SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 5 [Bagian 2]

16:43

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

00

Keesokan harinya.. Ja-ya sibuk mengambil selfie yang kemudian ia posting di SNS-nya. Begitu banyak komentar positif dari penggemarnya. Ada yang mengatakan kalau ia cantik, memiliki tubuh yang bagus dan sebagainya.. yang membuat Ja-ya merasa sangat amat senang karenanya.

01

Namun, kesenangannya itu pudar seketika ia menerima pesan masuk dari Sekretaris Min yang meminta-kembali sapu tangan yang diberikan Hoo-ye tempo hari.

JA-YA : “Untuk apa.. lagipula dia orang-kaya! Suruh saja dia membeli yang baru!”

SEKRETARIS MIN : “Itu milkku.. aku mendapatkannya sebagai hadiah dari pacarku. Dan sekarang aku ingin memintamu mengembalikannya kepadaku..”

02

Sontak saja, hal itu membuat Ja-ya begitu terkejut sekaligus merasa sangat kesal dan juga ‘tertipu’... Ia-pun mengirim begitu banyak pesan balasan yang isinya:

‘dari dulu aku sudah membuang sapu-tangan itu!’

‘tanyakan pada Hoo-ye mengapa dia meminjamiku sapu-tangan orang lain? Kenapa! Kenapa!’

‘apa karena dia tak mau memberikan benda apapun miliknya untukku?’

‘katakan juga padanya, kalau aku sudah muak menghadapinya! Suruh dia menghilang dari pandanganku!’

‘dan katakan kalau aku berdoa supaya perusahaannya segera bangkrut!’

03

Setelah mengirim begitu banyak pesan, Ja-ya merasa heran.. karena ia belum mendapatkan balasan lagi. Namun beberapa detik kemudian.. langsung masuk begitu banyak pesan balasan. Ternyata, dia salah chat-room.. Dia malah menulis semua pesan itu di SNS-nya.

Netizen dengan mudah bisa membacanya dan mereka mengira bahwa Ja-ya mengalami cinta-sepihak kepada Hoo-ye. Manajer langsung menghubunginya dan menyuruhnya untuk segera menyelesaikan masalah ini karena hal ini sungguh memalukan, seakan-akan Ja-ya sengaja meminta penggemarnya untuk mendengar curhatan kemudian menenangkannya.

04

Ja-ya menemui Hoo-ye, tanpa menjelaskan apapun.. Ia lansgung menyuruhnya untuk memberikan penjelasan kepada publik. Hoo-ye belum mengetahui apa yang terjadi, ia-pun melihat artikel tentangnya yang sudah bertebaran di internet.

“Dia pasti merasa maluu..” ujar Sekretaris Min

05

Dengan tergesa-gesa, Ja-ya berjalan pergi.. Ia mendapat pesan dari Sekretaris Min yang menyampaikan respon Hoo-ye terkait masalah ini: “Rumor dari internet akan segera dilupakan.. Jadi, tak perlu mengkhawatirkannya”

06

Kemudian, ada telpon masuk dari manajer-nya. Kini ia telah mengetahui bahwa Hoo-ye merupakan saudara sepupu Ja-ya. Namun dengan ketus, Ja-ya menegaskan kalau mereka bukanlah saudara sepupu!

07

Sebelumnya, kita mengetahui bahwa Ja-ya telah membuang sapu-tangan itu.. Namun ternyata, benda itu ia simpan dengan rapi didalam tasnya. Namun, setelah semua kejadian ini.. Ia malah benar-benar membuangnya kelantai!

08

Bi-ryeom menemui Moo-ra disebuah kolam-renang indoor. Namun Moo-ra menunjukkan respon yang menunjukkan kalau dia tak ingin Bi-ryeom datang menemuinya. Bahkan ketika Bi-ryeom hendak melepas bajunya untuk ikut berenang, Moo-ra langsung memarahinya dengan mengatakan kalau melihatnya membuat mata Moo-ra sakit.

Ternyata, telah satu-tahun lamanya mereka tidak berinteraksi secara langsung seperti ini. Namun menurut Bi-ryeom.. sifat Moo-ra tidak pernah berubah sedikitpun.

“Haruskah kau kembali ke alam dewa untuk bertemu dengan ‘orang’ itu?” sindir Bi-ryeom

“Orang itu? Siapa?” tanya Moo-ra

“Orang yang imam besar sebut, sebagai orang yang akan membunuh semua orang..” jawab Bi-ryeom

09

Hal itu merupakan cerita kuno yang sering mereka dengar saat masih kecil. Moo-ra mengejek Bi-ryeom yang memercayai dongeng-dongeng yang tak masuk akal seperti itu. Moo-ra lanjut bertanya, apa yang harus ia lakukan jika Ha-baek menemuinya lagi

Dengan santainya, Bi-ryeom mengatakan: “Bilang saja, kalau kau akan memberikan batu itu jika aku mau memberikannya juga! Dan ketika dia meminta batu itu kepadaku, maka aku akan mengatakan kalau aku hanya akan memberikan batu itu setelah kau bersedia memberikan batu tersebut kepada Ha-baek...”

“Kau anggap itu sebagai strategi!” tukas Moo-ra

“Setidaknya, kita bisa mengulur waktu dengan cara itu..” ujar Bi-ryeom

10

Selanjutnya, Moo-ra bercerita mengenai pelayan yang membantu Ha-baek selama berada di bumi. Ia-pun menunjukkan kartu nama milik So-ah yang masih dipegang olehnya. Menurut Moo-ra sendiri, So-ah belum memercayai bahwa Hae-bak meupakan seorang Dewa. Lagipula, dirinya tidak menyukai sosok So-ah.

“Mengapa?” tanya Bi-ryeom

“Aku tak bisa menceritakan alasanya kepadamu..” jawab Moo-ra

11

So-ah terbangun dari tidurnya.. Namun, ia langsung dibuat kebingungan karena ia menyadari bahwasanya ia telah tidur di kasur milik Ha-baek. Ia-pun bertanya-tanya apa yang telah terjadi kepadanya?

12

Ha-baek menceritakan, malam tadi so-ah mabuk berat karena minum begitu banyak alkohol. Setelah itu, dia hendak tidur disamping Soo-ri.. namun kemudian ia mengatakan kalau tidur ditempat terbuka akan membuatnya kedinginan dan jatuh-sakit. Akhirnya, So-ah merangkak sendirian masuk kedalam kamar Ha-baek.. kemudian tidur dikasurnya begitu saja.

13

Mendengar itu, membuat So-ah merasa sangat malu. Ia-pun mencoba untuk membuka pintu yang lansgung menuju tangga kerumahnya.. tapi pintunya terkunci. Akhirnya, ia-pun terpaksa melewati pintu depan yang membuat Soo-ri melihatnya keluar dari kamar Ha-baek.

14

Soo-ri merasa ada yang aneh, ia-pun bertanya, mengapa So-ah keluar dari-sana? Ditambah lagi, datanglah Ha-baek yang berjalan sembari membenarkan kancing kemejanya. Namun dengan kikuk, So-ah segera mengeaskan kalau tak-terjadi apapun diantara mereka!

15

So-ah berlari turun kerumahnya.. sementara itu, ponsel Soo-ri tiba-tiba bergetar. Ada telpon masuk, yang dari suaranya saja kita mengetahui bahwa penelponnya itu adalah Bi-ryeom.

16

So-ah merasa sangat kikuk.. Ia masuk kedalam rumahnya sembari menggurutu: “Bukankah seharusnya dia memberikanku bantal atau selimut? Bagaimana bisa dia membiarkanku tidur begitu saja..”

17

Bi-ryeom menelpon Soo-ri hanya untuk memberikan pesan supaya Ha-baek menemuinya di apartemennya. Ha-baek menduga kuat, bahwasanya Bi-ryeom pasti telah bertemu dengan Moo-ra.

Sebelum pertemuan itu, Soo-ri berpesan agar Ha-baek memulihkan kekuatannya terlebih-dulu. Karena kejadian ketika mereka hampir membuat So-ah celaka, masih membuat Soo-ri merasa sangat bersalah.

18

Disaat yang bersamaan, So-ah tengah berada ditangga.. ia membawakan selimut beserta bantal untuk mereka. Dan ia merasa sangat kecewa setelah mendengar orolah mereka: “Jadi, kalian sengaja membiarkanku hampir mati!” keluhnya

19

So-ah juga menyadari, bahwasanya inilah alasan mengapa Ha-baek meminta maaf kepadanya, memotongkan steak-nya dan berbuat baik kepadanya. Namun, apalah arti semua tindakan itu, jika ternnyata Ha-baek hanya ingin memanfaatkannya untuk mendapatkan kembali kekuatannya saja!

“Bagaimana kalau tadi kekuatannya tidak kembali? Aku bisa saja mati!” ujar So-ah

“Tapi dia akan menyelamatkanmu, bagaimanapun caranya..” papar Soo-ri

20

So-ah sangat kesal, ia berlari turun.. Namun Soo-ri mengejarnya. Ia-pun meminta So-ah untuk memahami tindakan Ha-baek.

“Niatnya untuk memanfaatkanku tidak akan pernah berubah!” tukas So-ah

“Tapi, fakta kalau dia telah menyelamatkanmu dua-kali secara berturut-turut juga tidak akan pernah berubah..” jawab Soo-ri

21

Ha-baek bersama Soo-ri pergi untuk menemui Bi-ryeom. So-ah memaksa untuk ikut, karena dirinya juga ada urusan dengan Dewa yang akan mereka temui. Ia ingin minta ganti-rugi atas semua uang yang telah ia keluarkan untuk biaya hidup Ha-baek dan Soori selama ini.

22

Mereka tiba di depan apartemen yang sangat megah.. So-ah menggurutu, menyindir kondisi Ha-baek sebagai Dewa yang paling menyedihkan. Moo-ra menjadi seorang aktris, kemudian dewa yang akan mereka temui sekarang tinggal di apartemen paling megah dikota ini.

“Aku jadi ragu.. apakah dunia menjadi seperti ini karena berkah dari dewa ataukah justru dunia inilah yang malah membuat Dewa sepertimu menyerah..” gumam So-ah

Melihat apartemen ini membuat So-ah teringat pada Ahn Bi, ia mengatakan bahwa dulu pria itu mengejarnya dan sangat ingin menikahinya. Bahkan, pria itu memberikan sebuah cincin berlian untuk melamarnya. Namun So-ah menolaknya mentah-mentah..

FLASHBACK

23

Ketika masih kuliah, So-ah menerima cincin dari Ahn-bin. Ketika hendak mengembalikannya, ia mendengar kabar, bahwa An-bin telah pindah ke Roma dengan alasan, ia merasa idak cocok untuk kuliah di bisang kesehatan. Padahal, dia merupakan siswa nomor satu dikelasnya ia juga keturunan orang-kaya, hingga membuatnya begitu populer.

FLASHBACK END

24

Dan sangat kebetulan, karena dulu Ahn Bin juga tinggal di apartemen ini dan sering menyombongkan dirinya karena hal ini. So-ah menggumam, mengatakan kalau seharusnya dulu ia menerima lamaran Ahn-bin.

25

Bi-ryeom membukakan pintu kemudian menyapa So-ah dan juga Ha-baek. So-ah begitu terkejut melihatnya, ia tak bisa mengatakan apapun dan malah jatuh-pingsan. Karena ternyata, Bi-ryeom adalah Ahn-bin yang selalu diceritakan olehnya.

26

Dihadapan Ha-baek, Bi-ryeom menunjukkan sikap yang menjengkelkan. Dia menyombongkan kekuatannya karena ia tahu kalau Ha-bak telah kehilangan kekuatannya. Dia memain-mainkan air wine, yang kemudian ia siramkan ke wajah Soo-ri.

27

Ha-baek tak mau basa-basi.. ia lanngsung meminta Bi-ryeom untuk memberikan batu dewa itu kepadanya. Namun, sesuai strategi.. ia mengatakan kalau dirinya hanya akan menyerahkan batu itu jika Moo-ra juga bersedia memberikannya kepada Ha-baek. Kemudian Bi-ryeom menyindir kondisi Ha-baek yang kini merasakan lapar dan letih, sama-hal-nya seperti manusia biasa.

Habaek menyikapinya dengan santai.. Ia mengucapkan kalimst yang sebelumnya dikatakan oleh So-ah kepadanya: “Kurasa setelah mengalami semua hal itu.. aku bisa menjadi raja yang lebih baik daripada sebelumnya. Dan sekarang, aku masih dalam proses belajar untuk menjadi seorang Raja yang sesungguhnya..”

28

Selama mereka mengobrol, beberapa-kali So-ah terbangun.. Namun ia tertidur lagi, setelah mengatakan ‘semuanya hanya mimpi’.

29

Ha-baek mengajak Soo-ri untuk pulang, namun Bi-ryeom meminta mereka untuk mebiarkan So-ah tetap berada disini karena ingin membicarakan beberapa hal dengannya. Ia hampir menyentuh wajah so-ah, namun Ha-baek menepis tangannya.

30

Dalam kondisi yang masih tertidur, So-ah digendong oleh Ha-baek untuk pulang kerumahnya. Di dalam lift, Soo-ri mengkhawatirkan kelanjutan nasib Ha-baek, karena apabila Moo-ra tak bersedia memberikan batu itu makan Bi-ryeom juga tak akan memberikannya. Begitupun sebaliknya...

31

Hoo-ye sibuk menanam pohon di kebun.. Kemudian, datanglah Sekretaris Min, ia-pun membantunya sembari mengatakan bahwasanya Hoo-ye memiliki hobi yang membuat para pegawainya merasa kesulitan.

“Suruh mereka untuk berhenti saja dari pekerjaanya jika merasa kesulitan..” ucap Hoo-ye sembari tersenyum *bercanda doang diaa

Sekretaris Min, lanjut membahas mengenai kelanjutan pembelian lahan milik So-ah yang hingga saat ini masih belum mencapai kesepakatan apapun, karena So-ah tak menghubungi mereka lagi setelah pertemuan tempo hari.

32

Hoo-ye mengira kalau So-ah masih mempertimbangkan hal ini... Lahan itu merupakan warisan keluarga, jadi pasti rasanya berat untuk dia menjualnya.

“Kukira.. dia akan langsung mendatangani kontraknya..” tukas Sekretaris Min

“Dari luar, kelihatannya dia ceroboh.. Namun sebenarnya dia orang yang sangat berhati-hati. Dia memiliki hati yang baik, namun tak-ingin orang lain mengetahuinya. Maka dari itu, dia selalu bertingkah sebaliknya, sehingga apa yang ia rencanakan selalu tidak-terjadi sesuai dengan apa yang ia harapkan..” papar Hoo-ye

Sekretaris Min terdiam.. ia mendengarkan semua pemaparan Hoo-ye mengenai So-ah, kemudian ia mengeluh, mengatakan kalau dirinya sama-sekali tak bertanya tentang hal itu. Hoo-ye hanya tersenyum kemudian mengatakan: “Mau keceritakan rahasiaku? Sebenarnya aku bisa menganalisa perasaan seseroang.. Itulah alasan mengapa aku bisa hidup se-sukses ini..”

33

Kini, So-ah terbangun di kamanya sendiri.. Ia teringat semua kejadian yang barusan dialaminya kemudian menganggap kalau semua itu hanyalah mimpi-belaka. Namun ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri: Mengapa mimpinya bisa terasa begitu nyata?

34

So-ah turun kebawah, kemudian ia dibuat terkejut karena melihat Ha-baek beserta Soo-ri yang tengah berada di dalam rumahnya. Ha-baek tak memberikan penjelasan apapun, ia malah langsung menyerang So-ah dengan mengungkapkan fakta mengenai cincin berlian yang selalu So-ah sebut sebagai cincin lamaran.

FLASHBACK

35

Ternyata.. cincin itu bukanlah cincin lamaran, melainkan sebuah cincin bentu persahatan. Dan So-ah bukanlah satu-satunya orang yang menerima cincin itu.. karena berdasarkan apa yang diketahui oleh Yeom-mi, ada sekitar 20 orang yang menerima cincin serupa dari Ahn-bin

FLASHBACK END

36

Apapun hubungan diantara mereka, namun Ha-baek menegaskan agar So-ah berhati-hati terhadap Bi-ryeom yang merupakan keturunan dari Dewi-cinta. Sudah menjadi rahasia-umum di dunia para-dewa, bahwasanya Bi-ryeom merupakan pembuat onar dan juga pengkhianat.

So-ah tak terlalu fokus akan hal itu.. karena fakta bahwa Bi-ryeom adalah seorang dewa telah membuatnya merasa sangat shock.

37

Moo-ra menemui Ha-baek dan Soo-ri disebuah padang-rumput. Sama seperti sebelumya, kali ini Ha-baek hanya ingin meminta Moo-ra untuk memberikan batu dewa itu kepadanya. Namun.. Moo-ra memberikan respon yang sama seperti Bi-ryeom.

Ha-baek memohon padanya dan mengatakan kalau kekuatannya pasti akan kembali jika ia kembali ke dunia para-dewa. Namun, Moo-ra tetap menolak: aku tak bisa menentukan semuanya sendirian!“ ucapnya yang kemudian berjalan kembali ke mobilnya.

38

“Maafkan aku, tapi sekarang aku tak puya pilihan lain..” keluh Moo-ra.

39

Ternyata, sedari-tadi Bi-ryeom memerhatikan mereka dari dalam mobil. Ia tertawa dan mengatakan kalau yang mereka lakukan sekarang, sangatlah mennyenangkan. Apalagi, sudah sangat-lama, semenjak mereka bekerja-sama seperti ini.

“Apa yang kau katakan! Kapan kita pernah bekerja-sama?!” tukas Moo-ra

40

Bi-ryeom mengungkit kejadian ketika mereka masih berada di alam dewa. Bi-ryeom pernah melamar Moo-ra hanya untuk membuat Ha-baek cemburu. Namun sepertinya, kala itu tujuan Moo-ra tidak tercapai..

41

So-ah masih tidak memercayai kalau Ahn-bin yang dikenalnya ternyata merupakan seorang dewa. Ia mencoba menelpon Yeom-mi, namun telponnya masih saja tidak aktif.

42

Datanglah Sang-yoo, dia memberitahu So-ah kalau seharian ini Hoo-ye terus menelponnya karena So-ah tak bisa dihubungi. Ia-pun menyuruh So-ah untuk segera menghubungi Hoo-ye secepatnya untuk membahas perihal jual-beli tanah diantara mereka.

43

So-ah baru sadar kalau ponselnya mati, karena kehabisan baterai. Ia-pun menelpon Hoo-ye menggunakan telpon kantor.. sebelumnya ia meinta maaf karena menghilang tanpa kabar, kemudian ia-pun mengajak Hoo-ye untuk bertemu dengannya di kafe dekat sini.

44

Sementara itu, Ha-baek dan Soo-ri tengah dalam perjalanan untuk menemui So-ah. Ha-baek mengatakan, bahwa ia ingin berkonsultasi dengan So-ah. Ia ingin menanyakan status-mental Moo-ra dan Bi-ryeom...

45

So-ah dalam perjalanan untuk bertemu dengan hoo-ye. Namun muncullah Bi-ryeom yang mengatakan kalau ia ingin mengobrol dengannya. So-ah menolak, namun Bi-ryeom tetap memaksa.. ia menyeret So-ah memasuki mobilnya kemudian menguncinya hingga So-ah tak bisa kabur.

46

Disaat yang bersamaan, Ha-baek tiba didepan kantor So-ah dan ia melihat keberadaan Bi-ryeom. Ia mengetahui ada yang janggal.. maka dari itu, ia-pun mengejar mobil Bi-ryeom sekuat-tenaga.

47

Bi-ryeom mamacu mobilnya dengan sangat kencang hingga pada akhirnya Ha-baek tak mampu lagi untuk berlari mengejarnya. Sementara itu, tepat diatas jembatan didekatnya, kita melihat Hoo-ye yang tengah berjalan dengan santai, kemudian sekilas ia melihat kearah Ha-baek.. Ia tak mengatakan apapun.. namun tatapannya seolah mengungkapkan, bahwa ia mengetahui sesuatu.

48

So-ah mencoba untuk menelpon bantuan, namun Bi-ryeom malah melempakan ponselnya keluar kemudian mengtakan kalau nanti ia akan membelikannya ponsel yang baru.

49

Hoo-ye telah sampai di kafe tempat ia seharusnya bertemu dengan So-ah. Ia mencoba menelpon So-ah namun ponselnya tidak aktif..

50

Setelah melewati perjalanan jauh dengan kecepatan yang cukup tinggi, Bi-ryeom menghentikan mobilnya disebuah jembatan layang. So-ah begitu pusing, hingga ia tak mampu berdiri dan sangat ingin muntah..

51

Bi-ryeom tersenyum melihatnya, kemudian ia terbang keatas tiang jembatan. Disana ia melihat langit mendung kemudian mengubahnya menjadi cerah kembali..

“Apakah kau ingin mendengar sebuah rahasia?.. Sebenarnya, kami bukanlah sang maha kuasa.. Buktinya, kami tak bisa menghidupkan kembali makhluk yang telah mati.Namun, jikalau manusia terus merendahkan kami, maka kalian semua akan mati...” paparnya kepada So-ah

Bi-ryeom menyinggung perihal berlian yang pernah ia berikan kepada So-ah, “Semua orang yang merimanya, kini menjadi orang kaya.. Tapi mengapa kau hidup kesusahan seperti ini? apakah kau membuang berliannya?”

Selain itu, Bi-ryeom juga mengetahui kondisi keunagan So-ah yang saat ini tengah sangat kesulitan. Ia bertanya mengapa So-ah menjadi psikiater? Padahal masih banyak profesi lain yang lebih menguntungkan untuknya..

52

So-ah meraba sakunya, dan ia menemukan sebuah cincin berlian. Bi-ryeom kemudian menyindirinya lagi dengan mengatakan: “Berlian ini lebih besar daripada yang sebelumnya, ‘kan?”

53

Namun dalam hitungan detik.. berlian itu tiba-tiba menghilang dari tangannya. Bi-ryeom kemudian menghampirinya dan menunjukkan sebuah botol cairan berwarna merah. Ia bahkan berjanji untuk memberikan berlian tadi beserta bayaran tambahan yang tentunya membuat So-ah menjadi kaya-raya, jika So-ah mau menuruti instruksinya.. yaitu untuk membuat cairan itu masuk kedalam tubuh Ha-baek bagaimanapun caranya. Karena dengan cairan itu, maka Ha-baek akan lupa tentang batu dewa untuk sementara waktu..

54

Namun So-ah malah melemparkan botol itu ketanah dan bahkan menginjaknya. Ia mengatakan bahwa Bi-ryeom harus menyelesaikan masalahnya sendiri, dan lagipula ia tak ingin menjadi kaya-raya!

Bi-ryeom menegaskan bahwa So-ah berkewajiban untuk melayani semua dewa-dewi di muka bumi ini dan bukan Ha-baek saja! Selain itu, Ha-baek telah kehilangan kekuatannya jadi ia tak akan berguna untuk So-ah. “Kau harus cerdas dalam mengambil pilihan!” ujar Bi-ryeom

So-ah mengelak, ia menegaskan bahwasanya Ha-baek masih memiliki kekuatannya!

55

Ha-baek bersama Soo-ri, mengajak Moo-ra untuk menyusul Bi-ryeom . Mereka berada di kubu yang berbeda, namun sama-sama mengetahui sikap Bi-ryeom yang tidak bisa dipercayai begitu-saja...

56

Setibanya disana, Bi-ryeom menyambut mereka dengan senyuman lebar. Ha-baek menyuruh So-ah untuk pergi dengannya.. Namun, Bi-ryeom menahannya.. sekarang, ia mengetahui bahawa kekuatan Ha-baek akan muncul ketika So-ah dalam bahaya. Maka dari itu, ia ingin melihat seberapa besar kekuatan Ha-baek.. Bahkan jika Ha-baek mau menujukkan kekuatannya, maka ia bersedia untuk memberikan batu dewa itu kepadanya.

57

So-ah hendak berjalan kearah Ha-baek.. Namun, Bi-ryeom menggunakan kekuatannya untuk mendorong mundur So-ah hingga membuatnya berdiri di atas aspal yang perlahan mulai retak. Hal itu sangat berbahaya.. bahkan Moo-ra yang membenci So-ah sekalipun, meminta Bi-ryeom untuk menghentikan tindakannya itu.

58

Soo-ri berlutut, memohon Bi-ryeom untuk tidak menyakiti seorang manusia. Namun, Bi-ryeom mengatakan bahwa seorang ‘pelayan’, layak menerima perlakuan seperti itu....

59

Sembari tersenyum penuh kemenangan, Bi-ryeom terlihat menikmati saat-saat ketika ia menyiksa So-ah. Ia membuat langit menjadi mendung, kemudian menurunkan hujan hanya disekitar tempat So-ah berdiri. So-ah sangat ketakutan.. ia tak bisa melakukan apapun selain menjerit dan menangis.

Moo-ra juga panik, ia bertanya pada Bi-ryeom.. Bagaimana jika ternyata kekuatan Ha-baek tidak kembali?

“Berarti sudah menjadi takdirnya anak itu.. ” jawab Bi-ryeom dengan santai

60

Ha-baek sangat marah.. Ia mengepal tangannya dengan sangat kuat, kemudian menatap Bi-ryeom dengan tatapan yang sangat tajam..

“Sekarang, giliranmu Ha-baek!” ucap Bi-ryeom

61

Ha-baek memejamkan matanya, ia menarik nafas dalam-salam.. kemudian tersenyum dan mengatakan: “Batu itu hilang, ‘kan? Kenapa kau menghilangkannya!?”

62

Sontak, ekspresi Bi-ryeom berubah kaku.. Disaat yang bersamaan, aspal yang retak sekarang kembali utuh seperti semula, hujan-pun langsung berhenti...

=============
*** NOTES ***

Moo-ra masih suka sama Ha-baek berarti yaaaaa. Tapi, kenapa dia bisa kerja-sama bareng Bi-ryeom dan mereka turun ke bumi?

Ahh, kayaknya Bi-ryeom & Moo-ra bukan karakter yang jahat. Tapi mereka mungkin ceroboh dan kurang bertanggung-jawab aja. Moo-ra sifatnya kekanak-kanakan, sementara Bi-ryeom itu picik. Masih terlalu dini sih buat menebak sifat asli mereka..

Suka deh, karena meskipun kelihatannya enggak merhatiin.. tapi baik itu Ha-baek maupun So-ah, mereka selalu inget perkataannya satu-sama-lain. Dan meskipun bilangnya kesel & marah, tetep aja mereka melindungi dan membantu satu-sama-lain.

Preview episode 6, kayaknya rada-rada mello gitu.. katanya Ha-baek pernah jatuh-cinta sama manusia.... Mungkin itu sebabnya, Moo-ra benci sama manusia terutama perempuan (?)

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

4 komentar

  1. Sinopsis part ini belum di-link sama part 1, jadi kukira belum ada part 2 nya tadi... Untungnya ngecek web ini dari depan trus nemu deh 😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyadong, aku kelupaan ☹☹☹
      Mianeeee ☺

      Delete
  2. Kak mau nanya kalau live streaming drama ini d mana?
    Oh iya suka banget sama sinopsis kakak.
    Kamsahamnida.

    ReplyDelete
    Replies
    1. LIVE streaming? Kurang tau sih, coba cari aja di google 'LIVE sreaming tvn' (?)

      ☺☺☺

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤