SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 14 [Bagian 1]

09:05

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

image

“Apa yang terjadi?..” tanya Moo-ra ketika tiba di lokasi Hoo-ye dan Bi-ryeom bertarung. Disana suasananya sangat gelap, JIn-geon telah tergeletak tak sadarkan diri di pangkuan Bi-ryeom. Sementara Hoo-ye hanya bisa terdiam gemetar kebingungan..

01_2

So-ah teringat perkataan Bi-ryeom kepadanya tadi: , ‘.. aku membenci fakta bahsawanya kau tetap bersamanya, meskipun telah mengetahui makhluk seperti apa dia sebenarnya..’. Selain itu, ia-pun teringat reaksi Ha-baek ketika bertemu dengan Hoo-ye, dan ia juga ingat momen ketika luka di tangan Hoo-ye menghilang dalam waktu sekejap..

“Mungkinkah?... kukira itu semua itu hanya dugaanku saja..”

01_4

“Apa yang terjadi?! Siapa yang membunuh siapa?!” teriak Moo-ra, yang kemudian melirik ke arah Hoo-ye dan dengan suaranya yang gemetar, ia lanjut bertanya: “Apakah ini berkaitan dengan Moo-myeong? Dia (Hoo-ye) telah membunuh Moo-myeong?!”

“Selama 1200 tahun kebelakang aku telah berkali-kali membunuhmu dalam pikiranku! Bahkan, aku berharap supaya kekuatan kita bisa tertukar! Tetapi, setelah mengetahui bahwa kau akan membusuk di dalam gua itu sendirian dan kesepian, kupikir itu menjadi balas dendam yang paling hebat. Namun sekarang, aku melihatmu hidup bahagia dan bernafas lega di bawah sinar matahari seperti ini? Bagaimana bisa? Beraninya kau hidup bahagia seperti ini?!”
01_6
02_2

Bi-ryeom hendak menonjok Hoo-ye, tetapi Ha-baek menghentikannya. Tak kuasa menahan emosiya, Bi-ryeom memilih pergi meninggalkan mereka begitu saja..

BRIDE OF THE WATER GOD EPISODE 14

02_3
02_4

Jin-geon dibawa ke apartemen Moo-ra.. disana, baik itu Ha-baek ataupun Moo-ra, mereka sama-sama tak bisa menghubungi Bi-ryeom. Moo-ra tak mengetahui gua apa yang dibicarkan oleh Bi-ryeom.. sementara Ha-baek sendiri, malah tak mengenal siapa itu Moo-myeong.

“Dia merupakan saudara kembarnya Jin-geon, yang sangat dekat dengan Bi-ryeom..”

“Tapi kenapa dia (Hoo-ye) membunuhnya?”

02_5
02_6

Moo-ra tak mengetahui alasannya, terlebih ia sendiri baru mengetahui kematian Moo-myeong yang membuatnya merasa sangat kecewa pada Hoo-ye, “Lantas, kenapa Bi-ryeom merahasiakannya dariku?”

02_7
02_8

Sepanjang malam, Hoo-ye menyendiri merenungkan semua tragedi mengerikan yang pernah terjadi kepadanya di masa lampau. 

‘Berani-benarinya kau hidup bahagia seperti sekarang !!’ kalimat yang diucapkan Bi-ryeom kepadanya itu, terus terngiang-ngiang di kepalanya membuatnya tak kuasa menahan rasa bersalahnya..

03_1
03_2

Ketika So-ah hendak menelpon Hoo-ye, Ha-baek pulang kerumah dan dengan tenangnya ia memberitahu So-ah bahwa tadi, Bi-ryeom hanya bercanda.

“Shin-daepyo.. dia makhluk yang sama seperti kalian ‘kan? Kenapa kamu tidak pernah memberitahuku?” 

“Kamu tidak pernah bertanya.. ”

“Berarti, benar dia berasal dari duniamu ‘kan..?”

“Tapi dia berbeda dengan kami..”

03_3

Mendengar jawaban itu, membuat So-ah meyakini bahwa orang-orang yang selalu diceritakan oleh Hoo-ye adalah mereka para-dewa seperti Ha-baek, “Dia bilang, seharusnya dia tidak dilahirkan..”

“Kau! Sejak kapan kalian membicarakan hal seperti itu!? Apakah setelah aku pergi, ataukah sebelum aku pergi? Apakah sekarang kamu berharap aku pergi lagi? Sejak kapan, kamu mendengarkan ceritanya seperti itu!?”

“Kamu ini kenapa?”

“Sudah kuperingatkan, bahwa kamu harus menjaga jarak dengan teman pria-mu karena aku akan merasa cemburu padamu! ”

03_4

Ha-baek menyendiri, merenungkan kembali.. gua apa yang dimaksud oleh Bi-ryeom, dan bagaimana bisa Bi-ryeom bertemu dengan Hoo-ye semejak 1200 tahun yang lau..

FLASHBACK

03_5

Suatu malam, Ha-baek menemui Bi-ryeom untuk menanyakan tempat Nakbin dikurung yang kala itu posisinya berada di negara langit. Tetapi Bi-ryeom tak memberitahunya, dengan alasan bahwa Nakbin tak akan bisa diselamatkan dimanapun ia berada, baik itu dikurung disini atau bahkan di dunianya sendiri.

“Aku tak akan menyelamatkannya, karena aku tak bisa memaafkannya..”

“Lantas, untuk apa kau ingin menemuinya..”

“Aku ingin bertanya kepadanya.. apakah arti diriku untuknya..”

FLASHBACK END

04_1

Mengingat kejadian itu, membuat Ha-baek bertanya pada dirinya sendiri, “Mungkinkah...?”

================

04_2

Di pagi hari, So-ah mengetuk pintu kamar Ha-baek.. tetapi tak ada jawaban. Dan ketika ia membuka pintunya, tak terlihat siapapun disana.

04_4
04_5

Ia kemudian menelpon Yeom-mi dan berkonsultasi dengan mengibaratkan Ha-baek sebagai pria ‘A’, “Mengapa si ‘A’ tiba-tiba marah di tengah obrolan?”

Dengan mudah, Yeom-mi mengetahui siapa orang yang dimaskud oleh So-ah. Dan dengan ketusnya, ia berkomentar, “Putus saja dengannya!”

“Hah? Putus?”

“Ya.. karena pria itu pasti memiliki masalah untuk mengontrol emosinya..”

“Tapi.. yang aku tanyakan, kenapa dia tiba-tiba marah?”

“Karena dia merasa bersalah.. kurasa kebanyakan pria akan marah, ketika menyadari bahwa dirinya telah berbuat suatu kesalahan, hanya untuk menguji kesabaran pacarnya..”

04_6

Setelah telponnya ditutup, ada telpon masuk dari Sekretaris Min yang bertanya mengenai keberadaan hoo-ye, “Apakah dia menghubungi anda?”

“Ahh.. tidak.. ada..”

“Kalau begitu, tolong segera beritahu saya jika dia menghubungimu...” 

04_7

Mengetahui bahwasanya Hoo-ye ‘menghilang’, membuat So-ah langsung menelponya. Tetapi di tempat lain, kita melihat ponsel Hoo-ye yang dibiarkan tergeletak begitu saja di atas bebatuan, yang disampingnya terdapat sarung tangan berkebun milik Hoo-ye.

05_1

Setelah mendapatkan informasi dari Moo-ra, Ha-baek pergi menemui Bi-ryeom. Ia langsung bertanya mengenai kejadian sebenarnya yang tejadi 1200 tahun yang lalu, “Kau bilang kau tak pergi kesana.. kau bilang kau tak akan membantuku.. apakah Moo-myeong mati disana? Kenapa kau tak pernah menceritakan semua itu kepadaku?”

FLASHBACK

05_4
05_5

Bi-ryeom menolak memberikan bantuan pada Ha-baek yang ingin menemui Nakbin, dengan alasan ia memang tak ingin melakukannya, “Karenamu, Moo-ra jadi sedih.. maka dari itu, kau tak sepantasnya untuk hidup bahagia.. Seharusnya kau dihukum..”

FLASHBACK END

05_6
05_7

“Jadi pada akhirnya kau pergi kesana?” tanya Ha-baek

“Iya! Aku pergi kesana dan aku menyesalinya ratusan kali! Mengapa aku kesana?! Mengapa aku berniat mengabulkan permintaan darimu!? ‘..Apakah permintaan darimu lebih penting dibanding nyawa Moo-myeong?...’ aku terus menayakan hal itu kepada diriku sendiri!” teriak Bi-ryeom

“Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa dia (Hoo-ye) ada disana?”

“Hoo-ye dikurung disana dan Nakbin bersembunyi disana..”

FLASHBACK

05_8
06_1
06_2

Ditemani Moo-myeong, Bi-ryeom menemui Nakbin di dalam gua tersebut. Disana ada Hoo-ye kecil, yang kala itu tak ia ketahui siapa identitasnya yang sebenarnya. Ketika Moo-myeong menarik tangan Nakbin, beberapa prajurit Raja tiba dan mereka semua hendak membawa pergi Nakbin.

06_3
06_4
06_5

Hoo-ye mencoba untuk menghalangi mereka, akan tetapi badannya yang kecil malah didorong hingga terjatuh. Disaat itulah.. Hoo-ye mengeluarkan kekuatanya, dan dalam hitungan detik.. seluruh prajurit termasuk Moo-myeong, tewas daengan kondisi luka bakar di sekujur tubuhnya..

06_6
07_1
07_2
07_3

Bi-ryeom terdiam kebingunan.. ia marah.. tetapi datanglah Jin-geon, yang kemudian segera membawanya pergi meninggalkan gua tersebut..

FLASHBACK END

07_4

Mendengar kisah itu, membuat Ha-baek berteriak.. bertanya mengapa Bi-ryeom menyimpan semua kisah ini sendirian? Mengapa ia tak menceritakan semua itu kepadanya?!

07_5

“Itu perintah Baginda Raja..” ungkap Jin-geon yang baru saja tiba bersama dengan Moo-ra, lanjutnya ia menjelaskan : “Baginda raja, memerintakan kami untuk tidak memberitahu siapapun, bahwa ada seorang anak kecil yang dikurung disana. Sebagai hambanya, tentu kami harus menuurti segala perintahnya..”

“Jadi... Moo-myeonng meninggal karenaku...” ucap Ha-baek dengan lesu

“Tak ada yang bersalah atas kematian Moo-myeong. Sebagai saudara kembarnya, aku dan dia berbagi takdir yang sama. Salah satu dari kami, memang ditakdirkan untuk meninggal lebih dulu.. ” papar Jin-geon

07_6
08_2

Moo-ra berjalan menghampiri Ha-baek, “Itu semua karenamu! Salahmu!” ucapnya yang kemudian menampar wajah Ha-baek dengan sangat keras. Selanjutnya, Moo-ra menarik tangan Bi-ryeom, mengajaknya pergi meninggalkan Ha-baek.. Untuk pertama kalinya, Moo-ra membela Bi-ryeom dengan mengatakan kalau Ha-baek memang pantas untuk dihajar..

08_3
08_4

Setibanya di apartemen, Moo-ra meminta Bi-ryeom untuk menceritakan segala keresahannya.. Ia bisa memahami perasaan Bi-ryeom yang ribuan tahun, telah membenci dirinya sendiri karena merasa bersalah.. merasa jika dirinya telah kabur meninggalkan Moo-yeong tanpa sempat enyelamatkannya.

08_5
09_1

Bahkan, Moo-ra sampai meminta maaf kepada Bi-ryeom.. karena menurutnya, orang yang paling bersalah dalam kejadian itu adalah dirinya, “Aku menyuruhmu untuk menghindarinya (Hoo-ye).. apakah perkataanku itu yang membuatmu berlari darinya?”

“Tidak..”

“Kamu.. tidak pernah melarikan diri darinya, Jin-geon yang menarikmu pergi dari sana.”

“Kamu tak mengetahui apapun.. ”

09_2
09_5

Sembari menyentuh dada Bi-ryeom, Moo-ra mengatakan, “Tetap saja.. aku tahu kalau sebagian dari hatimu memintamu untuk melarikan diri darinya. Kamu ingin berterimakasih kepada Jin-geon yang telah membawamu pergi darisana...”

09_5_A
“Bukankah seperti itu caramu berpikir selama ini? Dan karena itulah... aku selalu menyebutmu kekanakan,.. Kamu tidak pernah meninggalkan Moo-myeong, tetapi kamu menyelamatkan hidup Jin-geon. Jika dulu terjadi sesuatu padamu, JIn-geon tak akan bisa hidup dengan tenang seperti sekarang. Kaisar langit, pasti tak akan mengampuninya. Mulai dari sekarang, tak usah mendengarkan perkataanku lagi,..”
09_6

“Anggaplah.. ini sebagai hadiah terbesar dariku untukmu..” ucap Moo-ra yang kemudian mengecup bibir Bi-ryeom dengan lembut..

Ketika Moo-ra melepasnya, Bi-ryeom berkata: “Kamu sedang bercanda?”. Kemudian, ia langsung memeluk Moo-ra dan menciumnya lebih lama...

10_1
10_2

===============================

10_3

“Ahjussi.. ahjussi..” panggil si gadis kecil tunanetra sembari berjalan memasuki gudang tempat Hoo-ye berada. Hoo-ye hanya diam, tetapi gadis itu terus berjalan mencarinya dan tak sengaja kakinya tersandung kayu yang membuatnya terjatuh.

10_4
10_5

Hoo-ye sangat ingin menolongnya, tetapi ia ragu untuk melakukannya.. ia memilih untuk tetap diam ditempatnya, yang pada akhirnya membuat gadis itu berpikkiran bahwa Hoo-ye memang tak ada disini..

11_2

Karena ketidakberdayaannya itu, Hoo-ye marah pada dirinya sendiri.. ia mengamuk, membanting seluruh benda yang berada didekatnya. Pada akhirnya.. ia hanya bisa berlutut, menangisi keadaannyayang seperti itu..

11_3

So-ah duduk sendirian di kamarnya, ia berpikir keras.. mengapa Ha-baek mengatakan bahwa Hoo-ye adalah makhluk yang berbeda darinya. Setelah mengingat kembali semua yang telah terjadi.. So-ah mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri, “Mungkinkah? Apa jangan-jangan...”

11_4

Setelah berganti pakaian, So-ah bergegas pergi... Tetapi di depan cermin, sejenak ia terdiam, “Apa yang harus kulakukan ketika bertemu dengannya?”

11_5
11_6

Beberapa saat kemudian, datanglah Ha-baek, “Mau kemana?” tanyanya

“Ah.. tidak kemana-mana, kok..”

Berjalan mendekatinya, Ha-baek langsung memeluknya, “Untuk yang tadi malam.. aku ingin minta maaf.”

“Apa terjadi sesuatu padamu?”

12_1
12_2

Sepertinya So-ah ingin bertanya mengenai Hoo-ye, tetapi belum sempat menanyakannya ia memilih untuk mengalihkan pembicaraan dengan bertanya mengenai kegiatan yang dilakukan Ha-baek seharian ini, “Kamu menemui temanmu? Meminjam uang kepada mereka?”

Tiba-tiba suara keroncongan dari perut Ha-baek terdengar jelas.. membuat So-ah tersenyum kemudian mengelus perutnya, “Hmm. Kelaparan yaa... Kalau begitu bagaimana kalau kita makan Kari? Aku akan membeli bahannya dan kamu, tolong kupaskan kentangnya...”

12_4
13_1

Setelah beres mengupas kentang, Ha-baek mencari cemilan karena perutnya terus keroncongan. Tak sengaja ia melihat foto So-ah.. Ia memegang bingkainya, tetapi malah menjatuhkannya.

13_2
13_3

Tenyata, dibalik foto itu terselip foto So-ah kecil bersama dengan ayahnya, “dasar jelek..” komentar Ha-baek, yang kemudian merapikan kembali foto tersebut seperti semula.

13_4
13_5

Sembari berjalan pulang, So-ah sibuk membaca resep membuat Kari di ponselnya. Tiba-tiba, muncullah seseorang yang membekap mulutnya dan menyretnya pergi..

13_6
14_1

Tak lama kemudian, Ha-baek keluar dari rumah.. ia dibuat panik, setelah melihat belanjaan dan ponsel So-ah yang berserakan di tengah jalan. Segera ia berlari sekuat tenanga, mencoba untuk mancari So-ah..

14_2
14_3

Nyatanya, So-ah dibawa pergi oleh Joo Geol-rin ke perkebunan milik Hoo-ye. So-ah yang tak tahu apapun, merasa ketakutan.. ia panik dan mencoba untuk berlari kabur. Tetapi, Joo Geol-rin berhasil mengejarnya, “Tolong, dengarkan aku dulu... kumohon, temuilah Hoo-ye..”

14_4
14_5

“Shin-daepyonim..” panggil So-ah yang kemudian membuat Hoo-ye terperanjat dan malah mencoba untuk berjalan menjauhinya. Tetapi So-ah terus mendekatinya.. meskipn Hoo-ye berteriak menyuruhnya pergi, So-ah tetap mendekat dan dari belakang ia memeluknya erat.

15_1
15_2

“Tak apa.. tenanglah.. semuanya akan baik-baik saja...” ucap So-ah yang seketika membuat Hoo-ye teringat suara seorang pria yang mengatakan hal yang sama persis 

15_3
15_4

Ketika Ha-baek tak bisa diam karena dirunrung rasa khawatir, So-ah menelponnya dan mengatkan bahwa dirinya baik-baik saja.

“Kau bersamanya(Hoo-ye)?”

“Ah.. iya..”

“Cepat pulang sekarang juga! Kau tak mengenal orang seperti apa dia sebenarnya!”

“Aku menengalnya dengan baik.. dan dia tak akan mencelakaiku. Teanglah, sebenentar lagi aku akan pulang.”

15_5
16_1

Setelah telponnya ditutup, Moo-ra mengomentari tingkah Ha-baek, menyebutnya terlalu mengkhawatirkan So-ah, “Shin-daepyo, tak akan pernah mencelakai So-ah.. Biarkanlah dia bersama dengannya. Itu hal yang terbaik untuk dia. Pikirkanlah baik-baik, kau tak bisa melakukan apapun untuknya! Shin-daepyo itu orang yang kaya-raya..”

Ha-baek bersikeran ingin menyusul So-ah, tetapi Moo-ra dengan tegas menolak untuk mebantunya..

16_2

So-ah kembali menghampiri Hoo-ye, tetapi Hoo-ye masih bersikeras menyuruhnya pergi, “Aku bisa menghancurkan segalanya.. Berada di dekatku, tak akan membuatmu bahagia. Bahkan, aku nyaris mencelakimu sekali,.. Beberapa hal tak akan pernah bisa dirubah, meskipun tampilan luarnya diganti, tetap saja aslinya masih sama. Seberapa keras aku mencoba, tetap saja aku akan kembali ke sifat asliku....”

16_3
16_4

“Lantas sifat aslimu yang seperti apa? Apakah kau menganggap dirimu akan terus mengulangi kesalahan yang sama meskipun kau tak ingin melakukannya?

“Aku bisa saja melakukan kesalahan yang lainnya.. kapanpun...”

“Tidak.. kamu salah.. aku tahu, kamu bukanlah manusia yang seperti itu...”

“Manusia?”

“Lantas, kamu ingin disebut sebagai seorang dewa? Pilih mana, hidup sebagai manusia atau dewa?”


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

3 komentar

  1. Nunggu sub indo ga nongol2.. Baca sinopis aja 😀kak kenapa ga jd translator aja masuk subscene

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahahaha, coming sooooooooon, mungkin ☺

      Delete
  2. Part 2 nya donk....lanjut trus kakak

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤