SINOPSIS REUNITED WORLDS Episode 3

08:31

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

00

Palang kereta kembali terbuka.. Jung-won dan Hae-sung berada di posisi saling bersebrangan. Hae-sung terus menundukkan kepalanya, sehingga Jungwon tak sempat melihat wajahnya..

01

Jung-won berlari melewati Hae-sung tanpa meliriknya seidkit-pun. Ia sampai di pinggir jalan raya kemudian pergi menggunakan taksi..

02

Disaat yang sama, Ho-bang berlari menghampiri Hae-sung. Namun Hae-sung menunjukkan raut wajah sedih, “Aku sudah meninggal ‘kan?” teriaknya berulang-kali.

03

Hae-sung berlari ke jalan-raya, dan dari arah samping sebuah mobil melaju kencang kearahnya.. yang sekaligus memulihkan ingatannya, kembali ke 12 tahun silam ketika ia mengalami hal yang sama persis.

“Hari itu.. aku tertabrak tepat di depan sekolah kita dan aku sudah meninggal.. tapi kenapa aku berada disini? Ho-bang jelaskan padaku, siapakah diriku sebenarnya? Apakah aku hantu? Ataukah aku ini setan?” tanya Hae-sung dengan mata yang berkaca-kaca.


04

Ho-bang tak mampu memberikan enejlasan apapun, karena ia sendiri tak mengetahui mengapa ini semua bisa terjadi. Hae-sung bingung, ia tak mengerti situasi apa yang tengah dialaminya sekarang.. ia-pun berteriak histeris dan bersamaan dengan itu, seluruh lampu yang berada disekitarnya langsung pecah satu-demi-satu..

05

===========================
REUNITED WORLDS EPISODE 03
===========================

06

Jung-won tiba di rumahnya, ia berganti pakaian kemudian mengambil sebotol air mineral dari dalam kulkas. Di botol tersebut, Jin-joo meninggalkan secarik pesan yang direkatkan menggunakan permen karet, “Iuh.. menjijikan..” keluh Jung-won

07

Dalam kertas itu tertulis pesan dari Jin-joo : “Bos-mu telah menyatakan perasaannya kepadamu. Lebih baik, kamu menerimanya. Karena jika kamu melepaskannya, kamu akan ‘mati’ (bukan mati beneran, cuman perumpamaan)...”

Jung-won memngingat kembali kejadian tempo hari, ketika Min-joon menemuinya. Ia bertanya pada dirinya sendiri : “Haruskah aku memberikan jawaban secara blak-blakan? Tapi, aku harus mengatakan apa kepadanya?”

08

Jung-won tertidur dan keesokan harinya ia terbangun dalam kondisi wajah yang tertutupi oleh kertas pesan dari Jin-joo. Sialnya, permen karet dari kertas itu.. kini menempel di rambutnya.

09

Jung-won melihat pantulan dirinya cermin, ia-pun bersyukur karena ia hanya perlu memotong poninya sedikit saja. Namun sial.. tiba-tiba ahjumma pemilik bangunan menggedor pintu kamarnya dan berteriak menagih uang sewa padanya. Jung-won yang terkejut, secara tak sengaja menggunting poninya hingga menjadi sangat pendek.

Dia ingin berteriak kesal.. Akan tetapi, ia tak ingin ahjumma mengetahui bahwa dirinya tengah berada di dalam kamar. Pada akhirnya, ia-pun hanya bisa meronta-ronta di atas karpet, tanpa mengeluarkan suara sedikit-pun.

10

Hae-sung mendatangi tempatnya disemayamkan.. ia masih tak bisa memercayai apa yang tengah dilihatnya detik ini. Ho-bang yang menemaninya, kemudian menceritakan segala hal yang ia ketahui tentang keluarganya Hae-sung.

Neneknya Hae-sung telah meninggal 3 tahun yang lalu, dan disemayamkan didekat makam orangtua-nya Hae-sung. Namun ia tak mengetahui kabar adik-adik Hae-sung, karena mereka telah lama hilang-kontak dengannya. 

Hae-sung teringat pada Soo-ji, adik bungsunya.. ia bergumam, mengatakan bahwa Soo-ji pasti sudah tumbuh besar.

11

Kemudian, Hoo-bang bercerita mengenai teman-teman SMA mereka, yang kemarin sempat datang kesini untuk memperingati hari kematian Hae-sung. 

“Jung-won.. mengapa kalian tidak bersama lagi dengannya? Apakah dia baik-baik saja?” tanya Hae-sung

Ho-bang tak yakin akan hal itu, namun ia mengatakan bahwa Jung-won pasti baik-baik saja. Mengalihkan pembicaraan, Ho-bang kemudian memberitahukan bahwasanya ia mengetahui kantor tempat Hae-chul bekerja...

12

Mereka mendatangi sebuah gedung ruko, Hae-sung tersenyum kemudian mengatkan bahwa dirinya merasa bangga karena sang adik telah bekerja di sebuah kantor. 

“Tapi.. perusahaan apa ini?” tanya Hae-sung

Ho-bang ragu untuk memberitahukannya, ia-pun hanya mengatakan bahwasanya tidaklah penting itu perusahaan apa.. yang penting Hae-sung bisa bertemu lagi dengan Hae-chul, adiknya..

13

“Hobang-aa...” terdengar suara seorang wanita yang berteriak memanggilnya. Ho-bang melihat wanita itu dan menyapanya, “Jiyoung-aa...”

Hae-sung membalikan badannya dan juga tersenyum kearah Ji-yong. Namun melihatnya, malah membuat Ji-young shock.. ia melihat nama yang tertera di seragam Hae-sung, dan langsung pingsan setelahnya..

14

Semua orang panik melihatnya terjatuh di tengah jalan, mereka menghampirinya dan Ho-bang langsung menelpon ambulans untuk minta bantuan. 

15

Akan tetapi, diantara kerumunan orang itu.. muncullah seorang pria tak dikenal. Sejenak, ia melirik Ji-young yang tengah terkapar di jalanan, namun kemudian ia melihat kearah Hae-sung dengan tatapan yang ‘misterius’

16

Ho-bang menyadari bahwa kemunculan Hae-sung, pastilah membuat semua orang terkejut. Termasuk dirinya sendiri, yang juga pingsan ketika pertama kali melihat Ha-sung. Maka dari itu, ia membelikannya pakaian beserta topi. Karena orang-orang akan sangat shock ketika melihat Hae-sung berkeliaran menggunakan seragam dengan namanya sendiri. 

17

Di restoran, Min-joon di ceramahi oleh koki yang seharusnya bertugas untuk menggantikannya selama ia pergi ke Paris. Ia menyebut Min-joon ‘bodoh’, karea telah membuang kesempatan emas. Namun, Min-joon sendiri tak banyak berkomentar, ia hanya meminta maaf dan mengatkan kalau dirinya memang tak bisa pergi kesana. 

18

Dibelakangnya, Jung-won menguping pembicaraan mereka hingga membuatnya tak fokus dengan pekerjaannya sendiri. Koki atasannya melihat hal itu dan ia-pun langsung memarahi Jung-won. Namun Jung-won menanggapinya santai, ia meminta-maaf kemudian izin pergi sebentar karena ada urusan yang katanya ‘penting’

19

“Boss, kau boleh lanjut memarahiku ketika aku kembali lagi..” teriaknya sembari berlari mundur, hingga membuatnya sempat menabrak meja makan

20

Ternyata Jung-won pergi untuk menemui Min-joon yang sekarang tengah sibuk menyirami tanaman di rooftop. Min-joon tersenyum melihat kehadirannya, terlebih lagi setelah melihat tampilan poni baru-nya.

21

Tak mau basa-basi, Jung-won langsung bertanya : “Anda mengingat apa yang anda katakan pada saya kemarin ‘kan?”

“Iya..” jawab Min-joon

“Yang saya fahami, anda tidak pergi ke Paris karena saya. Benar ‘kah itu?” tanya Jung-won

“Iya benar..” jawab Min-joon

22

Jung-won agak dibuat kaget dengan sikap Min-joon yang sangat blak-blakan tentang perasaannya. Ia-pun lanjut bertanya: “sebelum mengatakan itu, anda tidak minum alkohol ‘kan?”

“Tentu saja tidak..” jawab Min-joon

Jung-won menarik nafas dalam-dalam, kemudian mengungkapkan perasaannya secara blak-blakan. Menutrutnya, Min-joon sedang mempermainkan perasannya saja. Hanya karena Min-joon merupakan bos-nya bukan berarti ia bisa melakukan hal itu : “Jangan merasa memiliki segalanya, hanya karena anda membayara gaji saya! Pokoknya, jika hal seperti ini terulang kembali.. Saya tak segan-segan untuk menghancurkan karir anda..”

23

Jung-won berjalan pergi dengan tergesa-gesa.. namun tanpa disadarinya, ia telah menjatuhkan secarik kertas disana. Min-joon mengambilnya, ia dibuat tersenyum geli setelah melihat isi kertas tersebut yang berisikan daftar hal yang baru saja dikatakan oleh Hae-sung kepadanya.

24

Ternyata, malam sebelumnya.. sebelum tertidur, Jung-won telah memikirkan matang-matang, hal apa saja yang harus dikatakan olehnya ketika bertemu dengan Min-joon.

25

Hae-sung mendatangi ruko tempat Hae-chul bekerja.. Ia sempat disenggol oleh tiga orang rentenir yang tanpa ia ketahui, salah satunya adalah Hae-chul.

26

Dari kejauhan, Hae-sung melihat ketiga rentenir itu tengah memarahi seorang pelayan yang meminjam uang kepada mereka. Hingga salah-seorang rentenir itu memanggil nama Hae-chul dan menyuruhnya untuk memberikan pelajaran kepada pelayan yang belum bisa membayar hutangnya meskipun sudah jatuh-tempo.

27

Hae-sung terkejut.. ia tak percaya bahwa Hae-chul kecil yang dulu bahkan seringkali mendapatkan nilai 100 di sekolahnya.. Kini malah menjadi seorang rentenir. Hal ini, tentu saja menjadi pukulan berat bagi seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya..

28

Hae-chul disuruh bos-nya untuk menemui Jung-won,... tentu saja untuk menagih hutangnya. Namun Hae-chul ragu untuk melakukan tugas itu..

29

Hae-sung berjalan di lorong ruko, tempat kantor rentenir itu berada. Hal aneh sekaligus magis, kembali dialami olehnya.. tiba-tiba, telinganya berdenging. Ia bisa mendengar dengan jelas suara-suara orang yang berada disekitarnya. Awalnya ia merasa terganggu, akan tetapi.. karena hal itu, ia akhirnya berhasil menemukan ruangan dimana Hae-chul berada.

30

Hae-sung menguping pembicaraan dari luar, ia mendengar mereka yang tengah menyebut-nyebut nama Jung-won. Hae-chul menolak untuk melakukan tugas itu.. ia mengakui bahwa dirinya mengenali Jung-won secara pribadi dan hal itu membuatnya merasa tak enak hati jika harus menagih hutang padanya.

“Bukankah itu lebih baik.. jika memang kau mengenalnya maka lebih mudah untuk menagih hutang padanya!”

31

Hae-chul terus menolak, hingga akhirnya ia dipukuli habis-habisan. Hae-sung tak bisa tinggal diam, ia-pun membuka pintu dan langsung berteriak : “HENTIKAN!”

32

Memanfaatkan kesempatan ini, Hae-chul langsung berlari kabur.. sementa Hae-sung menghampiri kedua pria itu untuk menanyakan dimanakan keberadaan Jung-won. Kedua pria itu hendak menghajar Hae-sung, namun dengan kekuatan ‘super’-nya, Hae-sung berhasil membuat mereka ketakutan hingga akhirnya bersedia memberitahukan alamat Jung-won.

33

Di restoran, sekarang sudah jam-nya istirahat... para pegawai melakukan permainan sambung-garis untuk menentukan siapa orang yang akan membelikan es-serut.  Min-joon berjalan melewati mereka, dan pamit untuk pergi keluar sebentar.

34

Sekarang giliran Jung-won untuk bermain, namun Jung-won sibuk membersihkan sayuran dan menyuruh Soon-ji untuk menggantikannya saja. Karena kebetulan ada Min-joon, para pegawai-pun memintanya untuk bermain menggantikan Jung-won yang kini tengah mencuci dibelakang hingga ia tak mengetahui hal ini.

35

Sialnya.. Min-joon kalah.. yang berarti Jung-won harus membelikan mereka es-serut. Jung-won belum mengetahui bahwa orang yang menggantikannya dalah Min-joon. Ia-pun berteriak mengomeli Soon-ji, “Aaa.. harusnya kupotong juga tanganmu..” keluh Jung-won

Min-joon mendengarnya dan ia langsung berjalan pergi sembari memegangi pergelangan tangannya tana mengatkan apapun...

36

Jung-won menunggu pesanan es-serut-nya tiba. Ia duduk sembari mengeluhkan nasibnya yang tidak pernah beruntung alias selalu sial,

37

Bersamaan dengan itu, muncullah Min-joon yang langsung duduk disampingnya dan meminta maaf kepadanya. Jung-won sempat terkejut melihatnya.. tetapi kemudian ia menjelaskan kalau dirinya memang tidak pernah beruntung.

“Ngomong-ngomong.. kenapa anda berada disini?” tanya Jung-won

“Ahh.. ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu..” jawab Min-joon

38

Min-joon ingin menjelaskan bahwa dirinya sama-sekali tidak berniat untuk bermain-main dengan Jung-won, karena kali ini ia benar-benar ingin menjalin hubungan yang serius dengan Jung-won.

“Hmm.. kurasa aku sudah menceritakan pemikiranku tentangmu, waktu di rooftop..” ucap Jung-woon dengan gugup

39

Pesanan es-nya tiba,... Kemudian Jung-won memanfaatkan hal ini untuk segera pamit pergi meninggalkan Min-joon.

Namun beberapa saat kemudian, terdengar suara teriakan Jung-won : “Daepyo-nim!!! (panggilan untuk bos) Tolong aku!!!!”

40

Min-joon segera berlari menghampirinya.. disana tengah berdiri Jung-woon dalam posisi yang sangat kaku dan terus-terusan berteriak meminta tolong. Ternyata, Jung-won ketakutan karena ada binatang sejenis jangkrik yang hinggap di kepalanya. Min-joon tertawa geli kemudian mengambil binatang itu dan menaruhnya kembali di batang pohon.

“Terimakasih..” ucap Jung-won

Tanpa mengatakan apapun, Min-joon langsung  mengambil tas yang tengah dijinjing oleh Jung-won, ia mengatakan kalau es ini akan segera mencair.. Maka dari itu, ia akan memberikannya tumpangan untuk kembali ke restoran.

41

Mau tak mau, pada akhirnya Jung-won masuk kedalam mobilnya Min-joon. Suasanya terasa kikuk, namun Jung-won membuka pembicaraan dengan langsung mengungkapkan segala kekurangannya sebagai seorang wanita yang pasti akan membuat Min-joon merasa tidak cocok dengannya karena ia menduga sikap Min-joon seperti ini, karena belum mengetahui karakter aslinya.

Jung-won mengatakan kalau dirinya itu memiliki banyak hutang, memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap alkohol, dirinya juga bukan tipe perempuan yang bisa menjaga kebersihan dan cendurung jorok, dirinya juga bodoh, tidak berpendidikan dan bukan berasal darai keluarga  yang terhormat. Terakhir, adalah kehidupannya yang selalu sial dan tidak pernah beruntung..

42

Namun setelah mendengar semua itu.. Min-jon malah tersenyum. Ia berterimakasih karena Jung-won telah jujur kepadanya dan itulah yang membuatnya semakin tertarik kepada Jung-won...

43

Hae-sung berada dalam bis menuju kediaman Jung-won. Didekatnya, berdiri seorang pria misterius yang kita lihat sebelumnya.. Pria itu menghampiri Hae-sung dan lansgung bertanya : “Kau baru kembali ‘kan? Kapan kau kembali?”

Hae-sung agak terkejut karenanya, ia-pun menjawab kalau dirinya tak memahami maksud dari pertanyaan itu.

44

Pria misterius itu tak memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia malah turun dari bis dan berjalan pergi entah kemana...

45

Hae-sung tiba di kediaman Jung-won.. Ia menemukan kamar Jung-won dan beberapa-kali menekan bel, namun tak ada jawaban.. Karena sepertia yang kita semua tahu, bahwa Jung-won masih berada di tempat kerjanya..

46

Hae-sung terus menunggu.. hingga langit yang terang berubah jadi gelap. Namun tiba-tiba, dua orang rentenir yang dihajarnya tadi siang.. datang dengan membawa beberapa orang bodyguard.

47

Tanpa penjelasan apapun, mereka lansgung menghajar Hae-sung habis-habisan. Dan anehnya,.. kali ini Hae-sung sama-sekali tidak bisa memberikan perlawanan apapun, hingga membuatnya terkapar, tak sadarkan diri..

48

Saatnya restoran untuk tutup, semua orang pegawai dipersilahkan untuk pulang. Akan tetapi, Hae-sung mendapat pekerjaan tambahan dari koki atasannya. Ia disuruh membereskan bahan-bahan makanan terlebih daulu.

49

Sembari menyelesaikan pekerjaannya itu, Hae-sung melakukan video-call dengan Jin-joo.. awalnya Jin-joo juga dibuat terkejut ketika melihat potongan poni Jung-won. Namun Jung-won tak mau membahasnya lebih lanjut dan mengatakan kalau ini semua salahnya Jin-joo.

50

Di kantornya, Chef utama tengah berdiskusi dengan Min-joon. Mereka memerlukan koki tambahan.. sebenarnya Jung-won bisa mengisi posisi itu namun Chef mengeluhkan sikap Jung-won yang selalu tidak fokus dan kemampuannya belum cukup.

“Apa yang kau lakukan..” celetuk Chef yang kemudian mmebuat Min-joon kebingungan. Ternyata, chef mengatakan hal itu setelah melihat tingkah aneh Jung-won dari layar CCTV di meja Min-joon.

51

Darisana, terlihat Jung-won yang tengah sibuk sendiri memegangi wortel dan bawang daun ditangannya sembari bertingkah seperti seseorang yang hendak bertarung.

52

Ternyata... Jung-won melakukan hal ini sesuai instruksi dari Jin-joo. Ia memberitahunya, strategi untuk melawan para renternir yang selalu mengejarnya itu. Menurutnya, daripada menunjukkan sisi kelemahannya.. akan lebih baik apabila Jung-won menunjukkan sisi ‘tidak-waras’ nya.

53

Ketika hendak pulang, Jung-won berpapasan dengan Min-joon. Ia tak mau obrolan mereka menjadi panjang, akhirnya ia-pun buru-buru pamit dan langsung berlari pergi...

54

Diluar hujan deras.. Jung-won trun dari bus dan bergegar lari menuju ke rumahnya. Lampu jalan hampi mati, dan terus saja berkedap-kedip.. ung-won melihatnya sejenak dan menduga kalau ini pasti karena hujan..

55

Langkahnya terhenti, karena ia melihat sesosok pria yang tergeletak begitu saja di jalanan. Suasanya sangat gelap hingga membuatnya tak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas.. 

56

Setelah melihatnya lebih dekat, Jung-won langusng shock.. Ia bahkan menjatuhkan tas yang tengah dipegangnya, tanpa bisa mengatakan sepatah kata apapun... 


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤