SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 13 [Bagian 1]

08:28

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =


“Yoon So ah-ssi... Yoon So ah-ssi...  apakah terjadi sesuatu?” tanya Hoo-ye setelah tak mendengar respon So-ah di telpon.

01_2
01_3

So-ah menjatuhkan ponselnya, ia terdiam-tak percaya bahwa dirinya melihat sosok Ha-baek tengah bersandar di tembok depan rumahnya, seperti yang biasa dilakukannya kemarin-kemarin. Ha-baek hanya menatapnya dan perlahan So-ah berjalan menghampirinya sembari menangis..

01_4
01_5

Langkahnya terhenti dalam pelukan Ha-baek, beberapa kali ia memukul pundak Ha-baek, sekaan-akan ingin menegaskan bahwa apa yang dialaminya sekarang adalah nyata, bukan khayalannya belaka.

Ha-baek mendekap So-ah, “Kubilang jangan pulang terlalu malam. Kamu memang tak pernah mendengarkanku..” ucapnya pelan

01_6
01_7

Disaat yang bersamaan, Hoo-ye yang masih memegang ponselnya, berjalan terburu-buru untuk menemui So-ah. Tetapi.. ia terpaksa melangkah mundur ketika melihat So-ah tengah berpelukan dengan Ha-baek di depan mata kepalanya sendiri...

01_8

Setelah melepas pelukannya, Ha-baek tersenyum menggoda So-ah : “Kamu terlihat lebih kurus.. matammu juga sangat cekung. Dan apa itu, garis hitam dibawah matamu? Itukah yang dinamakan kantung mata? Tapi aku suka melihatmu seperti ini.. karena jika kamu terlihat seperti freesia di musim semi, maka aku akan langsung pergi lagi meninggalkanmu..”

01_9

Sembari menghapus air mata So-ah, Ha-baek mengatakan: “Aku sudah pernah memperingatkanmu.. sekalinya, kamu jatuh-cinta kepadaku, tak akan ada yang bisa melenyapkan perasaan itu..”

02_1

Ha-baek mengambil ponsel So-ah yang terjatuh di tengah jalan, kemudian merangkul So-ah.. mengajaknya berjalan menuju rumah. Dari kejauhan, Hoo-ye hanya bisa diam.. menahan segala rasa cemburu didalam benaknya--

02_2

BRIDE OF THE WATER GOD EPISODE 13

02_3

 Ha-baek tidak sendirian, karena Soo-ri juga masih menemaninya kembali kesini. So-ah bertanya, apa yang sebenarnya terjadi? Soo-ri menceritakan, bahwasanya Ha-baek mendapatkan tugas lain, yaitu untuk mencari tahu sesuatu, lebih tepatnya dia harus menyadari sesuatu..

“Dia (Ha-baek) benar-benar kerasa kepala..” bisik Soo-ri

FLASHBACK

02_4

Sesampainya di negara-air, aliran air merah telah datang untuk yang ke-empat kalinya. Ha-baek agak kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. Ha-baek terus saja berdiam-diri, seakan-akan ia tengah marah.

02_5
02_6

Imam-besar tengah berkenjung ke negara-langit, dan kepada salah satu dayangnya Ha-baek mengatakan bahwa dirinya ingin mencaritahu jawaban atas pertanyaan Imam-besar kepadanya waktu itu, yang mengenai alasan sesungguhnya batu-dewa disimpan di bumi.

“Tapi itu bukanlah pertanyaan..lagipula yang mulia, dulu sama-sekali tidak tertarik akan hal itu..”

Soo-ri membantu Ha-baek untuk meyakinkan dayang tersebut, hingga akhirnya pesan itu sampai ke Imam-besar, yang kemudian mengizinkan Ha-baek untuk kembali turun ke bumi.

FLASHBACK END

02_7
02_8

Ha-baek melihat boneka Yong-yong yang tersimpan di meja So-ah. Ia menggunakannya sebagai bahan untuk menggooda So-ah, ia mempraktekan apa yang sering dilihatnya di drama: “Apakah kau menggunakan benda ini untuk melampiaskan kerinduanmu padaku? Apakah kau memukulnya? Memeluknya?”

02_9
03_2

Melewati pintu dari samping kamar So-ah, mereka berjalan memasuki kamar Ha-baek, yang isinya masih sama.. belum dirubah sedikit-pun oleh So-ah. Selnajutnya, Ha-baek menyinggung perihal permintaan terakhirnya kala itu, yang nyatanya hingga sekarang belum So-ah lakukan : lampunya belum diganti, dan poselnya juga belum dibatalkan

“Kamu memang tak pernah mendegarkan perkataan dariku..” keluhnya

03_3
03_4

Secara tak sadar, semua kata-kata Ha-baek membuat mata So-ah berkaca-kaca. Ketika Ha-baek melihat ke arahnya, ia segera membalikkan badan dan berusaha keras untuk menahan air matanya.

“Selama aku tak ada.. apakah kamu baik-baik saja?”

Tak menjawab pertanyaan itu, So-ah malah bertanya: “Apa yang harus kamu cari lagi di sini?”

“Maksudmu?”

“Nam Soo-ri bilang, kamu mendapatkan tugas baru. Kamu harus mencaritahu alasan, mengapa batu-dewa berada disini--”

03_5

Secara tiba-tiba, Ha-baek memeluk So-ah dari belakang dan mengatakan: “Sebenarnya, aku tak mempedulikan hal itu. Aku kembali kesini, karena aku tahu kalau kondisimu pastinya tidak baik-baik saja.. Aku harus kembali lagi, aku datang untuk mengucapkan perpisahan dengan cara yang benar.. aku tak ingin terbelit dalam rasa penyesalan. Meskipun pada akhirnya, kita akan berpisah,.. aku ingin meyakinkan diriku bahwa aku telah mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Jika kamu masih belum siap.. Jika kamu tak setuju dengan keputusanku ini, aku akan pergi lagi..”

03_6

“Untuk mengucapkan perpisahan dengan cara yang benar... kamu ingin mencintaiku sepenuh hatimu... itu semua tak masuk akal, tapi kedengarannya menyenangkan. Setelah aku memikirkannya, aku kira aku terlalu pesimis bahkan dalam kehidupanku. Ketika aku tak mencintai diriku sediri, siapa yang mau mencintaiku? Orang-orang sepertinya, hanya mengasihaniku saja..” papar So-ah

03_7

Ha-baek membalikan badan So-ah kearahnya dan menegeaskan bahwa So-ah merupakan orang yang sangat baik..

“Aku bukan orang baik..”

“Kamu orang yang baik..”

“Baiklah jika seperti itu.. tetapi, bukan hal yang mudah untuk menjadi orang baik di dunia yang seperti ini.. pepatah mengatakan ‘semua wanita baik, akan mendapatkan pria yang baik pula..’? Tapi film dengan  cerita seperti itu, bahkan tak lagi laku di pasaran..”

“Apakah aku ini hanya sebatas ‘pria baik’ di matamu? Aku ini seorang dewa..”

“Hmm.. kalau begitu, pepatahnya harus diganti menjadi ‘orang baik akan bertemu dengan seorang dewa’..?”

“Apakah itu saja cukup untukmu?”

“Iya.. memangnya apa lagi?”

03_9_a

“Yang seperti ini..” ucap Ha-baek yang kemudian mencium bibir So-ah. Bukan hanya sekali.. tapi dua kali.. ciuman romantis yang sangat menyentuh kalbu..

04_2
04_3

Sementara itu, didepan rumah So-ah, tengah berdiri Hoo-ye dengan tatapan kesedihan yang dukup dalam. Hanya diam.. tapi matanya berbicara bahwa dirinya merasa cemburu di kala itu..

04_4
04_5

Teringat kembali akan perbincangannya dengan Moo-ra, membuat Hoo-ye mengeluh.. mengatakan bahwa membuat So-ah melupakan Ha-baek adalah yang yang tidak mudah untuk dilakukan olehnya.

04_6
04_7

Esok paginya... ketika terbangun dari tidur, So-ah terperanjat was-was.. ia melihat sekitarnya, berharap kalau semua yang terjadi malam tadi bukanlah mimpinya semata. Ia memasuki kamar Ha-baek, tapi tak ada siapapun disana.

04_8
04_9
04_9_a

So-ah mengelilingi seisi ruangan dan ketika berjalan keluar, akhirnya ia bia bisa kembali bernafas lega dan tersenyum bahagia karena melihat Ha-baek dan Soo-ri tengah berada disana.

“Kenapa anda keluar dari sana?” tannya Soo-ri

“Hmm.. a..aku mencari sesuatu..” jawab So-ah dengan gugup

“Mencari apa?” tanya Ha-baek

“Ahh.. tidak.. tidak jadi..” jawab So-ah yang malah membuat Ha-baek makin penasaran,a akan hal apa yang tengah dicari-cari oleh So-ah.

05_2
05_3

“Kamu mencariku?” celetuknya yang seketika membuat So-ah terdiam kikuk

05_4

Sedari tadi menunjukkan raut wajah datar, padahal ketika masuk ke kamarnya Ha-baek langsung tersenyum cekikikan. Ia sangat senang karena telah berhasil menggoda So-ah barusan.

05_5

Hari ini, Soo-ri akan kembali bekerja paruh-waktu sebagai tukang kayuh perahu angsa di danau. Sementara itu, So-ah megakui bahwa untuk sementara waktu, ia kliniknya tak akan bisa beroperasi. Meskipun tak memiliki pekerjaan, ia mengatakan bahwa dirinya tak perlu khawatir karena ia tinggal bersama dengan seorang dewa.

05_6
05_7

Tapi ternyata.. Ha-baek tak memiliki kekuatan apapun. Hal itu telah menjadi kesepakatannya dengan Imam-besar. Ia diperbolehkan turun ke bumi degan syarat, tidak membawa kekuatannya.. dan ketika aliran air merah yang ke-6 tiba, ia akan mendapat pesan untuk kembali. Dan kekuatanya, hanya akan berfungsi untuknya membuka gerbang menuju dunia para-dewa nanti..

“Jangan pergi jika kau tak menyetujuinya..” itulah pesan terakhir yang dikatakan oleh Imam-besar kepada Ha-baek

05_8
05_9

“Memangnya kekuatanmu itu semacam kantung makanan yang bisa kamu tinggalkan kapan saja dan dimana saja..” keluh So-ah yang kemudian bertanya, mengapa sebelumnya Ha-baek kehilangan kekuatannya?

“Aku juga terus menanyakan hal itu, tetapi dia malah memberikanku seyuman yang menjengkelkan.. dia hanya mengatkan, kalau semua itu memang bisa saja terjadi..”

“Terus.. kamu kembali kesini dengan tangan kosong?”

“Tenang saja.. aku memang tidak diperbolehkan membawa kekuatanku, tetapi aku boleh meminta yang lainnya..”

“Kamu membawa apa? Tongkat ajaib yang bisa membuat emas? Berlian?”

05_9_a
06_1

“Jauh lebih hebat daripada itu..” jawab Ha-baek yang kemudian dengan bangga menunjukkan KTP dan SIM...

===================================
06_2
06_3

Moo-ra tertidur ketika menemani Bi-ryeom yang tengah berenang. Ponselnya berdering, tapi ia tak mau mengangkatnya, hingga akhirnya Bi-ryeom menghampirinya dan menceramahinya sampai ia bersedia mengangkat telponnya.

06_4
06_5

Tuan Kim, memberitahu Moo-ra bahwa sytuing diundur hingga Moo-ra bersedia melakukannya lagi. Itu semua terjadi berkat bantuan Bi-ryeom, dan Tuan Kim memintipkan ucapan terimakasihnya untuk Bi-ryeom melalui Moo-ra.

06_6

Moo-ra merasa tak ada kewajiban untuknya berterimakasih kepada Bi-ryeom.. ia tetap bersikap ketus pada Bi-ryeom, yang saat ini mengajaknya untuk makan di sebuah restoran baru. Sembari berjalan.. Bi-ryeom, berkali-kali mengatakan kalimat yang secara eksplisit bermakna seperti sebuah gombalan..

06_7
...Mereka bilang ‘manusia tidak diciptakan untuk manusia lainnya.. tapi aku hanya diciptakan untukmu’...
06_8

“Apaan sih.. kamu bahkan pergi meninggalkanku, hanya untuk jalan-jalan kesana-kemari selama lebih dari 10 tahun..” tukas Moo-ra

“Kenapa? Lagipula akhirnya, aku kembali kesini untuk menghiburmu. Jangan-jangan kamu tidak suka, ketika aku terlalu lama jauh darimu?” goda Bi-ryeom

“T..ti..dak.. bukan seperti itu..”

“Rasanya menyenangkan.. ketika Ha-baek berada jauh dari kita. Seharusnya, aku menyuruhnya pergi, sedari dulu..”

07_2
07_3

Didalam ruang pakaiannya, Moo-ra sendirian berlatih adegan kissu dengan boneka manekinnya. Diam-diam, Bi-ryeom memehatikannya dan seketika ia tak kuasa menahan tawanya.

Bi-ryeom berkomentar, “Sepertinya kamu mengalami trauma untuk melakukannya..”

“Trauma apanya, aku ini Moora, Dewi terhebat di negara air!”

07_5
07_6

“Aku tak bisa melihatmu seperti ini.. biarkan aku membantumu..” ucap Bi-ryeom yang kemudian menarik Moo-ra kedalam pelukannya dan mencimu bibirnya.

07_7
07_8

Beberapa saat kemudian, Moo-ra langsung mendorong tubuh i-ryeom, bola matanya membesar.. pertanda ia tengah ‘marah’.

“Begitulah caranya.. ingatlah rasanya..” ujar Bi-ryeom

“Hey-aaaa” teriak Moo-ra yang kemudian hendak menampar Bi-ryeom, akan tetapi Bi-ryeom berhasil menghindarinya.

07_9

“Kenapa? Sepertinya kamu terus melupakan fakta kalau aku ini masih ber-status sebagai tunanganmu” ucap Bi-ryeom yang kemudian mengelap lumeran lipstick dibawah bibir Moo-ra *OMOOOOOOOOOOO

08_3
08_2

Moo-ra mengejarnya dan berteriak memintanya untuk berhenti menyebut kata ‘tunangan’ diantara mereka lagi.

“Kenapa? Padahal kamu sendiri yang memintaku untuk menjadi tunanganmu.. kamu telah berubah fikiran?”

“K..k..kapan aku melakukannya?”

“Dulu kamu ingin memberitahu Ha-baek kalau kita akan akan menikah, hanya karena kamu cemburu kepada gadis itu. Ketika aku memberitahu Ha-baek, dia malah memberikan selamat untuk kita.. Kamu tak mengingatnya? Untuk mengabulkan permintaanmu itu, bahkan aku harus putus dengan kekasih, yang merupakan dewi tercantik di negara langit.”

“T..t..tapi.. kamu bahkan tidak benar-benar mencintai gadis itu. Dan semua orang tahu, kalau kamu itu seorang playboy.”

“Jangan seperti itu... palyboy juga punya hati...”

08_4
08_5

Moo-ra ingin menamparnya ‘lagi’, namun kali ini Bi-ryeom malah memeluknya: “Tanpa Ha-baek, hubungan kita terasa begitu damai.. Kenapa kamu terus berpura-pura, tidak mengetahui bagaimana perasaanku padamu?”

08_6
08_7

Seketika Moo-ra yang awalnya meronta minta dilepaskan, mulai terdiam... bi-ryeom melanjutkan perkataanya, menyebutkan bahwa berpura-pura dalam waktu yang terlalu lama itu pastinya sagat melelahkan.

“Ayo kita makan saja..” ajak Bi-ryeom yang kemudian membuat Moo-ra hendak menamparnya ‘lagi’ dan Bi-ryeom berhasil menghindarinya ‘lagi’

“Berhentilah menamparku.. Karena itu sakit..”

“Jangan berbicara padaku lagi..” ucap Moo-ra yang kemudian bergegas pergi meninggalkannya.

08_8

Hoo-ye terbangun di ruang kerjanya.. secara tidak sadar, lagi-lagi ia meminta bantuan Joo Geol-rin, karena kondisinya yang kembali ‘rapuh’. Terungkap fakta, bahwasanya Joo Geol-rin yang telah memabwa Hoo-ye dari tangan ibunya atas perinta kaisar.

08_9
09_1
09_2

Kala itu, ia setengah hati melakukannya.. sama hal-nya ketika ia harus mengurung Hoo-ye didalam sebuah gua. Sempat ia berfikiran untuk mengabaikannya, tetapi itu bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan olehnya. Melihat seorang bayi manusia yang mungil dan masih sangat lemah, pada akhirnya membuatnya merasa bersalah dan kasihan terhadap Hoo-ye yang akan menghadapi takdir kesepian sepanjang hidupnya.

“Setengah diriku ingin mengabaikannmu.. dan setengahnya lagi ingin menyelamatkanmu..”

Sejujurnya, tujuan utama Joo geol-rin pindah ke bumi ialah untuk menjauhi Hoo-ye. Tapi nyatanya, sekarang hal ini malah terjadi kepadanya..

09_3

“Aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu..” ucap Joo Geol-rin yang kemudian membuka wig yang menutupi kepalanya yang sudah hampir botak, “Bahkan seorang pengemis-pun, harus memiliki penampilan yang menarik”

09_4
09_5

Terakhir.. sembari tersenyum Joo Geol-rim memberikan sepatah nasihatnya untuk Hoo-ye, “Tunjukalan siapa dirimu yang sebenarnya kepada wanita itu (So-ah). Karena dengan cara itu itulah kamu bisa memulai sebuah hubungan dengannya.. tapi kalu kau menunjukkan semuanya, tetapi hubunganmu tak berhasil, itu artinya kalian memang tidak ditakdirkan untuk bersama”

09_6
09_7

Karena mobilnya ‘menghilang’, Ha-baek marah-marah pada So-ah. Ia telah memiliki SIM dan ingin mengemudikan mobilnya secara Sah.So-ah mengajaknya jalan-jalan di pinggir sugai Han saja, tetapi Ha-baek bersikeras mengatakan kalau dia hanya meginginkan mobilnya..

09_8
09_9
10_2

Alasan itulah yang akhirnya membuat Ha-baek menemui Moo-ra di apartemen Bi-ryeom. Mengetahui kedatangan Ha-baek, membuat mereka kesal.. Moo-ra bahkan tak mau mengobrol lebih lanjut dengan Ha-baek. Ia memutuskan untuk berjalan pergi meninggalkannya begitu saja.

10_3

Mengobrol empat mata dengan Ha-baek, hal pertama yang ditanya Bi-ryeom adalah: “Bagaimana bisa kamu melakukan semua ini kepada Moo-ra?’

10_4
10_5

“Aku tahu apa yang dia khawatirkan”

“Lalu.. kenapa setidaknya kamu mencoba untuk berhati-hati..?”

“Ada beberapa hal yang tidak bisa aku putuskan sendiri..”

“Kamu akan, kembali lagi ‘kan? Tetu kamu tahu, konsekuesinya jika kamu tak kembali..”

“Tenang saja, aku pasti akan kembali..”

“Kalau saja perasaan benci diantara Dewa diperbolehkan..”

“Itu akan terjadi ketika aku menjadi Raja..”

“Kalau begitu kuharap kita  bertemu lagi disana. Sebagai MUSUH!”

10_6

Ketika berjalan keluar, Bi-ryeom berpapasan dengan So-ah, “Kamu baik-baik saja? Kamu bahkan bukan orang yang pintar.. aku tegaskan, kalau aku ini tidak berada di pihakmu dan juga Ha-baek. Aku hanya melakukan, apa yang Moo-ra inginkan.. akulah yang membuatmu menjadi seperti sekarang. Moo-ra sangat marah kepada leluhurmu, makanya aku ‘sedikit’ membantunya untuk balas-dendam..Sekarang, berdoalah supaya Moo-ra tidak marah seperi dulu, apalagi semuanya bisa kulakan dengan mudah ketika disini dibandingkan ketika di negara para-dewa.”

10_7
10_8


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤