (bersih-bersih, cuci piring dan sebagainya). Kedua, Ji-ho harus membuang sampah tiap seminggu sekali. Dan Ketiga, Ji-ho harus merawat kucingnya, ketika Se-hee tengah bekerja lembur di kantornya.

Sebagai tambahan, Se-hee mengatakan bahwa kontrak akan ditandangani setelah seminggu kedepan. Karena dia harus memantau sikap Ji-ho terlebih dahulu..

scene57001
scene57101

Di malam hari, Ji-ho bertemu dengan So-ji dan menceritakan semuanya. So-ji mengomentari sikap Se-hee yang sangat aneh.. “Bahkan penyewa rumah aja, mesti magang dulu?!”

Ji-ho menganggapnya sebagai hal yang wajar, karena ia mendengar bahwa penyewa sebelumnya sangatlah membuatnya kerepotan. Ia-pun kemudian menunjukkan sebuah foto Se-hee bersama rekan kerjanya.

Tetapi.. Ji-ho yang mengira bahwa Se-hee merupakan seorang perempuan.. dia menunjuk sosok seorang wanita bergaun pink sebagai Se-hee.

“Bukankah dia kelihatannya masih sangat muda.. padahal dia kelahiran 1980.. lohh..” ucap Se-he

scene58101

Berpindah ke kantor, dimana Se-hee tengah bekerja untuk merampungkan update website-ya. Dia benar-benar menepati janjinya.. setelah mendapatkan penyewa baru, dia bersedia bekerja lembur bersama dengan yang lainnya.
Sebelumnya.. kita melihat Ji-ho menganggap wanita bergaun pink sebagai Se-hee. Namun ternyata.. wanita itu merupakan rekan kerjanya Se-hee yang bernama Bo-mi (Yoon Bo-mi). Pekerjaan kantor membuatnya begitu sibuk.. rambutnya acak-acakan dan nada bicaranya juga sangat kaku.. mirip dengan Se-hee.
“Bo-mi.. bukankah mengenakan (mini-dress) itu sangatlah tidak nyaman? Sepertinya, kamu mengenakan itu setiap kali pekerjaan kita mendekati deadline..” ujar Se-hee
“Setidaknya, aku mesti memakai ini supaya aku tidak mellupakan jenis kelaminku..” ungkap Bo-mi

scene59401
scene60901
scene62001

Berikutnya.. selama beberapa hari kedepan, Ji-ho dan Se-hee melanjutkan kehiudpannya didalam apartemen yang sama, tetapi merek sama-sekali tidak pernah bertatap muka.. mereka hanya berkomunikasi via chat dan lewat notes yang seringkali ditinggalkan didepan pintu kulkas, atau di depan kamar mereka.
Tanpa disadari, mereka bahkan bertanya. Bagaimana kabrnya hari ini, dan juga menyemangati satu sama-lain.

scene62601
scene64001

Melihat sikap Ji-ho yang sangat sesuai dengan eskpektasinya, membuat Se-hee yakin untuk menandatangi kontrak sewa rumah. Hari ini.. ia-pun meminta JI-ho untuk datang ke kantornya sekalian membawa kontrak tersebut.

scene64901

Sang-gu melihat Se-hee yang tengah asyik membalas chat di ponselnya, ia-pun bertanya: “Apakah sekarang, kamu ‘meyukai’ house-mate mu?”
“Ya.. aku sangat menyukainya..” jawab Se-hee  yang seketika membuat Sang-gu terkejut bukan main. Karena untuk pertama kalinya, dia medengar Se-hee sampai menggunakan kata ‘sangat’ untuk mendeskripsikan seseorang..

scene66201

Ji-ho menelpon ibunya dan menceritakan kehidupannya saat ini.. ia-pun sangat gembira karena akhirnya ia bisa menandatangani kontrak sewa kamarnya.
Ibu erasa ikut senang sekaligus bahagia, terlebih lagi karena Ji-ho mengatakan bahwa pemilik apartemen tersebut merupakan temannya Ho-rang. Setidanya, ibu mengira kalau orang itu merupakan orang yang baik dan bisa dipercaya..
Terakhir, sebelum menutup telponnya.. ibu menyuruh Ji-ho untuk menemui Se-hee dengan membawa sesuatu. Bagaimana-pun juga, tak aenak rasanya jika ia datang dengan tangan kosong---

scene67401

Di kantor, Sang-gu mengobrol dengan Bo-mi.. dia masih merasa takjub karena pertamanya kalinya mendengar kata ‘sangat’ keluar dari bibir Se-hee.
“Bos.. dia sering mengatakan kata itu ketika mengumpatmu... ‘sangat terlambat’, ‘sangat membosankan’ dan lalalalalala..” ungkap Bo-mi yang kemudian malah membahas mengenai pesanan sandwich mereka yang belum juga tiba, pada sekarang sudah jamnya makan siang.
Pada awalnya, Sang-gu sendiri yang akan pergi mengambil sadwict tersebut, akan tetapi pada akhirnya.. Bo-mi yang berangkat.

scene68601

Ketika Bomi sampai di lobby.. Ji-ho juga tiba disana dan sangat kebetulan, dia datang dengan membawa satu keresek yang isinya sandwich semua.
Akibat itu, Bo-mi mengiranya sebagai pengantar makanan... sementara Ji-ho masih mengira bahwa Bo-mi adalah Se-hee. Mereka mengobrol sebenar, Ji-hoo menyapanya dengan ramah dan ‘sok-akrab’, karena memang merasa kalau mereka cukup dekat (meskipun belum pernah bertemu satu sama-lain)
“Hmmm.. bolehkah aku memanggil anda dengan sebutan ‘eonni’..” tanya Se-hee yang seketika membuat Bo-mi mengernyitkan alisnya kemudian menjawab ‘Tidak boleh’

scene69601
scene70001
Bo-mi hendak berjalan masuk ke kantornya, tetapi Ji-ho bertanya padanya.. apkah nanti malam mereka bisa bertemu?
Bo-mi tak memahami maksud pertanyaaan tersebut, “Nanti kupikirkan lagi..” jawabnya singkat

scene71001
scene71201

Ketika Ji-ho berjalan meinggalkan gedung, tak sengaja dia bersenggolan dengan Se-hee. Pertemuan mereka belangsut kilat... Ji-ho hanya meminta maaf kemudian melanjutkan langkahnya pergi. Sementara itu, Se-hee sendiri masih berdiam diri, memerhatikan sekelilingnya dan mencari-cari orang yang sekiranya merupakan Ji-ho yang ia anggap sebagai pria penyewa kamar di apartemennya.

scene71901
scene72001

Karena terlalu lama menunggu, Se-hee akhirnya jenuh.. ia-pun kembali ke kantornya dan dimejanya telah tersimpan surat kontrak dari penyewanya (yang tadi terselip di kresek sandwich)
Dia bertanya kepada rekan kerjanya yang lain.. darimana dan siapa yang memberikan dokumen tersebut? Tetapi yang lainnya sama-sama menjawab tidak tahu, Bo-mi sendiri malah sibuk menikmati sadwich-nya dan mengabaikan pertanyaan Se-hee.

scene72801

Dalam perjalanan pulang, Ji-ho mengirim pesan kepada Se-hee “Maaf tadi tidak bisa bertemu langsung, karena sepertinya anda sangat sibuk”..
Awalnya ia ingin menyebutnya ‘eonni’. Akan tetapi, ia teringat reaksi ketus Bo-mi tadi.. hingga akhirnya ia-pun mengurungkan niatnya untuk melakukan hal terbut.. Dan pilihannya itu, membuat kesalahfahaman diantara mereka terus berlanjut dan malah menjadi semakin serius..

scene73301

Ji-ho mendatangi sebuah salon.. kali ini, bukan untuk potong rambut, melainkan untuk mempercantik diri. Kepada penata rias, ia minta rambutnya diubar seperti foto model di majalah... ia-pun minta alisnya dirapikan.
“Nona, ada mau pergi kencan buta?”
“Ah.. bukan kok.. bukan kencan buta..”

scene74401
scene75601

.. Senang bertemu denganmu, perkenalkan saya Ji-ho ...
Kurang lebih, itulah isi tulisan dalam secarik notes berwarna pink yang tertempel di dokumen sewa rumah. Hal itu membuat Se-hee agak kebingungan, ia-pun bertanya kepada Bo-mi, apakah warna pink sekarang disukai oleh para pria juga?
“Zaman telah berubah, tak ada lagi yang namanya preferensi pria dan wanita..” ucap Bo-mi yang diwaktu bersamaan Sang-gu berjalan melewati mereka dengan membawa handuk dan sikat gigi, berbwarna pink.

scene76401
scene76801

Ternyata.. alasan Ji-ho berdandan, adalah karena hari ini diadakan acara wrap-up party dramanya. Kedatangannya disambut hangat oleh rekan-rekannya.. bahkan ia mendapat banyak pujian dari mereka yang menyebutnya, terihat lebih cantik.

scene77201

Diantara mereka.. ada satu orang pria ‘muda’ dan ‘tampan’, bernama Yong-suk. Dia bersikap sangat ramah dan seringkali menggoda Ji-ho. Ketika yang lainnya menanyakan hubungan diantara mereka.. Ji-ho menjawab tidak ada apapun, terlebih karena ia telah menganggap Yong-suk seperti adiknya sendiri.

scene79901

Dikantornya, Se-hee dan kawan-kawan telah merampungkan pekerjaan mereka. Maka, untuk merayakan hal tersebut, bos mengajak mereka semua untuk makan malam bersama.

scene81201

Sebagai simbolisasi kelarnya project mereka kali ini, Sang-gu berdiri didepan dan memimpin jargon di kantor mereka yang kurang lebih bunyinya sepperti ini: “Kita bukan keluarga! Mari mendapatkan bayaran yang pantas! Bersulang!!!!!”

scene82501
scene82701

Tiba-tiba, beberapa pegwai yang baru datang langsung berlari ke meja mereka dan dengan girang menceritakan bahwa barusan mereka bertemu dengan Yoon So-hee (artis pemeran utama drama yang ditulis Ji-ho)
“Memangnya.. Yooon So-hee itu siapa? Apa dia salah satu investor kita?” tanya Se-hee, yang sontak saja membuat yang lainnya terdiam menahan tawa

scene83701

Ji-ho berjalan menuju toilet, tak sengaja ia bertemu dengan Yong-suk yang tengah mengobrol dengan So-hee. Ketika ia lewat, Seo-hee menyapanya kemudian pamit pergi..

scene84001

Tinggallah mereka berdua, kemudian tiba-tiba Yong-suk berterimakasih pada Ji-ho, karena selama 3 tahun kebelakang telah banyak membantunya.
“Sebenarnya.. ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu..” ungkap Yong-suk yang seketika membuat Ji-ho berdebar tak karuan

scene85401

Tetapi suasana mendebarkan itu, dipotong oleh kemuculan Se-hee yang hendak melewati lorong itu dan mengatakan ‘permisi’ kepada mereka.
Ahh.. situasinya terasa beigitu kikuk. Setelah Se-hee lewat, Ji-hoo malah ikutan pamit pergi. Kepada Yong-suk ia mengatakan bahwa dirinya ingin ke toilet..

scene86201

Kebetulan.. ketika Ji-ho berjalan keluar, ia bertemu dengan Se-hee lagi. Kali ini, tak sengaja ia melirik layar ponsel Se-hee yang tengah menonton pertandingan bola Arsenal.
Spontan.. Ji-hoo berteriak histeris dan memukuli pundak Se-hee dengan sangat heboh, karena ia ‘gereget’ melihat Arsenal yang hampir saja mencetak gol.

scene88601
scene89601

Ketika Se-hee meliriknya heran.. barulah Ji-ho tersadar, dan merasa tidak enak. Ia-pun meminta maaf dan berjalan pergi..
Akan tetapi, Se-hee menghentikan langkah Ji-ho dengan bertanya kepadanya: “Kamu sangat menyukai Arsenal?”

scene90601

Pertanyaan itu, memancing Ji-ho untuk bercerita lebih lanjut mengenai kecintaannya terhadap sepakbola, terutama klub Arsenal. Dan ternyata.. Se-hee juga demikian. Mereka-pun megobrol, dan Se-hee mengungkapkan beberapa fakta detail mengenai Arsenal yang seketika membuat Ji-ho ‘agak’ dibuat terkagum-kagum kepadanya.

scene91001

Tetapi, perhatian Ji-ho teralih oleh kemunculan Yong-suk yang tengah berjalan di area parkir. Se-hee melihat ekspresi Ji-ho, kemudian mempersilahkannya untuk pergi menghampiri pria tersebut: “Pergilah.. bukankah dia itu pacarmu..”
“Hmm... bukan.. eh belum sih lebih tepatnya..” jawab Ji-ho dengan wajah yang tresipu malu

scene91901
scene92601

Kemudian, sambil tersenyum Ji-ho menyebutkan segala kelebihan Yong-suk yang membuatnya jatuh-cinta.., “Barusan dia hampir manyatakan cintanya.. tapi aku terlalu gugup, makanya aku melarikan diri kesini. Sebenarnya, kaau Arsenal menang, aku akan menembaknya duluan.Ngomong-ngomong, Bukankah dia sangat tampan?”
“Yaa.. kalau dikasih nilai, aku akan memberinya 7 dari 10..”
“Terlalu pelit.. aku akan memberinya nilai 9. Dia itu tampan.. bahunya bidang dan badannya juga tinggi. Dia mempunyai pekerjaan dan----”

scene93701
scene93801

Tetapi seketika.. kalimat Ji-ho terpotong, seriring dengan ekspresi wajahnya yang berubah muram. Didepan mata kepalanya, ia melihat Yong-suk tengah berpelukan mesra dengan So-hee.. ia-pun melanjutkan kalimatnya dengan bertaka: “... dan dia sudah memiliki kekasih...”
... SINOPSIS BECAUSE THIS IS MY FIRST LIFE EPISODE 1 ...

scene94501

Kembali ke ruangan tempat pesta, Ji-ho bersikap biasa saja, seakan tak pernah mengetahui atau bahkan melihat apapun.. dia masih bisa tertawa dihadapan semua orang, meskipun ada So-hee yang duduk tepat disampingnya..
“Aku selalu bisa menahan diri dan melangkah mundur di waktu yang tepat..” gumamnya dalam hati

scene95401
scene95601

Di halte bus, Ji-ho duduk sendirian. Ia melihat layar ponselnya, disana ia tengah membuka sms dari Yong-suk, yang mengungkapkan bahwa tadi itu.. sebenarnya, dia ingin memberitahukan Ji-ho, bahwa dirinya telah memiliki seorang kekasih.. T_T
Kejadian pillu ini, membuat Ji-ho mengibaratkan dirinya sebagai seorang bek sejati, yang tidak pernah memiliki keberanian untuk mengambil bola atau bahkan menghindarinya..

scene95901

Tiba-tiba, terlihat Se-hee yang tengah berjalan menuju halte bus juga. Ia berjalan sambil berbicara dengan bos-nya via telpon, sepertinya Se-hee pulang lebih awal dan tidak pamit terlebih dahulu,
“Biar kuantar dengan mobilku..” ajak bos-nya
“Tidak usah.. lebih cepat jika naik bus..” jawab Se-hee
“Lebih baik naik mobilku saja..” pinta si bos

scene96201

Se-hee melihat keberadaan Ji-ho dan itupun membuatnya seketika berkata: “Lebih cepat naik subway saja..”
Setelah membalikkan badannya untuk berjalan ke arah stasiun subway, Ji-ho memanggillnya dan memintanya untuk tetap naik bus, “Setidaknya.. itu akan mengurangi rasa maluku...” ucapnya

scene96801
scene96901
scene97601

Mereka duduk bersebelahan.. beberapa menit berlalu, dan tak ada obrolan apapun, hingga akhirnya Se-hee bertanya: “Kamu yakin, ini mengurangi rasa malumu..”
“Tidak..” jawab Ji-ho
“Aku jarang keluar rumah dan benci berkeliaran di malam hari. Aku selalu berada dirumah, atau di kantor. Jadi, kita tidak akan bertemu lagi... tidak perlu merasa canggung dan tidak perlu merasa malu lagi..” ungkap Se-hee
“Aku malu... kepada diriku sendiri. Bukan kepadamu, tetapi kepada diriku sendiri. Aku tidak bisa membedakan cinta dan kebaikan di usiaku ini. Aku sudah menyukainya selama 3 tahun.. aku malu dengan kebodohanku. Sekarang, usiaku bukan 20 tapi hampir menginjak 30 tahun. Entah, apa yang akan kulakukan di usiaku yang sekarang ini..” papar Ji-ho

scene99901
“.. Ketika kamu menyebutkan usiamu hampir 30 tahun.. itu adalah batas neokorteksmu. Neokorteks terletak dibagian luar otakmu dan itu bertanggung-jawab atas konsep waktu seperti 20 atau 30 tahun. Berbeda dengan manusia, kucing tidak memiliki neokorteks. Jadi, mereka tidak merasa bosan atau depresi.. meskipun setiap hari, makanan mereka sama dan mereka melakukan aktivitas yang sama berulang kali. Untuk itulah, kucing tak berfikiran bahwa mereka punya masa depan ataupun masa lalu.. Hanya satu jenis makhluk di muka bumi yang terjerat dalam waktu, dan itu adalah manusia...”
scene103001

Ji-ho terdiam.. , “Aneh... hari itu omong kosongnya berhasil menghiburku lebih dari apapun..” gumamnya yang kemudian bertanya: “Siapa namamu? Apa lebih baik, aku tidak tahu namamu?”
“Iya..” jawab Se-hee
“Kamu benar-benar orang asing, tapi aku terhidbur olehmu..” ungkap Ji-ho
“Kamu pasti terhibur karena aku benar-benar orang asing..” ujar Se-hee

scene104001
scene104301
scene104501

Dalam benaknya, Ji-ho bergumam mengatakan bahwa dirinya merasa sedih, ketika menyadari fakta bahwasanya mereka tak akan pernah bertemu lagi. Ia-pun lanjut mengucap terimakasih atas cerita mengenai ‘neokorteks’ yang didengarnya barusan..
“Semoga beruntung.. karena menjalani hidup ini, merupakan kali yang pertama untuk kita semua..” ucap Se-hee

scene104901

Ji-ho tersenyum bahagia: “Hidup ini.. Momen ini... Kita hanya punya satu kesempatan” gumamnya yang kemudian berjalan menghampiri Se-hee dan mengecup bibirnya.

scene105201
scene105501

Beberapa saat, waktu seakan terhenti. Hingga, tibalah bus yang akan dia naiki, Ji-ho langsung berjalan pergi, meninggalkan Se-hee yang hanya berdiri membeku, tak bisa berkata apapun—

scene105601
“... Ini hari yang sangat panjang. Aku meninggakan rumah yang kutinggali selama lebih dari 5 tahun. Lalu aku menegtahui, bahwa selama 3 tahun kebelakang,, aku hanya dianggap sebatas teman (olehnya). Dan barusan.. aku mencium orang asing. Kehidupan di usia 30-an ini,, tidak seperti bayanganku, tapi karena ini kalipertamaku.. lumayan juga sih. Seperti yang dia katakankeadaku, kia semua menjalani hidup ini.. untuk kali yang pertama ...”
scene106901
Setelah itu, Ji-ho pulang dan melakukan aktifitas rutinnya sebelum tidur. Beberapa saat kemudian, Se-hee juga pulang... tapi saat itu kita melihat Ji-ho telah tertidur dengan lelap--

scene107401
scene107701

:::: NOTES ::::
Ihhh, so cute..
Gak tahan lihat kekakuan Se-hee, dan penasaran gimana caranya Ji-ho yang bakalan ngobrak-ngabrik kehidupannya. Kayaknya mereka itu, memang tercipta untuk melengkapi satu sama-lain, hahahahah---
Ceritanya enggak terlalu berat, jadi kayaknya ini bakalan jadi tontonan yang cocok banget buat ngilangin stress. Meskipun sebenernya agak gendok juga,, kalo udah lihat kelakuan bapaknya Ji-ho yang pikirannya ‘kolot’ banget. Ada yaa ortu macem gitu? Percuma dong, punya cucu laki, kalau anak lakinya aja masih pengangguran. Bukannya datengin rezeki yang ada malah datengin hutang, ya gak sih?
Belum banyak sih yang bisa dikomentarin, karena ini baru PILOT episode.Yang jelas, aku suka sama ceritanya.. dan untuk sinopsis episode 2 bakalan diposting di blog K-dramstory punyanya Mbak Dian :D 

::: TO BE CONTINUED :::

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story/Dramatales : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

2 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤