SINOPSIS REUNITED WORLDS Episode 5

09:17

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

00

“Sung Hae-sung.. Aku merindukanmu.. Setiap hari aku terus merindukanmu..” ucap Jung-won yang seketika lansgung meteskan air matanya. Hae-sung menatapnya pilu, kemudian menarik Jung-won kepelukannya.

01
02
“.. ketika aku memeluknya,, aku mendengar suara detak jantungku sendiri.. Suaranya seperti berasal dari sebuah jam-dinding yang begitu besar.. kurasa saat itulah waktuku didunia ini kembali dimulai ..” Hae-sung

REUNITED WORLDS EPISODE 05

03

Sementara Jung-won mengeluarkan kembali barang-barang yang telah di-pak olehnya, Hae-sung tengah berada di toilet untuk berganti pakaian. Meskipun berteman dekat, Hae-sung merasa tidak enak jika harus menumpang di rumahnya Jung-won. Terlebih lagi.. mereka itu ‘kan sepasang pria dan wanita.

Jung-won megaskan kalau tidak tidak merasa keberatan, karena.. tak ada tempat lain yang bisa dituju oleh Hae-sung. Setidaknya.. berada disini merupakan hal yang terbaik untuknya sekarang. Lagipula, Hae-sung akan tidur di sofa sementara Jung-won tetap tidur di kamarnya : “Memangnya.. apasih yang ada difikiranmu itu..” goda Jung-won

04

“Dulu kau menyebutku pria cabul... tapi sumpah, aku bukan pria seperti itu..” ujar Hae-sung yang seketika membuat Jung-won teringat kembali akan kenangan ketika mereka remaja.

05

Hae-sung mengenakan kaos milik Jung-won yang ternyata sangat pas di badannya, hingga membuat Jung-won tak kuat menaan tawanya. Hae-sung kemudian melihat dirinya di cermin dan ia-pun dibuat malu berat karenanya.

“Aku membeli kaos itu sewaktu pergi ke pasar dengan Jin-joo..” jelas Jung-won

06

Baiklah.. apa boleh buat, daripada tidak ada sema sekali, pada akhirnya Hae-sung tetap mengenakan kaos itu. Ia kemudian membantu Jung-won untuk mengeluarkan barang-barang dari kerdus. Akan tetapi, alangkah terkejutnya Hae-sung ketika ia menemukan sepasang lingerie berwarna merah mencolok..

Jung-won merasa sangat maluuu.. ia mengambil lingerie tersebut dan menjelaskan bahwa itu merupakan hadian dari Jin-joo, “Siapa juga yang mau memakainya...”  gumam Jung-won

07

Kejadian ini membuat suasananya terasa sangat kikuk.. Jung-won bernitisiatif untuk menyalakan televisi saja. Hae-sung mengambil remote-nya dan menyalakan TV. Akan tetapi, tayangannya terlihat sangat rumek. Bukan hanya di salah satu channel, melainkan di semua channel.

Ketika Jung-won yang memegang remote-nya.. seketika tayang di TV itu kembali normal. Hae-sung mencoba untuk memegang kembali remote-nya dan tayang TV tersebut kembali rumek..

08

“Bukankah ini sangat aneh..” keluh Hae-sung

“Ahhh.. tidak kok, mungkin TV nya memang rusak..” ucap Jung-won yang kemudian menyuruh Hae-sung untuk segera tidur daja. Lagipula, besok Jung-won harus pergi bekerja di pagi hari.

09

Tak sengaja tangan Jung-won menyenggol sebuah box palstik yang isinya beberapa barang miliknya. Hae-sung merapikan kembali barang-barang tersebut, dan ia langsung tersenyum setelah melihat sebuah botol kaca berisi penutup kaleng minuman..

“Aku tak menyangka kau masih menyimpannya..” ucap Hae-sung

“Ah... entahlah... aku hanya ingin menyimpannya saja. Bahkan aku juga masih memiliki pensil besar yang kita beli sewaktu liburan sekolah dulu. Aku menyimpannya tanpa alasan yang jelas..” jawab Hae-sung dengan nada bicara yang gugup

FLASHBACK

10

Setelah menyimpan sepeda mereka di parkiran.. Jung-won bertanya kepada Hae-sung : “Apa yang akan kamu lakukan hari ini?”

“Tentu saja aku belajar.. Aku ‘kan siswa SMA..” jawab Hae-sung

“Mau bolos dan menemaniku pergi ke Seoul?” tanya Jung-won

Belum sempat Hae-sung memberikan jawabannya, Jung-won lansgung menarik kembali pertanyaan dan mengatakan kalau Hae-sung pasti akan segera mearahinnya karena tingkahnya itu. Ia-pun jalan duluan untuk menuju kelasnya..

11

Akan tetapi, Hae-sung mengejarnya dan bertanya : “Ada sesuatu yang terjadi ‘kan?”

“Hmm.. aku menemukan tempat ibuku tinggal..” jawab Hae-sung

12

Kemudian, tanpa ragu sedikit-pun.. Hae-sung lansgung menggandeng tangan Jung-won dan mengatakan : “Ayo kita pergi ke Seoul!”

13

Berbekal secarik kertas bertuliskan alamat ibunya, Jung-won membawa Hae-sung mendatangi sebuah apartemen sederhana (rumah susun, lebih tepatnya). Dari kejauhan, terlihat sebuah keluarga kecil yang berjalan memasuki mobil.. tawa dan kebahagiaan terlukis jelas di wajah mereka.

14

Akan tetapi, raut kesedihan dan kekecewaan terlukis jelas di wajah Jug-won.. Yupss, ibu dari keluarga itu merupakan ibu yang tengah dicari-cari olehnya. Ibu itu masuk kembali ke apartemennya, karena ada barang yang tertinggal.

15

Jung-won bergegas mengejarnya... di depan pintu lift mereka akhirnya bisa bertatap muka secara langsung. Ibu begitu terekjut.. ia bertanya-tanya mengaja Jung-won bisa berada disini? Dan setelahnya, ia meminta Jung-won untuk segera pergi dan nanti ia akan menelponnya lagi.

16
“Hah.. setelah 7 tahun kita tidak bertemu, sekarang kau langusng menyuruhku pergi? Tidak usah repot-repot menghubungiku, karena aku tak ingin berhubungan denganmu lagi! Tadinya aku penasaran, akan seperti apa hidupa seorang ibu yang telah menelantarkan anaknya.. dan sekarang penasaranku telah terjawab, hidupku ternyata baik-baik saja dan terlihat sangat bahagia!”

17

Muncullah suami dari ibunya.. ia bertanya apakah mereka saling mengenal? Ibu dengan gugup, mengatakan kalau Jung-won sedang mencari alamat temannya. Dan begitulah.. Pertemuan diantara ibu-anak yang telah berpisah selama 7 tahun berakhir.. tak ada senyuman atau bahkan sebuah pelukan hangat sekalipun..

18

Berjalan keluar, Jung-won melewati mobill milik keluarga baru ibunya.. ia melihat foto keluarga bahagia yang tersimpan di dalam mobil. Hae-sung tiba-tiba saja menyuruhnya untuk menjauh.. karena ternyata, ia hendak melemparkan sebuah batu ke kaca depan mobil tersebut.

19

Kacanya langsung retak.. dan tak lama kemudian datanglah satpam yang berteriak memanggil mereka. Segera, Hae-sung menggandeng tangan Jung-won dan membawanya berlari kabur.

20

Jung-won sempat terjatuh, akan tetapi Hae-sung bergegas membantunya berdiri dan merekapun lanjut berlari hingga akhirnya berhasil lolos dari kejaran satpam.

21

Mereka beristirahat di bangku taman, Hae-sung membalut kaki Jung-won yang terluka. Jung-won mengatkan kalau tujuannya meminta Hae-sung untuk menemaninya, ialah supaya ia tak terlalu malu ketika bertemu dengan ibunya tadi.

“Aku tak mengetahui hal itu..” ucap Hae-sung

“Dasar bodoh..” tukas Jung-won yang tiba-tiba menangis, membuat Hae-sung panik dan bertanya apakah luka di kakinya itu sangatlah sakit?

22

“Iya.. sakittt sekali!!!!” itulah jawaban Jung-won, akan tetapi kita mengetahui kalau ia mengangis bukan karena luka di kakakinya. Akan tetapi, karena luka di hatinya.

23

Hari yang terang berubah menjadi gelap.. Hae-sung dibuat kelelahan karena harus membopong Jung-won yang tak bisa berjalan sendiri, “Haruskah aku menggendongmu?” tanya Hae-sung

Jung-won menolak, ia menunjuk sebuah bangku dan mengajaknya untuk beristirahat lagi disana.

24

“Haesung-aa.. boleh aku meminta sesuatu? Aku ingin minum bir.. kali ini sajaa.. Karena kalau bukan sekarang, kapanlagi aku bisa minum bir..” ucap Jung-won

“Hey-aa, kau sudah gila? Bagaimana kalau ada yang melihatmu minum bir dengan menggunakan seragam seperti ini ‘hah?” ujar Hae-sung

 “Ayolahh.. siswa juga manusia biasa..” keluh Jung-won

“Tidak.. siswa bukan manusia biasa..” tegas Hae-sung

25

Jung-won berniat untuk membeli bir itu sendiri, akan tetapi.. baru juga berdiri, ia hampir terjatuh dan itu tentu saja membuat Hae-sung tak tega padanya.

26

Dan pada akhirnya... Hae-sung bersedia mengabulkan permintaan Jung-won. Ia melepaskan seragamnya, kemudian memasuki sebuah toko dimana penjaganya merupakan seorang nenek yang tengah tertidur. Ia begitu gugup untuk mengambil sekaleng bir dari dalam kulkas.. bahkan ketika hendak membayar, Hae-sung tak berani membangunkan nenek tersebut.. Ia bergegas pergi setelah menaruh uang di rak samping nenek tersebut tengah duduk.

27

Hae-sung memberikan sekaleng bir itu kepada Jung-won dan Jung-won langsung berteriak : “Ada polisi!!!”

28

Hae-sung begitu panik... akan tetapi tenang saja karena Jung-won hanya sedang bercanda. Kemudian, sekaleng bir itu dalam sekejap habis diteguk leh Jung-won sendirian...

29

Sebelum membuangnya, Hae-sung mengambil bagian tutup dari kaleng tersebut. Ia menunjukkannya kepada Jung-won dan menyebutnya sebagai sebuah cincin. Ia-pun meminta Jung-won untuk mengulurkan jarinya dan perlahan ia memasngkan tutup kaleng kersebut di jari manistangan kanan Jung-won *OMOOOOOO so sweet

30

Untuk pulang kerumah, Hae-sung menggendong Jung-won yang kini telah tertidur lelap dipunggungnya..

FLASHBACK END

31

Jung-won dan Hae-sung pergi menuju ke halte bus bersama-sama. Mereka saling bertanya, bagaimana tidurnya tadi malam? Satu sama lain menyebutkan tidur nyenyak, akan tetapi mereka mengetahui kalau keduanya tak bisa tidur semalaman.

Jung-won meminta maaf karena tak menjaga-kontak dengan adik-adik Hae-sung. Akan tetapi, Hae-sung tak mempermaslahkan hal tersbut. Toh, hari ini ia bisa menemui mereka satu per-satu.

32

Sembari duduk menunggu bis, Hae-sung bertanya mengenai pekerjaan Jung-won. Kemudian Jung-won menunjukkan kartu namanya dan menjelaskan bahwa posisinya hanya sebatas asisten dapur saja.

“Waahhh.. sepertinya menyenangkan jika aku bisa melihatmu bekerja di dapur..” ucap Hae-sung

“Kalau begitu, datanglah ke restoran tempatku bekerja...” ajak Jung-won

33

Bis-nya telah tiba, Jung-won pamit pergi dan Hae-sung tersenyum kemudian melambaikan tangan kepadanya.

34
“... Begitu indahnya mengucap kata ‘selamat-tinggal’, ketika mengetahui bahwa esok hari.. kami akan bertemu lagi. Hari setelah besok.. kemudian besoknya lagi.. aku berharap masih bisa melihat terangnya sinar metari pagi seperti ini ...” Hae-sung

35
“... Mungkin ini hanyalah sebuah mimpi yang sangat panjang. Dan aku hanya akan mengikuti alurnya, hingga mimpi ini berakhir ...” Jung-won

36

Hae-chul berusaha keras, berlari menjauhi Hae-sung yang terus saja mengejarnya. Akan tetapi pelariannya berakhir karena ada Ho-bang yang telah menghalangi jalannya. Semuanya terasa tidak nyata, bahkan Hae-chul yang merupakan sang adik.. tidak bisa memercayai bahwa Hae-sung benar-benar berdiri dihadapannya.

Ho-bang menegaskan kalau Hae-chul tidaklah berkhayal. Sebagai seorang polisi, ia tak mungkin berbohong dan ia-pun meminta Hae-cul untuk bisa menerima fakta mengejutkan ini. Ia kemudian pamit pergi karena harus melanjutkan patroli-nya.

37

Hal pertama yang ditanyakan oleh Hae-sung kepada Hae-cul adalah : Dimana keberadaan dua orang pria gengster yang disebut Hae-chul sebagai bos-nya?

38

Tak tanggung-tanggung, Hae-sung memberikan pelajaran kepada mereka dengan cara melemparnya kesana-kemari, hingga membuat mereka babak-belur. Hae-chul tak ikut masuk kedalam jadi ia tak mengetahui apa yang terjadi, anmun ia mendengar suara keributan yang membuatnya penasaran.

39

Dua orang gengster itu, berlutut mohon ampun kepada Hae-sung. Hae-sung sendiri bersikap santai, dengan menyebutkan bahwa ia melakukan ini atas balasan ulah mereka yang membuatnya babak belur tempo hari.

40

Kemudian Hae-sung memanggil Hae-chul masuk.. mereka nampak terkejut karena mengetahui bahwa Hae-chul merupakan adiknya Hae-sung. Hae-sung menyuruh mereka untuk berhenti mengejar Jung-won karena Jung-won pasti akan membayar hutangnya, kemudian ia-pun meminta mereka untuk berhenti melipatgandakan bunga pinjamannya.

Terakhir, ia menyuruh Hae-chul untuk mengatakan sesuatu.. akan tetapi, Hae-chul terlihat sangat gugup dan ragu, hingga akhirnya Hae-sung sendiri yang mengatakan bahwa Hae-chul akan berhenti dari ‘bisnis’ ini. ia-pun menyuruh mereka untuk tidak lagi menghubungi Hae-chul untuk alasan apapun itu.

Tanpa membantah sedikitpun, mereka berbarengan mengatakan : “Iya..”

41

Ketika berbicara berduaan saja, Hae-sung langsung meminta maaf kepada Hae-chul.. karena apa yang telah terjadi padanya dulu, membuat Hae-chul harus berada dalam kondisi yang menyedihkan seperti sekarang. Seharusnya, Hae-chul bisa duduk di bangku kuliah bersama dengan teman-teman seusianya.

Hae-chul tak menerima permintaan maaf itu.. karena semuanya tak lagi bisa dirubah, masa depannya sudah hancur lebur dan karena ulah Hae-sung barusan, maka karirnya di dunia ‘gengster’ juga telah rusak.

“Hae chul-aa, kita bisa memulai hidup yang baru lagi..” ucap Hae-sung

42

Hae-sung mengungkit masa lalunya, ia menyalahkan Hae-sung atas seua yang telah terjadi kepadanya. Dirinya masih duduk di bangku kelas 6 SD ketika tragedi itu terjadi. Ia dijauhi oleh teman-temannya karena orang tua mereka tak mau anaknya berteman dengan adik dari seorang pembunuh. Pada saat itu, ia sangat marah.. ia hanya ingin berkelahi membunuh mereka semua, dan begitulah bagaimana ia tumbuh menjadi seorang gengter seperti sekarang.

Hae-sung menegaskan bahwa Hae-chul bisa merubah kehidupannya, karena Hae-sung bukanlah seorang pembunuh. Ia-pun menjelaskan kronologis kejadian sebelum dirinya mengalami kecelakaan itu..

Akan tetapi Hae-chul tidak memercayainya. Saat itu ia masih kecil, tetapi begitu banyak orang yang mengatakan kalau Hae-sung merupakan seorang pembunuh dan ada bukti nyata atas tuduhan itu. Kalaupun Hae-sung memang bukanlah pembunuh.. lantas bagaimana cara dia untuk membuktikan semua itu sekarang? Orang-orang mungkin sudah melupakannya.. atau malah mereka mungkin tak mengenalnya sama-sekali..

43

Melupakan tentang insiden pembunuhan itu, Hae-chul bertanya.. bagaimana caranya Hae-sung menjelaskan keberadaannya kepada semua orang? Apakah mereka akan mempercayainya begitu saja? Tentu saja tidak! Maka dari itu, ia menyuruh Hae-sung untuk berhenti melakukan apapun dan jangan membat masalahnya tambah rumit!

44

Hae-chul bergegas pergi.. akan tetapi, sudah ada Ho-bang yang menunggunya dan mengajaknya makan bersama dengannya..


45

Para pegawai restoran, berkerumun untuk melihat foto mereka yang terpampang disebuah majalah. Mereka sangat senang akan hal itu, kemudian mereka memanggil Jung-won untuk melihatnya juga.

46

Jung-won segera berlari menghampiri mereka, akan tetapi ia terpleset. Untunglah muncul Min-joon yang dengan sigap berhasil menangkap tubuhnya. Beberapa saat mereka terdiam, dan beberapa detik kemudian Min-joon segera membantu Jung-won berdiri kemudian melepaskan tangannya.

47

Pegawai yang lain melihat kejadian barusan.. mereka tak berkomentar apapun, kemudian bergegas pergi melanjutkan pekerjaannya karena sebentar lagi waktunya restoran beroperasi.

48

Jung-won juga hendak kembali ke dapur, akan tetapi Min-joon memanggilnya untuk memberikan bandananya yang baru-saja terjatuh. Kemudian ia bertanya: “Ponimu itu.. apakah kau mengguntingnya sendiri?”

“Ahh.. iya begitulah..” jawab Jung-won

“Jujur.. itu membuatmu kelihatan lebih menarik..” puji Min-joon yang seketika membuat Jung-won meraa kikuk.

49

Seorang perempuan bernama Seo-won berbicara degan Min-joon. Kelihatannya mereka sangat dekat karena perempuan itu memanggil Min-joon dengan sebutan : ‘oppa’. Disaat yang bersamaan, datanglah Jung-won yang hendak memberikan sewadah seafood.

50

Tak lama kemudian, datanglah seorang pria yang duduk di tempat So-won berada. Jung-won menatap pria itu begitupun sebaliknya.. dari pandangan mereka, sepertinya mereka telah saling mengenal..

51

Ho-bang memberikan ponsel baru untuk Hae-sung (*Tadaaaa Galaxy S8+ lagi! Mau donggg!!!!). Ia mendaftarkan ponsel tersebut atas namanya, dan ia juga telah menyimpan beberapa nomor telpon teman mereka disana.

52

Tiba-tiba ponsel Hae-chul berdering, ia-pun berdiri dan pergi sebentar untuk menjawab telponnya. Samar-samar terdengar ia menyebut nama ‘Gong-joo’, kemudian mengatakan kalau dirinya tengah makan.

Hae-sung penasaran siapa orang yang tengah berbicara dengan adiknya itu? Ho-bang mengira kalau itu pacarnya.. toh Hae-chul sudah cukup dewasa untuk memiliki seorang pacar.

53

Hae-sung menanyakan hal itu secara langsung kepada Hae-chul. Akan tetapi, Hae-chul tak mau memberitahunya, mengtakan kalau ini bukan urusan Hae-sung. Selanjutnya, Hae-sung meminta Hae-chul untuk memberitahunya nomor telpon adik-adiknnya yang lain. Hae-chul menjawab tidak tahu.. dan ia lanjut menjelaskan bahwa mereka sudah berpisah.

“Bagaimana bisa kau berpisah dengan mereka?!”

54

Hae-chul menceritakan bahwasanya Young0jung memutus hubungan tali keluarag setelah ia diterima di Universitas Kedokteran, kemudian Young-in tidak berbicara kepada mereka selama 2 tahun dan setelahnya ia pindah ke Seoul. Kemudian Soo-ji, dia tinggal di panti ketika ia berusia 7 tahun..

“Dasar Young-jung! Bagaimana bisa dia meninggalkan adik-adiknya setelah kuliah di Fakultas Kedokteran! Hey-aa.., katakan dimana aku bisa bertemu dengannya!!!!” tukas Hae-sung

55

Tertanya, Min-joon merupakan guru tutor Seo-won dalam beberapa mata pelajaran. Dan pria yang tengah duduk dihadapan mereka, merupakan Young-jun yang kini tengah bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit milik keluarga Seo-won.

56

Jung-won dan Young-jun berkali-kali saling tatap.. hingga akhirnya, Jung-won memutuskan untuk pergi saja. Young-jung melihatnya, dan ia-pun izin kebelakang, dengan alasan harus menelpon seseorang.

57

Padahal nyatanya, ia bermaksud untuk menemui Jung-won. Dan mereka bertemu.. saling sapa dalan situasi yang terasa begitu canggung. Young-jung menceritakan kesuksesannya.. dalam hal pekerjaan dan juga dalam hal pasangan. Ternyata, Seo-won merupakan tunangannya, namun mereka belum menentukan tanggal pernikahannya.

Terakhir.. ia memberitahukan, bahwa keluarga Seo-won sama-sekali tak mengetahui latar belakang keluarganya. Ia tak memberitahu mereka bahwa dirinya memiliki beberapa saudara, dan untuk kelancaran karirnya.. ia meminta Jung-won untuk tidak membocorkan hal ini.

58

Dengan santai, Jung-won mengatakan kalau ia sama sekali tak peduli akan hal itu.. Akan tetapi, ketika saudaranya mengetahui hal ini maka perasaan mereka akan tersakiti. Terlebih lagi, ketika Hae-sung yang mengetahuinya maka ia tak akan tinggal diam begitu saja..

“Noona... makanya aku memintamu untuk tetap diam. Dan.. jangan hidup dimasa lalu, hiduplah di masa sekarang!” ujar Young-jun

“Tunggu saja.. karena sebentar lagi, kamu akan bertemu dengan Hae-sung..” tukas Jung-won

59

Di rumah sakit, Young-jun tengah duduk bersama dengan Seo-won dan calon ibu mertuanya. Dari situasi dan gesturnya, terlihat jelas bahwa ibunya Seo-won tidak terlalu suka kepada Young-jung.

60

Tiba-tiba, seorang suster masuk dan menyampikan pesan bahwa seorang pria yang kelihatannya masih duduk dibangku SMA bersikeras untuk bertemu dengan Young-jun. Ia-pun menyampaikan bahwa pria itu bernama “Sung Hae-sung”

61

Mendengar nama itu, membuat Young-jung terkejut.. terlebih lagi, tiba-tiba Hae-sung merangsak masuk dan berteriak menyebut dirinya sebagai kakak dari Young-jun. Dalam situasi ini, Young-jun begitu kebingungan. Ia-pun berbohong dengan mengatakan tidak mengenalnya, kemudian menyuruh tim keamanan untuk menyeret Hae-sung keluar darisini.

62

Hae-sung terus meronta.. dan dengan kekuatannya, ia berhasil melempar beberapa pengawal yang menahannya. Kejadian ini membuat Yong-jung shock, hingga ia terjatuh ke lantai..

63

Hae-sung terus berjalan mendekatinya dan Young-jung terus menghindarinya. Berkali-kali, Hae-sung mengatakan: “Ini aku kakakmu.. Kumohon berbicaralah denganku!”

64

Akan tetapi.. tiba-tiba, muncullah si pria misterius yang langsung menarik Hae-sung.. 


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤