SINOPSIS REUNITED WORLDS Episode 11

10:38

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

image

Hae-sung melihat Min-joon, kemudian ia melepas pelukannya. Min-joon turun dan menyapanya. Kepada Hae-sung, ia menyebutkan bahwa Jung-won melewati hari yang agak mengecewakan..

Sebenarnya, ia ingin mendiskusikan masalah pekerjaan dengan Jung-won. Tetai karena Hae-sung telah datang menjemputnya, maka ia pikir mereka bisa membicarakannya di lain waktu saja.

01_2

“Tidak apa-apa, biar aku saja yang ergi. Anda bisa berbicara dengannya...” ucap Hae-sung yang kemudian pamit pergi meninggalkan mereka berdua

02_1

SINOPSIS REUNITED WORLDS EPISODE 11

02_2

Tak lama kemudian, terlihat Jung-won berlari mengejar bis menuju rumahnya.. tetapi sayang sekali karena bis-nya telah melaju. Ia-pun melihat sekelilingnya dan saat itu juga muncullah Hae-sung.

02_3
02_4

“Cepat sekali.. kukira kalian akan berbicara cukup lama..” ujar Hae-sung

“Iyaa... pembiraan kami memang sangat singkat” ungkap Jung-won

03_1

Min-joon duduk sendirian, ia melamun mengingat kembali kejadian barusan. Ia mencoba untuk menyemangati Jung-won. Ia mengatakan bahwa kesempatan untuk dipromosikan masih bisa didapatkanya di lain waktu.

03_2

“Maaf..” ucap Jung-won

“Aku menatakan ini, bukan untuk mendengar permintaan maaf darimu..” ujar Min-joon

Selain menyemangati, Min-joon juga mencoba untuk memberinya motivasi. Ia mengajak Jung-won untuk menemui salah seorang teman chef-nya yang memiliki pengalaman sama seperti Jung-won, yang kini telah menjadi chef yang sangat terkenal kehebatannya.

Tanpa berpikir panjang, Jung-won langsung meminta maaf dan mengatakan bahwa saati ini, dirinya hanya ingin pulang ke rumah saja..

“Daepyo-nim.. maaf karena aku menolak kebaikanmu..” ucap Jung-won

“Baiklah.. kamu harus segera pulang, jika itu memang itu bisa mebuat perasaanmu lebih tenang...” ucap Min-joon

04_1

Jung-won dan Hae-sung duduk berdua disebuah bangku taman. Hae-sung melihat mata Hae-sung yang sembab, karena habis menangis setelah gagal dalam tes promosi jabatannya.

JUNG-WON : “Aku merasa sedih, karena tak bisa memberimu kabar mengenai keberhasilanku.. Tetapi ada satu hal yang kuingat dari perkataanmu kemarin. Kamu bilang, aku harus berhenti menjalani hidupku demi menggantikanmu. Sekarang.. aku bertekad untuk menjalani hidupku sendiri, jadi kumohon kamu-pun begitu.  Berhentilah mengkhawatrikan kehidupan adik-adikmu dan mulailah memikirkan tentang dirimu sendiri..”

HAE-SUNG : “Maksudmu apa?”

JUNG-WON : “Aku mendengar pesan suara darimu.. suaramu terdengar sangat lemah. Pasti ada hubungannya dengan adik-adikmu ‘kan?”

HAE-SUNG : “Young-jun...”

04_2
04_3

Jung-won teringat pertemuannya dengan Young-jun, yang bersikeras memintanya untuk tidak membocorkan hal terkait keluarganya kepada siapapun. Ia sadar betul, bahwa Hae-sung merasa sedih karena hal tersebut..

“Aku berjanji padanya untuk bertingkah seolah-olah kami ini saling tidak mengenal. Aku tahu betul, bahwa youn-jun bukanlah orang yang jahat, sebenarnya dia anak yang sangat baikk. Kamu juga mengetahui hal itu, ‘kan?”

“Iya.. percaya saja, kalau suatu saat nanti, dia sendiri yang akan datang padamu..”

04_4

Jung-won mengusap kepala Hae-sung sembari mengatakan: “Jika nanti kamu ingin menangis lagi, maka menangislah dihadapanku. Itu semua bukanlah kesalahanmu, jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri..”

image

Untuk beberapa saat, mereka terdiam dalam posisi seperti itu. Tetapi, seccara berbarengan, tiba-tiba mereka berdiri dan mengatkan: “Ini sudah terlalu malam, kita harus pulang...”

06_1

Mereka berjalan berdampingan, Jung-won bertanya bagaimana perasaan Hae-sung selama tinggal bersama dengan Moon-shik?

Hae-sung mengakui bahwa dirinya merasa tidak enak, karena Moon-shik tinggal bersama rekan kerjanya yang lain. Ditambah lagi, dirinya sering pulang larut malam, ketika mereka semua telah tertidur.

“Kalau begitu, pulanglah duluan. Tak usah mengantarku..” pinta Jung-won

“Ayo kita berlari..” ajak Hae-sung sembari menggandeng tangannya

06_2
07_1
07_2
08_1

Mereka sampai didepan tempat tinggal Jung-won, tetapi Hae-sung masih belum melepas gandengan tangannya.

“Ahh.. maaf aku lupa. Kenapa yaa, malam ini terasa begitu gerah..” ucapnya kikuk

“Mungkin karena ini musim panas..” ucap Jung-won

08_2
08_3

==============================================================
09_1

Keesokan paginya, Hae-sung menjemput Ho-bang di terminal.. karena secara resmi, Ho-bang telah dipindahtugaskan ke kantor polisi Seoul. Hal ini sangat membahagiakan, karena akhirnya impian Ho-bang untuk menjadi seorang detektif yang sesungguhnya tercapai juga.

09_2
09_3

Mereka makan disebuah kedai makanan cepat saji. Karena baru pindah, Ho-bang mengaku bahwa dirinya belum bisa menemukan tempat tinggal. Maka dari itu, ia hanya akan menyimpan barang-barangnya di kantor polisi terlebih dahulu.

Dan mengenai insiden kecelakaan yang menimpa Hae-sung, sebelum pindah ke Seoul, ia sempat mendatangi rumah tersangka. Akan teapi, ketika sampai disana, ternyata sedang diadakan pemakaman supir tersebut.

Saat itu ada yang janggal.. Ho-bang mendengar istri dari pria tersebut, berteriak mengatakan bahwa suaminya sama-sekali tidak bersalah dalam insiden kecelakaan itu. Tetapi, ketika Ho-bang ingin mengkonfirmasi lebih lanjut.. perempuan tersebut, bersikeras mengatakan bahwa ia tak pernah mengatakan apapun.

10_1

“Jika orang lain yang bersalah, tetapi ia berusaha utuk menutupinya. Maka itu berati, orang tersebut, mungkin juga ada kaitannya dengan kematian Yang Kyung-chul. Jika memang demikian, masih ada kemungkinan bahwa Young-jun bukanlah pembunuhnya..” gumam Hae-sung

10_2

Tiba-tiba, muncullah ahjussi dengan raut wajah yang begitu berseri-seri penuh kebahagiaan. Ia bercerita, bahwa anaknya mengatakan rindu padanya..

“Hae sung-aa.. aku sangat berhutang-budi kepadamu. Terimakasih banyak..” ucapnya

“Sejujurnya, aku memiliki sebuah permintaan..” ucap Hae-sung

10_3

Kemudian, kita melihat Hae-sung berlari mengejar Ahjussi yang terlihat ingin mengabaikannya. Karena ternyata, Hae-sung memohon untuk diajari cara melatih ketamanan 5 panca inderanya.

“Memangnya, akan digunakan untuk apa kekuatanmu itu?” tanyanya

“Aku ingin melakukan segala-sesuatu untuk bisa membantu adik-adikku. Aku masih muda, tetapi aku tak memiliki uang sepeser-un. Au merasa sangat frustasi karenanya..” ungkap Hae-sung

11_1
11_2

Akhirnya, Tuan Ahn (finally, tahu juga namanya) bersedia untuk membantu Hae-sung. Mereka berdiri si sebuah rooftop, dan ia menyuruh Hae-sung untuk melatih ketajaman matanya.

11_3
12_2

Berkali-kali mencoba, Hae-sung tak berhasil melihat apapun dari kejauhan. Teapi, Tuan Ahn terus menyuruhnya mencoba, hingga akhirnya Hae-sung berhasil melihat tulisan di layar ponsel yang berada sangat jauh dibawahnya.

13_1

Selain indera penghilatan, ia-pun berlatih menggunakan ketajaman inderas perasa di lidahnya. Ia mencicipi hidangan jokbal, dan lansgung berhasil menebak seluruh bahan dan bumbunya.

Selain itu, Tuan Ahn juga mengajarinya cara untuk mengetes sensitifitas sentuhan yang dibuktikan dengan sebatang sumpit yang bisa berdiri tegak diatas jarinya. Kali ini, hanya salam sekali coba, Hae-sung berhasil melakukannya.

13_2

Tetapi, ada hal yang membuat Hae-sung merasa penasaran. Ia bertanya, mengapa dirinya tak bisa menggunakan ponsel?

TUAN AHN : “Ahh.. kalau itu, aku juga tak bisa menggunakannya..”

HAE-SUNG : “Ada hal lain yang igin kutanyakan padamu... bebrapa hari yang lalu, aku merasakan sakit yang teramat dalam di dadaku..”

TUAN AHN : “itu berhubungan degan kematianmu. Rasa sakit di dada, muncul ketika dirimu berdekatan dengan seseorang yang ada kaitannya dengan kematianmu..”

14_1
14_2

HAE-SUNG : “Seseorang yang berkatian dengan kematianku? Bagaimana kamu mengetahuinya?”

TUAN AHN : “Aku-pun pernah merasakannya, ketika aku berada di deat Sungai Han...”

HAE-SUNG : “Sungai Han?”

TUAN AHN : “Iya.. karena aku meninggal setelah tenggelam disana. Tetapi, rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya. Seiring berjalan dengan waktu, rasa sakit itu akan berkurang hingga akhirnya tidak akan muncul kembali..”

15_1
15_2

Hae-sung mendatangi rumah sakit. Tetapi kali ini, ia segera berbalik badan, ketika mellihat Young-jung berjalan lewat dihadapannya, “Young jun-aa, aku yakin kalau kamu bukanlah seroang pembunuh..”

15_3

Tiba-tiba, Hae-sung seakan melihat Soo-ji berjalan tak jauh dari tempatnya berada. Ia mencoba untuk mengejarnya, tetapi ia kehilangan jejak. Ia-pun memutuskan untuk menelpon dan menayakan keberadaannya..

16_1
16_2

Ternyata, Soo-ji memang tengah berada di rumah sakit... akan tetapi, ia memilih untuk berbohong dengan mengatakan bahwa dirinya sedang belajar di perpustakaan. Hae-sung sangat mempercainya, ia-pun memberinya semangat dan motivasi untuk belajar dengan giat.

17_1

Soo-ji datang ke rumah sakit, untuk berkonsultasi dengan dokter. Sepertinya, ia mengidap penyakit yang mengharuskannya untuk melakukan transplantasi. Akan tetapi, Soo-ji bersikeras mengatakan bahwa dengan meminum obat-obatan saja, berhasil membuat tubuhnya tetap sehat.

Dokter berpendapat lain, beliau menyebutkan bahwasanya Soo-ji membutuhkan transplantasi organ sesegera mungkin. Dan untuk pertemuan mereka yang berikutnya, beliau memintanya untuk membawa saudaranya, karena mereka harus melakukan tes kecocokan organ sebelum melakukan tranplanstasi..

17_2
17_3

“Tapi Dokter, aku tak masalah jika harus mengkonsumsi obat-obatan sepanjang hidupku..”

“Soo-ji, jika kamu tidak menjalani operasi, maka hidupmu dalam bahaya dan kamu-pun telah mengetahui hal itu. Kamu sudah menceritakan kondisimu ini, kepada kakakmu ‘kan?”

Soo-ji terdiam sejenak, dan dengan gugup ia menjawab: “Tentu saja sudah..”

18_1
18_2

Hae-sung bermain petak-umpet dengan Gong-joo. Hari ini, Hae-chul datang menemuinya dan memberi kabar bahagia, bahwa dirinya telah mendapatkan pekerjaan di sebuah kedai sup iga.

Gong-joo memotong poninya supaya sama cantiknya dengan Jung-won. Hae-sung memujinya cantik, tetapi Gong-joo mengatakan kalau Jung-won masih lebih cantik daripadanya.

“Gong joo-yaa, kamu yang paling cantik. Dia (Jung-won) sangatlah jelek dulu, aku bahkan tak sanggup melihatnya karena dia terlalu jelek. Dia juga hobinya marah-marah..” ungkap Hae-sung

19_1
19_2

Tapi ternyata, sedari tadi.. Jung-won telah berdiri dibelakangnya. Ia merajuk, setelah mendengar perkataan Hae-sung yang secara terang-terangan menyebutnya jelek. Dan hal itu, membuat Hae-sung harus berlari mengejarnya sembari terus-terusan meminta maaf..

20_1
20_2
20_3

Untuk merayakan kepindahan Ho-bang ke Seoul, teman-temannya berkumpul disebuah kedai. Mereka bersenang-senang, bermain games dan tertawa bersama.. kesedihan dan permasalahannya, seakan hilang untuk seketika..

image

Ketika kembali dari toilet, Hae-sung melihat poster acara festival kembang api di Sungai Han yang ke-12.

“Wahhh.. mereka masih terus mengadakan fetival ini..” gumanya

image

Tak lama kemudian, Jin-joo lewat.. ia melihat Hae-sung tengah memegang brosur festivawl tersebut, kemudian memberinya nasihat untuk tidak mengajak Jung-won ke festival itu.

“Sudah berkali-kali aku mengajaknya, dan dia menolak. Dia mengatakan, kalau dia sangat membeci festival kembang api..” ujar Jin-joo

FLASHBACK

image
24_1

Hae-sung asyik bermain basket sendirian, setelah selesai ia mengambil headset-nya dari dalam tas, dan disana ia menemukan sebuah brosur festival kembang api di sungai Han. Kala itu, Jung-won mengatakan kalau dirianya sangat menyukai kembang api, dan ia ingin Hae-sung datang kesana bersama dengannya, “Jangan lupa untuk membawa pemutar musikmu. Kita bisa menonton, sambil mendengarkan musik...”

24_2

Tetapi.. menyedihkan, karena mereka tidak bisa pergi kesana bersa-sama. Tepat 10 hari setelah Hae-sung menerima brosur itu, dia meninggal..

FLASHBACK END

25_1
25_2

Ketika Jung-won berjalan melewatinya Hae-sung tak mengajaknya ke festival kembang api. Ia malah mengajaknya ke tempat kerja baru Hae-shul, untuk memberikan selamat kepadanya.

26_1
26_2

Esok harinya, kita melihat Hae-chul tengah memulai pekerjaan barunya disebuah kedai sup iga. Ia bekerja seperti biasa, hingga datanglah sepupu dari pemilik kedai tersebut. Ia mengenali Hae-chul dan menceritakan kepada pamannya perihal pekerjaan Hae-chul yang terdahulu.

27_1
27_2

Pamannya tak mempermasalahkan hal itu, ia-pun meminta Hae-chul untuk melanjutkan pekerjaannya dengan sepenuh hati. Toh, Hae-chul sendiri sudah minta maaf atas perbuatannya.

28_1

Tetapi, pria itu malah berteriak menyebut Hae-chul sebagai adiknya seorang pembunuh. Kali ini, Hae-chul marah.. ia rela jika orang-orang mengatainya apapun. Tetapi, ia tak bisa terima jika mereka membaw-bawa nama kakaknya.

“Kau akan melakukan apa, kalau ternyata kakakku itu bukan seorang pembunuh! Aku mempercayai kakakku, dia bukanlah seorang pembunuh. Jadi minta maaflah kepadanya!” teriaknya yang kemudian melempat bangku dan mengacak-acak meja disana.

28_2

Disaat yang bersamaan tibalah Jung-won, dan tak lama kemudian datanglah Hae-sung yang langsung berteriak menyuruhnya berhenti membuat onar.

Hae-chul melepas apronnya dan berlari keluar. Dari belakang, Hae-sung dan Jung-wong mengejarnya.

29_1
29_2

Tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, Hae-shung membentak, memarahi Hae-chul, “Mengapa au mengambil pekerjaan itu, jika kau membuat keributan di hari pertamamu bekerja?! Kalau kau tetap bertingkah seperti itu, kembalilah bekerja sebagai gengster! Kenapa kau memulai keributan? Kau tak malu melihat putrimu!”

30_1

Hae-chul tak mau mengatakan apapun.. ia menendang segala hal disekitarnya, kemudian berjalan pergi begitu saja. Jung-won melihat semua yang terjadi di kedai.. ia belum sempat menceritakannya kepada Hae-sung, karena Hae-sung tak bertanya apapun kepadanya.

30_2

“Untuk apa kamu membawa-bawa nama Gong-joo? Bagaimana bisa kamu mengatakan hal seperti itu!?” keluh Jung-won yang kemudian berjalan pergi meninggalkan Hae-sung yang bingung sendiri karena tak mengetahui kesalahannya..


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤