Sinopsis WHILE YOU WERE SLEEPING Episode 4

20:53

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

image

Hujan turun dengan sangat deras.. Soo-yon segera berlari untuk mencari tempat meneduh. Tiba-tiba, muncul adiknya Jae-chan,

scene00701

ADIKNYA JAE-CHAN : “Kamu baru pulang dari rumah sakit?”

SOO-YON : “Hah.. iya..”

ADIKNYA JAE-CHAN : “Bagaimana kondisi ibumu? Sudah baikan?”

SOO-YON : “Kubilang jangan bertingkah seakan-akan kamu mengetahui segalanya tentang hal itu..”

ADIKNYA JAE-CHAN : “Aku bertanya, karena aku merasa khawatir..”

scene01001

Adiknya Jae-chan menyelimutkan mantelnya ke badan Soo-yon yang kala itu telah basah kuyup sembari mengatakan bahwa dirinya berjanji untuk tidak memberitahu siappun tentang masalah tersebut.

“Kamu.. siapa namamu?” tanya Soo-yon yang seketika membuat Adiknya Jae-chan agak ‘kecewa’. Tahun kemarin, mereka berada di kelas yang sama, tapi Soo-yon bahkan tak mengingat namanya..

“Seharusnya kamu mengingat nama teman sekelasmu...”

“Haruskah aku mengigat semua nama kalian..”

“Tentu saja.. itu adalah sopan-santun..”

scene01601

Soo-yon berkilah, mengatakan bahwa dirinya tak memiliki kewajiban apapun untuk melakukan hal tersebut. Kemudian, ia berlari pergi.. tetapi sekilas kita melihatnya tersenyum manis--

scene02601

Scene beralih ke kantor kejaksaan, disana Jae-chan mendapatkan bergitu banyak berkas kasus baru... padahal, masih begitu banyak kasus lama yang belum terselesaikan. Dua orang bawahannya, yaitu Dam-dong dan Hyang-mi, tak bisa mengeluh.. mereka hanya bisa menyindir kinerja Jae-chan yang terbilang lambat jika dibandingkan dengan seniornya yaitu jaksa Shin.

scene03301

Jaksa Shin Hee-min (Go Sung Hee), merupakan wanita yang sebelumnya kita lihat di stasiun subway. Di kantor ini, Jae-chan adalah juniornya.. tetapi karena merasa dekat semasa kuliah dulu, Jae-chan bertingkah sok-akrab hanya untuk meminta bantuannya merekomendasikan restoran enak tempat makan siang. Karena telah menjadi ‘budaya’ turun-temurun, bahwasanya pekerja junior harus me-reservasi tempat makan siang, reputasi mereka dipertaruhkan oleh hal kecil seperti itu. Tapi menyedihkannya, Jae-chan malah dibaikan begitu saja..

scene03801
scene04801

Tiba-tiba muncul Yoo-bum yang berjalan kearahanya dan berkata, “Kau harus menyapanya dengan formal.. Tak boleh memanggil Hee-min, tapi kau harus memanggilnya Shin Gomsa (trans: jaksa)”

Merasa penasaran, ia-pun lanjut bertanya ada perlu apa hingga Jae-chan ingin berbicara dengan Hee-min? Jae-chan menjelaskan niatannya untuk meminta rekomendasi makan siang, karena sebelumnya yang melakukan tugas tersebut adalah Hee-min.

Yoo-bum tertawa.. kemudian dengan lancar dan jelas ia memaparkan jenis-jenis makanan yang tidak disukai oleh para pejabat di kantor kejaksaan ini. Tetapi, sikap Yoo-bum itu, justru membuat Jae-chan muak dan memilih untuk pergi meninggalkannya--

=================================

scene06601

Selanjutnya... kita melihat kelanjutan kisah dari akhir episode sebelumnya, yaitu momen menegangkan ketika salah seorang penumpang berseragam tentara, diduga kuat sebagi tentara kabur yang diberitakan lewat radio.

“Ayah.. bagaimana kalau mimpiku itu nyata.. bagaimana kalau kita meninggal..”

“Tenang saja.. kita tak akan meninggal..”

Ayah menghentikan bus yang ia kemudikan.. kemudian meminta seluruh penumpang untuk turun, dengan alasan ada kerusakan dengan rem-nya. Ketika semua penumpan turun, pria berseragam tentara itu, malah tetap diam di posisinya dan wajahnya terlihat semakin gelisah.

scene06801

Saat itu, diluar hujan sangat deras, Hong-joo ikut turun berasama dengan penumpang lainnya. Tangisnya tak tertahankan, ia berteriak menyuruh mereka untuk segera menjauh dari bus ini. Sementara sang ayah, mencoba untuk mendenkati pria itu, ia tak mengajaknya berkelahi.. atau bahkan menyinggung identitasnya.. ia mencoba untuk menarik perhatiannya dengan meminta bantuannya membetulkan rem bus.

scene07101
scene07501
scene07701

Ayah sempat berbalik melirik Hong-joo yang tengah menunggunya dengan cemas, ia bahkan sempat melempar senyuman hangatnya.. tetapi ketika berbalik lagi, pria berseragam tentara itu malah memulai perkelahian.. dan beberapa detik kemudian, kita melihat bis-nya meledak dengan cukup keras..

scene08901

Hong-joo tak mampu mengatakan apapun.. lututnya terasa begitu lemas hingga terjatuh, “Ayah!!!!!” teriaknya histeris

scene09301

================================

Kembali ke masa sekarang,... Hong-joo terbangun dari tidurnya, nafasnya terengah-engah dan terlihat sedikit air mata membasahi pipinya. Ia-pun langsung mengambil secarik kertas dan menuliskan sesuatu..

scene09701
scene10001

18 - Februari - 2016 ..
Seung-Won akan menjadi pembunuh karena saudara laki-lakinya..

“Siapa itu Seung-won? Siapa yang akan dia bunuh? Siapakah saudara (laki-laki) -nya  itu?” tanyanya kebingungan.

scene10501
scene10701

Kertas catatan kecil tersebut ia tempelkan disamping begitu banyak kertas catatan yang sebelumnya ia tulis.. Mimpinya kali ini, menimbulkan rasa penasaran yang teramat besar, tetapi tiba-tiba Hong-joo teringat kembali perkataan Jae-chan: “Jika kamu tak bisa menyelesaikannya, lebih baik abaikan saja mimpi-mimpimu itu.. seakan-akan, kamu tak pernah memimpikannya..”

Setelah menghela nafas panjang, kemudian Hong-joo mencabut kembali kertas catatan tersebut dan membuangnya ke tempat sampah..

scene10901
scene11101

Scene langsung beralih ke sekolah.. disana Adiknya Jae-chan menghampiri Soo-yon, kemudian mengajaknya untuk berbicara empat mata dengannya. Hal itu, sontak membuat para siswi menduga bahwasanya mereka ada hubungan ‘spesial’

scene12001
scene12201

Didalam gedung olahraga.. Soo-yon memarahi Adiknya Jae-chan, sembari memukulinya dengan buku ia menegaskan kembali supaya Adiknya Jae-chan tidak melewati batas dan berhenti bertingkaH seolah-olah, dia mengetahui segala hal tentang kehidupannya.

“Aku tahu! Aku tahu semuanya!” tukas Adiknya Jae-chan

Ternyata.. Adiknya Jae-chan mengajak Soo-yon berbicara empat mata dengannya, ialah karena sebelumnya ia melihat Soo-yon mencaritahu tentang obat berbahaya yang efeknya bisa membunuh seseorang, “Coba jelaskan padaku untuk apa? Jangan bilang kalau kamu akan menggunakan itu untuk membunuh ayahmu?!”

“Memangnya kenapa?!” teriak Soo-yon

Adiknya Jae-chan menggelengkan kepalanya.. ia kemudian mengatakan bahwa ayahnya Soo-yon akan segera mendapatkan hukumannya. Sebentar lagi, akan diadakan persidangan dan Tuan Park pasti akan ditahan dalam sel jeruji.

“Tidak.. tak ada yang bisa menjebloskan ayahku ke penjara.. Jaksa yang ‘bodoh’ dan pengacaya yang ‘picik’ !” tukas Soo-yon

Soo-yon lanjut menceritakan perihal tindakan pengacara ayahnya yang sanga ‘picik’, yang akan membuat kasus ini seolah-olah hanya sebuah tindak penyerangan, bukan tindak kekerasan.

“Aku tidak mengerti.. memang apa bedanya ‘penyerangan’ dan ‘kekerasan’ ?” tanya Adiknya Jae-chan

“Disebut penyerangan jika korban tidak terluka.. dan akan disebut kekerasan jika korban terluka” papar Soo-yon

“Tapi ibumu mengalami luka yang cukup parah..” tukas Adiknya Jae-chan

scene13301

Diwaktu yang bersamaan, terlihat Yoo-bum si pengacara picik yang tengah datang menemui Jae-chan di kantor kejaksaan. Setelah berbicara basa-basi dengan gaya bahasanya yang terkesan rumit.. intinya Yoo-bum ingin mendiskusikan kasus Tuan Park.  Jae-chan menyimpulkan kasus tersebut sebagai tindak kekerasan, tetapi Yoo-bum bersikeras mengatakan bahwa ini hanyalah kasus tindak penyerangan..

Bukti rekam medis memaparkan 6 tulang rusuk Ny. Park patah, tetapi Yoo-bum meminta Jae-chan untuk memerhatikan lebih detail tanggal yang tertera pada berkas tersebut, yaitu: 10-Februari-2016

Padahal, insiden terjadii pada tanggal 14-Februari-2016. Selanjutnya, Yoo-bum menmaparkan bahwa Ny.Park terluka bukan karena Tuan Park, ia-pun menunjukkan sebuah dokumen rekam medis yang lainnya, yang isinya memaparkan bahwa pada tanggal 10-Desember-2017, Ny.Park mengalami kecelakaan ketika bermain ski--

scene14001

Kembali ke sekolah, Adiknya Jae-chan bertanya kepada Soo-yon,... apa maslahnya jika Tuan Park dihukum atas tindak penyerangan?

“Tentu saja ada bedanya!.. kasus tindak penyerangan, hanya akan diproses jika korban menyetujuinya..”

“Yasudah.. kamu tinggal meminta ibumu untuk melakukannya..”

Soo-yon kemudian menceritakan bahwa ibunya tak akan pernah mengajukan tuntutan apapun kepada ayahnya.. kejadian ini telah terjadi berulang-kali, dan itulah yang selalu dilakukan ibunya: “Karena ibuku.. lebih takut kepada ayahku dibandingkan hukum negara ini..”

scene16801

Sesuai perkataan Soo-yon, kita-pun melihat ibunya yang menerima telpon dari Jae-chan dan dengan sukarela meminta untuk mengehntikan penyelidikan kasusnya ini. sebelum Jae-chan bertanya lebih lnut, Ny. Park lansgung menutup telponnya.. dan disampinga kita-pun melihat Tuan Park yang tengah tersenyum penuh kemenangan.

scene19701
scene20001

Jae-chan dibuat keheranan.. ia tak menyangka, bahwa kasus ini berakhir dengan sangat singkat. Tetapi justru hal itulah yang membuatnya mencium sesuatu yang janggal.. dengan lantangnya, ia menyindir Yoo-bum sebagai pengacara dengan segala tipu-daya untuk menyelesaikan kasus klien ‘spesial’-nya.

Perkataan Jae-chan memantik emosi Yoo-bum yang kemudian menyinggung kejadian tempo hari. Ia bertanya, kenapa Jae-chan menggoda pacarnya? Kenapa Jae-chan secara sengaja menabrak mobilnya? Dan terakhir kenapa Jae-chan membuat rumit kasus yang ditangani olehnya?

Belum juga Jae-chan mengatakan apapun, Yoo-bum langsung menyebutkan bahwa Jae-chan hanya ingin balas dendam kepadanya..

scene20301
scene20401

Karena mereka berdebat di dalam ruangan otomatis Hyang-mi serta Sam-dong bisa mendengarnya dengan sangat jelas. Hyang-mi menyebarkan isi perdebatan mereka kepada pegawai lainnya.. dan dalam waktu yang singkat hubungan ‘kerus’ antara Jae-chan dan Yo-bum lansgung diketahui oleh semua orang.. karena sumbernya adalah ‘rumor’, mereka-pun memiliki spekulasi yang beragam, tetapi kebanyakan mengira bahwa akar masalah antara Jae-chan dan Yoo-bum adalah perselingkuhan..

scene22501

Kembali lagi ke sekolah.. Adiknya Jae-chan meminta Soo-yon untuk mencari jalan lain. Akan tetapi, Soo-yon telah jengah dan putus asa, ia mengatakan bahwa jaksa ‘bodoh’ itu tak akan bisa menolongnya.. yang berarti, penderitaan ibunya akan tetap berlanjut tiada henti--

================

scene23401
scene23501

Di sebuah restoran, terlihat  tim kejaksaan tengah berkumpul untuk makan siang.. tak lama kemudian datangalah Jaksa Shin (Hee-min), ia terlihat kebingungan dan mencari-cari meja mereka. Jae-chan berteriak memeanggil namanya, tetapi Hee-min bertingkah seolah-olah ia tak mendengarnya.

Rekan kerja Jae-chan menyuruhnya untuk memanggil Hee-min dengan sebutan Shin Gomsa, karena bagaimanapun juga Hee-min adalah atasannya. Tetapi Jae-chan tetap berteriak memanggil Hee-min seperti memanggil teman dekatnya.. dan itu membuatnya terus diabaikan. Barulah, ketika jaksa lain yang memanggilnya, Hee-min mau menoleh kemudian berjalan ke arah mereka.

scene25001
scene26101

Berikutnya.. kepala kejaksaan menanyakan agama yang dianut Jae-chan dan dengan polosnya Jae-chan menjawab ‘tidak punya..’

Sebenarnya hal itu merupakan sesuatu yang lumrah, tetapi kebetulan.. seluruh jaksa yang tengah berada disini menganut agama yang sama dan mereka memiliki tradisi untuk berdosa sebelum makan. Tadinya, Jae-chan akan diminta untuk memimpin doa.. tapi kondisi ini justru membuatnya terkesan ‘berbeda’ dari mereka..

Yang agak lucu, ialah ketika memanjatkan doanya.. sesekali mereka melontarkan kalimat yang berisi harapan sekaligus sindiran untu Jae-chan..

scene27301
scene28001

Jam makan siang selesai, sekarang saatnya Jae-chan untuk melanjutkan pekerjaannya. Entah roh apa yang memasuki tubuhnya, karena sekarang ia sangat bersemangat.. ia mengambil begitu banyak berkas, kemudian mengatakan bahwa dirinya akan lembur semalaman ini

Kebetulan sekali, berkas yang pertama ia ambil adalah dokumen terkait kasus Tuan Park. Tak membutuhkan lama untuk menyelasaikannya, karena ia hanya perlu membuat laporan pengajuan pemberhentian penyelidikan..

Setelah menyelesaikan satu berkas, ia lansgung memuji dirinya sendiri.. dan tanpa ia sadari tingkahnya itu membuat kedua pegawainya keheranan: “Kenapa dia.. baru kali ini, aku melihatnya seperti itu--”

======================

scene28201
scene28401

Scene tiba-tiba beralih ke rumah duka tempat ayahnya Hong-joo disemayamkan, disana terlihat begitu banyak wartawan. Beberapa pejabat juga datang utuk memberi penghormatan.. sepertinya, pihak pemerintah akan memberikan penghargaan untuk mendiang ayahnya Hong-joo..

Sementara Hong-joo sendiri, entah apa yang yang sebelumnya ia lakukan karena ia baru tiba di rumah duka dalam kondisi nafas yang terengah-engah..

scene29201

======================

scene29701
scene29901

“TIDAK MUNGKIN!!!” teriak Jae-chan yang seketika terbangun dari tidurnya. Ia terlihat begitu gelisah, bahkan tanpa ia sadari air ata mengalir dari mata kirinya..

scene30501
scene31001
scene31101

Ternyata.. ia mengalami mimpi-buruk, yang memperlihatkan momen ketika sang adik ditahan polisi dan berteriak meminta bantuannya. Jae-chan benar-benar cemas, ia-pun segera menelpon sang adik dan menanyakan keadaannya.

“Jangan pergi  kemanapun dan langsung pulang kerumah!” pinta Jae-chan

“Memangnya aku mau kemana? Lagipula aku tak punya tempat lain yang bisa kudatangi..”

scene31501
scene31601

Adiknya Jae-chann tengah berada di dekat jendela, dan tak sengaja ia melihat Soo-yon yang berjalan meninggalkan sekolah. Seketika, ia teringat kembali lanjutan obrolan mereka siang tadi.. Soo-yon dengan tegas mengatakan bahwa ayahnya harus mati, supaya ibunya bisa melanjutkan kehidupan yang bahagia.

scene32301
scene32501

Beralih ke tempatnya Jae-chan.. ia tengah melihat antulan dirinya di cermin: “Semuanya tidak nyata.. itu hanya mimpi...” ucapnya

Dalam mimpinya itu, ia tak bisa menghentikan mobil polisi yang membawa Adiknya Jae-chann.. dan tak jauh dari tempatnya berdiri, ia melihat sosok Hong-joo yang tengah menitikan air matanya dan berkata: “Andai saja kamu mau mendengarkanku---”

========================

scene34701

Hong-joo remaja menagis sembari menggenggam bola baseball gosong yang sebelumnya disimpan leh sang ayah di kabin bus-nya. Ia kembali teringat, pesan terakhir dari ayahnya yang menyuruh ia untuk membuat seluruh penumpang berada jauh dari bus ini.

scene34301
scene34501

Ia sempat mengajak sang ayah untuk ikut kabur bersama degannya, tetapi ayah menolak.. ia mengatakan bahwa disini ia berposisi sebagai kapten.. dan mana mungkin,  seorang kapten berlari kabur?

“Ayah.. kumohon turuti perkataanku.. jika ayah mau mendengarkanku, maka aku berjanji untuk memanjangkan rambutku..” ucap Hong-joo sembari menangis

Ayah tersenyum, ia senang mendengar janjinya Hong-joo: “Janji yaa.. karena ayah akan terus memerhatikanmu untuk memanjangkan rambutmu--”

scene35701
scene36101

Scene langsung berpindah ke rumah duka.. disana, beberapa wartawan menanyakan keberadaan Hong-joo yang sempat mereka kira sebagai anak laki-laki.. Ibu tak memberikan jawaban pasti: “Hong-joo putriku, tak ada disini..(?)” ucapnya

========================

scene35601

Hong-joo terlihat gelisah.. ia kemudian mengambil kembali kertas catatan kecil yang telah dibuangnya untuk kemudian ia tempelkan lagi ditempatnya semula. Tiba-tiba bel rumah berbunyi, dan ia-un bergegas keluar untuk membuka gerbang.

scene36901
scene37201

Hong-joo agak terkejut karena yang datang adalah Jae-chan, “Ada perlu apa?” tanyanya

“Aku datang kesini, bukan karena aku telah berubah pikiran.. aku datang untuk menjelaskan mengapa aku tidak memercayai perkataanmu.”

“Katakanlah..”

“Aku adalah seorang jaksa.. yang kulakukan adalah mengadili terdakwa setelah insiden terjadi, dan tugasku bukanlah untuk mencegah sebuah insiden kejahatan terjadi. Maksudku.. aku tak bisa melakukan apaun, meski dirimu menceritakan mimpimu kepadaku.. aku tak peduli siapa yang akan meninggal dalam mimpimu, bahkan aku tak punya waktu untuk memikirkannya”

“Seperti seorang penangkap bola dalam permainan baseball... Kamu takut menghadapi kenyataan, kamu ingin menghindar... tetapi kamu tak akan bisa menghindar karena itu akan merusak seluruh permainan. Itu yang sekarang kamu alami ‘kan?”

“Benar.. aku tak bisa menghindarinya, meskipun aku memilih untuk tidak memercayainya.. Karena aku mengalami mimpi yang seperti itu juga! Mengapa kamu menularkannya kepadaku? Kenapa harus aku?”

“Aku juga tak mengerti kenapa harus kamu.. akupun tak pernah mengerti, sejak kapan dan mengapa aku mengalami mimi seperti ini!”

“Tapi asti ada alasan mengapa harus dirimu dan diriku yang mengalami hal seperti ini!”

..................................................

scene38801

Dan di masa lalu, ternyata mereka pernah bertemu... Jae-chan mengambil bola baseball milik Hong-joo yang tergeletak di lantai.. kemudian, ia memberikannya kepada Hong-joo. Mereka tak mengatakan apapun dan hanya saling-tatap..

Kala itu, Hong-joo masih dalam kondisi duka yang teramat dalam.. sementara Jae-chan mengenakan setelah jas lengkap dan terpasang pita di lengan kanannya (berarti orangtuanya meninggal)

..................................................

scene38001

Tetapi disaat ini, baik Hong-joo maupun Jae-chan sama-sama tak mengingat apapun.. ia menegaskan bahwa dirinya, tak mengetahui mengapa harus mereka berdua yang mengalami mimpi aneh seperti ini. Lagipula, jikalau ada keterkaitan diantara mereka.. memangnya kenapa?

“Kamu tak bisa menghentikan apa yang akan terjadi karena kamu adalah seorang jaksa, lalu kamu tak ingin memercayai perkataanku, dan sekarang kamu menyalahkan semuanya kepadaku?! Itulah alasan mengapa kamu datang kesini selarut ini?” tanya Hong-joo dengan nada kesal

Jae-chan menghela nafas panjang, kemudian berkata: “Bantulah aku.. kamu hadir dalam mimpiku, kamu menyesalkan perbuatanku yang tidak pernah memercayai perkataanmu.. Seung-won dibawa pergi oleh mobil polisi dan ada sebuah ambulans, kemudian dia menghilang-- Mimpi macam apa ini?”

“Seung-won..? Siapa itu Seung-won?”

“Dia adikku.. memangnya kenapa?”

“Hfft... dalam mimpiku, seseorang bernaa Seung-won,.. membunuh seseorang. ”

scene40701
scene41001

Scene langsung beralih ke supermarket, dimana kita melihat Soo-yon tengah berdiri dihadapan rak berisi obat pestisida. Ketika tangannya hendak meraih satu botol pestisida tersebut, tiba-tiba muncul Seung-won yang menahan tangannya..

scene41201

“Seung won-aa..” ucap Soo-yon kaget

“Hah? Kamu ingat namaku. ”

scene41301

Kembali pada Hong-joo, yang kali ini tengah melanjutkan ceritanya.. Dalam mimpinya, Seung-won mebunuh seseorang karena saudara laki-lakinya..

“Saudara laki-lakinya.. bukankah berarti itu kamu?” taya Hong-joo heran

scene41701
scene41801

Sementara itu, Soo-yon sendiri terlihat gemetar cemas.. “Kka.. kamu mengikutiku?” tanyanya pada Seung-won

“Hmm.. sekarang ayo pulang, aku akan mengantarmu..”

==========================

scene42201
[.. mendiang Nam Chul Du ..]

Episode ini, ditutup dengan adegan yang memerlihatkan lokasi kolumbarium tempat abu ayahnya Hong-joo tersimpan. Disana ada bola baseball dan foto-foto Hong-joo remaja bersama dengan sang ayah tercinta hingga Hong-joo dewasa dengan rambutnya yang telah tergerai panjang dan indah....

scene42301
scene42401


::: NOTES :::

Satu hal yang pingin aku kritik dari episode hari ini adalah perbedaan masa lalu dan masa sekarang yang agak kurang jelas.... sempet agak rancu juga, itu anak-ayah apakah beneran Hong joo sama ayahnya? Scene-nya loncat-loncat gitu dan enggak ada ‘tanda’ tertentu.. bahkan, kalau kita kurang faham, pasti ngiranya kejadian itutuh terjadi di masa sekarang.

Sebenernya, kalau kalian nonton dramanya langsung,  fakta bahwa si gadis remaja berambut pendek itu adalah Hong-joo, baru diungkap pas adegan yang wartawan tanya ibunya Hong-joo di rumah duka.. tapi karena dari awal akunya udah yakin itu si Hong-joo, yaudah di sinopsis ini aku tulis aja begitu. Hehehehe..

Dan mohon maaf, karena kata ‘adiknya Jae-chan’ buanyak bangett.. awalnya aku rada aneh juga, kenapa di setiap sumber informasi, enggak ada yang mencantumkan nama karakter Shin Jae-ha, disana cuman tertulis ‘adiknya Jae-chan’ dan itu beneran terlalu ribet dan kurang enak dibaca. Tapi yaa, pada akhirnya, kita tahu juga alasannya kenapa--



Banyak yang nunggu-nunggu episode ininih karena ada Kim So-hyun.. penggemar mini-drama ‘Page Turner’ pasti berasa lagi nonton sequel-nya, hihi-- (*termasuk saya)

Kalau untuk kisah romantisnya sendiri.. akusih berharap entaran dulu ajadeh, biarkanlah sekarang si Hong-joo ngejar-ngejar Jae-chan dulu aja.. Lama-lama juga mereka makin deket dan perasaanya terbalasakan.

Bocoran di Lee Jong-suk sih, katanya baru ada kissu di episode 11. Masih lumayan lama sih (*eh tapi.. 11 episode format 30 menit atau format satu jam nihhh..)

::: EPISODE 5 :::

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story/Dramatales : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

4 komentar

  1. Harusnya kalo jongsuk bilang gitu berarti referring ke episode 11 30menitan lia. Karena sistemnya udah gitu sih. Naskah mereka juga tulisannya sama kayaknya. So Bisa jadi kiss di mimpi haha. Sotoy saya.

    Tos! mereka otp saya di page turner soalnya haha.

    Baru liat cuplikannya sih, yg ga keliatan batas masa lalu dan sekarangnya cm scene itu kan? Hong joo kecil? Mbak hazuki nyambungin ini ke omongan ibu hong joo yg nyariin hong joo, jadi tahu deh kalo hong joo kecil.

    Oke, saya ngerti sekarang apa yg dimaksud mimpi ga full. Ada yg diliatin ke penonton itu mimpi jae chan dan mimpi hong joo. Versinya beda. Jae chan bisa liat adiknya dibawa ke kantor polisi dan hong joo ada di sana, sementara hong joo mimpi seung won membunuh krn kakaknya? Ga seperti di episode sebelumnya, di sini mereka diliatin seolah punya mimpi yg beda. Bayangin kalo jae chan ga nemuin hong joo? Bisa bisa dia ga bs nyegah seung won membunuh? Dan bener, dia cm nyuruh seung won ga pulang. Dia gatau alasan seung won bs dibawa polisi. Connected. Karena itu hong joo sama jae chan ga bisa pisah hahahaha. Kasihan jae chan.

    Tp bener deh keinget bong hee di sp. Dia bilang kan utk lulus ujian hukum itu susah. Trus gimana ya seorang jae chan bisa lolos jadi jaksa? Kayaknya karena mereka berdua ini punya alasan kuat di balik itu.
    Dan ngeliat jae chan yang sampe dibilangin rekannya, baru liat jaksa kayak jae chan yg gampang sekali sama kerjaannya, jadi mikir dia bakal jd jaksa keren kalo bareng hong joo^^ slama ini mungkin dia ga bisa berbuat apa apa sama kasus kasus yg orang kaya tangani. Tp kalau ia tahu efek masa depannya, bisa jadi jae chan berubah ambisius. Apalagi jika ia ga tegaan sama korbannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi maksud akutuh, visualnya berasa 11-12. Kayak ada sedikit flashback yang terkesan latar waktunya juga di masa sekarang, urang ada 'penegasan' ajasih, jadi rada bingung,

      Semuanya gak ada yang gak mungkin kalau orangnya bener-benar pengen dan mau berusaha. apalagi kita lihat pas kecilnya, si JAe-chan tuh bener-bener 'stupid', tapi tiba-tiba pas gede bisa jadi jaksa pasti ada satu turning point yang bener-bener bikin dia nekat mati-matian buat jadi jaksa. Dan masih kita tunggu aja, gimana ceritanya dia..

      Intinya mulai dari sekarang, Jae-chan butuh Hong-joo, wkwkwk

      Delete
    2. Iya saya jg heran kenapa flashback itu aja yg kayak ga ada bedanya sama flashback lain. Sampe readernya mbak hazuki, mbak malika smpet ngira waktu jalannya paralel. Dulu dan sekarang sama sama lagi berjalan. Tp gatau deh...
      Bener lia, ga ada yg ga mungkin. Harusnya yoo bum bisa tahu itu. Jae chan yg dulu ga sama ma jaechan sekarang

      Delete
    3. Kalau sampe paralel enggak sih kayaknya.. karena drama ini gak ada unsur time-travelling samsek.
      Tapi sayamah seneng ama Sang-yeob, jadi gabisa sebelll juga sama beliau, hahahahah

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤