Sinopsis WHILE YOU WERE SLEEPING Episode 3

07:40

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

image

Bala bantuan datang.. ada tim medis dan juga pihak kepolisian. Mereka harus menjalani interogasi lebih lanjut terkait insiden ini, tetapi polisi meminta mereka untuk mengobati lukanya lebih dulu.

scene01501
scene01601

Di dalam ambulance Hong-joo tak henti-hentinya menatap wajah Jae-chan sembari tersenyum dan tentu saja itu membuat Jae-chan manjadi agak risih. Teringat kejadian sebelumnya, ketika Hong-joo memeluknya.. membuat Jae-chan merasa penasaran akan sesuatu: “Katakan, bagaimana bisa kamu memercayai perkataanku?”

HONG-JOO : “Aku tak marah.. aku benar-benar percaya padamu”

JAE-CHAN : “Jelaskan padaku, kenapa kamu memercayaiku?”

HONG-JOO : “Kamu memimpikannya ‘kan? Dan mimpimu berubah menjadi kenyataan.. benar ‘kan?”

JAE-CHAN : “Bagaimana kamu bisa tahu?”

HONG-JOO : “Karena aku mengalami mimpi yang seperti itu juga.. dan mimpiku itu selalu menjadi kenyataan.. sama seperti yang kamu alami..”

scene03801
scene04201

Berpindah ke sebuah gedung teater pertunjukan... kita melihat seorang pianis muda cantik (Kim So-hyun) yang tengah menampilkan bakatnya dalam bermain piano. Di bangku penonton, ada seorang wanita yang hanya terdiam, tetapi keringat bercucuran di wajahnya.. entah siapa dan kenapa dia, tetapi disampingnya ada sag suami yang kemudian menggenggam tangannya dan beratanya: “Istriku, kamu baik-baik saja 'kan?”

“Iya..” jawab wanita itu dengan pelan

scene04601

Hong-joo dan Jae-chan duduk berdua di lobby gedung rumah sakit, mereka melnjutkan obrolan mereka tentang ‘mimpi’. Meskipun menunjukkan ketertarikan berlebih tentang hal ini, Jae-chan menegaskan bahwa dirinya masih belum secara sepenuhnya memercayai apa yang dikatakan oleh Hong-joo.

JAE-CHAN : “Seberapa jauh kamu bisa memprediksi apa yang akan terjadi?”

HONG-JOO : “Hmm..  tidak terbatas.. Mungkin bisa sebulan kedepan, atau besok.. atau mungkin apa yang akan terjadi beberapa menit setelah ini..”

JAE-CHAN : “Pernahkan mimpimu tidak menjadi kenyataan atau salah?”

JAE-CHAN : “Tidak pernah.. Memang ada beberapa mimpi yang belum menjadi kenyataan, tetapi tak ada satupun dari mimpiku yang ternyata salah..”

JAE-CHAN : “Kamu tak pernah memperingatkan mereka (yg ada di mimpinya) ?”

Hong-joo sejenak terdiam, kemudian mengatakan hal itulah yang membuat Jae-chan terlihat sangat hebat di matanya.. karena Jae-chan berani menyelamatkan orang yang ia lihat mimpinya.

“Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Katakanlah.. aku ini merubah masa depan, pasti ada konsekuensinya ‘kan?” tanya Jae-chan

Sejenak Hong-joo berfikir.. kemudian mengatakan bahwa dengan ‘menghentikan’ apa yang seharusnya terjadi, sama seperti menyumbat aliran air di sungai yang mengakibatkan airnya akan mengalir ke arah yang berbeda dari yang seharusnya...

scene06301

Dan sejenak.. scene beralih memeprlihatkan pria yang hampir saja tertabrak karena insiden tadi.. ternyata, ia seorang anggota kepolisian yang masih aktif bekerja--

............................................................

scene06501

Gadis pianis itu bernama Park Soo-yon, dan wanita yang terlihat geisah di bangku penonton tadi merupakan ibunya. Ketika ia tengah diwawancara oleh media berita, wajah sang ibu semakin pucat hingga tiba-tiba ia terjatuh pingsan dihadapan semua orang.

scene06901
scene07201

Soo-yon panik, ia mencoba untuk membangunkan ibunya.. disampingnya ada seorang pria yang mencoba untuk membantu, tetapi tak sengaja ia melihat kondisi pakaian ibu yang agak kotor seperti habis ‘disiksa’ atau dipukuli.

“Kenapa ini?” tanyanya

Ayahnya Soo-yon lansgung menutupi baju ibu dan mengatkan bahwa itu bukan perbuatannya. Pria tersebut tak percaya... ia-pun segera menelpon polisi dan melaporkan tindak KDRT.

scene07501

Bersamaan dengan itu, kita melihat adiknya Jae-chan yang datang dengan membawa sebuket bunga ditangannya... Ternyata, Soo-yon merupakan teman yang diceritakannya kepada Jae-chan tadi.

scene07701
scene07801

Kembali ke rumah sakit, Jae-chan melanjutkan pertanyaannya.. Jika air berubah haluan ke arah yang berbeda, lantas apa yang akan terjadi dengan waktu? Apakah masa depan akan menjadi lebih baik atau justru sebaliknya?

“Entahlah aku tidak tahu.. karena aku sendiri belum pernah melakukan hal yang kamu lakukan. Tapi aku meyakini satu hal, orang-orang pada awalnya tak akan menyadari bahwa ‘waktu’ telah berubah. Lalu seiring dengan berjalannya waktu, perubahan itu akan semakin membesar..”

scene07901
scene08101

Ibunya Soo-yon dibawa ke rumah sakit, sementara ayahnya diciduk polisi. Dan kebetulan.. polisi yang bertugas adalah si pria misterius yang hampir tertabrak..

scene08401

Adiknya Jae-chan mengampiri Soo-yon, kemudian menanyakan keadaannya: “Apa kamu baik-baik saja?”

“Bagaimana bisa kamu datang kesini?!” tanya Soo-yon dengan mata yang berlinang air mata

scene09401
scene09601

“Hmm.. aku hanya mampir sebentar,” jawab Jae-chan sembari menyembunyikan sebuket bunga yang ia pegang

Lalu Soo-yon Soo-yon menarik kerah mantelnya dan mengatakan: “Jangan berani-benari kamu menceritakan apa yang terjadi hari ini! Anggap saja kamu tak melihat apapun! Mengerti!”

“Baiklah.. aku mengerti..”

“.. terimakasih..” ucap So-yoon sembari menitikan air matanya

scene09801

Hong-joo melanjutkan perkataannya, ia menyebutkan bahwa mulai dari sekarang waktu akan berjalan ke arah yang berbeda.. entah itu ke arah yang lebih baik atau justru sebaliknya,

“Sekarang, giliranku yang bertanya.. Kenapa kamu menyelamatkanku? Hanya karena kamu memimpikanku? Lantas mengapa hanya demi menyelamatkanku, kamu sampai rela menabrakan mobilmu hingga terluka seprti ini?”

“Entahlah---”

“Kamu enggak tahu kenapa? Sepetinya aku tahu alasannya..”

“Maksudmu?”

scene10501
scene11501

Hong-joo menghela nafasnya, kemudian bertanya: “Sejak kapan? Sejak kapan kamu jatuh cinta kepadaku?”

“Hah?! Jatuh cinta?! Siapa? Aku?” jawab Jae-chan keheranan

Hong-joo melemparkan gelas kopinya ke tong sampah kemudian berkata: ‘BINGO!’

Jae-chan tertawa kikuk, kemudian duduk bergeser menjauhi Hong-joo dan mengatakan bahwa sepertinya ada kesalahfahaman..

Tetapi Hong-joo terus mendekatinya, “Sejaka kapan? Sejak aku memelukmu ‘kan? Makanya kamu juga memelukku..”

“Tidak.. aku memelukmu karena kamu yang memelukku duluan. Aku tak memiliki perasaan apapun padamu..”

“Kamu tak merasakan apapun, tapi kamu memelukku dengan sangat erat.. kamu bahkan mengusap-usap punggungku.. Kalau kamu tak menyukaiku, berati kamu melakukan hal itu kepada setiap wanita?”

“TIDAK”

“Ahh.. berarti aku bukalah wanita ‘biasa’ diamatamu.. Apa? Katakan apa yang spesial dariku? Apa yang membuatmu sangat menyukaiku?”

“Aku jadi bingung.. mengapa kamu menempatkanku di posisi yang seperti ini....”

“Ah sepertinya aku salah.. karena kamu memelukku setelah menyelamatkanku, kalau begitu di halte bus ‘kah?! Atau jangan-jangan, ketika kamu mengantarkan kue beras kerumahku?!(kamu menyukaiku untuk yang pertama kalinya)”

scene11801

Jae-chan terus bergeser menghindarinya, hingga membuat ia terjuh ke lantai.. tetapi momen itu dianggap Hong-joo sebagai jawaban ‘iya’ atas pertanyaannya yang terakhir, “Ahhh.. jadi karena itu. Jadi, kamu menyukaiku setelah mendengar suaraku? Daebakk... ah tidak-tidak, jangan-jangan kamu pindah ke dekat rumahku karena aku? Jadi kamu telah menyukaiku sedari dulu?”

“Ahhh.. wanita ini membuatu gila..” keluh Jae-chan

scene12801

Entah apa maksudnya, tetapi kamera tiba-tiba berfokus ke wajahnya Jae-chan dan muncul tulisan ‘Pria Baik’. Kemudian, kamera tiba-tiba menyorot wajah Yoo-bum yang tengah naik taksi kemudian muncul tuliasn ‘Pria Jahat’. Setelah itu kamera berfokus ada wajahnya Hong-joo dan muncul tulisan ‘Orang Aneh’

............................................................

scene13501

Esok pagi, Hong-joo terbangun dari tidurnya dengan senyuman masni yang merekah di bibirnya.. Ia mengambil secarik kertas kemudian menuliskan sesuatu, sambil terbayang wajah Jae-chan ketika menyelamatkannya.

scene14001
scene15001

Sementara itu, Jae-chan sendiri di pagi hari ini masih bermalan-malasan untuk bangun dari tidurnya hingga asang adik datang dan memaksanya untuk bangun. Mereka duduk di meja makan dan menikmati semangkuk sereal..

Sang adik terihat banyak fikiran.. ia ingin bercerita mengenai kejadian Soo-yon, tetapi ia mengurungkan niatnya karena telah berjanji untuk menutup mulut. Ia-pun mulai bertanya mengenai hubungan Jae-chan dan Hong-joo: “Apakah kalian berkencan? Kakak bahkan menabrakan mobil baru, hanya untuk menyelamatkannya..”

“Diam! Untuk apa menyakan itu? Kamu sudah beosan hiduup?!” jawab Jae-chan dengan ketus

scene15501
scene16201

Di dapur rumahnya.. terlihat Hong-joo yang tengah membuat nasi kepal berbentuk hati yang akan ia berikan kepada Jae-chan.. kepada ibunya, Hong-joo mengatakan bahwa sepertinya Jae-chan telah menyukaikunya.. bahkan sangat menyukainya..

“Lantas.. bagaimana dengan pacarmu? Si pengacara itu?” tanya ibu

“Jangan menyebut namanya lagi di depanku! Aku membencinya, dia akan merusak kehidupan kita, jadi untuk apa aku terus bersamanya?!”

Karena Jae-chan telah menyelamatkan hidupnya.. maka sembari tersenyum, Hong-joo mengatakan bahwa dirinya akan membalas kebaikannya itu sepanjang sisa umurnya..

“Dengan cara apa?” tanya ibu

“Sepertinya dia tak pernah berkencan.. Jadi apalagi yang bisa kulakukan? Aku harus membantunya ‘kan?”

scene17301

Sementara itu, di meja makannya.. Jae-chan bercerita mengenai sosok Hong-joo yang menurutnya seperi orang ‘tidak waras’. Karena Hong-joo dengan sangat yakin, menyebut bahwa Jae-chan tengah menyukainya..

“Ahhh.. seharusnya aku tidak ikut campur dengan kehidupannya..” keluh Jae-chan

“Tapi.. bukankah hyung sendiri yang mengatkan, bahwa dalam mimpimu wanita itu terlihat sangat sedih?”

“Tidak.. tidak.. bukan sedih, tapi menakutkan!”

scene18301
scene18501

Tiba-tiba, bel rumah berbunyi.. dan itu adalah Hong-joo yang datang untuk memberikan nasi kepal. Tetapi Jae-chan memilih untuk menolaknya.. ia menegaskan bahwa dirinya tak memercayai semua perkataan Hong-joo, dan kejadian kemarin tidak terjadi karena ia ingin menyelamatkannya.. TITIK!

scene19201

Mendengar jawaban itu, sama sekali tidak membuat Hong-joo marah.. ia malah tersenyum, “Kamu tidak memercayaiku? Lihat saja nanti...”

scene19601
scene20001

Ternyata... apa yang dituliskan Hong-joo ketika terbangun dari tidurnya, adalah segala hal yang akan dilakukan Jae-chan hari ini. Dari mulai jalanan yang dilalulinya, bahkan hingga hal apa yang akan dibelinya.

scene21201
scene21301

Kepada gadis kecil yang akan ditolong Jae-chan, Hong-jo memebritahukan namnya dan ketika Jae-chan benar-benar menolongnya, gadis kecil itu berterimakasih dengan menyebut namanya dan itu membuat Jae-chan agak kebingungan sekaligus senang.

scene22101
scene22501

Kemudian, ketika di kedai kopi.. Hong-joo memberitahu kasirnya bahwa sebentar lagi akan datang seorang pria dengan pesanan sesuai apa yang ia tuliskan di kertasnya. Dan ketika Jae-chan tiba di kedai tersebut, ia-pun kembali dibuat keheranan karena pegawai tersebut telah mengetahui kopi yang akan dipesannya..

scene24201

Kemudian.. Hong-joo menaiki subway, yang nantinya juga dinaiki oleh Jae-chan. Kali ini mereka akhirnya bertemu secara langsung, meskipun Jae-chan sendiri terlihat kaget dan mencoba untuk menghindarinya, bahkan pura-pura tidak mengenalnya.

scene24501

Setelah bertukar tempat duduk dengan ahjussi disampingnya, Hong-joo jadi bisa duduk tepat disamping Jae-chan: “Kamu kaget yaa? Pasti kamu berfikir aku megikutimu.. tapi itu tidak mungkin, karena aku berada disini lebih dulu darimu.. Kamu mau mengatakan ini sebuah ketulan? Tetapi.. percayalah, ini bukan hanya sekedar kebetulan belaka..”

Hong-joo lanjut bercerita mengenai mimpinya.. “Aku melihatmu dalam impiku.. dan aku sengaja mengikutimu.. Sudah kubilang, aku bisa melihat masa depan lewat mimpiku. Jadi.. alasan kamu menyelamatkanku adalah sebuah fakta dan aku berhutang banyak padamu.. benar ‘kan?”

scene26301

Hingga sampai di perhentian.. Jae-chan tak mau berbicara apapun atau bahkan menjawab pertanyaan darinya. Meskipun demikian, Hong-joo tak marah, ia malah meberikan payung kepadanya: “Kamu akan membutuhkannya nanti..”

“Aku tidak mengelaknya, tetapi aku tidak memercayainya..” ungkap Jae-chan yang kemudian lanjut mengatakan bahwasanya ia masih belum bisa menerima fakta ‘aneh’ ini. Karena jikalau memang benar, dari mimpi bisa menjadi sebuah kenyataan.. itu berarti, setiap kali ada orang yang mati di mimpinya maka ia harus menyelamatkannya: “Aku tak sanggup melakukan itu..”

Dan ia sadar betul.. bahwa setiap kali Hong-joo tidak bia menyelamatkan hidup seseorang di mimpinya, maka itu akan menjadi momok menakutkan yang membebaninya..: “Jika kamu tak ingin hidupmu terbebani.. lebih baik, lupakanlah mimpi-mimpi itu.. dan jika kamu ingin merubah sesuatu, lebih baik carilah orang lain..”

scene28001

Jae-chan mengembalikan payung Hong-joo kemudian berjalan pergi.. akan tetapi, langkahnya terhenti ketika mendengar Hong-joo berkata: “Aku tak bisa menemukan orang lain.. ”

Mereka membalikkan badan dan saling tatap, Hong-joo mengatakan bahwa dirinya sendiri tak tahu mengapa dari sekian banyak orang, ia malah dipertemukan dengan Jae-chan..

“Kalau begitu, berusahalah lebih keras untuk menemukan orang yang lain.. Kalau ada angka 2, pasti ada angka 3 dan 4, ‘kan?” tukas Jae-chan yang kemudian berjalan pergi bahkan tanpa mengucap kata pamit

scene28901
scene29001

“Sudah kubilang.. aku tak bisa menemukan orang lain.. karena hanya kamu satu-satunya..” keluh Hong-joo

FLASHBACK

scene29601

Hong-joo remaja, tengah berlatih melempar bola baseball dengan sang ayah.. kala itu, ia menceeritakan mimpi anehnya, di kala sang ayah meninggal karena bus-nya meledak..

“Kamu bercanda.. bagaimana caranya bis ayah meledak?”

Hong-joo mengungkapkan, bahwa salah satu penupangnya adalah tentara yang ditasnya membawa granat dan beberapa bahan peledak..

“Tidak mungkin.. negara kita ’kan bukan negara perang..”

scene30601
scene30901

Tetapi Hong-joo bersikeras mengatakan bahwa mimpinya itu terasa sangat nyata. Sang ayah tersnyum, lalu mengatakan bahwa ia akan sedikit memercayai perkataan Hong-joo apabila Hong-joo mau menuruti permintaannya.

“Permintaan apa?” tanya Hong-joo

Ayah langsung melirik rambut Hong-joo yang kala itu sangat pendek, hingga orang awam bisa megiranya sebagai seorang pria..

Hong-joo lansgung menggelengkan kepalanya dan berlari pergi, sembari mengatakan bahwa dirinya tak akan pernah mau mengabulkan permintaan itu..

FLASHBACK END

scene31601

Ketika Jae-chan keluar dari stasiun, hujan turun dengan sangat lebat.. ia memilih untuk meneduh sebentar dan tak lama kemudian, datanglah seorang pria yang ternyata atasannya di kantor. Beliau bertanya, apakah Jae-chan membawa payung?

“Ahh.. tidak.. kalau begitu aku bisa berlari ke mimimarket dan membelikan anda payung terlebih dahulu..”

scene32701

Wanita tersebut pergi sambil memayungi atasan-nya. Mereka berjalan sembari mengobrol, dan darisanalah kita mengetahui bahwa Jae-chan merupakan senior wanita tersebut di kuliahan.. tapi sekarang, posisinya terbalik, Jae-chan menjadi juniornya di tempat kerja.

scene33301
scene34401

Beralih ke kantor pengacara Lee (Yoo-bum). Disana telah ada Tuan Park, yang merupakan ayahnya Soo-yon, yang sebelumnya diciduk polisi atas tindakan KDRT. Dari bukti CCTV, terlihat dengan sangat jelas, ketika ia menendang bagian perut sang istri, hingga terkapar lemah di lantai. Bahkan, dari hasil pemerikasaan 6 tulang rusuk istrinya sampai patah.

Tetapi ternyata.. CCTV itu tidak sampai ke pihak kepolisian, karena Yo-bum telah lebih dulu mengamankannya. Sekarang, fokus mereka adalah untuk menghentikan poses hukum.. caranya mudah, Tuan Park hanya perlu menulis surat permintaan maaf resmi yang ditandatangani oleh istrinya.

Tetapi.. apabila sang istri menolak untuk menadatangani dokmen tersebut, itu berarti Tuan Park akan benar-benar ditahan..

“Anda yakin dia akan mendatanganinya?” tanya Yoo-bum

“Tentu saja.. karena dia, tak mungkin membiatkan putrinya yang berharga memilik seorang ayah dengan catatan kriminal..” jawab Tuan Park

scene35201
scene35301

Saat ini, Ny.Park sendiri masih terbaring lemah di rumah sakit. Disampiangnya, ada Soo-yon yang terus menemaninya dengan penuh rasa khawatir dan cemas..

scene35501

Selanjutnya, kita melihat Hong-jo yang dtengah duduk sendirian di sebuah kafe. Ia tak henti-henti memikirkan perkataan Jae-chan yang menyebutkan bahwa dia tak memercayainya..

scene36301
scene36801

Tak lama kemudian, datanglah Yoo-bum. Ternyata, Hong-joo memang ada janji dengannya, ia ingin menyelesaikan segala hubungan diantara mereka. Yoo-bum datang, karena ingin mendengar permintaan maaf dari Hong-joo.

Hong-joo memang meminta maaf (sekaligus minta putus), ia bahkan mengatakannya dengan sangat lantang dan keras, hingga menarik perhatian seluruh orang yang tengah berada disana...

scene37401

===============================

scene38001

Mengingat masa lalu...

Hong-joo yang merasa khawatir, akhirnya ikut naik bis yang dikemudikan oleh ayahnya. Dan sesuai dengan mimpinya, ia melihat seorang tentara yang masuk dengan membawa tas yang begitu besar. Dan anehnya, gerak-gerik tentara itu terlihat sangat mencurigakan..

scene39001

“Ayah.. aku melihatnya dalam mimpiku..”

Di waktu yang bersamaan, muncul sebuah berita di radia yang memberitahukan bahwa beberapa orang tentara telah melarikan diri dengan membawa amunisi beserta granat--

scene39401

Sang ayah mulai melirik sosok tentara itu lewat kaca spion, ia-pun perlahan mengecilkan suara radionya..

scene39901

::: EPISODE 04 :::

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story/Dramatales : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

4 komentar

  1. Awwwww second lead male kita balik...shin jae ha sama so hyun hahaha. Page turner season 2. Trus baru ngeh itu hae in yg diselametin jae chan. Kayaknya jae chan bakal terpaksa melakukan aksi aksi penyelamatan krn ini menyangkut orang orang terdekatnya... kasihan jae chan. Masa depan serumit apa yg akan terjadi setelah mereka merubah ini?
    Dan seneng banget ya jongsuk mainnya ma sahabat sendiri^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jong-suk sangat beruntung mbak.. karena disayang banget sama writer-nim nyaa ☺☺☺

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤