SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 6 [Bagian 2]

15:36

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

00

Moo-ra memperkirakan, bahwa kemunculan air merah yang ke-7 masih lama. Maka dari itu, mereka masih memiliki kesempatan untuk menemukan kembali batu tersebut.

01

Namun yang membuatnya merasa heran ialah alasan mengapa batu dewa itu disimpan di bumi. Mengapa seraong yang akan memimpin negara para-dewa, harus berurusan dengan dunia manusia?

Mendengar pertanyaan Moo-ra mmebuat Ha-baek teringat akan pertanyaannya kepada Imam-besar sebelum ia diturunkan ke bumi. Hingga detik ini-pun, Ha-baek masih belum bisa menemukan jawaban dari pertanyaan itu.

02

Moo-ra harus segera pergi, karena ia ada jadwal syuting siang ini. Sebelum masuk ke mobilnya, ia memeluk Ha-baek, kemudian meminta-maaf lagi.

03

Kemudian, sesaat setelah ia menjalankan mobilnya.. sejenak ia terhenti, kemudian menurunkan kaca mobilnya dan mengatakan kalau ia tak menyukai ­gaya berpakaian Ha-baek (Setujuuuu, Ha-baek kelihatan kayak bapak-bapak. Make jas kegedean, celana-nya juga enggak cocok -_-)

04

So-ah menggerutu kesal.. karena untuk ke-sekian-kalinya, ia harus membeli ponsel yang baru. Tiba-tiba Ha-baek menelponnya, ia meminta So-ah memberikan kuci mobil padanya, karena ia harus pergi ke suatu tempat.

05

Meskipun hanya meminta kunci mobil, pada akhirnya So-ah sendiri yang menyetir dan mengantarkan Ha-baek hingga ke tempat tujuannya. Ia melakukan hal ini, karena Ha-baek tak memiliki lisensi mengemudi yang berati ilegal untuknya berkeliaran mengendarai mobil di jalan raya.

06

Ha-baek kemudian bertanya, apa saja yang dibutuhkannya supaya bisa membuat lisensi? So-ah pun menyebutkan bahwa ia perlu melewati tes mengemudi, kemudian mengumpulkan foto terbaru dan juga Kartu Tanda Penduduk.

Ha-baek tak mengetahui apa itu Kartu Penduduk, ia-pun menyuruh So-ah untuk membelikan benda itu untuknya. So-ah langsung menghela nafas panjang, dan mengatakan “Tidak, terimakasih!”

07

Ternyata, tempat yang dituju Ha-baek merupakan taman dimana ia pertama-kali turun ke bumi. So-ah tentunya mengenali tempat itu, namun ia masih belum mengetahui bahwa orang yang dikiranya sebagai pencuri adalah Ha-baek.

Dihadapan Ha-baek, ia berdoa mengutuk pencuri itu mendapatkan penyakit yang aneh. Ha-baek mendengarnya dan hanya mengatakan kalau tak ada dewa yang akan mengabulkan permohonannya itu.

08

Ha-baek mulai mencari petanya ke setiap sudut taman, So-ah yang mengikutinya kemudian bertanya.. seperti apakah wujud peta itu? Ha-baek mengungkapkan, kalaupun ia menjelaskannya maka manusia biasa tak akan bisa mengerti.

So-ah bersikeras mengatakaan kalau dirinya merupakan seroang ‘pelayan’ dewa.. Jadi, mungkin saja, ia bisa memahaminya sehingga membantu Ha-baek untuk mencarinya?

09

Ha-baek pun mencoba untuk menjelaskan seperti apa bentuk petanya tersebut: Bersifat seperti air, namun sejernih api. Terukir kebenaran dengan tanda-tanda yang utuh. Semua momen dihentikan, namun semua momen berlalu...

So-ah sama-sekali tak memahami perkataan Ha-baek. Akhirnya ia-pun menyerah dan memutuskan untuk menunggunya dibawah pohon saja.

10

So-ah membuka peta kecil di balpoinnya, kemudian ia menggerutu kesal mengatakan kalau semua ini salahnya Ahn-bin (Bi-ryeom). Meskipun berada di dekatnya, namun So-ah menelpon Ha-baek. Ia ingin meminta nomor posel Bi-ryeom, namun Ha-baek menolak memberikannya dan menegaskan agar So-ah tidak berurusan dengan orang seperti Bi-ryeom lagi.

11

So-ah tak bisa memaksa.. setelah telponnya ditutup, So-ah mengganti nama Ha-baek di ponselnya menjadi ‘Tn. Alami’, namun kemudian ia merubahnya lagi menjadi ‘Pelindung’, dan terakhir ia mengubahnya menjadi ‘hantu air’

12

So-ah merekam Ha-baek yang tengah serius mencari peta miliknya... bersamaan dengan itu, ia melamun, mengingat kembali hal apa saja yang telah dilakukan Ha-baek setelah bertemu dengannya. Terutama ketika Ha-baek berjanji untuk melindunginya.. nampaknya kalimat itu sangat membekas dihatinya.

13

Tanpa ia sadari, Ha-baek telah berada di belakangnya dan berusaha untuk melihat apa yang tengah ia rekam. Segera, So-ah mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Ha-baek selfie dengannya.

14

Mereka berdua telihat sangat kaku, So-ah tak pandai mencari sudut foto yang pas. Dan Ha-baek tak pandai berpose didepan kamera. Sempat terjadi momen yang mendebarkan, ketika Ha-baek hampir mencium kening So-ah ketika hendak melirik ke kiri.

15

Untuk beberapa detik.. mereka terdiam dalam posisi itu. Namun beberapa saat kemudian, mereka lanjut mengambil foto... Meskipun hasilnya agak mengecewakan, karena pose mereka tidak ada yang bagus.

16

So-ah mengirim semua foto itu ke ponsel-nya Ha-baek. Kemudian mereka berjalan menuruni tangga menuju tempat parkir. So-ah bertanya, apakah setelah batu itu ditemukan.. semuanya akan berakhir dan Ha-baek akan kembali ke tempat asalnya?

Ha-baek menjawab ‘iya..’, kemudian raut wajah So-ah berubah sedih.. “Itu artinya kau melindungiku hanya untuk sementara saja..” gumam So-ah

17

So-ah kemudian menyinggung perihal takdir Ha-baek yang akan menjadi seorang pemimpin di alam para-dewa. Ia merasa, terlalu sederhana jika Ha-baek mendapatkan posisi itu hanya bermodalkan sebuah peta saja, bukankah seharusnya ada perang perebutan kekuasaan?

Ha-baek mengatakan bahwa hal itu tak mungkin terjadi. Karena dari lahir, takdirnya memang untuk menjadi seorang pemimpin dan tak ada yang bisa merubah takdir itu.

18

Selanjutnya, giliran Ha-baek yang bertanya kepada So-ah mengenai pemimpin di negara ini. Ia mengetahui, kalau disini manusia memilih pemimpinnya sendiri. So-ah membenarkan hal itu, namun ia menganggap kalau semua pemimpin disini selalu lupa akan tanggung-jawabnya.

“Ahh.. tapi aku tak memedulikannya.. Lagipula, aku akan segera pergi meninggalkan negara ini..” ucap So-ah yang lantas membuat Ha-baek bertanya balik, memastikan apakah So-ah benar-benar tak perduli akan hal itu?

“Bagaimana jadinya jika aku tak akan pernah kembali ke tempat asalku? Akan seperti apa jadinya?.... Hal itu tak mungkin terjadi, dunia air tanpa diriku.. tidak pernah bisa kubayangkan akan seperti apa jadinya..” ungkap Ha-baek

19

Mereka masuk kedalam mobil, dan tak lama kemudian Soo-ri juga datang. Badannya sangat bau alkohol, karena barusan dia habis minum dengan bos-ya. Ha-baek menyuruh So-ah untuk mebawanya ke lahan miliknya (*yang secara tertulis miliknya So-ah). Namun So-ah, ingin pergi menemui Bi-ryeom. Merka-pun berdebat, namun tiba-tiba telpon So-ah berdering.

20

Telpon itu, dari Yeom-mi yang baru saja kembali dari perjalanannya. Tanpa sempat bertanya tentang kabar sekalipun, So-ah langsung menggerutu, mengungkapkan kekesalannya pada Yeom-mi yang menghilang cukup-lama. Yeom-mi tak bisa membantah.. ia membiarkan So-ah untuk berbicara sendiri, dan ia-pun hanya memberikan respon lewan pesan singkat. Ia meminta So-ah untuk menemuinya karena ada seseroang yang ingin ia pertemukan dengan So-ah.

21

Ha-baek tetaipingin pergi ke lahannya. Namun So-ah menolaknya dan mengatakan kalau sekarang ia harus bertemu dengan temannya!!!

22

Mereka tiba di tempat praktek Yeom-mi. Kali ini, dengan bangga So-ah memperkenalkan Ha-baek sebagai dewa air. Namun hal itu, malah membuat Yeom-mi mengira kalau So-ah benar-benar tidak waras.

23

Yeom-mi bertemu dengan seroang pria hebat dari Gaerongsan yang memiliki kemampuan meramal yang sangat hebat. Ia ingin So-ah mengobrol dengan pria itu, karena selama ini Yeom-mi bisa meramal semua orang kecuali So-ah. Makanya ia sangat penasaran, ada apa dengan So-ah?

24

So-ah masuk kedalam bilik ramal.. Ia tak memercayai pria itu dan hendak pergi keluar-lagi. Namun pria itu, tiba-tiba menyinggung perihal orangtua So-ah dan itu membuat So-ah akhirnya mau duduk dan berbicara dengannya.

25

Yeom-mi pergi keluar.. ia sempat melihat Soo-ri dan mengatakan kalau Soo-ri tidak cocok untuk menjadi pengawal Dewa.

26

Pria itu, lanjut menyebutkan satu-persatu  kesialan yang menimpa So-ah. Mengenai lahan yang akan dijual, ia mengatakan kalau So-ah tak akan pernah bisa menjualnya. Selain itu ada spirit kuat disekitar So-ah yang membuatnya terus menghadapi kesialan. Dan menurutnya spirit itu berasal dari dewa-rendahan. Jika So-ah ingin sukses, maka ia harus mengusir dewa itu dari dekatnya..

So-ah bersikeras mengatakan kalau Dewa itu bukanlah Dewa-rendahan.. Namun pria itu tetap kekeh dengan pendapatnya... hingga mereka-pun berdebat. Dan dari luar, Ha-baek mendengarnya.. Ia-pun segera masuk dan berteriak memarahi pria itu: “SIAPA KAU!” tanyanya

27

Ha-baek membuka tirai penghalang, dan ternyata pria itu adalah Joo Geol-rin! Geol-rin gemetar ketakutan,.. berkali-kali ia minta ampun, namun ketika ada kesempatan.. ia langsung berlari-kabur secepat yang ia bisa.

28

Ha-baek beserta Soo-ri dan So-ah mengejarnya.. Mereka berpapasan dengan Yeom-mi yang hampir terjatuh karena bertabrakan dengan Soo-ri. Yeom-mi sempat mengajak Soo-ri mengobrol, namun ia diabaikan.. Karena Soo-ri tengah sibuk mengejak Geol-rin.

29
30
31

Meskipun terlihat sudah tua-renta, namun Geol-rin masih bisa berlari dengan sangat cepat. Ia juga bisa meloncati beberapa pagar yang cukup tinggi. Mereka saling mengejar dari gedung yang satu ke gedung yang lainnya.. dan berakhir di sebuah Rooftop. Ha-baek menyuruh Geol-rin untuk menyerah saja.. Namun mengejutkan, karena Geol-rim malah nekat terjun bebas dari atap gedung yang sangat tinggi itu.

32

Namun hal yang aneh terjadi.. lokasi tempat Geol-rin terjatuh menjadi retak.. Sementara Geol-rin sendiri, menghilang entah kemana perginya..

33

Ha-baek sangat kesal.. namun lagi-lagi, perutnya yang keroncongan mengalihkan dunianya--

34

Sekarang mereka makan disebuah kedai mie.. Tanpa disuruh sebelumnya, So-ah spontan mengambilkan mie dengan garpu untuk Ha-baek. Selanjutnya ia-pun bertanya, apa yang akan mereka lakukan ketika berhasil menangkap Geol-rin?

35

Soo-ri menjelaskan kalau mereka harus menghilangkan kutukannya. Seperti kita ketahui, kalau Ha-baek merasa kelaparan setelah dicium oleh Soo-ri.. dan kutukan itu akan hilang, apaila mereka berciuman lagi. Namun Ha-baek akan ragu melakukannya, So-ah pun mengatakan kalau Ha-baek harus melakukannya supaya tidak terganggu oleh rasa lapar lagi. Toh dia tinggal memejamkan matanya saja, kemudian menciumnya.

36

Tetap saja, hal itu sangatlah menjijikan, lagipula kekuatan Ha-baek akan kembali seperti-semula ketika ia pulang ke tempat asalnya. Mendengar pernyataan itu, malah membuat So-ah menunjukan raut-wajah sedih. “Ketika dia kembali ke asalnya..” gumam So-ah

37

Selagi mereka membahas mengenai kutukan, So-ah kemudian bertanya.. Dosa apa yang telah dilakukan oleh leluhurnya, hingga seluruh keturunannya dikutuk untuk menjadi pelayan para-dewa?
“Itu bukan kutukan, tapi sebuah janji.. karena mereka telah melakukan kesalahan..” tukas Ha-baek

“Kesalahan seperti apa? Kalau kau memberikan penjelasan yang masuk-akal, maka aku akan menerima takdirku ini..” ucap So-ah

38

Raut wajah Ha-baek berubah serius.. Ia menceritakan sebuah kisah ketika ada seorang wanita yang diserang dan jatuh ke lautan. Saat itu, peraturan diabaikan sehingga dia dibiarkan untuk tinggal di dunia air. Dia memiliki kehidupan yang abadian disana.. Namun suatu-hari, ia mengkhawatirkan kondisi ayahnya yang buta yang tinggal di dunia manusia. Ia-pun dibairkan untuk kembali ke asalnya, bahkan dibekali dengan bingkisan mewah dari kerajaan.

39

Sebelum menceritakan kelanjutan kisah tersebut, Ha-baek terlihat murka. Dia bahkan sempat menusukkan garpunya ke meja, kemudian lanjut bercerita: Wanita itu tidak pernah kembali lagi ke dunia air. Dia jatuh cinta dan menikah dengan raja di negaranya. Hal itulah yang membuat negara air merasa terkhianati.. Padahal, mereka telah melakukan banyak hal untuk wanita itu!

Soo-ah asal tebak, ia bertanya apakah wanita itu berasal dari keluar Shin dan bernama Chung ? (Shim-chung merupakan figur perwujudan kebajikan dan bakti)

40

Ha-baek tak menggubris pertanyaan itu, ia malah bergegas pergi menuju mobilnya.. Soo-ri tak berkomentar apapun, namun jelas terlihat kalau ia mengetahui sesuatu terkait apa yang baru saja diceritakan oleh Ha-baek.

41

Ketika masuk kedalam mobil, So-ah melirik Ha-baek.. ia menegaskan kalau nama belakang ayahnya adalah Yoon, dan ibunya adalah Kang. Lain kali, ia meminta Ha-baek untuk menceritakan kisah yang berhubungan dengan keluarganya saja..

42

Ha-baek menyuruh So-ah untuk membawanya ke lahan miliknya. Namun So-ah menolak, karena ia sendiri harus segera pergi menemui Bi-ryeom. Namun Ha-baek megatakan kalau So-ah tak perlu pergi kesana, karena dokumen yang hendak diambil oelh So-ah telah berada ditangannya.

43

Kemarin, Bi-ryeom menemukan itu dimobilnya dan langsung memberikannya kepada Ha-baek.

44

Ha-baek memberikan dokumen itu kepada So-ah.. Namun yang mengejutkan, ialah karena dokumen itu telah dirobek terlebih-dahulu olehnya. So-ah tak habis fikir, mengapa Ha-baek melakukan hal ini?
Ha-baek bersikukuh mengatakan kalau lahan itu miliknya, dan ia tak akan pernah mebaiarkan siapapun untuk menjualnya! So-ah boleh menjual benda apapun kecuali lahan itu!

“Tapi aku tak memiliki apapun lagi yang bisa kujual, selain lahan ini!” ucap So-ah dengan emosi

45

So-ah turun dari mobil kemudian berlari pergi.. Ha-baek tidak tinggal diam, dan ia-pun mengejarnya. Ia berhasil menghentikan So-ah setelah meraih tangannya..

46

So-ah menatapnya pilu, kemudian mengungkapkan perasaan senang dan tenang, yang ia rasakan ketika Ha-baek berada didekatnya. Bahkan ia sempat berpikiran, bahwa hidup bersama dengan Ha-baek merupakan hal yang sangat membantunya.

47

So-ah tak kuasa menahan air matanya, ketika ia mengatakan kalau dirinya menyadari bahwa perasaannya itu hanya berlangsung sementara.. Karena suatu saat, Ha-baek akan pergi meninggalkannya dan membuatnya kembali hidup sendirian.

Maka dari itu, meskipun merasa sangat bahagia.. namun So-ah juga merasa sangat kecewa. Ia sadar-betul, bahwa manusia biasa sepertinya bukanlah apa-apa dimata Ha-baek yang merupakan dewa yang sangat di-agung-kan didunianya.

48

So-ah melepas tangan Ha-baek kemudian berjalan pergi meninggalkannya.. Ia terus menangis, sembari menatap robekan dokumen kontrak jual-beli lahannya.

49

So-ah menelpon Hoo-ye yang sekarang tengah sibuk mengurus kebunnya. Ia memohon supaya Hoo-ye membiarkannya untuk bertemu dengannya.. Meskipun, ia harus datang ke tempat ‘pribadi’ yang disebutkan oleh Hoo-ye.. Ia bersedia melakukannya...

Hoo-ye tak memberikan jawaban apapun.. Ia hanya terdiam, wajahnya menunjukkan ekpresi serius ketika mendengar suara sengau So-ah yang membuatnya, dengan muda bisa engathui bahwa So-ah baru saja menangis...

50

Setelah menutup telponnya, lampu hijau untuk penyebrang jalan meyala.. So-ah berjalan perlahan.. Pandangannya begitu kosong, dan tiba-tiba muncullah mobil box yang sepertinya kehilangan kendali. 

51

Ha-baek melihatnya.. ia berlari dan berteriak memanggil So-ah. Namun terlambat.. mobil itu sudah berada tepat didepan mata So-ah..

52

Ketika Ha-baek sampai ditempat So-ah sebelumnya berada, mobil box itu sudah lewat. So-ah juga tak ada disana.. Ha-baek tak-tahu apa yang terjadi pada So-ah. Ia hanya bisa berteriak keras menyebut nama “Yoon So-ah!!!!!”

============
*** NOTES ***

Tenang.. So-ah dipastikan selamat. Karena di preview episode selanjutnya, dia masih dalam kondisi sehat-sempurna. Tapi, kepo juga gimana caranya dia bisa selamat? Ditolong Bi-ryeom? Atau ditolong siapa yaa?

Terus menurut kalian Hoo-ye itu siapa? Udah pasti dia itu bukan manusia biasa. Apakah dia itu Dewa Joo-dong? Sebelumnya kita cuman dikasih clue, kalau Joo-dong itu dewa Bumi. Dan sangat kebetulan.. Karena Hoo-ye hobinya mengurus tanaman. Dan di episode ini, dia bilang kalau dia harus pergi ke tempat ‘pribadi’ dan ternyata tempat pribadinya itu adalah kebun.. Jadi, boleh ditarik kesimpulan enggak nih????

Terus, tentang sosok wanita yang diceritakan oleh Ha-baek.. Mungkinkah, itu wanita yang pernah dia cintai? Mungkinkah wanita itu merupakan So-ah yang dulu pernah tenggelam ke laut?

Clue tentang Ha-baek yang pernah mencintai manusia, dikatakan oleh Moo-ra  dalam preview episode 6. Tapi sayangnya, adegan itu enggak ditayangin di episode ini.. Jadi, jangan berharap banyak sama potongan adegan dari preview. Hehehehe...


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

2 komentar

  1. Makasih Sinopsisnya,, :)
    Tapi, anehnya kalau memang yg diceritakan Ha-baek itu So-ah remaja, harusnya So-ah sdh nikah dong sama raja didunianya. Aku blm bisa tarik kesimpulan sih,, hehe :D .cuma, kalau soal dewa bumi/Joo dong mungkin aja kalau itu Hoo-Ye (masuk akal).. SEMANGAT ya! Kita tunggu di Next Episode! (⌒▽⌒)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama-sama ☺

      Itusih sekedar tebakan aja. Tapi banyak yang nebak juga kalau katanya wanita yang diceritain Ha-baek itu keturunannya Keluarga Shim yang 'kemungkinan' dulu Ha-baek suka. Yang masih masih ambigu keluarga Shim = Keluarga Shin?

      Inget kan adegan pas Ha-baek marahin Ja-ya, bilang kalau wajah dan tingkahnya berasa familiar sambil nanya apakah Ja-ya dari keluarga 'Shim'?

      Sekarang keluarga Shin kaya-raya, bisa jadi asal-muasalnya dari bingkisan yang dikasih dari negara air.

      *Itu semua cuman tebakan aja loh, wkwkwk

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤