SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 16 [Bagian 1]

11:10

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

image

“Katamu, pria yang menyelamatkanmu, akan menjadi dewa kematianmu.. Itu artinya kamu akan mati!!!” ungkap Yeom-mi, yang seketika membuat So-ah tersentak kaget
Tiba-tiba, Ha-baek muncul dihadapan mereka, “Ada apa? Apa maksudmu?” tanyanya penasaran

01_2
01_3

“Ahh-- tak ada apapun..” jawab So-ah yang kemudian berjalan memasuki dapur. Yeom-mi 

mengejarnya dan menegaskan, bahwa ceritanya belum selesai, “Pria itu.. dia bukanlah pacarmu. Awalnya aku sempat menduga bahwa itu adalah dia, tapi ternyata pria itu merupakan seorang ahjussi paruh-baya..”

01_4
01_5

Dalam suasana yang dipenuhi ketegangan ini, tak sengaja Yeom-mi melihat foto So-ah kecil bersama dengan sang ayah (*Ahhh.. jadi Ha-baek megang bingkai itu untuk ganti fotonya)

“Ahjussi ini.. mengapa kamu menyimpan fotonya? Siapa dia? Apakah kamu mengenalnya? Dia adalah pria itu, dialah yang datang bersamamu ke dalam mimpiku...” ungkap Yeom-mi

BRIDE OF THE WATER GOD EPISODE 16 - END

01_6
02_1

Joo-dong akhirnya kembali (dengan style baru, agak-agak swag gimaa gitu). Ha-baek bertanya, darimana saja ia selama ini?

JOO-DONG : “Kukira aku bisa membereskan urusanku dengan cepat.. tapi ternyata---”

HA-BAEK : “Urusan apa yang kau maksud?”

02_2

Ha-baek membawa Joo-dong masuk kedalam rumah... Mereka semua terdiam, dan saling tatap satu sama-lain. Ha-baek mengusir Yeom-mi secra halus, ia mengatakan kalau So-ah dan dirinya tak punya banyak waktu tersisa untuk bersama.

02_3

So-ah mengantar Yeom-mi hingga ke depan gerbang, nampaknya ia tak begitu mempedulikan apa yang barusan dikatakan Yeom-mi kepadanya. Padahal Yeom-mi sendiri, terlihat begitu mengkhawatirkan So-ah: “Ayahmu akan menjadi dewa kematianmu!!!!”

“Berhentilah mengatakan omong-kosong! Semua itu hanyalah mimpi buruk-mu saja!”

“Aku tidak mungkin salah! Jelas-jelas aku melihat ayahmu dalam mimpiku..”

“Pasti ada yang salah dengan mimpimu!!! Kamu bilang orang itu menyelamatkanku dan akan menjadi dewa kematianku. Tapi ayahku, tak pernah menyelamatkanku, SEKALIPUN! Jadi, pergilah dan lupakan mimpimu yang aneh itu!”

02_4

So-ah kembali masuk kedalam rumahnya.. beberapa detik, ia menyandarkan badannya di depan pintu, kemudian ia berjalan menghampiri bingkai foto diama terdapat fotonya bersama dengan sang ayah, “Apa ini.. kenapa dia (Ha-baek) melakukan hal yang tidak perting seperti ini..” gumamnya

03_1

Setelah ditanya oleh Ha-baek, ternyata urusan yang dimaksud Joo-dong adalah usahanya untuk mencari benda itu (penanda hubungan diantara dewa dan ‘pelayan’-nya). Tetapi setelah berusaha keras mencarinya kesana-kemari, ia tetap tak bisa menemukannya.. alhasil, ia hanya menemukan jejak /  serpihan-serpihan yang masih perlu ia gabungkan kembali...

“Meskipun benda itu bukanlah sesuatu yang penting, tetapi rasanya aku memilki sebuah keharusan untuk menemukannya kembali.. ” ungkap Joo-dong

“Apapun yang akan kau lakukan, lebih baik lakukanlah di tempatnya Moo-ra. Aku sibuk, jadi jangan menggangguku..” pinta Ha-baek

“Kau telah menerima pesan itu ‘kan? Berapa banyak waktumu yang tersisa?”

“6 Hari lagi..”

“Katamu kau pasti akan kembali.. jangan bilang, kalau kau memiliki pemikiran yang lain? Kau pasti telah mengetahui resiko terburuk yang akan terjadi apabila kau tak kembali ‘kan?”

“Aku tahu.. lagipula, bukan berarti aku bisa terus tinggal disini jika aku tidak kembali...”

03_4
03_5

So-ah duduk sendirian, ia membongkar bingkai foto itu dan hendak merubahnya kembali seperti semula.. akan tetapi, terlihat keraguan yang begitu besar dari raut wajahnya..

03_6
04_1

Ha-baek menemani Joo-dong yang hendak menemui So-ah untuk pamit pulang, “Kalian berdua, tak ada yang ingin memintaku untuk tetap tinggal disini?” candanya

Tak sengaja, Joo-dong melihat foto ayahnya So-ah: “Dia ayahmu? Hmm.. dia meninggalkan beban untuk putrinya... kamu masih belum menemukannya? Apakah kamu ingin mencarinya?”

“Berhentilah mengatakan omong-kosong dan pergilah sekarang juga..” pinta Ha-baek yang kemudian mengatar Joo-dong hingga ke depan pintu.

04_2
04_3

Setelah itu, ia kembali menghampiri So-ah.. Ia mengambil bingkai foto itu dan menyimpan foto So-ah bersama ayahnya dibagian depan, “Biarkanlah seperti ini.. karena kamu, mungkin tak akan pernah melakukannya setelah aku pergi..”

04_4
“Mengatakan bahwa kamu telah melupakannya, berarti kamu belum benar-benar melupakannya... Mengatakan bahwa kamu membencinya, berarti kamu tidak benar-benar membencinya. Hatimu akan tetap utuh, meskipun semuanya berantakan.. Kamu adalah tipe orang yang tak bisa berbohong..”
04_5

Ha-baek memberikan bingkai foto itu kepada So-ah, kemudian mengatakan “Harapanmu adalah untuk bertemu dengan ayahmu.. Maaf, karena meskipun aku ini seorang dewa, tetapi aku tak pernah bisa mengabulkan harapanmu itu.. Setidaknya setelah nanti aku pergi, carilah ayahmu.. temukanlah dia dan dapatkan jawaban dari segala pertanyaanmu itu. Meskipun dia pria paling ‘jahat’ di dunia ini, temuilah dia, supaya kamu bisa membuang beban berat di hatimu... karena aku tak sanggup membayangkan, jika setelah aku pergi kehidupanmu masih saja berada dalam kegelapan, jadi kumohon berusahalah sebisamu untuk menemukan ayahmu, hingga kamu bisa lepas dari kegelapan ini---”

05_3

Mendengar perkataan Ha-baek, seketika membuat So-ah tak kuasa menahan air matanya.. hingga secara perlahan aliran tangis, membasahi pipinya... untuk menenangkannya, Ha-baek mendekap So-ah dalam pelukannya..

==============================
05_4

Moo-ra menyuruh Bi-ryeom mencaritahu, apakah Ha-baek telah siap untuk pergi. Bi-ryeom menegaskan bahwa Ha-baek pasti akan pergi, “Dia bukan orang yang bodoh, dia tahu semua kosekuensi dari tindakan yang ia ambil..”

“Tapi ini aneh.. perasaanku tidak enak..” ucap Moo-ra

05_5
05_6
06_1

Tiba-tiba, bel berbunyi.. dan datanglah Joo-dong. Mereka duduk bersama, dan awalnya Moo-ra sempat mengomeli tingkah Joo-dong yang beberapa hari ini, sengaja memutus kontak dengan mereka, “Awas saja kalau kau melakukannya lagi!”

JOO-DONG : “Ha-baek mengusirku..”

MOO-RA : “Kau bertemu dengannya? Dia tak berniat melakukan hal ‘bodoh’ ‘kan?”

JOO-DONG : “Hmm.. kurasa dia tak sebodoh itu..”

Joo-dong lanjut bercerita mengenai apa yang dilakukannya beberapa hari kebelakang. Meskipun tak berhasil menemukan apa yang ia cari, akan tetapi ia mengetahui siapa orang yang mungkin mengambil benda itu..

BI-RYEOM :“Siapa? Bukankah manusia tak bisa melihat benda itu?”

JOO-DONG : “Ada sebagian manusia yang bisa melihatnya..”

06_2

Karena Ha-baek mengusirnya, maka Joo-dong tak memiliki tempat untuk menginap, ia-pun bertanya: “Apakah aku boleh tidur disini?”

Serentak, Moo-ra dan Bi-ryeom menjawab: “Tidak boleh!”

06_3
06_4

“Cinta adalah malasahnya....” gumam Joo-dong sembari berjalan meninggalkan kediaman Moo-ra. Ia tak kehabisan akal.. ia-pun lanjut menelepon So-ri, untuk kemudian menceritakan keadaannya. Langsung pada initnya, ia ingin menumpang tidur ditempatnya Soo-ri, akan tetapi.. malam ini Soo-ri tak akan pulang karena masih ada pekerjaan paruh-waktu yang harus ia lakukan.

JOO-DONG : “Kau akan segera kembali.. untuk apa bekerja terus?”

SOO-RI : “Tuan Ha-baek menyuruhku untuk menghasilkan uang yang banyak..”

“Hfftt... kali ini, uang adalah masalahnya..” gumam Joo-dong

06_5
07_1

Soo-ri dibuat kaget, karena Yeom-mi tiba-tiba muncul disampingnya. Kali ini, Yeom-mi mengajaknya mengobrol berdua, karena ada hal sangat penting yang ingin dibicarakan olehnya.. hal itu, mengenai mimpinya dan kematian So-ah..

07_2
07_3

Kemampuan meramalnya memang tidaklah begitu hebat, tetapi ia meyakini bahwa dirinya memang bisa melihat apa yang akan terjadi dimasa depan. Untuk itu, ia meminta bantuan Soo-ri supaya bisa memperkuat kemampuannya dengan cara--- (tak ia katakan, tapi ia terus melihat kearah bibirnya Soo-ri)

Hal itu, malah membuat Soo-ri gemetar ketakutan.. dengan alasan, ada yang memesan ayam, Soo-ri segera bangkit dari kurisnya dan berlari kabur meninggalkan Yeom-mi..

==============================

07_4

Esok paginya---

So-ah berjalan menghapiri Ha-baek yang nampakya masih terlelap tidur. Beberapa saat, ia duduk disampingnya, tapi kemudian pergi lagi karena tak ingin membangunkannya.

07_6

Akan tetapi, Ha-baek menarik tangan So-ah hingga membuatnya berbaring disampingnya, “Aku menunggu saat dimana kamu membangunkanku...” ucap Ha-baek

“Kenapa begitu?” tanya So-ah

“Aku hanya menginginkannya..” jawab Ha-baek sambil tersenyum

08_1

“Aku memiliki hadiah untukmu..” ucap So-ah sembari menunjukkan setelan jas yang telah tergantung rapi. Sebenarnya, So-ah ingin membeikan pakaian yang lebih bagus daripada ini, tetapi ia sadar bahwa dirinya tak mampu membeli pakaian yang lebih bagus dibanding yang dibelikan oleh Moo-ra untuk Ha-baek. Seidaknya, setelah jas ini, akan sangat cocok jika dikenakan oleh Ha-baek..

“Pakailah ini untuk acara kencan kita..” pinta So-ah

“Kencan?”

“Iya kencan.. seperti yang pernah kukatakan, kita akan jalan-jalan seharian, membeli makanan yang enak, membeli pakaian yang bagus dan melakukan banyak hal.. Hari ini, besok dan besoknya lagi, mari kita berkencan. Tak usah membawa mobil, kita bisa naik bus atau subway dan jalan-jalan ke seluruh tempat yang belum pernah kita datangi sebelumnya..”

08_4
08_5
08_6

Seperti anak remaja yang tengah dimabuk cinta.. mereka tetawa bersama.. kejar-kejaran, saling berebut permen lolipop dan bermain batu gunting kertas. Ha-baek selalu kalah dalam permainan itu, hingga ia mendapat begitu banyak pukulan dari So-ah.

09_1

Tujuan mereka yang berikutnya, adalah sebuah kedai yang hidangan utamanya adalah mie-dingin. Ha-baek agak kahwatir, karena So-ah bahkan tak pernah bisa meminum air dingin jadi bagaimana mungkin ia bisa menghabiskan makanan dihadapannya itu?

“Tenang saja.. aku akan mencobanya. Bukankah akan sangat baik, jika aku bisa menyelesaikan salah satu masalahku. Aku sangat ingin menunjukkan padamu, kalau aku bisa..”

09_2

So-ah mulai mengaduk-aduk mie-nya dengan sumpit.. tangannya terlihat bergetar, dan matanya juga menunjukkan keraguan. Tetapi ia membulatkan tekadnya dan memulainya dengan meneguk kuah mie-nya lebih dulu, “Hmm... ini tidak terlalu buruk. Kurasa aku tak perlu takut lagi akan hal seperti ini..”

09_4
09_5

Tetapi Ha-baek malah tersenyum, dan itu membuat So-ah bertanya penasaran, “Kenapa?”

Spontan, Ha-baek mengambil selembar tissue, kemudian ia mengelap cipratan kuah mie di bibirnya So-ah.

“Ha-baek..” ucap So-ah yang seketika membuat Ha-baek tersentak heran. Bagaimana tidak, karena ini merupakan kali pertama.. ia mendengar So-ah memanggil namanya secara langsung seperti itu..

“Aku bisa memanggil orang lain dengan namanya secara langsung.. tetapi kamu adalah pengecualian. Selama ini, aku tak pernah melakukannya, karena aku takut.. ketika aku memanggil namamu, maka aku akan menunjukkan perasaanku yang sebenarnya kepadamu...” papar So-ah yang kemudian bertanya apakah Ha-baek telah cukup hebat dalam bermain batu-gunting-kertas?

10_2
10_3

Ternyata, So-ah menanyakan hal itu, karena ia meminta Ha-baek untuk bermain batu-gunting-kertas dengan seorang ahjussi yang merupakan pelukis di tempat itu: Jika Ha-baek menang, maka ahjussi bersedia melukis mereka, tetapi jika Ha-baek kalah maka ahjussi itu tak akan mau melukis mereka.

Sebelumnya, kita melihat Ha-baek yang selalu kalah dari So-ah. Tetapi ajaibnya.. kali ini, Ha-baek berhasil mengimbangi permainan ahjussi itu, dan berakhir dengan kemenangannya.

10_4
10_5

Sebelum ahjussi itu melukis mereka, istrinya membawa pergi So-ah ke suatu tempat.. “Tunggu saja.. sepertinya ‘pengantin-mu’ meminta bantuan istriku untuk melakukan sesuatu..”

“Pengantin?” gumam Ha-baek

10_6
11_1

Beberapa saat kemudian, datanglah So-ah yang telah berganti pakaian dengan mengenakan gaun pengantin berwarna putih dan sebuah hiasan bunga cantik yang melingkar diatas kepalanya. Ha-baek begitu terpesona.. hingga ia lupa untuk memejamkan matanya sedetik-pun.

SO-AH : “Ha Baek.. apakah aku terlihat cantik..”


HA-BAEK : “Iya...”

11_4

Mereka duduk di kursi, So-ah menceritakan alasannya ingin dilukis bersama dengan Ha-baek.. menurutnya, Foto akan luntur seiring berjalan dengan waktu, sementara lukisan ini dibuat dari pensil yang bahannya bisa awet untuk sepanjang masa, “Wajahmu akan terkenang dalam ingatanku dengan sangat jelas..”

Apapun yang dikatakan So-ah, sepertinya tak begitu penting.. karena nyatanya, Ha-baek lebih tertarik untuk memerhatikan So-ah yang menurutnya sangat cantik..

11_5

“Pasangan pengantin.. kalian harus melihat kesini, supaya aku bisa melukis wajah kalian..” teriak ahjussi yang akhirnya bisa membuat Ha-baek berhenti memandangi So-ah.  

Beberapa detik, sebelum Ahjussi itu mulai melukis... sang istri datang untuk memberikan sebuket bunga kepada So-ah, “Peganglah ini, Duh.. kalian terlihat sangat serasi..”

12_1
12_2
12_3

====================================

12_4
12_5

Joo-dong mendatangi kantornya Hoo-ye.. meskipun pernah bertemu sebelumnya, ini merupakan kali pertama, mereka bisa mengobrol dengan serius seperti ini. Hoo-ye meinta maaf atas apa yang terjadi di masa lalu, dan Joo-dong bersikap santai dengan mengatakan bahwa hidup terus berjalan dan mereka tak perlu terlalu memikirkan yang terjadi dulu--

Tujuan utamanya datang kesini, ialah karena Joo-dong tengah mencari seseorang. Tapi apa hubugannya dengan Hoo-ye?

HOO-YE : “Siapakah orang yang anda cari itu?”

JOO-DONG : “Bisa dibilang.. dia adalah orang yang pernah menyelamatkanmu..”

HOO-YE : “Orang yang menyelamatkanku?”

Setelah mencari informasi kesana kemari, Joo-dong menemukan jejak-jejak dari benda yang ia cari dan kebetulan jejak itu saling berkaitan dengan momen ketika Hoo-ye pertama kali turun ke bumi.

FLASHBACK

13_1
13_2
13_3

Malam itu.. Hoo-ye berjalan tanpa arah disekitar Portal menuju dunia para-dewa. Disanalah, Hoo-ye dipertemukan dengan ibu angkatnya yang bernama Shin Mi-jung. Namun perlu ia ketahui, bahwasanya ada orang lain disana yang juga ikut menolongnya..

Kebetulan, orang itu juga-lah yang menolong Joo-dong dengan membawanya ke Rumah Sakit, setelah insiden tersambar petir di atas gunung itu..

FLASHBACK END

13_4

Setelah mengetahui hal tersebut, Joo-dong sangat yakin bahwasanya orang yang menyimpan benda yang tengah dicari olehnya adalah orang itu. Tetapi ia tak bisa menemukan keberadaannya, jadi ia penasaran, apa mungkin Hoo-ye mengetahui sesuatu mengenai orang itu?

Kala itu, Hoo-ye dalam kondisi yang kritis, makanya ibu angkatnya langsung membawanya pergi. Tetapi, samar-samar ia teringat sesuatu.. Orang itu, memakaikan jaket di badannya, kemudian mengatakan bahwa dirinya harus segera pergi ketempat lain...

Hoo-ye sempat bertanya kepada ibunya mengenai orang itu, akan tetapi.. ibunya sendiri tak bisa menemukannya lagi. Malam itu, orang tersebut baru pulang dari luar negeri, ia bergegas menuju makam istrinya yang baru ia ketahui kematiannya..

Dan ada satu hal lagi yang Hoo-ye ingat.. Orang itu mengatakan, bahwa ia sangat ingin bertemu dengan.. putrinya...

JOO-DONG : “Apa mungkin, nama orang itu adalah Yoon---”

HOO-YE : “Ahh, iya benar.. ibuku bilang, namanya adalah Yoon Seong-joon..”

13_5
13_6

Joo-dong menemui So-ah, ia langsung bertanya apa yang dilakukannya pada tanggal 20 Desember, 2004.. mendengar tanggal itu, membuat So-ah terdiam. Ha-baek segera menyela pembicaraan dengan mengatakan bahwa ingatan manusia tak terlalu bagus hingga bisa mengingat kejadian dari masa lalu..

Tetapi Joo-dong terus-menerus menanyakan hal itu.. hingga akhirnya, Ha-baek terpaksa menyeretnya pergi dari tempat ini. Diluar, Ha-baek bertanya mengapa Joo-dong menanyakan hal tersebut?

14_1

Joo-dong menceritakan semuanya.. segala hal yang terjadi pada hari itu... setelah diselidiki, ternyata nomor telpon yang ditinggalkan oleh orang yang menyelamatkannya, merupakan nomor telpon dari seseorang bernama Yoon Seong-joon, yang tidak lain adalah ayahnya So-ah.

Barang yang tengah dicarinya, tak bisa dilihat oleh manusia biasa.. tapi ayahnya So-ah bisa melihatnya karena dia adalah seorang ‘pelayan’ dewa. Joo-dong yakin.. bahwasanya malam itu, ayahnya So-ah berniat mengembalikan benda itu ketika ia sadar...

Akan tetapi, mengapa Yoon Seong-joon malah pergi dan menghilang begitu saja?

14_2
14_3

Setelah menyatukan serpihan informasi dari sana-sini, akhirrnya Joo-dong menyadari sesuatu.. Benda itu, bisa mewujudkan harapan dari seorang ‘pelayan’ yang telah menolong dewa-nya. Berdasarkan apa yang diceritakan oleh Hoo-ye, Yoon Seong-joon sangat ingin bertemu dengan putrinya...

Kesimpulannya, benda itu pasti mengabulkan keinginan Yoon Seong-joon dan membawanya bertemu dengan Yoon so-ah. Maka dari itu, Joo-dong bertanya dimanakah So-ah berada pada malam itu?

14_4

Sementara itu, So-ah tetap sendirian dirumahnya.. Ia memeluk Yong-yong, sepertinya ia tengah mengkhawatirkan sesuatu.. ia kemudian mengelus foto dirinya bersama sang ayah..

“Ayah.. kumohon kembalilah sekali saja, aka aku akan memafkanmu atas segala kesalahanmu..” pintanya

14_5

Keesokan harinya, Hoo-ye memanggil Joo Geol-rin ke kantornya, ia bertanya mengenai benda yang tengah dibcari-cari oleh Joo-dng. Joo Geol-rin kemudian menjelaskan segala hal yang ia ketahui, yang pada akhirnya membuat Hoo-ye menyadari, bahwa Yoon Seong-joon yang menyelamatkannya merupakan ayah dari Yoon So-ah.

15_2
15_3

Joo-dong berdiri dipinggir jembatan, tempat So-ah melompat.. “Dugaanku benar.. dia (Yoo Seong-joon) berada disana..” ucapnya yang kemudian menelpon Ha-baek dan mengatakan bahwa dirinya telah menemukan keberadaan ayahnya So-ah.

15_4
15_5

So-ah sibuk sendiri, menulis agenda rencana kencannya dengan Ha-baek. Ia menulis banyak hal, hingga membuanya bergumam mengatakan kalau seharusnya mereka melakuan semua ini lebih awal.

Tak lama kemudian Ha-baek muncul, So-ah langsung menyambutnya dengan senyuman hangat dan menceritakan tentang segala hal yang ingin dilakukannya, termasuk mencari keberadaan ayahnya “Kamu benar.. aku bukanlah seorang anak kecil lagi. Aku harus menemukannya dan membuatnya meminta maaf kepadaku..”

15_6
16_1

“Ayo kita pergi sekarang..” ajak So-ah.

Ha-baek yang sedari tadi hanya diam menatap So-ah dengan penuh rasa khawatir, akhirnya mengatakan bahwa dirinya harus pergi ke suatu tempat.

“Apa? Kamu mau pergi kemana?” tanya So-ah

“Sebentar kok..” jawab Ha-baek yang kemudian berjalan pergi

16_2

Langkahnya terlihat sangat berat, Ha-baek bahkan sempat melirik sejenak kearah So-ah yang nampaknya sedang sangat ceria kala itu..

16_3

Berpindah ke kantornya Hoo-ye, disana.. ia terdiam, merenungkan fakta mengejutkan yang baru saja ia ketahui. Sebelumnya, Joo-song telah memintanya untuk tidak melakukan sesuatu, meskipun telah mengetahui identitas Yoon Seong-joon yang sebenarnya.

16_4
16_5

Tapi entah apa yang ingin ia lakukan.. karena Hoo-ye langsung menelpon Soo-ah, kemudian mengajaknya untuk bertemu dengannya, sekarang juga dan ia berjanji tak akan memakan waktu yang lama.

16_6

Ha-baek menemui Joo-dong yang posisinya tengah beradai di pinggir laut.. disana Joo-dong menceritakan semuanya, ia menunjuk laut itu sebagai tempat dimana Yoon Song-jeon kini berada. So-ah bisa selamat dari kejadian itu, pasti berkat bantuan dari ayahnya....

16_7

“Aku akan membawanya keluar..” ucap Ha-baek yang kemudian melompat, menceburkan dirinya kedalam lautan-----

16_8

Notes: banyak dialog penting, jadi sinopsisnya panjang banget yaaa.. heheheh---


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

2 komentar

  1. Makasih... Ditunggu bgian pentingnya... Smg happy ending y...

    ReplyDelete
  2. Kenapa ya...Fe kurang sreg lagi ama ni drama...padahal awal episode seruuu banget

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤