SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 12 [Bagian 1]

14:49

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

image

“Habaek.... habaek... habaek....” ucap seorang wanita dengan suara yang sangat lembut

01_2
01_1

Terdengar suara Moo-ra yang bercerita mengenai sosok Nakbin, yang merupakan korban persembahan yang diutus bangsa manusia untuk melayani para-dewa. Tetapi saat itu, Ha-baek jatuh cinta kepadanya..

Kaisar negara langit, memiliki obsesi untuk memperkuat kekuasaannya dan membangun rezim baru. Ia pikir ia bisa mewujudkan impiannya itu, jika ia berhasil mencuri kekuatan Ha-baek. Ia menyusun rencana licik, dengan menghasut Nakbin. Ia menjanjikannya kehidupan yang kekal abadi dan dengan mudahnya Nakbin tergoda oleh tawaran itu, yang membuatnya memilih untuk mengkhianati Ha-baek..

“Lantas, apakah dia mendapatkan kehidupan kekal yang dia inginkan?”

image

Nakbin dikurung dalam sebuah gua yang memiliki segel-segel khusus, Ha-baek menemuinya dan ia membuka segel itu. Tetapi Ha-baek sangat murka kepadanya.. Dia menyampaikan pesan dari Suh Wang Mo yang hendak menghukum mati Nakbin.

03_1
03_2

HA-BAEK : “Darahmu akan menghapus kutukanmu. Kehidupan abadi yang kamu impikan, akan diberikan kepadamu bersamaan dengan kematian..”

NAKBIN : “Maafkan aku Ha-baek.. tolong ampuni dan selamatkan aku..”

HA-BAEK : “Aku tidak akan pernah memafkanmu..”

NAKBIN : “Aku sangat menyesal.. aku tidak tahu, kalau ini semua adalah kutukan. Aku melakukannya karena aku mencintaimu.. Aku ingin bersama denganmu selamanya..”

03_3

Ha-baek mengabaikannya.. ia berjalan pergi dan menutup kembali segel yang mengurung Nakbin. Padahal. Berkali-kali, Nakbin memohon ampunan dan berteriak: “Aku mencintaimu, Ha-baek...”

04_1
04_2

Sebenarnya, Ha-baek juga sangat mencintai Nakbin. Akan tetapi, ia tak bisa menerima pengkhiatan yang dialaminya saat itu..

05_1
05_2
06_1
06_2
06_3

Di hari itu juga, Nakbin mendapatkan hukumannya. Ia diseret menuju tempat eksekusi yang berada di pinggir lautan. Dan tanpa kenal ampun, Suh Wang Mo meneggelamkannya.. Nakbin berteriak memanggil Ha-baek. Tetai, di detik-detik terakhir menjelang kematiannya, Ha-baek sama sekali tak muncul dihadapannya.

07_1
07_2
07_3
07_4

Karena Ha-baek memilih untuk menyendiri di tempat lain.. wajahnya terlihat begitu sedih, untunglah ada Moo-ra yang setia menemaninya di setiap waktu. Meskipun Nakbin telah tiada, tetapi kenangannya masih terlukis jelas dalam ingatan Ha-baek..

08_2

Rasa bencinya terhadap Nakbin, membuat Suh Wang Mo tidak merasa puas jika hanya membunuh Nakbin seorang. Ia-pun menangkap saudara laki-laki Nakbin yang kala itu tengah memancing bersama dengan anaknya.

image

“Tolong jangan bunuh kami..”

“Memangnya apa yang bisa kalian berikan padaku?”

“Saya berjanji bahwa seluruh keturunan saya akan mengabdikan diri untuk melayani para-dewa..”
.............................................

10_1
10_2

So-ah bertanya kepada Moo-ra, “Semua hal itu, apa hubungannya denganku?! Apakah aku harus merasa bersalah atas apa yang telah dia lakukan?”

11_1
11_2

Ketika pulang kerumah, Ha-baek telah berdiri menunggunya. Tetapi, So-ah bertingkah seperti semuanya baik-baik saja dan ia malah mengajak Ha-baek untuk makan malam dengan menu Kimbap yang mereka buat tadi siang. Tetapi menyedihkan, karena Kimbap itu sudah tidak layak untuk dimakan..

Ha-baek tak mempedulikan Kimbap itu, ia bertanya apa yang sebelumnya diceritakan oleh Moo-ra. Ia bahkan menyebut nama ‘Nakbin’. Tetapi, So-ah tak mau mendengar apapun dari Ha-baek, karena baginya kisah cinta Ha-baek itu sama-sekali tidak menarik..

Mengenai hubungan Nakbin dengan kutukan yang diterima leluhurnya, So-ah bertanya dengan lantang: “Apakah aku harus bertanggung-jawab atas apa yang dilakukan oleh leluhurku 1200 tahun yang lalu? Bukankah itu hal yang sangat konyol?!”

image

SO-AH : “Pulanglah.. ke tempat seharusnya kamu berada. Tinggalkanlah tempat ini secepat mungkin!”

HA-BAEK : “Aku sendiri yang memutuskan, kapan aku akan pergi..”

SO-AH : “Dulu.. kamu bahkan tak melakukan apapun, ketika wanita yang sangat kamu cintai berada diambang kematian. Kamu egois..!”

13_1
13_2

So-ah bersikap dingin kepada Ha-baek, karena sebelumnya Moo-ra meminta dan memohon kepadanya supaya membuat Ha-baek bersedia untuk kembali ke negara air.

MOO-RA : “Aku benci mengatakan hal ini! Dia (Ha-baek) sangat mencintaimu! Dia akan kembali, tetapi hatinya mulai goyah! Negara air adalah miliknya, dia harus kembali kesana bagaimanapun caranya.. biarkanlah dia pergi sebuem dia menyakiti dirinya sendiri. Dulu.. setelah kehilangan Nakbin, dia menghukum dirinnya sendiri dan aku tak mau melihatnya seperti itu lagi..”

image

Moo-ra sendiri, tengah terdiam didalam kamarnya. Ketika Bi-ryeom menghampirinya, ia langsung mengeluh.. berharap jika dirinya bisa menangis layaknya seorang manusia, berharap jika diriya bisa mabuk sama seperti seoranng manusia.. ia sangat berhapar jika detik ini, dirinya bisa merasakan segala hal menyedihkan yang dirasakan oleh bangsa manusia.

MOO-RA : “Aku memberitahunya bahwa Ha-baek sangat mencintainya..Mengapa hanya itu satu-satunya cara agar aku bisa membuat Ha-baek pulang?”

BI-RYEOM : “Kamu tak perlu marah, atau menyesali apa yang telah kamu lakukan.. ”

image

“Aku akan memelukmu.. ” ucap Bi-ryeom, dia bahkan mengatakan bahwa dirinya bisa menghajar Ha-baek jika Moo-ra mengizinkannya. Tetapi tentu saja.. Moo-ra lansgung melarangnya..

16_1
16_2

Baik Ha-baek maupun So-ah, mereka melewati malam dengan merenung dalam kesedihan. Mereka berada di tempat yang berbeda, tetapi memikirkan kesedihan yang sama...

image

Esok paginya, Ha-baek telah mengenakan setelan yang sama persis dengan yang dikenakannya ketika pertama-kali turun ke bumi. Ia membangunkan So-ri, dan bertanya mengapa kemarin Soo-ri menghilang dan tak bisa dihubungi?

18_1
18_2

HA-BAEK : “Apakah kau sangat cemburu, karena aku membelikan hadiah untuk So-ah?”

SOO-RI : “Tidak.. eh iya, aku sangat cemburu padanya..”

HA-BAEK : “Nam Soo-ri, aku tahu kau bekerja banting tulang, siang dan malam hanya untuk memenuhi kebutuhanku selama tinggal di dunia ini. Sementara diriku.. meskipun tubuhku terlihat sehat dan kuat, aku malah enak-enakan berendam, menikmati makanan dan membaca buku pemberianmu.. aku sadarr betul akan semua hal itu..”

image

SOO-RI : “Yang mulia Ha-baek... maafkan kelancanganku..”

HA-BAEK : “Hah?! Kau fikir, aku benar-benar akan mengatakan semua hal itu padamu? Cepat turun, dan beritahu So-ah kalau aku ingin sarapan..!”

image

Beberapa saat kemudian, mereka bertiga duduk di meja makan dan menikmati sarapan paginya. Seteleh selesai, Ha-baek lansgung menyerahkan ponsel milknya dan milik Nam Soo-ri ke tangan So-ah. Ia meminta So-ah untuk mengurus pembatalan atas ponsel mereka kemudian juga mengenai koran langganan Ha-baek, beserta buku-buku dan pakaiannya.. ia meminta So-ah untuk mengurus semuanya.

21_1
21_2

Ia juga meminta So-ah untuk tidak pulang terlalu malam, dan untuk mengganti lampu depan rumahnya dengan lampu otomatis yang bisa menyala dengan sendirinya ketika hari berubah gelap. Ia juga meminta So-ah untuk melakukan hal-hal sederhana lainnya, yang mejauhkan So-ah dari bahaya sekecil apapun.

image

Setelah menyuruh Soo-ri untuk pergi, Ha-baek melanjutkan pembicaraannya dengan So-ah ke arah yang lebih serius. Setelah obrolan mereka tadi malam, Ha-baek menyadari bahwasanya So-ah benar-benar menginginkan dirinya untuk pergi minggalkan tempat ini secepat mungkin.

Mengenai janjinya yang akan melindungi So-ah.. hal itu membuatnya merasa begitu malu, karena faktanya ia tak bisa menepati janji tersebut, “Mengapa aku membuat janji yang tak bisa kutepati?” gumamnya

23_1
23_2

HA-BAEK : “Aku ingin bertanya padamu, apakah kamu akan baik-baik saja jika aku pergi? Aku sangat ingin menanyakannya, tetapi aku tahu kalau kau akan baik-baik saja karena selama ini aku belum melakukan banyak hal yang berguna untukmu...”

SO-AH : “Seperti katamu.. aku pasti baik-baik saja. Kepergianmu, bahkan tak akan mempengaruhi kehidupanku. Mungkin aku akan merasa sedikit kesepian, tapi kuyakin aku akan baik-baik saja. Sudah kubilang, aku ini pandai menahan perasaanku sendiri. Kau akan pergi hari ini?”

HA-BAEK : “Aku akan pergi sekarang juga..”

SO-AH : “Kalau begitu, aku akan mengantarmu ke Gangwon-do..”

HA-BAEK : “Tidak perlu.. kita berpisah disini saja..”

24_1
24_2
24_3

Di halaman rumah, sudah ada Bi-ryeom yang berdiri menunggu Ha-baek.. Tak ada lagi kata perpisahan terakhir dari Ha-baek. Ia bahkan tak mau menengok, hanya untuk melihat So-ah untuk yang terakhir kalinya. Ia langsung mengajak Soo-ri untuk pergi meninggalkan rumah So-ah..

Disaat itu, So-ah berusaha erasa untuk menahan air mata jatuh dari pelupuk matanya. Ia tak berani mengantar Ha-baek, dan memilih untuk berdiam diri ditempatnya..

25_1
25_2

Setibanya di depan portal, Soo-ri berjalan duluan.. sementara Ha-baek, ia terdiam sejenak, kemudian menoleh kebelakang. Samar-samar, terngiang suara So-ah yang mengatakan selamat tinggal kepadanya...

26_1

Ja-ya menerima telepon dari Produser yang manawarinya pekerjaan untuk syuting diatas perahu. Sebenanya, ia mabuk laut.. jadi sangat sulit untuknya menyanggupi pekerjaan tersebut. Tetapi, ia tak ingin melepas kesempatan itu dan setuju untuk melakukannya..

26_2

Tak lama kemudian, datanglah Sekretaris Min yang langsung duduk dihadapannya dan menyuruhnya untuk berkata jujur dan menolak pekerjaan itu. Bahkan, tanpa minta izin terlebih dahulu.. ia mengambil ponsel Ja-ya kemudian menelpon produser dengan menyebut dirinya  sebagai manajernya. Ia menceritakan kondisi Ja-ya yang pada akhirnya membuat produser itu membatalkan penawarannya.

27_1
27_2

Ketika Moo-ra tengah berlatih melakukan adegan ciuman dengan bonekanya, mucullah Bi-ryeom yang langsung bertanya, apakah dirinya harus membeikan boneka yang baru? Yang lebih tampan seperti Brad Pitt?

image

“Haruskah membeli yang baru?”

Pertanyaan dari Moo-ra malah membuat Bi-ryeom tertawa, ia kemudian memaparkan bahwasanya yang bermasalah itu bukanlah lawan mainnya melainkan moo-ra sendiri, “Bukannya membuat mereka mencintaimu, tetapi kamu malah membuat mereka takut kepadamu..”

29_1
29_2

Bi-ryeom menarik Moo-ra kedalam pelukannya, kemudian mengulang kembali kalimat yang selalu diucapkan Moo-ra: “..’Ingin aku meremukkan lidahmu?’.. jika para aktor mendengar kalimat itu, apakah mereka berani menciummu?”

Moo-ra begitu gugup, ia tak bisa berkomentar apapun. Sebaliknya dengan Bi-ryeom yang menunjukkan senyuman lebar. Bahkan, ia menawari Moo-ra untuk menjadikannya teman berlatih akting, kapanpun dia mau, “Karena aku lebih baik dibadingkan boneka itu..”

30_1

Bersamaan dengan itu, Moo-ra menerima telpon dari manajernya. Ternyata. Syuting adegan ciuman itu tetap dilaksanakan. Meskipun ia rela membayar uang penalti untuk membatalkannya, tetap saja.. sytuing itu tidak bisa dibatalkan.

30_2

“Manusia memang seperti itu.. ketika harga diri mereka terlukai, maka uang tak ada gunanya lagi..” ungkpa Bi-ryeom yang kemudian menceritakan mengenai So-ah yang telah mengembaikan mobilnya, setelah Ha-baek pergi meninggalkannya.

31_1

Sekarang So-ah melanjutkan tugasnya sebagai seroang psikiater yang ‘sibuk’. Kali ini, kliennya seorang anak kecil yang sangat aktif, berlari kesa-kemari dan menjatuhkan barang-barang di ruangan konseling.

Tetapi, hari ini So-ah bersikap sangat ceria, dia selalu tersenyum dan tidak merasa kesal sedikitpun. Malahan, ia menyebut, anak itu sebagai anak yang sangat imut..

image
31_2

Sang-yoo menyampaikan kabar baik untuknya.. pengajuan pinjaman mereka disetujui oleh pihak Bank. Hal ini bisa terjadi, berkat bantuan dari ayahnya Ma Bong-yeol. Uang itu bisa digunakan So-ah untuk membayar sewa bangunan dan juga deposit keamanan.

“Wah.. banyak hal baik yang terjadi pada kita. Pasienku juga bertambah banyak..” ujar So-ah dengan bangga

“Banyak apanya.. hanya ada 1 pasien baru..” tukas Sang-syoo

image

Tiba-tiba datanglah Yeom-mi yang langsung menemui So-ah dan bertanya heran: “Kamu minta bantuan Ji-won untuk mencarikan pasangan kencan buta?”

So-ah tertawa, “Kenapa dia memberitahu orang lain? Ahh.. memang aku yang memintanya untuk menyebarkan cerita ini,, hahahahah..” ujarnya

34_1

Mereka melanjutkan obrolannya di kafe. So-ah terus bercerita tentang dirinya dengan nada bicara yang terkesan sangat bahagia. Tetapi, semakin banyak ia berbicara, malah membuat Yeom-mi semakin menyadari bahwa So-ah tengah merasakan yang sebaliknya.

Ia menceramahi So-ah akan hal tersebut, tetapi So-ah tak mau mendengarnya dan ia malah pamit dengan alasan sudah ada janji dengan pasiennya.

34_2
34_3


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤