SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 8 [Bagian 2]

18:15

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

00

Pada suatu malam yang gelap-gulita dan sangat dingin.. Hoo-ye reamaja terlempar dari portal alam para-dewa. Ia terjatuh ke tanah dan darahnya menetes di salah satu batu yang berserakan disana. 

01

Ia tak tahu dimana dirinya berada sekarang, ia tak takut akan kegelapan karena sebelumnya ia telah dikurung di tempat yang sangat gelap. Yang ia takutkan ialah hawa disekelilingnya yang terasa asing, ia bahkan tak tahu aroma apa yang tengah dicium olehnya..

02

Ia terus berlari dan berlari.. ia melewati hutan rimbun, dan dari kejauahan samar-samar terlihat seberkas cahaya dilangit. Ia-pun memutuskan untuk berlari mengikuti sumber cahaya tersebut..

03

Hoo-ye menceritakan semua itu kepada So-ah.. Ia memerhatikan ekspresinya dan menyadari bahwasanya So-ah tak menunjukkan rasa simpati, kesal, ataupun marah. Sudah jelas, bahwa Hoo-ye menceritakan pengalamannya hanya untuk mengetes So-ah, ia merasa penasaran apakah So-ah juga makhluk sebangsa Dewa? Dan setelah apa yang dilihatnya sekarang, ia menduga bahwa So-ah hanyalah manusia biasa.

04

So-ah melihat Hoo-ye yang hanya tetrdiam ia-pun menegurnya.. Dan Hoo-ye langsung melanjutkan ceritanya. Ia menyebutkan kalau semuanya berakhir bahagia. Malam itu dia bisa menjadi monters ataupun manusia dan syukurlah ia meilikih untuk menjadi seorang manusia karena ada seorang manusia yang menolongnya. Dan manusia itulah yang memberikan nama ‘Shin’ kepadanya.

05

So-ah mengantar Hoo-ye hingga ke depan gedung, sembari berjalan ia memberikan beberapa saran yaitu supaya Hoo-ye tidak meminum pil tidur dan juga supaya ia tidak terus-terus memikirkan masa lalunya itu. Jika memang ia tetap kesulitan untuk tidur, maka ia bisa beronsultasi lagi dengannya di lain waktu.

06

Terakhir, So-ah meminta maaf karena dulu selalu meragukan ketulusan hati Hoo-ye yang pernah berkata ingin berguna untuk semua orang. Namun perkataan itu, sepertinya membuat Hoo-ye terguncang.. ia tak bisa mengatakan sepatah kata apapun dan pergi dengan langkah-kaki yang terlihat sangat kaku.

07

Setelah Hoo-ye pergi, So-ah merenungkan kembali salah satu perkataan Hoo-ye yang terasa sangat janggal. Tadi Hoo-ye mengatakan kalau ia diselamatkan oleh seorang ‘manusia’.. dan kata itu mengancung makna yang cukup rancu. Namun So-ah mengubur dalam-dalam keraguannya.. dan menganggap dirinya berkhayal terlalu jauh.

08

Dari kejauhan, terlihat Jin-geon yang tengah mengawasi mereka. Setelah Hoo-ye pergi ia langsung menelpon seseorang yang tak lain adalah Bi-ryeom yang sekarang tengah bersama dengan Moo-ra.

09

“Jin-geon bisa bicara?” tanya Moo-ra kaget

Bagaimana mungkin dia bisa bicara setelah kau meremukan lidahnya!“ jawab Bi-ryeom sembari tertawa

“Lihatlah bagaimana caramu bermain dengan para dewa-minor itu.. Pantas saja Ha-baek sangat membencimu..” keluh Moo-ra

“Ha-baek membenciku karena berbagai macam alasan..” tukas Bi-ryeom

“Sekarang kita akan pergi kemana?” tanya Moo-ra

“Jika kita akan membunuh seseorang, setidaknya harus menunjukkan ketulusan kita..” ujar Bi-ryeom

10

Hoo-ye duduk didalam mobilnya, wajahnya terlihat begitu pucat.. dan kalimat So-ah : “Maaf karena aku meragukan ketulusanmu”, terus terngiang-ngiang di telinganya. Sidaat itu ponselnya berdering, Sekretaris Min memberitahukan bahwa klien mereka yang dari Laos akan tiba sekitar 10 menit lagi.

11

Hoo-ye berjalan menuju tempat pertemuan, dan tak jauh darisana.. telah berdiri Bi-ryeom dan juga Moo-ra. Moo-ra sama sekali tak mengetahui apa yang hendak dilakukan oleh Bi-ryeom.. Namun Bi-ryeom hanya tersenyum kemudian mengatakan bahwa sekarang mereka akan membuktikan dugaan Ha-baek.

12

Menggunakan kekuatannya, Bi-ryeom mengendalikan sebuah mobil dari jarak rauh.. tepat ketika Hoo-ye menyebrangi jalan, mobil itu melaju kearahnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Hoo-ye terdiam.. ia tak menunjukkan ekspresi terkejut atau ketakutan sedikitpun.

13

Moo-ra sangat panik.. Berkali-kali, ia berteriak menyuruh Bi-ryeom untuk menghentikan tingkah konyol-nya itu.. namun Bi-ryeom tak mau menurutinya. Mobil itu berada semakin dekat dengan Hoo-ye. Akan tetapi, di detik-detik terakhir, Moo-ra menggunakan kekuatannya sendiri untuk membelokan mobil itu.

“Apa yang kau lakukan!” teriak Bi-ryeom

14

Moo-ra berjalan pergi dan dari bawah, Hoo-ye berhasil melihat keberadaan mereka. Ia bahkan sempat bertatap mata dengan Bi-ryeom..

15

Bi-ryeom sekali lagi bertanya, mengapa Moo-ra menyelamatkan Hoo-ye? Apakah karena dia memilii perasaan terhadap orang itu?

Moo-ra membentaknya, ia mengatakan bahwa tindakan Bi-ryeom itu sangat bersesiko. Bagaimana kalau dugaan Ha-baek salah? Bagaimana kalau Hoo-ye merupakan manusia biasa? Tentu saja masalahnya akan semakin rumit, karena seorang Dewa yang melukai manusia tidak akan pernah bisa kembali ke alam para-dewa.

16

Moo-ra langsung menelpon Ha-baek dan melaporkan kejadian barusan.. Setelah telponnya ditutup, Ha-baek lansgung menelpon Bi-ryeom untuk memintanya mengatur pertemuan dengan Hoo-ye.

17

So-ah duduk di kliniknya.. Ia tersenyum sendiri, mengingat ajakan pulang bareng dari Ha-baek. Namun tiba-tiba, datanglah Yeom-mi yang langsung menghampirinya dan meminta So-ah untuk menceritakan semuanya kepadanya..

18

Berpindah ke sebuah kafe, So-ah menceritakan kepada Yeom-mi bahwa Ha-baek merupakan seorang Dewa sungguhan. Dan lagi.. ceritanya itu melah membuat Yeom-mi menganggap So-ah tidak waras.

19

“Kalau kau tak memercayainya.. yasudah terserah..” ujar So-ah

“Kala begitu biarkan aku bertemu dengannya sekali lagi saja..” pinta Yeom-mi

“Bertemu siapa? Ha-baek?” tanya So-ah

20

Ternyata, yang ingin ditemui oleh Yeom-mi adalah Soo-ri. Ia mendatangi danau tempat Soo-ri bekerja sebagai pengayuh perahu angsa. Ia memperkenalkan dirinya, kemudian mengajak Soo-ri berjabat-tangan dengannya.. tapi lucunya, ia tak mau melepaskan tangannya itu untuk bebrapa saat.

21

Ha-baek mendatangi perkebunan tempat Hoo-ye berada.. disana ia langsung bertemu dengan Hoo-ye dan menegaskan kalau tebakannya benar’kan?

22

“Kalau kau mengenaliku, itu artinya kau akan menjadi pemilik dari tempat itu..” ujar Hoo-ye

“Kalau kau mengenalku, seharusnya kau menghormatiku!” tegas Ha-baek

“Untuk apa, lagipula aku tidak tinggal disana. Jadi haruskah aku melakukannya..” tukas Hoo-ye yang kemudian mengatakan bahwa dirinya tak mempedulikan bagaimana mereka yang berasal dari alam para-dewa menganggapnya, yang jelas saat ini ia tak mau terlibat pertikaian dengan Ha-baek.

23

Sama-samar Ha-baek melihat sesuatu yang bercahaya di dada Hoo-ye. Ia-pun mengatakan bahwa dirinya ingin mengecek sesuatu dan jika dugaannya benar, maka Hoo-ye harus memperlihatkan sifat ‘monster’-nya.

Secara paksa, Ha-baek merobek bagian depan kemeja Hoo-ye.. setelah itu ia terlihat begitu terkejut dan langsung bertanya : “Mengapa ada tanda Joo-dong disini?”

24

Hoo-ye tak mau memberikan jawaban, ia megeaskan kalau ini adalah tubuhnya jadi tak ada keharusan untuknya menceritakan apapun kepada siapapun : “Aku tak mengenali siapa itu Joo-dong!”

“Tanda itu milik Joo-dong yang melambangkan negara-tanah. Mana bisa kau memiliki tanda tersebut di tubuhmu!” bentak Ha-baek

Hoo-ye mulai marah, “Kau mungkin belum tahu seberapa besar kekuatanku!” tegasnya.

“Tapi kau harus memastikan terlebih dahulu, apakah kekuatanmu itu bisa gunakan untuk melawanku!!!” tukas Ha-baek

25

Situasi diantara mereka semakin memanas.. Tiba-tiba, tubuh Ha-baek tertarik mundur kebelakang dan muncullah Moo-ra.

“Ha-baek!!! Seberapa jauh kau ingin dipermalukan olehnya!” bentak Moo-ra

26

“Ahjussi... apakah ada orang lain disini..” ucap gadis kecil yang sebelumnya pernah kita lihat. Hoo-ye menghampiri gadis itu, kemudian mengatakan kalau tak ada orang lain disini..

27

Ha-baek menceritakan hal yang baru saja dilihatnya kepada Moo-ra. Akan tetapi, Moo-ra menegaskan kalau Ha-baek tak perlu melakukan ataupun membuktikan apapun. Karena semenjak 2800  tahun sebelumnya, Ha-baek telah ditakdirkan untuk menjadi Raja dan tak akan ada yang bisa merubah takdir itu.

“Diam saja, biar kami yang mengurus semuanya. Maaf karena menghilangkan batu itu, tapi aku berjanji untuk segera meneukannya..” tegas Moo-ra

28

Sudah waktunya untuk pulang, akan tetapi So-ah masih berada di kliniknya. Ia tersenyum sendiri, mengingat bahwa Ha-baek akan menjemputnya hari ini.

29

Namun Sang-yoo muncul dan menyuruhnya untuk segera pulang.. So-ah menggerutu, menyebut bahwa dirinya sendiri yang akan memutuskan kapan ia harus pulang.

“Loh.. hari ini kan, peringatan kematian ibumu. Jangan-jangan kamu belum mempersiapkan apapun..” ucapnya yang seketika membuat So-ah terdiam sekaligus panik.

30

Hari sudah malam, akan tetapi So-ah baru menyiapkan beberapa hidangan untuk disajikan kepada mendiang ibunya. Suasana dapur sangat hektik.. ia berlari kesana-sini, mencuci buah dan sayuran, kemudian harus menyelesaikan beberapa masakannya di atas kompor.

31

Hingga secara tak sengaja, ia menjatuhkan salah satu wajan.. Refleks, ia menjerit karena terkejut, dan di waktu yang bersamaan Ha-baek baru tiba di depan rumah. Ia-pun merasa khawatir karena mendengar jeritan So-ah.

32

So-ah bersandar di tembok.. matanya berkaca-kaca ketika mengatakan : “Eomma.. eomma maafkan aku karena kau tidak pernah bisa memakan apapun

FLASHBACK

33

Dihadapan makam ibunya, Soah terduduk lemas sembari menangis... mengasihani ibunya yang tidak pernah makan dan hanya minum alkohol setelah ditinggal oleh ayahnya.

34
“Eomma.. lihatlah keadaanmu sekarang. Disana tak ada yang menjual alkohol ‘kan? Jadi apa yang ibu makan disana? Kalau saja tahu semuanya akan berakhir seperti ini, seharusnya ibu makan banyak selama hidup di dunia..”

FLASHBACK END

35

Ha-baek masuk ke dapur dan melihat So-ah yang tengah menundukkan kepalanya sembari berulang kali mengatakan bahwa semuanya tak berjalan dengan baik karena kesalahannya..

36

Ha-baek menyentuh So-ah dan melihatnya tengah menangis sesegukan, ia tak mengatakan apapun dan hanya diam.. memerhatikannya..

37

So-ah membawa Ha-baek mendatangi makam ibunya. Sebelum memberikan penghormatan, So-ah ‘bercanda’ memberitahukan Ha-baek untuk berhati-hati karena roh ibunya seringkali mencoba untuk keluar mendatanginya.

38

Sementara So-ah memberikan penghormatan di depan makan ibunya, Ha-baek membalikan badannya dan melihat ke arah lain.

“Eomma.. aku tak bisa memberikanmu makanan, karena ada seorang hantu air didekatku. Semoga, dengan melihat wajahku saja bisa membuat ibu merasa kenyang.. ” pinta So-ah yang kemudian mengajak Ha-baek untuk duduk disampingnya. Kemudian, ia menceritakan masa lalunya yang pilu.

39

Setelah ayah menelantarkan mereka, ibunya sangat stress hingga tak mau mengkonsumsi apapun selain alkohol yang menyebabkannya berakhir meninggal karena menderita penyakit Kanker Hati. Ia sangat membenci ayahnya, tapi juga membenci ibunya. Karena menurutnya, mereka berdua sama-sama egois! Hanya memikirkan kepentingan pribadi dan melupakan keberadaannya.

“Apakah kau memiliki pengalaman memalukan yang membuatmu menyesalinya?” tanya So-ah

“Tidak ada..” jawab Ha-baek

So-ah tertawa, namun matanya berkaca-kaca.. Ia menceritakan kalau ia memiliki banyak pengalaman seperti itu. Akan tetapi diantara semuanya, ada satu kejadian yang membuatnya sangat malu hingga tak ada kejadian lain yang bisa membuatnya lebih malu lagi daripada ini.

Setelah kepergian ibu dan ayahnya, hidupnya menjadi seperti melodrama yang menyedihkan. Ia melimpahkan semua kesalahan kepada ayahnya hingga ia sangat membencinya. Suatu hari, ditengah-tengah musim dingin.. ia nekat loncat bunuh-diri ke lautan..

“Rasanya sangat dingin.. aku menduga kalau aku akan mati membeku, maka dari itu aku berusaha keras untuk menyelamatkan diri. Semenjak kecil aku belajar berenang, akan tetapi pada saat itu kemampuanku meningkat 100 kali lipat dari sebelumnya. Dengan cara itulah aku berhasil selamat... Namun setelahnya, aku tidak pernah bisa berenang lagi..” ungkap So-ah

40

“Ahh... ini sangat memalukan. Utuk saja saat ini suasananya gelap..” ucap So-ah sembari mengelap air mata yang membasahi pipinya.

“Bersyukurlah karena aku kehilangan kekuatanku, karena jika tidak.. maka aku bisa merubah tempat ini menjadi sangat terang..” ujar Ha-baek

“Bagaimana caranya? Kau akan menanamkan lampu tiang dimana-mana..” celetuk So-ah

41

“Seperti ini caranya..” ucap Ha-baek sembari mencontohkan gerakan memutar jarinya seakan tengah menggambar sebuah lingkaran di udara

“Jika kau melakukan hal ini, maka tercipta-lah kunang-kunang air..” ungkap Ha-baek yang kemudian bertanya, apakah So-ah bisa melihat kunang-kunang air buatannya?

So-ah terdiam takjub, kemudian mengatakan : “Tidak.. aku tidak melihat apapun..”

“Lihatlah secara perlahan menggunakan hatimu..” ucap Ha-baek yag kemudian mengulangi gerakannya menggambar lingkaran di udara.

42

Satu, dua.. tiga.. perlahan so-ah bisa melihat kunang-kunang air cantik yang dimaksud oleh banyak. Cahayanya yang terang,berhasil menghiasi gelapnya malam sekaligus memunculkan senyuman di wajah So-ah *Soooo romantic ❤ ❤ ❤

43

Mereka tiba dirumahnya So-ah.. sebelum masuk, So-ah menanyakan maksud Ha-baek yang sebelumnya mengajak ia untuk pulang bareng. Ha-baek mengatakan bahwa dia ingin menjemput So-ah. Hari ini, ia telah datang ke klinik, tetapi So-ah sudah tak ada disana.

44

Setelah masuk kedalam rumahnya, So-ah berjalan melewati pintu yang terhubung langsung ke kamar Ha-baek. Ia-pun duduk kemudian mengetuk pintu tersebut. Karena tidak terlaksana hari ini, maka ia-pun mengajak HA-baek untuk pulang bersamanya esok hari.

“Apakah kamu ingin melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan hari ini?” tanya So-ah

Ha-baek bertanya balik : “Memangnya aya yang tidak bisa kita lakukan hari ini?”

“Hmm.. aku bisa mentraktirmu makanan yang enak dan juga menunjukkan tempat-tempat yang indah..” jawab So-ah

“Baiklah, mengapa tidak..” ucap Ha-baek sembari tersenyum.

“Kalau begitu, sampai bertemu besok..” ucap So-ah yang juga menunjukkan senyuman bahagianya

45

Ketika masuk ke kamarnya, So-ah melihat dokumen kontak jual-beli lahannya. Sejenak ia merenung.. sepertinya ia telah berubah fikiran akan hal ini...

46

Esok paginya, Soo-ri berjalan pergi sembari terus memerhatikan tangannya yang kemaring berjabatan dengan Yeom-mi. Tiba-tiba datanglah So-ah dan mereka-pun berjalan bersama-sama.

So-ah bertanya, apakah dengan menjual lahannya akan berpengaruh pada proses Ha-baek untuk bisa menjadi seorang Raja?

“Sepertinya tidak..” jawab Soo-ri

47

Kemudian So-ah mengatakan kalimat yang sebelumnya dikatakan oleh Ha-baek kepadanya : “..Di dunia ini, selalu ada orang-orang yang bersiap menunggunggu segala kesempatan..”. So-ah bertanya kepada Soo-ri, apakah maksud dari kalimat itu?

“Tuan Ha-baek mengatakannya?” gumam Soo-ri yang kemudian menceritakan bahwa sebenarnya banyak sekali orang yang mencoba untuk merebut posisi Ha-baek.

“Dulu, Kaisar negara-langit sangat serakah. Ia bahkan melakukan tindakan jahat guna melawan Tuan Ha-baek..” ungkap Soo-ri

“Tindakan jahat seperti apa?” tanya So-ah

“Ah.. lupakan sajalah..” jawab Soo-ri

48

Di kliniknya, setelah cukup lama memandangi dokumen jual-beli lahan, So-ah kemudian bangkit dan hendak pergi keluar. Sebelum itu, ia mengobrol dengan Sang-yoo, memintanya untuk melakukan beberapa hal supaya mendatangkan lebih banyak pasien dan juga memintanya untuk menghubungi ayah Ma Bong-yeol untuk mengurus masalah pinjaman dari bank. Ia juga bertanya mengenai kotoran macan tutul yang tertinggal di lahannya. Namun sayang sekali, karena sudah beberapa hari ini.. pusat perlindungan satwa itu tidak menghubungi mereka lagi.

“Aih.. bahkan ketika dibutuhkan, secara tiba-tiba kotoran macan tutul itu menghilang..” keluh So-ah

49

Berikutnya.. So-ah menemui Hoo-ye. Sesuai dugaan kita semua, saat ini ia tengah meminta maaf karena ingin membatalkan kontrak jual-beli diantara mereka. Hoo-ye brtanya alasannya.. Dan dengan gugup So-ah bercerita menganai kotoran macan-tutul yang ditemukan dilahannya.

50

“Sebagai warga Korea yang baik, aku ingin membantu negara untuk melestarikan satwa langka..” ungkap So-ah

Hoo-ye tak bisa memberikan jawabannya sekarang juga. Karena ia harus mendiskusikan hal ini dengan tim-nya terlebih dahulu..

51

Ketika berjalan keluar.. So-ah menggerutu mengomentari tindakannya yang bisa dibilang sangat bodoh. Ia bahkan bertanya kepada dirinya sendiri, apaka ia telah kemasukkan roh setan? Setan air?

Tiba-tiba ponselnya berdering dan itu merupakan telpon dari Ha-baek. Sepertinya, setelah ini mereka janjian bertemu disuatu tempat..

52

Dari atas balkon, Hoo-ye berdiri sendirian. Ia melihat dan mendengar apa yang baru-saja dikatakan oleh So-ah, termasuk juga percakapannya dengan Ha-baek.

53

So-ah telah tiba di tempat janjiannya deengan Ha-baek.. Disana sangata ramai orang lalu-lalang, dan secaa sukarela So-ah menolong beberapa orang yang membutauhkan bantuannya. Akan tetapi, dai kejauhan, seperti ada yang tengah memerhatikannya..

54

Waktu terus berjalan, dan Ha-baek masih belum juga tiba. So-ah membuka peta ‘Vanuatu’ dari balpoinnya dan mengatakan kalau ia mesti menunda impiannya itu karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan olehnya di tempat ini.

55

Tak lama kemudian, Ha-baek turun dari taksi disebrangnya. Ia tersenyum kearah So-ah.. akan tetapi, beberapa detik setelahnya senyumannya itu hilang seketika entah apa sebabnya.

56

Ha-baek berlari secepat yang ia bisa.. entah kemana tujuannya, akan tetapi wajahnya terlihat sangat cemas dan mengkhawatirkan sesuatu...

57

==============
*** NOTES ***

Dua episode ini memberikan begitu banyak clue seputar identitas Hoo-ye yang sebenarnya. Berdasarkan pada ceritanya Imam-besar, Hoo-ye merupakan manusia setengah dewa yang menguasai kekuatan api yang sifatnya menghancurkan. Akan tetapi, semuanya kembali lagi ke diri Hoo-ye pribadi, apakah dia ingin menggunakannya di jalan kebaikan ataukah di jalan keburukan.
Selama ini Hoo-ye sengaja menutupi identitasnya, dan dia selalu mempelajari humor yang bisa jadi menunjukkan keinginannya untuk hidup normal sebagai manusia dan melupakan identitas aslinya. Berkali-kali, kita melihat dia berusaha untuk berbuat baik terhadap orang-lain. Maka dari itu akusih mikirnya selama ini hidup dia baik-baik aja, bahkan mungkin dia udah mulai jatuh cinta sama So-ah. Tapi tiba-tiba muncullah Dewa-Dewi yang asli yang ‘memicu’ sifat aslinya keluar, karena mereka mengingatkannya pada masa lalunya yang kelam.

Agak kurang suka sama sikap Ha-baek yang belum tahu apa-apa, tapi lansgung bersikap kasar dihadapan Hoo-ye. Padahal, bisa ‘kan dibicarakan dengan baik-baik dulu. Lagipula, Hoo-ye sendiri bilang kalau dia enggak mau terlibat pertikaian apapun dengan Ha-baek.

Mengenai leluhur So-ah yang berkaitan dengan negara-air, itu juga masih menjadi misteri. Aku mikirnya, kalau bapak-anak yang ditangkap Bi-ryeom pas mereka lagi mancing enggak ada hubungannya sama So-ah. Karena waktu itu, salah satu kutukan mereka adalah istri dikeluarga keturunannya akan meninggal, tepat setelah melahirkan. Tapi di keluarganya So-ah.. ibunya meninggal ketika dia remaja. Kalau mereka memang leluhur So-ah, ada kemungkinan kalau ibu yang dikenal So-ah itu bukan ibu kandungnya... Dan kalau mereka bukan leluhur So-ah, berarti masih ada kisah lainnya yang belum terungkap.

Terakhir mengenai sosok Nakbin... dari Manhwa-nya sendiri, Nakbin merupakan sosok cinta pertama Ha-baek yang asalnya dari bangsa manusia. Ada kemungkinan kalau dia merupakan wanita ‘pengkhianat’ yang pernah diceritakan Ha-baek ke So-ah. Tapi kalau bukan, berarti masih ada kisah lain yang juga belum terungkap. tebakan ini belum pasti yaaa, karena meskipun ceritanya diadaptasi dari manhwa, tapi banyak banget bagian yang dirubah sama writer-nim

Seneng deh, episode ini banyak clue yang bikin makin penasaran sama kelanjutannya minggu depan!!!!!



||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

4 komentar

  1. Ditunggu next sinopsis nya, soalnya lg kepo tingkat dewa 😂😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. HIhihi.. kudu sabar yaa karena kelanjutannya masih minggu depan ☺☺☺

      Delete
  2. di tunggu kelanjutannya 😊😊

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤