SINOPSIS REUNITED WORLDS Episode 7

09:13

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

00

Untuk beberaa saat Hae-sung hanya bisa terdiam.. tepat didepan matanya ia melihat Jung-won tengah menangis dalam pelukan Min-joon. Ia tak melangkah maju, akan tetapi membalikkan badanya dan berjalan pergi meinggalkan mereka.

01

Bersamaan dengan itu, Jung-won melepas pelukannya: “Maaf..” ucapnya pelan

“Tak apa.. kamu baik-baik saja, ‘kan?” tanya Min-joon

“Iya..” jawab Jung-won yang kemudian berjalan pergi.

02

Sesampainya dirumah, Jung-won disambut oleh aroma lezat ttokbokki yang baru saja dimasak oleh Hae-sung. Mereka duduk dan Jung-won menyantap hidangannya dengan sangat lahap, Hae-sung sendiri hanya tersenyum melihatnya.. ia bahkan tak menyinggung kejadian yang barus aja dilihatnya tadi.

03

Akan tetapi, Jung-won sendiri yang malah bercerita kepadanya: “Hari ini.. ibuku datang ke restoran--- ahh, mengingat hal itu membuatku jadi kepanasan...”

04

Mereka pindah duduk di balkon, menikmati udara malam sambil menikmati minuman dingin ditangan mereka. Hae-sung bernostalgia, mengingat saat ketika mereka bolos sekolah hanya untuk menemui ibunya Jung-won.

“Aku sangat marah ketika melihatnya hari ini. Akan tetapi, aku ingat perkataanmu yang memintaku untuk balas dendam kepadanya dengan cara memiliki kehidupan yang hebat..” jelas Jung-won

05

Ia menceritakan bagaimana ibunya tak memercayai kata-katanya, akan tetapi muncullah Min-joon yang berhasil menyelamatkan harga dirinya: “Aku sangat berterimakasih kepadanya..” ujar Jung-won

“Bagaimana bisa bos-mu melakukan hal itu?” tanya Hae-sung

“Entahlah.. munkin dia mendengar perdebatan diantara kami..” jawab Jung-won

06

Melupakan kejadian hari ini, Hae-sung lanjut mengomeli Jung-won yang tidak pernah merawat rumahnya sendiri. Di dapur ia tak melihat bahan-bahan makanan, karena yang ada malah makanan basi, bahkan ada kue ikan dari 3 tahun yang lalu.

Ia juga melihat begitu banyak obat-obatan yang dikonsumsi oleh Jung-won: “Jangan sakit..” pinta Hae-sung sembari mengelap bekas saos di bibir Jung-won *OMOOO don’t touch her lips ❤

07

Seekor kucing hitam lewat didepan rumah Hae-sung... tak terjadi apapun, kucing itu hanya mengeon dan lewat begitu saja..

08

Hae-sung tak bisa tidur, karena teringat aka hasil penyelidakannya bersama dengan Ho-bang. Kebetulan, Jung-won keluar dari kamarnya untuk mengambil air minum didapur.

09

Hae-sung mencoba untuk mengorek informasi darinya.. dan agak mengejutkan, karena ternyata dokumen milik polisi, berbeda dari kesaksian yang diberikan oleh Jung-won. Dengan yakin, Jung-won mengatakan kalau dulu dirinya memberi kesaksian bahwa Young-jun tidak ada bersama dengan mereka.

“Lah.. tapi kenapa di dokumen kepolisian tertulis bahwasanya kamu bersaksi jika Young-jun berada bersama dengan kalian malam itu?” tanya Hae-sung

“Entahlah.. aku juga tak mengerti kenapa bisa seperti itu..” jawab Jung-won

10

Jung-won memasuki kamarnya.. Ia terdiam, mengingat kembali momen ketika terakhir kali ia bertermu dengan Young-jun di restorannya. Begitupun dengan Hae-sung, ia hanya bisa terdiam kemudian mengatakan: “Mungkin tak ada gunanya lagi untukku mencaritahu siapa penjahat yang sebenarnya..”

11

Esok paginya, Hae-sung sibuk membersihkan rumah dan tiba-tiba ponselnya berdering. Lagi-lagi, ponselny rumek ketika dipegang olehnya.. maka dari itu, ia-pun membiarkannya begitu saja.

12

Jung-won yang baru bangun, ia keluar dari kamarnya dalam kondisi masih acak-acakan hanya untuk memberikan ponselnya kepada Hae-sung karena Ho-bang ingin berbicara dengannya. Jung-won memegangi ponselnya, karena Hae-sung menyadari bahwa setiap benda elektronik yang berhubungan dengan sinyal, akan tak berfungsi jika dipegang olehnya.

13

Tadinya, Hae-sung akan pindah untuk tingga bersama dengan Ho-bang. Akan tetapi, tidak bisa hari ini, karena ayahnya Ho-bang akan datang. Sebenarnya,, Hae-sung tak terlalu mempermasalahkan hal itu, karena dirinya masih bisa menginap di rumahnya Jung-won.

14

Hae-sung memutar badannya dan otomatis membaut tangan Jung-won melingkar mengikuti kepada Hae-sung dan membuat posisi mereka seperti tengah berpelukan. Jung-won merasa sagat kikuk. Sementara Hae-sung terlihat biasa saja..

“Bolehkah aku menginap disini lagi?” tanyanya

“Hmm.. iya tentu saja..” jawab Jung-won dengan gugup

15

Setelah telponnya ditutup, Jung-won segera berlari ke toilet. Ia menggerutu bertanya-tanya mengapa Hae-sung tak bisa memegang ponselnya sendiri saja. Ia kemudian melihat cermin dan sangat shock setelah melihat kondisi rambut dan wajahnya yang sangatlah memalukan..

16

Jung-won berangkat kerja lebih awal karena hari ini saatnya mereka membuat acar.. Dan Hae-sung akan pergi ke Departement Store untuk menemui Taehoon. Mereka duduk di halte dan Jung-won berinisiatif untuk mencaritahu bus yang harus dinaiki Hae-sung.

17

Sementara Jung-won pergi sejenak... beberapa siswi mengdekati Hae-sung dan meminta nomor ponselnya. Akan tetapi, Hae-sung mengatakan kalau dirnya tak memiliki ponsel. Para siswi itu tak percaya akan hal tersebut dan mereka terus saja menggodanya..

18

Datanglah Jung-won, ia langsung menegur para siswi itu. Akan tetapi ia malah mendapat ejekan, dengan disebut ‘ahjumma’ oleh mereka. Hae-sung bersikeras membela-diri mengatakan kalau dirinya masih muda dan belum pantas disebut ahjumma.

19

Kartu milik Hae-sung terjatuh.. seorang anak kesil melihatnya dan memberitahunya: “Ahjumma.. kartumu terjatuh...”

Sontak saja, para siswi itu langsung menertawainya dan kembali mengejeknya sebagai seorang ‘ahjumma’. Jung-won kesal sekaligus malu, ia tak bisa berkomentar apapun.. dan untunglah bis akan akan dinaikinya sudah tiba.

20

Ia-pun menaiki bis, dan Hae-sung melambaikan tangan kepadanya.. akan tetapi para siswi itu terus mengekori Hae-sung.. mereka bertanya darimana asalnya.. dan apa hubungannya dengan ‘ahjumma’ itu.. mereka bahka berulang-kali mengajak Hae-sung untuk jalan dengannya, mereka rela bolos jika Hae-sung mau melakukannya.

21

Hae-sung tiba di Departement Store milik Tae-hoon. Ia terdiam takjub melihat interaksi diantara Tae-hoon dan para pegawainya...

22

Tae-hoon menghampiri Hae-sung, mereka saling-sapa kemudian Hae-sung memuji betapa kerennya Tae-hon saat ini. secara tak sadar, ia berbicara dengannya sembari menepuk-nepuk pundaknya.. dan hal itu membuat seluruh pegawai memerhatikannya.

Hae-sung kemudian menyedarinya, ia-pun segera menunduk meminta maaf kepada Tae-hoon dan mengajaknya untuk berbicara dirunag kerja Tae-hoon saja supaya tidak banyak orang yang memerhatikan mereka.

“Baiklah.. tapi sebelumnya, aku ingin kau bertemu dengan seseorang terlebih dahulu..” ujar Tae-hoon

“Siapa?” tanya Hae-sung

“Adikmu Young-in.. dia bekerja disini..” jawab Tae-hoon

23

Hae-sung begitu bersemangat untuk bertemu dengan Young-in.. akan tetapi, ia malah melihat kejadian menyedihkan. Seorang ahjumma menyeret Young-in sembari berteriak memakinya. Ahjumma itu menyebut Young-in sebagai wanita yang telah menggoda suaminya.

Young-in menangis.. memohon ampun, ia mengatakan kalau dirinya sendiri sama-sekali tak mengetahui bahwa pria yang dikencaninya itu telah beristri: “Aku juga korban.. aku bahkan meminjaminya uang, karena dia mengatkan kalau orangtuanya sakit..” keluh Young-in

24

Hae-sung tentu tak mempercayai bahwa adiknya merupakan perebut suami orang.. ia teringat momen ketika Young-in menangis hanya karena membaca kisah “Mong-shil” didalam buku dongeng, yang menunjukkan bahwa dia merupakan wanita yang sangat rapuh dan peka terhadap sekelilingnya.

25

Hae-sung ingin mebela Young-in, akan tetapi Tae-hoon melarangnya karena jika ia ikut-campur malah membuat semuanya menjadi rumit. Tae-hoon berinisiatif untuk melerai, akan tetapi Young-in malah jatuh pingsan. Segera.. Tae-hoon berlari kerahanya dan meminta mereka menelpon ambulans.

26

Beberapa saat kemudian, Young-in terbangun di rumah sakit.. Ia melihat Hae-sung berdiri dihadapannya, namun ia menduga ini semua hanyalah ada didalam mimpinya saja. Ia mengobrol dengan Hae-sung, dan menceritakan keluh-kesahnya belakangan ini.

27

“Oppa.. kamu tahu aku tak pernah menyalahkanmu? Tetapi hari ini rasanya aku ingin menyalahkanmu atas kehidupan yang harus kujalani. Kalau saja, kamu bisa menyelesaikan masalah ini untukku.. rasanya aku bisa sedikit memaafkanmu.. Dan opaa, aku ini terlalu bodoh, dengan mudahnya aku mempercayai pria itu hanya karena dia pernah membantuku. Aku juga korban, tapi aku tak bisa melawan ahjumma itu.. rasanya sangat memalukan.. Ngomong-ngomong, kenapa oppa mendatangiku? Apa karena merasa bersalah atas hidupku yang menyedihkan ini?” - Young in

“Ah.. aku hanya ingin bertemu denganmu..” - Hae sung

“Aku juga ingin bertemu denganmu..” - Young in

Karena mengantuk, Young-in berbaring kemudian  tertidur kembali..

28

Hae-sung benar-benar mengabulkan keinginan Young-in. Ia mendatangi kafe tempat pria itu bekerja.. Hae-sung lansgung memintanya untuk meminta maaf dan mengembalikan semua uang Young-in. Akan tetapi, pria itu menganggapnya remeh, karena Hae-sung hanya terlihat seperti adiknya Young-in.

“Dia sendiri yang memberikan uang itu padaku, dan salah dia sendiri yang terus-terusan menempel padaku..” ujar pria itu

29

Masuklah segerombol anak sekolah yang hendak membeli minuman, Hae-sung mennyingkir sebentar namun wajahnya terlihat sangat marah. Ia hendak melemparkan sebuah meja kearah pria itu, akan tetapi.. lagi-lagi muncul si pria misterius yang menahannya.

30

Ia menyeret Hae-sung keluar dan memarahinya, ia juga mengingatkannya lagi untuk tidak sembarangan dalam menggunakan kekuatan mereka. Akan tetapi, Hae-sung bersikeras mengatakan bahwa dirinya memiliki alasan tersendiri, “Ini karena adikku!”

Mendengar itu, membuat mata si pria misterius membelalak.. ia kemudian bertanya balik: “Memangnya apa yang terjadi pada adikmu?

31

Mereka masuk lagi kedalam kafe itu.. ahjussi meminta seluruh anak sekolah itu untuk meninggalkan tempat ini. Ia bahkan menyuruh Hae-sung untuk memberikan mereka kupon gratis minuman di kafe ini.

32

Setelah mereka semua pergi, muncullah si pria ‘penipu’. Ia tentu marah atas tindakan Hae-sung. Akan tetapi, dengan lantangnya ahjussi mengatakan bahwa dia adalah ayahnya Young-in.

“Kau pasti bercanda..” ujar pria itu

33

“Baik.. kalau begitu kita bisa bercanda dan bermain-main sekarang..” ucap si ahjussi yang kemudian memecahkan beberapa bohlam lampu dan melempar badan pria itu kesana-kemari, seakan-akan tengah bermain pingpong dengan Hae-sung.

34

Pria itu sangat ketakutan, berkali-kali ia memohon ampun.. dan setelah mereka puas bermain-main, pria itu terkapar dilantai dan kita melihatnya kencing dicelana..

35

Ahjussi itu mendatangi sebuah rumah-sakit dan Hae-sung mengikutinya. Ia berterimakasih atas bantuan tadi, kemudian bertanya-tanya mengenai ini dan itu seputar kekuatannya.

“Kelima panca-indera kita lebih peka dibandingkan manusia biasanya... dan akan lebih peka jika kita terus melatihnya..” ungkap ahjussi tersebut

“Kapan kau kembali (ke dunia)?” tanya Hae-sung

“Musim panas lalu..” jawabnya

36

Ahjussi itu menyuruh Hae-sung untuk berhenti mengikutinya, karena sekarang ia akan menjenguk anaknya.

“Anakmu diwarat disini?” tanya Hae-sung

“Iya..” jawabnya

37

Mengejutkan.. sekaligus menyedihkan.. karena anak ahjussi itu ternyata seorang kakek tua berusia 80 tahun yang tengah terbaring di ruangan ICU. Ketika kembali ke dunia ini, perlu beberapa saat hingga ia bisa menemukan dan mengenali anak sendiri.

“Aku meninggal ketika dia seusiamu. Dan sekarang, harapanku hanya satu... aku hanya ingin bisa berbicara dengan anakku saja.. ” ungkapnya pilu

38

Jung-won ditugaskan mengepel lantai dan ia kena marah chef utama karena tak sengaja menumpahkan air di sepatunya. Tiba-tiba muncullah pegawai lain yang menyampaikan pesan dari Min-joon yang mengajak Jung-won untuk berbelanja ke pasar.

“Aneh.. bukakah belum saatnya untukmu belanja bahan dapur?” keluh chef

“Dia sudah di bekerja di tahun ketiga, bukankah sudah saatnya dia belanja..” ujar pegawai yang lainnya

“Yasudah cepat pergi sana..” ucap Chef

39

Min-joon melamun, mengingat kejadian malam tadi ketika Jung-won menangis dipelukannya. Tak lama kemudian, Jung-won masuk dan mengajaknya untuk segera pergi ke pasar. Tapi sebelumnya, Jung-won meminta maaf lagi ata kejadian tadi malam..

“Sudahlah.. yang penting kamu harus tetap fokus ketika berbelanja nanti..” tegas Min-joon

40

Mereka berdua.. berjalan-jalan dipasar. Membeli beberapa bahan dapur, seperti semangka dan juga bawang. Jung-won cukup cekatan dalam memilih bahan, hingga tak memerlukan waktu lama auntuk mereka menemukan semua yang dibutuhkannya.

41

Ketika hendak pulang, mereka mengalami sebuah insiden.. sebuah troli besar hampir menabkra Jung-won, dan Min-joon berhasil menyelamatkannya.. akan tetapi, dari arah yang berlawanan, muncul lagi troli yang lain. Kali ini, ia berhasil menyelamatkan Jung-won akan tetapi malah membuat dirinya sendiri yang tertabrak oleh troli berisi begitu banyak kerdus sayuran itu.

42

Sebuah labu besar terlempar tepat mengenai kepalanya, ia tejatuh tertindah oleh beberapa kardus. Jung-won sangat panik.. ia berlari kerahanya dan berteriak meminta yang lain menelponkan ambulans.

Tetapi perlahan.. Min-joon membuka matanya kemudian mengatkan kalau dirinya baik-baik saja. *alibi pengalihan rasa malu, ckckck

43

“Daepyo-nim.. tadi sebuah labu besar terlempar mengenai kepalamu. Anda yakin kalau anda baik-baik saja?” tanya Jung-won

Min-joon memegangi kepalanya dan tetap mengatakan kalau kondisinya baik-baik saja. Tiba-tiba terdengar suara pnsel berdering, Min-joon mengira bahwa itu merupakan ponselnya.

44

“Hallo..” ucapnya sembari memegangi ubi manis yang ia kira ponselnya. Jung-won ingin memberitahunya, akan tetapi tak-sempat karena orang disamping mereka lebih dulu mengangkat telpn dan membuat Min-joon mengetahui kalau suara telpon itu bukan miliknya.

45

Akan tetapi, Min-joon masih belum menyadari bahwa ia menganggap ubi sebagai ponselnya. Ia-pun memasukkan ubi itu kedalam saku celananya dan mengajak Jung-won untuk segera pergi dari tempat ini.

Baru juga bebrapa langkah berjalan, tiba-tiba badannya oleng dan Min-joon pingsan, terkapar dilantai..

46

Beberapa saat kemudian, mereka sudah berada di rumah sakit. Dokter menjelaskan bahwasanya Min-joon mengalami geger otak ringan, tapi ia menegaskan bahwa kondisinya itu tidak begitu serius. Hanya saja, jika nanti ia mengalami mual dan pusing berkepanjangan, maka harus segera diperiksa kembali. Dan mengenai tangannya yang di-bebat, itu karena ketika terjatuh pengelangannya terkilir.

47

Mereka bisa langsung pulang, namun sebelumnya Min-joon melihat ubi ditangan Hae-sung dan membuatnya mengatakan: “Ngapain kamu bawa-bawa gituan? Nanti orang-orang mengiramu aneh..”

“Aishhh.. ini ‘kan punyamu..” gumam Jung-won

48

Mereka tiba di rumah Min-joon, situasinya sangat hening karena tak ada siapapun disana. Min-joon merasa kehausan, ia-pun meminta Jung-won mengambilkan segelas air minum untuknya.

49

Ketika Jung-won lengah, Min-joon menuju meja tempat beberapa foto dipajang. Di salah bingkai foto, terselip sebuah sketsa tiga ekor anak anjing yang disudutnya tertulis inisial ‘JJ’

50

Jung-won mengambil air minum, sembari menggumam bertanya-tanya kemana semua orang dirumah ini? Apakah Min-joon tak memiliki keluarga?

Min-joon menghampirinya, ia mendengar semua pertanyaan Jung-won kemudian langusng memberikan jawabannya: “Aku tak memiliki keluarga.. ibuku meninggal dan ayahku menikah lagi. Aku memiliki saudara tiri dari pernikahan kedua ayahku, namun aku hanya pernah melihatnya sekali saja ketika aku berusia dua tahun..”

51

Ponsel Jung-won berdering, Min-joon menyuruhnya untuk mengangkat telpon tersebut sementara dirinya ingin ke toilet sebentar.

Jin-joo menghubungi lewat video call.. Hae-sung mengomel, mengomentari tingkahnya harus selalu melihat wajahnya ketika menelpon. Jin-joo menegaskan kalau mendengar suara saja terasa membosankan untuknya.

“Aku dirumahmu.. kamu diaman?” tanya Jin-joo

“Ahh.. aku dirumahnya bos-ku..” jawab Jung-won

“Heol.. kamu sudah sejauh itu? Mengeunjungi rumahnya?” tanya Jin-joo

“Ihh.. bukan seperti itu... Aku kesini karena dia mengalami inseiden dan terluka ketika bersama denganku.. aku tak bisa meninggalkannya begitu saja karena dia tinggal sendirian...” ungkap Jung-won

“Apa? Kamu bersama dengannya ketika dia tinggal sendirian?” tanya Jin-joo

“Sudahlah, jangan berpikiran yang tidak-tidak. Pokoknya malam ini sepertinya aku tidak akan bisa pulang kerumah..” papar Jung-won

52

Tiba-tiba Hae-sung muncul, ia mendengar pembicaraan mereka dan lansgung mengomeliya: “Hey Jung-won! Kamu bilang tidak akan pulang? Sedang dimana kamu, ‘hah?”

Jung-won tak mau menjawabnya, ia hendak mematikan telponnya akan tetapi dia malah menekan tombol untuk membalikkan kamera.

53

Dan diwaktu bersamaan, Min-joon yang baru saja keluar dari toilet langsung terekam oleh kameranya.

“Haiii.. daepyo-nim..” teriak Jin-joo lewat telpon

54


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤