SUSPICIOUS PARTNER 29-32 : Painful Memories

06:03

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

00

Setelah melihat foto ayahnya Bong Hee, perasaan Ji wook menjadi resah tak-karuan. Dia jadi banyak melamun, karena memutuskan untuk memendam cerita ini sendirian saja. Hingga pada akhirnya, ia-pun meminta bantuan Tuan Bang untuk mencari data-data terkait insiden kebakaran yang dialami keluarganya dulu.

01

Menyadari kalau hal yang ingin diketahuinya itu bisa menjadi sebuah fakta buruk nan menakutkan baginya.. ia-pun meminta Tuan Bang untuk mencaritahu semuanya dengan perlahan saja dan tak usah terburu-buru.

Ji Wook mencoba untuk melupakan masalah ini, ia berusaha menyibukkan dirinya sendiri dengan membantu Eun Hyuk dalam menyelesaikan kasus yang juga berkaitan dengan insiden kebakaran.

02

Sebenarnya, kasus ini bukanlah sesuatu yang rumit. Penjahat aslinya sudah kita ketahui, namun cara menangkapnya-lah yang lumayan sulit. Sebelumnya, kita ketahui bahwa Tuan Lee telah mengakui kejahatannya 2 tahun yang lalu, namun tiba-tiba ia ingin menarik kembali pernyataannya.

Yoo Jung selaku jaksa, tak bisa berbuat banyak. Karena ia tahu betul, bahwa kebenaran yang terungkap dari kasus ini akan merusak citra kejaksaan secara keseluruhan. Namun meski demikian, Yoo Jung tetap mencari bukti-bukti relevan terkait kejahatan Tuan Lee dari 2 tahun yang lalu.

03

Ji Wook akhirnya memastikan sendiri fakta mengenai hubungan diantara kematian orangtuanya dengan Ayahnya Bong Hee. Dari data-data yang ia dapatkan, sudah tertulis dengan jelas siapa sosok yang menjadi terdakwa dalam kasus itu. Hal ini membuat Ji Wok sangat-amat terpukul, hingga tak bisa berkata apapun.

Tuan Bang juga membaca data-data tersebut, sehingga ia-pun mengetahui semuanya. Ia tak bisa berbuat banyak, dan hanya bisa mendengarkan semua keluh-kesah Ji Wook yang berusaha keras untuk menyangkal semua fakta ini.

04

Ji Wook berikrar untuk tidak membuat permasalahan ini mempengaruhi hubungannya dengan Bong Hee. Namun, pada kenyataannya.. ia malah membangun temboknya sendiri, dan secara tidak sadar ia-pun mulai menjauhi Bong Hee.

05

Tentu saja Bong-Hee menyadari semua tingkah aneh Ji Wook. Ia bertanya secara langsung mengenai apa yang sebenarnya terjadi? Namun, Ji Wook tetap memendamnya sendirian dan tak mau mengungkapkannya pada Bong Hee.

06

Bong Hee merasa kebingungan, ia tak tahu harus berbuat apa.. namun ia tak mau menceritakan permasalahan ini kepada siapapun, karena ini adalah urusan pribadi antara dirinya dan Ji Wook.

Namun, Eun Hyuk berhasil membuatnya mau bercerita.. dan dari sudutpandang Eun Hyuk, ia mengira bahwa sikap aneh JI Wook disebabkan oleh kasusu kebakaran yang tengah mereka tangani saat ini: “Pada saat itu, dia masih kecil.. dan dia berada di tempat kejadian.. maka hal yang sangat wajar, jika ia masih mengalami trauma hingga saat ini..”

07

Untuk mencaritahu lebih banyak mengenai Lee Joon Hae, Eun Hyuk mencoba untuk menghubungi Yoo Jung. Namun, tak ada jawaban hingga akhirnya ia-pun memutuskan untuk mendatangi apartemenya.

Kebetulan, Yoo Jung sendiri baru pulang, ia mengajak Eun Hyuk untuk berbicara didalam saja karena ia terlalu lelah untuk berbicara diluar sembari berdiri ditengah angin malam seperti ini.

08

Meskipun sempat ragu, akhirnya Eun Hyuk menuruti permintaan Yoo Jung. Ketika berada didalam kamar apartemen, Eun Hyuk memilih untuk berdiam diri di dekat pintu, ia bahkan menunjukkan ekspresi gelisah dan tak berani menatap mata Yoo Jung secara langsung.

Tanpa Eun Hyuk menjelaskan apapun, Yoo Jung sudah bisa menebak maksud dari kedatangannya ketempat ini. Ia-pun memberikan berkas yang ia miliki terkait Lee Joon Hae. Eun Hyuk berterimakasih, kemudian langsung pamit pulang..

09

Namun, Yoo Jung melemparkan sebuah candaan: “Kau bisa menginap disini malam ini---”

Mendengar hal itu membuat Eun Hyuk terdiam, kemudian ia melihat Yoo Jung dan memintanya untuk berhenti melemparkan candaan semacam itu. Sedikit mengulas apa yang terjadi di masa lalu.. Eun Hyuk bertanya, mengapa Yoo Jung tidak memberitahu yang sebenarnya kepada Ji Wook, bahwa malam itu tak terjadi apapun diantara mereka..

“Entah terjadi sesuatu ataupun tidak, tetap saja aku telah membuat kesalahan pada malam itu..” ujar Yoo Jung yang kemudian bertanya balik, mengapa bukan Eun Hyuk yang menceritakan semuanya kepada Ji Wook?

“.. karena aku menyadari, bahwa aku telah melakukan hal yang melukai hatinya..” jawab Eun Hyuk

10

Persidangan banding yang diajukan pihak Tuan Kang akhirnya diadakan. Tuan Lee didatangkan sebagai saksi dalam persidangan kali ini.. namun, dengan bukti-bukti yang dimiliki oleh Eun Hyuk maka posisi saksi itu sepertinya akan berubah menjadi posisi tersangka.

Apa yang telah terjadi pada persidangan kasus ini, membuat Bong Hee menyadari sesuatu.. Ia-pun meninggalkan ruang persidangan, kemudian langsung menelpon ibunya dan menceritakan apa yang ia lalui hari ini.

11

Setelahnya.. ia kemudian menangis sendirian.. ia merasa sangat bodoh karena baru menyadari semuanya sekarang. Ia baru teringat akan kasus yang melibatkan ayahnya.. berkali-kali, ia membaca dan mencaritahu mengenai keluarga korban. Tapi, mengapa ia baru menyadarinya sekarang..... itulah yang menjadi penyesalan terberatnya.

12

Setelah menghilang beberapa saat, tiba-tiba Bong Hee mengajak Ji Wook untuk berkencan dengannya. Mereka jalan-jalan ditaman dan menikmati jajanan tteokboki bersama-sama. Kemudian, mereka mengambil beberapa foto.. namun sebelumnya Bong Hee sempat salah memencet tombol hingga membuat mereka malah merekam video.

13

Sebelum Bong Hee menyadari semua hal ini, Ji Wook sempat memeluknya dan memintanya untuk tidak berpisah dengannya.. meski apapun yang terjadi kepada mereka. Dan saat itu, Bong Hee mengiyakan permintaan tersebut..

14

Namun detik ini, Bong Hee mengubah fikirannya. Ia melepas tangan Ji Wook... kemudian mengatakan ingin mengakhiri hubungan mereka. Ji Wook menolak, ia bersikukuh untuk mempertahankan hubungan ini.

Namun dilain pihak, Bong Hee tetap ingin berpisah.. karena kejadian diantara orangtua mereka bukanlah hal yang bisa dilupakan begitu saja. Antara mereka satu-sama lain, pasti ada rasa benci sekaligus rasa bersalah yang tak dapat dihindari.

15

Setelah putus dari Ji Wook, Bong Hee memutuskan untuk menginap di apartemennya Ji Hae. Dari sekian banyak orang, ia hanya terpikir untuk pergi ketempat ini. Awalnya mereka sempat berdebat, karena Ji Hae tak mau menerimanya, toh mereka tak memiliki hubungan baik dan justru saling membenci.

“Ini bentuk balas dendam sekaligus hukuman dariku untukmu!” ungkap Bong Hee

16

Bong Hee tak mau pergi kemanapun, namun Ji Wook mengiriminya pesan mengenai jadwal rapat di kantor: “Aih.. bahkan setelah pertengkaran itu, dia masih menginginkanku untuk bekerja..” keluh Bong Hee

Ji Hae kebetulan tengah berada di dekatnya, ia-pun memberi saran bahwa Bong Hee harus tetap pergi bekerja. Karena dia masih membutuhkan uang, dan satu-satunya firma hukum ‘aneh’ yang mau menerima Bong Hee hanyalah disana.

17

Meskipun sudah merasa kurang enak badan, Bong Hee akhirnya mendatangi kantor. Namun disana, tak ada siapa-pun kecuali Ji Wook. Suasana diantara mereka jadi terasa amat canggung..

Karena tak ingin berlama-lama, Bong Hee-pun langsung mengeluarkan secarik surat pengunduran diri dan menyerahkannya kepada Ji Wook. Namun tanpa fikir panjang, Ji Wook lansgung menolaknya.. bahkan denga tegas, ia meminta Bong Hee untuk bersikap profesiaon, bisa membedakan urusan pribadi dengan pekerjaanya.

18

Bong Hee punya alasanya tersendiri, ia mengatakan kalau dirinya tak bisa bertingkah seakan-akan tak terjadi apapun diantara mereka. Meskipun Bong Hee yakin jikalau ayahnya tak bersalah, namun ia tak bisa membuktikannya kepada Ji Wook. Hal itulah yang menyiksa batinnya, hingga membuatnya bahkan tak berani untuk menatap kedua mata Ji Wook secara langsung.

Ji Wook memahami perasaan Bong Hee.. Namun ia tak bisa menerima surat pengunduruan diri itu, karena sangat sulit untuk Bong Hee bisa mendapatkan pekerjaann yang seperti ini lagi. Akhirnya, Ji Wook meminta Bong Hee untuk mengambil beberapa hari cuti saja.. Biarkan masing-masing dari mereka merenungkan masalah ini secara matang.

19

Rasa penasaran Ji Wook akan tragedi kebarakan di masa lalu itu menjadi semakin bertambah. Ia tak banyak mengingat mengenai kejadian tersebut, maka dari itu.. ia-pun menemui langsung kepala kejaksaan yang dulunya menjadi jaksa yang menangani kasusnya.

20

Kepala kejaksaan tak memberitahunya banyak hal... ia hanya menceritakan semua yang tertulis di dokumen terkait, mengenai motif penjahat yaitu balas dendam. Ji Wook ingin memperdalam maksud dari ‘balas dendam’ tersebut, karena sepengetahuan Ji Wook ‘tersangka’-nya hanya terlibat dalam sebuah kasus pertikaian kecil dan hukumannya-pun tak sebera, jadi sangatlah tidak masuk akan jika ia ingin melakukan balas dendam terhadap ayahnya.

Kepala kejaksaan malah menjawab tidak mengetahui dengan pasti akan hal itu.. karena ia-pun memberikan ‘tersangka’ putusan bersalah, atas dasar kesaksian dari Ji Wook. Ia mengatakan, bahwa dulu Ji Wook sendiri-lah yang bersaksi, bahwa ia melihat sendiri sosok ‘tersangka’ ada di TKP...

21

Sementara itu, Bong Hee yang memutuskan untuk lanjut menginap ditempatnya Ji Hae, ia malah jatuh sakit.. badannya sudah demam sedari tadi, namun termometer yang digunakannya sudah rusak jadi tak ada yang menyangka kalau suhunya sudah mencapai 40 derajat.

Ji Hae yang menyadari hal ini, langsung membawanya ke rumah sakit.. dan tentu saja, ia-pun menghubungi kerabat terdekat Bong Hee. Dan tka lama kemudian, datanglah Ji Wook bersama Eun Hyuk..

22

Ji Wook melihat kondisi Bong Hee yang masih terkapar lemah dan belum sadarkan diri sepenuhnya. Namun setidaknya, kedatangan Ji Wook membuat Bong Hee merasa sangat bahagia... berkali-kali ia bertanya “Apakah ini mimpi?”

Bahkan, untuk memastikannya.. Bong Hee-pun menarik badan Ji Wook kedekatnya kemudian mengecup bibirnya----

23

Beberapa hari berlalu-----

Tiba-tiba, Bong Hee dihubungi oleh pihak kepolisian. Karena salah seorang anak didik taekwondo-nya, menjadi satu-satunya saksi dalam sebuah insiden pembunuhan. Anak yang bernama Kim Jae Hong itu, sama sekali tidak mau menceritakan apapun karena ia sendiri tak begitu mengingat wajah pembunuhnya.

24

Bong Hee memutuskan untuk membawa Jae Hong ke tempatnya Ji Wook. Bagaimanapun juga, pembunuhnya belum tertangkap.. jadi Jae Hong masih berada dala posisi bahaya dan harus tinggal di tempat yang aman. Bong Hee ingin membawa Jae Hong untuk tinggal bersamanya, namun mengingat sekarang ini Bong Hee juga menumpang ditempat tinggalnya orang lain.. maka mau-tak-mau pilihan terakhirnya adalah rumah Ji Wook.

25

Terlihat jelas bahwa Ji Wook tak menyukai anak-kecil.. berkali-kali, ia memberitahu Jae Hon untuk tidak mengganggunya selama tinggal ditempat ini. Namun dibalik semua itu, Ji Wook menyadari bahwa Jae Hong mengingatkan dia pada dirinya sendiri di masa lalu.

26

Malam harinya, Jae Hong mengalami mimpi buruk.. hingga membuatnya terbangun dan berjalan ke lantai atas kemudian tidur disamping Ji Wook. Padahal sebelumnya, Ji wook sudah memperingatkannya untuk tidak mengganggunya, namun kali ini Ji Wook membiarkannya begitu saja. Karena Ji Wook bisa memahami apa yang dirasakan Jae Hong saat ini.

Jae Hong bertanya pada Ji Wook, “Jika aku tidak memberikan kesaksian, mungkinkah penjahatnya akan tertangkap? Dan jika aku tidak bersedia memberikan kesaksian, lalu penjahatnya tidak tertangkap.. akankah itu semua menjadi kesalahanku?”

27

Pertanyaan itu, membuka sedikit-demi-sedikit memori lama yang hampir dilupakan oleh Ji Wook. Ia baru ingat, kalau dulu.. kepala kejaksaan tengah menginterogasinya, kemudian mengatakan bahwa ‘semua itu menjadi kesalahannya’ ketika ia tak bisa mengingat siapa penjahatnya.

Namun kepada Jae Hong, Ji Wook mengatakan hal yang berbeda.. ia menegaskan bahwa itu bukanlah kesalahannya. Semuannya terserah Jae Hong sendiri, jika ia memang tidak mau maka ia-pun tidak perlu memberikan kesaksiannya.

28

Siang hari, ketika Jae Hong pulang dari sekolahnya.. ia berlari kencang seakan-akan tengah menghindari seseorang. Namun beruntung karena ada Bong Hee yang berhasil menemukannya, padahal sebelum itu Jae Hong bertabrakan dengan seorang pria yang ternyata bekerja sebagai seorang detektif. Anehnya, Jae Hong terlihat sangat takut pada pria itu.

29

Kemudian, di malam harinya... Jae Hong kembali tidur bersama Ji Wook. Kali ini, ia menceritakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengingat wajah penjahat itu dengan jelas.. lagipula, jika dirinya memberikan kesaksian, ia takut penjahatnya malah melukainya.

Ji Wook meyakinkan kalau Jae Hong akan baik-baik saja.. dan kembali lagi, semua pilihan ada ditangan Jae Hong sendiri. Namun satu hal yang ingin Ji Wook tegaskan.. Mimpi-mimpi buruk itu, akan terus menghantui Jae Hong hingga ia tumbuh dewasa, jika ia tidak menyelesikan masalahnya saat ini.

“... aku akan memberikan kesaksian...” ucap Jae Hong dengan yakin

30

Esok harinya, ditemani oleh Tuan Bang dan Ji Wook, Jae Hong medatangi kantor polisi. Dengan suaranya yang bergetar.. ia-pun langsung menceritakan bahwa penjahatnya berada ditempat ini.. penjahatnya merupakan seorang detektif yang sebelumnya pernah berpapasan dengan Jae Hong dan membuat Jae Hong berubah menjadi ketakutan.

31

Kebetulan detektif yang dimaksud oleh Jae Hong tengah berada dihadapannya... Sebagi bukti, Jae Hong menyinggung nada dering ponsel penjahat itu yang terbukti sama persis dengan milik detektif tersebut. Kemudian sepatu yang dikenakan detektif itu juga sama persis dengan sepatu yang dikenakan saat tragedi pembunuhan.. bahkan, bercak darah masih ada di sepatu itu.

32

Atas dasar kesaksian itu, akhirnya penjahatnya-pun ditangkap. Namun, Ji Wook merasa kepalanya pusing.. Tiba-tiba, ia mengingat memori lama yang selama ini ia lupakan. Anehnya, memori itu seakan-akan saling bertubrukan.. sekilas ia teringat ketika kepala kejaksaan memberinya sugesti untuk bersaksi bahwa ayahnya Bong Hee bersalah.. tapi beberapa detik kemudian, sekilas ingatannya malah menunjukkan hal yang sebaliknya. Entah manakah ingatannya yang benar, namun hal ini sangat membuat Ji Wook kebingungan...

33

Dirumah sakit, Bong Hee menjenguk Hyun Soo yang mesih belum menunjukkan tanda-tanda akan sadarkan diri. Ia-pun berjalan kedekat jendela, kemudian mengangkat telpon dari Tuan Bang.

34

Yang mengejutkan, ketika ia berbalik.. sudah ada Hyun Soo yang berdiri dengan tegap dan melihatnya dengan sebuah tatapan kosong nan misterius sekaligus menakutkan...

*** NOTES

Eh, scene yang terakhir itu horror loh.. Aslinya -_-

Hmmmm... fokus utama episode minggu ini adalah respon Bong Hee & Ji Wook terkait hubungan diantara kedua orangtua mereka. Bisa dibilang, ini misteri terakhir yang belum terpecahkan.

Siapa penjahat yang sebenarnya? Masih belum ada jawaban pasti, toh karakter Kepala Kejaksaan yang ‘jahat’-pun belum bisa memastikan kalau dia pelaku yang sebenernya. Akusih lebih mikirnya, dia memanfaatkan situasi itu buat mempercepat proses persidangan. Sifatnya dia, mirip sama sifat Ji Wook sebelum ketemu dengan Bong Hee. Baginya, apapun pendapatnya adalah yang paling benar..

Eh drama ini dikit lagi tamat loh, tapi kok rasanya diriku pribadi enggak begitu antusias buat ngikutinnya. Entah sejak episode berapa.. rasanya jenuh aja, bahkan beberapa bagian rasanya terlalu boring.

Kalo pendapatku pribadi sih, drama ini berasa kehilangan unsur ‘misteri’-nya karena terlalu banyak menonjolkan kisah cinta. Kesannya, produk utama drama inituh sputar kisah asmara Ji Wook-Bong Hee. Sementara kasus-kasus-nya cuman sekedar pemanis aja.

Agak dibikin frustasi juga sama sifatnya Bong Hee.. Jelas-jelas, Ji Wook udah bilang ‘kita beresin masalahnya bareng-bareng’ tapi si Bong Hee ini, keras kepala.. memandang semua hal dari perspektif-nya sendiri.

Jadi lebih suka sama karakternya Cha Yoo Jung. Padahal dulu, aku termasuk jajaran penonton yang benci banget sama tuh orang. Untunglah, di episode ini ketahuan yang sebenernya kayak gimana. Meskipun kelihatannya childish tapi sebenernya diatuh memiliki pola pikir yang luas. Dia faham betul dampak dari kesalahannya, dia sadar meskipun enggak terjadi apa-apa.. tapi enggak menutup kemungkinan kalau sebenernya emang bakalan terjadi ‘sesuatu’. Jadi dia tahu kalau dia salah dan dia-pun enggak berhak untuk mengajukan pembelaan dihadapan Ji Wook.

*itusih menurutku, mungkin menurut pandangan kalian berbeda...


::: TO BE CONTINUED :::

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤