SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 16 [Bagian 2]

16:26

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

image

So-ah datang menemui Hoo-ye disana Hoo-ye dengan tenang menyatakan bahwa ini akan menjadi sesi konseling mereka yang terakhir. Karena sekarang.. Ho-ye akan menceritakan, sepenggal kisahnya yang sebelumnya tak pernah ingin ia ceritakan kepada So-ah,
FLASHBACK

01_1
01_2

Malam itu.. tepatnya tanggal 20 Desember, 2004. Hoo-ye yang baru turun ke bumi, berjalan sendirian menyusuri jalanan yag cukup gelap. Hanya ada secerca sinar, yang entah berasal darimana yang memandu langkahnya..

01_3
01_4

Tiba-tiba, sebuah mobil berhenti dihadapannya. Darisana, turunlah seorang wanita yang kemudian kita ketahui menjadi ibu angkatnya Hoo-ye. Selain wanita itu, ada juga seorang pria parubaya yang menghampirinya, sambil mengatakan padanya, “Tenanglah.. semuanya akan baik-baik saja..”

FLASHBACK END

01_5

Hoo-ye lantas mengakui, bahwa momen itu merupakan hal yang sangat membekas dalam hati dan fikirannya. Jika bukan karena pelukan dan kata ‘..tenanglah..’, mungkin saja dirinya tak akan menjadi sosok Hoo-ye yang seperti sekarang.

Sepanjang hidupnya, Hoo-yemengatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan 3 orang yang ia anggap sebagai ‘dewa’, yaitu : ibu angkatnya, pria dari malam itu dan Yoon So-ah.

01_6
02_1

Terakhir, sebagai bentuk terimakasihnya.. Hoo-ye meminta izin untuk berjabat-tangan dengan So-ah... tentu saja So-ah mengizinkanya, sembari berjabat-tangan mereka melempangan senyuman tuusnya untuk satu sama-lain..

02_2

Ha-baek pulang kerumah So-ah, kaosnya terlihat masih basah.. sejenak ia hanya terdiam, berdiri di depan gerbang untuk kemudian melangkah perlahan kedalam rumah..

02_3

Disana, telah berdisi So-ah yang tengah tersenyum memandang lukisan wajah mereka. So-ah merasa heran ketika melihat kondisi Ha-baek, “Apakah diluar sana hujan? Kenapa badanmu basah seperti ini?”

02_4

Ha-baek tak mengatakan apapun, ia berjalan mendekat dan mereka berpelukan. So-ah masih tak memahami apa yang telah terjadi, “Kenapa? Apkah karena temanmu tak mau meminjamkan uangnya? Sudahlah.. tak apa.. kita tak membuatuhkan uang kok..” ucapnya sembari menepuk-nepuk pundak Ha-baek

02_5
03_1

Terlihat mata Ha-baek mulai berkaca-kaca.. dengan suara yang bergetar, ia mengatakan “Ayahmu.. aku telah menemukannya...”

Mendengar hal itu sontak membuat So-ah terkejut, “Hah?! Di.. dimama? Dimana dia berada?” tanyanya penasaran

Ha-baek menceritakan semua yang sebenarnya terjadi malam itu.. tepat di malam ketika So-ah lompat bunuh-diri, ayahnya baru kembali ke Korea. Dalam perjalanannya menuju makam ibuny So-ah, beberapa insiden mempertemukannya dengan Hoo-ye dan juga Joo-dong.

Ketika menyelamatkan Joo-dong, ayah menemukan ‘tablet’ (bingung nyebutnya apa, pokoknya itu benda yang dicari-cari Joo-dong yang merupakan penghubung antara dewa dan ‘pelayan’-nya) yang bisa mengabulkan satu permintaanya. Ha-baek meyakini, bahwasanya permintaan ayah adalah untuk bertemu dengan So-ah..

FLASHBACK

03_2
03_3

Malam itu, selang beberaa detik setelah So-ah melompat dari jembatan, ayahnya tiba disana dan ia masih sempat melihat insiden itu dengan mata kepalanya sendiri. Ia berteriak, memanggilnya, akan tetapi So-ah terlanjut jatuh ke dalam sungai,

03_4
03_5

Tanpa pikir panjang, ayah menyusulnya dengan ikut loncat dari atas jembatan. Sungai itu sangat dalam, akan tetapi ayah berusaha sekuat tenaga untuk menggapai tubuh So-ah dan mendorong-nya naik keatas..

03_6

Perlahan tubuh So-ah makin naik keatas.. dan ajaibnya, So-ah tiba-tiba membuka matanya kembali. Ia tak melihat sekitarnya, yang ia lihat hanyalah sebersit sinar cahaya dari atas sana, yang menuntunnya selamat dari insiden itu..

03_7

Sementara sang ayah.. wajahnya menunjukkan ekspresi lega, setelah melihat So-ah mulai berenang keatas sana. Sementara dirinya sendiri, perlahan badannya tenggelam semakin dalam.. ponselnya terjatuh ke dasar lautan, diikuti oleh badan rapuhnya yang juga ikut tergeletak begitu saja disana---

FLASHBACK END

04_1

“Ayahku.. dia tak bisa berenang.. tapi kenapa.. kenapa.. kenapa dia menyelamatkanku!” ucap So-ah dengan lesu

04_3
04_4
04_5

Tangisan S-ah pecah tak tertahankan, ia terduduk lemas ditanah, kemudian sembari memegangi kaki Ha-baek ia memohon, “Selamatkanlah ayahku.. Ha-baek! Bagaimanapun juga, setidaknya kamu adalah seorang dewa!”

“Aku.. tak bisa menghidupkan orang yang telah mati..”

04_6

So-ah benar-benar terpukul, selama ini ia hanya mengetahui bahwa dirinya bisa selamat tanpa bantuan siapapun, bertahun-tahun ia hidup dengan membenci sosok sang ayah yang nyatanya merupakan sang penyelamat hidupnya.

“Ini semua salahku! Aku telah membunuh ayahku sendiri! Ayah pasti menungguku disana, dia tahu kalau aku ini dulunya perenang yang hebat, makanya dia diam disana dan menunggu kedatanganku selama ini!!!!”

05_1
05_2

So-ah ingin loncat kedalam sungai, akan tetapi Ha-baek menahannya, ia memeluknya dengan sangat erat. Dan mengatakan bahwa So-ah tak boleh melakukan hal itu..

================================

05_3

Ketiga dewa beserta Nam Soo-ri, berkumpul di apartemen Moo-ra. Joo-dong menceritakan, bahwasanya Ha-baek telah menyelam ke dasar lautan, ia menemukan badan ayahnya So-ah yang masih dalam kondisi utuh, sama seperti dulu. Hal tersebut mungkin terjadi, dikarenakan ‘tablet’ itu.. 
Ketika akan mengangkatnya keatas, Ha-baek mengalami kesulitan. Seberapa keras ia mencobanya.. ia tetap tak bisa melakukannya. Ia-pun menyerah.. ia kembali naik ke daratan, dengan tetap meninggalkan ‘tablet’ itu disana. Ia takut, jika ia mengambil tablet itu, maka tubuh ayahnya So-ah akan rusak

“Mengapa tubuhnya tak bisa diangkat?” tanya Moo-ra

“Entahlah.. aku tak mengetahui mengapa itu bsia terjadi..” jawab Joo-dong

05_4
05_5

Ha-baek duduk, memerhatikan So-ah yang telah tertidur.. setelah beberapa saat, ia memutuskan untuk pergi menyendiri di kamarnya. 

05_6

Ia merenung, mengingat kembali makna seorang Dewa di mata So-ah.. Dewa merupakan orang yang akan mengabulkan harapan seorang manusia yang tengah kesulitan... dan sekali lagi, ia teringat bahwa harapan terbesar So-ah ialah untuk bisa bertemu dengan sang ayah.

05_7

Setelah cukup lama merenung Ha-baek memutuskan untuk kembali masuk ke kamarnya So-ah.. ia duduk disana, menunggu dan menemaninya sepanjang malam..

05_8

Hingga pagi tiba, datanglah Nam Soo-ri yang memanggilnya keluar karena telah ada dewa lain yang menunggu dan ingin berbicara dengannya di rooftop. Moo-ra dan Bi-ryeom telah mencoba untuk masuk ke dalam lautan itu, akan tetapi mereka-pun tak bisa memindahkan tubuh ayahnya So-ah. 

HA-BAEK : “Dia (So-ah) bilang, dia sendiri yang akan terjun kedalam lautan itu”

BI-RYEOM : “Tidak mungkin.. lautnya terlalu dalam untuk diselami olehnya.. dia tak akan bisa pergi kesana..”

HA-BAEK : “Tapi kita tak bisa membiarkan tubuhnya tergeletak begitu saja disana..”

MOO-RA : “Kenapa tak bisa? Ha-baek, kumohon diamlah dan jangan lakukan apapun..”

06_4
06_5

Moo-ra berjalan menghampiri Ha-baek, kemudian berkata : “Kau kira, aku tak mengetahui apa yang akan kau lakukan? Aku ini Moo-ra, aku bisa membaca pikiranmu selama 2800 tahun kebelakang. Bahkan aku bisa mengetahui bagaimana perasaanmu hanya dengan mendengar suara nafasmu..”

“Apa maksudmu?”

Moo-ra mengungkapkan, bahwa dirinya mengetahui niatan Ha-baek yang akan membantu So-ah dengan menggunakan kekuatan yang seharusnya hanya ia gunakan ketika ia kembali ke negara para-dewa.

06_1
06_2
06_3

Serentak Bi-yeom, Joo-dong dan Soo-ri menentang niatan Ha-baek itu. Bi-ryeom menegaskan, bahwa jikalah Ha-baek tak kembali maka Ha-baek tak akan menjadi Raja, dan jika Ha-baek tak menjadi raja maka Ha-baek akan mati..

“Tapi aku harus menepati janjiku!” tegas Ha-baek

“Omong kosong! Janji apa yang lebih penting daipada nyawamu!” bentak Moo-ra

“Dia (So-ah) bilang, sudah menjadi tugasnya seorang Dewa untuk melindungi dan mengabulkan keinginan manusia... mana mungkin, aku menyebut diriku sebagai seorang Raja, jikalau aku bahkan tak bisa melindunginya..” ungkap Ha-baek

“Kamu pikir dia menginginkan hal ini? Jika kamu mati, maka kamu akan hilang dari ingatan para-manusia. Dia bahkan tak akan mengingatmu sedikit-pun..” papar Moo-ra

06_6

Bersamaan dengan itu, muncullah So-ah, “Apa ini? Apa maksud semua ini?” tanyanya

07_1
07_2

“Dengarkan dulu penjelasanku...” pinta Ha-baek

“Penjelasan apa lagi.. kumohon jangan katakan apapun.. aku tak ingin mendengar apapun darimu..” ucap So-ah 

Ha-baek mengejarnya, dan detik itu So-ah mulai menangis, “Teganya kamu melakukan itu kepadaku.. Kamu akan mati? Kamu akan hilang dari ingatanku untuk sealama-lamanya?”

“Itu karena aku tak pernah bisa melakukan apapun untukmu.. aku adalah seorang Dewa yang seharusnya mengabulkan harapanmu. Jadi kumohon, berikanlah aku kesempatan..” pinta Ha-baek

07_3

Mereka berpelukan, dengan suaranya yang bergetar.. So-ah mengatakan bahwa dirinya tak memiliki harapan apapun dan ia berjanji untuk melindunginya, “Aku tak pernanh meminta kamu berkorban nyawa untuku.. kenapa kamu sangat egois..”

======================

07_4

Moo-ra terlihat sangat gusar, kepada Joo-dong dan Bi-ryeom ia meminta mereka mencari cara supaya bisa memaksa Ha-baek untuk mau kembali ke negara-air, “Apakah kita harus mengurungnya saja?!”

Kali ini, Bi-ryeom tak bisa mengabulkan permintaan Moo-ra.. mereka tak boleh memaksakan kehendaknya kepada Ha-baek yang notabennya merupakan calon Raja mereka. Bi-ryeom meminta Moo-ra untuk menyadari, bahwa insiden yang terjadi sekarang, adalah diluar kontrol mereka..

07_5

Moo-ra terlihat kesal, ia membentak Joo-dong yang telah menggali insiden di masa lalu yang menyebabkan semua fakta ini terungkap, “Lihat saja, kalau sampai Ha-baek mati.. maka aku akan membunuhmu juga!”

07_6

So-ah bertemu dengan Bi-ryeom, disana mereka mengobrol secara serius.. Bi-ryeom mengulang kembali perkataan Moo-ra: “Jika Ha-abek tidak menjadi Raja, maka dia bukanlah siapa-siapa. Ha-baek terlahir untuk menjadi seorang Raja, itulah alasan mengapa ia tercipta. Jadi, jika ia tak menjadi Raja, maka tak ada alasan untuknya tetap hidup, yang artinya dia akan mati.. Seperti itulah hukum alam..”

Terakhir.. dengan sangat, Bi-ryeom memohon kepada So-ah, supaya ia mengatakan pada Ha-baek bahwa So-ah telah menyerah dan merelakan tubuh ayahnya tersimpan di dasar laut seperti itu, “Karena.. hanya dengan cara itulah, kalian berdua akan tetap hidup..”

08_1

Kepada Ha-baek, So-ri menyampaikan pesan mengenai keputusan So-ah yang telah merelakan tubuh ayahnya tersimpan di dasar laut. Segera, Ha-baek bergegas menemui So-ah.. yang saat ini tengah duduk menyendiri di ruang tengah.

08_2
“Kamu memang benar.. aku terlalu egois.. aku hanya memikirkan diriku sendiri karena aku takut kehilanganmu. Dulu aku pernah memintamu untuk mengingatku sepanjang sisa hidupmu, tapi aku telah melupakan hal itu.. Sekarang, berjanjilah padaku, kalau kamu akan menghabisakan sisa hidupmu dengan bahagia. Ayahmu pasti sudah tenang disana.. ingatlah aku ini Dewa-air, yang akan menjadi Rajanya para-dewa, maka aku pasti akan terus menjaganya..”
08_4

Setelah mengatakan semua itu, Ha-baek mengajak So-ah pergi ke Sungai Han. Disana. So-ah kembali meneteskan air matanya, berulah-kali ia mengucap permintaan maaf yang ia tujukan untuk ayahnya.

08_5
08_6

Sementara itu, di apartemennya.. Tiba-tiba Moo-ra telihat begitu terkejut setelah mendengar informasi dari Jin-geon.. dan si rumahnya So-ah, terlihat Nam Soo-ri yang tengah bingung sendiri, karena tak menemukan siapapun disana..

========

09_1

Beberapa saat berlalu, dan kelihatannya So-ah menjadi lebih tenang.. ia meminta Ha-baek untuk pergi tanpa mengkhawatirkan apapun. Sekarang, tak banyak waktu tersisa yang bisa mereka gunakan untuk bersama-sama. Maka dari itu, So-ah mengajak Ha-baek untuk melanjutkan agenda kencan mereka.

09_2

Akan tetapi.. secara tiba-tiba, Ha-baek menatap So-ah dengan sangat serius, dan kemudian ia mengatakan “Aku mencintaimu..”

Setelah itu, Ha-baek mencium bibir So-ah.. namun beberapa saat kemudian, sekan-akan So-ah menyadari sesuatu, ia mulai meronta, melepaskan diri.. akan teapi Ha-baek bersikeras tetap menahannya. 

09_3
09_4
09_5

Ternyata.. ciuman itu, bermakna sama dengan ciumannya di awal pertemuan mereka, “Aku memberkatimu..” ucap Ha-baek yang seketika membuat So-ah marah.

“Kenapa.. kenapa kau melakukan ini padaku!!!! Apakah sedari tadi kau telah merencanakan semua ini? Kau berbohong padaku dan membawaku kesini!” teriak So-ah

“Mana mungkin aku pergi tanpa melakukan apapun untukmu.. Aku tahu, bahwa seetelah kepergianku, kamu pasti akan lompat kesana untuk menemui ayahmu... sekarang kamu bisa pergi kesana dengan selamat..” ungkap Ha-baek

 “Tidak.. aku tak bisa melakukannya..”

“Biarkanlah aku melakukan sesuatu untukmu, selagi aku masih berada disini..”

09_6
10_1

Muncullah Mo-ra, Bi-ryeom dan Joo-dong. Sepertinya, mereka mengatahui hal ini dari Jin-geon. Moo-ra terlihat sangat marah, ia berteriak, mempertanyakan tindakan Ha-baek yang terlampau gegabah dan bodoh..

10_2
10_3
10_4

Ia ingin menghampiri Ha-baek, tetapi Joo-dong menahannya, “Biarkanlah Ha-baek melakukan apa yang ingin ia lakukan..” ucap Joo-dong yang seketika membuat Moo-ra berjalan mundur dan hanya bisa menagis di dada Bi-ryeom.

10_5

“Pergilah.. Ayahmu pasti telah menunggumu..” ucap Hae-baek

10_6


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

6 komentar

  1. ni dah tamat lom mba? kok msh ngegantung siy???hadechhhh

    ReplyDelete
  2. Iiiiiih,,, dbwt pnsran aj ma mbaknya...

    ReplyDelete
  3. Ada trusannya kan???
    Penasaran pake bangets niiihhh...

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤