SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 4 [Bagian 2]

15:17

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI tvN =

00

Ha-baek menemui So-ah, ia minta dibelikan pakaian baru karena ia tahu bahwa Moo-ra akan merasa terhina jika didatangi oleh seseorang yang berpakain konyol sepertinya. 

01

Ha-baek menarik tangan So-ah, namun datanglah Sang-yoo yang langsung memarahinya dan menyuruhnya untuk melepaskan So-ah. Sang-yoo melihat wajah Ha-baek dan mengingat kalau sebelumnya mereka pernah bertemu.. namun hal itu tak penting baginya, karena yang ia inginkan, hanyalah Ha-baek melepaskan tangan So-ah. Soo-ri menganggap tindakan Sang-yoo itu tidak sopan, mereka-pun berdebat sambari saling-tarik tangan..

02

Beberapa saat kemudian, terlihat So-ah yang tengah menemani Ha-baek untuk mencari pakaian di sebuah butik yang nampaknya cukup elit. Ha-baek mencoba pakaian ini dan itu, namun So-ah hanya memberikan respon berupa senyuman yang ‘misterius’..

03

Ternyata, setelah diajak mencoba barang-barang mewah.. pada akhirnya So-ah malah membelikan jas tidak ber-merk yang dijual di pasar, yang harganya jauh lebih murah dan pemilik tokonya-pun sangat loyal adalam memberikan diskon.

“Kenapa pria itu berdiri diluar saja?” tanya pemilik toko

So-ah menceritakan, kalau Ha-baek tengah kesal karena ia tak membelikannya pakaian ber-merk. Pemilik toko itu tersenyum, kemudian ia meneriakan sebuah kalimat sederhana namun penuh makna: manusia sudah sempurna semenjak lahir, jadi untuk apa menutupinya dengan pakaian ber-merk yang dibeli dengan begitu banyak uang?

04

Mendengar itu, setidaknya berhasil membuat Ha-baek tersenyum. Selanjutnya, pemilik toko itu hendak memberikan diskon lagi, tapi dengan syarat.. Ha-baek harus difoto menggunakan salah satu jas, karena foto tersebut akan dipajang olehnya di toko ini...

05

Kini Ha-baek telah berganti pakaian.. bersama dengan So-ah, ia berjalan melaui pasar yang dipeuhi begitu banyak orang berbelanja. Ha-bak masih kesal pada So-ah.. ia merasa diberi harapan palsu: “Untuk apa kau membawaku ke-butik, jika pada akhirnya akn membelikanku baju dari tempat ini?” keluhnya

So-ah menanggpinya dengan senyuman.. kemudian, ia mengajak Ha-baek untuk makan siang saja. Ha-baek berlagak jual-mahal, dengan mengatakan kalau seroang dewa tida mudah kelapan.. tapi setiap So-ah menyebut kata ‘makanan’, langsung terdengar bunyi keroncongan yang cukup keras dari perutnya Ha-baek.

06

Mereka makan disebuah kedai mie, So-ah menikmati makanannya dengan lahap.. sementara Ha-baek, dia bersikap sok ‘keren’ dan hanya diam menatap kedepan. So-ah tak tahan melihatnya, ia-pun mengambil sendok-garpu kemudian menyuapi Ha-baek: “Tak ada obat untuk menyembuhkan seorang dewa yang sakit karena kelaparan..” keluh So-ah

07

Selagi makan, mereka mengobrol.. So-ah bertanya apakah Moo-ra akan menerima kehadiran Ha-baek? 

“Tentu saja..” jawab Ha-baek

Setelah apa yang terjadi tempo hari, So-ah tak bisa percaya kalau Ha-baek bisa memaafkan Moo-ra begitu saja. Baginya, sikap pemaaf Ha-baek itu justru perbuatan yang bodoh.. Ha-baek malah bertanya kepada So-ah, pakah ia tak meliki seseorang yang bisa dipercaya olehnya?

“Kau akan mengetahui betapa mengerikannya ‘kepercayaan’ itu setelah kau mengalami sakitnya di-khianati..” jawab So-ah

So-ah minta air panas, untuk kemudian ia campurkan dengan air dingin didalam gelasnya. Sekrang musim panas, namun So-ah minum air panas.. hal ini kedengarannya agak aneh dan janggal.

“Sebegitu bencinya-kah dirimu pada air dingin?” tanya Ha-baek

“Begitulah..” jawab So-ah

08

Tiba-tiba, Ha-baek menyinggung kejadian di pertengahan musim-dingin, ketika So-ah melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat ke laut. So-ah begitu terkejut mendengarnya.. ia tak menyangka bahwa Ha-baek mengtahui hal itu.

“Kenapa kau melakukannya? Apakah karena orang yang menghancurkan kepercayaan darimu itu?” tanyanya

So-ah belum menjawab pertanyaan terseut, namun ponselnya berdering. Ia-pun mengangkatnya, kemudian mengajak Ha-baek untuk segera pergi darisini.. padahal, baru saja Ha-baek mau menyantap mie-nya..

09

Dari cermin, Ha-baek melihat seorang pria asing yang berada tepat disebrang kedai ini. jika diperhatikan lebih-lanjut, pria tersebut merupakan ahjussi misterius yang berpapasan dengan So-ah tadi.

10

So-ah muak karena Ha-baek terus memanggilnya ‘pelayan’, maka dari itu ia-pun mengajukan sebuah penawaran.. Ia akan mengabulkan permintaan Ha-baek asalkan Ha-baek berhenti memanggilnya ‘pelayan’. 

Ha-baek tak memiliki permintaan apapun.. tapi setelah memikirkannya sekali lagi, Ha-baek akhirnya memiliki satu permintaan: “Jangan suka padaku.. karena itu tak ada obatnya..” ucap Ha-baek
“Ah.. iya..” jawab So-ah sembari menahan tawanya

11

Sendirian, So-ah berjalan menuju kliniknya.. sepanjang jalan, ia bergumam.. menertawakan permintaan Ha-baek yang sangatlah tidak masuk akal. 

12

Setibanya di klinik, So-ah mendapat kabar baik.. akhirnya ada irang yang ingin membeli lahan miliknya yang sudah bertahun-tahun tidak terjual itu. Apalagi pembelinya merupakan perusahaan yang akan membuat resort, jadi So-ah memiliki kesempatan untuk menaikkan harganya berkali-kali lipat.

So-ah mengetahui bahwa pemilik perusahaan yang hendak membeli lahannya itu adalah Hoo-ye. Soo-ah ingin bermain-main dulu dengannya, sebagai bentuk balas-dendamnya karena tingkah Hoo-ye yang selalu membuatnya kesal.

13

Ha-baek ditemani Soo-ri mendatangi apartemen Moo-ra... dari kejauhan, Moo-ra melihat kedatangan mereka dan mendengar semua perbincangan mereka yang mengungkapkan bahwa Ha-baek telah kehilangan kekuatannya.

Sejujurnya, Ha-baek ingin menyembunyikan hal ini... karena ia telah mengetahui bahwa Moo-ra tidak akan memperlakukannya dengan baik, jika dia mengetahui hal ini. Namun apa-boleh-buat, Moo-ra terlanjur mengetahuinya dan ia menunjukkan ekpresi ketidak-senangan-nya.

14

Ha-baek berusaha membujuk Moo-ra, dengan mengatakan bahwa kekuatannya hanya menghilang untuk sementara-waktu dan akan segera kembali seperti semula. Soo-ri kemudian menceritakan betapa susahnya hidup mereka selama berada dibumi, apalagi setelah kemunculan Jeo Geol-rin yang mencium Ha-baek hingga membuat Ha-baek jadi sangat sering merasakan kelaparan.. untung saja mereka bertemu dengan keturunan pelayan mereka disini, yang setidaknya bisa sedikit memberikan bantuan.

15

Ha-baek mengatakan kalau dirinya tak bisa terus-terusan hidup seperti ini, ia ingin tinggal bersama Moo-ra, ia juga harus segera bertemu dengan Bi-ryeom dan juga Joo-dong. Untuk mempercepat penyelesaian tugasnya, sekarang ia meminta Moo-ra untuk menyerahkan batu dewa yang disimpan oleh Moo-ra kepadanya..

16

Di gedung yang sama tepatnya di cafetaria, terlihat So-ah yang tengah bertemu dengan Hoo-ye.. mereka mendiskusikan masalah jual-beli tanah. Padahal ini menjadi tanggung-jawab bagian properti, namun So-ah bersikukuh untuk membicarakan hal ini secara langsung dengan CEO perusahannya yaitu hoo-ye.

So-ah memulai negosiasi dengan tingkah yang sok ‘jual-mahal’.. dia mengatakan, tidak akan menjual lahannya kecuali Hoo-ye mau membayarnya 5 kali lipat dari harga semula. Dengan sangat tenang, Hoo-ye memberikan tanggapan yang tentunya membuat So-ah malu sekaligus tercengang kaget...

17

“Oh... Bagaimana yaa, padahal aku akan membeli lahanmu dengan harga 7 kali lipat.. tapi karena kau tak akan menjualnya jika aku tak membeli seharga 5 kali lipat.. maka aku akan menuruti keinginanmu saja.. ” ucap Hoo-ye yang kemudian mengajak So-ah untuk menandatangi kontraknya
So-ah tak bisa berkomentar apapun, ia begitu malu dengan tingkahnya sendiri.. hingga pada akhirnya ia mengatakan: “Aku tak akan menjualnya...”. Kemudian, ia berlari pergi meninggalkan tempat ini.

“Hah.. padahal, kali ini aku hanya bercanda..” gumam Hoo-ye sembari tersenyum kecil

18

Moo-ra tak bersedia merima Ha-baek untuk tinggal bersamanya, ia juga menolak untuk memberikan batu tersebut.. lagipula, ketiga dewa pelindung bumi memang berhak untuk memutuskan tindakannya: “Aku tak bisa menerima raja yang telah kehilangan kekuatannya..” ujar Moo-ra

Ha-baek terlihat kesal atas sikap Moo-ra yang merendahkannya. Ia-pun mengajak Soo-ri untuk pergi meninggalkan ruangan ini..

19

Namun ketika sampai di pintu, Ha-baek memutuskan untuk kembali menghampiri Moo-ra. Ia bertanya secara langsung, apa yang harus dilakukannya suapa Moo-ra mau memberikan batu itu kepadanya?

Moo-ra terlihat sangat gugup, secara refleks ia langsung berkata: “Kau harus melaporkan semua komentar-buruk terkait diriku yang ada di internet....”

20

Ha-baek berjalan meninggalkan apartemen Moo-ra, dan kebetulan ia melihat So-ah disana. Mereka-pun duduk dan mengobrol sejenak. Ha-baek menceritakan pertemuannya dengan Moo-ra dan juga beberapa permintaan yang harus dilakukan olehnya. 

21

Moo-ra menelpon Bi-ryeom, ia memberitahukan kedatangan Ha-baek... ia mengakui kalau dirinya bingung harus memberikan respon apa hingga akhirnya ia asal-ucap saja, tentang permintannya.

22

Ternyata, selain melaporkan kometar-buruk. Moora juga menyuruh Ha-baek untuk menjadi pengawalnya di acara jumpa-fans. Soah yang mendengar hal ini hanya bisa tertawa geli, dan menyebut Moo-ra seperti seorang anak remaja manja yang sedang merajuk.

23

Hoo-ye menghampiri So-ah, ia ingin meluruskan kesalahfahaman diantara mereka dan mendiskusikan kontrak jual-belinya lebih lanjut lagi. So-ah setuju, ia-pun mengajak Hoo-ye untuk mengobrol ditempat lain saja..

24

Beberapa langkah setelah berjalan pergi, Hoo-ye menengok kebelakang.. ia melihat Ha-baek kemudian menunjukkan sebuah senyuman yang ramah namun terkesan ‘misterius’..

25

Hoo-ye menjelaskan, bahwa apa yang dikatakannya di kafetaria itu hanyalah sebuah lelucon saja. Ia melakukannya supaya bisa lebih dekat dan disukai oleh setiap orang. Namun, So-ah memiliki pemahaman yang berbeda.. menurutnya, tak mungkin untuk seseorang bisa disukai oleh semua orang.

“Aku ingin menjadi orang yang baik.. orang yang bisa membatu orang lain.. dan berguna untuk kesejahteraan seluruh manusia dimuka bumi..” ucap Hoo-ye yang seketika lansgung membuat So-ah menghela nafas panjang dan mengatakan, “Aishh.. aku mengenal seseroang yang seperti tu, dan dia bukanlah orang yang layak disebut hebat!”

26

Ponsel Hoo-ye berdering, itu telpon dari sekretaris Min yang memberitahu bahwa Hoo-ye bisa bertemu dengan Ketua Shin saat ini juga. Oleh karena itu, Hoo-ye harus pamit pada So-ah, sebelumnya ia-pun menyerahkan surat kontrak dengan harga 7 kali lipat sesuai yang ia janjikan.

27

Dikantor, Ja-ya tengah merengek meminta Ketua Shin memberikannya sebuah bangunan untuk perusahaan hiburan. Ia bahkan sampai menangis layaknya anak kecil, namun Ketua Shin benar-benar mengabaikannya.

Hingga saat ini, Ketua Shin telah menghabiskan begitu banyak uang untuk menyekolahkan Ja-ya.. namun pada akhirnya Ja-ya malah bersikukuh ingin berkecimpung di dunia hiburan. Saat ini, ia bahkan rela untuk syuting sebuah acara yang mengharuskannya makan jajamyung di atas rolleroaster hingga mukanya belepotan.. hanya karena ia sangat mencintai dunia hiburan.

28

Alih-alih perusahaan hiburan.. Ketua Shin malah menyuruh Ja-ya untuk mengelola pusat perbelanjaan saja. Namun, Ja-ya menolaknya mentah-menta.. ia-pun memutuskan untuk pergi saja. Dan sangat kebetulan, karena ketika ia membuka pintu, sudah ada Hoo-ye yang hendak memasuki ruangan.

29

Ja-ya menangis, meluapkan emosinya di atap.. ia engatakan kalau dirinya tak cukup pintar untuk menjadi seorang dokter. Ia tak bisa melakukan apapun, namun ia sangat menyukai duni hiburan.. meskipun ia tahu, kalau pendapatan aktris itu tidaklah besar.. tapi tetap saja, ia ingin melakukannya..

30

Ketika turun menggunakan lift, lagi-lagi Ja-ya harus bertemu dengan Hoo-ye yang baru pulang dari pertemuannya dengan Ketua Shin. Mereka tak mengobrol apapun, namun sebelum keluar Hoo-ye memberilap lsapu tangannya untuk ja-ya. Ia melihat wajah Ja-ya yang begitu kotor karena saus jajangmyun.. Ja-ya menolak menerimanya, namun Hoo-ye tetap menaruhnya ditangan Ja-ya.

Setelah pintu lift-nya tertutup.. Ja-ya langsung melempar sapu tangan itu ke lantai, sembari menggerutu kesal: “Aih.. memalukan!”

31

So-ah sangat bahagia, karena sebentar lagi ia akan mendapatkan banyak uang yang membuatnya bisa pergi meninggalkan Korea untuk tinggal di Vanuatu. Untuk merayakannya, ia-pun mengajak Sang-yoo untuk minum bersamanya.

32

Di kedai, hanya Sang-yoo yang minum alkohol, sementara So-ah malah meminum teh saja. Karena So-ah masih trauma dengan kejadian sebelumnya.. yaitu ketika ia kehilangan cincin berlian. Menurutnya itu semua karena ia dibawah pengaruh alkohol.

Mereka lanjut megobrol.. Sang-yoo nampaknya kurang setuju, jika So-ah harus pergi jauh meninggalkan korea. Namun, So-ah mengungkapkan bahwa dirinya sangat-amat membenci negara ini. 

“Kenapa?” tanya Sang-yoo

33

So-ah mengatakan bahwa Korea tak menyukai orang-orang seperti mereka.. dan hanya menyukai orang-orang yang terlahir kaya dan hanya membuang-bunag uangnya untuk kesenangan semata. Maka dari itu, So-ah ingin secpat munkign.. pergi dari negara ini.

Sang-yoo tak bisa berkomentar banyak.. ia hanya bisa mengeluhkan sikap So-ah yang lama-kelamaan semakin terlihat seperti orang yang mengalami gangguan jiwa: “Hufftt.. kalau kondisimu seperti ini, aku bisa kena marah bos, ketika dia kembali pulang...”

34

Soo-ri membaca semua komentar terkait Moo-ra dan dengan telaten ia melaporkan satu-demi-satu komentar yang isinya negatif. Lama-kelamaan ia mulai lelah, ia-pun memberikan buku huruf-huruf untuk dipelajari oleh Ha-baek.

Hari semakin larut, namun So-ah masih belum pulang juga.. Ha-baek mengatakan kalau So-ah pasti akan pulag sebentar lagi. Tiba-tiba, terdengar suara eributan dibawah.. Soo-ri kemudian menjelaskan kalau itu hanya para pria mabuk yang tengah bertengkar. Kejadian seperti itu, memang sering terjadi dimalam-hari. 

35

Sang-yo bersama dengan So-ah tengah berada di karaoke. Sang-yoo sangat mencintai Korea... hingga ia menyakikan lagu kebangsaan, yang bertemakan perjuangan. So-ah merasa jengah medengarnya.. ia merebut remote dan memilih lagu-lagu kesukaannya yang bertempo cepat.

36

Hanya dalam waktu sekejap, kini Ha-baek sudah mulai bisa membaca.. meskipun agak lambat, karena ia mengeja kata-demi-kata. Ia-pun lanjut mencari komentar-buruk tentang Moo-ra, karena Soo-ri yang ia tugaskan sudah terlelap tidur. 

Hari semakin larut.. tai So-ah masih belum juga datang. Hal ini, sepertinya membuat Ha-baek khawatir. Apalagi, ia teringat sosok pria misterius yang selalu muncul disekitar So-ah...

37

So-ah sudah berjalan pulang.. di tengah perjalanan, ia sempat mampir ke sebuah kedai untuk membeli ayam. Jalanan sudah sangat sepi.. ditambah lagi, ada satu lampu jalan yang mati hingga membuat So-ah mulai merasa takut.

38

So-ah mengambil batu dari pinggir jalan, kemudian melanjutkan langkahnya dengan tergesa-gesa. Setibanya di dekat rumah.. ia melihat orang menurigakan yang berdiri didepan gerbang. Namun ketika diperhatikan lebih dekat lagi.. ternyata itu adalah Ha-baek.

39

“Mengapa kamu diam disini?” tanya So-ah

“Ah.. aku sedang merenung, memikirkan kekuatanku..” jawab Ha-baek

“Lain kali.. jangan merenungkannya disini. Lebih baik kau merenungkannya di depan gang saja..” ucap So-ah

Ha-baek mencium aroma makanan yang dibawa oleh So-ah. Kemudian, So-ah-pun mengatakan kalau ia memang sengaja membelikan ini untuk mereka. Hari ini, ia sangat bahagia karena telah bertemu dengan dewa yang sesungguhnya..

40

Mendengar itu, Ha-baek langsung teringat sosok Hoo-ye yang juga dilihatnya tadi. Ha-baek menyuruh So-ah untuk tidak menganggap semua pria tampan sebagai seorang dewa.. So-ah mengelak, ia mengatakan kalau alasannya menyebut pria tu sebagai dewa karena dia telah membantunya.

“Ohiya.. apakah kamu telah melaporkan seluruh komentar-buruk tentang Hye-ra?... ah tapi, bukankah dirimu tak bisa membaca.. ” ujar So-ah

41

Ha-baek mengambil batu ditangan So-ah, kemudian ia menuliskan nama So-ah dengan benar.. kemudian menuliskan namnya dengan salah. Bukannya’ Ha-baek’, amun ia malah menulis ‘Ha-bak’. So-ah hanya tersenyum dan tidak memberikan komentar apapun.. namun, setelah Ha-baek masuk kedalam.. So-ah membernarkan tulisan nama Ha-baek tersebut.

42
43

Di rooftop, So-ah mereka menikmati ayam yang dibawa oleh So-ah. Namun seperti sebelumnya, Ha-baek terus bersikap sok ‘jual-mahal’ dengan menolak memakan aya tersebut. Akhirnya, So-ah sendiri yang mengambilkan sepotong paha ayam kemudian menaruhnya dilengan Ha-baek.

44

“Sekarang.. kau sudah merasakan bagaiaman rasanya kelaparan dan dikhianati.. aku yakin, kau akan menjadi raja yang lebih baik daripada sebelumnya. Selama berada ditempat ini, kau belajar untuk menjadi seorang Raja..” papar So-ah

45

Esok harinya, Ha-baek melaksanakan tugasnya untuk menjadi bodyguard Moo-ra. Situasinya sagat ramai, semua orang saling-dorong.. hingga pada akhirnya membuat Ha-baek harus terjatuh kelantai, terinjak-injak oleh fans Moo-ra yang begitu banyak dan juga ricuh.

46

Di klinik, So-ah berhadapan dengan seorang pasien wanita (Jeon So-min), yang bersikap seakan-akan lebih pintar daripadnya. Selama 2 jam pertemuan mereka, So-min terus saja mencari-cari kelemahannya. So-ah mulai kesal ia-pun mengungkapkan rasa tidak nyamannya kepada So-min dan itu membuat So-min memutuskan untuk pergi dari tempat ini sembari menggerutu, mengatakan kalau dirinya merasa terhina.

47

Ha-baek berbicara dengan Moo-ra.. dan sekali lagi, Moora menolaknya mentak-mentah dengan alasan Ha-baek yang telah kehilangan kekuatannya. Ha-baek tak bisa membela dirinya sendiri, karena pada realitanya.. sekarang ia memang bukanlah siapa-siapa jika tanpa kekuatannya.

48

Moo-ra menelpon Bi-ryeom.. ia mengatakan bahwa dirinya sudah tak sanggup untuk menghadapi Ha-baek lagi. Ia-pun menyuruh Bi-ryeom untuk menangani sisanya..

49

Ha-baek hendak meminjam mobil So-ah, karena ia ingin jalan-jalan. Awalnya So-ah menolak, namun setelah Ha-baek mengancam untuk membuka paksa mobilnya, maka akhirnya So-ah menuruti keinginan Ha-baek.

50

Ha-baek ingin menyetir, namun So-ah melarangnya.. karena dia masih belum memiliki lisensi. Meskipun dengan keterpaksaan dan rasa lelah yang teramat sangat.. So-ah rela menyetir mobil, guna membawa Ha-baek berkeliling, jalan-jalan di seiang hari ini.

51

Mereka pergi ke laut.. menikmati pemandangan indah, kemudian mengambil beberapa foto selfie..

52

Setelah itu, mereka memilih untuk beristirahat disebuah padang rumput. Musim panas, membuat cuacanya terasa begitu hangat.. Soo-ri berlarian dengan bebas, sementar So-ah dan Ha-baek memilih untuk tiduran dibawah pohon rindang. Mereka memperbincangkan mobil So-ah yang sudah usang.. namun Ha-baek sudah mencaritahu tempat servis dengan harga murah untuknya. 

53

Kemudian So-ah bertanya, siapakah istri Ha-baek?? Karena dari internet, tertulis bahwa Ha-baek telah memiliki anak perempuan bernama Joo-mong, kemudian cucu bernama Joo-ri.. namun tidak tertera, siapakah ibu mereka? Ha-baek nampak kebingungan, ia-pun mengatakan kalau dirinya belum menikah.. *ckckck

54

So-ah membaringkan badannya disamping Ha-baek.. perlahan ia menutup matanya, kemudian bertanya.. jikalau Ha-baek masih memiliki kekuatannya.. mungkinkah ia bisa memunculkan lautan dihadapannya.. hanya untuk 5 detik sajaaa.. karena saat ini, ia sangat ingin berenang.

55

Tiba-tiba.. So-ah seakan tengah berenang sendirian ditengah lautan biru yang sangat luas.. ia hanya sendirian, namun ia sama-sekali tak merasa kesepian. Tak lama kemudian, muncullah Ha-baek,.. So-ah protes, mengatakan kalau dirinya ingin berenang sendirian saja. Namun Ha-baek mengatakan kalau ia harus berada disini juga supaya kekuatannya tetap berfungsi, lagipula Ha-baek mengetahui kalau sebenarnya So-ah tak bisa berenang..

“Tidak.. sekarang aku bisa..” ucap So-ah yang kemudian membuat Ha-baek melepaskan tangannya dan mulai menjauh.

56

Namun.. setelah itu, So-ah kembali merasakan bahwa dirinya tak bisa berenang lagi.. Kemudian Ha-baek menghampirinya, tersenyum kepadanya dan mengatakan: “Tenanglah.. karena selama berada di air.. aku yang akan melindungimu...”

57

Perlahan So-ah membuka mata, disampingnya terlihat Ha-baek yang tengah memerhatikannya. 

“Aku minta maaf..” ucap Ha-baek

“Untuk apa?..” tanya So-ah

58

=============
*** NOTES ***

Ceritanya makin asik, tapi sejujunya agak kurang suka sama editan efek-efeknya. Waktu So-ah jatuh dari atap, terus juga yang adegan dibawah air... efek editannya itu kelihatan banget. Haduhh :( Tapi yaudahlah, sayamah gak ahli dan gak ngerti tentang editing, cuman berharap editing efek-efek di drama ini bisa lebih halus lagi, biar enak dilihatnya. Heheheh 

Ha-baek sama So-ah, karena mereka sering barengan.. lambat-laun, mereka saling melengkapi dan mempelajari karakter satu-sama lain. Dalam hal ini, Ha-baek malah lebih faham sama sifatnya So-ah.
Kayaknya, 14 tahun yang lalu, Ha-baek yang udah nyelamatin So-ah. Kita enggak tahu apa yang terjadi, tapi mungkin yaaa.. So-ah dihapus ingatannya atau begimana  (?)

Ohiyaa, Hoo-ye kayaknya bukan manusia juga. Dari perkataannya dan sikapnya sih dia sepertinya ‘makhluk-lain’. Entah itu dewa atau bangsa sejenisnya. Karena ada satu dewa yang belum kita tahu rupanya: Joo-dong alias dewa bumi.

Drama inituh fenomenal bangettt, haters-nya banyak tapi rating-nya bagus. Hebat yaa? 

Episode 5 >>>

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

6 komentar

  1. Hai....salam kenal...Aku fera.
    Iya...ya???? efek pas jatuh Dari gedung kurang halus editannya...
    Kalo Fe seruu...lihatnya....lol
    Mngkin Fe kurang ngerti edit editan video so ga nyadar Kalo kurang bagus editannya...
    Thanks sinopnya ya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Fera,

      Enggak jelek banget kok editannya, cuman kalo sekelas tvN sebenernya berharap bisa lebih bagus lagi. Heheheheh

      Delete
  2. Tks ya sinopsisnya, berasa nonton drama langsung, keren abis..
    Ditunggu episode selanjutnya ya..semangat....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Episdoe selanjutnya, minggu depan yaaa ☺☺☺

      Delete
  3. Ditunggu untuk ep selanjutnya.. Dari awal bacanya senyum senyum mulu nih..ah pengen habaek ada dihadapan..tiup lilin ah itu goblin ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan tiup lilin, Ha-baek mah maenannya langsung kissu. Wkwkwk

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤