SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 4 [Bagian 1]

10:03

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : tvN =

00

“Sudah kubilang, kalau aku memanglah seorang dewa..” ungkap Ha-baek

So-ah bergitu terkejut dengan kejadian yang baru-saja dialaminya, ia hanya diam dan tak bisa mengatakan apapun.. hingga akhirnya ia malah jatuh pingsan di pangkuan Ha-baek.

01

Soo-ri begitu bahagia, ia melompat-lompat sembari berteriak: “Yang mulia... kekuatanmu telah kembali..”

02

Akan tetapi, kebahagiaan Soo-ri tak berlangsung-lama.. karena kekuatan Ha-baek hanya muncul sekejap saja dan kemudian menghilang lagi. Terbukti, ketika ia meminta Ha-baek untuk merubah batu menjadi emas,  hal itu sama-sekali tak terjadi.. meskipun Ha-baek mencobanya berulang-kali.. tetap saja, batu itu tak berubah menjadi apapun.

03

Melihat So-ah yang tertidur disampingnya, membuat Ha-baek teringat kembali tragedi siang tadi. Entah siapa identitas penjahat itu, namun sebelum mendorong Soo-ah ia mengatakan bahwa Soo-ah merupakan orang yang bertanggung-jawab atas penderitaan yang harus dialaminya sekarang..

04

Perlahan, So-ah membuka matanya.. Ia melihat wajah Ha-baek, “Ah.. ini hanya mimpi..” gumamnya yang kemudian tidur kembali. Beberapa detik kemudian, ia kembali membuka matanya dan tetap mengira kalau ini hanyalah mimpi-belaka.

“Ahh.. manusia melakukan ini untuk membedakan kondisi diantara mimpi dan kenyataan..” celetuk Ha-baek yang kemudian mencubit pipi So-ah

05

So-ah berteriak kesakitan, ia melihat sekitarnya dan masih menganggap kalau kejadian mengerikan tadi hanyalah sebatas mimpi. Namun, ia mendengar Soo-ri yang terus saja menggumam: "Bagaimana bisa kekuatannya.. Bagaimana bisa kekuatannya.. Bagaimana bisa kekuatannya..”

Mendengar itu, membuat So-ah menjadi panik sendiri,.. tanpa mengatakan apapun.. ia langsung berdiri dan berlari pergi meninggalkan tempat ini.

06

So-ah berjalan sendirian melewati jalanan yang sepi dan juga gelap... ia mendengar beberapa suara aneh lagi. Namun ia berusaha meyakinkan diri, kalau ini semua dialaminya karena ia sangat kelelahan.

Namun, ia tak bisa menahan rasa takut beserta gelisahnya... setlah ia mendengar kembali, kalimat yang dikatakan oleh penjahat yang hampir membunuhnya tadi: “Semuanya salahmu.... karena orang sepertimu.. ”

07

So-ah merasa begitu ketakutan, ia-pun berlari secepat yang ia bisa menuju tempat mobilnya terparkir. Setibanya disana, So-ah langsung duduk-jongkok, kakinya begitu lemas dan keringat-pun terus bercucuran di wajahnya.

Tiba-tiba, ada tangan yang merangkulnya dari belakang, namun syukurlah karena itu adalah Ha-baek. Ia datang kesini, untuk memberikan kunci mobil So-ah yang tertinggal di ‘rumah’-nya.

08

So-ah mengucapkan terimakasih.. kemudian ia ia berjalan menuju mobilnya. Tangannya gemetar, hingga membuatnya begitu kesulitan untuk membuka kunci pintu mobilnya. Setelah duduk dikursi kemudi, So-ah mulai menyalakan mesin, kemudian mengoperasikan mobilnya.. Namun, saking gelisahnya, So-ah menjadi seperti orang yang baru belajar naik-mobil.. dia hanya membawa mobilnya maju kemudian berhenti.. dan muncur kemudian berhenti lagi.

09

Ha-baek terus memerhatikannya, hingga paada akhirnya dia-lah yang mengemudikan mobil tersebut untuk mengantar So-ah pulang. Didalam mobil, Ha-baek bertanya apakah So-ah benar-benar tak mengenali penjahat yang mendorongnya tadi?

“Tidak..” jawab So-ah

Ha-baek kemudian menyuruh So-ah untuk mengingat kembali, barangkali ada orang yang pernah dibuat sakit-hati oleh So-ah.. hingga membuat dia nekat melaukan percobaan pembunuhan seperti tadi..

10

“Aih.. mana bisa seseornag mendorong orang lain dari atap sepert itu.. sungguh mengerikan..” keluh Soo-ri

Mereka harus mencaritahu siapa penjahat tersebut.. namun sialnya, mereka tak bisa melaporkan kejadian ini ke polisi. Karena So-ah tak mungkin mengatakan kalau ia hampir mati dan berhasil selamat karena ditolong oleh dewa.

11

Setibanya didepan gerbang rumah, So-ah menunjukkan ekpresi kebingunan. Ia sendiri masih belum bisa menerima faka bahwa Ha-baek merupakan seorang dewa dan bukan sejenis hantu ataupun monster.

12

Ia kemudian berjalan melewati gerbang rumahnya, kemudian hendak menutup gerbang.. namun, Soo-ri langsung mendorong Ha-baek masuk dan berlutut dihadapannya sembari mengatakan: “Yang mulia.. anda telah menginjakan kaki anda ditempat ini”

Soo-ri lanjut mengatakan hal-hal terkait ‘kutukan’ yang akan dialami So-ah, jika ia tak melayani Ha-baek dengan baik. So-ah telah mendengar kutukan itu berulang kali, namun kali ini, ia tak bisa mengelak.. dan justru tak bisa melakukan hal lain, selain menuruti keinginan mereka.

13

Mereka berjalan menaiki tangga menuju rooftop, disana kondisinya begitu berantakan.. bunga-bunga layu dan barang berserakan dimana-saja. Ha-baek langsung protes, menyebut So-ah kurang-ajar karena membuat seorang dewa harus tinggal ditempat yang tidak layak seperti ini. Namun, protes-nya itu tidak medapat respon balik, karena So-ah telah menghilang, entah kemana perginya..

14

Ha-baek mencari So-ah, ia membuka pintu sebuah ruangan yang ternyata hanyalah gudang tempat menyimpan barang-barang.. Ha-baek kemudian berjalan menuju rak bunga-bunga tersimpan.. ia menggerutu, mengulangi perkataan imam-besar yang sebelum kepergiannya telah menyebutkan bahwa Ha-baek harus menikmati waktunya yang ‘menyenangkan’ ketika berada dibumi...

“Dasar.. pria tua.. karena dia aku harus tinggal ditempat seperti ini!” keluh Ha-baek

15

Tak sengaja, Ha-baek melihat kebawah.. dan dari rumah disebrang, keluarlah seorang pria berpakaian serba-hitam yang rupanya mirip dengan pejahat yang hendak mencelakai So-ah tadi siang.

16

Didalam rumahnya, So-ah tengah duduk di sofa sembari mencaritahu mengenai Ha-baek di internet. Disana tertulis dengan jelas, data-data mengenai dewa-dewi keturunan Ha-baek yang memanglah seorang dewa-air. So-ah masih tak bisa menerima semua kenyataan ini, ia-pun hendak menelpon Yeom-mi.. namun ternyata, Yeom-mi tengah mendaki gunung dan tak mau menerima panggilan apapun.

17

Di rooftop, terlihat Soo-ri yang telah tertidur pulas hingga mendengkur cukup keras. Namun Ha-baek masih belum bisa tidur.. ia berjalan kesana-kemari, bahkan sempat menahan badan Roo-ri yang hampir terjatuh karena tak bisa diam ketika tertidur..

18

Di rooftop, terlihat Soo-ri yang telah tertidur pulas hingga mendengkur cukup keras. Namun Ha-baek masih belum bisa tidur.. ia berjalan kesana-kemari, bahkan sempat menahan badan Roo-ri yang hampir terjatuh karena tak bisa diam ketika tertidur..

19

So-ah hendak menemui Ha-baek, namun ia sendiri begitu ragu dan juga merasa takut.. Sembari berjalan, So-ah terus bertanya-tanya, apa yang sebenarny terjadi pada Ha-baek?

Tiba-tiba muncullah Soo-ri, ia akan menceritakan semuanya pada So-ah. Namun saat ini, ia kelaparan dan perlu memakan sesuatu..

20

So-ah membuatkan ramyun untuknya.. mereka berdua duduk berhadapan untuk mengobrol lebih-lanjut terkait apa yang terjadi pada Ha-baek. Soo-ri menceritakan semuanya, ia memebritahukan bahwa Ha-baek turun ke bumi untuk mengumpulkan batu dewa.. namun ternyata, semuanya tak berjalan semudah yang mereka bayangkan.

“Untuk yang pertama kalinya setelah 2800 tahun, Ha-baek harus menghadapi kesulitan yang seperti ini.. dia bahkan tak bisa melakukan hal yang paling disukainya: mandi” keluh Soo-ri

21

Soo-ah naik keatas untuk menemui Ha-baek, namun ia dibuat sangat terkejut karena melihat Ha-baek yang tengah berendam di ember besar.. Sembari menutup matanya, So-ah berteriak memarahinya, melarangnya untuk mandi dengan bertelanjang-dada ditempat terbuka seperti ini. Karena orang-orang bisa melihatnya dan melaporkannya ke polisi.

22

So-ah kemudian memberikannya handuk, ia lanjut mengomeli Ha-baek, mengatakan kalau sekarang Ha-baek tak layak disebut dewa karena tak memiliki kemampuan seorang dewa. Kalimat itu membuat Ha-baek marah.. ia lantas bertanya balik, apakah manusia tak layak disebut sebagai seorang manusia hanya karena tak memiliki kemampuan manusia?

23

“Kau tahu, kenapa bunga-bunga itu terus berbicara kepadamu?” tanya Ha-baek yang kemudian menarik tubuh So-ah  ke pelukannya. Selanjutnya, ia-pun menjelakan bahwa semuanya itu karenanya.. jika ia tak memaafkan So-ah maka bunga-bunga itu akan kembali berbicara padanya.

“Kau sedang mengancamku?” tanya So-ah

24

Ha-baek menegaskan bahwa dibumi ini, So-ah merupakan pengikut sekaligus pelayannya, maka dari itu, So-ah berkewajiban menuruti segala perintahnya. Tapi karena kondisinya seperti ini, maka setidaknya So-ah hanya perlu membuatnya merasa nyaman untuk tinggal disini dan memnuhi semua kebutuhannya untuk bisa tetap hidup.

“.. jika kau merasa kesal, salahkanlah leluhurmu yang lelah membuat janji hubungan ini dengan dunia para-dewa..” tegas Ha-baek

25

So-ah kehabisan kata-kata, ia tak bisa marah namun ada beberapa hal yang harus dipatuhi oleh Ha-baek selama berada disini: tak boleh melepas pakaian disembarang tempat, manusia bukanlah objek yang bisa seenaknya disebut ‘milikku’ atau ‘milikmu’, kemudian tak ada istilah ‘budak’ atau ‘pemilik’, dan So-ah lebih memilih dianggap sebagai asisten saja.. yang terakhir adalah Ha-baek tak bisa mencium So-ah seenaknya, karena jika ia melakukannya.. maka So-ah akan langsung melaporkannya ke polisi.

26

So-ah segera pergi menuruni tangga, meninggalkan Ha-baek yang kemudian berjalan kedekat pagar. Darisana, lagi-lagi ia melihat pria misterius yang keluar dari rumah seberang..

27

Setelah melakukan pemotretan, Mo-ra beristirahat sejenak sembari menikmati minuman jus-nya. Ia memerhatikan kembali kartu nama yang ditinggalkan So-ah, seketika ia bertanya-tanya siapakah So-ah dan apa hubungannya dengan Ha-baek?

28

Muncullah Hoo-ye, ia berjalan melewati Moo-ra kemudian menyapanya dan mengucapkan permintaan maafnya atas keributan yang terjadi tempo hari. Ia-pun melihat kartu nama So-ah di meja Moo-ra kemudian memuji So-ah sebagai dokter yang bagus ‘menurutnya’.

Sebelum pergi, Hoo-ye masih sempat melontarkan sebuah lelucon yang sebenarnya sangat garing.. dia yang mengatakannya dan hanya dia sendiri yang tertawa....

29

Setelah itu, ia bertemu dengan sekretarisnya yang memberikannya dokumen terkait data-data pemilik lahan untuk pembangungan resort mereka. Mereka berjalan berdampingan, kemudian Hoo-ye lagi-lagi melontarkan sebuah lelucon yang benar-bear garing.

“Kenapa anda sangat tertarik dengan lelucon seperti itu?” tanya sekretarin Min

“Ah.. sebenarnya.. aku juga tahu kalau lelucon itu tidak lucu. Tapi, aku merasa heran setelah menonton tayangan TV dimana orang-orang akan tertawa terbahak-bahak karena sebuah lelucon. Aku telah melakukan banyak penelitian, namun belum bisa memahami mengapa para-manusia (*jadi ahjussi tampan ini buka manusia? Wkwk..) bisa tertawa?” jawab Hoo-ye

Sekretaris Min lanjut memberitahu perihal Ketua Shin yang belum bersedia menandatangani kontrak jika mereka tak memberikan bangunan mall dari Blok World kepadanya. Untuk bernegosiasi lagi, Hoo-ye harus bertemu dengan Ketua Shin secara langsung.

30

Setelah itu, Hoo-ye membuka dokumen ditangannya.. hinga ia-pun melihat nama So-ah tertera di salah satu daftar nama pemilik lahan yang harus mereka beli..

“Untuk alasan yang tak kuketahui, aku terus berhubungan dengannya..” gumam Hoo-ye

31

Soo-ah tengah berada di kliniknya, ia hendak melaporkan kejadian kemarin ke pihak polisi, namun ia nampak ragu.. hingga akhirnya ia-pun mengurungkan niatnya tesebut.

32

Masuklah Sang-yoo dengan membawa segelam minuman untuknya.. Kemudian, So-ah menceritakan kejadian kemarin, namun Sang-yoo malah menganggap So-ah bersikap aneh dan ia-pun sama sekali tak memercayai keberadaan dewa yang disebutkan oleh So-ah.

So-ah mengganti topik pembicaran.. ia bertanya apakah ada pasien yang sangat membecninya? Sang-yoo menjawab ada dan itu adalah Ma Bong-yeol

Kemudian, So-ah lanjut bertanya.. apakah ada orang lain yang pernah tersakiti olehnya hingga orang itu ingin membunuhnya? Sang-yoo menjawab banyak.. ia bahkan menyebutkan satu-persatu nama orang-orang itu yang ternyata merupakan temannya sendiri.

“Mengapa temanmu ingin membunuhku?” tanya So-ah

::: FLASHBACK :::

33

So-ah kecil bersikap sangat-angkuh dan ‘kejam’ dihadapan anak-anak angkat yang tinggal dirumahnya, So-ah terlihat sebagai seorang setan jahat yang selalu mengganggu mereka. So-ah pernah merusak kue ulang-tahun mereka, kemudian menghambiskan makanan mereka, dan juga mengambil pakaian mereka.


34


::: FLASHBACK END :::


35

Dari sudut pandang anak-anak kecil itu, termasuk juga Sang-yoo.. mereka semua membeni So-ah.. mereka sempat mengatakan kalau mereka tumuh dewasa maka mereka akan memberikan pelajaran untuk So-ah. Namun, Sang-yoo mengatakan bahwa semua itu hanyalah omongan anak-kecil belaka.. dan tidak mungkin juga kalau mereka masih menyimpan dendam hingga sekarang.

36

Semua itu jika dirlihat dari sudut pandang mereka.. sementara itu, So-ah memiliki sudut pandangnya sendiri. Ia menganggap bahwa dirinyalah yang menjadi ‘korban’ dan mereka-lah setan dalam hidupnya.

::: FLASHBACK :::

37

Setelah merusak kue ulangtahun mereka, So-ah menuliskan kisahnya itu di buku hariannya. Ia membohongi dirinya sendiri, dengan menuliskan kebahagiaanya karena mendapat kue ulangtahun dihari ulangtahunnya. Padahal, kita tahu betul kalau kue itu bukanlah untuknya..

38

Kemudian, jaket yang ia ambil.. sebenarnya itu memang jaket miliknya. Namun tanpa alasan yang jelas, sang ayah malah memberikan jaket itu kepada salah satu angak angkanya, dan hal itu membuat So-ah benar-benar marah.

39

Dan setelah menghabiskan makanan mereka.. So-ah langsung muntah-muntah karena terlalu kenyang. Saat itu ia menangis mengeluhkan sikap ayahnya yang tak pernah memasakan makanan lezat untuknya dan hanya memerinya kimchi setiap hari..

::: FLASHBACK END :::

40

Dirumah, hanya ada Ha-baek bersama dengan Soo-ri.. pakaian Ha-baek dicuci dan Soo-ri memberikannya sebuah setelan olahraga berwarna hijau dengan polet kuning. Namun, Ha-baek tak menyukainya, hingga membuatnya malu untuk pergi keluar. Kalau memang begitu, Soo-ri menyarankan Ha-baek untuk diam dirumah saja.. lagipula So-ah mempersilahkan mereka untuk memakan semua makanan yang ada di kulkas.

Namun Ha-baek menolak hal itu.. dan ia malah memerintahkan Soo-ri mencarikan taxi untuknya...

41

Didalam taksi, Ha-baek duduk dengan gaya seperti sedang beristirahat di singgasana.. tingkahnya itu membuat sang supir melihatnya dengan aneh. Soo-ri tak bisa melakukan apapun, ia hanya bisa menahan malu karena tingkah Ha-baek yang tak mungkin dikritik ataupun dilarang olehnya..

42

Sekarang sudah waktunya makan siang, Sang-yoo melihat So-ah yang terus bersikap aneh. Ia sempat menduga kalau So-ah tengah menghindari rentenir, makanya ia jadi stress dan frustasi seperti ini. ia-pun terus-menerus membujuk So-ah untuk makan..

Merasa jengah dengan nasehat Sang-yoo, akhirnya So-ah bangkit dan bersedia untuk makan siang diluar bersamanya.

43

So-ah berjalan duluan. Ia berdiri didepan gedung  dan dari samping terlihat seorang ahjussi berpakaian rapi namun gerak-geriknya agak mencurigakan, ia terus menyembunyikan lengan kirinya didalam saku.

44

Ahjussi itu berjalan melewati So-ah dan seketika itu juga So-ah lansgung menghindar dan berteriak histeris. Ahjussi itu marah, ia kecewa dengan sikap So-ah yang seakan-akan memperlakukannya seperti seorang penjahat.. padahal, ia mengatakan kalau dirinya hendak menanyakan arah jalan kepada So-ah..

EPISODE 4 BAGIAN 2 >>>

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

4 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤