SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 5 [Bagian 1]

11:25

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

00

So-ah, Ha-baek dan Soo-ri, tiba disebuah tempat parkir. Soo-ri mengeluarkan perbekalanan piknik, dan juga tikar dari dalam bagasi. Sementara So-ah, turun dari mobil dengan mengenakan kacamata hitam, kemudian berdiri sejenak untuk menghirup udara segar.

01

Ha-baek menatap So-ah, ia tak mengatakan apapun.. namun sorot matanya menunjukkan sebuah kertertarikan yang cukup besar. “Aku ingin benda (kacamata) itu juga..” ucapnya

“Huh?! Apa yang kau katakan? Sudahlah, ayo pergi ikuti aku!” ajak So-ah

02

So-ah berjalan didepan, dia terus menggeutu mengeluhkan sikap Ha-baek yang selalu saja terlihat aneh dimatanya. Namun, Ha-baek sendiri tak langsung berjalan mengikutinya.. langkahnya terhenti, karena ia melihat mobil si pria penguntit yang baru saja sampai di parkiran.

03

Ha-baek membiarkan so-ah dan Soo-ri pergi duluan.. sementara ia sendiri memilih untuk diam ditempat tersembunyi dan memerhatikan gerak-gerik pria penguntit itu. Pria itu secara sengaja telah membuntuti So-ah, dan sepertinya ia berniat untuk mencelakaianya dengan mengotak-atik mesin mobil.. untuk membuat rem-nya blong.

04

Ha-baek menyadari hal ini,  ia bahkan telah memahami segala seluk-beluk mobil hanya karena pernah membacanya di internet sekilas saja. Ia-pun bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika So-ah mengemudi.. Mobilnya akan hilang kendali dalam kondisi kecepatan yang sangat kencang dan kecelakaan pasti tak akan terhindarkan.

05

Meskipun mengetahui bahwa hal mengerikan akan terjadi, Ha-baek tak melakukan apapun. Ia bahkan tak menghampiri pria itu dan malah membiarkannya begitu saja. Kemudian, Ha-baek melihat sekelilingnya dan menemukan beberapa CCTV di wilayah itu: “Seharusnya, ini menjadi saat yang tepat untuk mengajukan sebuah laporan ke kantor polisi...” gumamnya

BRIDE OF THE WATER GOD EPISODE 05

06

Di episode sebelumnya, kita mendengar Ha-baek mengucap kata ‘Maaf’..

Namun, ketika So-ah benar-benar terbangun dari tidurnya dan bertanya untuk apa ia meminta maaf? Ha-baek malah mengelak, menyebut dirinya sama-sekali tak mengatakan hal seperti itu.

07

Berusaha mengalihkan pembicaraan, Ha-baek mengatakan bahwa dirinya merasa haus. So-ah memberikannya minuman dalam botol, kemudian Ha-baek langsung meneguknya hingga habis.

“Wahh.. sekarang kau bahkan sering-sekali merasakan kehausan dan kelaparan. Apalagi hal lain yang sering kau rasakan? Apakah kau juga merasa sesak ketika berlari? Atau juga merasakan kakimu pegal ketika berjalan jauh?” tanya So-ah

“Bagaimana bisa kau mengetahuinya? Aku merasakan semua itu, saat aku kelaparan..” keluh Ha-baek yang kemudian meminta So-ah untuk merasahaisakan hal ini dari siapapun

“Lagian.. kepada siapa aku akan menceritakannya..” gumam So-ah

08

Ha-baek segera bangkit.. Ia berteriak memanggil Soo-ri, kemudian mengajak mereka untuk segera pulang. So-ah masih kebingungan.. ia merasa kalau dirinya benar-benar mendengar kata ‘maaf’, namun Ha-baek bersikeras mengatakan kalau itu hanya ada dalam mimpinya saja.

09

Sesampainya didepan mobil, Ha-baek minta So-ah memberikan kunci kepadanya. Dan segera setelah itu, malah ia sendiri yang merangsak masuk dan langsung menduduki kursi kemudi.

“Hey! Kau tak boleh mengemudi!” tegas So-ah

“Itu aturan untuk manusia, tapi ingatlah.. kalau aku ini seorang dewa!” ujar Ha-baek

10

Akhirnya So-ah mengalah, ia-pun terpaksa duduk dibelakang. Mobil mereka-pun pergi meninggalkan tempat parkir tersebut dan tak jauh darisana, terlihat pria penguntit yang nampaknya agak kesal, karena apa yang terjadi tak sesuai dengan apa yang diharapkan olehnya.

11

Ha-baek mengemudikan mobilnya dengan kencang... Jelas-jelas ia sudah mengetahui kalau mobil itu dalam kondisi yang berbahaya. Namun tetap saja, ia mengendarainya dengan ugal-ugalan. Saat sampai di perempatan jalan, mobil mereka sudah tidak terkendali hingga hampir membuatnya bertabrakan dengan mobil lain. Namun untung saja, Ha-baek bisa menghindar dan mereka-pun berhasil selamat.

12

So-ah sangat kesal.. Ia mengatakan bahwa dirinya hanyalah seorang manusia yang bisa meninggal kapan saja. Sementara Ha-baek merupakan seorang dewa yang hidupnya kekal-abadi. Ia-pun menyuruh Ha-baek untuk segera menghentikan mobilnya sekarang juga.

Namun ternyata, rem-nya benar-benar blong sesuai dugaan Ha-baek tadi. Ia-pun mencoba segala cara untuk menghentikan mobil, namun mobil tersebut malah melaju semakin kencang. Untuk menghindari jalan raya yang sangat ramai, ia-pun membelokkan mobilnya ke jalanan yang masih ditutup karena sedang ada permbangunan terowongan.

13

Bukannya berada dalam situasi aman, justru sekarang mereka dalam bahaya besar. Terowongan itu belum selesai dibangun, yang berarti didepannya terdapat jalan buntu. So-ah begitu ketakutan: “Aku tak mau meninggal dengan cara seperti ini!” teriaknya

“Diam! Kau pikir aku akan membiarkan pelayanu mati dengan mudahnya?!” tukas Ha-baek

14

Ha-baek beberapa kali memejamkan mata, guna mengumpulkan seluruh kekuatannya. Namun tak ada apapun yang terjadi dan mobil mereka malah semakin melaju dengan kencang dan tak bisa dihentikan.

Akhirnya, Ha-baek menemukan sebuah cara.. Ia membuka bagian atap mobil, kemudian memutuskan untuk keluar lewat sana. Ia-pun meminta So-ah untuk mengikutinya.. dan menyuruh Soo-ri untuk tetap diam dimobil dan memegangi setir kemudi.

So-ah benar-benar ketakutan.. ia tak mau mengikuti perintah Ha-baek. Namun, Ha-baek mengulurkan tangannya dan meminta So-ah untuk percaya saja kepadanya.

15

Pada akhirnya, So-ah bersedia mengikuti instruksi dari Ha-baek. Perlahan ia naik keatas.. kemudian Ha-bak menggendongnya. Mata merea saling tatap, kemudian terbentuklah sebuah bola air raksasa yang melindungi mereka.

16

Mobil mereka terus melaju.. hingga akhirnya menubruk sebuah mobil tangki besar kemudian meledak... So-ah histeris ketakutan, ia-pun memeluk Ha-baek dengan sangat erat.  

“Bagaimanapun juga, kau merupakan milik seorang dewa! Jadi, jangan takut..” ujar Ha-baek

17

Beberapa saat kemudian, entah bagaimana caranya.. Namun, kita melihat Soo-ri yang berhasil selamat . Ia sama-sekali tidak terluka sedikit-pun hanya saja kulitnya berubah hitam, mungkin karena terkena kepulan asap mobil yang terbakar.

18

Soo-ri berlari menuju Ha-baek.. ia begitu bahagia, karena baru saja menyaksikan Ha-baek bisa menggunakan kekuatannya lagi. Ia-pun segera mengambil batu, dan meminta Ha-baek untuk mengubahnya menjadi emas. Namun kali ini, Ha-baek tak mau, ia bahkan melemparkan batu tersebut sebelum mencoba untuk melakukannya.

“Kekuatanku hilang lagi..” ucapnya

19

Ha-baek tak mau membahas mengenai kekuatannya, ia mlaah mengajak So-ah untuk segera melaporkan kejadian ini ke kantor polisi. Alasannya karena ia mengetahui bahwa seseorang telah merusak bagian rem, lagipula ditempat tadi terdapat banyak CCTV.

20

Dalam waktu sekejap, kita melihat pria penguntit itu telah berada diruang interogasi. Polisi mengungkapkan, bahwasanya pria itu bernama Park Sang-chul. Ia merupakan pria yang pernah menabarak mobil So-ah dan yang akhir-akhir ini selalu mengajaknya untuk bertemu namun So-ah selalu mengabaikannya.

21

Detektif menganggap pria itu tidak waras, karena ketika diinterogasi.. ia mengatakan bahwa motifnya mencelakai So-ah, ialah karena hidupnya yang sudah sangat sempurna harus ternodai tindakan kriminal ringan karena kejadian tabrakannya dengan So-ah. Ia juga menceritakan kejadian ketika ia mendorong So-ah dari atap gedung.. Namun, karena So-ah masih selamat, ia-pun menyebut So-ah bukanlah manusia biasa. Ia juga mengingat wajah Ha-baek dan menyebutnya bukan manusia biasa juga.

22

“Dia benar-benar gila.. Lagipula, anda pastinya seroang manusia biasa, ‘kan?” tanya detektif kepada Ha-baek. Namun, baik So-ah maupun Ha-baek mereka tak menjawabnya dan hanya terdiam memerhatikan sosok Sang-chul dari dibalik ruang interogasi.

23

Dalam perjalanan pulang, So-ah terlihat masih shock.. ia tak mengatakan apapun, sementara Ha-baek sibuk membanggakan dirinya sendiri. Ia mengatkan kalau masalah So-ah telah terpecahkan, kini saatnya So-ah untuk fokus membantunya saja.

24

Lagi-lagi, Ha-baek mandi berendam di rooftop. Kali ini, So-ah tak bisa memarahinya karena menyadari bahwa hari ini, Ha-baek telah banyak membantunya.

25

Ditambah lagi, Soo-ri mengatakan kalau berendam memang salah satu hal yang sangat disukai oleh Ha-baek. Bahkan ketika berada di alam dewa, Ha-baek bisa menghabiskan waktu seharian hanya untuk berendam saja.

26

Sebagai balasan untuk apa yang telah dilakukannya hari ini, Ha-baek meminta So-ah membelikannya ponsel baru karena miliknya telah rusak karena insiden tadi. Selain itu, ia-pun minta dibelikan pakaian baru dan juga meminta makanan dengan 12 menu pendamping yang menjadi ciri khas-nya makanan Korea.

27

Dengan terpaksa, So-ah mengabulkan permintaan Ha-baek. Ia berbelanja ke supermarket dan membelikan semua hal yang diminta oleh Ha-baek barusan.

“Hufft.. bahkan ebelumnya aku tak sanggup membeli daging untuk makanku sendiri..” keluh So-ah

28

Ha-baek sibuk membcara koran, sementara itu Soo-ri yang berada disamping berusaha mengajaknya mengobrol.. membicarakan insiden yang baru saja mereka alami. Soo-ri mengatakn kalau dirinya merasa takut, apabila So-ah mengetahu yang sebenarnya.

29

Karena ternyata.. ketika di padang rumput tadi, Ha-baek telah menceritakan kelakuan pria-penguntit itu. Bahkan, Soo-ri hampir memberitahukan hal ini kepada So-ah. Namun, Ha-baek membekapnya dan mengatakan kalau ia memang sengaja membiarkan hal ini terjadi untuk mengetes kekutannya.

30

Ha-baek menyadri, bahwa kekuatannya hanya akan muncul ketika So-ah berada dalam bahaya. Namun meskipun demikian, Soo-ri menganggap bahwa tindakan yang diambil Ha-baek sangat beresiko: “Bagaimana, kalau tadi kekuatan anda tidak kembali? So-ah bisa saja meninggal..”

“Tapi aku berhasil menyelamatkannya, ‘ka? Lagipula yang terpenting adalah hasilnya! Lagipula aku sudah minta maaf kepadanya..” ujar Ha-baek

“Minta-maaf?!” ucap soo-ri heran

31

So-ah mulai memasak.. dari awal semuanya terlihat kacau, tumisannya gosong dan juga cara memasaknya terlihat aneh dan sangat amatiran. Meskipun demikian, So-ah tetap meyakinkan dirinya sendiri, kalau ia telah melakukannya dengan benar. Ia bahkan meuji dirinya pandai memasak..

32

Namun beberapa saat kemudian, kita melihat So-ah yang malah menyeduhkan mie instan untuk Ha-baek dan Soo-ri. Ia-pun mengakui kalau dirinya memang tidak ahli dalam memasak, terutama membuat 12 makanan pendamping, sesuai apa yang diinginkan oleh Ha-baek. Ia-pun mulai menyantap mie-nya dan mengatakan kalau dirinya akan baik-baik sana dengan mengonsumsi makanan seperti ini.

33

Ha-baek mengatakan sebaliknya.. ia menyebut dirinya tak akan baik-baik saja karena mengonsumsi makanan itu. Namun meskipun demikian, samar-samar.. kita bisa mendengar suara keroncongan dari perutnya yang kelaparan.

So-ah mengajak mereka menonton TV: “Aku akan menunjukkan, hal ap ayang dilakukan oleh seorang pria yang sesungguhnya..!” ujarnya

34

Menonton tayangan tinju.. kemudian film action.. malah membuat Ha-baek dan Soo-ri menundukkan kepalanya. Namun, ketika So-ah memperlihatan channel home-shopping yang tengah menjual pakaian dalam wanita.. sontak mata Ha-baek dan Soo-ri langsung terbuka lebar. Namun, So-ah segera mengganti channel dan memperlihatkan sebuah tayangan memasak dimana chef-nya merupakan seorang pria tampan.

35

Dengan nada menyindir, So-ah mengatakan kalau saat ini pria yang jago memasak tengah digandrungi oleh banyak wanita. Bahkan, hanya karena seorang chef pria menaburkan garam didaging saja, berhasil membuat para wanita berteriak histeris melihatnya.

36

Ha-baek menonton tayangan itu sejenak.. kemudian ia berdiri dan berjalan pergi. So-ah menarik pakiannya, kemudian menunjukkan ekspresi ‘memelas’. Namun, Ha-baek malah dengan dtaranya.. Ha-baek mengatakan bahwa itu sama-sekali tidak akan mempan untuknya.

37

Namun, beberapa saat kemudian.. kita melihat Ha-bek yang telah berganti menggunakan kemeja putih, tak lupa ia juga mengenakan celemek layaknya seorang chef profesional yang sering kita lihat di TV.

38

Ha-baek memasak dengan sangat lihai.. padahal kita tahu-betul kalau dia belum perah melakukan hal ini sebelumnya. So-ah sadar-diri kalau dirinya tak bisa membantu apa-apa, ia-pun hanya diam dan memerhatikannya saja.

39

Hari berubah gelap, kini saatnya mereka untuk menikmati hidangan yang telah dimasak oleh Ha-baek. Setelah menata meja makan dan menyalaman beberapa lilin, suasananya jadi terasa hangat sekaligus romantis. Apalagi, makanannya terlihat begitu lezat dan menggugah selera.. Sungguh, makan-malam yang sangat luar biasa untuk mereka..

40

Sebelum makan, So-ah lebih dulu memuji kehebatan Ha-baek dalam memasak. Dan secara tiba-tiba, ia malah menyinggung kehebatannya dalam menulis puisi anak-anak ketika dirinya menjadi anak kecil yang bahkan masih ‘mengisap ingusnya sendiri’ (cuman sekedar perumpamaan).. ia-pun bertanya pada Ha-baek mengapa ketika dewasa ia malah menjadi seorang Dokter?

41

Ha-baek memotong steak di piring miliknya, kemudian menukarnya dengan piring milik So-ah. Hal sederhana tapi romantis ini membuat So-ah terkejut. Ia-pun bertanya apa maksud Ha-baek melakukan hal ini?

“Anggaplah ini sebgai bentuk permintaan maaf dariku..” jawab Ha-baek

“Memangnya, apa yang kau lakukan hingga perlu meminta maaf kepadaku?” tanya So-ah

42

Lagi-lagi, Ha-baek menghindari pertanyaan itu. Ia malah menyinggung perkataan So-ah sebelumnya yang mengatakan telah ‘mengisap kembali ingusnya’. Ha-baek yang polos tak memahami perumpaan itu dan menganggap bahwa So-ah benar-benar mengicap ingusnya sendiri. Kemudian bertanya, mengapa So-ah melakukannyya?

Sontak saja, setelah mendengar pertanyaan tersebut lansgung membuat So-ah tertawa terbahak-bahak. Sejujurnya, ia sendiri mengakui kalau hal ini tidak lucu, namun entah mengapa ia sangat ingin tertawa karenanya..

43

Namun setidaknya.. tawa So-ah berhasil menghidupkan suasana.. hingga membuat Soo-ri mengatakan bahwa detik ini, ia merasa sangat bahagia seakan-akan tengah berada di dunia para-dewa.

44

Hari semakin larut.. So-ah bersama dengan Ha-baek mengobrol sembari menikmati segelas wine ditangan mereka. Dengan wajah yang lesu.. So-ah menceritakan beban pikirannya yang dipenuhi oleh rasa bersalah.

Hari ini, ia bertemu dengan Park Sang Chul, yang menurutnya mengidap kondisi OCD (Obsessive Compulsice Dissorder) yang cukup parah yang membuat dia sangat ingin hidupnya terlihat sempurna tanpa kesalahan sedikitpun. Beberapa kali, Sang-chul memintanya bertemu, Namun So-ah selalu mengabaikannya..

45

Sebelumnya, ia-pun melakukan kesalahan yang sama terhadap Bong-yeol. So-ah bertanya-tanya, akankah semua ini merupakan kesalahannya? Karena sebagai seorang dokter, ia tidak bisa mendengar dan juga merasakan apa yang diinginkan oleh pasiennya?

“Namun, aku tak mau berfikiran seperti itu.. aku tak mau bertanggung-jawab ataupun merasa bersalah terhadap mereka. Aku tak ingin mempedulikan orang lain karena aku hanya ingin mempedulikan kehidupanku sendiri..” ungkap So-ah

46

Ha-baek berkali-kali mengatakan kalau ia tak memahami apa yang dikatakan oleh So-ah. Namun, satu hal yang ia ketahui pasti.. bahwasanya So-ah tak akan bisa menjalani kehidupannya sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Sama seperti mobil dan sepeda yang harus dikendalikan supaya tidak-jatuh.. hal itupun belaku untuk kehidupan Soo-ah. Dari sudut pandangnya, So-ah seperti orang yang tidak mengetahui apa yang diinginkan hatinya sendiri. Sehingga jika ia terus memaksakan diri untuk melangkah, maka besar kemungkinan ia salah mengambil jalan hingga membuatnya terjatuh..

47

Ha-baek berjalan pergi.. Namun, tiba-tiba So-ah memegangi kain kemejanya. Mereka saling-tatap, kemudian So-ah mengatakan “Terimakasih.. karena telah menyelamatkanku ‘lagi’ dan juga karena telah membuatku sibuk seharian ini..”

48

Dikantornya, kita melihat Hoo-ye yang tengah serius mempelajari berbagai jenis ‘lelucon’. Karena hari semakin larut, ia-pun terlihat mulai bosan dan juga kelelahan. Ia mengambil minum, kemudian memerhatikan berbagai macam penghargaan yag telah didapatkannya selama menjadi CEO.

49

“Jika saja aku bisa memahami dan menguasai ‘komedi’.. maka aku akan menjadi seroang CEO yang sempurna..” gumamnya. Ia-pun teringat akan sosok So-ah dan mengatkan kalau dengan komedi, ia pasti bisa membat So-ah lebih dekat dengannya (?)

50

Sekretaris Min menelpon, ia-pun bisa menebak kalau sekarang Hoo-ye pasti tengah memperlajari komedi ‘lagi’. Ia memintanya untuk berhenti melakukan hal itu dan menyuruhnya untuk mulai mengencani seseorang saja.. apalagi CEO Jo dari Perusahaan Keamanan Daehan terus-saja berusaha mengenalkan Hoo-ye kepada anak perempuannya. Hoo-ye tak mau membicarakan hal itu dan ia-pun bertanya apa tujuan Sekretaris Min menelponnya?

51

“CEO Jo yang kusebutkan tadi, ingin mengundur pertemuan besok menjadi 30 menit kemudian..” ungkapnya yang kemudian menyinggung kejadian sarung-tangan tempo hari. Ia-pun mengatakan kalau dirinya-sendiri yang akan menghubungi Ja-ya untuk mengurusnya.

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

4 komentar

  1. Gumawo udah nulis sinopx...ditunggu part 2 nya...fighting

    ReplyDelete
  2. Makin suka apalagi nam jo hyuk yg main 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaa, aku juga ngikutin ini gara-gara Nam Joo-hyuk ☺☺☺

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤