SINOPSIS REUNITED WORLDS Episode 8

17:08

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

00

Setelah mendengar bahawa Jung-won tak akan bisa pulang, Hae-sung segera berangkan menuju rumahnya Min-joon. Ia merangsak masuk.. dan mengeomel menyerbut Min-joon terlihat sehat-sehat saja.

01

“Jung-won! Kmu itu perempuan.. bagiamanapun juga, menginap dirumah lelaki itu kesannya....” tukas Hae-sung menggunakan bahasa banmal (informal/untuk yang seumuran)

Min-joon mengenal Hae-sung merupakan sepupunya Jung-won maka dari itu ia agak terkejut mendengar cara bicara Hae-sung. Segera, Jung-won meluruskan keadaan dengan memarahi sikap tidak sopan Hae-sung, dah Hae-sung kemudian lagsung meminta maaf.

02

Min-joon mengatakan kalau kondisinya baik-baik saja, dan tak apa jika dirinya sendirian disini. Akan tetapi, Jung-won tak bisa tenang jika meninggalkannya sendirian saja.. Akhirnya, Hae-sung menawarkan diri untuk menemani Min-joon sementara Jung-won bisa pulang saja.

Kalau begitu, Jung-won pamit pulang karena hari sudah larut malam. Min-joon hendak mengantarnya keluar, akan tetapi Hae-sung melarangnya.. ia mengatakan biar dirinya saja yang melakukannya.

03

Beberapa langkah meninggalkan tempat tinggal Min-joon, Jung-won merasa galau..ia berjalan bulak-balik, dan berniat untuk kembali masuk. Hingga pada akhirnya, ia memutuskan untuk bersikap acuh dan pulang saja ke rumahnya.

04

Ho-bang berniat mengunjungi Hae-sung dirumahnya Jung-won, akan tetapi.. ketika membuka pintu ia malah melihat Jin-joo yang bar saja keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan sehelai handuk dibadannya.

Mereka berdua sama-sama terkejut dan berteriak histeris. Ho-bang bahkan sampai menjatuhkan semangka yang ia bawa ditangannya, ditambah lagi handuk yang dikenakan oleh Jin-joo terlepas dari badannya..

05

Suasana diantara mereka terasa sagat kikuk.. Jin-joo memberanikan diri untuk memulai pembicaraan dan bertanya: “Apakah kau melihatnya?”

Ho-bang gugup gemetaran, dia berbohong dengan mengatakan bahwa ia menutup matanya tadi.

“Bisa-bisanya kau berbohong kepadaku! Kau.. jangan mengatakan hal ini kepada yang lainnya. Dan untuk sementara waktu, lebih baik kita tidak bertemu dulu!” teriak Jin-joo yang kemudian berjalan pergi

06

Ho-bang berteriak mengatakan sesuatu yang sifatnya ‘pribadi’, dan tentu saja itu membuat Jin-joo malu besar. Tak tanggung-tanggung, ia-pun menampar pipi Ho-bang dengan sagatt keras.

07

Hae-sung membantu Min-joon untuk mengancingkan tangan piamanya. Setelah itu mereka duduk dan mengobrol, Min-jon bertanya bagaimana Hae-sung ingin dipanggil olehnya?

“Hae-sung, Tuan Hae-sung, atau apa?”

“Terserah anda saja mau memanggilku seperti apa..”

“Kalau begitu.. dari nomor 1-3 kamu pilih angka berapa?”

“Hmm.. angka 3..”

“Yasudah aku akan memanggimu Hae-sung saja..”

08

Min-joon mengajak Hae-sung untuk makan dengannya, karena kebetulan ada apel di kulkas. Hae-sung setuju, dan ia-pun berinisiatif untuk mengupaskan apel tersebut. Tetapi, ketika melakukannya... Hae-sung malah menggerutu.. menyebut kalau ini bukan makan bareng, tapinya Min-joon yang makan dan dirinya yang mengupaskan apel.

09

Ia kemudian memberikan spiring apel yang telah dikupan rapi.. Namun melihatnya, membuat Min-joon tersenyum geli. Karena... potongan apelnya berbentuk hati. Hae-sung juga baru menyadarinya, ia langsung meminta maaf dan mengatakan kalau dirinya terbiasa melakukan hal ini ketika bekerja paruh waktu di tempat makan.

10

Hae-sung melihat bingkai foto yang terlungkup, ia-pun hendak menaruhnya ke posisi semula, namun ia terkejut karena menemukan sketsa Jung-won yang terselip disana.

“Kenapa ini ada disini? Apakah Jung-won memberikannya padamu?” tanya Hae-sung

“Hmm.. tidak..” jawab Min-joon

“Kalau begitu, kamu mencurinya?” tanya Hae-sung

“Tidak juga..” jawab Min-jon

FLASHBACK

11

Malam itu, tepatnya sekitar 3 tahun yang lalu.. Min-joon baru menyelesaikan urusan kontrak bangunan restoran yang menjadi miliknya saat ini. Jung-won terlihat mabuk berat, ia berjalan sempoyongan dan mengira bahwa mobilMin-joon merupakan taksi.

12

Dengan seenaknya, ia duduk dimobil Min-joon kemudian meinta diantar ke rumahnya. Min-joon sendiri, tak mampu menolak.. ia kemudian mengantarkan Jung-won hingga ke depan rumahnya. Sesampainya disana.. ia terdiam, membiarkan Jung-won yang tertidur hingga bangun dengan sendirinya.

“Ahjussi.. berapa total ongkosnya?” tanya Jung-won

“Ahh.. 2 dolar 50 sen..” jawab Min-joon

“Murah yaa..” ujar Jung-won yang kemudian memberikan uang kepadanya

13

Min-joon hendak memberikan kembalian, akan tetapi Jung-won lansgung turun dan berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya. Diantara lembaran uang itu, terselih selembar kertas dengan gambar sketsa anak anjing..

14

Keesokan harinya, betapa kebetulan karena Jung-won datang ke restorannya dan memperkenalkan diri sebagai asisten dapur disana...

FLASHBACK END

15

“Jung-won belum mengetahui hal ini.. jadi kumohon jangan beritahu dia..” pinta Min-joon kepada Hae-sung

16

Malam terlewati, dan sekarang sudah pagi hari.. Hae-sung pulang menggunakan bis. Dan sepanjang perjalanan, ia teringat kembali momen ketika Jung-won pindah ke SMA tempatnya bersekolah.

FLASHBACK

17

Hae-sung tengah membersihkan jendela auditorium, disaat itu seorang perempuan berjalan melewati koridor didepannya. Meskipun tak melihat wajahnya secara jelas, Hae-sung bisa langusng mengenalinya sebagai Jung-won, yaitu teman kecilnya yang pindah ke Seoul ketika mereka masih SD.

18

Berniat untuk memanggilnya, akan tetapi Hae-sung malah terjatuh.. dan Jung-won langsung menghampirinya. Ia hanya melihat punggung Hae-sung dan bertanya, dimanakah ruang guru?

19

Hae-sung membalikkan badannya dan langsung mennyapanya: “Jung Jung-won...”

“Hae Sung-aa.. aku hampir saja tidak mengenalimu” ucap Jung-won

20

Mereka saling tatap dan tersenyum bahagia.. tapi tiba-tiba, Hae-sung mimisan dan dengan sigap, Jung-won menutup hidupnya dengan kapas.

21
“Saat itu.. aku menyadari bahwa selama ini aku telah merindukan Jung-won..” Hae-sung
FLASHBACK END

22

Ketika turun dari bis, Hae-sung melihat Jung-won yang tengah menunggunya dari balkon. Jung-won berteriak, memberitahunya bahwa Hae-chul sedang ditahan di kantor polisi.

23

Hae-chul sendiri, sekarang tengah berteriak meminta Ho-bang melepaskannya. Ia bersikeras mengatakan bahwa dirinya tak melakukan kesalahan apapun dan ia memohon untuk dibiarkan pergi sebentar karena ada seseorang yang harus ditemuinya. Tapi faktanya, ada dua orang dengan wajah diperban yang melaporkannya atas tuduhan penganiayaan.

24

Beberapa saat kemudian, tibalah Jung-won dan Hae-sung. Sementara Jung-won bernegosiasi dengan korban, Hae-sung memilih untuk bertemu dengan Hae-chul.

25

Jung-won meminta maaf dan memberikan amplop berisi upahnya kepada mereka. Ia bahkan bersedia untuk memberikan uang lebih, asalkan mereka mau menyelesaikan permasalah ini secara damai. Sekilas, kita melihat kedua pria itu saling-pandang, seakan tengah memberikan kode-kode..

26

Hae-chul kesal melihat tingkah Jung-won, ia kembali menegaskan kalau dirinya tak melakukan apapun: “Lihat saja rekaman CCTV!” teriaknya

Salah seorang polisi lewat dan mengatakan kalau di sekitar tempat itu tak ada CCTV. Akan tetapi, Ho-bang teringat bahwa selain CCTV, mereka bisa mencaritahu apa yang terjadi lewat kamera blackbox.

27

Ho-bang meminta izin kedua pria itu, untuk kemudian memeriksa blackbox di mobil mereka.  Sesaat setelah Ho-bang pergi, keda pria itu saling berbisik, mendiskusikan hal ini. Ternyata, yang dikatakan Hae-chul memanglah benar, ia tak menganiaya siapapun.. dan semua ini hanyalah rekayasa belaka.

28

“Tenang saja.. aku sudah menyembunyikan kartu memorinya di bawah kursi mobil..” ucap pria itu dengan nada pelan

29

Beruntunglah, karena saat itu Hae-sung bisa mendengar suara percakapan mereka. Ia mengetahui ide bulus mereka, dan langsung memberitahu Hae-chul kalau ia memepercayainya dan ia bisa membebaskannya.

30

Ho-bang kembali ke kantor polisi tanpa menemukan bukti apapun, Hae-sung kemudian menghampirinya dan mengajaknya untuk kembali mencari blackbox di mobil pria itu. Dan sesuai apa yang didengarnya, kartu memori itu memang sengaja disembunyikan..

31

Dengan ditemukannya kartu memori tersebut, maka Hae-chul bisa bebbas dan giliran kedua pria itu yang harus diinterogasi lebih lanjut atas tindakan penipuan.

32

Hae-chul berjalan meninggalkan kantor polisi bersama dengan Hae-sung dan Jung-won. Ia bergegas pergi, bahkan tanpa mengucapkan terimakasih terlebih dahulu..

Hae-sung berterimakasih kepada Jung-won karena telah bersedia direpotkan olehnya hari ini. Jung-won mengatkan kalau ia melakukannya dengan senang-hati.

33

Samar-samar, terdengar suara keroncongan dari perut Jung-won. Hae-sung tertawa kemudian mengajaknya untuk makan jjolmyeon. Jung-won sangat kegirangan dan berjingkrak-jingkrak, hingga membuat Hae-sung menyebutnya seperti anak kecil.

“OHOOOO.. kamu tak boleh berkata seperti itu kepada orang yang lebih tua darimu..” ujar Jung-won

34

Hae-sung meraih tangannya, ia meminta Jung-won untuk berhenti mengatakan kalau ia lebih tua darinya atau dirinya akan benar-benar marah kepadanya.Jung-won merasa begitu gugup.. ia tak sanggup menatap mata Hae-sung dan hanya mengatakan ‘iya’

35

“Yaampun.. kenapa dia menggenggam tanganku..” gumam Jung-won

36

Mereka hendak menyebrang jalan, akan tetapi disampingnya ada seorang gadis kecil yang terlihat murung. Jung-won mengulurkan tangannya dan mengajaknya untuk menyebarang bersama. Akan tetapi, anak itu langsung menolaknya..

Hae-sung menatap anak kecil itu, kemudian bertanya: “Siapa namamu?”

“Elsa..” jawab gadis kecil itu

“Wahh.. namamu seperti karakter utama dalam film FROZEN! Apa yang sedang kamu lakukan disini, Elsa?” tanya Jung-won

“Aku hanya diam..” jawabnya pelan

Jung-won melihat gantungan di tas gadis kecil itu, dan ternyata nama aslinya dalah “Seong Gong-ju”

37

Hae-chul tiba di sebuah taman kanak-kanak... ia begitu panik, karena bu guru memberitahukan bahwa Gong-ju telah menghilang.

“Pak.. dari tadi Gong-ju menunggu anda, dia sangat sedih karena anda tidak datang kesini. Saya meningalkannya sebentar untuk mengambilkan mainan.. tetapi ketika kembali, Gong-ju sudah tak ada disini.. maafkan saya, Pak..” papar bu guru

38

Saat ini, Gong-ju tengah makan bersama dengan Hae-sung dan Jung-won. Wajahnya terlihat lebih cerita dan ia menyantap makanannya dengan begitu lahap. Ia melihat interaksi ‘romantis’ diantara Jung-won dan Hae-sung kemudian bertanya: “Apakah kalian berteman?”

“Iya kami bersekolah ditempat yang sama..” jawab Hae-sung

“Tapi.. Eonni (Jung-won) kelihatan lebih tua..” ucap Gong-ju yang seketika membuat Jung-won langsung tersedak

“Kita benar-benar berteman, akulah yang aneh..” ujar Hae-sung

39

“Sssttt.. dia akan marah kalau kamu menyebutnya tua..” bisik Hae-sung kepada Gong-ju

40

Tetapi Gong-ju terus saja bertanya ini dan itu, salah satu pertanyaan yang berhasil membuat Hae-sung dan Jung-won terdiam tak bisa menjawab ialah ketika Gong-ju bertanya apakah mereka tinggal bersama, karena wangi shampo mereka sama?

Tak sengaja, pemilik kedai juga mendengar pertanyaan itu dan suasananya jadi kikuk..

41

Selesai makan, Gong-ju mengucap terimakasih.. akan tetapi wajahnya kembali murung. Jung-won bertanya, apakah ayahnya Gong-ju akan menjemputnya?

“Sepertinya dia tak akan datang..” jawab Gong-ju

42

Disaat yang bersamaan, datanglah Hae-cul yang langsung berlari menghampiri Gong-ju dan langsung memeluknya. Gong-ju tersenyum bahagia dan memanggilnya: “Ayah..”

Hae-sung dan Jung-won shock mendengarnya, mereka tak berkomentar apapun.. Tetapi, Hae-sung teringat ketika sebelumnya Hae-chul pernah berbicara ditelpon dengan seseorang bernama Gong-ju.

“Ayah.. mereka telah membelikanku makanan..” ucap Gong-ju

43

Berpindah ke taman, Jung-won menemani Gong-ju bermain ayunan sementara Hae-chul berbicara dengan Hae-sung. Ia menceitakan bahwa setelah Gong-ju lahir, ibunya pergi entah entah kemana. Selama ini, Gong-ju tinggal di tempat penitipan anak. Akan tetapi, Hae-chul berjanji untuk segera mengambilnya dan mengurusnya dengan baik.

44

“Berjanjilah padaku, kalau kau tidak akan pernah membuatnya menangis.. karena jika sampai itu terjadi, maka aku tidak akan pernah memaafkanmu..” tegas Hae-sung

Hae-chul menganggukan kepalanya kemudian mengatakan: “Terimakasih, karena telah membebaskanku dari kantor polisi dan karena telah mengasuh Gong-ju hari ini..”

“Kita saudara, jadi tak perlu berterimakasih seperti itu..” ujar Hae-sung

“Terimakasih banyak, hyung...” ucap Hae-chul

45

Jung-won bertanya kepada Gong-joo, mengapa ia tak menyukai namanya sendiri? Padahal nama itu memiliki arti yang bagus..

“Namaku artinya ‘putri’, tetai aku tak suka disebut seperti itu karena aku bukanlah seorang putri..” jawab Gong-ju

46

Hari sudah sore, Hae-chul mengajak Gong-ju pulang bersamanya. Sebelum itu, Gong-ju berterimakasih kepada Jung-won dan Hae-sung, kemudian memeluknya.

47

Ketika Hae-chul hendak pergi, Hae-sung memberitahunya bahwa ia sudah menemukan keberadaan saudara mereka yang lain. Ia-pun mengajak Hae-chul untuk datang ketika ia mengajak mereka untuk berkumpul. Hae-chul tak memberikan jawaban apapun, ia pamit kemudian berjalan pergi..

48

“Terimakasih.. paman Hae-sung..” ucap Gong-ju yang seketika membuat Hae-sung tersenyum

49

Sepanjang perjalanan pulang.. Jung-won terus menggoda Hae-sung dengan menyebutnya ‘paman’. Hae-sung merasa geli sendiri, ia-pun meminta Jung-won untuk berhenti menyebutnya seperti itu.

50

Tiba-tiba.. muncul gelombang aneh disekitarnya dan Hae-sung merasa dadanya sesak, kepalanya pusing yang membuat badannya lemah dan terjatuh..

Awalnya Jung-won menganggap kalau ini hanya lelucon saja, akan tetapi... setelah dibiarkan beberapa saat, Hae-sung tetap dalam kondisi seperti itu yang membuat Jung-won sangat panik.. ia berteriak memanggil nama Hae-sung, memintanya untuk bangun..

51

Tak jauh darisana.. kita melihat Min-joon tengah bertemu dengan seorang pria..

============
::: NOTES :::

Masing-masing karakter utama punya hati dan mental yang kuat.. bahkan ketika menyinggung masa lalu yang menyedihkan, mereka enggak menunjukkan sifat tertutup dan bersedia terbuka untuk menceritakan dan mengingat kembali kejadian itu. Meskipun beberapa kali, kita lihat Jung-won menangis.. It’s okay, air mata itu hal yang sangat wajar.

Entah apa kaitannya.. karena tiba-tiba kita diperlihatkan seekor kucing hitam yang lewat didepan rumah Hae-sung. Dan di episode sebelumnya juga, kita melihat kucing ini..

Nah terus, kemaren kukira Jung-won yang bohong, tapi ternyata Jung-won jujur. Berarti ada pihak ketiga dalam insiden ini.. yang jelas Young-jun terlibat didalamnya. Dan karena pihak kepolisian sendiri yang ‘memanipulasi’ laporannya, berarti orang ketiga tersebut merupakan seseorang yang memiliki kekuasaan.

Dan setelah mengetahui fakta mengenai perbedaan kesaksian Jung-won dengan apa yang tertulis di dokumen kepolisian, sepertinya.. Hae-sung juga menduga kalau Yong-jun berkaitan dengan insiden ini. Dia takut dugaannya itu adalah fakta, yang berarti jika ia mengoreknya lebih dalam.. maka karir dan hidup Young-jun akan berantakan.

Kirain Min-joon udah kenala Jung-won semenjak.. eh ternyata, cuman gegara salah naik mobil dan kasih sketsa puppy. Tapi enggak menutup kemungkinan kalau merema ada hubungan di masa lalu juga sih. Lihat aja kelanjutannya gimana..

Apalagi di ending, Min-joon ketemu seseorang dan disaat yang bersamaan Hae-sung kolaps. Agak bingung sih, Hae-sung kayak gitu gegara apa? Apakah karena dipanggil ‘paman’ atau karena didekatnya Min-joon lagi ketemua sama seseorang?  

Entah kenapa.. setelah nonton episode minggu ini, aku berharapnya Jung-won berakhir sama Min-joon ajaaaa. Karena Hae-sung bukan manusia biasa dan lihat perbedaan tampilan mereka aja, rasanya jadi halangan besar buat kedua belah pihak. Biarlah Hae-sung menyelesaikan semua masalahnya.. kemudian pergi lagi dengan tenang *kalo akhirnya kek begitu bisa dibilang sad ending dong yaaa? Wkwkwk

Yang bikin kaget adalah fakta kalau diusianya yang sekitar 24 atau 25 tahun Hae-chul udah punya anak segede itu. Omaygattt, harus cukup bangga karena dia terbilang cukup bertanggung-jawab diusianya.

Suspect berikutnya adalah ‘Tae-hoon’ atau ‘kerabatnya Tae-hoon’.. entah apa yang terjadi, tapi sebelumnya kita tahu kalau mobil yang nabrak Hae-sung itu milik ayahnya Tae-hoon.

::: TO BE CONTINUED :::

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

4 komentar

  1. Ini si taehoon tuh sodara tirinya si chef kan ya? Dan itu si chef lagi ketemu ayahnya di akhir episode. Makin penasaran nih, apa sebenarnya yang terjadi sama youngjun waktu itu. Apa iya dia ngebunuh? Semua adik haesung udah muncul, tinggal si sooji. Masih jauh ke ending, tapi aku juga berharap endingnya realistis, jungwon mending sama si chef aja haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhh, iykah Taehoon adeknya Min-joon? Iyasih, masuk akal juga.. soalnya MIn-joon kaya-raya pasti bapak-adeknya juga tinggal berkecukupan.

      awalnya aku ngira si Soo-ji = Soon-ji yang jadi waiter di restoran. Tapi ayaknya bukan deh yaaa?

      iya kan yaa, lebih prefer ending-nya realistis aja. Toh Min-joon orangnya baik banget,

      Delete
    2. Aku liat di asianwiki nama marganya taehoon sama chef sama haha. Iya sama aku juga ngiranya begitu, tapi kalau iya bener kan nggak mungkin jungwon kaya yang biasa aja haha. Sejauh ini si chef emang baik banget, yaa semoga aja gaakan jahat haha

      Delete
    3. Nahh, aku padahal nulis sinopsis bolak-balik lihat namanya dari asianwiki, tapi enggak ngeuh dong. heheheheheh

      Si Chef kayaknya akan selalu baik, terlampau baik malahan dia mah. Cuman kita masih belum tahu, masa lalunya dia kayak apa :(

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤