SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 15 [Bagian 2]

21:36

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

image

Moo-ra menemui Hoo-ye, pada intinya.. ia meminta Hoo-ye untuk melakukan segala cara supaya terlihat lebih hebat dihadapan Ha-baek, “Saat dia kembali, dia harus benar-benar hancur..”
“Wahh.. keinginanmu itu terlalu ekstrem..” ujar Hoo-ye

01_1
01_2

Dengan yakin, Ha-baek memaparkan sifat Moo-ra yang diketahui olehnya: “Dia merupakan teman yang sangat loyal, tapi sekalinya dia berpaling.. maka itu adalah akhir dari segalanya..”
“Lantas kenapa kau melakukan semua ini kepadanya?”

“Aku adalah pengecualian.. Aturan itu tak berlaku dalam hubunganku dengan Moo-ra..”

“Hfft... kurasa aku meminta pedapat pada orang yang salah. Nyatanya, kau bukanlah orang yang mengetahui segalanya tentang Moo-ra..”

Bi-ryeom hendak pergi.. tetapi Ha-baek menahannya, dengan cara mengajukan pertanyaan: “Kamu ingin aku beritahu, apa yang sebenarnya diinginkan oleh Moo-ra?”

Bi-ryeom menjadi bimbang, di satu sisi.. Ha-baek nampak tak mengetahui apapun. Tetapi di sisi lainnya, Ha-baek terlihat mengetahui begitu banyak hal mengenai Moo-ra..


“Kalau kau bersedia membayarku... maka aku akan memberikanmu nasihat yang lainnya..” ujar Ha-baek

01_4
01_5

Beberapa saat kemudian, kita melihat Ha-baek yang berjalan pulang sembari menggerutu kesal.. Bisa ditebak, kalau pada akhirnya, Bi-ryeom menolak tawaran darinya itu...

Sangat kebetulan, karena ketika Ha-baek pulang.. So-ah hendak pergi keluar.. So-ah menelpon Ha-baek yang nyatanya telah berada tak jauh dihapannya,

“Mau kemana?” tanya Ha-baek

“Hmm.. Aku harus membayar dendaku..” jawab So-ah


“Sudah kubilang, jangan pergi!” tukas Ha-baek

01_6
02_1

Berpindah ke perkebunan.. So-ah terpaksa membawa Ha-baek yang keukeuh ingin ikut dengannya. Hoo-ye hanya bisa tersenyum, ketika meihat sikap Ha-baek yang meskipun hanya seorang-diri, terlihat bekerja dengan sangat gigih..

“Aku tak mengetahui banyak hal tentang Ha-baek.. tak bisa dipercaya, karena dia mau melakukan sesuatu seperti ini... pantas saja, Hye-ra (Moo-ra) merasa terganggu olehnya..”


Mengetahui bahwa So-ah membayar hutangnya dari upah harian yang dihasilkannya dari bantu-bantu berkebun disini, membuat Ha-baek ingin melakukan hal yang sama. Ia mencaritahu di internet, bahwa upah harian seorang direktur/CEO (atau sejenisnya) bisa mencapai 500 ribu dolar/hari. Maka dari itu, sebagai seorang Raja, ia minta upah sebesar 50 juta dolar/hari...

02_2


Hoo-ye menggali tanah disamping Ha-baek.. Ia menyinggung 50 juta dolar yang diminta Ha-baek sebagai upahnya per-hari, “Sepertinya, kamu sangat memahami makna dari uang..” komentarnya

02_3
02_4

HOO-YE : “Meskipun So-ah memiliki uang yang cukup, kamu kira aku tak memiliki kesempatan (untuk memenangkan hatinya)?”

HA-BAEK : “Berapapun uang yang kamu miliki, kamu tak akan pernah mendapatkan tempat di hatinya.. terlalu sedikit, yang kamu ketahui tentangnya..”

HOO-YE : “Iyakah?? Kalau begitu, biarkan aku memberitahumu sesuatu yang tidak pernah kau ketahui sebelumnya.. kau adalah seorang dewa, makanya tidak mengetahui hal ini.. sementara aku adalah seorang manusia, makanya aku mengetahui hal ini...”

HA-BAEK : “Memangnya apa?”


HOO-YE : “Manusia.. telah merasakan yang namanya kesepian semenjak mereka dilahirkan..”

02_6

Di basement, Moo-ra baru saja turun dari mobilnya.. tetapi tiba-tiba terdengar suara JIn-geon yang memanggilnya.

“Ada apa?” tanya Moo-ra

“Seseorang datang.. dan ia menitipkan pesan untukmu...”


“Pesan apa?”

02_7
03_1


“Berikan tanganmu..” pinta Jin-geon yang kemudian menyentuh tangan Moo-ra. Kemudian, muncullah cahaya putih bersinar. Dan setelahnya.. Moo-ra langsung tersenyum senang, “Baiklah.. terimakasih..” ucapnya

03_2


Bersamaan dengan itu, di tempatnya berdiri.. tiba-tiba Ha-baek terdiam, seakan-akan ia bisa merasakan sesuatu---

03_3

Sementara Ha-baek sibuk sendiri menyelesaikan pekerjaannya, So-ah berbincang-bincang dengan Hoo-ye. Dia bertanya apakah Ha-baek memang sosok yang sangat hebat di dunia para-dewa?


“Entahlah.. aku hanya tinggal didalam gua, jadi aku tak mengetahui banyak hal. Tetapi dari kisah yang diceritakan oleh Joo Geol-rin kepadaku, setengahnya adalah tentang Ha-baek.. yang kutahu, dia adalah dewanya para-dewa.. dia terlahir untuk menjadi seorang Raja. Dia memiliki kekuatan yang lebih hebat dibanding dewa lainnya. Tapi ada dua hal yang tak bisa dilakukan olehnya: dia tak bisa menghidupkan kembali makhluk yang telah mati, dan dia tak mempunyai kekuatan yang dimiliki olehku.. tapi Ha-baek tak pernah merasa terintimidasi olehku, hal itulah yang kusukai darinya..” papar Hoo-ye

03_4
03_5

HOO-YE : “Ngomong-ngomong.. apakah kamu baik-baik saja? Seperti yang kamu ketahui, Ha-baek mungkin harus kembali esok hari.. bahkan mungkin saja dia telah menghilang ketika kamu terbangun dari tidurmu...”


SO-AH : “Tak apa, jika itu memang terjadi.. Lagipula, dia memang harus pulang, supaya aku bisa melanjutkan hidupku...”

03_6
03_7

So-ah membawakan air minum untuk Ha-baek. Ketika ia tengah menuangkan air dari teko kedalam gelas, tiba-tiba Ha-baek mengambil teko tersebut, untuk meudian langsung meminum air darisana...

“Apa yang kamu lakukan? Sama sekali tak terlihat seperti dirimu yang biasanya...” ujar So-ah

04_1

“Memangnya kenapa?.. Hmmm, lihatlah aku akan menunjukkan pesonaku yang sangat luar biasa...” ucap Ha-baek yang kemudian meminta So-ah untuk memegang dadanya dengan erat, karena jantungnya bisa meledak karenanya *duhhh lebayyy


Sengaja, Ha-baek menumpahkan air dari teko itu ke atas kepalanya.. sambil tersenyum, ia mengibarkan rambutnya yang seketika mencipratkan air ke wajah So-ah.

04_3
04_4

“Berhentilah.. jangan lakukan hal seperti ini...” keluh So-ah

“Bagaimana? Bukankah saat ini, hatimu tengah berdegup kencang? Internet menyebutkan, bahwa perempuan menganggap hal yang barusan kulakukan itu sebagai sesuatu yang terlihat ‘seksi’..”  ungkap Ha-baek


So-ah tak banyak berkomentar.. dia hanya tertawa kemudian mengambil handuk untuk kemudian mengeringkan rambut Ha-baek.

05_1

So-ah menyuruh Ha-baek untuk duduk di kursi,  sementara dirinya lanjut mengeringkan rambut Ha-baek dengan lembutnya.. “Untuk apa kamu melakukan hal seperti barusan?”

Seketika, raut wajah Ha-baek berubah menjadi melo... pada intinya, ia ingin meninggalkan lebih banyak kenangan tentangnya didalam ingatan memori So-ah...

“Berusahalah sebisamu, supaya kamu tidak merasa kesepian untu waktu yang terlalu panjang..” pinta Ha-baek


“Tenang saja.. karena aku akan terus megingatmu, selama yang aku bisa...” ungkap So-ah

05_3
05_4


Mereka berpelukan, dan dari kejauhan.. nampak Hoo-ye yang hanya bia berdiam diri, memerhatikan mereka, tanpa melakukan hal apapun.... hanya diam... dan diam saja...

05_5
06_1

Hari telah larut, So-ah bersama dengan Ha-baek berjalan pulang.. mereka mengobrolkan seluruh kegiatan yang telah mereka lakukan bersama-sama seharian ini,


“Kamu tak marah ‘kan? Meskipun Shin-daepyo hanya membayarmu 5000 dolar/hari, tapi jika kamu terus-terusan bekerja disana selama 10 hari. Maka kamu telah menghasilkan cukup uang untuk melunasi hutang-ku... Jika kita bekerja bersama-sama, bukankah itu terdengar sangat menyenangkan?” papar So-ah

SO-AH : “Ayo kita terus datang kesana besok dan besoknya lagi.. kita berdua bisa datang kesana setiap hari. Ayo kita bekerja bersama.. ayo kita tinggal bersama..”

HA-BAEK : “Baiklah..”

06_2

Ketika sampai di depan rumah, telah berdiri Moo-ra dengan mengenakan gaun merah mernyala.. seketika, ia langsung tersenyum, ketika melihat kedatangan Ha-baek yang berjalan kearahnya.

“Ada apa?” tanya Ha-baek


“Aku punya berita baik untukmu.. Selamat...” ucap Moo-ra

06_4
06_5

Dengan raut wajah yang dipenuhi kebahagiaan, Moo-ra memberitahukan bahwa dirinya datang kesini, untuk menyampaikan pesan kepada Ha-baek. Sengaja, ia menuliskan pesan itu didalam secarik kertas yang ia masukkan kedalam sebuah amplop merah yang serasi dengan gaunnya.


“Aliran air merah yang ke-6 telah tiba.. sudah saatnya adan kembali. Jadi persiapkanlah diri anda, Yang Mulia Ha-baek...”

06_6
07_1

Sebelum pergi, Moo-ra mengajukan sebuah pertanyaan : “Kamu sudah tahu ‘kan, apa yang akan terjadi jika kamu memilih untuk tidak kembali...?”


Ha-baek terlihat begitu shock.. ia hanya teridam, tak bisa mengatakan sepatah kata-pun. Sementara So-ah, meskipun kelihatannya sedih.. tetapi ia berusaha keras untuk terlihat tetap tegar. Ia tak ingin membahas hal ini lebih lanjut dan malah mengajak Ha-baek masuk kedalam rumah, untuk segera makan malam dengannya.

07_3
07_4

Beberapa saat kemudian, So-ah telah menyelesaikan masakannya.. akan tetapi, Ha-baek masih larut dalam kesendiriannya, merenungkan fakta bahwa dirinya akan segera meninggalkan tempat ini..


“Ayolah.. aku lapar, lebih baik kita segera makan--” pinta So-ah

07_5

Mereka duduk berhadapan.. So-ah melahap makanannya, seperti biasa.. seperti tak akan ada apapun yang terjadi diantara mereka. Tetapi, Ha-baek.. ia terlihat begitu lesu, tangannya bergetar dan matanya berkaca-kaca, pertanda ia tengah menahan air matanya..

HA-BAEK : “Meskipun hanya ucapan semata, mengapa kamu tak pernah memintaku untuk tetap tinggal disini?”

SO-AH : “Memangnya, kamu tak akan pergi jika aku memintamu untuk tetap tinggal?”

HA-BAEK : “Tidak.. aku tak bisa melakukannya..”


SO-AH : “Tuh ‘kan, jadi jangan memintaku untuk mengatakan hal yang seperti itu. Lagipula, aku buka tipe wanita yang mengekang pria-nya...”

08_1
08_2

Ha-baek tak memberikan respon apapun.. membuat suasananya, seketika terasa begitu hening. akhirnya, So-ah terpaksa membuka kembal pembicaraan dengan mengutaran alasan mengapa dirinya tak meminta Ha-baek untuk tetap tinggal bersama dengannya,


“Kamu hanya terlihat hebat, karena kamu adalah Rajanya para-dewa. Disini, di tempat ini, kamu bukanlah siapa-siapa.. kamu tak memiliki kekuatan apapun, kamu hanyalah seorang pengangguran yang hobinya berendam di air hangat. Kamu tak suka bekerja dan hanya gemar mengemudikan mobil... kalau begitu caranya, aku harus banting tulang mengumpulkan uang untuk membiayai hidupmu... berhentilah menonton film, dimana karakter utamanya tidak mempedulikan uang hanya demi cinta. Karena jikalau seorang pria bersikap seperti itu, dia akan ditinggalkan oleh kekasihnya... ”
08_3

Mendengar perkataan So-ah, seketika membuat Ha-baek tak sanggup untuk tetap diam dihadapannya, ia bangkit, kemudian berjalan pergi meninggalkannya sendirian..


Untuk beberapa saat, so-ah terlihat biasa saja.. seakan-akan acuh dengan keadaan, ia lanjut menyuapkan sendok demi sendok nasi kedalam mulutnya, “Bagaimana mungkin, seorang Raja memiliki hati yang sensitif seperti dia..” gumanya

08_5
08_6


Akan tetapi, tibalah momen dimana So-ah tak sanggup lagi menahan tangis di pelupuk matanya. Air matanya tumpah, membasahi pipinya. Dia menangis sendu, sendirian didalam kamarnya....

09_1

Soo-ri pulang, dan dengan bangganya ia bercerita kepada Ha-baek mengenai pekerjaan paruh-waktunya yang makin banyak. Setelah memiliki KTP, ia bisa bekerja di banyak tempat...

“Berhentilah--” tukas Ha-baek

“Hah?!”


“Aku sudah menerima pesan,.. saatnya kita untuk pulang. Bicaralah kepada mereka, bilanglah kalau kamu akan berhenti bekerja--”

09_2
09_3

Esok paginya---

Moo-ra berjalan keluar kamarnya dengan raut wajah yang terlihat begitu bahagia, membuat Bi-ryeom bertanya: “Sebegitu bahagianya ‘kah dirimu?”

“Tentu saja.. seharusnya kamu melihat sendiri ekspresinya...”

“Sepertinya, Kamu telah benar-benar membenci Ha-baek..”

“Sebenarnya aku sempat berfikiran untuk tidak menyampaikan pesan itu kepadanya, supaya dia bisa tetap tinggal disini untuk selama-lamanya...”


“Hal itu terdengar kejam, meskipun kamu hanya bercanda. Kamu sendiri telah mengetahui, bahwa Habaek akan mati jika dia tidak menjadi Raja. Sanggupkah kamu hidup tanpanya? Ha-baek mengetahui hal ini , maka dari itu ia tak ragu untuk pulang..”

09_5
10_1

Kemudian, Bi-ryeom bertanya: Siapakah yang lebih disukai oleh Moo-ra? Ha-baek ataukah dirinya?


“Ka.. Kamu---” jawab Moo-ra yang seketika membuat Bi-ryeom kegeeran dan mengira bahwa Moo-ra lebih menyukainya. Tapi nyatanya, Moo-ra mengatakan itu sembari menatap kaus kaki yang tengah dikenakan oleh Bi-ryeom, dimana terdapat foto dan juga namanya.

10_1_a


Bi-ryeom menceritakan bahwa ini merupakan pemberian dari para fans-nya Moo-ra yang selama ini selalu Moo-ra larang untuk memberikan kado apapun. Tapi mereka terus-terusan memberi kado, hingga akhirnya.. daripada dibuang begitu saja, akan lebih baik jika kado itu untuknya saja.. Lagipula ia sangat menyukai segala barang yang ada foto Moo-ra nya.

10_2
10_3

Moo-ra bergegas menuju kamarnya, untuk meudian membuka sebuah box berukuran cukup besar, yang ternyata berisi berbagai macam merchandise yang terdapat foto beserta namanya.
“Kenapa kamu menyimpannya?” goda Bi-ryeom

“Hmm--- kurasa Tuan Kim yang menyimpannya disini, pada aku sudah menyuruhnya untuk membuang semuanya..” ungkap Moo-ra dengan rsuaranya yang tergagap


Bi-ryeom menyadari sikap Moo-ra yang sebenarnya tak ingin jika barang-barang hadiah itu diambil olehnya. Maka dari itu, dengan sengaja Bi-ryeom malah menghampirinya dan mengambil box itu, “Berikan ini untukku saja--”

10_4

Setelah berdandan rapi, So-ah mengajak Ha-baek ke jembatan tempatnya pernah melompat ke laut untuk bunuh-diri. Dia masih mengingat hari dan waktu kejadian dengan sangat jelas.. disana, ia menceritakan apa yang dialaminya dulu..


Setelah ayahnya pergi, So-ah bertekad untuk fokus pada pendidikannya danhanya mempercayai apa yang ingin ia percayai.. bahkan setleah ibunya meninggal, ia berusaha keras untuk tetap bersikap tegar.

10_6
11_1

Hingga dataglah suatu hari, dimana muncul sebuah perasaan aneh dari dalam dirinya.. ia mulai mempertanyakan, Mengapa? Mengapa? Dan Mengapa? Dari sekian banyakan rasa kasih-sayang di dunia ini, tak ada secerca kasih-sayang untuknya.

Kala itu, tepat ditempatnya berdiri sekarag.. So-ah menelpon ayahnya. Jika telponnya diangkat, berarti Dewa masih menyayanginya, tetapi setelah berkali-kali menghubungi nomor yang sama.. pada akhirnya ayahnya sama sekali tak mengangkat telpon darinya.


Hal itu memicunya untuk melakukan suatu hal yang ia yakini bisa membaut ayahnya menyesal selama sisa hidupnya. Namun nyatanya, ia menyadari bahwa tindakannya itu, merupakan hal paling memalukan yang pernah ia lakukan seumur hidupnya.

11_2
11_3


Sekarang.. saat ini.. ia kembali dihadapkan pada momen untuk mengucap perpisahan dengan orang yang sangat ia cintai. Ia sengaja datang kesini, untuk mengetes perasaannya sendiri.. apakah ia akan merasakan hal yang sama seperti dulu, ataukah ia btelah berubah menjadi lebih dewasa.

11_4


“Terimakasih, karena telah mecintaiku selama ini..” ucap So-ah yang kemudian memeluk Ha-baek dengan erat..

11_5
12_1
12_2

Di kantornya Hoo-ye, tiba-tiba Ja-ya merangsak masuk dan langsung menggurutu mengomeli Sekretaris Min. Ia tak memahami, maksud perkataannya tempo hari yang memintanya untuk merubah diri menjadi seperti manusi yang seharusnya.


Akibat perkataan itu, Ja-ya bahkan mempelajari kembali struktur kromosom manusia normal untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar seorang manusia biasa.

12_3
12_4


Tak mau menuai keributan yang lebih besar, Sekretaris Min mengajak Ja-ya untuk berbicara diluar. Ia menjelaskan maksud perkataannya.. ia menyuruh Ja-ya untuk berhenti dari pekerjaannya karena untuk pekerjaan itu ia mesti memiliki kepintaran dan hati yang besar. Kalimat itu membuat Ja-ya salah faham,..

12_5
12_6


Kali ini, Moo-ra memergoki Bi-ryeom menggunakan handuk yang terdapat bordiran namanya. Segera, ia masuk kedalam ruang pakainnya, untuk memindahkan box hadiah itu ke tempat lain yang lebih tersembunyi dan ‘mungkin’ akan sulit untuk ditemukan.

13_3
13_4
13_5


Bi-ryeom semakin menyadari karakteristik Moo-ra, yang ‘pura-pura’ tidak ingin padahal sebenarnya ingin. Ia-pun menciptakan sebuah cincin berlian untuk kemudian diberikannya kepada Moo-ra.. tetapi, tanpa banyak bas-basi, Moo-ra langsung menolaknya detik itu juga T_T

14_5
14_6


Meskipun hari sudah sangat larut, Yeom-mi mendatangi rumah So-ah. Ia tak bisa tenang setelah mengetahui secara jelas.. apa yang sebenarnya ingin dikatakan So-ah yang datang kedalam mimpinya..

14_4

“Orang itu.. dialah yang menyelamatkanku, sekaligus dialah yang akan menjadi dewa kematianku..”

Kurang-lebih, kalimat itulah yang ingin disampaikan So-ah didalam mimpinya Yeom-mi. Yang berarti.. cepat atau lambat, So-ah akan meninggal..

14_6_a
14_6_b
14_7


Disaat yang bersamaan, Ha-baek yang baru saja melihat fotonya So-ah tiba-tiba berjalan kearh mereka... terdiam mereka saling menatap satu sama-lain dengan tatapan penuh unsur ‘misterius’-----


::: NOTES :::

Duhh, pingin komentar banyak, tapi nanggung besok episode terakhir. Jadi komentarnya disimpen untuk episode 16 aja deh..

Finally, besok episode terakhir.. apakah sad ending atau happy ending ?????

Sejujurnya, rada kecewa sih sama episode ini.. padahal satu episode lagi menjelang akhir, tapinya berasa ‘gembos’ ceritanya karena enggak ada perkembangan lanjut tentang unsur-unsur misterinya, kayak seperti apa sosok ayahnya Hoo-ye, dan kita bahkan engak dikasih clue sedikit-pun tentang keberadaan ayahnya So-ah.

Pokoknya, satu pertanyaan besar yang bakal jadi akhir kisah drama ini adalah kelanjutan kisah So-ah dan Ha-baek. Apakah mereka bisa hidup bersama dan bahgia? Ataukah sebaliknya? Ataukah ada opsi lainnya?


Penasaran, ‘kan? Kita lihat besok ajadeh, eksekusi-nya bakalan kayak begimana. Apapun akhirnya, semoga enggak mengecewakan buat kita semua.

*Preview episode 16, cek di OA aja yaaa---

::: TO BE CONTINUED :::

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

1 komentar

  1. Gw udah nonton smpe akhir, endingnya gitu aja, kaya maksain harus happy ending. Tentang misteri ayah So Ah, setelah terbuka misterinya, ya udah lewat aja. Intinya drama ini jalan ceritanya beda banget sama manhwanya, kelebihannya, pemain2nya kece2, dan viewnya oke banget, diluar itu ya jalan ceritanya datar

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤