SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 11 [Bagian 1]

09:19

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

image

Melihat Hoo-ye berduaan dengan So-ah dalam posisi seperti itu, membuat Ha-baek murka. Tanpa bertanya lebih dulu, apa yang sebenarnya terjadi, ia langsung menampar Hoo-ye dengan sangat keras. 

01_1

 Ketika hendak menampar untuk yang kedua kalinya, Hoo-ye berhasil menangkis lengannya. Kemudian So-ah mencoba untuk menjadi penengah, ia memisahkan mereka dan meminta maaf kepada Hoo-ye atas perbuatan kasar Ha-baek.

01_2
image

Tanpa mengatakan apapun, Hoo-ye memilih untuk langsung berjalan pergi meninggalkan mereka. Nampak jelas, bahwasaya dia juga memendam amarah yang begitu besar terhadap Ha-baek, tetapi ia mencoba untuk menutupinya.

image

SO-AH : “Kamu fikir apa yang barusan kamu lakukan? Kenapa kamu menamparnya tanpa bertanya dulu apa yang sebenarnya terjadi!”

HA-BAEK : “Pelukah alasan?! Ketika aku datang kesini, tubuhnya berada ‘di atas’ tubuhmu!”

SO-AH : “Memang apa masalahnya?

HA-BAEK : “Apa kedatanganku ini mengacaukan ‘hal’ yang akan kalian lakukan, ‘hah?! JELASKAN padaku!”

SO-AH : “Aku tak perlu memberi penjelasan apapun!”

HA-BAEK : “Jadi, kamu membiarkanku berfikiran sesuai apa yang menjadi dugaanku?”

SO-AH : “Memangnya, hubungan kita ini apa? Sampai perlu membicarakan hal seperti ini?”

04_1
04_2
04_3

So-ah pergi.. ia berjalan sendirian dibawah gururan hujan.. begitupun dengan Hoo-ye.. Mereka sama-sama berjalan, tetai melalui jalur yang berbeda. Sementara Ha-baek, memilih untuk diam, menyendiri di klinik So-ah.

05_1

Di dalam bilik ‘praktik’-nya, Yeom-mi tertidur sangat lelap. Akan teapi, ia terbangun karena So-ah mendatanginya dalam mimpi, ia datang bersama dengan seseorang yang ia tidak ketahui siapa dan mengapa mereka muncul.

05_2
05_3

Ketika berjalan pulang, sangat amat kebetulan karena So-ah telah berdiri menunggunya. Badannya basah kuyup, dan ia menangis.. “Bolehkah aku menginap dirumahmu? Kurasa, aku tak sanggup untuk pulang ke rumahku sendiri..”

BRIDE OF THE WATER GOD EPISODE 11

06_1

Di pagi hari, Hoo-ye terbangun dalam kondisi wajah yang pucat pasi. Semalam.. setelah berjalan sendirian dibawah guyuran hujar lebat, ia memanggil Joo Geol-rin makanya pagi ini ia ada bersama dengannya.

06_2
07_1

GEOL-RIN : “Kenapa? Anda mengalami mimpi buruk? Apakah Bi-ryeom mengganggu anda lagi?”

HOO-YE : “Katamu, semuanya bukan salahku! Katamu, bukan aku yang menginginkan terlahir dengan kekuatan seperti ini. Apakah semuanya memang bukanlah kesalahanku? Atau janga-jangan, kau mengatakan hal tersebut karena merasa takut kepadaku?”

07_3
07_2

Dengan suara yang bergetar, dan mata merah yang berkaca-kaca, Hoo-ye mengatakan: “Jika memang bukan salahku, lantas siapa yang bertanggung-jawab atas kematian mereka? Katamu bukan aku yang membunuh mereka.. Aku mempercayainya! Tetapi, jika bukan aku.. siapa yang bertanggung-jawab atas kematian mereka semua?”

Semenjak kemunculan para-dewa disekitarnya, Hoo-ye kehilangan rasa percaya-diri. Dia sudah melupakan siapa dirinya yang sebenarnya, tetapi mereka membuatnya kembali mengingat semuanya.

Dan yang membuatnya sangat terpukul, adalah fakta bahwa kemarin.. ia hampir membunuh So-ah dengan tangannya sendiri..

08_1
08_2

Ketika sampai di klinik, Sang-yoo agak terkejut karena pintunya telah terbuka begitu saja, “Apakah So-ah telah datang sepagi ini?” gumamnya

Ternyata, bukan So-ah tetapi Ha-baek yang tengah duduk sendirian di dalam ruang konsultasi. Sang-yoo mengomelinya, mengatakan kalau dia tak boleh seenaknya keluar-masuk tempat ini.

“Sedang apa kamu disini?” tanya Sang-yoo

“Aku sedang menunggu..” jawab Ha-baek

“Menunggu siapa?” tanya Sang-yoo

“Siapapun..” jawab Ha-baek

09_1

Tak lama kemudian, datanglah So-ah bersama dengan Yeom-mi. Mereka sama-sama terkejut melihat keberadaan Ha-baek disini.

09_2

Sementara So-ah berbicara dengan Ha-baek, Yeom-mi berbicara dengan Sang-yoo. Mereka tak mengerti, mengapa Ha-baek bermalam di tempat ini? Padahal setahu Sang-yoo, orang yang bertemu dengan So-ah tadi malah adalah Hoo-ye..

“Dia (Soa-ah) tak boleh menjalin hubungan dengan pria itu (Ha-baek)!” ujar Sang-yoo

“Aku juga menentang hubungan mereka!” tukas Yeom-mi yang kemudian pamit pulang

image

So-ah bertanya, mengapa Ha-baek tidak pulang kerumah? Apakah karena menunggunya?

Ha-baek menjawab ‘iya’, tapi bukan hanya itu alasannya. Ternyata, tadi malam.. ia berniat untuk pulang. Akan tetapi, pintunya tak bisa dikunci dari luar. Maka dari itu, ia tak ingin menjadi orang yang tidak bertanggung-jawab dan pergi meninggalkan tempat ini begitu saja..

11_1
12_1

Tetapi tiba-tiba Hae-baek bertanya: “Bolehkah aku menjadi orang yang tidak bertanggung-jawab? Karena aku sadar, bahwa pada akhirnya, aku akan menjadi orang yang seperti itu. Dan bolehkah kita memulai (hubungan) diantara kita?”

Pertanyaan So-ah tadi malam, mengenai ‘apa hubungan diantara mereka’.. Ha-baek ingin memberikan jawabannya. Ia berharap So-ah terjauh dari segala hal buruk yang akan menimpanya, dan ketika memikirkan So-ah ia ingin memluknya dan juga menciumnya.

11_3
“Aku berharap kamu adalah yang pertama dan yang terakhir dalam hidupku... aku ingin pikiranku dipenuhi segalanya tentangmu. Bahkan jika terlalu penuh hingga meluap, aku akan membiarkannya begitu saja. Aku ingin kecemburuanku menjadi hal yang wajar, dan aku tidak ingin disalahkan hanya karena aku memukulnya (Hoo-ye). Tapi untuk melakukan semua itu, aku harus memulai (suatu hubungan). Seperti katamu,.. akhir kisah kita memang sudah ditentukan dan tidak akan pernah bisa dirubah. Jadi, bolehkah aku memulai (hubungan diantara kita) ?” HA-BAEK
11_2

Tanpa berfikir panjang lebar.. dengan yakin So-ah menjawab: “Jangan.. jangan memulai apapun diantara kita..”

12_2

Ketika keluar dari kamarnya, Moo-ra melihat Bi-ryeom yang tengah membuat kopi di dapur. Moo-ra bertanya, kapan Bi-ryeom datag kesini? Tetapi, Bi-ryeom malah menceritakan kecemburuannya terhadap sifat manusia yang bisa mabuk.

Semalam, Bi-ryeom minum begitu banyak.. akan tetapi, kondisinya masih sadar sepenuhnya, “Sejujurnya, aku sangat penarasan.. bagaimana rasanya ketika seorang manusia itu mabuk. Manusia memiliki banyak kekurangan, tapi mengapa aku sangat iri terhadap mereka..” gumamnya

13_1
13_2

Selanjutnya, Bi-ryeom meciptakan sebuah cincin berlian ditangannya, “Bukankah hal seperti ini tidak membuatmu merasa takjub kepadaku? Tak ada yang bisa kulakukan untukmu.. karena kamu bisa melakukan semuanya sendiri. Haruskah aku menghapus seluruh komen negatif di artikel tentangmu?” ungkapnya

13_3

Sepanjang hari ini, Moo-ra tak memiliki jadwa apapun. Karena sengaja, ia meluangkan seluruh waktunya itu hanya untuk mengawasi Bi-ryeom.

“Mengawasiku, bukanlah kegiatan yang mudah untuk dilakukan..” ungkap Bi-ryeom

14_1
14_2
14_3
14_4

Di pagi hari.. Bi-ryeom sangat gemar berolahraga. Ia berlari di lapangan, kemudian berlatih skipping di dalam ruang olahraga. Sebagai seorang aktris kenamaan, membuat Moo-ra dikenali oleh banyak orang terutama kaum pria. Bebrapa kali, mereka ingin menyapanya, mengambil fotonya dan juga ingin meminta tanda-tangannya. Tetapi Moo-ra memilih untuk terus memejamkan matanya dan mengusir mereka. Bahkan ketika ada yang memotretnya, ia langsung menggunakan keuatannya untuk menghapus foto tersebut.

15_1
15_2

Moo-ra berpapasan dengan Jin-geon yang juga selalu berada didekat Bi-ryeom. Ia merasa penasaran akan sesuatu, ia bertaya lansgung kepada Jin-geon: “Mengapa kamu tak pernah berbicara? Apa benar, karena aku telah meremukkan lidahmu?”

Jin-geon tak mengatakan apapun.. dan Moo-ra berjalan meninggalkannya begitu saja..

image

Karena telah sangat sabar mengikutinya dari pagi tadi, Moo-ra meminta Bi-ryeom untuk menceritakan kepadanya mengapa sikapnya berubah?

BI-RYEOM : “Meskipun aku menceritakan alasanku kepada semua orang di dunia ini tetapi aku tidak akan pernah menceritakannya kepadamu.”

MOO-RA : “Oke.. kalau begitu aku rubah pertanyannya! Jadi apa yang ingin kamu lakukan kepada Shin Hoo-ye?”

BI-RYEOM : “Aku berharap dia MATI!”

17_1
17_2

Mendengar jawaban itu, membuat Moo-ra bergegas menelpon manajernya dan memerintahkannya untuk membatalkan seluruh kegiatannya, ia bahkan rela membayar deda atas tindakannya itu. Ia-pun tak peduli jika didirnya harus dipecat ataupun pindah agensi.

“Kau mengorbankan semuanya hanya untuk mengawasiku.. Baiklah, untuk hari ini aku akan melupakan segala hal tentangnya (Hoo-ye)..” ungkap Bi-ryeom

18_1

Hoo-ye teringat saran dari Geol-rin yang memintanya untuk menceritakan semuanya dan meminta bantuan kepada So-ah. Lagipula, So-ah sudah melihat luka ditangannya yang tiba-tiba menghilang kembali. Setidaknya, So-ah merupakan manusia yang paling bisa mengerti kondisinya. Jadi tak ada alasan untuk Hoo-ye menyembunyikan kondisinya dari So-ah.

18_2

Tiba-tiba.. datanglah Tuan Shin beserta Ja-ya. Dia datang untuk mempertanyakan masalah pemindahan proyek resort mereka. Ia bertanya, apakah Hoo-ye akan menikahi So-ah? Ataukah So-ah mengetahui rahasia besar Hoo-ye?

Hoo-ye tak mau memberikan penjelasan yang panjang-lebar. Yang pasti, proyek-nya tetap akan dipindahkan dan ia sudah mendapatkan persetujuan dari investor yang lainnya.

19_1
19_2

Tuan Shin tidak bisa memahami keputusan yang diambil oleh Hoo-ye. Terlebih lagi, karena dirinya tak memiliki lahan di tempat pembanguna proyek yang baru. Tetapi, ia malah menyebut dirinya bertanya lansgung seperti ini, karena ia mengkhawatirkan Hoo-ye, “Setelah membawamu kerumah.. ibumu sangat menyayangimu. Dan ketika kamu tinggal bersama dengan kami----“

Hoo-ye tak suka mendengar cerita itu.. ia bangkit dari tempat duduknya dan mengatakan kalau dirinya ada jadwal rapat diluar...

19_3
19_4

Ja-ya berjalan sembari bertanya-tanya, mengapa ia tak melihat Sekretaris Min? Akan tetapi, secara-tiba-tiba.. sekretaris Min telah berdiri dibelakangnya dan lansgung bertanya, mengapa ia mencarinya?

“Mengapa Hoo-ye bersikap dingin kepadaku? Haruskah aku memintanya bersikap seperti dulu lagi.. ataukah aku tetapi diam dan berpura-pura tidak pernah terjadi apapun diantara kami?” tanya Ja-ya

“Tetaplah diam. Kurasa itu yang terbaik untuk kesehatan mentalmu..” jawab Sekretaris Min yang kemudian berjalan pergi begitu saja

20_1

Ha-baek menyendiri di Rooftop, ia teringat kembali perkataan So-ah kepadanya yang membuatnya mengeluh: “Pertama kalinya salam 2800 tahun, .. seorang wanita dari bangsa manusia menolak-ku.. apa dia sadar siapa orang yang telah ditolaknya? Dia bukan hanya bodoh, arogan, pelupa dan rendah-diri, tetapi dia juga pengecut..”

20_2

Bi-ryeom menerima telpon dari Ha-baek yang meminta bantuannya untuk membuatnya merasa ‘hilang-kendali’ 

Bi-ryeom bersemangat untuk pergi menemui Ha-baek dan Moo-ra ingin ikut dengannya. tetapi Bi-ryeom menegaskan, bahwa saat ini Ha-baek hanyalah seorang pria yang ingin menghabiskan waktu dengan teman pria-nya (alias bro-time)

Bi-ryeom menyarankan Moo-ra untuk menuggu dirumah, lagipula ia telah menyiapkan sebuah kejutan untuknya di ruang pakaian. Kejutan itu, bisa membantu Moo-ra berlatih adegan ciumannya.

20_3
20_4

“Tapi kau tidak akan pergi kemanapun selain bertemu dengan Ha-baek ‘kan?” tanya Moo-ra

Bi-ryeom hanya diam.. dan itu membuat Moo-ra bersikeras untuk ikut dengannya. Tetapi, Bi-ryeom segera menjawab ‘iya, aku selalu menuruti perkataanmu’, dan itulah yang membuat Moo-ra setuju untuk tidak mengikutinya.

21_1
21_2

Ketika memasuki ruang pakaiannya, ternyata kejutan yang dimaksud Bi-ryeom adalah sebuah boneka balon berwujud pria berbadan kekar.. Wkwkwkwk

21_3

Berpindah ke sebuah bar.. disanalah Bi-ryon hendak mengajari Ha-baek, bagaimana caranya untuk menjadi ‘hilang-kendali’. Cara itu tak mempan untuknya tetapi ia yakin akan mempan terhadap Ha-baek yang tengah kehilangan kekuatannya.

Awalnya, Ha-baek tak mengenali fungsi beberapa botol minuman dihadapannya. Tetapi, ia teringat saat ketika So-ah menjadi mabuk dan tak bisa berdiri tegap setelah meminumnya.

21_4

Bi-ryeom bertanya.. mengapa Ha-baek ingin merasakan yang namanya ‘hilang-kendali’? tetapi, belum sempat Ha-baek menjawabnya, Bi-ryeom telah mengetahui jawabannya. Dan ia sangat yakian, kalau ini berkaitan dengan So-ah.

“Mau mendengar cerita tentang So-ah yang belum pernah kau dengan sebelumnya?” ucap Bi-ryeom

Dulu mereka kuliah di kampus yang sama. Maka dari itu, Bi-ryeom banyak mengetahui segala tentang So-ah.. Dimulai dari tingkahnya yang gemar mengenakan rok-mini yang memerkan paha putih-nya, kemudian sikap cerianya yang membuat begitu banyak pria berlomba mendekatinya. Dan terakhir.. mengenai alasan So-ah menolak cincin berlian darinya. Saat itu, So-ah menegaskan, bahwa ia tak mau berhutang apapun kepadanya..

21_5

Selama mendengarkan serita itu, Ha-baek meminum begitu banyak alkohol. Dan bahkan, ia tak segan untuk menguknya langsung dari botol. Bi-ryeom tertawa melihat tingkahnya, ia bahkan langsung merekamnya.

21_6


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤