SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 10 [Bagian 2]

15:28

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

image

Di pagi hari, So-ah berangkat kerja ketika Ha-baek tengah mengambil koran di dekat gerbang. Mereka saling sapa, dan mengobrol sejenak seperti dulu lagi.. tak ada rasa canggung atau kikuk seperti kemarin...

01_1
01_2

HA-BAEK : “Aku akan melaukan apapun untukmu, sebelum aku pergi. Jadi, apa yang kamu inginkan?”

SO-AH : “Uang?”

HA-BAEK : “Ah.. kalau begitu, lupakan saja perkataanku barusan...”

SO-AH : “Kamu tak akan mengadakan pesta perpisahan? Setidaknya, sebelum kamu menjadi Raja, traktir aku malam dulu..”

HA-BAEK : “Tidak bisa, karena akut tidak mempunyai uang..”

02_1
02_2

So-ah berjalan pergi dengan senyuman diwajahnya. Tetapi.. beberala langkah kemudian, ia menyandarkan tubuhnya di tembk. Ia menghela nafas panjang, dan kita kembali melihat wajah sedih-nya. Begitupula dengan Ha-baek, yang hanya bisa terdiam.. memandang kebawah..

03_1
03_2

Dari rooftop, Joo-dong berdiri melihat interaksi diantara mereka. Ia tak berkomentar apapun, dan memilih untuk menghidupkan kembali, beberapa tanaman yang telah layu..

image
image

Tak lama kemudian, Ha-baek muncul. Joo-dong langsung menyapanya dengan bertanya: “Bukankah dunia manusia itu lebih menyenangkan dibanding yang kau kira? Apakah karena dia (So-ah)? Apakah karena dia juga, kau terlihat tidak bahagia, meskipun telah berhasil menemukan ketiga batu dewa?”

image
image

Melihat reaksi Moo-ra semalam, membuat Joo-dong mengingat kejadian di masa lalu. Ttragedi itu membuat mereka semua bersedih dan merasa kecewa, “Tapi apapun pilihanmu, aku tetap mendukungmu. Karena aku tahu bahwa dirimu akan mengambil pilihan yang terbaik... ”

Perbedaan lain diantara manusia dan dewa adalah rentang usia mereka.. Seorang manusia memiliki usia yang sangat pendek, sehingga mereka akan melakukan hal apapun yang diinginkan olehnya, termasuk memperjuangkan kisah cintanya dengan alasan ‘hidup ini singkat’

“Meskipun gadis itu adalah pengecualian..” gumam Joo-dong 

image

Dari apa yang dilihatnya saat ini, ia bisa menduga bahwasanya Ha-baek tengah diambang keraguan: “Kau tidak tahu, apakah kau hanya merasa simpati atau telah bear-benar jatuh cinta kepadanya.. tapi ingatlah, tragedi itu-pun bermula dari perasaan seperti itu..”

“Dan berakhir dengan pengkhianatan..” tukas Ha-baek

09_1
09_2

Bi-ryeom tengah serius memukul sasak tinju, ia melakukannya dengan sekuat tenaga. Dan diwaktu yang bersamaan, kita melihat Hoo-ye baru turun dari mobilnya.. 

Hoo-ye berjalan seorang diri, dan tiba-tiba satu demi satu lampu di basement padam dengan sendirinya. Tak terlihat siapapun disana, tetapi seolah-olah ada seseorang ‘tak-berwujud’ yang menyerangnya

10_1
10_2

Kita melihat badan Hoo-ye yang terlempar kesana-kemari, bahkan hingga membuat Hoo-ye tak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri..

Dari kejauhan, barulah kita melihat dua orang dewa-minor yang ternyata menggunakan kekuatan mereka untuk melakukan hal itu terhadap Hoo-ye.

10_3
11_1
11_2

Hoo-ye mencoba bangkit dalam kondisi wajah yang dipenuhi memar dan juga bercucuran darah.. dia terlihat begitu murka, terlihat asap hitam tebal di sekitar tubuhnya..

Dia berjalan menghampiri dua dewa-minor itu, tetapi tepat sebelumnya.. muncullah Joo Geol-rin yang langsung menahannya..

12_1
12_2

Geol-rin mencoba untuk meredakan amarah Hoo-ye, ia menceritakan identitas kedua dewa-minor itu dan meminta Hoo-ye untuk mengontrol emosinya... tak lama kemudian, luka-luka itu lenyap seketika, beriringan dengan emosinya yang mereda.

13_1
13_2

Tetapi, disaat itu juga.. Bi-ryeom menelponnya dan memberitahukan bahwa kejadian barusan adalah atas perintahnya. Ini dilakukannya sebagai balasan terhadap ulah Hoo-ye yang mencelakai Joo-dong.

“Sekali lagi, jika kau menantangku.. maka aku akan melakukan hal yang lebih fatal dibandingkan ini..” ujar Bi-ryeom

14_1
14_2

“Jangan menatapku seperti itu.. meskipun kau tak menyukai ide mengenai ‘balas-dendam’, bukan berarti aku bisa memaafkannya begitu saja!” ucap Bi-ryeom kepada Jin-geon yang sedari-tadi berdiri didekatnya. 

image

Tak lama kemudian, datanglah Moo-ra. Ia mengomentari tempat ‘bermain’ Bi-ryeom yang suasanya terkesan ‘keji’ dan menyeramkan. Tetapi sembari tersenyum, Bi-ryeom mengatakan bahwa tempat seperti ini, membuatnya menyadari bahwa kekuatan yang dimilikinya sangatlah membosankan.

Jin-geon pamit pergi.. Moo-ra melihatnya, kemudian bertanya-tanya.. semenjak kapan Jin-geon tidak berbicara lagi?

image
17_1
17_2

“Tentu saja, semenjak kau meremukkan lidahnya..” jawab Bi-ryeom

“Ahhh.. mengenai saudara kembar Jin-geon yang bernama Moo-myung, kemana dia? Kenapa aku tak pernah melihatnya lagi?” tanya Moo-ra yang ketika mebuat wajah Bi-ryeom berubah kusut

18_1
18_2

Hoo-ye memacu mobilnya dengan sangat cepat.. untunglah disampingnya ada Joo Geol-rin yang terus-terusan berusaha untuk meredakan emosinya. Ia mengingatkan, bahwasanya Hoo-ye telah bertekad untuk meninggalkan kegelapan dalam hidupnya.. 

Dan untunglah, secara perlahan.. Hoo-ye bisa kembali mengontrol emosinya dan kembali pada sifatnya yang lebih tenang seperti semula..

image

Keempat Dewa berkumpul, untuk makan siang bersama. Joo-dong bertanya kepada Ha-baek, bagaimana rasanya makan ketika kelaparan?

“Kamu harus segera kembali..” pinta Moo-ra kepada Ha-baek

“Kubilang, dia tak ingin kembali dalam waktu dekat ini..” tukas Bi-ryeom

Tiba-tiba, Moo-ra mendapat telpon dari manajer-nya. Ia-pun berjalan menjauh untuk mengangkat telpon tersebut..

20_1
20_2

Bi-ryeom mulai membahas mengenai tingkah So-ah yang berhasil membuat Hoo-ye membatalkan proyek-nya. Ia-pun bertanya kepada Ha-baek, apa yang telah dilakukan So-ah hingga berhasil membujuk ‘makhluk’ seperti Ho-ye? 

“Bagaimana bisa kau mengetahui segala hal?” tanya Ha-baek sembari mengacungkan pisau kearah Bi-ryeom

“Sudah kubilang, aku ini tak memiliki kesibukan apapun. Yang jelas, aku hanya ingin memperingatkanmu bahwa makhluk seperti dia tak akan berhenti disini saja..” ungkap Bi-ryeom
Joo-dong yang berada diantara mereka, sama-sekali tak memahami maksud obrolan ini. Dia bertanya, semenjak kapan Bi-ryeom bertingkah ambigu seperti itu?

22_1
22_2

Datanglah Moo-ra yang langsung menjelaskan, bahwa Bi-ryeom memang sudah seperti itu dari dulu. Lagi-lagi, Moo-ra bertanya: Kapan Ha-baek akan kembali pulang?

“Kamu ini kaset rusak? Kenapa menanyakan hal itu berulang-kali? ‘kan sudah kubilang, kalau Ha-baek tak ingin untuk segera pulang.. dia bukan anak kecil, dia tahu apa akibatnya kalau dia tak kembali pulang. Yang jelas, dia pasti akan kembali tepat pada waktunya..” ujar Bi-ryeom

Ha-baek tak mau berkomentar apapun terkait hal ini, ia pamit untuk pergi duluan. Dan sebelumnya, Joo-dong juga pamit untuk pergi ke suatu tempat selama beberapa hari..

image

“Kau.. jangan dulu pergi sebelum aku kembali..” pinta Joo-dong

“Baiklah, sampai ketemu lagi saat kau kembali..” ucap Ha-baek

“Hey-aaaa!!!! Kenapa kau harus menunggunya kembali dulu!” tukas Moo-ra

24_1
24_2

Ha-baek berjalan seorang-diri, disaat itu ia teringat kembali perkataan Hoo-ye malam kemarin...

25_1
25_2

Sementara itu, Moo-ra sangat marah terhap sikap Bi-ryeom yang makin lama terkesan semakin aneh dan mencurigakan. 

BI-RYEOM : “Kurasa kau bersikap berlebihan.. karena memang seperti itulah, caraku berbicara dengan Ha-baek!”

MOO-RA : “Asal kau tahu, kalau saja bukan karena kedekatanmu dengan Ha-baek, pasti tingkah menjengkelkanmu itu tak akan bisa diampuni!”

image

BI-RYEOM : “Kau marah padaku, karena aku membuat Ha-baek kesal ataukah karena kekhawatiranmu terhadap keputusan Ha-baek yang mungkin saja memilih untuk tidak kembali ke asalnya? Kumohon, jangan ‘sok’ bertingkah seperti orang dewasa yang tahu segalanya!!”

MOO-RA : “Apa maksudmu?!”

image

BI-RYEOM : “Akuilah kalau kau tak rela Ha-baek dicuri olehnya! Mintalah bantuan kepadaku, seperti yang biasa kau lakukan dulu! Kau tahu, kalau aku selalu memiliki cara tersendiri untuk menyelesaikan sebuah permasalahan!”

MOO-RA : “Apa ini! Kau ini kenapa!”

BI-RYEOM : “Aku memang pernah memiliki perasaan cinta terhadap So-ah, tetapi tidak pernah melebihi perasaanku kepadamu! Akui saja semuanya dan mintalah bantuan dariku!”

image

MOO-RA : “Kau ini kenapa? Kau memang selalu bertindak gegabah, tapi sekarang.. ini terlalu berlebihan! Apakah ini ada hubungannya dengan Shin Hoo-ye? Karena semenjak kehadirannya, sikapmu menjadi tidak terkontrol seperti ini! apa yang telah dia lakukan? Apa yang tidak aku ketahui?!!”

image

Disamping Ha-baek, berjalan seorang kakek tua yang bersusah-payah mendorong gerobaknya. Ha-baek bersikap cuek, dengan melewatinya begitu saja.. tetai, suara terengah-engah kakek itu, berhasil mengoyak hati nuraninya.

30_1
30_2
30_3

Meskipun sempat ragu-ragu, pada akhirnya Ha-baek membantu kakek itu untuk mendorong rodanya dari belakang.. dan lama-kemudian, ia menarik roda terbut dari depan sementara sang kakek sibuk mengambil kerdur bekas dari dekat tong sampah di jalanan.

Ha-baek tak tinggal diam.. ia menggulungkan lengan kemejanya kemudian membantu sang-kakek untuk menyelesaikan pekerajaannya..

image

Setelah dirasa cukup, mereka-pun menjual ronsokan tersebut ke tempat pengepul sampah. Kakek memberikan sedikit uang hasil penjualnnya keada Ha-baek...

“Kau ini, seperti orang yang baru saja menerima gaji pertamamu..” ucapnya

32_1
32_2

Selain itu, sang kakek juga berhasil menebak bahwasanya Ha-baek tak memiliki orang-tua ditempat ini. Ia-pun berpesan supaya Ha-baek terus berusaha, karena kerja-keras seseorang pasti akan membuahkan hasil..

“Bahkan, karena kerja-kerasku.. aku pernah menemukan sebuah cincin berlian (jangan-jangan punyanya So-ah, wkwk). Aku masih menyimpannya, karena menunggu pemiliknya datang mengambilnya.. bagus jika pemiliknya muncul, tetapi lebih bagus lagi kalau pemiliknya tak muncul..” papar si kakek

33_1
33_2

Ha-baek berjalan melewati pedagang souvenir, ia tertarik pada sebuah mug ‘couple’ yang sangat cantik, ia juga teringat mug ‘cacat’ di klinik So-ah dan itu membuatnya sangan ingin membeli mug tersebut. Ha-baek mengeluarkan seluruh uangnya dan bertanya “Apakah ini cukup?”

Sayangnya uang itu masih kurang.. dan secara tak sengaja, Ha-baek melihat bebrap foto model yang dipajang diatas meja, “Mau mengambil fotoku?” tanya Ha-baek

34_1
34_2
image

Dan benar saja... Ha-baek lansgung dijadikan model untuk produk souvenir mereka. Ia menunjukkan beberapa pose menawan, hingga akhirnya mendapatkan upah berupa mug ‘couple’ yang diinginkannya.

36_1
36_2

Berkat Ma Bong-yeol, klinik So-ah mendapatkan beberapa klien baru... karena sebagian besa dari mereka, merupakan temannya Bong-yeol.

Ketika istirahat makan siang.. So-ah menerima telpon dari Ha-baek yang mengajaknya untuk bertemu diluar..

37_1
37_2

Ha-baek duduk sendirian di sebuah kafe kopi.. ia begitu serius memerhatikan orang-orang disekitarnya. Tak lama kemudian, So-ah tiba di depan kafe tersebut..

Ia tak langsung masuk kedalam, dan malah diam memerhatikan gerak-gerik Ha-baek dari luar. Hingga Ha-baek melihat kearahnya, barulah ia berjalan masuk..

38_1

“Kelihatannya kau sangat penasaran dengan tempat ini..” goda So-ah yang kemudian memesankan kopi untuk mereka berdua.

38_2
image

So-ah kembali dengan memabwa segelas Americano hangat untuknya dan yang dingin untuk Ha-baek. Disaat itu, Ha-baek terdiam sejenak.. ia sempat protes, karena minumannya berwarna hitam, sementara milik orang lain warnanya lebih cerah.

Tetapi setelah meminumnya, Ha-baek memuji rasa minuman tersebut yang cukup menarik di lidahnya: “Kurasa, aku harus lebih sering mendatangi tempat ini..” ujarnya

“Apa yang ingin kau bicarakan hingga memintaku datang kesini?” tanya So-ah

41_1
41_2

Ha-baek menujukkan mug couple yang dibelinya, ia-pun menjelaskan makna gambar yang tertera disana.. Dinosaurus mungil di mug berwara pink, ia sebut sebagai So-ah. Sementara Pria di mug berwarna biru, meggambarkan sosok dirinya.. 

Dinosaurus mungil itu, sengaja ia beri nama ‘Yong..Yong..’

42_1
42_2

Tetapi mug tersebut memiliki dua sisi, dan jika dibalik.. posisinya jadi berubah. Mug biru memiliki gambar dinosaurus mungil, dan mug berwarna pink memiliki gambar perempuan. 

“Kalau seperti ini, berarti kamu adalah pelayanku. Yong..yong..” ejek So-ah

43_1
43_3
image

Disepanjang jalan, So-ah bertanya darimana Ha-baek mendapatkan uang untuk membeli mug itu?
Ha-baek menunjukkan foto dirinya ketika memulung kerdus, dan juga fotonya ketika menjadi ‘model’.

“Apa kamu merasa tersentuh?” tanya Ha-baek

“Sangattt tersentuh..” jawab So-ah

45_1

Hari sudah larut malam.. Sang-yoo pamit pulang, sementara So-ah masih diam di klinik menunggu seorang pasiennya yang belum juga datang. Pasien yang ia tunggu adalah Hoo-ye..

45_2
image

Padahal, disaat yang bersamaan Hoo-ye tengah menyendiri disebuah bar hingga membuatnya tak menyadri bahwa So-ah tengah menghubunginya berulang-kali.

47_1

Waktu terus berjalan.. dan So-ah tetap menunggu, ia juga terus menelpon Hoo-ye berulang-kali. Di bar, seorang wanita menghampiri Hoo-ye dan menawarkan diri untuk menemaninya.. tetapi Hoo-ye menolak. Wanita itu-pun pergi, tetapi sebelumnya ia memberitahukan bahwa ponselnya berdering..

47_2
47_3

Barulah Hoo-ye mengangkat telpon dari So-ah.. Mendengar suaranya yang sengau, So-ah pun meminta agar pertemuan mereka diundur lain waktu saja. Tetapi, Hoo-ye menolak dan bersikeras untuk tetap bertemu dengan So-ah saat ini juga.

image

Di rooftop, Soo-ri bertanya kapankah Ha-baek akan pulang? Apakah mereka akan menunggu hingga Joo-dong kembali?

Ha-baek tak merespon pertanyaan itu.. tetapi ketika Soo-ri menyinggung perihal So-ah yang nampaknya belum juga pulang, Ha-baek lansgung bangkit dan mencoba untuk menghubungi So-ah.

49_1
49_2

Ditelpon, So-ah memberitahukan bahwa dirinya akan pulang terlambat karena masih menunggu seorang pasien..

“Ahh.. Shin daepyo-nim---” ucap So-ah yang kemudian menutup telponnya karena melihat Hoo-ye yang berjalan masuk dalam kondisi mabuk berat.

Setelah mendengar itu, segera Ha-baek menemui Soo-ri dan meminta uang keapdanya..

50_1
50_2

So-ah mendudukkan Hoo-ye yang, sekarang kondisinya tak sadarkan diri.. ketika di-cek menggunakan termometer, diketahui bahwa Hoo-ye ini mengalami demam.

51_1
51_2

“ahh.. aku tak bisa memberikannya penurun panas karena dia dalam kondisi mabuk..” keluh So-ah yang kemudian mengambil air dingin untuk mengompresnya

51_3
image

Setelah di kompres, So-ah tak bisa pergi meninggalkannya begitu saja, apalagi diluar terlihat kilat dan terdengar suara petir yang cukup keras... Sebentar lagi pukul 11 malam, tetapi belum ada tanda-tanda Hoo-ye akan siuman.

Akhirnya, So-ah mencoba untuk mengompres badan Hoo-ye, ia membuka beberapa kancing kemejanya dan bersamaan dengan itu, Hoo-ye terbangun karena ia teringat kembali apa yang dilakukan Ha-baek kepadanya.

53_1
53_2
image

Hoo-ye berhalusinasi, melihat So-ah sebagai Ha-baek, ia menarik dan mendorong tubuh So-ah kekursi, dan itu membuat So-ah benar-bear ketakutan, ditambah lagi ia melihat dengan mata-kepalanya sendiri, ketika luka gores ditangan Hoo-ye bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu yang sangat singkat....

“Yoon So-ah.. maafkan aku..” ucap Hoo-ye

image
56_1
56_2

Dan pada momen yang menegangkan ini, datangah Ha-baek.. ia terlihat begitu marah, ia melihat Hoo-ye dengan tatapan yang sangat tajam..

===========
::: NOTES :::

Ada bebrapa pertanyaan baru yang bikin aku penasaran:

1. Apakah yang menjadi pelayan/hamba dewa,.. adalah keluarga So-ah aja? Ataukah ada yang lain lagi?

2. Siapa orang yang menolong Jo-dong? Tuan Shin? Sekretaris Min?

Mengenai leluhur So-ah.. Joo-dong bilang, kalau itu berkaitan dengan ulah negara-langit. Dan orang yang menyarankan hukuman itu adalah Bi-ryeom.. Jadi ayah-anak yang kita lihat sebelumnya itu, beneran leluhur So-ah berarti yaa?

Si Bi-ryeom akhir-akhir ini, tingkahnya memang mencurigakan. Terutama, kalau itu berhubungan dengan Hoo-ye... selama ini kita tahu kalau dia itu picik, tapi dia enggak pernah melakukan tindakan ‘jahat’ sampai melukai musuhnya. Baru di episode ini, dia sampe nyuruh dewa-minor buat menyerang Hoo-ye. 

Pasti ada sesuatu diantara Bi-ryeom & Hoo-ye atau ayahnya Hoo-ye. Moo-ra sempat menyinggung perihal sosok saudara kembar-nya Jin-geon benama Moo-myung yang tidak pernah ia lihat lagi. Dan Bi-ryeom menyebut-nyebut kata ‘balas-dendam’ ketika mengobrol dengan Jin-geon.
Mungkinkah.. kalau Moo-myung dibunuh oleh Hoo-ye (?)

Ada satu kalimat yang kesannya ambigu. Ketika Joo-dong membicarakan soal umur manusia yang pendek, tiba-tiba dia bilang: “Meskipun gadis itu adalah pengecualian..” 

Entah aku salah memahami dialog-nya, atau memang bener dia berbicara seperti itu. Aku sendiri belum bisa meyakini 100%, kita tunggu aja clue yang berikutnya..


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

14 komentar

  1. Ada satu kalimat yang kesannya ambigu. Ketika Joo-dong membicarakan soal umur manusia yang pendek, tiba-tiba dia bilang: “Meskipun gadis itu adalah pengecualian..”

    ----------»

    Kayaknya yang dimaksud Joodong itu pengecualian bahwa Soo Ah nggak memperjuangkan cintanya deh..

    Kan dia bilang "Manusia akan melakukan apa saja dengan alasan hidup itu singkat, seperti misalnya memperjuangkan cintanya", baru kemudian dia bilang lagi "Meskipun gadis itu pengecualian"..

    Jadi kayaknya dia mau bilang bahwa biasanya manusia itu memperjuangkan cintanya, tapi Soo Ah enggak begitu, karena dia tidak terlihat memperjuangkan perasaannya ke Habaek..

    Kalau aku nangkepnya gitu...tapi nggak tau deh ya yang bener gimana ����

    Btw makasih sinopsisnya �� Sampai episode ini aku selalu baca sinopsisnya di sini terus ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahhhhh.. iya bener, bisa jadinya maksudnya itu. KAlimat itu rada ambigu soalnya, dan karena ini drama fantasi, banyak yang berkhayal, jangan-jangan So-ah juga keturunan Dewa? Soalnya, kita belum pernah lihat wajah bapaknya So-ah. Wkwkwkwk

      Delete
  2. Si ho o ye bnran suka soo ah atau nggk tuh?? 😞😞😞

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya sih 'iya..'

      Di episode sbelumnya, dia 'kan bilang ke Ha-baek kalau dia bakalan mendapatkan cinta So-ah dengan cara yang 'benar'. Seenggaknya, dia bukan pria jahat yang menghalalkan segala cara untuk dapetin cewek yang dia suka

      Delete
  3. makasih yaa udah share sinopsis,,
    aku suka sinopsis disini, karena banyak menuliskan percakapan aslinya
    bukan dari sudut pandang penulis
    semangaaaaaat

    ReplyDelete
  4. ah iya, satu lagi, karena ada notes nya juga,,
    jadi aku klo bingung,atau ga ngerti istilah dewa dewa an ada penjelasan nya
    makasih yaa kaka

    ReplyDelete
  5. Jadi bi ryeom beneran pernah punya perasaan ke so-ah??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa kan, dulu waktu kuliah bareng dia pernah 'naksir' So-ah. Tapi enggak yang berlebihan banget gitu

      Delete
  6. semangat nulis sinopsisnya^^!
    seneng baca sinopsis disini :)

    ReplyDelete
  7. Duh makin penasaran aja, semangat terus yh dahlia buat nulis sinopsisny.. Ditunggu bnget tulisan kamu����

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤