SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 13 [Bagian 2]

13:44

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

image

So-ah menghampiri Ha-baek yang masih duduk di dalam kafe. Mengenai mobil yang diinginkannya, ternyata Moo-ra dan Bi-ryeom tak bisa memberikannya, dan tentu saja itu membuat Ha-baek merasa kecewa.

01_2
01_3

“Aku memintanya membuatkanku mobil dengan kekuatanya.. tapi..”

“Itu tidak masuk akal..”

“Tapi Bi-ryeom mengatakan, kalau dia mengenal seorang dealer mobil, yang mungkin bisa--”

01_4

Ketika tengah berjalan ditaman, tiba-tiba muncul Jin-geon yang langsung berdiri menghalangi jalannya.

FLASHBACK

01_5

“Dia (So-ah) adalah milik Ha-baek, aku terlambat satu langkah darinya. Ha-baek adalah raja, itulah fakta yang membuatku merasa keccil dihadapannya. Ketika mengetahui, bahwa dia kembali ke asalnya, aku mulai merasa percaya diri. Tetapi.. dia datang lagi..” ungkap Hoo-ye dengan suaranya yang lesu

FLASHBACK END

01_7
01_8

Joo Geol-rin berteriak dan berusaha keras untuk mencium Ha-baek. Akan tetapi, Ha-baek hanya diam, “Kau ini kenapa?” tanyanya heran

“Aku hanya ingin menarik kembali kutukan yang kuberikan padamu..” jawabnya

“Bilang dong daritadi..” ujar Ha-baek yang kemudian duduk dan mempersilahkan Joo Geol-rin untuk melakukan yang ingin dilakukannya.

“Be..berarti kekuatan anda belum kembali?” gumamnya yang kemudian berjalan menghampiri Ha-baek. Perlahan, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Ha-baek..

02_1
02_2

Ketika wajah mereka sangat dekat, So-ah berteriak “Jangan!!!!!”. Seketika Ha-baek bangkit dari kursinya, dan dengan kikuk mengatakan bahwa dirinya tak perlu menghilangkan kutukan itu karena dirinya sudah terbiasa dengan rasa lapar.

Tapi ia tak bisa memaafkan Joo Geil-rin begitu saja. Ia menegaskan, bahwa suatu saat ia akan memberinya pelajaran..

02_4
02_5

Tiba-tiba ponsel Ha-baek berdering, setelah mengangkatya ia langsung tersenyum senang: “Aku telah mendapatkan mobil..” ujarnya

02_6

Bi-ryeom meminta bantuan Jin-geon untuk mencaritahu keberadaan Moo-ra yang tiba-tiba menghilang. Ketika dicari dikamarnya sekalipun, Bi-ryeom tak bisa menemukan Moo-ra.. yang membuatnya khawatir, adalah karena Moo-ra tak menitipkan pesan apapun kepadanya.

02_7

Di ruangannya, Joo Geol-rin memberitahukan Hoo-ye mengenai Ha-baek yang tidak memiliki kekuatannya. Ia tak mengetahui penyebab pasti, mengapa hal itu bisa terjadi. Tetapi ia menduga bahwasanya, seorang calon Raja seperti Ha-baek, memasng sengaja diutus ke bumi untuk mencari batu-dewa tanpa diberi kekuatan sebagai salah satu ujian yang harus dilewati olehnya.

“Sekarang coba pikirkan.. jika anda dibandingkan dengan dewa yang kehilangan kekuatannya, siapa yang lebih hebat? Siapa yang lebih kuat?”

03_1

Tiba-tiba, datanglah Moo-ra yang seketika membuat Joo Geol-rin gemetar ketakutan. Segera, ia-pun pamit pergi meninggalkan mereka.

“Joo Geol-rin? Kalian saling mengenal?” tanya Moo-ra

03_2

Bukannya menjawab pertanyaan itu, Hoo-ye malah balik bertanya, megapa Moo-ra datang menumuinya?

“Ha-baek datang lagi..”

“Aku sudah mengetahuinya..”

“Darimana dan bagaimana kamu mengetahuinya?”

Belum sempat Hoo-ye menjawab, Moo-ra sudah menemukan jawabannya.. “Kamu pasti melihat mereka (Ha Baek - So ah) tengah bersama..”

03_3
03_4

MOO-RA : “Peperangan akan segera dimulai dan aku berada di pihakmu. Jika kamu tak bisa memenangkan hatinya (So-ah), kau bisa mengambilnya secara paksa. Lakukan apapun, untuk memisahkannya dari Ha-baek..”

HOO-YE : “Itu hal yang berbahaya..”

MOO-RA : “Tentu saja, karena Ha-baek buknlah lawan yang mudah dikalahkan. Tapi aku pasti akan mendukungmu..”

HOO-YE : “Kudengar, dia tak memiliki kekuatannya. Tanpa kekuatannya, dia bukanlah siapa-siapa. Bukankah berarti, aku lebih kuat daripada dia?”

MOO-RA : “Apa katamu?!”

HOO-YE : “Aku tak butuh bantuan darimu. Kuhatap, kalian tak berpihak kepada siapapun, karena jika kalian menggunakan kekuatan untuk membantunya, aku-pun akan meggunakan kekuatanku. Tapi kuharap, kita tak sampai mencelakai satu sama lain seperti itu. Menggunakan kekuatanku di dunia manusia, merupakan hal yang paling aku benci.”

03_4_a

Datanglah Bi-ryeom..”Apa yang kau lakukan disini?”

“Ayo kita pergi!” ucap Moo-ra yang kemudian berjalan kearahnya, tetapi tak sengaja kakinya kehilangan keseimbangan yang membuatnya hampir terjatuh. Untunglah, Hoo-ye dengan sigap menahan tangannya.

03_5
03_6
03_7

Tetapi hal itu membuat Bi-ryeom marah, ia langsung menampar wajah Hoo-ye dengan sangat keras, “Berani-benarinya, tangan kotormu itu memegang tangannya!”

“Hey-aa!!!” teriak Moo-ra yang berhasil meredamkan emosi Bi-ryeom. Tapi, sebelum pergi, Bi-ryeom memperingatkan supaya Hoo-ye menjauh dari pandangannya, jika tak ingin ia melakukan hal buruk padanya.

03_9
03_10

Di basement, Moo-ra melepaskan tangannya yang digenggam erat oleh Bir-yeom, ia menjelaskan bahwa antara dirinya dan Hoo-ye tak ada hubungan apapun dan tbarusan mereka hanya mengobrol biasa, “Ada  apa denganmu!” teriaknya

“Jangan berbicara dengannya lagi! Dia berbeda dengan kita..” ucap Bi-ryeom

“Memang benar dia berbeda. Seperti katamu, dia hanyalah manusia setengah dewa. Aku bisa memahami mengapa kamu merendahkannya, tetapi kamu hanya harus menganggapnya sama seperti manusia rendahan lainnya. Kamu bertingkah seperti ini, karena takut padanya? Dewa kematian? Tak ada hal yang seperti itu. Cerita yang pernah kita dengar, hanyalah sebuah dongeng fiktif. Anggaplah kamu takut padanya karena sifatmu yang kekanakan, tetapi sejujurnya aku masih tak memahami mengapa kamu bertingkah sejauh ini. Pasti ada alasan lain, dan sampai kamu bersedia mengatakan semuanya secara jujur kepadaku, aku tak akan membiarkanmu begitu saja. Sekarang, aku tanya.. apa alasannya? Kenapa kamu bersikap seperti ini?”

“Tak bisakah kamu memahami, bahwa aku tak bisa menceritakannya kepadamu karena kamu adalah kamu. Kamu yang terus-terusan mendesakku untuk memberikan pejelasan,.. aku tak bisa memberitahumu karena kamu adalah kamu..”

“Apa maksudmu?”

“Haruskah kamu membuatnya terlibat dalam urusan kita? Apakah ini caramu untuk menyelesaikan masalah dengan Ha-baek? Kalau begitu, aku akan merayu Yoon So-ah untukmu! Haruskah aku melakukannya? Karena kuyakin, aku bisa menarik perhatiannya! Itu keahlianku dan kamu sendiri mengetahuinya..”

04_1

Moo-ra langsung menampar Bi-ryeom, “Kamu benar-benar menyedihkan.. selalu melakukan hal yang membuatku ingin menamparmu!” rutuknya

Bi-ryeom tak mengatakan apapun, ia bergegas pergi mengendarai mobilnya meninggalkan Moo-ra.

04_2

“Jin-geon! Jin-geon!” teriak Moo-ra, yang kemudian membuat Jin-geon keluar dari persembunyiannya. Moo-ra menghampirinya, untuk kemudian bertanya secara langsung mengapa Bi-ryeom bertingkah seperti itu?

“Beritahu aku, atau aku akan benar-benar meremukkan lidahmu!”

04_3
04_4

“Karena aku..” itulah jawaban sekaligus kalimat pertama yang diucapkan oleh Jin-geon dihadapan Moo-ra.

“Apa? Maksudmu?”

“Hanya itu yang bisa aku beritahukan kepadamu.. sekarang, silahkan lakukan apapun yang ingin kau lakukan kepada lidahku..”

04_5

Dengan bangga, Ha-baek mengemudi mobil barunya. Ia bahkan sengaja memacunya dengan kecepatan tinggi, untuk mengetes seberapa hebat mobilnya.

“Kenapa kamu sangat terobsesi untuk memiliki SIM?”

“Karenamu..”

“Hah?”

“Katamu, kamu akan merasa aman jika mobilnya dikemudikan oleh orang yang memiliki SIM. Sebenarnya, aku tak terlalu membutuhkannya, tetapi kamu berkata seperti itu.. maka aku sangat ingin memilikinya..”

04_6
04_7

Berpindah ke rumah So-ah, tepatnya di ruang makan..Ha-baek terlihat kecewa, karena So-ah malah mengajaknya pulang padahal ia masih ingin jalan-jalan.

“Kita bisa pergi keluar dilain waktu, karena saat ini.. aku hanya ingin... menatap wajahmu dengan tenang..” ungkap So-ah

04_8

“Apa ini hanya mimpi ataukah kenyataan? Jika ini hanyalah mimpi, kuharap aku tidak terbangun lagi...” gumam So-ah

Perlahan, Ha-baek menyentuh pipi So-ah dan mengatakan, “Ini kenyataan..”

So-ah memejamkan matanya dan mengatakan, “Kamu benar..”

04_9

Sejenak, mereka tediam dalam posisi itu, kemudian So-ah membuka kembali matanya dan HA-baek menarik tangannya, “Ini tidak menyenangkan..” ucapnnya dengan kikuk

05_1

So-ah berjalan menuju ruang tengah, ia duduk di sofa dan mengajak Ha-baek untuk melakukan sesuatu yang lebih menyenangkan.

“Akan kemana kita pergi besok? Ingin melihat matahari terbit dan terbenam?” ajaknya

Sejujurnya, kepada semua orang So-ah mengatakan bahwa dirinya tak tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat wisata seperti laut ataupun gunung. Tapi anehnya, ia bermimpi untuk tinggal di pulau bernama Vanuatu..

“Ceritakan padaku kemana saja kamu ingin pergi, dan apa saja yang ingin kamu lakukan..” ucap Ha-baek

“Kenapa? Memangnya kamu akan mewujudkannya?” tanya So-ah

“Tentu saja”

“Waaahhhh.. tapi, kita butuh uang yang banyak untuk melakukan semua itu. Dan maslahnya, kita berdua ini hanyalah pengangguran, bagaimana bisa kita melakukannya? Aigoooo.. seharusnya kamu membawa tongkat ajaib...”

05_2

Ha-baek masuk kekamarnya, kemudian menghubungi seseorang..

“JANGAN MENELPONKU!” terdengar teriakan Moo-ra lewat telpon.

“Aku butuh uang.. yang banyak..” ucap Ha-baek yang nyatanya tak mendapat respon apapun, karena Moo-ra langsung menutup telponnya lagi.

05_3

Esok harinya, Nam Soo-ri menemui Yeom-mi.. perlu waktu beberapa saat, hingga Yeom-mi menyadari bahwa ini bukanlah mimpinya semata.

Karena awalnya, ia mengira Soo-ri sebagai sosok pria yang selalu mendatangi mimpinya bersama dengan So-ah. Setelah melihat sepatu yang seikenakan Soo-ri, barulah Yeom-mi menyadari bahwa pria dalam mimpinya itu, bukanlah Soo-ri.

05_4
05_5

Untuk memastikannya lebih lanjut, Yeom-mi mendatangi rumah So-ah, “Ternyata memang benar.. kalian datang kesini lagi..”

“Dia kembali.. karena merindukanku..” ucap So-ah

05_6

Ha-baek bertanya kepada Soo-ri, mengapa dia pulang bersama Yeom-mi?

Ternyata, Soo-ri bekerja paruh-waktu di tempatnya Yeom-mi, karena katanya dia bisa memberikan Yeom-mi inspiriasi. Selanjutnya, Soo-ri menceritakan sikap Yeom-mi kepadanya, yang sepertinya menyukainya. Awalnya, Soo-ri merasa ragu dan takut, tetapi ia mulai berpikir untuk memberanikan diri, menjalin hubungan dengannya.. sama seperti yang dilakukan Ha-baek dengan So-ah.

05_7

Di ruang tengah, Yeom-mi dibuat menangis setelah mendengar cerita lengkap mengenai alasan Ha-baek kembali kesini. Dirinya merupakan putri bungsu dari keluarga konglomerat, maka dari itu ia bisa melakukan apapun sesuka hatinya dan tetap merasa bahagia, tetapi melihat apa yang dialami So-ah membuatnya sangat merasa kasihan kepadanya. Mereka berpelukan dan menagis sesegukan..

05_8
05_9

Ha-baek yang berjalan melweati mereka, tak memahami apa yang tengah terjadi. Ia-pun hanya meliriknya heran dan menyebut mereka sebagai ‘wanita yang aneh’

06_1
06_2

Beberapa saat kemudian, Yeom-mi pulang.. dan So-ah menelpon Ha-baek untuk bertanya dimanakah ia berada?

Ha-baek mengatakan, bahawa dirinya tengah diperjalana untuk bertemu dengan Moo-ra. Mengetahui hal itu membuat So-ah menjadi gugup, ia bertanya apakah Ha-baek memiliki urusan yang sangat pernting dengan Moo-ra?

Tetapi pertanyaan itu, justru membuat Ha-baek tersenyum geli dan balik bertanya, “Kamu ini kenapa? Cemburu?”

“Hmm. ti....tidak.. mana mungkin aku cemburu pada seorang Dewi sepertinya?”

“Tapi aku akan cemburu pada teman-teman lelakimu..”

Sejenak So-ah terdiam kikuk, hingga akhirnya ia membalas perkataan Ha-baek dengan mengatakan kalau dirinya akan berkerja paruh waktu dan bertemu dengan teman lelakinya, sekarang juga.. Belum sempat Ha-baek bertanya lebih lanjut, So-ah malah sengaja mematikan telponnya.

06_3
06_4

Tak lama setelah menutup telpon dari Ha-baek, tiba-tiba ada telpon masuk dari Sang-yoo.. Entah apa yang terjadi, tetapi suaranya terdengar panik..

So-ah bergegas mendatangi Sang-yoo di klinik, “Apa yang terjadi?” tanyanya

Ternyata, Sang-yoo ingin menyambaikan kabar baik. Klinik mereka akan kembali berjalann sepeti semula, karena Tuan Shin telah menjual bangunan ini kepada orang lain. Dan pemilik baru bangunan ini, membiarkan mereka untuk tetap membuka kliniknya disini, bahkan biaya sewanya diturunkan..
“Benarkah? Kenapa dia sangat baik? Harusnya kita mengunjunginya untuk berterimakasih padanya?” tanya So-ah

“Tidak perlu.. katanya, dia sendiri yang akan berkunjung kesini..” jawab Sang-yoo

06_5
06_6

Moo-ra pulang ke apartemennya.. sejenak ia terdiam, merenungkan kembali perkataan jin-geon yang mebuatnya semakin penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba, ia mendapat telpon dari asistennya yang memintanya untuk segera datang ke lokasi syuting.

“Eonni.. hadiah dari fans-mu aku simpan di mobil..”

“Kubilang, jangan terima hadian apapun dari mereka!” keluh Moo-ra yang kemudian menutup telponnya

06_7
“Aneh.. artis macam apa yang melarang fans untuk memberikan hadiah kepadanya?” 
06_8
06_9

Moo-ra menelpon Bi-ryeom, untuk bertanya kemana dia pergi tadi malam dan kemudian mengajaknya untuk bertemu dengannya sekarang juga, “Aku harus syuting, jadi kita bertemu di Resort Berinwon..”

Tetapi segera, Moo-ra menarik kembali ucapannya dan mengajak Bi-ryeom untuk bertemu di tempat lain (karena Berinwon itu resort punyanya Hoo-ye)

“Tak apa, kita bisa bertemu di Berinwon saja..” ucap Hoo-ye yang kemudian menutup telponnya

Tak lama kemudian, terlihat Ha-baek yang baru saja tiba untuk menemui Moo-ra...

07_1
07_2

Ternyata, teman pria yang hendak ditemui So-ah adalah Hoo-ye. Ia datang kesana untuk memenuhi tugasnya sebagai konsultan.

“Hari ini, kamu terlihat sangat bahagia..” ucap Hoo-ye

So-ah tersenyum, kemudian bercertia mengenai bangunan kliniknya, ia-pun mengungkapkan niatannya untuk menemui pemilik bangunannya yang baru secara langsung dengan membawa semangka besar untuknya.

HOO-YE : “Yoon So ah-ssi.. pasti kamu akan menolak, jika aku mengajkmu makan malam denganku, ‘kan?”

SO-AH : “Hmm... begitulah..”

HOO-YE : “Aku tahu kamu pasti duah memiliki janji dengan orang lain..”

SO-AH : “Kali ini bukan alasan, tapi aku memang ada janji dengan orang lain..”

HOO-YE : “Aku tahu.. dan aku yakin kalau kamu tidak akan bisa makan malam dengaku untuk beberapa waktu kedepan..”

SO-AH : “Hah?”

HOO-YE : “Aku akan menunggu.. kamu bilang, kamu ahlinya menahan perasaan, tetapi aku ini ahlinya menunggu. Jadi kupastikan, bahwa aku akan terus menunggumu..”

07_3

Bi-ryeom telah tiba di Resort, dan tak jauh darinya terlihat Hoo-ye yang tengah berjalan berdampingan bersama dengan So-ah. Hoo-ye terus mengoceh mengenai betapa baiknya pemilik baru gedung tempat klinik So-ah berada, “Seharusnya sih, dia adalah sosok pria yang kaya-raya dan juga tampan..”

“Aku setuju dengan semua perkataanmu, tapi mana-bisa kamu menyebutnya tampan hanya setelah menebak sifatnya saja?”

“Aku ini bisa menebaknya.. aku memiliki kemampuan ‘superanatural’..”

07_4
07_5

Langkah mereka terhenti, karena Hoo-ye merasa terganggu ketika melihat So-ah terus-terusan merapikan sehelai rambutnya yang terjatuh menghalangi matanya. Ia mencoba membantu So-ah, untuk merapikan rambutnya.

Bersamaan dengan itu, Bi-ryeom tiba di depan lorong yang membuatnya bisa melihat secara langsung interaksi diantara Hoo-ye dan So-ah. Matanya menatap tajam ke arah mereka, bergegas ia berjalan menghampirinya..

07_7
07_8
07_9

“Apa yang kamu lakukan disini?” tanya So-ah

“Sepertinya kamu sibuk, hingga aku melihatmu dimana-mana.. Aku kesini, bukan untuk berbicara mengenai Ha-baek. Aku hanya merasa terganggu, karena ‘pelayan’ kami berada bersama pria sepertimu!”” ucap Bi-ryeom dengan sinisnya

 “Kamu ini kenapa..” tukas So-ah

“Satu hal lagi yang membuatku merasa terganggu,.. yaitu fakta bahwa kau masih dekat dengannya , meskipun kau telah mengetahui identitasnya yang sebenarnya! Apakah pria ini seperti asuransi untukmu? Diakah pria yang akan menggantikan Ha-baek?”

“Apa yang sebenarnya kau inginkan!” tanya So-ah kesal

08_1
08_2

“Menjauhlah darinya! Aku tak sudi melihatmu bersama dengannya!” bentak Bi-ryeom yang kemudian menarik So-ah menjauh.

Sedaritadi Hoo-ye hanya diam, tetapi ia tak suka melihat tingkah kasar Bi-ryeom kepada So-ah. Mereka-pu mulai menarik kerah satu sama-lain. So-ah mencoba memisahkan, tetapi Bi-ryeom mendorongnya hingga terjatuh.

08_3

Tetapi dalam hitungan detik saja, ketika So-ah berbalik.. ia dibuat heran karena Hoo-ye dan Bi-ryeom sudah menghilang dari pandangannya tanpa meninggalkan jejak suara sekalipun..

08_4

Ternyata, Bi-ryeom membawa Hoo-ye ke lahan dimana portal menuju alam para-dewa berada. Disana ia menegaskan, bahwa dirinya menantang Hoo-ye untuk beetarung dengannya.

“Apa alasanmu bertingkah seperti ini?” tanya Hoo-ye

“Alasanku? Keberadaanmu-lah yang menjadi alasanku!”

“Aku memintamu memberikanku penjelasan.. kau tak akan mendapatka apa yang kau inginkan hingga kau memberikanku alasan yang jelas...”

“.. keadilan .. keinginan untuk melenyapkan sesuatu yang seharusnya tiada.. anggaplah itu sebagai alasanku. Aku sangat membenci fakta, bahwasanya, makhluk sepertimu ada di dunia ini. ”

“Aku hanya akan menganggapnya sebagai sebuat kritikan saja...”

08_5
08_6

Hoo-ye hendak pergi, tetapi Bi-ryeom menahannya, “Kau pikir bisa melakukannya?”

“Apakah kau akan membiarkanku pergi, jika aku membiarkanmu memukuliku hingga kau merasa puas?”

“Tentu saja tidak.. karena aku akan membuatmu membayar semua dosa-dosamu, meskipun itu berarti aku harus merubah peraturan di alam tempatku berasal..”

“Aku tak pernah melakukan dosa apapun!”

Tiba-tiba, Bi-ryeom menonjok Hoo-ye hingga membuatnya terjatuh ke tanah, “Iya.. itulah alasannya. Fakta, bahwa kau tak mengetahui dosamu sendiri!”

Kemudian, Bi-ryeom menonjok Hoo-ye lagi, dan mengatakan “Aku membenci diriku sendiri karenamu! Itulah alasan terbesar yang membuatku bertingkah nekat seperti ini!”

Lanjut, ia menonjoknya lagi, “Dan terakhir, alasanku adalah karena aku sangat membencimu!”

08_7
08_8

Tetapi, ketika hendak menonjoknya untuk yang ke-4 kali, Hoo-ye berhasil melawannya dan mendorongnya hingga terjatuh ke tanah. Muncullah Jin-geon, yang tentu saja ingin menolong Bi-ryeom.

“Aku tidak akan memaafkanmu, jika kau ikut campur..” titah Bi-ryeom kepada Jin-geon

08_9

Di apartemennya, kita melihat Moo-ra yang tengah mengobrol dengan Ha-baek yang ternyata hanya ingin meminta uang kepadanya. Moo-ra menolak untuk meberikan bantuan kepadanya, tapi Ha-baek mengancam akan menghukumnya di alam para-dewa.

“Lakukan saja.. tapi sebelum itu, pasti aku duluan yang meremukkan lidahmu..” gumam Moo-ra

09_1
09_2

Tiba-tiba, ponsel Ha-baek berdeing.. So-ah menelponnya dan dengan panik, ia memberitahukan bahwasanya Bi-ryeom telah membawa pergi Hoo-ye. Dan diwantu yang bersamaan ponsel Moo-ra juga berdering.. sepertinya, ia mendapat telpon dari Jin-geon..

09_3

Pertarungan antara Ha-baek dan Bi-ryeom terus berlanjut, Hoo-ye memintanya untuk mengehntikan semua ini.

“Tidak..tidak bisa.. toh pada akhirnya, salah satu diantara kita pasti akan mati! Setidaknya kita harus bertarung, sampai sekarat!”

“Kau salah! Kau lupa? Aku ini, memiliki kemampuan untuk membunuhmu! Bukankah itu alasanmu, mengajakku bertarung tanpa menggunakan kekuatan ‘super’ yang kita miliki?”

09_5
09_6

Tetapi setelah mendengar kalimat itu, secara sengaja Bi-ryeom malah menggunakan kekuatannya untuk melawan Hoo-ye. Dan disaat itulah, emosi Hoo-ye terpancing.. pada akhirnya ia menggunakan kekuatannya untuk menyerang balik..

09_7
09_8

Akan tetapi, Jin-geon berlari menutupi tubuh Bi-ryeom hingga membuatnya terjatuh tak sadarkan diri, dalam kondisi tubuh bagian belakang yang menghitam, seprti habis terbakar.

“Sudah kubilang jangan ikut-campur!” teriak Bi-ryeom kepada Jin-geon

10_1
10_2
10_3

Insiden ini, membuat Hoo-ye teringat sesuatu.. kejadian yang sama persis, dan orang yang yang sama pula, “Kk...kau...”

“Iya benar! Itu aku.. sekarang kau sudah mengingat dosamu? Kau sudah mengingat siapa orang yag telah kau bunuh waktu itu!”

Hoo-ye tak bisa mengatakan apapun, tubuhnya gemetar panik.. ia mengingat masa-lalunya yang selama ini tak pernah ingin diingatnya kembali...

10_5
10_6
10_7

Tak lama kemudian, Ha-baek dan Moo-ra datang kesana.. ditempat lain, So-ah hanya bisa diam kebingungan, memikirkan kemana perginya mereka semua?

10_8

::: NOTES :::

Tebakan kita sebelumnya agak tepat, karena ternyata kesalahan Hoo-ye memang berhubungan dengan kematian saudara-kembar Jin-geon. Tapi kita belum tahu pasti yang sebenarnya terjadi dulu seperti apa..

Hoo-ye bukan tipe orang yang dengan mudahnya menggunakan kekuatannya. Hari ini-pun dia ‘lepas kontrol’, akibat tingkah Bi-ryeom yang menurutku terlalu kekanakan. Beberapa kali, Hoo-ye minta mereka berhenti untuk menyelesaikannya seca baik-baik, tapi Bi-ryeom tetap lanjut dan malah sengaja memancing Hoo-ye untuk menggunakan kekuatannya juga.

Jadi, yang terjadi pada Jin-geon, dasarnya adalah kesalahan Bi-ryeom. Kalau dia berhenti ketika Hoo-ye memintanya berhenti, pasti insiden ini enggak akan terjadi. Duhh... si Jin-geon bakalan selamat enggak tuh?

Jadi rada kesel sama si Bi-ryeom yang keras kepalanya minta ampun -_-

..............

Rada mengulang cerita dikit, biar lebih jelas yaa. Jadinya, Ha-baek datang lagi ke bumi, atas dasar keinginannya sendiri. Tugas baru yang dia maksud, sebenernya tugas lama yang bahkan tak harus dia selesaikan, tapi dia bersikukuh ingin menyelesaikan tugas itu.. sebenernya sih, karena dia pingin ketemu So-ah lagi...

..............

Ohiyaa, pemilik bangunan klinik So-ah yang baru kayaknya dan udah pasti Hoo-ye deh yaaa?  Duhh, ahjussi ini baik sekaliii. Takut, kalau di akhir dia malah dibikin mati T_T

::: TO BE CONTINUED :::

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

2 komentar

  1. Selaluuu syukaaa dan cintaaah baca sinopsismu.. Klo aq ga ngeh sma maksud cerita di dramanya lgsg aku bacain ini seketika paham.. Thankyou kak.. Sukses selalu

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤