SINOPSIS REUNITED WORLDS Episode 2

17:04

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

00

Ho-bang benar-benar terkejut.. “Bahkan suaranya saja sama persis..” gumamnya. Hae-sung berjalan mendekatinya, namun ia terus menjauh mundur, bahkan setelah terjatuh.. ia tetap bergeser menjauhi Hae-sung karena takut sekaligus tak bisa memercayai apa yang tengah dilihatnya saat ini.

01

Hae-sung melihat nama Ho-bang yang tertulis di seragam polisi, ia-pun nampak lega dan memastikannya kembali dengan bertanya: “Kau ini Ho-bang dari kelas 1, ‘kan? Nama panggilanmu Anpaman.. ”

Ho-bang makin terkejut karena pria dihadapannya itu mengenalinya, ia-pun mengusirnya pergi. Namun Hae-sung terus mendenkatinya dan meminta penjelasan apa yang sebenarnya telah terjadi kepadanya. Belum sempat menjawab apapun, kali ini Ho-bang malah jatuh pingsan.

02

=============================================================

03

Di sebuah restoran.. situasinya sangat hektik.. begitu banyak pelanggan maka para-koki harus bekerja ekstra sigap. Namun diantara mereka, terlihat Jung-won.. yang bahkan melakukan pekerjaannya yaitu membersihkan sayuran dengan sangattt santai.

04

Atasannya sempat datang dan menegurnya.. Jung-won meminta maaf.. Namun setelah atasannya itu prgi, ia tetap melanjutkan pekerjaannya itu dalam ritme yang lamban.

05

Tak lama kemudian, datanglah Soon-ji.. ia merupakan pelayan di pelayan di restoran ini. Ia menghampiri Jung-won untuk memberitahunya bahwa ada dua orang pria yang tengah mencarinya.

06

“Dua orang pria?” ucap Jung-won yang kemudian langsung menyuruh Soon-ji untuk mengatakan kepada pria itu bahwa ia tak ada disini. Segera, secara mengendap-endap.. Jung-won meninggalkan dapur dan measuki gudang penyimpanan bahan makanan. Ia mencoba untuk kabur lewat jendela..

07

Ia menumpukkan beberapa karung tepung, kemudian menaginjaknya untuk bisa naik ke-jendela. Ketika setenga badannya sudah keluar, kakinya agak tersangkut.. dan bahkan sandalnya terjatuh.. Namun ia tak peduli, dan tetap berusaha keras untuk mengeluarkan diri.

08

Tak jauh dari tempatnya berada, tepatnya di tangga.. terlihat dua orang pria yang tengah memerhatikan tingkahnya. Salah satu dari pria itu adalah Sung Hae-Chul (Kwang Dong-yeon), ia merupakan bawahan pria gondrong yang sepertinya seorang rentenir.

“Bos.. kau sangat hebat.. bagaimana bisa kau mengetahui kalau perempuan itu akan kabur lewat sini..” ujar Hae-chul

09

Pria gondrong turun menghampiri Jung-won yang masih berjibaku untuk mengeluarkan diri dari jendela itu. Bahkan, ia membantunya hingga Jung-won sepat mengucap terimakasih kepadanya.

10

Meskipun demikian, ketika Jung-won melihat wajahnya.. Ia langsung gemetar ketakutan karena orang yang ingin ia hindari, ternyata malah ada dihadapannya saat ini.Pia gondrong memarahinya, karena tak mengangkat telpon darinya.. Namun Jung-won punya alasa, ia megatakan kalau ponselnya berada dalam tas yang tertinggal di bus. Selain itu, ia-pun memelas memohon toleransi waktu lebih.. ia mengatakan kalau bos dari pekerjaan paruh-waktunya di bar. Menghilang tanpa sempat membayar upahnya.

11

Hae-chul yang masih berada di tangga.. ia sepertinya mengenali Jung-won, ia bahkan mengeluhkan.. mengapa target-nya hari ini adalah Jung-won...

12

Akhirnya pria itu bersedia memberikan sedikit toleransi.. namun sebelum pergi, ia menegaskan supaya Jung-won segera membawayr hutangnya 3 bulan kebelakang ini.. jika tidak, ia-pun tak segan-segan untuk pindah mejadi tetangganya Jung-won supaya bisa menagihnya setiap-waktu.

13

Di bandara.. tepatnya, di area keberangkatan Internasional... kita melihat Cha Min-joon (Ahn Jae-hyun) yang hendak pergi ke Paris...

14

Di restoran, koki pengganti Cha Min-jon tengah berbicara dihadapan seluruh pegawai. Ia mengatakan bahwa Min-joon akan sekolah selama 2 tahun di Paris, dan setelah kembali kesini.. ia akan menjadi koki yang hebat di Korea. Namun semasa kepergiannya, maka dialah yang akan bertanggung-jawab untuk mengurus restoran itu.

Dia meminta seluruh pegawai untuk tetap menjaga kerja-sama dan semangat-kerja yang maksimal. Karena bagaimana-pun juga, keberhasilah restoran ini bergantung ditangan mereka bersama...

15

Ketika semua pegawa bertepuk-tangan.. Jung-won malah menundukkan kepalanya dan menghela nafas panjang..

FLASHBACK

16

Min-joon berjalan mondar-mandir di depan tempat-tinggal Jung-won. Disaat yang bersamaan, Jin-joo tiba disana, dan ia langsung mengenali sosok Min-joon yang merupakan bos-nya Jung-won. Ia-pun bersembunyi dibalik tembok dan mengataka : “Oh my god... ini akan menjadi berita besar...”

17

Tak lama kemudian, Jung-won tiba.. ia terkejut melihat keberadaan Min-joon yang seharusnya telah beradai di Paris. Namun Min-joon mengatakan kalau dirinya daang kesini karena Jung-won tidak mengankat telponnya.

“Ahhh... telponku sedang tidak berada ditanganku sekarang... Tapi, bukankah seharusnya anda telah berada di Paris?” tanya Jung-won

Min-joon menjelaskan kalau dirinya memilih untuk tidak pergi.. Ia merasa kahwatir dan cemas. Jadi ia memilih untuk tetap tinggal disini. Jung-won memahami hal tersebut, ia meyakini bahwa Min-joon akan terus mengkahwatirkan restorannya.

18

Namun Min-joon malah menyinggung kemampuan Jung-won dalam memasak. Meskipun tidak memiliki bakat, setidaknya... Jung-won perlu memperbaiki kemampuannya.

“Maafkan aku chef...” ucap Jung-won

19

Min-joon mengangguk faham, ia pamit kemudian berjalan pergi sembari tersenyum...

20

Tak lama kemudian, Jin-joo lkeluar dari persembunyiannya. Ia langsung berlari menghampiri Jung-won dan memberinya dua jempol sekaligus, “DAEBAK!!!! Jungwon-aa, kau memenangan lotere!!!” ujarnya

Jin-joo lanjut menjelaskan, bahwa secara tidak langsung.. Min-joon telah menyatakan perasaannya kepada Jung-won. Dia tidak pergi ke Paris, dan malah datang kesini untuk menemui Jung-won: “Dia sangattt keren” ujarnya

21

Jung-won sama-sekali tak tertarik akan hal itu, ia malah mengatakan kalau besok dirinya harus kembali pergi ke Chungho untuk mencari tas-nya. Mendengar itu, membuat Jin-joo lansgung memukul tangannya dan berteriak memarahinya: “Hey-aaa!!! Kau tahu, tadi aku berusaha-keras untuk membuat mereka tidak berpapasan denganmu!!!”

Ternyata, Jung-won memang sengaja menyuruh Jin-joo untuk tidak memberitahukan keberadaannya kepada teman-teman yang lain. Entah apa alasannya, namun ia sendiri yang menginginkannya.

22

Kondiri kamar Jung-won sangat berantakan.. bekas makanan ringan berceceran dilantai, ia bahkan menaruh uang-nya didalam penanak-nasi. Jin-joo mengomelinya, mengatakan kalau setidaknya ia harus membersihkan kamarnya sendiri.

23

Jung-won tak merasa risih dengan kondisi kamarnya, ia-pun menceritakan kejadian ketika ia melihat seseorang mirip Hae-sung, yang membuat Jin-joo kembali mengomelinya.. ia meminta Jung-won untuk berhenti memikirkan Hae-sung, ia harus ingat kalau 12 tahun telah berlalu semenjak insiden itu.

24

Terakhir sebelum pergi, Jin-joo kembali mengingatkan Hae-sung bahwa Min-joon telah menyatakan cintanya, jadi Hae-sung harus memikirkan hal itu secara baik-baik!

25

FLASHBACK END 

Di sebuah kedai, Ho-bang menemani Hae-sung yang kini tengah menyantap mie dengan sangat lahap. Ia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.. hingga ia bahkan menyentuh tangan Hae-sung, untuk memastikan bahwa orang dihadapannya itu benar-benar nyata, bukan khayalan belaka.

26

Hae-sung bertanya, dimana Jung-won? Namun Ho-bag menjawab tidak-tahu, ia mengakui kalau mereka sudah lama hilang-kontak.

“Bagaimana bisa itu terjadi?” tanya Hae-sung

“Yaa.. begitulah, dalam kehidupan hal seperti inimungkin saja terjadi..” ucap Ho-bang

27

Karena 12 tahun telah berlalu.. Ho-bang kemudian bertanya, apakah Hae-sung masih mengingat kejadian pada ‘hari itu’? Hae-sung tersnyum, “Tentu saja aku mengingatnya..”

FLASHBACK

28

Hae-sung sangat hebat dalam memasak.. Saat hari masih pagi-buta, ia membuatkan sarapan untuk seluruh keluarganya. Ia tinggal bersama dengan neneknya dan beberapa adik kecilnya yang masih duduk di bangku sekolah.

29

Sebagai kakak tertua, Hae-sung menjadi sandaran untuk adik-adiknya. Dua adiknya yang perempuan-pun sangat dekat dengannya. Soo-ji (adik bungsu), bahkan meminta Hae-sung untuk mengikatkan rambutnya.

30

Pagi ini, mereka semua berkumpul di meja-makan, Hae-chul mengatakan kalau dirinya akan menyatakan perasaannya kepada Hong Na-ra, “Aku akan menciumnya!”

Perkataannya itu membuat yang lainnya tertawa, Hae-sung mengatakan kalau mereka bisa membicarakan hal seperti itu ketika berduaan saja. Young-in mengingatkan Hae-chul bahwa perempuan tidak suka dicium tanpa-izin.. makanya jangan melakukan hal itu.

31

Nenek mengeluh, mengatakan kalau di pagi hari seperti ini.. tidak pantas untuk membicarakan ‘ciuman’. Hae-sung kemudian bertanya, dimana Young-jun (adiknya)? Nenek menceritakan bahwa akhir-akhir ini Young-jun sering pergi lebih-awal dan pulang lebih larut: “Anak itu.. aku mengkhawatirkannya, karena dia terlalu sering belajar..”

Hae-sung menangganguk faham.. bagaimanapun juga, Hae-sung selalu mendapat peringkat pertama dikelasnya dan keluarga merka meyakini, bahwa Young-jun akan menjadi seorang dokter.

32

Dari luar, terdengar suara bel sepeda.. seluruh keluarga sudah bisa menebak, kalau itu pasti Jung-won. Hae-sung pun segera bersiap-siap, sebelum pergi ia mencium pipi Soo-ji. Dan lucunya, Soo-ji malah mengatakan: “Ihhh.. perempuan tidak suka dicium tan-izin terlebih dahulu...”

33

Hari ini, merupakan hari ulang-tahun Hae-sung.. Jung-won berlatih, mencari cara yang tepat untuk mengucapkan selamat ulang-tahun. Namun lama-kelamaan, ia merasa geli dengan tingkahnya sendiri.

34

Tiba-tiba Hae-sung keluar, dan kebetulan Jung-won tengah mengulurkan tangannya kedepan dengan mengeluarkan bentuk batu. Hae-sung lansgung mengeluarkan bentuk kertas dan berteriak “Yeay aku menang!” sembari meng-‘getok’ dahi Jung-won.

“Hey-aaa!!! Itu tidak adil..” keluh Jung-won

35

“Suruh siapa kau berdiri disana tengan tangan seperti itu..” ujar Hae-sung yang kemudian pergi dengan mengendarai sepedanya.

“Karena ini hari ulang-tahunmu aku akan membiarkanmu menang begitu saja...” gumam Jung-won

36

Mereka berdampingan, mengayuh sepeda melewati jalanan pedesaan yang masih asri.. ketika melewati pesawahan, mereka meendorong sepedanya dan disaat itu, Jung-won mencoba untuk mengorek informasi.. ia menanyakan beberapa hal untuk mencaritahu, apakah Hae-sun menyadari kalau dia ulang-tahun hari ini?

“Apa menu sarapanmu?”

“Apa menu pendamping nasinya?”

Jung-won menjawab apa yang barusa ia masak, dan ia tak menyebutkan sup rumput laut, yang berarti.. ia tak menyadari kalau ini adalah hari ulang tahunnya sendiri.

37

Di keranjang sepeda Hae-sung, Jung-won melihat sebuah kotak makan. Hae-sung mennjelaskan bahwa ia ingin memberikannya kepada Jung-yun.

“Sepertinya, Jung-yun merupakan anak kesayangan di keluargamu..” keluh Jung-won

“Iyupss.. dia selalu menjadi yang pertama di kelasnya. Dan tahun depan, adalah tahun terakhirnya di SMA, jadi aku harus merawatnya dengan baik..” ujar Hae-sung

“Tapi sekarang.. kau sudah berada di tahun terakhirmu! Seharusnya, kau juga memehatikan dirimu sendiri..” tukas Jung-won

38

Hae-sung tak mau membahas hal itu.. Ia malah menyinggung obrolan di meja-makan pagi tadi: “Jungwon-aa, kau tahu.. sekarang anak-anak melakukan ciuman pertamanya di usia yang sangat muda..”

Jung-won mengernyit heran, “Dasar cabul..” ujarnya yang kemudian pergi, mengayuh sepedanya duluan

39

Ho-bang juga hendak pergi sekolah.. Ia-pun mengayuh sepedanya berdampingan dengan Hae-sung, sementara Jung-won sudah tiba duluan di parkiran sepeda.

40

Jung-won mengeluarkan sebuah kalung dengan gantungan sendok dan garpu.. Sudah pasti, ia akan memberikannya sebagai hadiah ulang-tahun untuk Hae-sung.

41

Jung-won pernah bertanya, apakah Hae-sung tidak akan mengambil tes masuk Universitas? Hae-sung mengangguk, ia menjelaskan kalau dirinya ingin mengambil sekolah memasak.

“Bohong..” ucap Jung-won. Menurutnya, Hae-sung tidak mengambil ujian lanjut karena karena masalah keuangan. Padaha sebelumnya, Hae-sung selalu mengatakan, kalau ia ingin masuk Fakultas hukum.

42

“Kau yakin tak akan menyesali pilihanmu ini?” tanya Jung Won

Sambil tersenyum, Hae-sung mengatkaan kalau dirinya telah menemukan kegemarannya. Ia ingin menjadi seorang koki hebat, dan membuka sebuah restoran besar sehingga seluruh keluarganya bisa hidup dengan mapan, “Kau juga harus datang ke restoran-ku.. nanti aku akan memberikanmu banyak makanan gratis..”

“Aku tidak akan datang kesana..” tukas Jung-won

43

Di parkiran sepeda, Dong-hyun menghampiri Jung-won. Mereka saling-sapa dan mengobrol sejenak.

44

Di saat yang bersamaan, Hae-sung dan Ho-bang juga tiba disana dan melihatnya. Ho-bang menceritakan bahwa Dong-hyun merupakan ketua kelas seni, dan para siswa mengatakan bahwa Dong-hyun sangat menyukai Jung-won, “Mereka akan menjadi pasangan yang serasi..” ucap Ho-bang yang membuat Hae-sung langsung menunjukkan ekspresi ‘cemburu’

45

Ketika berpapasan dengan Dong-hyun, Hae-sung sengaja mennyenggolnya.. Ia menatpnya tajam dan mengatakan: “Fokus menggambar saja di kelas seni-mu itu!”

46

“Haesung-aa, aku akan bolos dari kelas seni-ku.. Apakah kau juga mau bolos dari pekerjaanmu?” tanya Jung-won. Dengan ketus, Hae-sung mengatakan kalau ia tak mungkin melakukan hal itu. Ia-pun pamit pergi duluan, karena ia harus menemui Jung-yun terlebih dahulu.

“Kenapa lagi anak ini..” gumam Jung-won

47

Hae-sung mendatangi kelas Jung-yun, namun disana tak ada Jung-yun.. Ia bertanya kepada salah satu siswa disana, dan dengan gugup siswa itu mengatakan kalau Jung-yun memang sedang berada ditempat lain.

48

Hae-sung berlari menuju klinik sekolah.. ketika membuka pintu, disana telihat Jung-yun dalam kondisi wajah yang telah babak-belur. Hae-sung bertanya kenapa? Namun Jung-yun sibuk membaca bukunya dan mengabaikan pertanyaan dari Hae-sung.

“Aku dengar ini bukan perkelahian.. tapi kau dipukuli? Ceritakanlah padaku, siapa yang telah membuatmu seperti ini?” tanya Hae-sung

49

Jung-yun mengatakan kalau dirinya hanya ingin belajar dengan tenang dan ia tak mau membuat keributan dengan mempermasalahkan hal seperti ini. Akan tetapi, Hae-sung bersikeras menanyakan siapa yang telah memukuli Jung-yun??

“Kau beritngkah seperti ini, supaya terlihat seperti kakak-ku, ‘huh !?! Asal kau tahu! Aku dipukuli seperti ini, karena kau adalah kakak-ku! Ini semua salahmu!” ungkap Jung-yun

50

Jung-won duduk di kelasnya, ia asyik menggambar di buku pelajarannya.. disana juga ia menulis ‘Ulang tahun Hae-sung, si bodoh’

Tiba-tiba, Hae-sung masuk ke kelasnya.. Namun tidak untuk menemuinya, melainkan untuk menghajar Jung-chul. Karena ternyata, Jung-chul merupakan orang yang telah membuat Yung-jun jadi babak-belur.

51

Melihat Hae-sung kalap, malah membuat Jung-chul tertawa senang. Ia terus memanas-manasinya dengan mengatakan bahwa saat inilah yang ia tunggu-tunggu. Sebagai siswa baru, ia mendengar bahwa Hae-sung merupakan siswa yang paling hebat di SMA ini, maka dari itu.. ia ingin membuktikannya sendiri.

“Hey.. kudengar Yung-jung bukan adik kandungmu, ‘kan..” ungkap Jung-chul yang seketika membuat Hae-sung benar-benar marah.

52

Untunglah, teman-temannya tiba diwaktu yang tepat. Dengan sekuat tenaga, mereka menyeret Hae-sung untuk pergi meninggalkan kelas ini.

53

Di kursi taman sekolah, Jung-won mengomeli Hae-sung.. Ia mengingatkan bahwa tahun sebelumnya, Hae-sung telah mendapat hukuman karena perkelahian. Maka dari itu, sekarang ia harus menghindari permasalahan, lagipula sebentar lagi liburan musim-panas akan tiba.

“Tapi.. ulah dia yang memukuli Jung-yun membuatmu marah!” tegas Hae-sung

“Baiklah.. kalau begitu, apakah perlu aku sendiri yang memberikannya pelajaran?” ujar Jung-won

54

Hae-sung melarangnya melakukan hal itu.. Ia bahkan berjanji untuk menahan emosinya saja dan melupakan hal ini.

“Janji yaaa..” pinta Jung-won

“Iya, aku berjanji..” jawab Hae-sung

55

Hari berubah gelap.. Hae-sung berjalan menuju kedai tempatnya bekerja paruh-waktu. Namun... langkahnya terhenti, ketika ia melewati kios tempat menjual aksesoris perempuan. Ia-pun teringat, aat ketika Jung-wong mengatkan bahwa dia akan bolos dari kelas seni-nya.

56

Hae-sung menghampiri kios aksesoris tersebut, kemudian membeli sebuah pita cantik berwarna biru-muda..

57

Setelah itu, Hae-sung meminta izin ke pemilik kedai tempatnya bekerja. Ia bahkan berbohong, dengan mengatakan bahwa dirinya tak bisa masuk kerja karena ada urusan keluarga yang sangat mendesak. Pemilik kedai memahami hal itu, ia-pun mengizinkannya untuk mengambil hari libur.

58

Sebelum pergi, Hae-sung meminta izin untuk menggunakan telpon. Pemilik kedai-pun mengizinkannya dan Hae-sung lansgung menggunakannya untuk menelon Jung-won..

59

Ternyata, saat ini Jung-won tengah bersama dengan adik-asiknya Hae-sung. Mereka tengah mempersiapkan pesta kejutan ulang tahun untuknya. Ketika Hae-sung menelpon Jung-won, mengatkan kalau ia ingi bertemu dengannya.. Jung-won agak ppanik.. karena persiapan kejuatannya belum selesai. Untuk mengulur waktu, ia-pun meminta haesung mengambilkan dompetnya di ruangan kelas seni.

“Tapi kau bisa mengambilnya besok pagi saja..” keluh Hae-sung

“Ahh.. aku membutuhkannya. Lagipula jalan pulang-mu, melewati sekolah ‘kan..” ucap Jung-won

Akhirnya Hae-sung bersedia menuruti permintaan Jung-won. Terakhir sebelum menutup telponnya, Jung-won meberitahu kalau nanti mereka bertemu di rumahnya Hae-sung saja.

60

Mengetahui bahwa Hae-sung akan segera pulang.. mereka-pun bergegas menyelseaikan dekorasi untuk pesta kejutan ulang tahun..

61

Dengan bermodalkan senter kecil ditangannya, Hae-sung berjalan memasuki sekolah yang sudah berada dalam kondisi yang sangat gelap. Ia memasuki ruang kelas seni dan memerikas loker milik Jung-won dengan teliti, namun ternyata dompet itu tak berada disana.

“Ah dasar anak itu.. sepertinya dia menjatuhkan dompetnya di tempat lain..” keluh Hae-sung yang kemudian berjaan pergi.

63

Namun tiba-tiba, langkahnya terhenti.. karena ia hampir menginjak kaki seseorang. Ketika diperhatikan lebih lanjut, ia melihat Jung-chul yang sudah tergeletak di lantai dalam kondisi kepala yang telah berlumuran darah. Didekatnya, tersimpan patung yang cukup padat yang sepertinya telah digunakan untuk memukul kepada Jung-chul.

64

Hae-sung panik.. ia berusaha untuk menganggak badan Jung-chul dan menyandarkannya di lemari. Meskipun mengeluarkan banyak dalam, namun Jungs-chul masih membuka matanya.. Ia sadar, namun tak mampu untuk mengatakan sepatah kata-pun.

Hae-sung tak memiliki ponsel.. Ia-pun meminta Jung-chul untuk tetap bertahan, sementara dirinya akan segera memanggil bantuan.

65

Dengan tergesa-gesa, Hae-sung mengayuh sepedanya.. Akan tetapi, tepat ketika ia menyebrang jalan.. sebuah mobil melaju kencang dari arah samping dan langsung menabraknya dengan sangat keras..

66

Dirumah, seakan-akan mendapat isyarat.. mereka semua berbarengan menengok kearah pintu. Padahal, tak ada apapun disana..

67

Hari semakin larut, namun Hae-sung masih juga belum tiba dirumahnya. Mereka menganggap, bahwa Hae-sung pati akan segera pulang.. dan mereka-pun mematikan lampunya supaya suasana menjadi gelap.

68

Sementara Hae-sung tergeletak di tengah jalan dama kondisi yang bersimbah darah.. Dirumah, tiba-tiba pintunya terbuka. Jung-won beserta yang lainnya telah meniup terompet dan berteriak mengucapkan ‘selamat ulang-tahun’

69

Namun ketika diperiksa, tak ada siapapun disana.. mereka menganggap, bahwa angin-lah yang membuat pintunya terbuka.

70

Mereka terus menunggu dan menunggu.. Namun, hari semakin larut dan Jung-won belum juga datang..

71
 “Saat itu, Hae-sung telah meninggal.. Aku baru sadar beberapa saat kemudian,.. angin tidak membukakan pintu di malam itu.. Mungkin saja, Hae-sung yang melakukannya..”
FLASHBACK END

72

Jung-won sepertinya baru kembali dari Chung-ho. Sekarang ia telah mendapatkan kembali tas-nya.. ketika berjalan sendirian, secara tak sengaja ia melihat Hae-sung yang tengah berjalan tepat diseberangnya.

78

Ia ingin menghampirinya, namun lagi-lagi.. sebuah ertea lewat dihadapannya. Beberapa saat, ia terdiam menunggu.. hingga akhirnya palang kereta kembali terbuka...

79

Pada saat itu.. Jung-won dan Hae-sung.. mereka berdiri tepat ditempat yang bersebrangan..

80

============
::: NOTES :::

Ahhhh, sukaaa !!! Favorit aku banget drama genre Fantasi Romantis !!!

Sejauh ini, banyak banget FLASHBACK jadi semoga kalian faham ceritanya yaaa. Belum banyak klue tentang Hae-sung. Yang jelas, dia bukan manusia biasa.. dia punya kekuatan ‘super’, dan juga dia bisa sembuh dalam waktu singkat.

Terus karakter Min-joon.. duh kenapa dia jadi cowok yang ‘sempurna’. Suka enggak tega kalau cowok baik, dibikin pemeran pendukung yang jatcin sama pemeran utama.. karena kita tahu, kalau endingnya dia bakalan sakit-hati. Tapi salut sama sikapnya yang blak-blakan tentang perasaannya. Kalau aku jadi Jung-won sih, langsung dikedipin tuh pak bos gantengnya, wkwk ❤ ❤ ❤


::: TO BE CONTINUED :::

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i


Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤