SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 10 [Bagian 1]

09:35

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

image

Setelah setelah mereka berciuman Ha-baek menerima telpon dari Moo-ra yang mengabarinya bahwasanya Joo-dong telah siuman...

00a

So-ah mengantar Ha-baek ke apartemennya Bi-ryeom, sepanjang perjalanan suasananya terasa begitu hening. Tak ada obrolan apapun, hingga ketika Ha-baek turun dari mobil, So-ah mengeluh mengatakan: “Hffft.. ‘akhir’ kisah kita sudah nampak.. izinkan aku untuk melihat batu itu jika kalian sudah menemukannya..”

image
image

“Ahh tapi, kurasa batu it tak akan bisa dilihat oleh manusia biasa sepertiku..” gumam So-ah

Sepanjang perjalanan pulang, So-ah terus teringat perkataan Ha-baek kepadanya, yang meminta mereka untuk berhenti ‘berpura-pura’ saling membahagiakan satu sama-lain. Kaena mereka sendiri, telah mengetahui kalau akhirnya Ha-baek akan pergi..

image

BRIDE OF THE WATER GOD EPISODE 10

image

“Ha-baek!!!!” teriak Joo-dong yang kemudian lansgung memeluk Ha-baek

image

Mereka semua, duduk mendengarkan kisah Joo-dong yang berhasil selamat dari insiden malam itu. Entah siapa yang menolongnya, tetapi ia terbangun di rumah-sakit, dalam kondisi hilang ingatan.
Penolongnya meninggalkan kartu nama, tetapi hingga saat-ini.. ia tak pernah bisa menghubunginya lagi. Keluar dari rumah-sakit, Jo-dong yang bahkan tak mengetahui namanya sendiri.. pergi kesana-kemari. Ia sempat bekerja menjadi petani berbagai jenis tanaman, menjadi nelayan, pemandu wisata.. namun pada akhirnya, ia menjadikan kuil sebagai tempat tinggalnya.

“Jadi.. kau pingsan hanya karena kilat buatan Bi-ryeom?” tanya Ha-baek

“Tidak.. semuanya ulah Shin Hoo-ye. Dia sudah mengakui semuanya kepada Bi-ryeom..” tukas Moo-ra

image
image
image

Kemudian, megenai batu ‘dewa’ itu.. beruntunglah mereka semua, karena Joo-dong masih menyimpannya dengan baik. Sekarang, ketiga batu itu sudah terkumpul lengkap..

image
image

Tetapi Joo-dong melupakan sesuatu, ia lupa dimana dirinya menyimpan ‘tanda pengenal’ untuk pelayannya. Moo-ra dan Bi-reyom mengernyit heran, ia mengatakan bahwa mereka tak kehilangan kekuatannya, jadi tak memerlukan bantuan dari pelayan dewa.

“Dimana aku menyimpannya..” gumam Joo-dong

image

Moo-ra mengatar Ha-baek pulang ke rumahnya So-ah. Sepnajang perjalana, ia menggerutu, mempertanyaan sikap Ha-baek yang selalu menyebut rumah So-ah sebagai rumahnya.

“Sebentar lagi kau akan kembali.. bukanlah lebih baik, jika kau tinggal bersama dengan kami..” keluhnya

image
image

“Kudengar, rumah tempat tinggal Ha-baek terbuka di keempat sisinya. Aku merasa pengap, jika harus tinggal di ‘sarang-cinta’ mu dan Bi-ryeom..” celetuk Joo-dong

“Apa katamu? ‘sarang-cinta’!?” teriak Moo-ra

“Bukankah, malam itu kalian berkelahi karena tidak bisa-------” goda Joo-dong

“TUTUP MULUTMU! Kau ingin aku meremukkan lidahmu!” bentak Moo-ra

image

Kemudian, Moo-ra bercerita mengenai sikap Bi-ryeom yang sangat berlebihan jika itu berkaitan dengan Hoo-ye. Dia bersikeras menganggap Hoo-ye telah sengaja mencelakai Joo-dong.

“Kurasa dia tidak melakukannya dengan sengaja.. dia melakukannya karena terkejut..” ungkap Joo-dong

“Tapi dia tetap menganggap Hoo-ye melakukannya dengan sengaja. Dan aku memiliki firasat, kalau dia akan melakukan sesuatu yang buruk..” gumam Moo-ra

image

“Moo ra-nim... jadi sebenarnya, Hoo-ye itu manusia atau dewa? Karena jika dia tergolong manusia, maka Bi-ryeom berada dalam masalah besar, karena seorang dewa dilarang melukai bangsa manusia..” ungkap Soo-ri

“Itulah yang aku takutkan..” ucap Moo-ra

image
image

Mereka-pun sampai di rumah So-ah, Joo-dong dan Soo-ri langsung naik keatas, sementara Ha-baek berjalan kedepan rumah So-ah. Ia menyalakan lampu, kemudian hendak mengetuk pintu.. tetapi, disaat yang bersamaan lampu dalam rumah dimatikan.

image

Padahal, So-ah sendiri masih belum bisa tidur.. ia hanya terdiam, bebaring di sofa..

20_1

Ha-baek naik keatas.. Soo-ri menyarankan mereka untuk memanggil So-ah dan menceritakan keberhasilan mereka menemukan ketiga batu dewa tersebut. Tetapi, Ha-baek melarangnya, “Biarkanlah dia bersitirahat..” ucapnya

20_2

Joo-dong menyinggung perihal ‘pelayan’ dewa yang sebenarnya banyak ditentang oleh para-dewa itu sendiri.

“Dulu, ketika Bi-ryeom menyarankan Suh Wang Mo (ibunda Ha-baek) untuk membuat hal semacam ini, kurasa tindakannya tebilang pengecut. Negara langit juga bersalah, tetapi hanya bangsa manusia saja yang diberi hukumannya..” ungkap Joo-dong

20_3
20_4

JOO-DONG : “Apakah kau baik-baik saja? Aku tahu kau berusaha keras untuk melupakannya, tapi perasaanmu yang terluka itu----”

HA-BAEK : “Aku benar-benar sudah melupakannya.. 1200 tahun aku melihat pergantian siang dan malam. Dan secara alamia, memori itu menghilang dari dalam ingatanku..”

21_1

Esok paginya, Ha-baek bangung pagi kemudian hendak mengetuk pintu rumah So-ah. Tetapi bersamaan dengan itu, So-ah membuka pintunya.. interaksi diantara mereka, terasa begitu canggung.

21_3
21_2

So-ah pamit pergi, dan hanya mengatakan kalau dirinya ada pekerjaan tambahan jadi harus berangkat lebih awal.

image

Di kliniknya, So-ah mengepel lantai sendirian.. dan tak lama kemudian, datanglah Sang-yoo. Ia merasa heran dengan sikap So-ah yang mendadak ‘rajin’

So-ah menegaskan kalau mereka memang harus bekerja lebih giat lagi. Karena mulai dari sekarang, klinik buka jam 8 pagi dan tutup jam 8 malam. Selain itu, mereka juga melayani konsultasi di jam-alam pada hari-libur.

image

Sang-yoo tak berkomentar apapun, karena ia siap melaksanakan semua tugas tambahan dari So-ah. Mereka mendapat sekotak minuman herbal dari Ma Bong-yeol. Sang-yoo memberikannya kepada So-ah dan memintanya untuk mengabiskan semua itu..

Disaat itulah, So-ah teringat kembali perkataan Yeom-mi yang menyebut Sang-yoo sebagai orang yang lebih memerhatikan So-ah dibanding dirinya sendiri..

image

So-ah duduk sendirian diruangannya.. dan dikala itu, ia terus dan terus teringat akan kata-kata dari Ha-baek tadi malam. Ia baru tebangun dari lamunannya, ketika ada telpon dari Hoo-ye yang mengajaknya bertemu siang ini.

25_1
25_2
25_3

Jin-geon bertemu dengan Bi-ryeom di sebuah kedai kopi. Entah apa yang hendak mereka diskusikan, tetapi Bi-ryeom mengulang kembali pertanyaan Hoo-ye kepadanya : “Apa yang bisa dilakukan oleh kalian para-dewa, terhadap makhluk sepertiku?”

26_1
26_2
26_3

Ja-ya dihantui rasa penasaran akan motif dibalik tindakan Hoo-ye yang tiba-tiba memeluknya dari belakang. Dengan kantung matanya yang tebal, ia berkeliling memantau setiap gerang-gerik Hoo-ye.. ia berniat untuk menanyakannya secara langsung, tetapi nyatanya ia tak punya nyali untuk melakukan hal tersebut.

27_1

So-ah mendatangi Hoo-ye di kantornya, ia mendapat kabar baik karena Hoo-ye mengabulkan permintaannya untuk membatalkan kontrak jual-beli lahan diantara mereka. Tetapi, ada biaya penalti yang harus dibayar sebagai konsekuensinya.

“Maaf.. karena aku, belum bisa membayarnya sekarang..” ucap So-ah

Hoo-ye hanya tersenyum, ia kemudian mengatakan kalau So-ah bisa membayar dengan upahnya selama bekerja disini. Ia meminta So-ah untuk menjadi psikiater yang menganilis tingkat stress kerja para pegawainya. Upahnya sebanyak 30% dari biaya penalti yang harus dibayar oleh So-ah.

27_2
27_3

Selain itu ia juga meminta So-ah untuk membantunya di perkebunan, yang upahnya 30% dari biaya penalti. Kemudian 20% lagi, akan So-ah dapatkan jika ia menjadi psikiater pribadinya..

“Hingga saat ini, aku masih mengalami kesulitan tidur. Kau bisa mengatur jadwal konseling denganku di sore hari. Upah dari bekerja di kebun dan menjadi psikiaterku, akan langsung di tranfer ke rekening pribadimu..” papar Hoo-ye

image

Shin Ja-ye benar-benar tak berani untuk meminta penjelasan secara lansgung dari Hoo-ye. Ia-pun menelpon Sekretaris Min yang kebetulan tengah berada didekatnya.. Mereka duduk di bangku, Ja-ya terlihat sangat gugup untuk menanyakan hal tersebut..

“Menurutmu bagaimana jika seorang pria tiba-tiba memeluk perempuan dari belakang?” tanya Ja-ya

“Itu pelecehan seksual.. kau harus langsung menamparnya..” jawab Sekretaris Min

image

“Bukan itu maksudku!!!!!! Dia, Shin Hoo-ye.. kau fikir kenapa dia memelukku?!” tanya Ja-ya

Sekretaris Min tak bereaksi apapun , karena jelas ia tak mempercayai hal tersebut. Ia malah memberi nasihat, supaya Ja-ya segera tidur karena kantung matanya sangat tebal.

30_1
30_2

Dari kejauhan, mereka melihat Hoo-ye dan So-ah yang berjalan berdampingan. Hal itu membuat Ja-ya sangat penasaran akan hubungan diantara mereka..

Sekretaris Min, menceritakan bahwsanya pembangunan resort di wilayah Gangwon-do dibatalkan dan malah dipindah ke Chunchong-do hanya karena So-ah menolak untuk menjual lahannya.

image

Segera, Ja-ya melaporkan hal ini kepada kakeknya, ia-pun merengek dan bertanya apakah kakek memiliki lahan di Chunchong-do?

image

So-ah sendiri.. pada akhirnya, ia menyetujui seluruh tawaran dari Hoo-ye. Dia sadar kalau ini tawaran yang sangat menguntungkan untuk kedua belah pihak, terutama dirinya sendiri. Tetapi entah mengapa, wajahnya malah tak menunjukkan rasa bahagia sedikitpun...

33_3

Tuan Shin sangat kaget karena proyek Gangwon-do dibatalkan, hanya karena seseorang seperti So-ah. Mereka semua tahu, bahwa selama ini, So-ah sangat ingin menjual tanah itu, bahkan dengan harga yang cukup murah. Tetapi mengejutkan, karena tiba-tiba ia menolak untuk menjualnya dengan asalan ‘kotoran macan-tutul’

34_1
34_2

“Jadi, apakah kakek memiliki lahan di Chunchong-do?” tanya Ja-ya

“Ahh.. tidak ada, aku tak memiliki lahan disana..” jawab Tuan Shin

“Kakek selalu membanggakan diri, dengan mengatakan bahwa kakek memiliki banyak lahan disetiap tempat di Korea. Tapi apa ini.. kakek sama-sekali tidak memiliki lahan di Chunchong-do..” keluh Ja-ya

image

Ketika sampai di kliniknya, So-ah melihat Ja-ya yang telah duduk menunggunya. Kita tahu, bahwa mereka memliki hubungan yang kurang-baik.

Ja-ya menggerutu, mengomentari kehidupan So-ah yang kelihatannya menyedihkan. So-ah selalu ingin dipandang spesial, padahal faktanya dia biasa-biasa saja.

image

Ja-ya mengingat wajah Sang-yoo sebagai salah satu anak yang dulunya diurus oleh ayah So-ah yang katanya sangat ‘dermawan’ itu. Tapi So-ah marah dan tak suka dengan ucapan Ja-ya yang menyebut Sang-yoo seperti itu.

36_1
36_2

“Mengenai lahan itu! Apa maksud, kau tidak mau menjualnya karena kotoran macam tutul?! Aku tahu, kau memiliki anyak hutang! Jadi jangan ‘sok’-kaya dan bersikeras menolak untuk menjualnya!” ujar Ja-ya

image

Tak lama kemudian, tibalah Yeo-mi.. Ja-ya menertawakan ketiga orang dihadapannya, ia menganggap mereka sebagai geng payah dan rendahan..

38_1
38_2

Tetapi, Yeom-mi punya jurus jitu untuk mengusirnya pergi.. menggunakan kedoknya sebagai seorang peramal, ia menakut-nakuti Ja-ya dengan mengatakan bahwa disekitarnya ada hantu..

Sontak saja, Ja-ya lansgung berteriak histeris kemudian pergi meninggalkan klinik ini...

39_1
39_2

Ja-ya menelpon kakeknya, ia meminta supaya So-ah diusir, karena klinik itu banyak hantunya. Tentu saja, Tuan Shin tak pecaya dengan hal seperti itu, ia menyuruh Ja-ya untuk tidak mengatakan sesuatu yang bisa menurunkan harga jual bangunan mereka!

image

Didalam ruangannya, So-ah curhat mengenai seluruh perkataan Ja-ya yang menurutnya tidak seusai dengan apa yang ia sendiri rasakan.

“Apakah aku ini tukang cari perhatian?”

“Dia mengatakan semua itu, berdasakan apa yang ia lihat dari dirimu semasa sekolah. Mungkin dia merasa seperti itu, karena kamu terlihat beruntung dalam bebrapa hal. Ibaratnya, kamu itu seperti siswa yang mendapat peringkat satu, tapi tidak penah belajar..”

41_1
41_2

Kemudian, Yeom-mi bercerita kepada So-ah bahwa untuk pertama kalinya So-ah muncul dalam mimpinya. So-ah tertawa dihadapannya, dan ia menduga bahwa itu pertanda So-ah mendapatkan keberuntungan besar..

Tetapi dari apa yang dilihatnya sekarang, ia merasa bahwa So-ah tengah dibuat pusing karena memikirkan sesuatu..

“Iyaa... aku sedang menyelesaikan soal matematika rumit yang telah diketahui jawabannya. Tetapi, cara yang aku ambil tidak sesuai dengan jawabannya..” keluh So-ah

“Kurasa, kamu salah mengambil jalan..” ujar Yeom-mi

“Iyaa kurasa seperti itu.. makanya aku sedang mencari jalan lain, yang bisa membuat kedua belah pihak tidak terluka..” ucap So-ah

image

Berjalan sendirian, menuju rumahnya.. So-ah terus merenung. Ia memikirkan cara tebaik untuk menyelesaikan semuanya. Tak ada salah-satu pihak yang bersalah, yang jelas ia harus menemukan jalan keluarnya..

image

Berjalan melewati gang rumah, kali ini Ha-baek kembali berdiri menunggunya. Mereka saling melempar senyuman yang telihat ‘getir’, saling-tatap kemudian berjalan menuju rumah bersama-sama..

“Sepanjang hari, aku mencari jawaban untuk sebuah soal matematika yang sangat rumit.. aku mencocokkan berbagai macam cara dengan jawabannya, tetapi aku terus gagal. Hingga akhirnya, aku berhasil menemukan sebuah jawaban.. Kira akhiri semuanya disini...” ungkap So-ah

44_1
44_2

“Apa?” tanya Ha-baek

“Jawabannya sudah ditentukan.. dan tak ada cara lain yang lebih baik dibandingkan ini. Mari kita akhiri semuanya dengan indah.. hanya itulah cara, suapaya aku bisa hidup seperti manusia biasa...” papar So-ah

“Jadi, kamu ingin aku melakukan apa?” tanya Ha-baek

“Bersikaplah biasa, sama seperti apa yang kita lakukan sebelum kejadian tempo hari...” pinta So-ah

image


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤