SINOPSIS REUNITED WORLDS Episode 9

11:37

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

image

Ternyata ahjussi memang ayahnya Min-joon. Mereka mengobrol di sebuah Kafe, karena Min-joon ingin memberi kabar mengenai pemakaman pamannya. Tetapi reaksi sang ayah, terkesan begitu dingin.

01_1
01_2

TUAN CHA : “Setelah sekian lama tak ada kabar, sekarang kau menghubungiku hanya untuk memberitahukan hal tidak penting seperti ini..”

MIN-JOON : “Kau tidak pernah berubah sedikit-pun.. Paman menjadi supir-mu, lebih dari 20 tahun lamanya. Bagaimana bisa kau menyebut pemakamannya sebagai hal yang tidak penting..!”

TUAN CHA : “Berbicaralah dengan sopan kepada ayahmu!” bentaknya

MIN-JOON : “Jika anda ingin menasihati-ku, maka berikanlah contoh yang benar! Sebelum meninggal, anda mengabaikannya ketika dia ingin berbicara dengan anda..”

TUAN CHA : “Palingan dia menghubungiku hanya untuk meminta uang..”

02_1

Tuan-Cha bangkit dari kursinya, ia berjalan pergi.. tapi sebelumnya, ia menegaskan agar Min-joon tidak lagi menghubunginya, jika itu hanya untuk membahas mengenai pamannya tersebut..

02_2
02_3

Disaat yang bersamaan, kita melihat Hae-sung tegah terkapar dijalanan, mengerang kesakitan.. tetapi, ketika Tuan Cha pergi.. secara perlahan, Hae-sung mulai kembali normal seperti semula.

image

“Hae sung-aa... kamu yakin baik-baik saja?” tanya Jung-won

“Iya.. lihat saja, aku aku benar-benar sehat.. aku tidak merasa sakit sedikitpun..” jawab Hae-sung

“Mengapa terjadi hal seperti tadi secara tiba-tiba?...” gumam Jung-won

04_1
04_2

Tiba didepan tempat tinggalnya, mereka melihat ahjumma pemilik bangunan tengah memarahi tetangga yang belum membayar sewa. Ia bahkan berteriak mengusir mereka dari tempat ini...

image

Terpaksa, mereka harus menginap di tempat lain.. dan satu-satunya tempat yang bisa mereka datangi adalah Restoran tempat Jung-won bekerja. Mereka harus mengendap-endap karena tak memiliki izin untuk memasuki tempat tersebut...

05_1
05_2

Hae-sung sangat menyukai tempat ini.. karena mereka berada di restoran, otomatis membuatnya merasa kelaparan. Jung-won mengajaknya ke dapur kemudian membuatkan pasta untuknya..

Disaat itu, untuk pertama kali-nya Jung-won bisa menyruuh orang lain untuk membantunya, karena biasanya ialah yang disuruh-suruh. Sementara ia memasak, Hae-sung ditugaskan mencuci dan mengupas bahan makanan lainnya.

06_1
06_2

Sebelum itu, Jung-won memasangkan apron dibadan Haesung.. dan secara tak sengaja, ia melihat bayangan wajahnya di meja alumunium disampingnya.

“Hae Sung-aa.. bukankah aku ini terlihat tua? Mukaku sudah banyak keriputnya ‘kan..” keluh Jung-won

“Kamu sama saja kok.. tidak berubah sedikitpun..” ucap Hae-sung

07_1
07_2

Jung-won tertawa terbahak-bahak, mengatakan bahwa lelucon Hae-sung hampir membuatnya tertipu, “Aku ini sudah tua.. aku yang sekarang, tidak sama dengan aku yang dulu..”

“Enggak kok, kamu masih sama seperti dulu..” guam Hae-sung

image

Sembari memasak, Hae-sung bertanya.. kapan Jung-won menjadi Chef yang sesungguhnya?

Jung-won menjelaskan, bahwa secara mendadak akan ada tes untuk menentukan apakah ia sudah layak untuk naik jabatan atau belum. Biasanya, bentuk tes-nya mengharuskan mereka untuk memasak makan siang untuk seluruh pegawai disini.

“Karena aku hanya asisten dapur, aku bahkan tidak diperbolehkan untuk memegang wajan... kalau ketahuan, aku bisa lansgung dipecat..” keluh jung-won yang tiba-tiba berteriak kaget: “Chef-nim....”

09_1
09_2

Hae-sung langsung membalik badan dan meminta maaf, tetapi Jung-won malah tertawa puas.. Dia hanya bercanda saja, ia melakukannya sebagai bentuk balas-dendamnya kepada Hae-sung.

image

Sebelum menikmati makanannya, mereka mengobrol.. membahas mengenai pilihan Hae-sung yang memutuskan untuk bekerja sebagai seorang Chef. Padahal dulu, Hae-sung mengira bahwa Jung-won akan berkarir di ranah seni, karenai ia sangat suka melukis..

11_1
11_3

HAE-SUNG : “Itu artinya, kamu menjadi seorang Chef karena-ku?”

JUNG-WON : “Aku ingin menggantikanmu untuk mewujudkan impianmu. Semua bermula karenamu, tapi sekarang aku sangat menyukai pekerjaanku ini..”

JUNG-WON : “Kalau begitu, aku ikut senang mendengarnya. Kuharap, kamu akan segera mendapatkan posisi sebagai seorang Chef yang sesungguhnya..”

image

Setelah menghabiskan makanannya, mereka hendak merapikan dapur. Akan tetapi, terdengar suara mobil yang datang.. Jung-won panik, sementara Hae-sung sempat mengira kalau Jung-won hanya bercanda ‘lagi’

13_1
13_2

Tetapi kali ini, bukanlah sekedar lelucon.. karena kita melihat Min-joon yang tengah berjalan memasuki Restoran. Untunglah, mereka berhasil membereskan semuanya tepat waktu.. kemudian, mereka menemukan tempat persembunyian dibawah meja.

14_1
14_3

Min-joon mencium sesuatu, tetapi ia tak mencurigai apapun. Ia mengambil sebotol wine kemudian ia berniat untuk mengirim pesan kepada Jung-won

‘Jika kamu memiliki waktu luang maukan menemaniku minum?’

‘Kamu dimana? Aku merindukanmu..’

Sayangnya.. kedua pesan itu, bahkan tak berani dikirimkan oleh Min-joon. Ia menghapusnya lagi dan melupakannya begitu saja.

image

Tiba-tiba, satu wadah bumbu menggelinding kearahnya.. ia jongkok untuk mengambilnya dan disaat itu Jung-won memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya.

16_1
16_2

Min-joon kaget, “Apa yang kamu lakukan disini?” tanyanya

“Hmmm.. aku sedang latih membuat pasta. Bagaimana dengan anda, mengapa anda berada disini?” tanya Jung-won

“Ahh.. aku ingin meminum wine...” jawab Min-joon yang kemudian mengaja Jung-won untuk duduk dan menemaninya mengobrol

16_3
image

Minum wine, rasanya kurang lengkap jika tidak ada cemilan.. Min-joon pergi kedapur untuk mengambil sesuatu dan disaat itu hae-sung lansgung keluar dari persembunyiannya. Ia teringat cerita Min-joon mengenai Jung-won yang mabuk, hingga membuat Hae-sung seketika melarang Jung-won untuk minum.

18_1
18_2

Ketika Min-joon kembali, wine didalam gelas Jung-won sudah habis (karena diminum Hae-sung). Jung-won mencari alasan, dengan mengatakan bahwa dirinya kehausan..

Melihat setelan Min-joon, membuat Jung-won bertanya: “Anda baru pulang dari pemakaman?”
“Iya.. dia dan aku, kami cukup dekat..” ucap Min-joon yang

“Chef.. aku mengikuti resepmu, tapi kenapa rasa pasta yang kubuat tidak seenak buatanmu?” tanya Jung-won

“Itu karena kamu mengikuti resepku..” jawab Min-joon yang kemudian pergi ke dapur lagi untuk mengambil cemilannya yang sudah matang dari panggangan.

18_3
image
image

Disaat itu, Hae-sung keluar lagi dari persembunyiannya hanya untuk meneguk segelas wine milik Jung-won. Ia kembali bersembunyi ketika Min-joon muncul lagi..

Kali ini, Jung-won beralasan bahwa dirinya sangat haus. Min-joon tak berkomentar apapun, dan hanya mengangguk keheranan.

Lanjut membahas mengenai resep. Min-joon mengatakan bahwasanya resep itu, sekedar angka-angka. Karena untuk menciptakan sebuah masakan yang lezat, perlu ada yang namnya ‘feeling’

Selagi menikmati cemilannya, Min-joon teringat kalau rasanya akan semakin semprna jika diberi sirup. Ia-pun kembali pergi ke dapur untuk mengambilnya.. dan lagi-lagi Hae-sung keluar dari persembunyiannya.

21_1
21_2

Kali ini, Hae-sung mengajak Jung-won untuk pulang saja. Akan tetapi, tidak sopan rasanya ketika mereka pergi tanpa menghabisakan wine-nya. Maka dari itu, Hae-sung langsung mengalirkan seluruh isi wine dari botol kedalam gelas untuk kemudian meneguknya hingga habis..

22_1
22_2

Ketika kembali, Min-joon melihat sebotol wine yang sudah kosong: “Kamu menghabiskan semuanya?”

“Hmm.. iya.. karena wine-nya sangat nikmat..” jawab Jung-won

“Kamu bisa mabuk berat, kalau menghabiskan semuanya sekaligus..” ucap Min-joon

23_1

Tiba-tiba, terdengar suara Hae-sung yang mendesah. Min-joon bertanya-tanya suara itu.. tetapi Jung-won berpura-pura tidak tahu apapun.

23_2

Secara tiba-tiba Hae-sung telah berdiri dibelakang Jung-won dan itu membuat Min-joon benar-benar terkejut. Jung-won yang panik, segera memberikan alasan, ia mengatakan bahwa Hae-sung akan mengambil tes masuk perguruan tinggi makanya ia tinggal bersama dengannya. Tetapi ada sedikit insiden dirumahnya, sehingga mereka harus mencari tempat lain untuk menginap..

24_1
24_2

Secara suka-rela, Min-joon membiarkan Has-ung yang sudah dalam kondisi mabuk parah untuk menginap dirumahnya. Sementara itu, Jung-won memilih untuk menginap dirumahnya Jin-joo.

image

Meskipun Min-joon mengatakan tidak apa-apa, tapi tetap saja.. Jung-won merasa khawatir apabila Hae-sung mengatakan hal-hal aneh ketika tak sadarkan diri seperti itu. Ia ingin membawa Hae-sung dengannya, tetapi ia sadar bahwasanya tak ada tempat untuk Hae-sung..

26_1
26_2

Jin-joo mendegar semua cerita Jung-won, lantas ia bertanya apa hubungan sebenarnya diantara Jung-won dan Min-joon? Karena mana-mungkin seorang bos, rela membiarkan sepupu pegawainya menginap di rumahnya secara cuma-cuma: “Dia melakukannya karena dia mencintaimu..”

“Cinta apaan..” tukas Jung-won

image

Sembari menempelkan ketimun di wajah Jung-won, Jin Joo bertanya: “Apakah dulu kamu menyukai Hae-sung?”

“Apa? Suka apanya?” keluh Jung-won

“Iya.. hal itu memang sangatlah tidak mungkin. Karena kalian hanya sebatas teman dekat saja. Aku bahkan tidak pernah mendengar kalian berciuman..” ungkap Jin-joo

“Ciuman apanya...” keluh Jung-won

Lagipula Jin-joo tak mempedulikan masa-lalu, karena selama ini Jung-won telah melewati masa-masa sulit. Sekarang, Jung-won telah bertemu dengan seorang pria yang sangat sempurna.. jadi sangat disesali, jika Jung-won melepasnya begitu saja. 

28_1
28_2
28_3

Jin-joo pergi keluar untuk mengambil selimut yang dijemurnya. Ia sengaja membiarkan pintunya terbuka, suapaya ia mudah untuk masuk kembali ketika membawa selimut yang cukup besar.

Sesaat setelah Jin-joo pergi, datanglah Ho-bang. Ia kesini untuk meminta maaf, karena jujur.. ia tak bisa melupakan apa yang ia lihat sebelumnya. Ia-pun mengira Jung-won sebagai Jin-joo dan mengatakan seluruh isi perasaannya..

29_1

Awalnya, Jung-won hanya terdiam.. tapi lama-kelamaan, dia geli sendiri dengan semua ceria itu.

“Ho bang-aaa, kurasa aku tak sanggup mendengarnya lagi..” ucap Jung-won yang seketika membuat Hoba-ng terkejut dan langusng menjatuhkan semangka ditangannya.

29_2
29_3

Di waktu yang bersamaan, Jin-joo masuk. Ia begitu marah, karena sebelumnya ia sudah wanti-wanti, meminta Hbang untuk tidak membahasa hal ini lagi. Teapi sekarang, malah ada orang lain yang mengetahuinya.

Ia-pun mengusir Hobang dan berteriak: “Pergilah sebelum aku membunuhmu!”

image
31_1
31_2

Dipagi hari, Min-joon sengaja memasakkan sup penghilang mabuk untuk Hae-sung. Dan Hae-sung sendiri baru keluar dari kamar mandi, ia berjalan melewati meja dimana tersimpat sebuah toples berisi pita berwarna biru-muda yang sama persis dengan yang dibelinya dimalam sebelum ia mengalami kecelakaan.

“Ahh.. kenapa ini sangat mirip..” gumamnya

32_1

Soo-ji telah tumbuh dewasa, secara penampilan.. usianya sekarang sama dengan Hae-sung. Ia terlihat sangat tidak sabar untuk menunggu kedatangan kakaknya.

32_2
32_3

Sesuai dugaannya, Hae-sung sama-sekali tak mengenalinya. Jadi, ketika Hae-sung berjalan melewatinya, ia mencoba untuk mengerjainya dengan mencium pipinya tanpa izin terlebih dahulu.

Hae-sung sangat terkejut, ia bertanya “Kenapa?” dan Soo-ji hanya menjawab, “Karena kamu sangat tampan..”

“Wahh.. tempat ini sangat menakutkan..” gumam Hae-sung

33_1
33_2

Hae-sung memerhatikan Young-in yang tengah bekerja di toko pakaian. Mereka saling pandang dan Young-in memberi kode supaya Hae-sung menunggunya di lantai atas..

34_1
34_2

Tak lama menunggu, Young-in akhirnya datang bersama dengan Soo-ji. Butuh waktu beberapa saat, hingga Hae-sung menyadari bahwasanya perempuan yang menciumnya barusan adalah Soo-ji.

“Kalian sangat jahil..” kelunya

Soo-ji hanya tertawa kemudian mencium pipi Hae-sung ‘lagi’, “Aku sangattt merindukanmu..” ucapnya

34_3

Datanglah Tae-hoon.. Hae-sung sangat berterimakasih karena Tae-hoon telah banyak membantu keluarganya. Ia membayarkan biaya rumah sakit Young-in dan juga berbicara dengan manajernya.

“Aku berjanji untuk membalas semua itu..” ucap Hae-sung

“Tidak perlu.. bahkan jika kalian membuatuhkan bantuan apapun, kalian bisa menghubungiku kapan saja..” ungkap Tae-hoon

Hae-sung merasa lega karena telah menemui seluruh adiknya. Meskipun masih belum lengkap, karena Young-jun tak ingin bertemu dengannya. Young-in bahkan mengatakan kalau mereka tak perlu menganggap Young-jun sebagai keluarganya lagi.

36_1

Tiba-tiba, ponsel Tae-hoon berdering... ia-pun pamit pergi, karena ibunya ingin bertemu dengannya.

Didalam ruangan kantor, ada ibu dan ayahnya (ayahnya Min-joon juga, jadi mereka itu saudara tiri). Ayah memberi kode supaya Tae-hoon bersedia menuruti permintaan ibunya..

36_2
36_3

Ibu membawanya bertemu dengan temannya, yang ternyata merupakan ibunya Seo-won (pacarnya Young-jun). Sangat jelas, bahwa mereka ingin menjodohkan Tae-hoon dengan Seo-won.

38_3
38_4

Sengaja, ibunya Seo-won meminta Young-jun untuk masuk ke ruangannya. Sehingga, ia bisa melihat apa yang tengah tejadi disana.. ia bahkan memperkenalkan Young-jun kepada Tae-hoon dan ibunya. Tetapi bukan sebagai calon menantunya, melainkan sebagai Dokter spesialis jantung di rumah sakitnya.

38_1
38_2

Tae-hoon mengenali Young-jun, ia bahkan berniat untuk menyapanya duluan. Tetapi, Young-jun bergegas memperkenalkan diri dan bertingkah seakan-akan tidak mengenalinya.

39_1

Ketika berjalan meninggalkan ruangan itu, Young-jun melihat Hae-sung yang tengah menunggunya.

39_2
39_3

YOUNG-JUN : “Kau datang kesini hanya untuk bertanya, apa yang kulakukan malam itu?”

HAE-SUNG : “Young jun-aa.. aku tak datang kesini, bukan untuk memberishkan namaku yang telah dicap sebagai seorang pembunuh. Aku tak peduli siapa pembunuhnya, karena yang aku inginkan adalah kamu berkum-laggi bersama saudar-saudaramu. Kurasa, kalian memiliki kesalah-fahaman terhadap satu sama lain..”

YOUNG-JUN : “Aku tak membunuh Yang Kyung-chul. Jadi pergilah dari tempat ini. aku tak ingin melihatmu lagi..”

HAE-SUNG : “kubilang, bukan itu alasanku datang menemuimu. Aku tak penasaran siapa pembunuh, tetapi aku penasaran kenapa kau mengabaikan saudara-saudaramu seperti ini!”

YOUNG-JUN : “Kenapa kau bertingkah seperti ini? Lagipula kau itu bukanlah kakak kandungku!”

Mendengar ucapkan young-jun, seketika membuat Hae-sung kesal dan seccara spontan langsung menampar pipi adiknya itu dengan sangat keras.

40_1
40_2

Ho-bang menceritakan perkembangan investigasinya tekasit insiden pembunuhan Yang Kyung-chul ia meyakini bahwa Hae-sung bukanlah pelakunya.. dan ia bertekadd untuk masuk divisi krimanl hanya untuk memecahkan kasus ini.

40_3

Disaat yang bersamaan datanglah Jin-joo.. Ia menyangsikan perkataan Ho-bang dan bertanya, apakah ia benar-benar serius akan hal tersebut. Ho-bang menjawab ‘ya’, dan itu membuat Jin-joo yang awalnya ingin menyiraminya dengan sekeresek sampah, mengurungkan niatannya tersebut...

40_4

Ketika berjalan meninggalkan kafe, Jin-joo menggeuman.. menyebut Ho-bang terlihat keren hari ini..

41_1
41_2

Ahjussi misterius.. hanya bisa terdiam sedih, melihat kondisi anaknya yang tengah sekarat dan memerlukan operasa segera mungkin. Dokter yang menanganinya, yaitu Young-jun.. megenaskan, bahawa ia tak bisa melakukan operasai tersebut, tanpa ada persetujuan dari keluarga atau walinya. Operasi ini terlalu beresiko, dan tanpa izin resmi.. jika ada sesuatu yang terjadi, ia bisa dituntut atas tindakan mal-praktek.

42_1

Ia menceritakan kesedihannya ini kepada Hae-sung.. asanya sangat menyedihkan ketika ia merupakan ayah kandungnya, tetapi ia tak bisa menceritakan hal ini kepada siapapun..

42_2
42_3

Chef utama menunjukkan CV calon chef baru di restoran mereka. Min-joon aga ragu, ia iberharap supaya jung-won yang mengisi posisi tersebut. Tetapi, ereka membutuhkan seorang Chef yang profesional.. bukannya chef yang masih perlu dilatih dalam berbagai aspek.

43_1
43_2

Jung-won berjalan melewati Min-joon dengan membawa sekantong kresek sampah. Min-joon kemudian mengingatkannya untuk tidak membawa lagi, orang asing kedalam dapur seperti malam tadi..

Kemudian, Min-joon mepertanyakan (menyindir?), mau sampai kapan Jung-won bertugas mempuang sampah sisa-makanan seperti itu?


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤