SINOPSIS REUNITED WORLDS Episode 12

19:11

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

image

“Yang dia (Hae-chul) tahu hanyalah berkelahi saja! Dia tak pernah tumbuh dewasa!” tegas Hae-sung

“Cukup! Kamu telah melakukan hal yang salah! Adik-adikmu, sudah tak sama seperti yang kamu kenal ketika mereka masih kecil. Jadi jangan berfikir kalau kamu mengetahui segala hal tentang mereka!” tukas Jung-won yang kemudian berjalan pergi

02_1

Di pusat perbelanjaan tempatnya bekerja, Young-in bersusah payah mendorong sebuah kardus besar dengan tangannya sendiri. Tae-hoon melihatnya, dan ia langsung menghampinya.

“Kenapa kamu tak menggunakan troli?” tanyanya

“Hmmm... troli-nya sedang dipakai oleh pegawai yang lain..” jawab Young-in

“Rekan kerjamu yang lain, memangnya mereka pada kemana? Kenapa tak ada yang membantumu?” tanya Tae-hoon

“Ahh.. ini memang tugas ku..” jawab Young-in

Secara sukarela, Tae-hoon membantu Young-in untuk mendorong kardus tersebut. ia kemudian mengajak Young-in untuk makan siang dengannya, karena siang ini salah-satu rapatnya dibatalkan. Karena merasa segan, Young-in tak bisa menolak dan ia lansgung mengangguk setuju.

02_2

Kedekatan diantara Young-in dan Tae-hoon, memancing rasa penasaran pegawai yang lainnya. Mereka bertanya ada hubungan apa diantara mereka?

“Dia adalah teman kakakku..” jawab Young-in

03_1

Jung-won menemui Ho-bang di sebuah kafe. Sedari-tadi, Ho-bang terus mengiriminya pesan, ia mengatakan bahwa Jin-joo dalam ‘bahaya’. Tadi malam ia melihat Jin-jo melakukan kencan buta, kemudian sepanjang malam Jin-joo tidak pulang ke rumah. Padahal Ho-bang telah berdiri menunggunya semalaman..

03_2
03_3

“Ohhhh, jadi kau hanya ingin tahu kemana dia semalam? Kalau begitu.. biar aku bertanya langsung padanya..” ujar Jung-won

“Jangan.. kumohon jangan tanyakan apapun kepadanya...” pinta Ho-bang

“Kalau begitu, kamu saja yang menanyakannya sendiri..” usul Jung-won

“Aku sangat bertanya secara lansgung kepadanya.. tetapi aku takut.. aku sangat takut, kalau ternyata sepanjang malam dia bersama dengan pria itu..” ungkap Ho-bang

“Oalah.. begitu ternyata. Yasudah, jika dia sudah pulang, aku akan bertanya kepadanya secara langsung..” ucap Jung-won

04_1

Ternyata.. selain memanggil Jung-won, Ho-bang juga memanggil Hae-sung untuk datang kesini. Disaat itu, Hae-ssung telah tiba di depan kafe.. Tetapi ia melihat Jung-won disana, ia-pun memilih untuk duduk diluar-saja. Karena meskipun duduk disana, indera pendengaran ‘super’-nya bisa membuat ia mendengar seluruh percakapan diantara Ho-bang dan Jung-won.

04_2

Kepada Jung-won, Ho-bang menceritakan bahwa Hae-sung meminta bantuannya untuk menyelesaikan permasalahan antara Hae-chul dengan pemiliki kedai sop iga. Ia telah meminta maaf dan juga membayar ganti rugi, sehingga Hae-chul tidak jadi dituntut..

Karena pada saat insiden, Jung-won tengah berada di TKP, Ho-bang bertanya kepadanya.. Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa Hae-chul membuat keributan di tempat itu?

Jung-won menceritakanan semuanya, ia-pun menjelaskan bahwa Hae-chul dan dirinya sama-sekali tidak bisa memberitahukan hal ini kepada Hae-sung, karena Hae-sung pasti akan merasa sedih setelah mendengarnya.

“12 tahun yang lalu, Hae-sung dituduh sebagai seorang pembunuh dan itu menyebabkan adik-adiknya harus hidup menderita.. pasti itu membuatnya sangat merasa bersalah..”

04_3

Hae-sung mendengar semua itu.. ia kecewa pada dirinya sendiri, atas apa yang telah dikatakannya kepada Hae-chul. Tiba-tiba, datanglah Jin-joo.. ia langsung pergi kesini dari Mokpo. Semalam, ia tidak pulang karena menginap di rumah ibunya.

04_4

Sebenarnya, tak ada yang memintanya untuk datang ke tempat ini. Ho-bang salah kirim pesan untuk Jung-won, malah ke ponselnya. Isi pesan tersebut, mengatakan kalau Jin-joo dalam bahaya.. makanya ia penasaran, ingin mengetahui bahaya apa yang dimaksud Ho-bang.

Hae-sung hanya tersenyum.. kemudian, ia mengatakan kalau dirinya akan menceritakan semuanya kepada Jin-joo, tapi ditempat lain saja..

05_1
05_2

Hae-sung mendatangi tempat cuci mobil, dimana Hae-chul bekerja paruh-waktu. Meskipun Hae-chul masih terlihat kesal kepadanya, Hae-sung tak menyerah.. ia mengucapkan terimakasih karena Hae-chul terus mempercaiyainya dan juga maaf  atas perkataannya tadi..

Belum sempat mengatakan apapun, Hae-chul harus segera kembali bekerja karena sudah banyak pekerjaan yang menunggunya..

image

Selain kepada Hae-chul, Hae-sung juga meminta maaaf kepada Jung-won, “Kau benar.. mereka bukan anak-kecil lagi.. terimakasih karena kamu sudah memberitahuku tentang hal itu..”

“Hae-chul bersifat sangat dewasa.. semua orang telah berubah. Tetapi, ada satu orang yang tidak pernah berubah.. dan itu adalah kamu, Jung won-aa. ” ungkap Hae-sung

“Apaan sih.. Aku sudah banyak berubah..” ujar Jung-won

07_1
07_2

Hae-sung menunjukkan brosur Festival Kembang Api di Sungai Han, dan ia mengajak Jung-won untuk pergi kesana bersama dengannya. festivwal ini hanya berlangsung sekali dalam setahun, jadi mereka harus pergi kesana.

“Aku sempat mengira, kalau kita tak akan pernah bisa mengunjungi festival ini bersama-sama.. aku bersyukur karena akhirnya, kita bisa pergi kesana..”  ungkap Jung-won

image

Hae-sung bertanya, mengapa Jung-won berbohong kepada Jin-joo dengan mengatakan tidak menyukai kembang api? Padahal dulu.. Jung-won menyebutkan bahwa kembang-api merupakan hal yang paling disukai olehnya di dunia ini.

JUNG-WON : “Kamu masih mengingat hal itu..”

HAE-SUNG : “Tentu saja.. karena bagiku, saat-saat itu serasa baru terjadi kemarin. Makanya, setiap memori kebersamaan kita, masih teringat jelas di dalam fikiranku..”

JUNG-WON : “Kuharap cuacanya bagus..”

09_1
09_2

Seorang pria yang bernama Jang Sang-hyun, memasuki restoran milik Min-joon bersama dengan seorang investor di bidang kuliner. Ia ingin bertemu dengan Min-joon secara langsung.. tetapi, hampir seluruh pekerja di dapur telihat sangat tidak menyukai kedatangannya.

image

“Bukankah dia tidak tahu malu? Bagaimana bisa dia datang kembali kesini?”

“Kalau aku jadi Tuan Cha, pasti aku akan menghajarnya..”

“Ahh.. tapi sayang sekali, karena Tuan Cha bukanlah tipe orang yang tega memukul orang lain..”

Soon-ji tak memahami situasi ini, ia-pun bertanya mengapa Jang Sang-hyun sangat dibenci oleh mereka?

Ternyata.. Sang-hyun penah bekerja disini cukup lama. Tetapi, ia mencuri beberapa resep Min-joon kemudian mendirikan restorannya sendiri. Dan sekarang, dia menjadi pengusaha kuliner yang sangat sukses.

image

Ternyata, Sang-hyun ingin mengadakan projek kersama dengan Min-joon. Akan tetapi, Min-joon sama sekali tak tertarik akan hal itu. Merkipun berulang-kali dibujuk, jawabannya tetap ‘tidak’

12_1

Sang-hyun keluar sebentar untuk merokok.. bersamaan dengan itu, Jung-won berjalan keluar untuk membuang sampah. Disana ia berpapasan dengan Sang-hyun dan memberitahukannya bahwa di lingkungan sini, dilarang untuk merokok.

12_2
12_3

Tetapi, Sang-hyun malah menyindir balik Jung-won yang menurutnya sudah terlalu lama menjadi seorang asisten dapur. Karena wajah yang cantik dan proprsi tubuh yang bagus, Sang-yun menawari Jung-won untuk bekerja menjadi waitress di restorannya.

“Aku akan membayar gajimu dua kali lipat. Kujami, kamu pasti menjadi ‘pemandangan’ indah untuk para pelanggan pria. Gunakanlah penampilanmu untuk mencari uang, jika kamu tidak bisa memasak..” paparnya

image

Ketika kembali ke meja makannya, disana masih belum tersaji makanan untuk mereka. Tak lama kemudian, Jung-won datang dengan membawa satu baskom sisa bahan makanan, “Ini makananmu!” ucap Jung-won sembari menumpahkan baskom tersebut tepat di kepala Sang-hyun

14_1
14_2

Kejadian ini, memicu perdebatan panas. Sang-hyun mengancam untuk menuntut Jung-won, dan Jung-won juga mengancam untuk menuntutnya atas tuduhan pelecehan. Semua pegawa memerhatikan mereka.. kali ini, untuk pertama kalinya kita melihat Min-joon marah.

15_1
15_2

Ia berjalan menghampiri Sang-hyun, “Kamu bilang kamu akan menuntut dia?” tanyanya

“Kurasa aku tidak akan menuntutnya, apabila kau mau berbisnis denganku..” jawab Sang-hyun

“Tidak perlu.. aku bahkan mempersilahkanmu untuk menuntutku juga!” tegas Min-joon yang kemudian menonjok wajah Sang-hyun dengan sangat keras

16_1
16_2

Beberapa saat kemudian, kita melihat Min-joon yang tengah mengompres tangannya kedalam semangkuk es batu. Tiba-tiba, Jung-won datang dan ia-pun segera menyembukikan mangkuk es batu tersebut.

Jung-won hendak memberikan daftar belanjaan dan sekaligus ingin meminta maaf, karena lagi-lagi ia membuat masalah.

17_1
17_2

“Tak apa.. aku memukulnya, memang arena aku sangat marah kepadanya..” ungkap Min-joon

“Terimakasih, karena anda selalu ada untuk membantuku. Sebelumnya, ketika aku berdebat dengan ibuku, dan hari ini anda membantuku lagi..”ucap Jung-won

“Kalau begitu, bisakan kamu membantuku hari ini?” tanya Min-joon

18_1
18_2

Mereka pergi ke perpustakaan, Min-joon meminta bantuan Jung-won untuk mencarikan buku-buku yang akan digunakannya sebagai referensi untuk memperbaharui beberapa resep makanan

19_1

Disana.. ada sebuah buku yang tersimpan di rak paling atas. Jung-won kesulitan mengambilnya.. dan di waktu yang tepat, Min-joon muncul dan membantunya..

19_2

Jung-won baru pertama kalinya mendatangi perpustakaan yang sangat lengkap dan dipenuhi pengunjung seperti ini. Min-joon tersenyum, kemudian mengatakan kalau keramaian ini terkadang ‘menganggunya’

“Seringkali, banyak yang meninggalkan minuman dan pesan di mejaku..” ucapnya yang berhasil membuat Jung-won tertawa ‘nyinyir’

“Kamu tak mempercaiyanya? Aku serius loh..” ujarnya

20_1
20_2

Ketika sampai di mejanya, sudah ada sekaleng kopi disamping bukunya. Min-joon memberi kode kepada Jung-won guna membuktikan perkataannya barusan. Ia-pun meminum kopi tersebut, dan mengucap terimakasih kepada seorang perempuan yang duduk dihadapannya.

Tetapi, peremuan itu malah melihatnya dengan heran, “Itu kopiku..” ucapnya

21_1
21_2
21_3

Insiden yang sangat memalukan.. pada akhirnya, Min-joon mengganti kopi tersebut dengan yang baru. Dan Jung-won.. ia meminta maaf kepada Min-joon, karena tak sanggup untuk menahan tawa dihadapannya...

“Kukira kopi itu untukku..” keluh Min-joon

“Bagaimana bisa kamu berpikiran seperti itu.. ckckckck....” ucap Jung-won

22_1
22_2

Malam ini, festival kembang apinya berlangsung pukup 9. Jung-won menelpon Hae-sung dan mengajaknya bertemu pukul setengah sembilan. Min-joon mendengar percakapan mereka, ia-pun memuji kedekatan Jung-won dengan Hae-sung

“Ahh iya.. karena kami tumbuh bersama-sama..” ucap Jung-won

23_1
23_2

Di dapur, Jung-won sibuk membuat sandwich untuk ‘piknik’-nya malam nanti. Dan Min-joon melihat kegiatannya itu dari balik rak.. ia tak menghampirinya dan memilih untuk pergi lagi begitu saja.

24_1

Jung-won menemui Min-joon, ia meminta izin untuk pulang lebih cepat, mungkin sekitar jam 8 malam. Min-joon langsung memberikannya izin, karena di jam itu biasanya sudah tak ada lagi pesanan.

24_2

Hae-sung sangat bersemangat untuk pergi menonton kembang api dengan Jung-won. Ia bahkan meminta Young-in untuk membawakan pemutar musik miliknya dulu..

25_1

Ketika hendak berjalan keluar.. tiba-tiba dada Hae-sung terasa sakit. Ia teringat perkataan Tuan Ahn, yang menyebutkan bahwa itu pertanda ia sedang berada di dekat orang yang berkaitan dengan kematiannya.

Hae-sung melihat orang-orang disekitarnya.. tetapi lama-kelamaan sakitnya mulai reda, beriringan dengan kepergian Tuan Cha yang baru saja keluar dari lift.

25_2

Tuan Cha datang ke pusat perbelanjaan untuk menjemput istrinya, yang akan mengantarnya check-up ke rumah sakit. Tae-hoon dipaksa untuk ikut, karena ibunya sangat terobsesi untuk menjodohkan dia dengan Seo-won.

Tetapi Tae-hoon menolak, dan untunglah karena ayahnya tidak memiliki pemikiran yang sama dengan ibunya.. hingga ia membiarkan Tae-hoon untuk tidak ikut dengannya.

26_1
26_2

Tuan Ahn menemui Hae-sung, dengan raut wajah yang sangat sedih ia memberi kabar bahwa anaknya telah meninggal...

27_1
27_2
27_3

Di dapur, seluruh pegawai tengah sibuk memenuhi pesanan pelanggan.. dan secara mendadak, Chef-utama memberitahukan bahwa besok mereka akan membuat hidangan untuk relawan di panti-asuhan. Sehingga malam ini, mereka harus pulang lebih malam.. Ia menegaskan, tak ada satupun dari mereka yang boleh pulang duluan sebelum menyelesaikan tugasnya.

“Tapi chef.. bukankah acara itu lusa?” tanya Jung-won

“Iya.. tapi secara mendadak jadwalnya dimajukan..”

28_1
28_2

Hae-sung menemani Tuan Ahn, menuju Rumah Sakit guna melihat anaknya untuk yang terakhir kali. Berduka dan kehilangan, merupakan kejadian paling menyedihkan dalam kehidupan seseorang.. sangatlah wajar jika ada tangisan kesedihan pada momen seperti itu.

29_1
29_2

TUAN AHN : “Terimakasih Hae-sung..”

HAE-SUNG : “Anda pasti sangat merasa kecewa..”

TUAN AHN : “Sepertinya aku akan segera kembali ke asalku. Tubuhku mulai terasa lemah..”

HAE-SUNG :  “Apa maksud anda?”

TUAN AHN : “Kita harus kembali ke asal kita. Aku datang musim panas yang lalu.. Telah cukup lama aku menghabiskan waktuku disini. Tak ada yang mengetahui kapan waktunya untuk kembali.. ada yang hanya tinggal selama 1 bulan dan ada juga yang tinggal disini hingga 6 bulan lamanya..”
HAE-SUNG : “Ada yang cuma 1 bulan saja?”

TUAN AHN : “Iya.. maka dari itu, kamu tidak boleh menyia-nyiakan waktumu. Lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan, karena bisa jadi tak akan ada yang namanya ‘lain waktu’ untuk makhluk seperti kita”

HAE-SUNG : “Bukankah sebelum datang kesini, kamu hendak pergi ke suatu tempat?”

TUAN AHN : “Aku ingin menonton pertunjukan kembang api dengan peremuan yang aku sukai. Dulu, kami tak bisa pergi kesana karena aku mengalami kecelakaan..”


HAE-SUNG : “Kubilang tak akan ada lain waktu.. jadi cepat pergilah..”

30_1
30_2

Hae-sung merasa ragu untuk meninggalkan Tuan Ahn yang tengah terpuruk dalam kondisinya yang berduka. Akan tetapi, Tuan Ahn bersikeras menyuruhnya pergi, hingga akhirnya Hae-sung pamit..

31_1

Jam menunjukkan pukul 8 lebih.. pekerjaan di dapur masih sangat banyak, teapi Jung-won memberanikan diri untuk meminta izin pulang lebih awal. Chef-utama menolak permintaan itu, ia malah memarahinya dan menceritakan, ketika dirinya masih menjadi asistan dapur.. ia tak pernah berani untuk meminta izin pulang lebih awal seperti itu.

31_2

Tetapi Min-joon berkata lain.. dengan mudahnya, ia memberikan izin kepada Jung-won dan itu menuar reaksi ‘negatif’ dari pegawai yang lainnya.

“Kalau dia pergi, siapa yang akan menyiapkan bahan-bahannya?!” keluh Chef utama

“Biarlah kita berdua saja..” ujar Min-joon

“Bukankah anda akan pergi keluar?” tanyanya

“Hanya 10 menit ‘kok.. setelah itu, aku akan segera kembali lagi kesini..” jawab Min-joon

Sebelum pergi, Jung-won pamit.. ia-pun meminta maaf dan berjanji kalau besok, dirinya akan datang lebih pagi untuk membuang sampah dan membersihkan dapur...

32_1
32_2

Tuan Cha, tiba di rumah sakit.. lagi-lagi, ia hampir berpapasan dengan Hae-sung dan hal itu membuat Hae-sung kembali merasakan sakit di dadanya. Kali ini, Hae-sung tak mau menghidnar begitu saja. Ia terus mengejar ‘sumber’ dari rasa-sakitnya, hingga ia berhenti tepat di depan ruangan check-up.

image

Dia tak langsung masuk.. kelihatannya dia tengah ragu, Ia bertekad untuk mencari tahu siapa orang yang menyebabkan rasa sakit di dadanya itu, tapi dilain pihak.. ia menyadari kalau sebentar lagi festival kembang api akan berlangsung.

Hae-sung teringat kembali pesan dari Tuan Ahn, yang pada akhirnya membuat dia mengambil keputusan untuk segera pergi dari rumah sakit menuju Sungai Han untuk bertemu dengan Jung-won.

34_1
34_2

Di saat yang sama, Jung-won baru keluar meninggalkan retoran. Akan tetapi, ia melihat seorang nenek pemulung, yang kesusahan mengejar gerobaknya yang melaju tak terhentikan.

image

Untunglah, Min-joon muncul dan berhasil menahan gerobak tersebut. Ia membantu memungut kembali kerdur-kerdus yang berjatuhan, akan tetapi dari arah berlawanan datang sebuah mobil yang melaju dengan sangat kecang dan langsung menabrak Min-joon hingga tubuhnya terkapar di jalalan..

36_1
36_2

Jung-won menelpon bantuan dan membawanya ke rumah-sakit yang terdekat. Disana, Min-joon tak sadarkan diri.. suster memintanya untuk menelpon keluarga Min-joon. Tapi karena tak memiliki kontaknya, Jung-won lah yang menandatangi surat persetujuan sebagai wali dari Min-joon.

37_1

Waktu terus berjalan.. waktu telah menunjukkan pukul 9 kurang 10 menit. Jung-won galau.. dia harus pergi menemui Hae-sung, tetai ia tak bisa meninggalkan Min-joon begitu saja.

37_2
38_1

Sementara itu, Hae-sung berlari sekuat tenaga untuk bisa sampai di Sungai Han tepat waktu. Bahkan, ia sempat mengirim pesan suara kepada Jung-won, ia memintanya untuk menunggu karena mereka harus bisa menonton festival ini bersama-sama.

Sesampainya disana, Hae-sung lansgung menuju tempat pertujunjukkan.. ia melihat kesekelilingnya tai disana tak ada Jung-won. Beberapa saat kemudian, kembang-api mulai menyala satu demi satu, menghiasi langit malam di atas Sungan Han..

38_2

Hae-sung akhirnya berhasil melihat kembang api yang tidak sempat ia lihat 12 tahun yang lalu.. Tetapi sedihnya, ia hanya SENDIRIAN...

38_3

===========
::: NOTES :::

FIX banget berarti yaaa, Tun Cha berkaitan dengan kematian Hae-sung. Bisa jadi, dialah orang yang menabrak Hae-sung tetapi membuat sopirnya berkorban untuk menggantikannya di penjara..

Nah sopirnya itu kebetulan sangat dekat dengan Min-joon, bahkan Min-joon sampai menyebutnya paman. Anehnya.. kenapa pita biru punyanya Hae-sung bisa disimpan di rumahnya Min-joon?
Kalau Min-joon perempuan sih, rada masuk akal kalau pita itu dikasih buat dia. Tapi karena dia laki-laki, jadi rada misteri juga nih... KENAPA yaaa????

*kalau* Tuan Cha itu orang yang nabrak Hae-sung, apakah berarti dia juga orang yang membuah Kyung-chul? Rada enggak masuk akal sih.. karena sejauh ini, belum ada motif yang jelas, untuk kita menganggap beliau sebagai pembunuh Kyung-chul. Jadi, kematian Kyung-chul masih menjadi tanya tanya (?)

Dan sekaliii lagi, aku berharap supaya akhirnya Jung-won jadian sama Min-joon aja. Dia pria yang superrr baik, pengertian, ganteng, dan kaya pula. Jadi, kurang apasih kakak???

::: TO BE CONTINUED :::

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

4 komentar

  1. Kalo menurut aku mungkin pas mobil yg nabrak hae sung nemu pita itu sblm di kasih ke jung won, nah si sopir itu nyimpan pita itu trus dia kasih ke min joon klo dia sbnernya bkan pelakunya makanya minjoon simpen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin seperti itu (?)

      Aku juga masih bingung nih, alsannya kenapa? Heheheh

      Delete
  2. Ada yang tau judul lagu pas hae sung di festival kmbang api?

    ReplyDelete
    Replies
    1. SE O (Im Seo Young) – Sad Heart (아련한 마음)

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤