SINOPSIS REUNITED WORLDS Episode 13

09:57

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

image

“Mungkin tak akan ada lagi yang namanya ‘lain waktu’..” gumam Hae-sung sembari berlari sekuat tenaga menuju Sungai Han, dimana festival kembang api diadakan.

01_2

Begitu banyak pengunjung yang telah duduk bersama dengan orang terdekatnya, terdengar suara riuh tawa dan dan canda mereka. Tetapi, Hae-sung hanya sendirian.. ia melihat kesekelilingnya untuk mencari Jung-won.

01_3

Satu demi satu, kembang api mulai menyala menghiasi langit malam yang gelap gulita, semua orang tetawa takjub. Tetapi Hae-sung terlihat sedih karena dia tidak menemukan Jung-won disana..

Mata Hae-sung berkaca-kaca, ketika ia melihat interaksi para pengunjung yang sangat bergembira karena puas dengan pertunjukkan kembang api yang sangat indah. Beberapa diantara mereka, mengajak keluarganya untuk datang kesini lagi tahun depan. Tetapi, Hae-sung menyadari kalau ia tak bisa mengatakan hal itu kepada Jung-won. Ia-pun berjalan pergi, dengan langkah yang sangat lesu...

02_3
02_4

Jung-won masih setia menunggu Min-joon, yang tak lama kemudian akhirnya terbangun. Insiden ini terjadi secara mendadak dan itu membuatnya sangat terkejut. Min-joon berterimakasih dan meminta-maaf kepada Jung-won, terlebih lagi ia teringat bahwa Jung-won telah memiliki agenda lain malam ini, tetapi ia terpaksa harus menemaninya disini..

MIN-JOON : “Pergilah.. aku baik-baik saja ‘kok”

JUNG-WON : “Mana mungkin aku meniggalkan anda dalam kondisi seperti ini..”

MIN-JOON : “Aku baik-baik saja.. lagipula aku bisa memanggil orang lain untuk menemaniku.”

JUNG-WON : “Tetap saja, aku merasa tidak enak..”

MIN-JOON : “Pergilah, dan jangan membuatku semakin merasa bersalah..”

02_6

Tibalah Soon-ji beserta seorang chef yang datang mengunjungi Min-joon. Kedatangan mereka, setidaknya bisa meyakinkan Jung-won untuk pergi meninggalkan Min-joon dengan tenang tanpa rasa khawatir.

02_7
02_8

Jung-won bergegas pergi ke Sungai Han.. disana masih banyak orang, teapi ia berkeliling mencari Hae-sung. Syukurlah.. karena Hae-sung maish berada disana. Ia-pun menyambut Jung-won dengan senyuman hangatnya.

“Apakah sesuatu terjadi padamu?” tanya Hae-sung

Jung-won menceritakan semuanya, dan itu justru membuat Hae-sung mengkhawatirkan kondisi Min-joon. Tetapi mengetahuinya telah siuman dan baik-baik saja, setidaknya membuat Hae-sung merasa lega.

03_1
03_2

Jung-won meminta maaf karena tak bisa datang tepat waktu, padahal sejujurnya ia sangat ingin melihat kembang api. Tapi yang terjadi barusan, semuanya terjadi secara mendadak...

HAE-SUNG : “Sudahlah tak apa, lagipula tak ada yang bisa menyalahkan keadaan..”

JUNG-WON : “Apakah kembang apinya sangat indah?”

HAE-SUNG : “Tentu saja..”

JUNG-WON : “Ahhhh.. aku sangat ingin melihatnya...”

03_3
03_4

Sementara Jung-won menatap langit, Hae-sung menunjukkan wajah kecewa dan itu membuat Jung-won semakin merasa bersalah, “Aku minta maaf.. aku benar-benar minta maaf..”

Hae-sung bersikeras mengatakan kalau dirinya sama-sekali tidak marah, tetapi Jung-won tetap merasa bersalah, “Pokoknya apapun yang terjadi, tahun depan kita harus menonton festival ini bersama-sama. Kita bisa mengajak yang lainnya, supaya lebih rame..” ajaknya

Hae-sung tak berkomentar apapun, ia hanya tersenyum.. tersenyum dengan penuh harapan dan ketulusan..

03_5
03_6

Jung-won teringat bahwasanya ia telah membuatkan makanan untuk Hae-sung, ia-pun meminta Hae-sung untuk menggelar tikar sementara dirinya pergi dulu ke suatu tempat.

Ketika kembali, ia telah membawa dua batang kembang-api kecil di tangannya. Ia berputar-putar dan menari gaya kepiting dihadapan Hae-sung.. sama persis dengan yang dilakukannya ketika membuat Hae-sung tertawa di foto kelulusannya. Dan terbukti, tarian itu berhasil membuat Hae-sung tertawa lepas..

03_7
03_8

Hae-sung mengantar Jung-won hingga halte bis, kemudian ia terus memperhatikannya hingga Jung-won benar-benar masuk kedalam rumah. Ia terus melambaikan tangan dan tersenyum kearahnya..

04_1
04_2
..................................

04_4

Jung-won dan Hae-sung duduk berdampingan sembari menonton televisi.. secara spontan tangan Jung-won menyuapi popcorn ke ulut Hae-sung dan itu membuat Hae-sung terkejut. Ketika Jung-won menyuapinya lagi, Hae-sung hanya terdiam..

04_5
04_6

Jung-won melihatnya, kemudian ia hendak menyuapkan popcorn itu ke mulutnya sendiri. Tetapi Hae-sung ingin memakannya dan itu membuat wajah mereka berdekatan. Beberapa saat mereka terdiam... kemudian Jung-won menutup matanya. Hae-sung melihatnya dan ia hendak menciumnya, wajah mereka semakin mendekat..

Tapi ternyata.. semua itu hanyalah ada dalam mimpinya Jung-won---
.............................

04_8
05_1

Tebangun dari tidurnya, Jung-won tersenyum sembari memegangi bibirnya.. tetapi beberapa saat kemudian, ia menutupi badannya dengan selimut dan menggerutu menyebut dirinya sendiri sudah gila..

“Itu terjadi dalam mimpiku saja.. Jadi, tak akan ada orang lain yang mengetahuinya. ‘kan?!” ucapnya panik

05_2

Hae-sung mendatangi Rumah sakit Taesan. Ia meyakini, bahwa orang yang berkaitan dengan kematiannya pernah berada ditempat ini, dan ia harus mencaritahu identitas orang tersebut.

Ia berjalan disekitar gedung pemeriksaan kesehatan, tetapi dadanya tidak terasa sakit yang berarti orang itu sudah tak ada di tempat tersebut.

05_3

Selanjutnya, Hae-sung mendatangi Pusat Perbelanjaan. Ia berjalan kesana-kemari, tetapi ia masih saja tidak merasakan sakit di dadanya.

05_4
05_5

Ketika berjalan keluar, kebetulan Tuan Cha baru saja memasuki mobilnya. Dan disaat itulah, Hae-sung mulai merasakan lagi sakit di dadanya. Ia memerhatikan setiap orang disekitarnya dan di pihak lain, Tuan Cha juga melihatnya.

Bola matanya membesar, seakan-akan ia terkejut ketika melihat Hae-sung: “Apa benar yang baru saja kulihat ini?” gumamnya

05_6

Hae-sung mengejar seorang pria parubaya yang berjalan melewatinya, bersamaan dengan itu mobil Tuan Cha pergi meninggal tempat ini dan secara totomatis rasa sakit di dadanya perlahan menghilang kembali.

“Siapa sebenarnya orang itu.. kenapa dia pergi..” keluh Hae-sung

05_7

Ditengah perjalanannya, Tuan Cha menerima telpon dari nomor tak dikenal yang ketika diangkat olehnya ternyata dari bibinya Min-joon. Ia menceritakan perihal kedatangan petugas polisi ketika acara pemakaan suaminya..

05_8

Mereka-pun bertemu secara langsung, dan bibi mengungkapkan bahwa petugas polisi itu bertanya mengenai insiden tabrakan didepan sekolah 12 tahun yang lalu.

Tanpa bertanya lebih rinci, Tuan Cha malah berkata: “Apa kau butuh uang? Datang saja ke pusat perbelanjaan minggu depan..”

06_1
06_2

Bibi menegaskan, bahwa dirinya tak membutuhkan uang. Ia butuh informasi: Mengapa 12 tahun yang lalu, suaminya bersedia menerima tawaran tidak masuk akal dari Tuan Cha? Ia meyakini bahwa suaminya tidaklah gila harta, dan pasti ada alasan lainnya yang tidak ia ketahui..

06_3

Tuan Cha tak mau memberikan jawaban apapun. Sebelum pergi ia justru, memperingatkan bibi untuk menjaga sikap dan perkataannya!

06_4
06_5

Bibi menjenguk Min-joon di rumah sakit. Sembari melihat foto Min-joon ketika Wamil ditemani pamannya, Bibi menceritakan rencananya untuk pindah ke Australia. Disana ia akan tinggal dengan adiknya..

06_6
06_7

Bibi merasa khawatir untuk meninggalkan Min-joon, karena sedari kecil ia telah mengetahui kehidupan Min-joon yang meneydihkan. Min-joon ditinggal mati ibunya di usia 10 tahun, dan setelah itu ayahnya langsung menikah dan memilih tinggal bersama dengan keluarga barunya, dan mengabaikan Min-joon begitu saja..

06_8
07_1

Ketika Jung-won bekerja, H ae-sung memperbaiki keran air di rumahnya. Setelah beres, ia meninggalkan pesan yang ia tempelkan di pintu kulkas. Sejenak ia tersenyum ketika melihat foo Jung-won yang tengah mengenakan apron di dapur..

07_2
07_3

Ketika berjalan keluar, Hae-sung dikejutkan oleh kehadiran Tuan Ahn yang telah berdiri menyambutnya dengan senyuman.

“Apakah ini rumah pacarmu yang menonton kembang api denganmu kemarin?” godanya

07_4

Tiba-tiba, muncullah ahjumma pemilik bangunan. Ia melihat Hae-sung dan lansgung mengomelinya, menyuruhnya untuk segera memyar uang sewa. Hae-sung meminta maaf dan memastikan untuk segera membayarany, tetapi ahjumma itu memaksa masuk kedalam kamar Jung-won untuk mengeluarkan barang-barangnya.

07_5
07_6

Tetapi tak sengaja, ahjumma itu terpleset. Untunglah, Tuan Ahn berhasil menahan badannya hingga tidak terjatuh..

“Kau ini ayahnya?”

“Bukan.. aku ini kerabatnya..”

“Hmm.. kamu sangat kuat..”

07_7

Berkat kejadian itu, ahjumma berbaik hati dengan memutuskan untuk menagih uang sewa di lain waktu. Ia-pun pergi meninggalkan mereka, sementara itu Tuan Ahn sempat berniat untuk membantu Hae-sung dengan memberikan uangnya, tetapi Hae-sung langsung menolaknya..

07_8

Melihat uang yang dimiliki oleh Tuan Ahn, membuat Hae-sung merasa penasaran, bagaimana caranya ia juga bisa mendapatkan uang banyak? Ia merasa frustasi, karena ia tak bisa mencari uang untuk membantu keluarga dan teman-temannya yang hidup kesusahan.

08_1
08_2

Tuan Ahn hanya tersenyum, kemudian ia menceritakan kisah hidupnya... ia terlahir dimasa penjajahan Jepang, kala itu ia bekerja sebagai pencari ginseng liar. Suatu hati, ia menemukan ginseng berusia tua dengan ukuran cukup besar. Tanpa memberitahu keluarganya, ia pergi Ke Seoul untuk mencari orang yang ingin membeli ginseng tersebut.

Tapi naas, perahu yang ia tumpangi terbalik di tengah-tngah Sungai Han dan saat itulah ia meninggal dunia...

08_3
08_4

Ia sempat menyesal, karena dirinya tak sempat memberitahukan penemuannya itu kepada keluaragnya. Tetapi ketika ia dihidupkan kembali.. ungtunglah ginseng itu masih berada ditempatnya.

Ia menjual ginseng itu dan menghasilkan uang dalam jumlah besar yang mamu memenuhi kebutuhan hidupnya serta membayar biaya perawatan anaknya di rumah-sakit.

Dan karena sebentar lagi dirinya akan pergi.. ia-pun berniat memberikan sisa uangnya untuk Hae-sung.

“Tidak... jangan.. aku tidak bisa menerima uang anda begitu saja..” ucap Hae-sung

“Tapi, tak akan ada yang menggunakan uang itu setelah aku pergi..” ujar Tuan Ahn

08_5

Berikutnya, kita melihat Tuan Ahn yang mengambil sedikit uangnya dari dalam loker di stasius kereta..

08_6

Di dapur, Soon-ji memberitahu Jung-won bahwasanya ada 2 orang pria ‘menakutkan’ yang ingin bertemu dengannya. mereka meminta Jung-won untuk tidak kabur lewat jendela dan menemui mereka lewat pintu depan saja.

08_7

Awalnya Jung-won ingin kabur.. tapi apada akhirnya Jung-won memutuskan untuk menemui mereka. Ia merasa dirinya telah membayar tagihan bulan ini, jadi ia tak mengerti mengapa mereka mendatanginya?

Ternyata.. mereka kesini bukan untuk menagih utang, melainkan untuk memberi kabar bahwasanya utang Jung-won telah lunas. Mereka memberikan secarik kertas perjanjiaan, yang bisa Jung-won robek karena utangnya telah lunas..

08_8
09_1

Dengan bahagia Jung-won merobeknya, kemudian ia bertereiak kegirangan mengatakan bahwa akhirnya ia terbebas dari belitan utang-piutang. Ia ingin memberitahu kabar baik ini kepada Hae-sung, tapi ia mengurungkan niatnya karena ingat bahwa Hae-sung tidak bisa menerima telpon..

09_2

Ternyata... hutang Jung-won telah dilunasi oleh Tuahn Ahn. Kedua ahjussi gengster itu, menunjukkan bukti robekan kertas perjanjian utang Jung-won, dan mereka juga memastikan bahwa nama Jung-won telah dihapus dari buku tagihan mereka.

09_3
09_4

Hae-sung sangat berterimakasih kepadanya, tetapi Tuan Ahn mengatakan bahwa ini merupakan bentuk balas-budinya atas tindakan Hae-sung yang telah banyak membantunya. Dan perlu kita ketahui, bahwa Jung-won berhutang untuk membiayai perawatan neneknya Hae-sung selama berada di Rumah sakit.


Dimalam hari, Hae-sung dan Jung-won berjalan berdampingan melewati sebuah pancuran yang indah. Jung-won dengan semangat menceritakan perihal dirinya yang telah terbebas dari urusan utang-piutang. Ia merasa sangat bahagia, rasanya beban berat yang menindihnya telah diangkat dan membuatnya berasa begitu lega..

Hae-sung menunjukkan respon bahagia, ia tak meberitahunya bahwa utang itu telah dibayar lunas olehnya. Ia bertingkah, seolah-olah dirinya tak mengetahui apapun dan hanya mendengarnya cerita dari Jung-won dengan penuh perhatian..


Ketika berjalan, tak sengaja kaki Jung-won tersandung dan ia terjatuh. Hae-sung bergegas menghampirinya, ia bertanya apakah Jung-won baik-baik saja?


Beberapa saat, Jung-won terdiam tak menjawabnya dan itu mmebuat Hae-sung khawtir. Tapi ternyata, Jung-won terdiam karena ia tengah tersenyum bahagia setelah menemukan uang 50 sen yang bermakna keberuntungan untuknya, “Hae sung-aa.. setelah kamu datang, hidupku dipenuhi keberuntungan..” ucapnya


Mereka pergi ke bioskop, Jung-won menunjuk poster film Horror yang sangat ingin ia tonton. Hae-sung setuju untuk menonton film tersebut, dan jung-won hendak membeli popcorn. Tapi tiba-tiba, ada telpon masuk dari Jin-joo..

 

Malam ini, teman-temannya akan berkumpul di dekat sungai Han. Bahkan sekarang, Jin-joo dan Ho-bang tengah membeli makanan untuk mereka. Ia mengajak Jung-won dan Hae-sung untuk datang, tetapi Jung-won berbohong.. ia tak mengatkan bahwa dirinya tengah bersama dengan Hae-sung dan ia mengatakan kalau dirinya tak bisa ikut berkumpul dengan mereka.

09_5
09_6

Jin-joo tak bisa memaksa Jung-won untuk ikut, ia-pun menutup telponnya dan hal konyol menimpanya. Sedari tadi, ia memasukkan barang belanjaannya ke robda belanja milik orang lain. Ia-pun segera meminta maaf dan berjalan pergi mencari roda belanjanya yang tengah dibawa oleh Ho-bang.

09_7
09_8

Jung-won dan Hae-sung juga mengalami hal yang mengecewakan. Film yang ingin mereka tonton, mengharuskan mereka menunjukkan kartu identitasnya. Tetapi Hae-sung tak memilikinya dan pada akhirnya Jung-won mengajaknya untuk menonton film di rumahnya saja.

10_1
10_2

Jin-joo memergoki Ho-bang yang tengah menggerutu sendiri, mengeluhkan Moon-shik dan Tae-hoon yang memastikan diri untuk datang di acara kumpulan mereka. Padahal sebenarnya, ia hanya ingin berduaan dengan Jin-joo...

10_3
10_4

Dirumahnya, Jung-won mengajak Hae-sung menonton film horror, ia bahkan sengaja mematikan lampu supaya suasananya seperti di bioskop sungguhan. Tetapi Jung-won sendiri malah menutup matanya karena ketakutan, dan Hae-sung malah asyik sendiri melihat ekspresi Jung-won yang ketakutan.

10_5
10_6

Tiba-tiba, terdengar suara teman-temannya datang kerumah Jung-won. Hae-sung ingin memanggil mereka, tetapi Jung-won malah membekap mulutnya...

10_7


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤