SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 11 [Bagian 2]

14:23

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

image

Ha-baek yang sudah mabuk berat, benar-benar kehilangan kontrol atas dirinya sendiri. Ia berbicara dengan kotak pos, mengeluhkan betapa menyedihkan dirinya yang barus saja ditolak oleh seorang wanita.

01_1
01_2

Tiba-tiba, datanglah sekelompok pria penganggu yang ingin menjarah uang Ha-baek. Mereka meminta dompet, tetapi Ha-baek tidak memberikannya (karena dia enggak punya). Hal itu memacu perkelahian diantara mereka. Ha-baek yang hanya seorang diri, nampak sangat kewalahan untuk memberikan perlawanan..

01_3
01_4
01_5

Tak jauh darisana, terlihat Bi-ryeom yang masih asyik merekam seluruh kegiatan Ha-baek, “Kalau Moo-ra melihatnya, pasti dia langsung meremukkan lidah mereka semua..” ujarnya yang kemudian bergegas menolong Ha-baek.

Disana juga ada Jin-geon, akan tetapi Bi-ryeom memintanya untuk membiarkan dirinya saja yang menyelesaikan masalah ini.

02_1

Meskipun hari sudah larut, So-ah masih melamun di klliniknya.. Ia teringat seluruh perkataan Ha-baek, bahkan juga terbayang-bayang sosok Ha-baek tengah berada dihadapannya. Ia baru tersadar kembali, ketika Sang-yoo memanggilnya dan menyuruhnya untuk segera pulang.

02_2
02_3

Ketika berjalan keluar.. Hoo-ye mengikutinya dari belakang. Hoo-ye berjalan dalam diam, sembari memikirkan semua hal yang akhir-akhir ini terjadi kepadanya. Megenai identitasnya, dan mengenai nasihat dari Joo Geol-rin, yang membatnya bertanya kepada dirinya sendiri: “Apakah lelaki sepertiku, pantas untuk wanita seperti dia?”

03_1
03_2

Ketika berjalan keluar.. Hoo-ye mengikutinya dari belakang. Hoo-ye berjalan dalam diam, sembari memikirkan semua hal yang akhir-akhir ini terjadi kepadanya. Megenai identitasnya, dan mengenai nasihat dari Joo Geol-rin, yang membatnya bertanya kepada dirinya sendiri: “Apakah lelaki sepertiku, pantas untuk wanita seperti dia?”

04_1
04_2

So-ah mendapat telpon dari Soo-ri, yang menanyakan keberadaan Ha-baek yang hingga saat ini, tidak bisa dihubungi olehnya. Ia sendiri, tidak akan bisa pulang cepat karena ada pekerjaan tambahan untuk mengantar ayam goreng.

Lucunya.. diana kita melihat Yeom-mi yang secara sengaja menemani dan mengenakan kostum yang sama dengan yang dikenakan oleh Soo-ri.

05_1

Setelah So-ah menutup telponnya, tak lama kemudian lansgung ada telpon masuk lagi. Kali ini, Hoo-ye yang menelponnya.. Meskipun dia berada dibelakangnya, tetapi Hoo-ye tak ‘berani’ untuk berbicara secara lansgung dengan So-ah. Ia milih untuk berbicara di telpon, sembari tetap berjalan mengikutinya dari belakang.

05_2
06_1

So-ah tidak menunjukkan reaksi kecurirgaan apapun terhadap Hoo-ye. Malahan, ia meminta maaf atas tindakan Ha-baek tempo hari. Kemudian, ia langsung menjadwalkan konsultasi Hoo-ye di hari senin depan. Selanjutnya, ia-pun bertanya mengenai kelanjutan pekerjaannya di kantor dan juga pekerjaan Hoo-ye..

Hoo-ye tak banyak berkomentar, ia mengiyakan seluruh pertanyaan So-ah dan sisanya biar mereka atur lagi di lain waktu.

06_2
06_3

Yeom-mi berjalan mengekori Soo-ri. Padahal Soo-ri terlihat sangat tidak nyaman karenanya tetapi Yeom-mi terus mengikutinya. Ia bertanya mengapa Soo-ri hanya melakukan pekerjaan paruh-waktu?
“Karena aku tak memiliki KTP..” jawabnya

Kemudian, Yeom-mi merasa penarasan mengenai ciuman diantara Gel-rin dan Ha-baek yang ternyata membuat Ha-baek bisa merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oelh seorang manusia, “Apakah hal itu terjadi, hanya karena sebuah ciuman? Antara bibir dan bibir?” tanyanya

Soo-ri, enggan memberikan penjelasa lebih lanjut.. ia memilih pergi menghindari Yeom-mi secepat mungkin yang ia bisa.

06_4

=====================================
07_1
07_2

Bi-ryeom mengantar Ha-baek ke rumahnya So-ah. Disana, kondisinya Ha-baek sudah tak sadarkan diri.. ia bahkan tak sanggup lagi untuk berdiri secara tegap. Mengingat pernyataan Ha-baek mengenai tingkah So-ah ketikaabuk, membaut Bi-ryeom agak penasaran dan bertanya secara lansgung padanya, “Kalau mabuk, kamu jalannya merangkak? Janga-jangan kamu juga menari di tiang. Tapi tenang saja, karena aku sudah membuatmu terlihat ‘lugu’ dan ‘polos’ di mata Ha-baek..” ejeknya

07_3
07_4

Baru saja berjalan pergi beberapa langkah, tiba-tiba Bi-ryeom berhenti dan engajukan sebuah pertanyaan: “Apabila aku memintamu untuk melakukan sesuatu.. haruskah aku memintamu untuk membuatnya tetap tinggal. Atau haruskah aku memintamu untuk membiarkannya pergi?”

Saat ini, Bi-ryeom sendiri tak memahami apa yang diinginkan olehnya, “Sepertinya, aku harus melakukan konsultasi dengamu..” gumamnya

08_1
08_2

Karena So-ri belum pulang, akhirnya So-ah memutuskan untuk membawa Ha-baek masuk kedalam rumahnya. Susah payah, ia membopong-nya menaiki tangga.. tetai tak sengaja, kakinya tersandung dan itu membuat mereka jatuh..

image
09_2
09_3

Tubuh Ha-baek tejatuh diatas tubuh So-ah.. Butuh usaha yang cukup bear, hingga akhirnya So-ah berhasil membaringkan tubuh Ha-baek disampingnya. Tetapi.. tangan Ha-baek masih memeluknya dengan erat.. dan perlahan, tangan itu berpindah menggenggam tangannya.

“Kumohon.. tetap diamlah seperti ini. Aku tak akan ‘memulai’-nya, jadi tak usah takut. Diamlah seperti ini, dalam beberapa menit saja..” pinta Ha-baek

10_1
10_2

Moo-ra menonton video rekaman Bi-ryeom dan itu membuatnya bertanya-tanya, mengapa Ha-baek bisa mengalami semua hal itu?

“Faktanya.. sekarang dia seorang dewa setengah manusia. Jadi, sangatlah mungkin untuknya mengalami semua hal itu..” ungkap Bi-ryeom

“Kau sudah mengetahui kalau dia akan menjadi seperti itu, makanya kau sengaja melakukannya ‘kan!” tuduh Moo-ra

“Sejujurnya iya.. aku penasaran dan ternyata memang benar dia bisa mabuk. Dan itu membuatnya sangat iri kepadanya..” keluh Bi-ryeom

“Sebenarnya, kenapa dia masih belum kembali dan tetap berada disini?” tanya Moo-ra

“Tak usah terlalu mengkhawatirkannya.. biarkanlah dia menikmati kebebasannya sebelum dia memenuhi tanggung-jawabnya sebagai seorang Raja..” ucap Bi-ryeom

“Tapi mengapa dia menjadi sangat lemah? Mungkinkah karena dia tak menyukai air disini? Haruskan aku memberikannya minuman herbal seperti yang sering diminum manusia biasa?” gumam Moo-ra

11_1
11_2

Di pagi hari.. So-ah terbangun di atas tempat tidurnya, ia segera turun ketempat diama sebelumnya, ia tertidur disamping Ha-baek. Dan bersamaan dengan itu, Ha-baek masuk kedalam rumahnya. Ia bertingkah biasa saja, sekaan-akan tak ada apapun yang tejadi malam tadi..

“Diruangan ini terdapat begitu banyak buku..” ujar Ha-baek

“Semua buku itu membahas mengenai travelling. Karena ada saat-saat, dimana aku sangat ingin meninggalkan Korea, makanya aku membeli buku-buku itu..” ungkap So-ah

Ketika melihat buku berjudul “Jika ada kata yang lebih hebat dibanding ‘AKU MENCINTAIMU’” yang tengah dipegang oleh Ha-baek, So-ah berkomentar menyebut dirinya belum sempat membaca buku yang itu.

12_1
12_2

Selagi cuacanya panas, So-ah pergi keluar untuk menjemur cuciannya. Dari balik jendela, terlihat Ha-baek yang tengah sibuk membaca bukunya. So-ah memintanya untuk membacakan baris pertama, karena itu menjadi penentu untuknya membaca buku tersebut atau tidak. Tetapi Ha-baek hanya diam dan teap serius membacanya sendirian..

image

Mereka pindah menjemur ke rooftop, dan Ha-baek tetap sibuk sendiri dengan buku yang dipegangnya. Tetapi kali ini... ia bersedia untuk membacakan bait pertama dari buku tersebut.

14_1
14_2

....................
Bagaimana kita bertemu?

Suatu hari, sebuah kupu-kupu terbang bagaikan kelopak bunga yang jatuh dari pohonnya
Bagaimana kita bertemu dan berakhir seperti ini?

Cinta kita bermula di musim semi, di sebuah persimpangan jalan,.. semuanya bagai sebuah keajaiban. Perlahan, kami berpegangan tangan menyusuri setapak jalan yang disebarngnya terdapat sebuah kotak telpon.

Bagaimana kita melewati semuanya bersama-sama?

Kita mampu melewati jalanan itu bersama-sama hingga meraih apa yang disebut sebagai cinta
Sebegitu romantisnya ‘kah?

Aku mulai percaya bahwa tidak ada yang namanya kebetulan didalam sebuah kisah cinta. Karena untuk membuat dua orang saling mencintai... Pasti, alam semesta ini telah mermbuat skenario serinci mungkin, hingga semuanya bisa terjadi. Baik itu angin yang membawa terbang kupu-kupu, hingga sebuah keajaiban.. Intinya, aku tak ingin berpikiran bahwa pertemuan kita hanyalah sebuah kebetulan. Satu hal yang bisa kulakukan, hanyalah untuk...
....................

Belum sempat, Ha-baek menyelesaikan kaimatnya, So-ah memotong dan ia mengatakan bahwa ia menyukai buku tersebut. Selanjutnya, ia bergegas pergi menuruni tangga menuju rumahnya..

image

Tetapi sejenak ia terdiam di depan pintu.. tiba-tiba saja, air mata, mulai mengalir membasahi pipinya...

image

Tak lama kemudian, kita melihat So-ah yang baru selesai memasakkan sarapan untuk Ha-baek. Lagi-lagi, Ha-baek menyangsikan kualitas makanan tersebut. Dan ketika ia mencobanya, memang rasanya tidak terlalu enak, tapi setidaknya masih layak untuk disebut sebagai makanan.

17_1

Sembari makan, Ha-baek memastikan sendiri semua cerita dari Bi-ryeom mengenai So-ah. Nampaknya, ceritanya itu tidak sepenuhnya benar, terlihat dari ekspresi wajah So-ah yang terlihat keheranan. Akan tetapi, ia teringat perkataan Bi-ryeom tadi malam, dan itu membuatnya bertingkah seolah-olah semua cerita itu memanglah benar

17_2

Tak mau kalah, So-ah kemudian mengajukan beberapa pertanyaan kepada Ha-baek. Ia bertanya, sepanjang kehidupannya selama 2800 tahun.. siapakah wanita yang paling dicintai oleh Ha-baek?
Ha-baek memilih untuk diam.. dan itu membuat So-ah mengejeknya dan ia-pun memutuskan untuk tidak bertanya lebih lanjut terkait hal tersebut.

“Jika kekuatanku kembali, aku akan membalas semua kebaikanku padaku..” ungkap Ha-baek

“Memangnya, kamu mau memberiku apa?” tanya So-ah

Ha-baek memaparkan bahwa dirinya akan memperbaiki, segala hal yang pernah dirusa Soah dan juga ia akan membuatnya kembali bisa berenang serta menghilangkan rasa takutnya terhadap air dingin.

Tetapi So-ah memiliki harapannya tersendiri.. obsesinya untuk tinggal disebuah pulau bernama Vanuatu dan bertemu dengan idolanya yaitu ‘Jude Law’. Dengan sangat bergairah, ia bercerita mengenai impiannya itu secara panjang-lebar..

18_1
18_2

Dan ketika ceritanya selesai, Ha-baek sudah pergi dari hadapannya. Ha-baek mengatkan, kalau dirinya tak sanggup untuk mendengarkan seluruh cerita So-ah hingga akhir, karena ceritanya membosankan.

“Seorang raja, harus memiliki kemampuan mendengarkan yang baik..” keluh So-ah yang kemudian membuatkan es-kopi untuk Ha-baek.

19_1
19_2

Ha-baek menyinggung perihal benda keramat yang menjadi penghubung antara keluarga So-ah dengan alam para-dewa. Ternyata, benda itu bisa mengabulkan satu keinginan So-ah. Akan tetapi, Ha-baek mengaku bahwa dirinya telah menghilangkan benda tersebut.

“Kenapa hilang? Harusnya kamu menjaganya supaya permintaanku bisa terwujud..” keluh So-ah

“Tapi tetap saja, aku belum bisa mengabulkan permintaanmu itu..” ucap Ha-baek

“Mengapa?” tanya So-ah

“Karena permintaanmu haruslah satu hal yang sangat kamu inginkan..” ungkap Ha-baek

20_1

Obrolan mereka terpotong oleh kedatangan Soo-ri.. So-ah lansgung mengajaknya turun ke dapur untuk makan dengannya. Tapi sebelum itu, dengan bangga Soo-ri menunjukkan seluruh uang yang didapatkannya kepada Ha-baek. Bahkan, ia rela menggunakkan uang itu untuk membeli apapun yang diinginkan Ha-baek.

Ha-baek mengatakan bahwa diriny atak menginginkan apapun dan ia menyuruh Soo-ri untuk segera makan sarapannya saja..

20_2
21_1
21_2

Soo-ri memenani So-ah menghabiskan makanan sarapannya. Tak sengaja, ia melihat mug couple yang tersimpan di meja.. So-ah menceritakan, bahwa Ha-baek sengaja membelinya dari uang kerja paruh-waktunya.

Dan hal itu membuat Soo-ri ‘cemburu’ (as friend), ia tak memakan sarapannya dan berjalan pergi meninggalkan mereka begitu saja.

“Ada apa dengan dia?” tanya So-ah

“Biarkan saja.. palingan dia kelelahan..” jawab Ha-baek

22_1

Ha-baek membawakan sarapan untuk Soo-ri, tetapi Soo-ri masih merajuk. Ia bahkan mengabaikan Ha-baek beserta So-ah dan pergi tanpa mengatakan apapun.

“Palingan juga dia kepanasan...” ujar Ha-baek yang kemudian mengalirkan shampo beserta air kedalam ember besar tempatnya mandi.

22_2

So-ah berjalan mendekatinya, kemudian mengajaknya pergi berenang ke laut, “Kau tak akan berubah jadi duyung ‘kan?” candanya yang kemudian menyuruh Ha-baek untuk menccaritahu makanan piknik di internet.

23_1

Mereka pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan.. Ha-baek menyebutkan seluruh bahan untuk hidangan piknik. Tetapi pada akhirnya, So-ah hanya membeli bahan-bahan untuk membuat kimbap.

“Kimbap juga makanan piknik..” ujar So-ah

23_2
23_3

Mereka bersama-sama, membuat kimbap. Sementara Ha-baek membuatnya dengan sangat rapi, So-ah membuatnya dengan asal-asalan. Dia beralasan, bahwa pada akhirnya mereka akan mengunyah makanan itu, jadi tidak perlu terlalu bagus.

24_1
24_2

Tiba-tiba, ponsel Ha-baek berderin dan ada telpon masuk dari Moo-ra yang mengajaknya untuk makan siang diluar bersama dengan Bi-ryeom. Ha-baek menolak, ia menceritakan bahwa dirinya akan pergi piknik..

Sebelum menutup telponnya, Moo-ra mendengar suara Ha-baek yang memarahi So-ah karena measukkan Kimbap ancur kedalam kotak makanannya..

image

Moo-ra bertanya-tanya mengapa Ha-baek pergi kesuatu tempat dengan membawa kimbap? Bi-ryeom tak menjawabnya, ia hanya tersenyum karena sepertinya ia bisa menebak apa yang hendak dilakukan oleh Ha-baek.

26_1

Sementara Bi-ryeom berganti pakaian, Moo-ra melihat ponsel Bi-ryeom. Ia memutar kembali semua video Ha-baek ketika mabuk.. tetapi, ada satu video yang belum sepat dilihat olehnya. Video tersebut, merekam saat ketika Ha-baek meneguk sebotol wine sembari mengatakan kalau dirinya ingin tetap tinggal disini, bersama dengan So-ah...

26_2

Moo-ra benar-benar marah, dia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi sembari berteriak menyebut nama “HA-BAEK!!!!!”

27_1
27_2

Tak lama kemudian, Bi-ryeom telah berganti pakaian. Ia bingung melihat Moo-ra sudah tak ada.. tetapi ia melihat ponselnya yang telah tergeletak begitu saja.. yang membuatnya bisa menebak apa yang akan dialkukan Moo-ra.

image

So-ah mencoba untuk menelpon Soo-ri, tetapi telponnya tidak diaktifkan. Akhirnya ia-pun memutuskan untuk pergi piknik berduaan dengan Ha-baek saja. Tetapi, tepat sebelum mereka pergi.. datanglah Moo-ra..

29_1
29_2

“Kau pikir, manusia rendahan sepertimu itu diperbolehkan untuk berbicara dengan makhluk se-‘agung’ kami?” bentak Moo-ra terhadap So-ah

“Moo-ra!!! Apa yang kau lakukan!” bentak Ha-baek

Moo-ra tak mendengar bentakan Ha-baek, ia menyeret So-ah bersamanya dan mengatakan, “Jika kau ingin mengetahui, mengapa keluargamu mendapat kutukkan untuk menjadi pelayan para-dewa, ikutlah denganku! Aku tak yakin, setelah mengetahui semuanya, kamu akan tetap berada disamping Ha-baek”

Berkali-kali Ha-baek memintanya berhenti.. tetapi Moo-ra tetap membawa So-ah bersamanya. Secara ajaib, mereka berdua tiba-tiba menghilang entah pergi kemana..

30_1
30_2

===========
::: NOTES :::

Oke... satu hal yang membekas banget di hatiku dari episode ini adalah rasa kasihan aku sama karakter Hoo-ye. Dia itu.. hidup sendirian, bertahun-tahun dia usah mencoba sebisa mungkin untuk hidup normal seperti manusia biasa.

Rasanya ngena banget waktu dia tanya dirinya sendiri: “Mungkinkah pria sepertiku, memiliku wanita seperti dia..?”

Terlepas dari identitasnya sebagai seorang manusia setengah dewa dengan kemampuannya yang menghancurkan segala hal.. dia itu pria yang sangatttt baik dan perhatian. Dia layak untuk mendapat akahir yang bahagia... Plisssss, writer-nim, jangan kasih dia akhir yang menyedihkan T_T

Karena dibandingkan dewa-dewi yang aslinya, dia itu terbilang yang paling dewasa. Karena dia sudah melalui begitu banyak pahit-manisnya kehidupan. Jengkel banget rasanya, kalau lihat tingkah Bi-ryeom yang bersikeras melenyapkan Hoo-ye.

Tapi aku sendiri, sampai saat ini belum bisa membenci karakter Bi-ryeom,... Setiap orang melakukan sesuatu pasti ada alasannya. Aku berharap, alasan bi-ryeom adalah sesuatu yang masuk akal.. karena perlahan, aku mulai simpati sama dia yang sekian lama menyimpan perasaannya buat Moo-ra.

Dan ngomongin tentang Moo-ra.. aku jadi keinget adegan ketika dia papasan sama Jin-geon. Dia sendiri kayaknya lupa atau bahkan enggak tahu kenapa Jin-geon enggak pernah berbicara. Jadi, Jin-geon ini kenapa????

Terakhir.. tentang keputusan So-ah untuk menolak Ha-baek. Aku fikir.. utuk sekarang, itu keputusan yang paling tepat. Meskipun mereka saling mencintai, tetapi Ha-baek enggak bisa egois dan melakukan segala atas atas keinginannya semata.

Entahlah.. besok, apakah So-ah bakalan berubah pikiran dan mau memulai hubungannya dengan Ha-baek?

*pantengin OA LINE untuk tahu preview episode 12 yaaaa

::: TO BE CONTINUED :::

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

2 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤