SINOPSIS REUNITED WORLDS Episode 10

17:01

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

image

“Sampai kapan, kerjaanmu hanya untuk buang sampah sisa makanan?”

Pertanyaan itu, membuat Jung-won merenung. Ia tak bisa berkomentar apapun, karena hal itu memang benar adanya---

image

Hae-sung tak tega melihat ahjussi yang menangis dihadapannya karena meratapi kondisi anaknya yang tengah sekarat. Ia-pun menemui Young-jun secar pribadi, dan menjelaskan semuanya.

Young-jun percaya akan keberadaan ‘makhluk’ seperti Hae-sung. Akan tetapi, operasi ini terlalu beresiko. Jika ia mengambil langkah yang salah, maka tindakannya bisa disebut malpraktik.

02_1
02_2
02_3

“Kumohon bantulah ahjussi itu. Jika kamu bersedia melakukan operasinya, aku berjanji untuk tidak menemuimu lagi, dan akan bersikap seolah-olah kita tidak pernah saling kenal.. dan aku juga akan berhenti menyebutmu sebagai adikku lagi.. Aku hanya tidak mau dia merasa menyesal.. dan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa melakukan apa-apa untuk anaknya. Yang perlu kau lakukan adalah mengizinkan ayahnya memberi persetujuan operasi. Lakukan itu untukku, kumohon.” pinta Hae-sung

“Apa kau ingin menghancurkan karirku?!” bentak Young-jun yang kemudian berjalan pergi meninggalkannya.

image
04_1

Di dapur suasananya cukup hektik,.. kepada Jung-won, Min-joon bertanya seberapa banyak bahan makanan yang tersisa?

“Sekitar untuk 4 porsi lagi, chef..” jawab Jung-won

“Tidak ada lagi spaghetti vongole untuk hari ini. Kerangnya tidak cukup segar..” titah Min-joon

04_2
image

“Jung won-ssi, setelah restoran tutup, jangan dulu pulang...” pinta Min-joon

Jung-won kebingungan, karena menurutnya pribadi, kerang-kerang itu masih cukup segar untuk dimasak. Ia bahkan meminta bebeberapa rekan kerjanya untuk memeriksa kesegaran kerang tersebut. Tetapi tindakannya terkesan menganggu, hingga membuatnya mendapat omelan dari Chef utama.

06_1
06_2

Ketika hari sudah larut, Jung-won sendirian di dapur. Ia menjemur beberapa lap, sembari merenungkan kesalahan apa yang telah dilakukannya hari ini?

Tak lama kemudian, muncullah Min-joon. Jung-won kembali meminta maaf atas tindakannya kemarin, namun untuk hari ini... ia sendiri merasa bahwa ia tak melakukan kesalahan apapun.

07_1

Min-joon tak memberikan penjelasan apapun dan ia menyuruh Jung-won untuk membawa kerang-kerang itu kehadapannya. Kemudian menyuruh Jung-won untuk mengenakan celemeknya.. karena sekarang, ia akan mengajarinya membuat spaghetti vongole.

07_2

Dengan sabar, Min-joon memberitahu Jung-won caranya memasak yang baik dan benar. Beberapa kali, iapun mencontohkan cara mengaduk masakan dalam wajan. Setelah matang, mereka mencicipinya bersama dan rasanya terbukti enak.

Untuk latihan berikutnya, Min-joon meminta Jung-won untuk melakukannya sendiri tanpa dibantu olehnya.

“Baik Chef, aku akan mencoba untuk melakukannya..” ucap Jung-won

08_1
08_2

Hae-sung turun di halte bis, ia melihat kamar Jung-won yang masih gelap yang artinya Jung-won belum pulang. Beberapa saat, ia menunggunya.. berharap Jung-won turun dari salah-satu bis yang lewat dihadapannya.

09_1
09_2

Karena tak muncul juga, akhirnya Hae-sung menelponnya dengan menggunakan telpon umum yang berada disebrang tempat-tinggal Jung-won. Tetapi, setelah berkali-kali menghubungi, tetap saja telponnya tidak diangkat.

10_1
10_2

Karena ternyata, Jung-won sendiri masih sibuk berlatih memasak. Hari sudah terlalu malam, Min-joon meminta Jung-won untuk melanjutkan latihannya dilain hari saja.

11_1
11_2

“Aku akan mengantarmu pulang. Lagipula jalan yang kita lewati searah..” ajak Min-joon

“Tidak masalah, aku masih bisa naik bis ‘kok..” jawab Jung-won

“Tapi ini sudah larut malam. Mobilku kosong, jadi biarkanlah aku mengantarmu pulang..” ajak Min-joon

“Sungguh, aku bisa pulang sendiri. Jadi jangan mencemaskanku..” ujar Jung-won

“Baiklah, jika itu memang yang kamu inginkan..” ucap Min-joon

12_1
12_2

Karena merasa khawatir, Hae-sung memutuskan untuk menjemput Jung-won di restoran. Tak lama kemudian, Jung-won keluar.. tetapi ia bersama dengan Min-joon. Hae-sung tak menghampiri mereka, ia hanya memerhatikannya dari samping.

JUNG-WON : “Terimakasaih untuk hari ini. Sepertinya, mulai dari sekarang.. masakan andalanku adalah spaghetti vongole..”

MIN-JOON : “Tanganmu pasti pegal-pegal. Jadi jangan lupa untuk mengompresnya dengan batu es”

image

Ketika Min-joon berjalan pegi, Jung-won berbalik dan melihat Hae-sung. Ia menghampirinya dan menyapanya dengan senyuman. Tetapi ekpresi Hae-sung terlihat sangat kesut.

“Kenapa tak menganGkat telpon dariku?”

“Hmmm... telponku..”

14_1
14_2
14_3

Tiba-tiba, mobil Min-joon lewat. Min-joon turun hanya untuk menawari mereka tumpangan. Tetapi, Hae-sung menolaknya mentah-mentah: “Seharusnya, anda tidak membuatnya bekerja lembur hingga selarut ini. Kami bisa naik bis, jadi silahkan pergi duluan saja..”

Jung-won merasa tidak enak karena sikap Hae-sung yang tidak sopan terhadap bos-nya. Tetapi Min-joon sendiri tidak mempersalahkan hal tersebut. Sebelum pergi, bahkan ia masih sempat mengatakan: “Sampai jumpa lagi..” kepada Hae-sung

“Untuk apa kita berjumpa lagi..” gumam Hae-sung

image

Mereka berjalan kaki menuju halte bis. Jung-won tak bisa memahami sikap Hae-sung yang terbilang tidak sopan. Lagipula, tadi itu Min-joon memiliki niat baik untuk mengantar mereka pulang, jadi apa yang membuat Hae-sung bersikap ketus seperti tadi?

HAE-SUNG : “Kaki kita masih sehat dan masih banyak bis yang lewat. Jadi kenapa juga, kita harus diantar pulang olehnya? Dan kenapa juga hanya kalian berdua yang kerja lembur? Kemana perginya karyawan yang lain?”

JUNG-WON : “Hari ini, dia memberikkan kelas khusus untukku”

HAE-SUNG : “Hanya untukmu? Kenapa dia melakukan itu? Berarti dia pilih-kasih! Dasar bos yang tisak baik! Kelas khusus apanya?!”

JUNG-WON : “Kau ini kenapa sih? Lebih baik aku berjalan duluan saja!”

16_1
16_2
16_3

Bersamaan dengan itu, bis mereka tiba.. mereka duduk di bangku yang berbeda. Dan sepanjang perjalanan, mereka tisak mengatakan sepatah kata-pun, saling mengabaikan satu sama-lain.

17_1
17_2

Dari halte menuju tempat tinggal Jung-won, Hae-sung terus mengekorinya dari belakang. Padahal malam ini ia sendiri akan menginap dirumahnya Moon-rik. Akan teapi, ia masih menyemaptkan diri untuk memastikan Hae-sung pulang dengan selamat.

“Jangan lupa kunci pintunya!” teriak Hae-sung

image

“Dia kenapa sih? Padahal aku sangat ingin menceritakan pengalaman memasakku hari ini. tadi kita hanya berdebat, dan tidak sempat membicarakan hal ini sedikitpun. Dia aneh, dia tiba-tiba marah padaku tanpa alasan yang jelas..” gumam Jung-won

19_1

Meskipun sebelumnya menolak, pada akhirnya Young-jun bersedia melakukan operasi pembuatan trakeostomi di saluran pernafasan anaknya ahjussi misterius itu. Ahjussi sangat amat berterimakasih kepadanya.. tetapi Young-jun tetap bersikap dingin kepadanya.

19_2

Ahjussi duduk diamping tempat tidur anaknya, ia memanggil namanya dan meminta maaf kepadanya karena datang terlambat. Disaat itu, sua orang suster melihatnya, mereka mengira ahjussi itu orang ‘asing’. Maka dari itu mereka menyeretny pergi keluar darisini.

19_3
19_4

Samar-samar, ahjussi bisa mendengar suara sang anak yang memangilny ‘ayah’, bersamaan dengan itu.. terlihat air mata mengalir dari kelopak matanya.

“Man seok-aaaaa, ayah berjanji untuk mengunjungimu lagi dan lagi..” teriaknya

image

Ahjussi langsung berlari menemui Hae-sung. Ia memeluknya erat dan mengucap terima-kasih. Karena berkat bantuan Hae-sung, kini anaknya telah dioperasi dan tadi ia baru saja memanggilnya ayah.

21_1
21_2

“Syukurlah.. aku turun merasa bahagia. Tapi kenapa anda menangis? Seharusnya anda berbahagia saat ini..” ucap Hae-sung

“Ini semua berkat bantuanmu.. tolong sampaikan ucapan termakasih-ku kepada adikmu yang dokter itu. Jangan terlalu marah padanya. Menurutku, dia adalah pri ayang baik..” ungkap ahjussi

“Baiklah aku akan menyampaikannya..” ucap Hae-sung

22_1
22_2

Hae-sung menemui Young-jun, untuk mengucapkan terimakasih secara langsung. Tetapi, Young-jun hanya berjalan melewatinya begitu saja.. bahkan tak meliriknya sedikitpun.

23_1

Di restoran, saatnya istirahat makan-sing. Didapur, Jung-won memegangi ponselnya.. ia hendak menghubungi Hae-sung. Tetapi, secara tiba-tiba Chef utama memutuskan untuk meminta Jung-won memasak makan siang mereka.

24_1
24_2

Yang berarti, sekarang merupakan saatnya Jung-won untuk menerima tes penentu masa depannya di dapur ini. meskipun merasa sagat gugup, tetapi Jung-won menyanggupinya.

image

Apabila lolos, maka Jung-won bisa memasak seperti chef yang lainnya. Tetapi jika gagal, maka untuk beberapa waktu kedepan ia harus bersabar menekuni pekerjaannya sebagai asiten dapur saja dan akan sangat sulit utuknya mendapat kesempatan untuk naik jabatan lagi..

26_1
26_2

Min-joon memerhatikan Jung-won lewat CCTV yang ditampilkan di layar komputernya. ia menunggu disana, hingga Jung-won menyelesaikan masakannya..

27_1
27_2

Setelah itu, seluruh pegawai berkumpul.. dihadapan mereka, terlah tersaji spagethi vongole buatan Jung-won. Mereka mencicipinya dengan sangat serius.. bebrapa menunjukkan ekspesi puas dan yang lainnya menujukkan ekspresi misterius.

image

Dalam memberikan penilaian, Min-joon mengingatkan semuanya supaya bersikap objektif. Bagaimanapun juga, seorang chef merupakan aspek penting dalam kesuksesan sebuah restoran.. jadi jangan hanya karena rasa kasihan semata, mereka menjadikan orang yang tidak kompeten sebagai chef ditempat ini..

Apabila mereka suka dengan masakan Jung-won maka mereka harus menaruh jamur yang dipegangnya kedalam wajan. Dan jika tidak menyukainya, maka mereka menyimpan jamurnya kedalam mangkok..

29_1
29_2

Selama waktu penilaian, Jung-won diminta menunggu didalam ruangannya Min-joon. Ia terlihat sangat gugup, dan berusaha mengontrol perasaannya dengan menggambar komik sederhana. Tapi hal tersebut, tidak terlalu efektif karena dirinya teap saja tak bisa tenang..

30_1
30_2

Sangat menyedihkan.. karena hasilnya menujukkan bahwa Jung-won telah gagal dalam tes kali ini. Ia merasa begitu kecewa, tetapi ia berusaha keras untuk terlihat baik-baik saja,

“Maafkan aku.. aku akan bekerja lebih baik lagi..” ucapnya dihadapan semua pegawai

image

Chef utama berbisik ditelinga Jung-won, ia mengatakan: “Harusnya kau belajar dari kesalahan, jadi tidak perlu meminta maaf seperti itu. Kalau kau mencemaskan para juniormu, masih belum terlambat untuk berhenti saja sekarang. Mereka yang lebih berbakat, tidak mendapat kesempatan untuk dipromosikan karena kau menghalangi jalan mereka..”

Jung-won terlihat sedih, tetapi ia hanya bisa mengatakan ‘maaf’

32_1
32_2

Min-joon berjalan melewatinya, ia hanya tersenyum kepada Jung-won begitu-pun sebaliknya. Sudah sangat jelas, kalau senyuman itu bermakna ucapan semangat darinya untuk Jung-won..

32_3

Ketika memasuki ruangannya, Min-joon menemukan kertas tempat Jung-won menggambar. Ia mengambilnya dan memerhatikannya.. terlukis jelas diwajahnya, bahwa ia juga merasasedih dan kecewa atas kegagalan Jung-won hari ini.

32_4

Hae-sung juga tengah dirundung kesedihan yang cukup dalam.. sikap Young-jun kepadanya, membuat ia merasa kecewa dan marah pada dirinya sendiri. Ia mencoba untuk menelpon Jung-won, tapi telponnya sedang tidak aktif. Ia-pun mengirim pesan suara, dan memberitahukan bahwa ia betemu dengannya sekarang. Karena tak tahu, diaman Jung-won tengah berada, maka Hae-sung memutuskan untuk menunggu didepan tempat tinggal Jung-won.

32_5

Jung-won sendiri.. tengah berjalan lesu menuju ruang ganti. Ia teringat perkataan Chef utama, dan juga teringat perkataan Hae-sung kepadanya. Ia menyadari, bahwa impiannya tak sesuai dengan kemampuannya.

32_6

Ketika mendengar pesan suara dari Hae-sung, secara tidak sadar.. matanya berkaca-kaca dan air mata, mulai menetes membasahi pipinya..

image

Ketika berjalan, keluar, Jung-won melihat Hae-sung yang telah berdiri menunggunya. Mereka saling pandang, dan berusaha memperlihatnya raut wajah ‘baik-baik saja’

34_1
34_2

“Hae sung-aa.. aku mendengar pesan darimu. Apa terjadi sesuatu?” tanya Jung-won

“Tidak.. aku hanya ingin bertemu denganmu. Tapi, apakah kamu baik-baik saja? Apa telah terjadi sesuatu?” tanya Hae-sung

“Ada tes promosi hari ini. tetapi aku telah gagal..” keluh Jung-won

“Tak apa.. mungkin, kau akan berhasil di lain waktu..” ucap Hae-sung

35_1
35_2

Mata Jung-won mulai berkaca-kaca, ia berjalan mendekati Hae-sung dan Hae-sung memeluknya..

JUNG-WON : “Maafkan aku, Hae Sung-aa.. aku ingin menjadi chef hebat seperti impianmu selama ini, tapi aku tak bisa mewujudkannya. Maaafkan aku...”

HAES-UNG : “Kamu tidak perlu hidup demiku lagi.. Sekarang, aku sudah kembali, dan kamu harus menjalani hidupmu sendiri. Percayalah, karena aku akan selalu mendukungmu..”

36_1
36_2

Disaat itu, Min-joon berjalan keluar dari restorannya.. dan secara jelas, ia melihat Jung-won yang tengah menangis di pelukan Hae-sung----

==========
::: NOTES :::

Aku fikir.. Young-jun bukan pembunuhnya. Mungkin dia kelihatan jahat, tapi di episode ini, kita tahu kalau dia tipe orang yang enggak tega-an. Meskipun dia nolak, pada akhirnya dia melakukan operasi tersebut.

Young-jun ragu melakukan operasi itu karena resikonya memang cukup besar. Pasiennya sudah tua, sementara tindakan operasi tersebut mengharuskan dibuatnya bolongan di saluran pernafasan lewat tenggorokan. Karena saluran nafasnya yang dari hidung sudah tersumbat oleh benjolan tumor. Bisa dibayangkan-lah, struktur tulang dan otot lansia yang terbilang sangattttt rapuh.

Dan pilihannya untuk menutupi identitas keluarganya, pasti karena ambisinya tersendiri. Sedari kecil, dia termasuk siswa yang ambisius dalam dal pelajaran. Dia bahkan enggak peduli tentang mukanya yang babak belur, cuman karena dia enggak mau cari masalah, dia lebih mikirin ujiannya.

Meskipun dia selalu bilang enggak mau diperhatiin sama Hae-sung, tapi aku lebih nangkepnya diatuh enggak mau banyak berhutang-budi sama Hae-sung. Dia orang yang sangat individualis, egonya cukup tinggi dan ia merasa kalau dirinya bisa memperjuangkan hidupnya sendiri tanpa belas-kasihan dari orang lain.

Kemudian, mengenai gagalnya Jung-won dalam tes hari ini.. aku kira itu realistis banget. Karena enggak mungkin, seseorang tanpa kemampuan seperti dia, bisa langsung lulus cuman karena belajar masak satu malam sebelumnya. Biarlah dia mengalami sakitnya kegagalan, supa  dia lebih kuat lagi kedepannya..

::: TO BE CONTINUED :::

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤