SINOPSIS REUNITED WORLDS Episode 4

12:38

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

00

Jung-won begitu terkejut.. Dengan jelas, ia melihat pria dengan wajah persis seperti Hae-sung tengah tergeletak dihadapannya. Beberapa saat, ia hanya terdiam.. namun kemudian ia mencoba untuk membangunkannya, namun tak ada respon apapun.

01

Kemudian, ia memutuskan untuk memabwa Hae-sung kedalam rumahnya. Ia menelpon pusat bantuan, tapi tiba-tiba Hae-sung yang masih dalam kondisi tak sadarkan diri, mengigau menyebut nama ‘Jung-won’

Sontak, Jung-won langsung melemparkan ponselnya... sejenak ia terdiam, kemudian mengambil lagi ponselnya dan memberitahu operator bahwa dia salah memencet nomor. Operator bertanya apak ia baik-baik saja? Dengan suara yang bergetar Jung-won meyakinkan kalau dirinya baik-baik saja.

02

Jung-won memerhatikan wajah Hae-suang, ia mencubit pipinya sendiri kemudian berkata : “Pria ini sangat mirip dengannya.. tapi ini bukan mimpi..”

03

Jung-won mengambil kotak P3K, dia membersihkan kemudian membalut luka di wajah dan juga tangan Hae-sung. Dari jendela, terlihat hujan yang semakin deras.. yang secara tidak sengaja mengingatkannya akan kenangan menyedihkan dari 12 tahun yang lalu..

FLASHBACK

04

Jung-won berlari dibawah guyuran hujan deras.. Dia berhenti didepan sebuah foto studi yang masih tutup. Berali-kali, ia menggedor pintu dengan keras hingga akhirnya ahjussi pemilik studio itu mau membukakan pintu untuknya.

05

Setelah pintunya dibuka, Jung-won merangsak masuk dan mengatakan kalau ia membutuhkan bantuan untuk sebentar saja...

06

Keluarga beserta teman-teman Hae-sung, mengiringi kepergian peti jenazah Hae-sung yang hendak dibawa ke krematorium. Semuanya menangis.. adik-adik kecil Hae-sung terus berteriak memanggil nama sang kakak.

07

Peti jenazah Hae-sung sebentar lagi akan dibawa pergi, disana teman-temannya bertanya.. kemana Jung-won? Karena sedari tadi mereka belum melihatnya. Mereka bahkan sempat menduga kalau Jung-won tak akan datang kesini.. karena mereka mengetahui bahwasanya Jung-won selalu menyalahkan dirinya atas kematian Hae-sung.

08

Dengan memeluk sesuatu ditangannya, Jung-won berlari sekuat tenaga supaya tiba di rumah duka tepat waktu. Ia berhasil sampai disana, namun tak sempat melihat Hae-sung yang untuk yang terakhir kalinya karena peti sudah dimasukkan kedalam bagasi bus.

09

Jung-won menunjukkan benda yang dibawa olehnya.. itu merupakan foto Hae-sung yang tengah tersenyum lebar.. Ia memohon agar foto ini digunakan sebagai foto yang disimpan di makam Hae-sung.

“Nenek.. bolehkah fotonya yang tengah tersenyum digunakan sebagai foto di pemakaman...” pinta Hae-sung, yang sontak membuat tangis mereka semua pecah tak tertahankan.

10

FLASHBACK END

11

Di pagi hari, Hae-sung masih juga belum sadar... Akhirnya Jung-won pergi, namun ia meninggalkan secarik pesan yang ia simpan dimeja samping sofa tempat Hae-sung tertidur.

12

Tak lama setelah Jung-won pergi, perlahan satu per-satu luka di wajah dan tangan Hae-sung menghilang dengan sendirinya..

13

Jung-won bertemu dengan Jin-joo, hari ini ia tak bisa pergi ke kantor dan juga tak bisa tinggal dirumahnya. Jin-joo memahami alasan Hae-sung tak bisa ergi ke kantor, menurutnya Hae-sung telalu gugup bertemu dengan bos-nya. Namun Jin-joo tak mengerti, mengapa Hae-sung tak bisa tinggal dirumahnya sendiri?

“Ahh.. mungkin karena rentenir itu terus menganggumu?” tebaknya

Jung-won mengiyakannya saja.. karena ia mengetahui betuk, kalaupun ia menceritakan apa yang terjadi.. pastilah Jin-joo menganggapnya sebagai orang yang sudah tidak waras.

14

Tiba-tiba, Jin-joo mendapat telpon dari Ho-bang. Ho-bang berbicara dengan nada gemetaran.. ia mengatakan bahwa kali ini ia tengah serius dan bukan sekedar bercanda! Ia mengajak Jin-joo beserta yang lain untuk bertemu, karena ia akan menceritakan pertemuannya dengan Hae-sung. Terakhir, ia meminta Jin-joo untuk mencaritahu keberadaan Jung-won serta memberitahukannya hal ini juga.

15

Mereka berkumpul di sebuah kafe, dan Jin-joo berhasil membawa Jung-won kesana. Awalnya Jung-won agak kesal, karena Jin-joo tak memberitahukan hal ini kepadanya. Namun Jin-joo menegaskan bahwa mereka bertemu untuk membeciarakan sesuatu tentang Hae-sung. 

Ho-bang dkk, sempat dibuat agak dibuat kecewa.. karena baru mengetahui fakta, bahwasanya selama ini Jin-joo mengetahui keberadaan Jung-won, namun ia berbohong kepada mereka..

16

Hae-sung akhirnya bangun.. ia melihat sekeliling dan mencoba untuk memanggil pemilik rumah, namun tak ada jawaban. Ia-pun melihat secarik kertas yang disimpan diatas meja yang isinya : “Setelah bangun, kamu bisa pegi. Periksakanlah dirimu ke dokter..”

17

Kemudian, Hae-sung meraba wajahnya dan tangannya yang sekarang sudah bersih.. tak ada bekas luka sedikit-pun. Tiba-tiba, ia merasa haus.. ia-pun pergi ke dapur dan meminum air.

18

Secara tak sengaja, ia melihat beberapa foto yang ditempel di pintu kulkas. Ia begitu terkejut sekaligus bahagia, karena menyadari bahwa ini merupakan tempat tinggal Jung-won.

19

Ho-bang menunjukkan seragam yang sebelumnya dikenakan oleh Hae-sung. Ia-pun menceritakan kronolgis pertemuannya dengan Hae-sung. Ia mengakui bahwasanya semua ini terasa tidak nyata, namun ia memastikan bahwa ini memang benar adanya.

Karena saat ini Hae-sung tak ada bersama dengannya, ia meminta kepada siapapun yang ditemui duluan oleh Hae-sung untuk menjaganya dan tidak membiarkannya pergi..

20

Jung-won terdiam, ia tak mengatakan apapun karena ia baru menyadari bahwa pria yang sekarang tengah berada di rumahnya, merupakan Hae-sung. Segera ia pamit pergi, kemudian berlari meninggalkan mereka..

21

Sesampainya di rumah, Jung-won sudah tak melihat lagi Hae-sung disana. Ia menghela nafas panjang, kemudian terduduk lesu di sofa.. namun tak lama kemudian, pintu toilet terbuka dan darisana keluarlah Hae-sung..

22

Sembari menunjukkan senyuman hangatnya, Hae-sung menghampiri Jung-won dan mengatakan : “Syukurlah.. aku datang ke tempat yang tepat dan bisa bertemu denganmu.. Ahh.. seperti ini rupanya Jung-won dewasa..”. Jung-won hanya terdiam, matanya berkaca-kaca dan ia tak tahu harus mengatakan apa. 

23

“Bagaimana kabarmu selama aku tiada?” tanya Hae-sung yang hendak menyentuh lengan Jung-won.. Namun Jung-won malah menghindarinya... Hae-sung hanya tersenyum kemudian mengatakan kalau ia memahami perasaan Jung-won yang pasti sangat shock karenanya.

“Lukamu?” tanya Jung-won

Hae-sung menyentuh pipinya, kemudian berkata “Ini memang aneh ‘kan” 

24

Pintu kamar Jung-won terbuka, ahjumma pemilik bangunan masuk dan berteriak menagih uang sewa. Ia melihat Hae-sung dan bertanya siapakah dia? Apakah adik atau sepupunya Jung-won? Dengan gugup, Jung-won memperkenalkan Hae-sung sebagai saudara sepupunya. 

25

Ahjumma memarahi Jung-won yang selalu menghindar ketika ditagih uang sewa. Jung-won mengatakan bahwa ia akan membayarnya minggu depan. Namun ahjumma sudah muak mendengar jawaban itu.. ia-pun terus mengomel menggunakan nada suara yang cukup tinggi dan juga kata-kata yang kedengarannya agak menyakitan. Hae-sung tak terima akan hal ini.. ia-pun menyuruh ahjumma itu untuk bersikap biasa saja!

Jung-won tak ingin perdebatan ini semakin memanas, ia-pun berjanji untuk benar-benar melunasi uang sewanya minggu depan. Ahjumma memberikannya kesempatan yang terakhir, karena jika minggu depan Jung-won masih juga belum membayar.. maka ia akan mengusirnya dari sini.

26

Setelah ahjumma itu pergi. Giliran Hae-sung yang mengomeli Jung-won. Ia bertanya mengapa Jung-won hidup dalam kondisi seperti ini? Meminjam uang dari rentenir dan juga menunggak uang sewa.. mengapa ia bisa mejalani hidup yang menyedihkan?

Jung-won hanya diam.. ia tak mau menjawab pertanyaan itu..

27

Di restoran, Soon-ji memberi kabar bahwasanya Jung-won tidak bisa dihubungi. Kebetulan, Min-joon mendengar hal tersebut... ia tak bertanya lebih lanjut tentang kondisi Jung-won, namun wajahnya menunjukkan rasa khawatir.

28

Hae-sung bermain basket sendirian.. ia melihat anak sekolah yang tengah bermain, kemudian teringat akan kondisi Jung-won yang tengah dililit banyak utang. Ia memahami, bahwa situasi seperti ini, tidak pernah diinginkan oleh siapapun.. namun jika terus dibiarkan, maka utang itu akan makin menumpuk..

29

Jung-won duduk menyendiri sembari meneguk satu botol bir. Setelah itu ia melempar botolnya, tepar ke tong smpah yang berada cukup jauh dari tempatnya berada. Berasaam dengan itu, terlihat Min-joon yang berjalan kearahnya.

“Lemparan yang bagus..” ucap Min-joon

29b

Melihat kedatangan Min-joon, membuat Jung-won merasa agak kikuk. Namun Min-joon meminta Jung-won untuk bersikap santai, karena ia datang kesini hanya untuk memastikan bahwa kondisi Jung-won baik-baik saja. Lagipula, ia menyadari betul bahwa dirinya merupakan alasan Jung-won tidak datang bekerja hari ini.

“Kamu tidak akan benar-benar berhenti dari pekerjaanmu ‘kan?” tanya Min-joon

“Ahh tentu saja tidak, lagipupula aku masih memerlukan banyak uang untuk bisa melunasi utang-ku..” jawab Jung-won

30

Kemudian, Jung-won meminta Min-joon untuk memperlakukannya seperti dulu lagi, seperti ketika ia memperlakukannya sebagai seorang asisten-dapur saja. Min-joon mengangguk faham.. namun ia seikit melempar candaan dengan mengatakan bahwa suasananya tak akan benar-benar bisa sama seerti dulu lagi, karena chef utama sangat kesal terhadap Jung-won yang tiba-tiba menghilang, ia bahkan mengatkan ingin memtahkan kaki Jung-won jika bertemu dengannya lagi (*just kidding*)

31

Hae-sung membawa dua bungkus es-krim ditangannya.. sepanjang jalan, ia berlatih cara untuk memberikannya kepada Jung-won. Akan tetapi, langkahnya terhenti... ketika ia melihat Jung-won yang tengah asyik mengobrol dengan Min-joon.

32

Beberapa saat kemudian, Hae-sung menemui Jung-won dengan memberikan es-krim yang kini telah meleleh. Ia beralasan kalau dirinya sempat tersesat jadi memakan waktu cukup lama untuk bisa sampai disini. Supaya es-nya kembali membeku, ia-pun meminta Jung-won untuk menyimpannya kedalam freezer.

33

Hae-sung meminta maaf, atas perkataannya tadi yang mungkin terdengar cukup kasar. 12 tahun telah terlewati, namun ia tak mengetahui apa saja yang terjadi selama itu. Maka dari itu, ia meminta Jung-won untuk memahami sikap dan kata-katanya yang mungkir terdengar kekanak-kanakan dan tidak dewasa.

34

Dengan semangat, Hae-sung menyinggung kejadian 12 tahun lalu.. tepat sebelum dirinya kecelakaan. Ia menceritakaan kembali moemen ketika Jung-won menyuruhnya mengambil dompet di ruang kelas seni : “Saat itu, kamu bercanca kan? Kamu tak meninggalkan dompetmu disana dan kamu hanya mengerjaiku..” ungkap Hae-sung yang ternyata malah membuka luka-lama di hati Jung-won. 

“Ayoo minta maaf karena kamu telah mengerjaiku..” canda Hae-sung

35

Tiba-tiba Jung-won menangis.. “Kenapa kamu menginggung hal itu? Jadi.. kamu kembali hanya utunk mendengar permintaan maaf dariku? Kalau begitu, lebih baik pergi saja darisini!” tegasnya yang kemudian berlari meninggalkan Hae-sung.

36

Jung-won menyendiri di pinggir laut... Ia meluapkan emosianya dengan terus menangis, sembari melemparkan bebatuan ke air..

FLASHBACK

37

“...PEMBUNUH! DASAR PEMBUNUH...” terdengar suara teriakan berbarengan dengan bebatuan yang dilempar kerumah Hae-sung hingga membuat beberapa kaca pecah. Didalam rumah, adik-adiknya Hae-sung hanya bisa menangis ketakutan..

38

Tak lama kemudian, tibalah Jung-won beserta neneknya Hae-sung. Jung-won memarahi, kemudian mengusir anak-anak pelempar batu itu, kemudian ia membawa nenek masuk kedalam rumah. 

39

Suasanya sangat menyedihkan.. orang seisi rumah hanya bisa menangis. Jung-won berdiri dihadapan foto Hae-sung: “Kau tidak mungkin membunuhnya! Kau bukanlah pembunuh Yang Kyung Chul! Hiduplah kembali dan katakan kepada semua orang kalau kau bukanlah seorang pembunuh!!!” teriaknya sembari menangis 

40

FLASHBACK END

41

Hae-sung duduk sendirian.. ia merenungi kesalahannya dan menyadari bahwa waktu telah beralalu. Dan kondisi sekarang, tidaklah sama dengan kondisi dari 12 tahun yang lalu..

42

Ketika Hae-sung keluar dari rumah, Hae-chul juga baru saja tiba disana. Mereka melihat satu sama-lain, Hae-chul begitu shock.. Ia langsung berlari kabur menjauhi Hae-sung.

43

Namun Hae-sung terus mengejarnya.. hingga secara tak sengaja, Hae-chul terjatuh, ia-pun kemudian berlutut memohon maaf. Hae-sung bertanya, mengapa Hae-chul menjadi seorang gengster seperti sekarang ini?

“Aku tak punya pilihan lain karena aku adalah adikmu!” teriaknya

44

Hae-chul lanjut menjelaskan bahwasanya sebagai adik dari seorang PEMBUNUH, hanya inilah pekerjaan yang bisa dilakukan olehnya. Hidupnya dan hidup keluargnya, telah hancur berantakan karena kakanya merupakan seorang PEMBUNUH!

“Jangan muncul lagi dihadapanku!” tegas Hae-chul yang kemudian berlari pergi meniggalkan Hae-sung yang hanya bisa terdiam tak mampu mengatakan apapun

45

Hae-sung kemudian menelpon Ho-bang.. dengan terbata-bata, ia bertanya untuk memastikan apakah benar dirinya merupakan seorang pembunuh?

46

Mereka mengobrol secara langsung di sebuah kedai.. Ho-bang menjelasakan semua yang terjadi setelah kematian Hae-sung. Orang-orang, menganggap Hae-sung sebagai pembunh Kyung-chul.. Namun Hae-sung langsung mengelak dan menegaskan bahwasanya ketika terakhir kali bertemu, Kyung-chul masih dalam keadaan hidup. Justru dirinya mengamali insiden maut itu , ketika hendak memanggilkan bantuan untuk Kyung-chul..

“Apakah Jung-won juga menganggapku sebagai serang pembunuh?” tanya Hae-sung

47

Tentu saja Jung-won tak mungkin berfikiran seperti itu.. Akan tetapi, Jung-won menjalani kehidupan yang sangat berat karena rasa bersalahnya atas kematian Hae-sung. Ia menganggap insiden itu disebabkan olehnya, dia menganggap Hae-sung meninggal karena ia menyuruhnya pergi ke ruang kelas seni di malam itu.

Setelah Hae-sung meninggal, Jung-won tak pernah datang ke sekolah, ia juga tak mau lagi bertemu dengan teman-temannya. Ho-bang mendengar cerita dari Jin-joo yang mengungkapkan bahwa Jung-won sempat mendapatkan beberapa terapi karena kondisi mentalnya yang benar-benar terguncang. 

Dan sebelum neneknya Hae-sung meninggal, Jung-won lah yang selalu menunggunya ketika di ICU. Bahkan, dia-lah yang membayar seluruh biaya pengobatan neneknya Hae-sung..

48

Hae-sung terkejut mendengar semua cerita itu.. ia tak habis fikir, mengapa Jung-won rela melakukan semua hal itu untuk keluarganya..

49

Jung-won berkemas, merapikan barang-barang di kamarnya. Sepertinya, ia berniat untuk pindah dari tempat ini. Dan diluar, terlihat Hae-sung yang berlari sekuat-tenaga untuk segera menemui Jung-won..

50

“Jungwon-aa.. ini semua bukanlah kesalahanmu. Aku meninggal, bukan karenamu! Dan juga, aku bukanlah seorang pembunuh! Tak ada alasan untukku membunuhnya.. jadi jangan pergi lagi...” pinta Hae-sung yang seketika membuat Jung-won tak kuasa menahan air matanya

51

Perlahan, Hae-sung menghapus air mata jung-won. Ia tersenyum dan mengatakan : “Kamu masih sama jeleknya seperti dulu...”

===========
::: NOTES :::

Dari awal aku punya ekspektasi yang cukup tinggi buat drama ini, dan syukurlah hasilnya enggak mengecewakan. Alur ceritanya cukup menyentuh.. Kehidupan Hae-sung yang rumit, tapi penuh kasih-sayang dan juga kebahagiaan. Kematian dia juga, sepertinya bukan sekedar kematian biasa. Terlebih lagi, karena sebelumnya ada insiden di sekolahnya itu..

Gak ada penjelasan pasti makhluk apakah Hae-sung ini.. Sometimes, aku mikir, mungkin kejadian ini semuanya mimpi Hae-sung atau Jung-won aja ‘kah? 

Karena Hae-sung bukan manusia kloningan, bukan robot, bukan alien juga.. tapi apa hubungannya kemunculan benda misterius di langit sama kemunculan Hae-sung? Mungkinkah sesuai judulnya “Reunited Worlds”, yang mengartikan kalau Hae-sung berasal dari dunia lain? Apalagi dia punya kekuatan ‘super’ dan bisa nyembuhin dirinya sendiri dalam waktu singkat.

Karena akunya cengeng, rasanya kepingin nangis setiap kali adegan Flashbak setelah Hae-sung meninggal T_T

::: TO BE CONTINUED :::

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

5 komentar

  1. Haha iyah aku jga tnpa sadar netesin air mata pas flashback 😭😭😭
    Gomawo unnie
    Ditunggu kelnjtannya

    ReplyDelete
  2. Haha iyah aku jga tnpa sadar netesin air mata pas flashback 😭😭😭
    Gomawo unnie
    Ditunggu kelnjtannya

    ReplyDelete
  3. Huaaa dr kmrn ngubek ngubek nyari drama yg nyantol dhati dr school 2017, the kings love.. dan mendarat di drakor ini... cengeng bgt kalo udah flashback khidupannya haesung������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyadong, Hae-sung miris banget hidupnya T_T

      Udah lama juga aku enggak nonton drama yang genre-nya melo gini T_T

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤