SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 7 [Bagian 1]

09:12

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

00

“Yoon So-ah!!!!” berkali-kali Ha-baek berteriak sembari melihat sekelilingnya. Wajahnya begitu pucat, karena ia tak menemukan So-ah.. Anehnya, ketika supir mobil BOX itu turun dari mobil, ia-pun tak melihat keberadaan So-ah.

01

“Tuan Ha-baek..” teriak Soo-ri sembari berlari ke arahnya. Ha-baek melirik ke samping, dan disana nampak Bi-ryeom yang tengah tersenyum sembari membopong So-ah. Ketika Ha-baek menghampirinya, ia-pun menurunkan So-ah yang kondisinya terlihat sangat shock.

“Apa yang terjadi!” tanya Ha-baek

02

“Aku tak memiliki agenda apapun.. dan karena penasaran, aku-pun mengikutimu seharian ini. Tapi, mengapa kalian bisa bertengkar?” tanya Bi-ryeom

03

Ha-baek tak mau menjawabnya, dan tanpa mengatakan sepatah kata apapun.. So-ah memilih untuk pergi menggunakan taksi.

“Kamu tak akan berterimakasih kepadaku? Baiklah.. kalau begitu anggap saja, sekarang ini kita sudah impas (karena kejadian kemarin)” teriak Bi-ryeom

BRIDE OF THE WATER GOD EPISODE 07

04

Supir taksi melihat wajah lesu So-ah, ia-pun berkomentar bahwa So-ah seperti orang yang baru saja selamat dari kematian. Ia-pun lanjut bercerita, bahwasanya ia memiliki seorang pelanggan yang berhasil lolos dari maut sebanyak 4 kali dalam satu bulan. Orang itu awalnya ketakutan, namun pada akhirnya ia menganggap kalau semua itu memanglah takdirnya.

“Yaaa.. aku kira memang itu takdinya..” keluh So-ah

05

“Kurasa, anda memiliki pemahaman yang salah tentang takdir..” ungkap sang supir yang kemudian menjelaskan bahwasanya seseorang tak akan pernah bisa merubah takdir yang telah ditentukan. Akan tetapi ada hal yang kita sebut sebgai ‘keberentungan’. Jalan hidup seseorang, bisa berubah sesuai dengan cara dia mengendalikan keberuntungannya sendiri. Jika diibaratkan sebagai mobil, seseorang bisa sampai ditujuannya lebih cepat atau malah lebih lambat.. semua itu tergantung pada cara mengemudi supirnya. Bisa saja dia ngebut atau mungkin dia memilih untuk melaju perlahan. Bisa juga dia melaju ugal-ugalan atau memilih untuk mengutamakan keselamatan.

“Beruntunglah anda, karena sekarang bertemu dengan seorang supir yang melaju perlahan untuk sampai ketujuannya dengan selamat dan tepat waktu...” ujar sang supir

06

Bi-ryeom tertawa.. ia menyebut hubungan diantara Ha-baek dan So-ah bagaikan alur cerita dalam film Komedi-Romantis. Baik itu Soo-ri maupun Ha-bek, meraka tak megetahui, apa itu Komedi-Romantis?

Bi-ryeom enggan menjelaskan hal itu, ia-pun lebih tertari untuk bertanya : Mengapa Ha-baek dan So-ah bertengkar? Akan tetapi, masih sama seperti sebelumnya.. karena Ha-baek tak mau memberikan jawaban apapun.

07

So-ah tiba disebuah tempat yang bernama Baekryeonga, yang merupakan perkebunan tempat Hoo-ye tengah berada saat ini. So-ah tak mau menyia-nyiakan waktu.. ia-pun menunjukkan surat kontrak yang kini telah ia rekatkan kembali dengan selotip. Ia meminta maaf, kemudian meminta Hoo-ye untuk segera membubuhkan cap-nya dalam dokumen ini.

“Sebenarnya ada masalah apa..?” tanya Hoo-ye. So-ah tak mau menjawabnya ia bersikeras meminta Hoo-ye untuk segera menyelesaikan kontrak jual-beli siantara mereka. Akan tetapi, Hoo-ye tidak bisa melakukan hal tersebut.. karena cap miliknya ia simpan di kantor.

08

“Ahh.. aku terlalu terburu-buru..” ungkap So-ah yang kemudian minta maaf dan pamit pulang.

“Kamu telah datang sejauh ini.. dan kamu fikir aku akan membiarkanmu pergi saja? Lagipula, melakukan pekerjaan berat akan membuatmu melupakan bebean pikiran yang mengganggu..” ungkap Hoo-ye

09

So-ah membantu Hoo-ye merapikan kebun, mereka melakukannya sembari mengobrol tentang ini dan itu. So-ah tak menyangka bahwasanya orang dengan pribadi yang dingin seperti Hoo-ye, ternyata memiliki hobi seperti ini.

“Orang dengan kepribadian dingin, juga menyukai pepohonan. Lagipula, aku bukanlah orang yang berkepribadian dingin melainkan sentimental..” ungkap Hoo-ye

“Tapi tetap saja, aku tak habis fikir.. mengapa orang seperti anda bisa sukses dalam dunia bisnis..” gumam So-ah

“Sejujurnya, aku bisa membaca pikiran orang lain jika aku menginginkannya. Begiutlah caranya aku bisa sukses..” ungkap Hoo-ye

10

So-ah tak terkejut akan hal itu.. ia menceritakan kalau dirinya mengenal beberapa orang yang juga memiliki kemampuan supranatural. Ada yang bisa berlari secepat angin, ada yang bisa membuat berlian, dan ada juga yang bisa melakukan sesuatu hanya karena pernah melihatnya sekali-saja.

“Hmm.. mereka orang yang cukup berbahaya..” tukas Hoo-ye

11

Setelah menyelesaikan pekejaaannya, mereka duduk di bangku sembari menikmati sekaleng minuman dingin yang segar. So-ah bertanya, mengapa dari sekian banyak hal.. Hoo-ye gemar untuk merawat pepohonan?

“Karena pohon akan hidup lebih lama daripada diriku sendiri. Pepohonan yang rimbun membentuk sebuah hutan, akan tetapi tidak pernah mengatur kehidupan makhluk yang lainnya. Bahkan rerumputan, serangga atau angin.. tak ada yang diatur olehnya dan malah saling-bersatu menciptakan segala hal yang dibutuhkan oleh manusia..” jawab Hoo-ye

12

Hoo-ye melihat wajah So-ah yang lebih ceria daripada sebelumya, kemudian ia mengatakan bahwasa saran darinya tadi ternyata terbukti manjur. Karena So-ah merasa lebih baikan setelah ia melakukan pekerjaan yang cukup melelahkan ini.

“Ini aneh... tapi rasanya, aku ingin menceritakan semuanya kepadamu..” ungkap So-ah

“Karena aku adalah orang lain..” tukas Hoo-ye

“Orang lain?” tanya So-ah

“Karena seberapa keras kamu memendam semuanya sendirian, itu saja saja seperti kamu meludah sembari tiduran.. Anggap saja kalau kamu  tengah bercerita kepada pohon..” jelas Hoo-ye

13

Dengan nada bicara yang agak gugup, Soa-h bercerita bahwasanya ia telah melakukan kesalahan yang sering dilakukan oleh manusia lainnya. Tanpa disadarinya, ia mulai bergantung dan ia-pun mulai bersedia untuk terbuka dengan orang lain.... namun rang lain itu merupakan orang yang suatu saat akan meghilang meninggalkannya.

“Sepertinya mereka orang yang jahat.. pada akhirnya mereka akan pergi, akan tetapi mereka bermain dengan perasaanmu...” komentar Hoo-ye

14

Ha-baek merenung sendirian di rooftop, entah apa yang tengah ia pikirkan.. namun sepertinya, ia snagat mengkhawatirkan So-ah.

15

Hoo-ye mengantar So-ah hingga kedepan gang rumahnya. Sebelum pergi lagi, ia mengatakan bahwa pintu perkebunannya selalu terbuka untuk didatangi So-ah kapan saja. So-ah mengangguk faham.. ia-pun meminta maaf karena selama ini selalu menganggap Hoo-ye sebagai pribadi yang dingin padahal sebenarnya tidak seperti itu.

16

So-ah berjalan menyusuri jalanan yang cukup gelap. Sebelum belokan terakhir menuju rumahnya, ia seperti berharap kalau ada seseorang yang tengah menunggunya.. dan memang tepat karena disana tengah berdiri Ha-baek ditempat yang biasanya.

17

“Kamu sedang apa?” tanya So-ah

“Ah.. aku sedang memikirkan cara untuk mengembalikan kekuatanku..” awab Ha-baek

“Kamu mengunjungi lahanmu itu?” tanya So-ah

“Tidak..” jawab Ha-baek

“Bukankah kamu sangat ingi pergi kesana..” ujar So-ah

“Aku ‘kan tidak punya SIM..” keluh Ha-baek

“Bukankah kau bersama Ahn-bi (Bi-ryeom)?” tanya So-ah

“Sudah kubilang aku tidak bisa percaya kepadanya..” ungkap Ha-baek

18

“Apakah sekarang kita sudah baikan?” tanya Ha-baek yang kemudian menarik tangan So-ah karena ada sua orang pria mabuk yang berjalan di sampingnya. So-ah sempat kaget karena hal ini, akan tetapi ia berusaha tetap terlihat baik-baik saja.

“Ahh.. tentang janjiku kepadamu----”

“Bohong.. saing tadi aku berbohong kepadamu..” tukas So-ah yang lanjut menjelaskan bahwasanya seorang manusia bisa mengatakan apapun ketika mereka sedang marah. Dan mengeai apa yang dikatakannya siang tadi, ia meminta HA-baek untuk tidak menganggapnya karena itu semuanya bohong..

19

Ha-baek tak terkejut akan hal itu.. karena ia telah mengetahuinya, “Dari wajahmu terlihat jelas, kalau kau memang berbhong..” ucapnya yang kemudian berjalan memasuki rumah terlebih dahulu.

20

Didalam rumahnya.. So-ah terduduk lesu. Tanpa disadarinya, air mata perlahan menetes membasahi pipinya. Tak jauh berbeda dengan Ha-baek, yang kini juga terduduk lemas di ruangannya.. ia tak menangis, akan tetapi wajahnya menunjukkan perasaanya yang complicated.

21

Bi-ryeom menelpon Moo-ra dan menayakan keberadaannya. Moo-ra tengah duduk sendirian di pesisir laut, ia menyuruh Bi-ryeom untuk tidak menemuinya karena ia tengah sibuk menyelesaikan tugasnya. Ia mengeluhkan kondisi air yang sangat menyedihkan.. begitu banyak ikan yang mati, “Jika terus seperti ini, akan tiba masa dimata kita tak akan bisa melakukan apapun lagi” keluhnya

22

“Tebak apa yang aku lakukan hari ini..” ungkap Bi-ryeom yang sama-sekali tak membuat Moo-ra tertarik untuk menjawabnya. Akan tetapi ketika Bi-ryeom mengatakan kalau dirinya telah bertemu dengan Joo Geol-rin, wajah Moo-ra langsung berubah kaget..

23

Dalam waktu yang singkat, Moo-ra telah tiba di kolam tempat Bi-ryeom tengah berenang. Ia langsung membombardirnya dengan berbagai pertanyaan seputar Joo Geol-rin dan yang paling membuatnya penasaran.. apakah Joo Geol-rin telah menceritakan semuanya kepada Ha-baek?

Bi-ryeom menjelaskan bahwa Joo Geol-rin sangat pandai melarikan diri. Lagipula, begitu penting ‘kah masalahnya yang ebrkaitan dengan Joo Geol-rin?

24

Moo-ra tak mau membahas hal itu lebih anjut, ia-pun mengajak Bi-ryeon untuk bekerja-sama supaya mereka bisa segera menemukan Joo-dong. Dan membuat Ha-baek lebih cepat kembali ke asalnya.

“Kenapa kau mencari rumah baru? Kau ingin tinggal berasa dengan Ha-baek? Jika memang seperti itu.. carilah rumah yang nyaman, akrena sepertinya Ha-baek ingin lebih lama tinggal disini..” ungkap Bi-ryeom

25

Di halaman resort milik Hoo-ye, terlihat Ja-ya beserta beberapa rang kru televisi tengah syuting acara senam pagi. Ja-ya sibuk mengikuti intrukstur senang untuk melakukan peregangan, dan bersamaan dengan itu.. Hoo-ye lewat dan tersenyum kearahnya..

26

Sekretaris Min menjelaskan, bahwasanya pihak tim marketing menganggap acara syuting itu tak terlalu berdampak besar dalam mempromosikan resort mereka. Akan tetapi, Ja-ya bersikeras untuk tetap melakukannya.. jadi apa boleh buat, lagipula tak ada satupun orang yang bisa melarangnya.

Hoo-ye tak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.. saat ini ia sangat sibuk, ia harus segera pergi ke tempat lain. Maka ia-pun meminta Sekretaris Min untuk mengirimkan sebuah video rekaman konser dari Kementrian Kebudayaan untuk dikirim via e-mail kepadanya..

27

Sesaat setelah Hoo-ye pergi, masuklah Ja-ya. Ia bertanya, dimana Hoo-ye? Sekretaris Min mengatakan bahwa Hoo-ye harus pergi, karena ada agenda rapat yang lainnya dan jika ini tentang interview lagi, Sekretaris Min menegaskan bahwasanya Hoo-ye tak akan pernah bersedia untuk melakukannya.

Ja-ya faham betul akan hal tersebut. Ia-pun menegaskan bahwa kedatangannya kali ini, ialah untuk menayakan sesuatu.. tadi pagi, ia melihat Hoo-ye tersenyum kearahnya dan ia-pun meara penasaran.. mengapa Hoo-ye tersenyum seperti itu?

Sekretaris Min berpikir sejenak, kemudian ia menjelaskan jika dirinya menjadi Hoo-ye... pastinya ia tersenyum karena melihat Ja-ya melilit-lilitkan tubuhnya dengan kikuk seperti tadi.. karena saat itu, Ja-ya terlihat konyol.

“Aku terlihat konyol? Konyol apanya!!!!” keluh Ja-ya

28

So-ah terbangun dari tidur karena ponselnya berdering.. dan itu merupakan telpon dari Hoo-ye yang ingin menjadwalkan pertemuan berikutnya, supaya bisa segera menyelesaikan urusan jual-beli siantara mereka. Awalnya mereka akan bertemu senin depan, akan tetapi Hoo-ye mempercepatnya menjadi hari ini saja.. karena mereka tak akan mengetahui, hal aneh apa yang bisa tiba-tiba menimpa mereka.

“Kita bertemu malam ini saja.. karena siangnya aku harus pergi ke kebun. Aku baru saja menerima benih bunga yang sangat susah untuk didapatkan dan aku harus segera menanamnya..” jelas Hoo-ye

29

So-ah tersenyum dan ia-pun setuju untuk bertemu dengannya malam ini. Setelah menutup telponnya, langkah So-ah terhenti karena Ha-baek memanggilnya.. ia terkejut karena melihat Ha-baek yang tengah duduk bersantai didalam rumahnya.

30

So-ah bertanya.. mengapa dan bagaimana Ha-baek bisa masuk kedalam rumahnya? Ha-baek menunjukkan kunci So-ah yang ternyata masih tergantung begitu saja dipintu luar. So-ah baru menyadarinya, ia-pun berusaha membela diri dengan mengtakan, kalau Ha-baek tak boleh seenaknya memasuki rumahnya seperti ini..

31

Ha-baek mengalihkan pembicaraan dan bertanya mengenai lahannya.. Apakah So-ah benar-benar akan menjualnya? Jika memang dengan menjualnya akan menghasilkan banyak uang yang membuat So-ah bahagia.. maka saat ini, ia mempersilahkan So-ah untuk menjualnya. So-ah merasa kaget karena secara tiba-tiba, Ha-baek berubah fikiran dan memberikan izin kepadanya.. padahal sebelumnya Ha-baek sangat menentang hal ini.

32

Selanjutnya, Ha-baek bertanya.. siapakah orang yang baru saja berbicara di telpon hingga membuat So-ah menunjukkan wajah sumringah? So-ah tak mau menjawabnya.. Namun Ha-baek terus menanyaan hal itu sembari berjalan mendekati So-ah.

Posisi wajah mereka makin dekat, So-ah tak lagi bisa berjalan muncur karena badannya telah menyentuh dinding. Ha-baek menatap So-ah.. sejenak ia terdiam kemudian mengatakan “Pria.. aku yakin yang menelponmu itu pasti pria. Sekarang pipimu memerah, nafasmu terengah-engah dan denyut jantungnmu juga berdetak dengan kencang. Kondisimu ini, sama seperti yang aku lihat di film-film..” ungkap Ha-baek

33

Ha-baek berjalan ke Rooftop, disana ada Soo-ri yang tengah sibuk menonton drama sembari merapikan beberapa pakaian Ha-baek. Ha-baek sendiri, sepertinya tengah kesal.. “Baru saja aku melihat sesuatu yang aku kira tak pernah bisa ketemukan di dunia nyata..” keluhnya

34

Tiba-tiba muncullah So-ah, ia hendak menanyakan dimana minuman sari buahnya berada. Akan tetapi, ia dibuat tekejut ‘lagi’ karena melihat Ha-baek yang baru saja melepas pakaiannya karena akan berendam. Selain itu, ia-pun melihat begitu banyak pakaian yang tergantung disana. Soo-ri menjelaskan bahwasnya pakaian itu pemberian dari Moo-ra yang tak tahan melihaya gaya berbusana Ha-baek yang ‘mengerikan’ untuk dipandang.

35

“Apa masudmu aku berbicara dengan seorang pria?” tanya So-ah dengan gugup

“Kalau begitu, kau berbicara dengan seorang perempuan ‘hah!?” tukas Ha-bae

“Ahh.. aku memang berbicara dengan seorang pria. Akan tetapi, yang membuat pipiku memerah bukanlah hal itu.. karena dia hanyalah pembeli la---” So-ah tak menyelesaikan kalimatnya. Dengan tergesa-gesa, ia-pun berjalan menuruni tangga meninggalkan mereka.

36

Soo-ri merasa penasaran, ia-pun bertanya kepada Ha-baek : Apakah So-ah berbicara dengan seorang pria atau tidak?

“Iya dia melakukannya..” jawab Ha-baek yang membuat Soo-ri menggumam heran : “Apa pentingnya hal ini?”

37

Dalam perjalanan menuju klinik, So-ah bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, mengapa ia harus memberikan penjelasan kepada Ha-baek? Ia kemudian mengingat perkataan Ha-baek yang mengizinkannya menjual lahan itu.. “Kenapa? Apakah dia melakukannya demi kebahagiaanku?” gumamnya

Namun beberapa saat kemudian ia menggerutu, menduga bahwa saat ini Ha-baek tengah mengujinya.

38

Di klinik, dua orang perwakilan dari pusat perlindungat satwa langka menemui Sang-yoo. Mereka memberitahukan bahwasanya telah ditemukan kotoran macan tutul dilaha milik So-ah. Dikarenakan macan tutul merupakan satwa langka yang silindungi keberadaannya, maka mereka meminta So-ah untuk mengundur penjualan ahannya hingga mereka menyelesaikan penelitiannya.

39

So-ah tak mempedulikan hal itu.. meskipun macan tutul merupakan hewan yang sangattt langka, ia mayakini bahwsanya binatang itu mungkin masih bisa ditemukan ditempat yang lain. Pokoknya kali ii, So-ah bersikeras untuk menjual lahan tersebut.

Hari ini, Ma Bong-yeol menunda jadwa terapi-nya, karena ia tengah berlibur.. maka dari itu, tak akan ada pasien yang datang dan So-ah bisa kembali pulang, “Lagipula klinik ini sebentar lagi juga akan gulung tikar..” celetuk Sang-yoo

“Kau ini sedang becanda atau apaan sih..” tukas Soo-ah

40

Moo-ra tengah syuting sebuah melodrama.. kali ini adegannya mengharuskan sang pria untuk menciumnya. Namun aneh.. pria itu mendadak kaku, dia malah kesulitan bernafas dan mendadak kejang, kemudian pingsan.

41

Syuting dihentikan dan Moo-ra beristirahat di ruangannya. Manajer serta asistennya berbicara denga Moo-ra.. mereka merasa ada yang aneh, karena kejadian ini sudah berulang kali terjadi. Selalu saja, pria yang akan mencium Moo-ra berakhir pingsan seakan-akan Moo-ra hendak memakannya hidup-hidup. Dan karena kejadian deperti inilah, orang-orang menganggap Moo-ra tidak layak berperan dalam sebuah melodrama, karena ia hanya mengandalkan kencantikannya saja.

42

Moo-ra tak mau membahas hal itu, ia-pun menanyakan mengenai rumah baru yang diinginkan olehnya. Sang manajer menyarankan agar Moo-ra tinggal di apartemen saja, akan tetapi Moo-ra menegaskan kalau merka harus menuruti apa yang diinginkan olehnya..

43

Tiba-tiba, datanglah Bi-ryeom.. dia mengajak Moo-ra untuk makan siang bersama dengannya. Sebelumnya, ia-pun sempat menyindir Moo-ra atas hal yang baru-saja terjadi.. ia menyebut Moo-ra hanya cocok untuk memerankan karakter yang bersifat seperti ‘binatang’(antagonis).

Kebetulan, hari ini syuting juga harus dihentikan.. karena aktor yang tadi pingsan, harus dibawa ke rumah sakit. Akan tetapi.. Moo-ra tak bisa menerima ajakan Bi-ryeom, ia mengatakan kalau dirnya sudah ada agenda yang lain..

44

Ternyata Moo-ra hendak menemui Hoo-ye. Ia-pun terpaksa membawa Bi-ryeom bersamanya.. Hoo-ye berkomentar, menyebutkan bahwa mereka seperti sahabat yang sangat dekat. Bi-ryeom mengiyakan hal tersebut.. ia menjelaskan bahwa situasi-lah yang mebuat mereka bisa dekat hingga memercayai satu sama lain seperti ini.

45

Langsung pada intinya, tujuan Moo-ra datang kesini.. ialah untuk meminta-maaf karena dirinya akan pergi meninggalkan resodt yang selama ini menjadi tempat tinggalnya. Ia memahami betus bahwa pihak marketing pasti tidak akan senanag akan hal ini.. namun ini-lah keputusannya.

Hoo-ye faham akan hal itu, ia menyetujui permintaan Moo-ran dan ia juga berterimakasih karena Moo-ra telah tinggal cukup lama disni hingga membuat resor ini dikenal sebagai ‘tempat tinggalnya seorang dewi’

46

Bi-ryeom terkejut dengan sikap Moo-ra yang ternyata bisa meminta maaf dan juga berbicara secara normal dengan seorng manusia. Moo-ra menjelaskan bahwasanya Hoo-ye menupakan keturunan manusia biasa.. dia kuat jika melawan yang kuat, dan dia lemah ketika menghadapi yang lemah.

“Wahh.. aku tak tahu kalau ternyata kau memiliki kemamuan untuk menganalisa karakter seseorang..” ujar Bi-ryeom

47

Tiba-tiba, ponsel Moo-ra berdering.. ia lansgung tersenyum setelah melihat itu merupakan telpon dari Ha-baek. Ia menyuruh Bi-ryeom untu menunggu diluar, sementara dirinya berbicara degan Ha-baek.

48

Ha-baek mengajak Moo-ra untuk menemaninya pergi ke lahan gerbang menuju dunia para-dewa. Moo-ra bertanya, bagaimana dengan Bi-ryeom? Ha-baek menegaskan, bahwasanya sekarang ia masih belum bisa memercayai Bi-ryeom.. maka dari itu, mereka haru pergi tanpa membawanya.

Soo-ri yang berada disamping bertanya.. bagaimana dengan So-ah? Ha-baek menegaskan bahwa ini urusannya dan ia tak ingin So-ah terlibat dalam hal ini.

49

Bi-ryeom mengetahui bahwa Moo-ra akan pergi dengan Ha-baek, ia-pun mengeluh.. menanyanyakan apakah hanya dewa-dewi bangsa negara air saja yang bisa pergi bersama-sama?

“Pergilah..” perintah Moo-ra

“Wuah.. kalau kau terus bermain dengannya, maka aku bisa melakukan seuatu yang mengerikan..” gumamnya

50

Bi-ryeom berjalan pergi.. sepanjang langkahnya, ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri : “Bagaimana caranya supaya dia mau bermain denganku? Haruskah aku mengakap pria itu untuknya?”

51

Joo Geol-rin.. dia keluar dari persembunyiannya didalam gorong-gorong selokan di bawah jalan-raya. Ia mengeluhkan perutnya yang selalu merasa kelaparan.. ditambah lagi, ia tak mengetahui kemana orang sepertinya harus pergi.

52

Ia-pun membuka ponselnya... kemudian membuka browser dan mencaritah sesuatu tentang ‘Manusia yang disebut sebagai Dewa’.. disebuah forum, tertulis pengumuman bahwa mereka akan segera melakukan perkumpulan.

*Waduhh gokill, gelandangan aja make ponsel Galaxy S8+, wkwkwkwk

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤