SINOPSIS REUNITED WORLDS Episode 14

17:36

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

image

“Diamlah.. nanti mereka mendengarmu. Aku telah berbohong, kepada mereka aku bilang bahwa aku masih bekerja..”ungkap Jung-won dengan suara pelan

01_1

Mereka duduk berkumpul di teras balkon depan kamarnya Jung-won. Untunglah, kamar sebelah kosong karena penghuninya telah diusir oleh ahjumma pemilik bangunan. Jadi kegaduhan yang mereka timbulkan, tak akan menganggu siapapun.

Ho-bang terlihat emosioal.. ia menunjukkan sikap ketus kepada yang lainnya. Karena nyatanya, ia hanya ingin ‘kencan’ di Sungai Han berduaan dengan Jin-joo. Tetapi yang terjadi.. teman-teman yang lainnya malah setuju untuk berkumpul, “Bukankah seharusnya kalian itu sibuk..” keluhnya

01_2

Jin-joo masuk kedalam rumah Jung-won untuk mengambil kimchi di kulkas. Disaat itu, Jung-won dan Hae-sung segera menunduk, bersembunyi dibalik monitor televisi.


“Apa yang harus kita lakukan...” tanya Hae-sung

Jung-won sendiri kebingungan, apalagi Jin-joo keluar tanpa emeatikan lampunya lagi. Hae-sung memberi usul supaya mereka jujur saja dan menemui yang lainnya.

“Sudah terlambat untuk melakukannya...” keluh Jung-won

01_4

Diluar mereka bersenang-senang, Jin-joo sempat mengkhawatirkan Jung-won yang masih belum pulang juga. Tetapi dia tahunya bahwa Jung-won masih bekerja, jadi ia tak terlalu memikirkannya dan larut dalam tawa canda permainan dengan yang lainnya.

Hae-sung ikut tertawa ketika mendengar candaan mereka dari luar. Jung-won mempersilahkannya untuk keluar saja, jika Hae-sunng ingin bergabung bersama yang lain. Akan tetapi, Hae-sung menolak melakukannya..

01_5

Sudah cukup lama mereka jongkok, dan itu membuat kaki Hae-sung kesemutan. Ia-pun berdiri sejenak.. tetapi Jin-joo masuk lagi kedalam rumah dan itu membuatnya terpaksa untuk bersembunyi lagi.

Ketika akan keluar lagi, Jin-joo sempat merasakan sesuatu yang janggal. Ia melihat kesekelilignya, tetapi tak melihat apapun yang membuatnya memutuskan untuk berjalan pergi begitu saja...

01_6

Posisi Jung-won dan Hae-sung dangatt berdekatan.. dan itu membuat Jung-won, sekilas teringat akan mimpinya malam tadi. Secara spontan Jung-won memejamkan matanya dan memonyongkan bibirnya.. tetapi Hae-sung malah menatapnya aneh dan menyuruhnya untuk berdiri sekarang, karena kakinya sangat pegal..

01_7
02_1

“Ah.. iya..iya..” jawab Jung-won dengan suara yang agak keras, hingga membuat Hae-sung memebeka mulutnya dan memintanya untuk berbicara pelan.

“Duhhh.. kenapa aku menutup mataku segala?” gumam Jung-won

“Jung won-aa...” bisik Haee-sung

“Apa?” jawab Jung-won kaget

“Kenapa kamu seperti orang yang terkejut?” tanya Hae-sung

“A..aku takut ketahuan mereka...” jawab Jung-won

02_3

Karena tak lagi mendengar suara teman-temannya, mereka mengira kalau yang lain telah pulang. Tapi nyatanya, mereka tengah bermain tanpa-suara..

Merasa kepanasan, Jung-won mengajak Haesung untuk mencari angin diluar. Tapi betapa terkejutnya mereka ketika melihat yang lainnya masih berada disana..

02_4
02_5

Panik, Jung-won dan Hae-sung malah masuk lagi kedalam rumahnya, “Duh... kita ketahuan..”

Akhirnya, mereka-pun keluar lagi dan berusaha bertingkah biasa saja. Tapi tean-temannya tak bisa menganggap itu sebagai hal yang biasa-biasa saja. Mereka bertanya hal ini dan itu kepada Jung-won. Akan tetapi, Jung-won mengambil jurus cepat dengan mengatakan kepalanya pusing, kemudian segera pamit masuk lagi kedalam rumahnya.

“Dia tak berbohong.. kepalanya memang sedang pusing..” bela Hae-sung

02_7
02_8

Jung-won sempat membuka pintu rumahnya lagi, tetapi hanya untuk memberikan sepatu Hae-sung. Selanjutnya ia langsung menutup pintunya lagi, “Aku tak akan mati karena malu..” keluhnya

03_2
03_3

Kejadian barusan membuat Hae-sung menjadi target candaan teman-temannya. Mereka terus menggodanya karena hal itu---

03_4
03_5

Esok harinya... kita melihat Soo-ji keluar rumahnya sembari berteriak: “Kau fikir aku tak punya harga diri, ‘hah?! Aku sangat kesal!”

Tiba-tiba muncullah Hae-sung yang menghampirinya dan bertanya, mengapa iSoo-ji merasa kesal? Apak karena berseteru dengan Young-in?

Soo-ji menceritakan sikap ketus Young-in ketika ia mengajaknya untuk makan bersama dengan Hae-chul. Ia menganggap kakak perempuannya itu sangat keras kepala, dan tidak mau melupakan perseteruan mereka di masal lalu.

Hae-sung senang melihat sikap dewasa Soo-ji, ia-pun mengajaknya untuk masuk lagi kedalam karena dirinya sendiri yang akan berbicara dengan Young-in.

03_6

Young-in bersekiras menolak untuk bertemu denga Hae-chul. Siapnya itu membuat Hae-sung menduga bahwa pernah terjadi hal buruk diantara mereka. Haes-ung bertanya, ada apa?

Akhirnya, Young-in menceritakan kejadian ketika dirinya berusia 20 tahun dan Hae-cul masih berusia 19 tahun. Kala itu, ia bekerja keras untuk membiayai hidupnya di Seoul, tetapi Hae-chul malah mencuri kalung pemberian ibu kandungnya yang bahkan dirinya sendiri tak pernah berniat untuk menjualnya.

03_7
03_8
04_1

Mendengar cerita itu, membuat Soo-ji berubah fikiran.. awalnya ia bersedia bertemu dengan Hae-chul, tapi sekarang ia tak sudi melakukannya. Selama ini, hanya Young-in yang telah merawatnya dengan penuh perhatian, sementara Hae-chul dan Young-jun... mereka pergi tanpa memperdulikan kehidupannya sama-sekali.

Hae-sung juga merasa simpati terhadap Young-in. Tapi sebagai kakak, ia tak bisa membiarkan adik-nya bersiteru seperti ini. Ia-pun memastikan Young-in bahwa dirinya akan membuat Hae-chul minta maaf...

“Apalah gumananya sebuah kata maaf..” keluh Soo-ji

04_2
04_3

Hae-sung menemui Hae-chul dan ia langsung memarahinya atas tindakannya yang telah mencuri kalung milik Young-in yang merupakan permberian ibu kandungnya. Hae-chul mengakui hal tersebut dan itulah yang membuatnya tak mau bertemu dengan Young-in.

04_4

Hae-sung menyuruhnya meminta maaf, tetapi Hae-chul menolak.. ia malah menyebut seorang maling sepertinya memang memiliki kehidupan yang seperti ini. Ia tak akan minta maaf dan tak mau bertemu dengan Young-in...

04_5

Hae-sung bersama Young-in dan Soo-ji makan disebuah restoran yang sukup mewah. Awalnya Soo-ji membuat reservasi untuk 5 orang, tapi nyatanya hanya mereka bertiga yang bisa datag kesini..

04_6
04_7
04_8

Tapi tak lama kemudian datanglah Hae-chul.. Young-in terlihat kesal, dan ia mempertanyakan apa maksudnya Hae-sung memanggil Hae-chul untuk datang kesini. Hae-sung memintanya untuk tenang terlebih dahulu, dan mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi dari sudut pandang Hae-chul...

05_1

Pertama-tama.. Hae-chul meminta maaf. Tetapi, Young-in dan Soo-ji, keduannya tak sudi mendengar permintaan maaf itu dan hendak pergi keluar. Tetapi Hae-sung menahannya dan memintanya untuk mendengarkan cerita dari Hae-chul hingga selesai terlebih dahulu..

05_2

Hae-chul mengeluarkan buku tabungan dari tasnya.. setiap hari selama 3 tahun ebelakang, ia terus menabung, meskipun hanya 1, 2 atau 3 dolar saja. Ia melakukan itu karena terbebani rasa bersalahnya kepada Young-in. Dan ia berharap, suatu hari bisa memberikan seluruh tabungannya itu kepada Young-in..

Hal ini membuat Young-in tersentuh.. akan tetapi,, ia masih tak bisa memahami tindakan Hae-chul yang mencuri kalung yang sangat berharga untuknya, “Apa alasannya?”

05_3

Ahkirnya, Hae-chul jujur mengungkapkan bahwa dirinya sangat membutuhkan uang. Karena saat itu, anaknya baru lahir.. seentara ibu dari anaknya itu pergi menghilang entah kemana. Ia tak memiliki uang sepeser-pun, tetapi ia harus membayar biaya persalinan, membeli susu formula dan membeli kebutuhan bayi yang lainnya..

05_4

Hae-sung berjalan keluar untuk memanggil Gong-joo yang kemudian datang dengan membawa kue ulang-tahun untuk Young-in. Dengan suaranya yang imut, ia mengucapkan selamat ulangtahun untuk bibinya, “Tiup lilinnya.. bibi..”

05_5
05_6
05_7

Hari ini ulang tahunnya Young-in, tapi tak ada yang menyadarinya. Young-in sendiri begitu terharu, matanya bahkan berkaca-kaca.. Ia meniup lilinnya dengan penuh rasa syukur. Kehadian Gong-joo berhasil meluluhkan hati Soo-ji dan juga Young-in...

06_2

Ketika tengah bekerja, tiba-tiba Tae-hoon menghampiri Young-in. Disaat itu, manajernya juga ada disana dan itu membuat Tae-hoon tak bisa megobrol santai dengan Young-in.

06_3
06_4

Berdalih memberikan bekas koran yang tergeletak di depan toko, tapi nyatanya.. ia menyelipkan kado berupa kalung cantik untuk Young-in. Ia memberikannya sebagai hadiah ulang tahun untuknya..

06_6
06_7

Young-in tersenyum bahagia.. tetapi karena ada pelanggan yang datang, ia segera manruh kotak kalung tersebut di laci meja kasir..

06_8
07_1

Ketika datang ke restorannya Min-joon melihat ayah dan keluarga barunya hendak makan disana. Ternyata, hari ini merupakan hari jadi pernikahan mereka.. Min-joon tak menghampiri mereka, ia hanya memerhatikannya dari dalam mobil.

07_2

Tae-hoon memperkenalkan Jung-won kepada ayah dan ibunya. Kemudian kepada Jung-won, ia bertanya, dimanakah chef pemilik restoran ini?

07_3
07_4

Tanpa mengetahui bahwa Min-joon merupakan kakak tirinya, Tae-hoon menemuinya dan berterimakasih secara lansgung karena telah memberikannya satu tempat kosong untuk keluarganya. Padahal, sangat sulit untuk melakukan reservasi di restoran ini.

Sejujurnya, Min-joon sendiri baru mengetahui.. bahwa Tae-hoon yang ia ketahui sebagai temannya Jung-won, ternyata adalah adik tirinya. Min-joon tak mengatakan apapun.. ia bersikap biasa saja, seolah-olah tak mengetahui segalanya.

07_5

Tetapi ketika turun dari ruangannya, Min-joon berpapasan dengan ayahnya. Ternyata, ayahnya sendiri baru mengetahui bahawa ini restoran milik Min-joon. Ia-pun mengajaknya berbicara berluar dan dengan seenaknya, meminta Min-joon untuk bersikap seolah-olah tidak mengenalnya dihadapan Tae-hoon.

07_6
07_7

Jung-won yang tengah berada di gudang makanan, tak sengaja ia menguping pembicaraan mereka. Disana Min-joon mengiyakan permintaan ayahnya, lagipula dirinya tak peduli terhadap keluarga baru ayahnya...

08_1

Di dapur, Min-joon terus melamun.. datanglah chef utama yang memintanya untuk mengantar makanan istimewa mereka untuk tamu VIP (keluarga Tae-hoon). Jung-won yang peka, langsung menawarkan diri untuk mengantar makanan itu.

08_2

Tetapi chef utama melarangnya, karena seharusnya chef yang membuatnya yang mengantarkan makanan tersebut. Tetapi Min-joon membiarkan Jung-won untuk melakukannya.. dengan senang hati Jung-won membawa baki makanan itu, sementara chef utama hanya bisa garuk-garuk kepala, ia tak memahami sikap aneh Min-joon.

08_3
08_4

Ketika melihat kebersamaan keluarga Tae-hoon, membuat Jung-won teringat kisah hidup Min-joon yang menyedihkan.  Tetapi ia berusaha bersikap normal, dan memberikan makanan itu sembari menunjukkan senyuman tulus di wajahnya..

08_6

Jam kerjanya telah selesai.. tetapi sebelum pulang, Jung-won menemui Min-joon dan mengajaknya minum bersama. Jung-won meminta maaf, karena tadi siang ia tak sengaja menguping pembicaraan in-joon dengan ayahnya..

08_7

“Haruskah, aku berpura-pura tidak mengetahui apapun?”

Min-joon sejenak terdiam.. kemudian ia mengatakan bahwa ini merupakan hal yang baik. Karena Jung-won adalah satu-satunya orang yang mengetahui cerita ini, maka dirinya bisa mengumpat ayahnya dihadapan Jung-won.

08_8
09_1

“Ketika aku ingin mengumpatnya, maukah kau mendengarkan curhatanku?” pinta Min-joon

“Bahkan, aku juga akan mengumpatnya jika anda menginginkannya..” jawab Jung-won

“Terimakasih..” ucap Min-joon yang kemudian meminta Jung-won untuk tidak memberitahu Tae-hoon mengenai hal ini.

Jung-won memahami hal tersebut, ia mengetahui batasannya tersendiri dan itu membuat Min-joon merasa berterimakasih kepadanya, sehingga ia ingin memberikannya hadiah..

09_2

Min-joon membawanya ke tempat mesin boneka. Ia menyombongkan diri, menyebut dirinya sangat ahli dalam menggunakan mesin itu.. ia-pun menyuruh Jung-won menunjuk boneka yang paling disukainya karena ia akan mengambilkan boneka tersebut.

09_4

Tapi nyatanya, Min-joon sangat payah.. berkali-kali mencobanya, tetapi ia tak berhasil mendapatkan satu boneka-pun. Akhirnya, ia menyerah dan mengajak Jungwon pulasng saja. Tapi sebelum itu, Jung-won meminta koin dan mengatakan kalau ia akan mencobanya sendiri..

“Tak usah.. mesin disini rusak..” ujar Min-joon

09_6

Tetapi Jung-won bersikeras melakukannya dan hanya dengan sekali coba, dia langsung berhasil mendapatkan boneka yang diinginkannya. Ia-pun memberikan boneka itu untuk Min-joon, dan mengatakan bahwa Min-joon bisa menganggap boneka tersebut sebagai jimat pelindungnya.

09_7
10_2

Di halte.. Min-joon berterimakasih kepada Jung-won yang telah menghiburnya hari ini. Ia mengakui, bahwa berbagi kisahnya dengan orang lain berhasil membuat perasaannya lebih lega sekarang..

10_3
10_4

Karena bus-nya tiba, Jung-won pamit pulang. Tak lupa, ia-pun melambaikan tangannya pada Min-joon..

10_5

Di bus yang lain, terlihat Tuan Ahn yang tengah mengobrol dengan Hae-sung. Ia bertanya, apakah gadis yang dicintai Hae-sung mencintainya juga?

“Sepertinya dia tidak mencintaiku.. lagipula, kurasa tidak seharusnya aku mencintainya..” keluh Hae-sung

“Apakah kau beranggapan seperti itu, karena menyadari bahwasanya kau akan pergi lagi suatu saat nanti? Dan itu akan melukai perasaannya?” tanya Tuan Ahn yang seketika membuat Hae-sung mengangggukkan kepalanya perlahan.

“Jangan memikirkan apa yang akan terjadi esok hari.. dan jangan terlalu mengkhawatirkan orang lain..” ungkap Tuan Ahn

“Tapi itu bukan hal yang mudah..” keluh Hae-sung

10_6

Tuan Ahn tak tega melihat wajah sedih Hae-sung, ia-pun segera mengalihkan pembicaraan dengan mengobrolkan makanan... ia berbicara tentang ini dan itu sementara Hae-sung hanya terdiam menatap keluar kaca..

10_7
10_8

Beberapa saat kemudian, Hae-sung menoleh kesamping.. tetapi Tuan Ahn sudah tak ada disana. Hanya tertinggal dua lembar kertas kecil di kursinya..

11_1

Mata Hae-sung berkaca-kaca, setelah turun dari bis ia hanya terdiam lesu.. hingga tak lama kemudian, bis yang dittumpangi Jung-won tiba. Jung-won turun dan berlari mengahmpiri Hae-sung..

11_3

“Hae sung-aa...” panggilnya dengan ceria

“Jung won-aa...” jawab Hae-sung sembari menitikan air matanya

11_4

============
::: NOTES :::

Ahjussi udah pulang ke asalnya? T_T

Kesian Hae-sung pasti dia sedih banget, dan secara otomatis kejadian ini bikin dia sadar kalau suatu saat dia juga bakalan pergi. Aku sendiri, kurang setuju sama perkataannya Tuan Ahn yang bilang, enggak perlu mengkhawatirkan hari esok..

Karena buatku.. Hae-sung enggak bisa mementingkan kebahagiaannya sendiri, ketika dia sadar kalau suatu saat nanti dia bisa menghilang secara tiba-tiba. Aku fikir, jalan yang terbaik adalah Jung-won menjalin hubungan dengan Min-joon...

Biarlah, Hae-sung jadi cinta di masa mudanya Jung-won ajaa.. mereka makhluk yang berbeda, jadi mesti sadar kalau mereka enggak bisa bersama T_T

Ngomongin tentang cinta, kayaknya si Tae-hoon itu suka sama Young-in deh? Beberapa kali dia kelihatan perhatian banget dan hari ini, dia bahkan kasih kado. Tapi masalahnya, hubungan mereka pasti enggak akan direstui sama mamahnya Tae-hoon..

::: TO BE CONTINUED :::

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤