SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 6 [Bagian 1]

10:31

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

00

[PERIODE SHILLA, 1200 tahun yang lalu]

Seekor burung raksasa, terbang tinggi diatas langit.. Namun tiba-tiba, burung itu terjatuh ke lautan. Didekatnya terlihat sepasang ayah-anak yang tengah sibuk melempar jaring dari atas perahu mereka.

01

Seketika, anak itu dibuat ketakutan ketika melihat sosok Bi-ryeom yang keluar dari dalam air dan tersenyum kepadanya. “Ayah.. ayah..” teriaknya

Setelah ayah menengok kebelakang, tubuhnya langsung terlempar kelautan.. membuat anak itu semakin merasa ketakutan, namun Bi-ryeom malah tetap menunjukkan senyumannya.

02

BRIDE OF THE WATER GOD EPISODE 06

03

Setelah Ha-baek mengetahui bahwa batu itu telah hilang, Moo-ra langsung membenarkan hal tersebut. Namun, ia berusaha keras membela-diri dengan menuduh Bi-ryeom sebagai orang yang paling bersalah dalam kejadian ini. Ia sempat berniat untuk mengatakan yang sebenarnya, namun Bi-ryeom bersikeras untuk mengulur-waktu, karena ia tahu kalau Ha-baek akan menghukum mereka

04

So-ah bangkit dari tempatnya di-‘siksa’. Ia berjalan dengan kakinya yang bergetar.. perlahan ia menghampiri Bi-ryeom dan tanpa mengatakan apapun ia langsung menamparnya dengan sangat keras, hingga membuat yang lainnya terdiam-kaget..

05

So-ah melanjutkan langkahnya.. Ia berjalan melewati Ha-baek dan mereka sempat saling-tatap. Namun, So-ah tak mengatakan apapun dan ia langsung pergi dari tempat ini menggunakan mobil milik Moo-ra.

“Huaaa.. apa yang dia lakukan! Itu mobilku!” gumam Moo-ra

06

Entah kemana So-ah pergi, namun ia menghentikan mobilnya di sebuah jalanan yang berada di pesisir lautan...

07

Setelah So-ah pergi, Bi-ryeom malah tertawa lebar. Seentara Moo-ra berusaha keras untuk mengajak Ha-baek membicarakan masalah ini secara baik-baik. Namun Ha-baek sendiri terlihat begitu marah, ia meminta mereka untuk bertemu lagi besok saja.

08

Ha-baek meminta kuncui mobil, karena ia ingin segera pulang. Namun Bi-ryeom mengatakan kalau mereka akan lebih cepat sampai, jika dia yang mengemudi. Ha-baek setuju.. namun sebelum memasuki mobil, ia sempat menampar pipi Bi-ryeom dengan sangat keras dan mengatakan bahwa tamparannya lebih menyakitkan dibanding tamparan dari seorang manusia-biasa selama 100 hari berturut-turut.

09

Bi-ryeom tak berkomentar apapun.. ia mengakui kalau dirinya telah ‘kalah’. Sementara itu, didalam mobil, Moo-ra bertanya mengapa Ha-baek menggnakan kekerasan? Apalagi sekarang Ha-baek tak memiliki kekuatan, dan bagaimana jadinya kalau Bi-ryeom melakukan serangan balik dengan menggunakan kekuatannya? Bukankah itu sangat berbahaya?

Ha-baek sama-sekali tak memedulikan hal itu.. tatapannya terlihat kosong, sepertinya ia bahkan tak mendengarkan apa yang dikatakan Mo-ra kepadanya.

10

Soo-ri membantu Bi-ryeom untuk berdiri.. Kemudian Bi-ryeom menyentuh pipinya dan mengatakan bahwa tamparan Ha-baek masih sama kuatnya dengan yang sebelumnya..

11

So-ah melanjutkan perjalanannya.. kemudian ia berhenti di sebuah box telpon umum, karena kita tahu kalau sebelumnya ponsel So-ah dilempar ke jalanan oleh Bi-ryeom. So-ah menelpon Yeom-mi, namun tak ada jawaban. Ia hendak menelpon Sang-yoo, namun ia tak mengingat nomornya..

12

Moo-ra penasaran, mengapa Ha-baek bisa mengetahui bahwa batu itu telah menghilang? Bi-ryeom juga awalnya merasa heran.. ia bahkan sempat mengira bahwa Moo-ra yang telah membocorkan rahasia ini. Namun tiba-tiba ia mengingat sesuatu...

FLASHBACK : 2000 Tahun yang lalu...

13

Moo-ra dan Bi-ryeom mencuri kunang-kunang air milik Ha-bek yang merupakan pemberian dari ibunya. Saat itu, mereka melakukan strategi yang sama dengan yang mereka lakukan sekarang..

14

Ha-baek meminta kunang-kunang itu kepada Moo-ra, namun Moo-ra mengatakan hanya akan meberikannya jika Bi-ryeom telah menyerahkannya lebih dulu kepada Ha-baek.. dan begitupun sebaliknya..

Tapi faktanya, mereka melakukan hal itu karena mereka telah menghilangkan kunang-kunang air tersebut.

FLASHBACK END

15

Moo-ra menyebut Bi-reyom sebagai orang yang sangat bodoh dan teledor. Namun Bi-ryeom malah tertawa dan mengakui kalau dirinya memanglah bodoh, dan salah Moo-ra sendiri yang pura-pura tidak menyadari sifatnya itu.

Bi-ryeom lanjut menjelaskan bahwa semua keributan yang dilakukannya hari ini, hanyalah bentuk tindakannya untuk meluruskan situasi rumit diantara mereka. Namun Moo-ra menyanggahnya, dan menyebut tindakan Bi-ryeom semmata-mata untuk membuat Ha-baek kesal.

“Iya.. kau memang benar. Tapi aku kecewa karena Ha-baek tak jatuh kedalam perangkapku...” keluh Bi-ryeom

16

Soo-ri bersama Habaek telah tiba dirumahnya So-ah.. Hari semakin larut, namun So-ah masih belum kembali juga. Soo-ri berkali-kali mengatakan kalau dirinya merasa khwatir. Namun Ha-baek hanya diam, ia tak mengatakan apapun.. namun matanya menunjukkan rasa khawatir yang teramat-sangat.

17

So-ah mendatangi sebuah makam yang di batu nisannya tertulis nama ‘Hae Sa-ri’, yang ternyata merupakan ibunya. So-ah bersandar di pusara, kemudian mencabut rerumputan liar. Ia menanyakan kabar ibunya dan meminta maaf karena jarang mengunjungi tempat ini.

Kemudian, ia bercerita tentang kejadian yang dialaminya akhir-akhir ini. Mengenai takdirnya menjadi seorang pelayan dewa, lantas ia bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada leluhurnya? Apakah itu leluhur dari pihak ayahnya? Ataukah dari pihak ibunya? Tapi dari pihak manapun itu, ini berarti antara ibu atau ayah, salah satunya telah tertipu dalam pernikahan itu.

Meskipun kehidupannya terasa sangat berat, So-ah mengungkapkan bahwa ia memiliki dua orang teman yang selalu ada untuknya, yaitu Yeom-mi dan juga Sang-yoo. Sambil tersenyum, So-ah menceritakan sifat Sangyoo kecil yang sangatlah penakut.. Namun sekarang, Sang-yoo menjadi sangat cerewet dan lucunya dia tak pernah mau meninggalkannya.

18

Berikutnya, So-ah membahas mengenai sosok ayahnya.. yang ternyata tidak menghilang, melainkan memilih untuk tidak kembali pada mereka. So-ah dan ibunya mengetahui hal ini, namun mereka memilih untuk larut dalam rumor yang mengatakan kalau ayahnya itu menghilang.

“Aku tak merindukannya.. aku hanya butuh kepastian. Maksudku, jika memang dia ingin menghilang lagi, setidaknya dia harus memberikan penjelasan terlebih dahulu!” gumam So-ah

19

Tiba-tiba, angin berhembus sangat kencang.. So-ah gemetar ketakutan, ia-pun melihat sekelilingnya: “Ibu.. kau tak akan tiba-tiba muncul dihadapanku, seperti yang terjadi dalam film, ‘kan? Hm.. kalaupun iya, sepertinya kau tak perlu elakukan hal seperti itu..” gumamnya yang kemudian berdiri untuk pergi dari tempat ini.

20

Setelah beberapa-langkah berjalan, So-ah berhenti sejenak.. Ia menengok kebelakang dan tersenyum kearah pusara ibunya, sembari mengatakan kalau dirinya pasti akan mengunjungi tempat ini lagi.

21

Ha-baek tak mau hanya diam-menunggu.. Akhirnya ia turun kebawah dan berdiri dilorong gang menuju ruman So-ah. Tak lama kemudian, terlihat So-ah berjalan kearahnya..

“Apa kau baik-baik saja?” tanya Ha-baek. So-ah membenci pertanyaan klise itu.. Ia-pun hanya berjalan melewati Ha-baek begitu saja.

22

Namun tiba-tiba, So-ah menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Ha-baek kemudian meluapkan seluruh kekesalannya atas apa yang terjadi padanya hari ini. Ia bertanya-tanya, apa kesalahan yang telah dilakukan oleh leluhurnya, hingga membuatnya harus menjalani kehidupan yang sulit seperti ini?

So-ah mengakui kalau hidupnya tidaklah menyenangkan, tapi dulu ia pernah memiliki mimpi dan mungkin karena mimpinya yang teralu besar itulah makanya dia harus menanggung resikonya sekarang. Kemudian ia menekankan, bahwa meskipun dirinya hanyalah seorang ‘pelayan’, bukan berarti hidupnya patut dipermainkan oleh para makhluk yang disebut sebagai dewa itu.

23

Puncak amarahnya, So-ah menantang Ha-baek untuk mengabulkan sebuah permintaannya: “Kalau benar, kau itu merupakan seorang Dewa, maka kabulkanlah satu permintaanku! Pertemukanlah aku dengan ayahku!” ungkapnya

Dengan nada bicara yang penuh emosi serta kebencian, Soo-ah mengatakan kalau ia ingin bertemu ayahnya untuk menanyakan secara lansgung mengapa ia meninggalkan beban-hidup yang sangat banyak untuknya?

“Dia (ayahnya) bahkan tak bisa melindungiku, jadi untuk apa dia melindungi dunia!? Aku ingin menayakan hal itu kepadanya! Maka dari itu, aku tak boleh mati sebelum bertemu dengannya!”  tegas So-ah yang kemudian berjalan pergi

24

Ha-baek meraih tangan So-ah, ia menatapnya kemudian berjanji untuk melindunginya dari segala bahaya apapun. Ia harus melakukannya, karena itu merupakan tanggung-jawabnya sebagai seorang dewa.

“Aku ingin bersikap keren dengan mengatan kalau aku bisa menjaga diriku sendiri! Tapi sejujurnya, kalian para-dewa, terlalu sulit untuk aku hadapi sendirian. Jadi, pastikanlah kalau kau akan memegang janjimu itu..” pinta So-ah

25

“Ini merupakan janji dari seorang dewa dan aku pasti akan menepatinya...” tegas Ha-baek yang kemudian mengajak So-ah untuk mengikat janji mereka secara simbolis dengan melakukan gestur-tangan yang seringkali kita lihat didalam drama.

26

So-ah tiba dirumahnya.. Ia bersandar di dinding, kemudian melamun sembari melihat tangannya yang barusan dipegang oleh Ha-baek..

27

Ha-baek sendiri, berjalan menaiki tangga sembari mengingat kembali pertanyaan So-ah mengenai kesalahan apa yang dilaukan leluhurnya, hingga ia harus mengalami hal buruk seperti sekarang?

FLASHBACK 1200 Tahun yang lalu..

28

Ayah-anak yang kita lihat di awal episode tadi, kini tengah berlutut dihadapan singgasana. Ratu menjatuhi hukuman kepada mereka, dengan mengharuskan seluruh keturunannya menjadi pelayan dari para-dewa. Selain itu, keturunan mereka hanya akan dikaruniai oleh satu anak. Dan istri dari keturunan mereka, akan meninggal tepat setelah melahirkan anaknya.

29

Hukuman untuk mereka yang menipu para-dewa, yaitu kehidupan yang diwarnai oleh kisah cinta yang singkat dan umur yang panjang namun dipenuhi oleh pengkhianatan

FLASHBACK END

30

Esok paginya, So-ah menemui Ha-baek yang ternyata sedang asyik berendam sembari membca koran. Namun, ketika melihat So-ah.. Ha-baek langsung memakai handuknya dan berjalan menghampirinya.

31

So-ah bertanya, dimana ia bisa bertemu dengan Moo-ra karena ia harus mengembalikan mobilnya. Namun, Ha-baek mengatakan kalau ia tak perlu melakukannya karena mobil itu sekarang miliknya. Kemarin, ia sudah membicarakan hal ini dengan Moo-ra..

“Bagaimana bisa, orang yang tidak memiliki lisensi sepertimu memiliki mobil?” tanya So-ah

Ha-baek menjelaskan bahwa mobil itu, secara tertulis menjadi milik So-ah. Tapi tetap saja, pada dasarnya mobil itu miliknya.

32

So-ah pergi ke klinik menggunakan mobil barunya itu.. ia sangat senang, karena mobilnya sangat mewah. Namun saking mewahnya, hingga membuat ia berniat untuk menjualnya saja..

33

Karena skandal SNS kemarin, Ja-ya dimarahi oleh kakeknya. Netizen sempat menduga bahwa Hoo-ye merupakan ‘sugar-daddy’ nya, tapi untunglah rumor itu segela reda setelah mereka mengetahui fakta bahwa Hoo-ye merupakan saudaranya. Ja-ya merengek kesal, ia bersikeras tak mau menganggap Hoo-ye sebagai keluarganya. Karena ternyata, Hoo-ye dulu hanyalah seroang anak yatim-piatu.

34

Ketua Shin mengobrol dengan Tuan Bang, mereka membicarakan perkembangan jual-beli lahan. Namun satu hal yang membuatnya kesal, karena tersisa satu orang lagi yang belum bersedia menjual lahannya *yaitu So-ah

35

Ja-ya menelpon Penulis Kim, karena ia ingin mendapatkan sebuah peran didalam drama. Makanya, ia bersedia mengabulkan semua permintaan darinya seperti makan di restoran mewah. Namun penulis Kim, tiba-tiba meminta hal yang lain.. Ia ingin Ja-ya mengajak Hoo-ye dalam pertemuan mereka. Tanpa pikir panjang, Ja-ya lansgung menyanggupi hal tersebut.

36

Bersamaan dengan itu, muncullah sebuah mobil yang hampir saja menyerempetnya. Dan ternyata, orang yang mengemudi mobil tersebut adalah Sekretaris Min. Mereka sempat berdebat, karena Sekeretaris Min ingin mengambil kembali sapu-tangannya, namun Ja-ya tetap bersikap ketus padanya.

Seakan bisa membaca pikiran, tanpa ditanya apapun.. Sekretaris Min langsung mengatakan pada Ja-ya kalau Hoo-ye tak akan mau bertemu dengannya.. dan pasti akan menolak jika diajak untuk makan diluar.

37

So-ah tiba di klinik.. disana Sang-yoo terlihat panik menunggunya. Karena seharian kemarin, ia menelpon namun tak ada jawaban.. Dan ia-pun memberitahu bahwa Hoo-ye juga terus menghubunginya untuk menanyakan kabar So-ah.

38

So-ah baru ingat kalau ia ada janji dengan Hoo-ye. Segera, ia-pun menggunakan tempon kantor untuk menghubunginya. Namn disaat yang sama, Hoo-ye juga sampai diklinik So-ah.

39

Kini mereka bisa mengobrol secara langsung. So-ah meminta-maaf  kemudian memberikan penjelasan panjang-lebar tentang kondisi yang dialaminya kemarin. Hoo-ye hanya tersenyum, kemudian menyentuh tangannya dan mengatakan: “Yang terpenting, sekarang kondisimu baik-baik saja..”

40

So-ah sempat terdiam kikuk.. Namun tak lama kemudian ia dibuat panik karena baru ingat kalau surat kontraknya tertinggal di mobil Bi-ryeom. Hoo-ye  tak bertanya apapun, namun ia memerhatikan ekspresi So-ah kemudian memintanya untuk menghunginya lagi lain-kali, ketika So-ah sudah mengambil keputusan.

41

“Aku akan menumuimu sore ini..” ucap So-ah

Hoo-ye terdiam, wajahnya berubah serius kemudian ia mengatakan kalau sore ini, ia ada urusan yang sangat pribadi...

42

Kepada Ha-baek, Moo-ra menunjukkan tatakan tempat batu dewa seharusnya tersimpan. Namun sekarang, batu itu telah menghilang entah kemana.... Moo-ra terus menyalahkan Bi-ryeom, karena semua ini terjadi akibat ulah Bi-ryeom yang hobinya membuat-onar.

FLASHBACK 13 Tahun yang lalu...

43

Moo-ra dan Bi-ryeom bertarung menggunakan kekuatanya. Bi-ryeom meminta mereka untuk mendiskusikan masalahnya secara baik-baik.. Namun Moo-ra terlihat sangat kesal, hingga menyerang Bi-ryeon secara membabi-buta.

44

Namun pada saat itu, muncullah Joo-dong yang mencoba untuk memisahkan mereka. Bersamaan dengan itu, batu dewa terlempar dari tubuh mereka. Dua batu berhasil ditemukan, tetapi batu milik Moo-ra terlempar sangat jauh. Joo-dong hendak mengambil batu itu.. namun hingga sekarang, ia tak pernah kembali lagi..

FLASHBACK END

45

Setelah kejadian itu, mereka benar-benar tidak mengetahui keberadaan Joo-dong. Mereka harusnya berusaha mencari lagi batu itu, namun Bi-ryeom malah memutuskan untuk pindah ke Roma. Bukan hanya setahun.. tapi bertahun-tahun ia pergi keliling dunia.

Bi-ryeom membela diri, dengan mengatakan kalau ia akan melanjutkan pencarian batu itu. Lagipula, kejadian ini bukan kesalahannya pribadi. Ha-baek juga patut disalahkan karena telah menghilangkan peta itu. Karena setidaknya, dengan peta tersebut mereka bisa mengetahui keberadaan Joo-dong.

46

Secara pribadi, Moo-ra meminta maaf kepada Ha-baek, ia telah mencoba sebisanya untuk menemukan kembali batu itu. Namun, ia sendiri dangat sibuk karena harus merawat beberapa laut dan sungai yang bermasalah. Kemudian mengenai Joo-dong, ia mengingatkan Ha-baek bahwa Joo-dong memang selalu menghilang tanpa mengatkan apapun jika dia memiliki urusan yang harus ia kerjakan.

Ha-baek merasa penasaran.. mengapa Moo-ra dan Bi-ryeom pergi ketempat dimana mereka bertengkar malam itu? Moo-ra menjelaskan bahwasanya  Joo-dong mengatakan ada sesuatu yang aneh dan mengajak mereka untuk bertemu disana. Namun, karena ia dan Bi-ryeom bertengkar maka mereka belum sempat mengetahu hal aneh yang dimaksud oleh Joo-dong.

47

Ha-baek lanjut bertanya.. Mengapa Moo-ra bertengkar dengan Bi-ryeom? Kali ini.. Moo-ra memilih untuk diam karena tak mau menjawab pertanyaan itu.


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

1 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤