SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 8 [Bagian 1]

09:52

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

00

Alkisah.. di salam sebuah gua di negara air, seorang anak kecil dengan pakaian lusuh mengambil selembar daun yang tergeletak di tanah. Ia berjalan mengikuti sumber cahaya.. aka tetapi, ia tak melanjutkan langkahnya. Ia malah mengunyah daun yang ia genggam, kemudian mengambil beberapa daun lainnya dari tanah kemudian berlari masuk kembali ke dalam gua tersebut.

01

Negara Air, 2600 Tahun yang lalu...

02

Ha-baek menemukan penjelasan, tentang bagaimana seorang bayi manusia tercipta kemudian dilahirkan. Ia-pun merasa penasaran dan bertanya kepada Imam-Besar, darimana dan bagaimana seorang Dewa tercipta?

Imam-besar menjelaskan bahwasanya seorang dewa tidak diciptakan, akan tetapi tercipta dengan sendirinya. Dewa bisa terlahir dari rahim seorang manusia, atau bisa juga tercipta sebagai bentuk hadiah dari alam semesta.

“Jawaban yang sangat ambigu..” keluh Ha-baek

03

Itulah yang menjadi perbedaan diantara dewa dan manusia.. Manusia selalu bertanya-tanya kenapa dan bagaimana.. akan tetapi Dewa tidak perlu mengajukan pertanyaan seperti itu karena Dewa hanyalah seorang Dewa.

04

Mereka memasuki sebuah portal, kemudian berada di taman dimana Moo-ra dan Bi-yeom telah menunggu mereka. Sebelumnya Imam-besar meminta mereka berkumpul untuk menceritakan sebuah kisah yang sebelumnya belum pernah mereka ketahui..

Melanjutkan perkataannya kepada Ha-baek, Imam besar menegaskan bahwa seorang Dewa tidak bisa menjadi anak ataupun orang tua dari seseorang. Namun faktanya, ada beberapa Dewa yang meminjam tubuh manusia untuk melahirkan anaknya... dan anak tersebut terlahir sebagai manuasia setengah dewa. 

05

“Ibunya hidup normal, bertambah tua kemudian meninggal dunia.. akan tetapi ayahnya kekal-abadi dan tetap menjadi seorang dewa...” ungkap Imam-besar

Meskipun mengetahui kisah ini, Imam-besar sendiri tidak pernah melihat manusia setengah-dewa itu secara langsung.

06

Mereka lanjut berjalan melewati portal hingga berpindah ke sebuah perkebunan rindang.. Melanjutkan kisahnya, Imam-besar mengungkapkan bahwa identitas manusia setengah-dewa masih rancu.. dia tak bisa disebut manusia biasa karena memiliki kekuatan seperti dewa.

Dan dia tidak bisa disebut sebagai dewa karena tidak tinggal di alam para-dewa. Dia menguasai kekuatan api yang digunakannya untuk memusnahkan, sementara para-dewa menggunakan kekuatannya untuk merawat makhluk hidup... Jadi sifat mereka berlainan satu sama lain.

07

“Apak berarti dia lebih kuat daripada Ha-baek?” celetuk Bi-ryeom

Imam-besar tersenyum, kemudian menjawab “Aku tidak tahu..”

Moo-ra tak suka mendengar pertanyaan itu, ia memarahi Bi-ryeom dan menegaskan bahwa Ha-baek tentunya lebih kuat dibanding manusia setengah-dewa itu.

08

Setelah Moo-ra dan Bi-ryeom pergi, Imam-besar melanjutkan pembicaraannya dengan Ha-abek. Ia mengatakan bahwa dugaan Bi-ryeom tidak tepat karena Ha-baek memang terlahir dan ditakdirkan untuk menjadi seorang Kaisar tertinggi di kerajaan para-dewa.

09

Ketika mereka bertiga berkumpul, Bi-ryeom menyinggung jawaban Imam-besar yang secra ekspilisit mengitayakan kemungkinan bahwasanya Manusia Setengah-Dewa memiliki kekuatan yang lebih besar daripada Ha-baek.. apalagi dengan kekuatannya api yang bisa memusnahkan segalanya.

10

Terlepas dari benar atau tidaknya kisah itu.. Moo-ra meminta Bi-ryeom mauapun Ha-baek, apabila mereka bertemu dengan manusia setengah-dewa, akan lebih baik jika mereka menghindar dan berpura-pura untuk tidak mengenalinya.

11

Sebelumnya, Ha-baek sempat bertanya lebih lanjut mengenai sosok manusia setengah-dewa : Apakah berarti mereka itu makhluk yang jahat? 

Dan imam besar menjelaska bahwa semuanya tergantung kepada makhluk itu sendiri. Mereka baik jika menggunakan kekuatannya untuk kebaikan, mereka jahat jika menggunakan kekuatannya untuk kebuurukan.. dan bisa saja mereka menggunakan keuatannya untuk melakukan hal-hal yang aneh.

“Kenapa? Apakah kau takut pada mereka?” tanya Imam-besar

“Mengapa harus takut? Toh aku memiliki kehidupan yang kekal...” ucap Ha-baek

12

Imam besar lanjut menjelaskan, bahwasanya para-dewa memang hidup kekal.. akan tetapi manusia setengah dewa memiliki kehidupan yang abadi. Dewa memang tak akan pernah mati, akan tetapi mereka bukan lagi seorang dewa ketika manusia melupakannya.

“Kalian tidak lagi hidup meskipun kalian masih hidup..” paparnya

Pada intinya, Dewa kehilangan statusnya debagai seorang Dewa ketika mereka dilupakan oleh para manusia. 

13

Namun satu hal yang perlu diingat oleh Ha-baek, bahwasanya Makhluk Setengah-Dewa juga memiliki kekuatan yang terbatas. Dan sebagai calon kaisar tertinggi, Ha-baek memiliki kemampuan untuk mengenali makhluk itu hanya dengan melihatnya sekali saja..

BRIDE OF THE WATER GOD EPISODE 08

14

Setelah ha-baek berbisik mengatakan “Aku telah menangkapmu..”, Hoo-ye menunjukkan ekpresi keterkejutannya. Ia mengatakan tak memahami maksud Ha-baek, akan tetapi Ha-baek melanjutkan kalimatnya dengan mengatakan : “Ibumu telah meninggal, sementara ayahmu hidup abadi sebagai seorang dewa..”

Ha-baek menunjukkan batu berdarah kemudian bertanya : “Ini darahmu ‘kan?”

15

Datanglah Moo-ra, ia meminta maaf kepada Hoo-ye atas tindakan Ha-baek, kemudian mengajak Ha-baek untuk pergi dengannya. Selain itu, So-ah juga mengajaknya pergi dari sini dan mengatakan akan menjelaskan semuanya nanti.

“Jadi kau telah mengetahui identitasnya yang asli?” tanya Ha-baek

“D..dia.. CEO tempat ini..” jawab So-ah dengan gugup

Hoo-ye bergegas pamit pergi.. dan Ha-baek meminta Moo-ra untuk tinggal bersama Bi-ryeom untuk sementara-waktu, karena ada sesuatu yang harus ia pastikan terlebih dahulu.

16

Hoo-ye memasuki ruangannya.. ia melihat seluruh foto-fotonya satu demi satu. Laam kelamaan, keringat mulai bercucuran di wajahnya.. Ia cerita dari So-ah mengenai makhluk luar-biasa di sekitarnya. Selain itu, ia juga mengingat saat ketika Moo-ra dan Bi-ryeom berbicara dengannya. Ia bertanya-tanya, mengapa mereka bisa mengetahui identitasnya?

Dan dengan gemetar ia menyebut nama : “Yoon So-ah”

17

So-ah mengendarai mobilnya menuju ke klinik.. sepanjang perjalanan, ia bertanya-tanya, mengapa Ha-baek bersikap seperti tadi. Apa mungkin, karena Ha-baek telah mengetahui urusan juan-belinya? Namun jika memang seperti itu, mengapa Ha-baek membahas mengenai ‘identitas asli’ Hoo-ye? Apa maksudnya?

18

Moo-ra, Soo-ri, Bi-ryeom dan Ha-baek berkumpul di rumahnya Bi-ryeom. Ha-baek menceritakan bahwa ia dengan mudah bisa mengenali sosok Hoo-ye sebagai Manusia setengah-dewa yang pernah diceritakan oleh imam-besar.

19

“Kukira.. makhluk itu tinggal di alam para-dewa. Mengapa dia bisa ada disini?” gumam Moo-ra yang kemudian menggurutu memarahi Ha-baek yang telah bertindak gegabah dengan mengkonfontrasi Hoo-ye secara langsung seperti tadi.

“Ini adalah satu-satunya cara untuk membuat dia menunjukkan identitasnya yang asli... karena aku yakin, kalau dia mengetahui sesuatu tentang hilangnya Joo-dong..” ungkap Ha-baek

20

Bi-ryeom mengantar Ha-bek pulang , ia mengkritik perkataan Ha-baek yang hanya bersadarkan pada asusmi tanpa bukti nyata. Ha-baek mengingatkan bahwa dirinya merupakan seiorang dewa yang tak perlu memberikan pembuktian apapun.. akan tetapi, Bi-ryeom juga megingatkan bahwa mereka berada di alam para-manusia, dimana segala hal harus berdasarkan fakta.

Bukankah sangat kebetulan karena So-ah yang merupakan keturunan abdi negara-air, ternyata memliki hubungan dekat dengan Hoo-ye yang mereka duga sebagai Manusia setengah dewa? Meskipun memang hanya kebetulan, mereka tetap harus mencaritahu lebih dalam terkait hal ini, karena bisa saja So-ah berakhir menganggap Hoo-ye sebagai Dewa sungguhan, hingga ia bersedia membantunya sama seperti dia membantu kita. 

“So-ah memiliki harga-diri yang tinggi hingga ia tak mungkin bersedia memberikan bantuan untuk sembarang orang..” ucap Soo-ri

“Meskipun harga dirinya tinggi, tetap saja dia merupakan bagian dari bangsa manusia yang ‘bodoh’ (*bukaan bodoh dalam hal pelajaran maksudnya)...”

21

Mendengar kalimat itu, membuat Ha-baek yang sedari tadi acuh.. tiba-tiba memicingkan matanya dan menyebutkan bahwa Bi-ryeom tidak berhak mengatakan hal itu : “Kau sudah lupa? Negara langit-lah yang membuat Nakbin melupakan sifat ‘bodohnya’ sebagai manusia. Negara air telah memaafkan Raja-mu, akan tetapi bukan berarti perbuatannya juga telah dimaafkan..”

22

Hal itu membuat Bi-ryeom terdiam tak bisa mengatakan apapun.. akan tetapi, ia berbalik melempar tuduhan lainnya kepada Ha-baek, ia menganggap bahwa keterlibatan manusia dalam maslah mereka kali ini, disebabkan oleh Ha-baek. Anggap saja So-ah setia pada mereka dan akan menjauhi Hoo-ye.. Lantas apakah Hoo-ye akan melakukan hal yang sama? Dia pasti akan penasaran dan mencaritahu hubungan diantara Ha-baek dan So-ah..

23

Ha-baek tak bisa menyanggah hal tersebut.. Ditambah lagi, Soo-ri yang mengatkan bhawa ia merasa khawatir, apabila Manusia Setengah-Dewa itu akan melakukan hal jahat terhadap So-ah..

24

So-ah melihat dokumen kontrak jual-belinya.. Dia mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia tidak melakukan hal yang salah. Ia bahkan mengatakan kalau dirinya akan terus menatap langit dan melanjutkan hidunya..

25

Bersamaan dengan itu, muncullah kilat beserta petir yang tidak lain disebabkan oleh Bi-ryeom yang tengah memantikkan jari-jemarinya berulang kali. Moo-ra lansgung menelponnya dan memarahinya karena suara petir itu, sangatlah mengganggu.

Bi-ryeom meiliki alasannya tersendiri.. pertama ia sangat kesal dengan ulah Ha-baek yang selalu menyinggung soal Nakbin ketika mereka berseteru dan juga karena ia ingin memberikan peringatan kepada manusia setengah-dewa itu.

26

Dan ditempat yang lain.. terlihat Hoo-ye yang tengah berdiri tegap, memandang langit yang dihiasi oleh cahaya kilat diiringi gemuruh petir yang cukup menyeramkan.

27

Ha-baek menunggu So-ah di kliniknya, dan itu membuat Sang-yoo merasa terganggu. Ia tak mengenali Ha-baek dan menyuruhnya untuk pergi saja. Ia terus  dan terus mengomel hingga Ha-baek menyebutnya ‘bawel’

“Ayolahhh.. anda tidak bisa diam terus disini. Lagipula, Soa-h telah memiliki kekasih..” ucapnya yang kemudian menjelaskan bahwa kekasih So-ah merupakan seorang pria hebat, bagaikan kapal pesiar diantara Banana-boat *Wkwkwkwk

28

Tak lama kemudian, So-ah datang.. ia terkejut melihat keberadaan Ha-baek. Dan ia-pun langsung menyembunyikan dokumen jual-beli lahannya.. Ha-baek sempat melihat amplop dokumen itu, akan tetapi ia tak bertanya lebih lanjut lagi.

29

Mereka berbicara di dalam ruangan So-ah, sementaa Sang-yoo mencoba untuk menguping pembicaraan mereka dengan mengantar dua gelas minuman.. namun So-ah segera mengusirnya darisana.

30

‘Lagi’.. So-ah menunjukkan gestur perhatiannya terhadap Ha-baek. Dia melihat ‘codet’ di bibir gelas Ha-baek kemudian menukarnya dengan miliknya. Ia mengatakan, bahwa minum dari gelas ‘codet’, bisa menimbulkan kesialan.. dan karena dirinya memang selalu sial, jadi tak apa jika ia yang menggunakan gelas tersebut.

31

“Megapa kau datang kesini?” tanya So-ah

“Aku ingin mengajakmu pulang bersama denganku..” jawab Ha-baek yang seketika membuat So-ah hapir tersedak

32

Mereka pulang dengan berjalan-kaki.. Padahal, Ha-baek mengatakan kalau dirinya mengajak So-ah pulang bareng, supaya bisa mengendarai mobil dari Moo-ra. So-ah menceritakan bahwa mobil itu dipinjam oleh Sang-yoo yang ingin menggunakannya untuk bepergian bersama teman-temannya. Karena itu telah menjadi keinginan Sang-yoo selama ini...

“Kau itu seroang dewa.. tapi kau tak bahkan tak bisa mengabulkan permintaan kecil seperti itu..” keluh So-ah

33

Kemudian Ha-baek mennyinggung soal ‘kekasih’ So-ah yang diceritakan oleh Sang-yoo. Setelah mencaritahu di internet, ia-pun mengetahui apa itu yang dimaksud kekasih dan ia bertanya apakah mungkin kekasih So-ah  adalah Hoo-ye?

“Ahhh.. bukan! Mana mungkin hal tu terjadi..” jawab So-ah 

34

So-ah lanjut menyinggung perihal permintaan-maaf dari Ha-baek waktu itu. Karena sekarang, gilirannya yang ingin meminta-maaf. Ia tak bisa menceritakan lebih jelas tujuannya apa, akan tetapi ia berjanji untuk membelikan makan dan pakaian yang bagus serta menunjukkan tempat yang indah kepada Ha-baek.

35

“Hey-aa, mengapa kau melakukan ini?” tanya Ha-baek

“Untuk membuatku merasa lebih baik..” jawab So-ah

36

So-ah membawa Ha-baek ke taman hiburan.. Ha-beak sangat menyukai tempat itu. Meskipun ketakutan, tapi berulang-kali ia mengendarai roller coaster dan ia juga memasuki tumah-hantu. So-ah bahkan merasa sangat malu karena harus menyeratnya terlebih dahulu, supaya ia mau berhenti menaiki wahana..

37

Mereka duduk beristirahat.. dia melihat wajah So-ah kemudian menyebutnya ‘imut’. So-ah tersipu malu, ia mengatakan bahwasanya kata ‘imut’ tak diperuntukkan bagi orang dewasa sepertinya. 

“Aku juga sudah berusia 2800 tahun, loh..” celetuk Ha-baek

38

Mereka melanjutkan obrolannya sembari jalan-kaki. Ha-baek menyinggung keinginan So-ah yang ingin pindah jauh meninggalkan Korea menuju Vanuatu. Ia bertanya: Kenapa?

So-ah menjelaskan kalau dirinya hanya ingin beristirahat dengan tenang. Toh suatu saat seorang manusia akan pergi dan meninggalkan semuanya di dunia..

“Karena uang ‘kan? Karena kamu tak memiliki banyak uang?” tanya Ha-baek

39

“Yah.. begitulah.. dan karena ayahku juga..” keluh So-ah yang seketikan membuat Ha-baek teringat saat ketika So-ah menangis meminta untuk mempertemukannya dengan ayahnya.

40

So-ah lanjut mengatakan bahwa ia ingin meninggalkan Korea dan memulai hidup yang baru. Akan tetapi, Ha-baek mengingatkannya bahwa setelah ia datang.. So-ah mendapatkan mobil baru dan juga ponsel baru.

“Hfftt.. untuk apa, lagipula suatu saat kau akan pergi lagi..” keluh So-ah yang kemudian, segera mengalihkan pembicaraan dengan bertanya mengenai hal apa yang dibisikkan Ha-baek kepada Hoo-ye siang tadi?

41

“Aku memintanya untuk tidak menggodamu.. Ketika mengatakan ‘aku menangkapmu’, ialah karena aku mengetahui kalau dia tengah mendekatimu dan aku melarangkan karena kamu adalah wanitaku. Jika dia ingin melakukan apapun denganmu, maka dia perlu izin dariku..” ungkap Ha-baek yang seketika membuat So-ah merasa berbunga-bunga ❤ ❤ ❤

42

Di waktu yang bersamaan, terlihat Hoo-ye yang tengah berdiri memrhatikan interaksi diantara mereka. Ia mengingat kembali semua yang telah diceritakan So-ah kepadanya, kemudian bergumam mengatakan : “Jadi inilah ceritanya..”

43

Esok paginya, Ha-baek berdiri pinggir Rooftop. Ia melihat kupu-kupu indah yang terbang didekatnya, kemudian dibawahnya terlihat So-ah yang tengah jalan-kaki untuk pergi menuju klinik. Tiba-tiba, Ha-baek teringat saat ketika So-ah menangis, mengatakan bahwa sebagai seorang manusia biasa, ia sangatlah kecil dimata Ha-baek  hingga tak akan diingat olehnya.

44

Entah apa yang Ha-baek pikirkan kemudian, karena ia langsung menelpon So-ah dan mengajaknya untuk pulang bersama dengannya lagi hari ini. 

“Aku bahkan belum sampai di klinik, tapi dia sudah mengajkku untuk pulang bareng... Dasar aneh..” gumam So-ah

45

Ja-ya menunjukkan foto model berbikini dihadapan kakeknya.. Ia mengatakan kalau dirinya ingin melakukan hal yang sama supaya jadi terkenal seperti model itu. Kakeknya menolak keras hal itu, ia bahkan mengatakan akan mengusir Ja-ya jika dia benar-benar melakukan hal yang memalukan seperti itu.

46

Kemudian kakek membandingkan kelakuan Ja-ya dengan Hoo-ye.. meskipun tak memiliki siapapun di dunia ini, Hoo-ye bekerja-keras hingga akhirnya bisa sesukses sekarang.. akan tetapi, Ja-ya terus saja bebuat onar dan membuat susah orang disekitarnya. Kakek menyuruh Ja-ya untuk mengelola Block-World Mall yang tengah dibangun oleh Hoo-ye. Dan kali ini, Ja-ya tak menolaknya.. Ia sadar kalau ia akan mewarisi semua aset dari kakeknya, maka dari itu ia harus mulai berlatih mengurus bisnis mereka..

47

Di kantornya, Hoo-ye terlihat tidak bisa fokus dengan pekerjaannya. Bahkan Sekretaris Min harus mengundur beberapa pertemuan pentingnya.. akan teapi ada satu pertemuan yang tak bisa diundur. Hoo-ye memahami hal itu, sekarang ia harus pergi ke suatu tempat dan meminta Sekretaris Min untuk beretemu lagi dengannya langsung ditempat meeting mereka saja.

48

Ketika berjalan pergi, Ja-ya beru saja tiba dikantornya. Ia ingin berbicara dengan Hoo-ye, akan tetapi Hoo-ye mengabaikannya dan bahkan ia sempat menepis tangannya dengan cukup kasar. Hal itu membuat Ja-ya terekjut, namun Hoo-ye langsung meminta maaf kepadanya..

49

Ja-ya merasa heran dengan sikap Ho-ye yang sangat dingin dan kasar.. padahal sebelumnya, Hoo-ye tak pernah seperti itu. Ia-pun menanyakan hal ini kepada sekretaris Min, namun Sekretaris Min tak mau menceritakan apapun dan malah berjalan mengabaikannya.

50

Ja-ya terus mengikuti Sekretaris Min dan meskipun tidak ditanya tentang hal itu, Ja-ya bersikeras mengatakan kalau dirinya merasa penasaran tentang Hoo-ye bukan karena ia menyukainya. Tetapi Sektretaris Min menyanggah hal itu, ia menyebut Ja-ya telah menyukai Hoo-ye.. 

Orang-orang di gereja sering curhat kepadanya, kebanyakan dari mereka adalah para siswi SMA... Mereka sengaja bertingkah ketus kepada pria yang mereka sukai, sama seperti yang dilakukan oleh Ja-ya selama ini.

51

Di kliniknya, Sa-ah terus melihat kontrak jual-beli lahannya.. disaat itu, Sang-yoo masuk dan memberikan beberapa surat tagihan. Ia mengatakan kalau ayahnya Ma Bong-yeol merupakan manajer bank tempat mereka mengajukan pinjaman, jadi jika mereka meminta bantuannya maka setidaknya mereka bisa mendapat keringanan.

“Tak perlu melakukan hal itu..” ucap So-ah

52

“Lah kenapa?” tanya Sang-yoo yang kemudian secara tidak sengaja melihat tiket taman hiburan di dompetnya So-ah. Ia-pun bertanya, dengan siapa So-ah pergi? So-ah tak mau memberikannya jawaban. Kalau begitu, siapapun pria itu.. Sang-yoo mengatakan bahwa ia bisa menyetujuinya asalkan bukan dengan Ha-baek.

53

So-ah melihat tiket dari dalam dompetnya.. Ia teringat perkataan Ha-abek kemudian pipinya berubah memerah.

54

So-ah hendak pergi keluar... Akan tetapi, ketika membuka pintu, telah ada Hoo-ye yang berdiri menunggunya. Ia-pun mengatakan kalau kedatangannya untuk berkonsultasi dengan So-ah.

55

Hoo-ye mengeluhkan kondisinya yang kesulitan untuk tidur, So-ah memberitahukan bahwa ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab hal tersebut. 

“Masih ingat ‘kan, apa yang sebalumnya aku ceritakan? Tentang masa laluku.. aku terus mengingatnya, padahal aku inign melupakannya. Baru-baru ini aku mengalami begitu banyak hal yang membebani pikiranku hingga mengingatkanku pada masa lalu yang mengerikan itu..” ungkap Hoo-ye

56

Karena tak pernah menceritakan masa lalunya kepada siapapun, Hoo-ye mengakui kalau dirinya merasa canggung dan ragu. Akan tetapi, So-ah meyakinkannya bahwa sekarang ia tengah bercerita kepada seorang psikiater..

Hoo-ye melanjutkan ceritanya.. ia tak mengetahui siapa ibunya dan ayahnya selalu memperlakukannya seperti seorang monster, “Karena seharusnya aku tidak pernah terlahir ke dunia ini.. Soo-chi (berarti : aib) adalah nama asliku, ayahku takut jika yang lainnya mengetahui keberadaanku. Dia mengurungku dalam jangka waktu yang sangat lama.. akan tetapi, pada suatu malam yang sangat dingin, dia mengusirku.....”

===============

*FINALLY, we got it.. we know his true identity !!!!

*Dan siapa itu Nakbin yang disebut-sebut Ha-baek, bakalan aku jelasin di komentar sinopsis Episode 8 Bagian 2 yaaa!!! 



||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

10 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤