SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 3 [Bagian 2]

15:25

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : tvN =

00 

Meminum beberapa gelas anggur, membuat Soo-ah mulai merasakan pusing. Ia berjalan agak sempoyongan, kemudian ia menyentuh es balok untuk kemudian ia usapkan ke-wajahnya.

Hoo-ye berjalan dibelakangnya, kemudian Soo-ah mengajukan pertanyaan.. Apakah Hoo-ye tengah memainkan peran sebagai seorang pangeran untuk menolongnya? Hoo-ye tak menjawab pertanyaan iatu, ia malah menyinggung perihal hubungan tak terduga diantara mereka yang ternyata alumni universitas yang sama.

“Memang kenapa kalau kita satu alumni? Kau mau meminjamiku uang..” ucap Soo-ah dengan ketus

01

Beberapa detik kemudian, Soo-ah langsung menyesali perkataannya.. ia berada dibawah pengaruh alkohol makanya ia mengatakan segala-sesuatu tanpa bisa disaring terlebih dahulu. Namun, Hoo-ye yang selalu berbicara ‘to-the-point’ malah menanggapi Soo-ah dengan raut wajahnya yang serius.

“Jadi.. tujuanmu kesini adalah untuk mendapatkan uang?” tanyanya

“Wahh.. kau orang yang sangat aneh. Meskipun mengetahuinya, kau tak perlu mengatakannya dihadapanku secara langsung seperti ini!” keluh Soo-ah

Soo-ah lanjut mengatakan bahwa dirinya hendak mencari seorang pria kaya yang akan meminjaminya uang, namun ia merasa terganggu dengan keberadaan Hoo-ye yang terus saja mengikutinya. 

“Aku tak mengikutimu.. aku hanya melewati jalan ini karena harus menuju ke tempat yang lain..” ujar Hoo-ye

02

Tiba-tiba, terdengar suara para lelaki yang riuh mengatakan: “Wahh.. ada wanita cantik..”. Bersamaan dengan itu, terlihat kedatangan Shin Ja-ya, yang memasuki gedung pesta, melewati para lelaki yang memuji kecantikannya dan juga ada yang memberikannya sebuket bunga berwarna merah menyala.

03

Soo-ah melihatnya juga,.. kemudian ia pamit-pergi pada Hoo-ye dengan alasan ada seseorang yang tak ingin ia lihat ditempat ini.

04

Hoo-ye berjalan kearah Ja-ya, namun ia hanya lewat begitu saja.. padahal, Ja-ya telah melemparkan senyuman kepadanya.

05

Sementara itu, Soo-ah telah berusaha sebisa mungkin untuk menghindari Ja-ya, namun Ja-ya tetap bisa melihatnya. Dihadapan semua orang, Ja-ya berteriak.. memanggil Soo-ah: “Lihatlah.. bukankah dia dewi tiga-detik dari Fakultas Kedokteran Songwon?”

Istilah dewi tiga-detik itu, sengaja diiberikan Ja-ya utuk Soo-ah. Semasa kuliah, ketika pertama kali melihatnya, Soo-ah memang terlihat seperti seorang dewi. Namun tiga-detik kemudian ia terlihat biasa saja..

Soo-ah berusaha keras untuk menahan diri, namun ia agak terganggu oleh bunga rose ditangan Ja-ya yang terus saja mengulangi apa yang dikatakan oleh Ja-ya. 

06

Soo-ah mencoba untuk mebuat Ja-ya terdiam dengan mengejek dialeg bicaranya yang terdengar begitu kacau-berantakan. Selain itu, ia juga mengejek nama Shin Ja-ya yang ketika disebut bisa mengandung arti lain yang agak menggelikan.

07

Daripada berdebat lebih panjang-lagi, Soo-ah memilih untuk pergi darisini.. namun langkahnya terhenti setelah Ja-ya menyinggung perihal sosok ayahnya Soo-ah yang tak pernah kembali setelah pergi ke wilayah Afrika untuk menjadi relawan disana.

Bak lelucon.. Ja-ya membongkar kisah menghilangnya ayah Soo-ah dihadapan semua orang. Semenjak SMP Ja-ya telah satu sekolah dengan Soo-ah, sehingga ia mengetahui banyak tentang kisah hidup Soo-ah yang menyedihkan namun sebenarnya patut untuk dibanggakan.

Ayahnya Soo-ah terlalu baik hingga merawat seluruh anak jalanan dirumahnya.. ia bahkan lebih mementingkan kebahagian anak-anak itu dibandingkan keluarganya sendiri.

08

Soo-ah geram, ia bahkan hampir menampar wajah Ja-ya.. namun, ia mengurungkan niatnya itu dan malah mengambil sebuket bonga rose yang terus-saja mengulang apa yang dikatakan oleh Ja-ya. Soo-ah membuat bunga itu lantai sambil berteriak: “Berisiki!”

Semua orang dibuat heran dengan tingah Sooah.. namun, Soo-ah segera mengambil kembali sebuket bunga itu kemudian berjalan pergi begitu-saja..

09

“Kembalikan bunganya! Itu milikku!” pinta Ja-ya sembari berjalan mengejar Soo-ah. Namun, karena Soo-ah tak mau berhenti, Ja-ya meraih baju Soo-ah hingga secara tak sengaja malah merobeknya.
Semua orang terkejut.. mereka tak berbuat apa-apa dan hanya melihat saja.. dari kejauhan, Hoo-ye juga melihat kejadian ini sedari-tadi. Sama seperti yang lain, dia juga hanya melihat dan bukannya memisahkan mereka.

10

Soo-ah berusaha keras menahan emosinya, dengan ekspresi datar ia mengejek kebiasaan Ja-ya yang sangat narsis hingga memposting begitu banyak foto di SNS-nya. Dengan ketus, Soo-ah bahkan menyebutkan istilah yang sering dipakai orang-orang untuk menyebut perempuan seperti Ja-ya yaitu “Tukang cari perhatian”

Setelah itu, Soo-ah langsung bergegas pergi tanpa merespon teriakan Ja-ya yang memintanya untuk berhenti.

11

Baru setelah Soo-ah pergi, Hoo-ye berjalan kehadapan Ja-ya.. ia menghadangnya dan mengatakan “Cukup..”. Namun, Ja-ya mengabaikannya dan langsung berlari untuk mengejar Soo-ah.

12

Soo-ah berjalan lesu meninggalkan hotel.. Ja-ya berlari tepat dibelakangnya. Namun tiba-tiba muncullah Ha-baek yang menghadangnya. Ha-baek bertanya apakah Ja-ya merupakan orang menjengkelkan yang ia kenal? Yang berasal dari keluarga Shin?

13

Ja-ya tak menjawab pertanya itu, karena ia berusaha keras untuk mengejar Soo-ah. Namun, Ha-bak terus menghalanginya: “Untuk apa kau mengganggu wanita-ku!” ujarnya

Ha-baek lanjut menegaskan bahwa siapapun yang mengganggu Soo-ah harus menghadapinya terlebih dulu. Kalimat itu membuat Ja-ya merasa ciut, ditambah lagi beberapa temannya berada disana dan itu membuatnya merasa malu, hingga ia-pun langsung berlari pergi masuk kedalam hotel.

14

Ha-baek menghampir Soo-ah yang tengah menangis semabri mengatakan: “Aku bisa gila.. aku terus mendengar suara-suara itu..”

“Aku sudah memperingatkanmu..” ucap Ha-baek yang kemudian menutupi tubuh Soo-ah dengan menggunaan jas-nya.

15

Ha-baek memberhentikan taxi untuk mereka tumpangi.. ia kemudian membukakan pintu mobil untuk Soo-ah. Disaat yang bersamaan, Hoo-ye lewat dan ia-pun melihat Ha-baek dari dalam mobilnya.

16

Sepanjang perjalanan, Soo-ah hanya diam dan menujukkan ekspresi lesu. Mereka melewati sebuah jalan.. dimana kita bisa melihat Soo-ah remaja yang berlari sekuat-tenaga entah kemana arah-tujuannya.

17

Setelah mengobrol dengan ibunya, Soo-ah pergi meninggalkan rumah.. ia berlari tan tanpa henti demi mengikuti sebuah taxi yang berada tak jauh didepannya. Namun laka-kelamaan, taxi itu semakin menjauh.. Namun Soo-ah terus dan terus berlari..

18
“Malam itu,... alasanku berlari tanpa henti, bukanlah untuk mengejar ayahku..melainkan untuk mengumpulkan seluruh rasa letih dan pedih untuk kemudian mengubahnya menjadi tenaga yang memberikanku kekuatan untuk terus melanjutkan hidupku. Ayahku akan tetap melanjutkan hidupnya dengan cara yang seperti itu.. kemudian aku harus tetap melanjutkan hidupku dengan usahaku sendiri.. Mulai dari saat itu, aku memutuskan untuk melanjutkan hidupku menggunakan seluruh tenaga yang tercipta dari kebencianku terhadap ayahku...” (Yoon So-ah)


19

Taxi yang ditumpangi oleh Soo-ah melewati jembatan yang menjadi tempat Soo-ah remaja berhenti setelah berlari begitu jauhnya. Ia tak bisa mengatakan apaun.. matanya yang berkaca-kaca menjelaskan bahwa momen itu sangatlah menyakitkan untuk diingat olehnya.

20

Ha-baek membawa Soo-ah ke ‘rumah’-nya, ia beralasan tidak mengetahu tempat tingga Soo-ah maka dari itu, ia membawanya kesini. 

“Terimakasih..” ucap Soo-ah sembari mengembalikan jas milik Ha-baek

“Dasar, tidak tahu terimakasih.. setelah mendapat pertolongan dari dewa, kau terus saja pergi begitu saja..” keluh Ha-baek

21

Beberapa saat kemudian, kita-pun melihat Soo-ah yang dibuat mendesah kesal karena Ha-baek dan Soo-ri minta dibelikan ponsel baru. Soo-ah tak bisa menolak.. karena ia sadar kalau ia memang banyak berhutang budi pada Ha-baek. 

“Moo-ra.. akan membayar kompenasi yang setara untukmu..” ujar Ha-baek

22

Ha-baek berjalan melewati pinggiran sungai sembari asyik memainkan posel barunya. So-ah mengikutinya dari belakang, ia tak bisa berjalan cepat karena memakai heels, yang lama-kelamaan membuat kakinya terasa pegal.

Soo-ah bertanya, seperti apa sosok Moo-ra yang selalu disebut-sebut oleh Ha-baek? Kemudian, Ha-baek menggambarkan Moo-ra sebagai dewinya para dewi. Selanjutnya, Soo-ah bertanya mengenai dunia yang disebut Ha-baek sebagai tempat asalnya.. ada apa disana? Apa bedanya dengan disini? Ha-baek menceritakan bahwa disana hanya ada pohon, gunung, air, langit, burung dan udara. 

“Semua benda itu, ada juga disini..” tukas Soo-ah

“Tapi, yang disini semuanya palsu.. Tempat asalku berada diduni yang berbeda dengan tempat ini.” jawab Ha-baek

25

Meskipun terus melihat ponsel-nya, namun Ha-baek menyadari bahwa Soo-ah kesulitan untuk berjalan. Ia-pun meminta Soo-ah untuk berpegangan pada tangannya: “Anggap saja ini sebagai bentuk kebaikan dari seorang dewa..” ucapnya

24

Mereka-pun berjalan dengan tangan berpegangan.. kemudian berhenti untuk sekdar duduk ditempa yang menghadap langsung kesungai yang disebrangnya terdapat gedung tinggi yang terpasang layar LCD yang cukup besar.

26

“Apa kamu sudah menemukannya (Moo-ra)?” tanya Soo-ah

“Belum.. pikiranku terlalu hektik..” jawab Ha-baek

“Aku berharap kalau kamu memanglah seorang dewa. Karena dewa bisa melakukan apapun, ‘kan?” tanya Soo-ah

“Selama kau bersedia untuk menjadi pelayanku, maka aku akan mengabulkan semua permintaanmu..” jawab Ha-baek

Kemudian Soo-ah menunjuk benda ini dan itu yang ditayangkan di iklan, ia juga menunjuk sungai, jembatan dan apartemen. Kemudian bertanya: “Bisakah kau memberikan itu untukku?”

“Tentu saja.. tapi tidak sekarang, karena kondisiku tidak memungkinkan..” ujar Ha-baek

27

Ha-baek melihat layar LCD dan kebetulan iklan yang dibintangi oleh Moo-ra tengah ditayangkan disana. Ia-pun merasa sangat senang dan menceritakan kepada Soo-ah bahwa perempuan yang ada di layar itu merupakan Moo-ra yang selama ini dicari-cari olehnya. Soo-ah tak bisa berkomentar apapun, ia hanya menghela nafasnya panjang..

28

Mereka berjalan pulang.. Soo-ah menceritakan bahwa Moo-ra yang dimaksud Ha-baek memanglah seorang dewi.. malah bisa disebut sebagai dewinya Korea. Namun namanya bukan Moo-ra melainkan Hye-ra, ia merupakan seorang aktris sekaligus bintang iklan  yang sangat terkenal.

29

“Akankah dewi yang dipuji-puji banyak orang itu, akan bersedia bertemu dengan orang sepertimu?” tanya Soo-ah

“Tenang saja.. aku merupakan raja yang harus dihormati oleh perempuan itu. Dan jika kau berhasil membuatku bertemu dengannya, maka aku anggap tugasmu sebagai pelayanku dibumi ini telah selesai..” jawab Ha-baek

30

Malam kemarin, Soo-ah sama-sekali tak memercayai perkataan Ha-baek. Namun, pagi ini.. ia malah mengantarkan Ha-baek menuju apartemen yang menjadi tempat tinggal Hye-ra yang Ha-baek sebut sebagai Moo-ra. Ia sendiri tak memercayai kalau dirinya benar-benar menuruti perintah dari Ha-baek..

31

Sebelum pergi, Ha-baek berjanji untuk mengabulkan semua permintaan Soo-ah, segera setelah ia bertemu dengan Moo-ra. Soo-ah memegang tangannya dan bertanya apakah Ha-baek benar-benar harus menemui Moo-ra?

“Kau masih tak percaya padaku? Hmm.. sebenarnya aku ingin mengajakmu juga, tapi Moo-ra sangat membenci perempuan..” ujar Habaek

32

Ha-baek berjalan pergi, setelah beberapa langkah.. ia masih sempat menengok ke arah Soo-Ah dan menunjukkan senyuman indahnya. Soo-ah sendiri tak bisa berbuat banyak, ia memutuskan untuk pergi darisini.

33

Soo-ah menginjak pedal gas, namun beberapa detik kemudian ia menginjak rem guna menghentikan mobilnya. Ia melakukannya secara berulang-ulang.. hingga akhirnya ia berhenti dan mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri apakah tindakannya sekarang merupakan hal yang tepat?

Soo-ah meyakinkan dirinya sendiri kalau tindakannya memang tepat, lagipula ia-pun baru menyadari kalau akhir-akhir ini ia tak lagi mendengar suara-suara aneh itu. Ia menginjak pedal gasnya, namun lagi-lagi ia menghentikan mobilnya. Kali ini ia berteriak, mengatakan kalau dirinya tak bisa melakukan hal ini..

34

Disaat yang bersamaan, tibalah Hoo-ye.. yang ternyata merupakan pemilik dari apartemen megah ini. Ia melihat mobil Soo-ah dan kemudian menghampirinya. 

35

Ha-baek berjalan memasuki gedung apartemen tersebut..  ia memuji tempat yang dikiranya sebagai rumah milik Moo-ra itu. Disana semua pegawai pasti menghormatinya, karena ia dianggap sebagai seorang tamu disana.

Salah seorang pelayan menghampirinya, dan bertanya apakah ada yang bisa dibantu? Namun Habaek menolak, ia mengatakan bahwa dia tak memerlukan bantuan siapapun karena ia ingin memberi kejutan untuk Moo-ra.

36

Setelah mengetahui bahwa Hoo-ye merupakan pemilik dari apartemen ini, Soo-ah kemudian bertanya apakah Hye-ra sedang berada disana? Sejenak Hoo-ye terdiam, kemudian mengatakan bahwa Hye-ra sedang melakukan pemotretan. 

“Apa?!?!?!” teriak Soo-ah yang langsung berlari untuk mengejar Ha-baek

37

Moo-ra atau yang dikenal orang-orang sebagai aktris terkenal dengan nama Hye-ra, kini tengah didandani sebelum melakukan pemotreatannya. Wajahnya memang sangat cantik.. namun dari diamnya saja, bisa ditebak bahwa ia memiliki sifat yang begitu angkuh.

38

Dari kejauhan, Moo-ra bisa mendengar suara Ha-baek yang memanggilnya. Tak lama kemudian, Ha-baek muncul namun ia dihadang oleh begitu banyak pengawal yang berjaga disana. Ha-baek terus berteriak memanggil nama Moo-ra, namun Moo-ra sendiri malah terdiam dan menunjukkan ekspresi datar.

“Moo-ra! Ini aku Ha-baek! Kamu tak mengenaliku? Tolonglah.. aku sedang dalam situasi yang sulit.. aku juga kehilangan peta-ku..” teriak Ha-baek

Moo-ra tak memberikan respon apapun, bahkan ia malah terus memejamkan matanya, seakan-akan tak ada sesuatu yang terjadi disekitarnya.

39

Soo-ah tiba disana, ia melihat Ha-baek yang tengah berkelahi dengan para pria berbdan besar. Ia-pun menghampiri mereka dan berteriak memintanya berhenti, karena Ha-baek adalah pasiennya.
Namun, mereka mengabaikan Soo-ah dan secara tak sengaja malah mendorongnya hingga terjatuh. Melihat hal itu, membuat Ha-baek marah besar: “Jangan sentuh pelayanku!” teriaknya..

40

Barulah Moo-ra bersedia bangkit dari kursinya, kemudian berjalan menghampiri Ha-baek.. ia melihat tangan Ha-baek yang memegang tangan Soo-ah. Kemudian, tanpa mengatakan apapun, Soo-ah langsung menampar pipi Ha-baek dengan sagat keras.

41

Kali ini, Soo-ah yang marah.. ia membentak Moo-ra yang sudah bertindak seenaknya. Saat ini, Soo-ah menyebut dirinya sebagai wali dari Ha-baek dan ia meminta Moo-ra untuk menyelesikan semuanya sengan kata-kata, sebelum melayangkan tamparan tanpa sebab-jelas seperti barusan.

“Aku menamparnya karena memiliki alasan!” tegas Moo-ra

42

“Tak ada alasan untuk seseorang memukul ataupun dipukul! Kau kira kau adalah seorang dewi hanya karena orang-orang memanggilmu dewi? Pada akhirnya, semua orang menua dan akan meninggal. Kau fikir kecantikanmu akan bertahan abadi?  Kalau kau tak mau menjadi stress diusia tua, datanglah ke klinik-ku! Aku akan memberikanmu diskon untuk selebriti!” ujar Soo-ah sembari memberikan kartu namanya dan berjalan pergi membawa Ha-baek bersamanya

43

Ha-baek memarahi Soo-ah, ia menyalahkannya atas sikap Moo-ra yang sangat dingin kepadanya tadi. Ia juga menegaskan bahwa semua perkataan Soo-ah itu salah, karena Moo-ra memanglah seorang dewi yang kecantikannya abadi dan tidak akan pernah menua.

“Untuk pertama kalinya, aku sangat ingin menarikmu dari dunia lainmu itu.. namun kau.. sepertinya kau tak ingin meninggalkan duniamu itu!” keluh Soo-ah

“Karena kita memang berada berada di dunia yang berbeda..” ujar Ha-baek

“Baiklah.. kau sangat ingin untuk bertemu dengan dewa, ‘kan?” tukas Soo-ah

44

Sekretaris Min menceritakan insiden barusan kepada Hoo-ye, ia-pun memberitahukan bahwa pria yang Soo-ah sebut sebagai pasiennya adalah pria yang mereka lihat di hotel tadi malam. Hoo-ye tersenyum, kemudian mengatakan kalau metode ‘pengobatan’ Soo-ah menurutnya unik..

45

Moo-ra kembali diam seperti sebelumnya, beberapa asistennya bersuaha mengajaknya berbicara, namun kelihatannya Moo-ra sedang ingin menyendiri. Ia melihat kartu nama Soo-ah, kemudian mengambil poselnya untuk menelpon seseorang.

46

Ia menelpon Bi-ryeom  yang posisinya tengah berada di Shanghai untuk melakukan hobinya yaitu terjun dari ketinggian. Moo-ra menceritakan kedatangan Ha-baek, yang muncul dengan tampilan seperti seorang pecundang. Ia menjelaskan semua kejadian barusan, namun yang membuatnya kesal adalah fakta bahwa Ha-baek muncul dengan seorang wanita!

“..Aku tak tahu tentang hal lainnya, namun kedatangannya pasti berhubungan dengan batu dewa. Ingatlah, kau dan aku.. kita merupakan komplotan...” tegas Moo-ra

47

Setelah menutup telponnya, Bi-ryeom mengatakan bahwa kedatangan Ha-baek merupakan hal yang menyenangkan untuknya, karena Ha-baek merupakan sebuah tantangan penghilang rasa bosan yang menimpanya akhir-akhir ini.

48

Soo-ah membawa Ha-baek ke apartemen teman perempuannya yang menurutnya akan menjadi tempat dimana Ha-baek bisa bertemu dengan dewa. Ha-baek meragukan ucapan Soo-ah, namun Soo-ri meyakinkan Ha-baek dengan mengatakan bahwa dewa yang dimaksud Soo-ah bisa saja adalah Bi-ryeom.. karena seperti mereka ketahui, Bi-ryeom merupakan dewa yang sangat senang bermain-main dengan perempuan.

49

Soo-ah membawa Ha-baek naik ke lantai 25.. Ha-baek merasa aneh, karena tempat ini sangatlah kosong, ia-pun bertanya tempat apa ini?

Soo-ah memberitahu bahwa ini merupakan tempat Yeom-mi berada. Yeom-mi membuka sebuah tempat ramal, ia pandai meramal masa depan orang lain, namun tidak pandai meramal nasibnya sendiri.. makanya Yeom-mi malah membuka usaha ditempat yang sepi seperti ini.

50

Soo-ah mengajak Yeom-mi untuk berbicara dengannya telebih dahulu... ia menariknya kesebuah tempat sepi, untuk menjelaskan kondisi Ha-baek dan memintanya untuk membantunya..
Yeom-mi mmerhatikan penampilan Ha-baek dari atas sampai bawah, kemudian mengatakan: “sepertinya dia memang benar-benar seorang dewa..”

51

Didalam ruang ‘ramal’, Ha-baek berbicara empat-mata dengan Yeom-mi. Ia langsung bertanya, dewa apakah yang telah ditemui oleh Yeom-mi? Apakh itu Moo-ra? Atau Bi-ryeom? Atau Joo-dong? Atau hanya sekedar dewa rendaha?

Namun Yeom-mi mengatakan kalau ia tak mengenali satupun dewa yang disebutkan oleh Ha-baek barusan. Ia mengambil peralatan ‘sesajen’-nya yang berupa beras, kemudian membunyikan lonceng.. ia-pun menyentuh pipi Ha-baek kemudian tersenyum. Setelah itu, ia meminta Ha-baek untuk menceritakan seluruh kisahnya terlebih dahulu kepadanya..

“...Aku adalah Habaek.. dewa air sekaligus dewa yang akan menjadi kaisar tertinggi di negara para dewa..” paparnya

52

Soo-ah menerima pesan dari Sang-yoo yang memberitahunya bahwa seseorang yang bernama Park Sang Chul itu terus meminta untuk bertemu langsung dengan Soo-ah. Akhirnya Soo-ah setuju untuk bertemu, dan menyuruh Sang-yoo untuk mengatur pertemuan itu besok.

53

Soo-ah melamun, ia bertanya-tanya apakah Ha-baek itu benar-benar seorang dewa? Setelah semua yang mereka lalui bersama hingga detik ini, yang jelas Soo-ah menyadari kalau mereka memang berada di dunia yang berbeda. Mulai dari sekarang, apapun yang terjadi, Soo-ah bertekad untuk melupakan dan tidak ikut campur dalam kehidupan Ha-baek lagi.

54

Tiba-tiba ada telpon masuk.. Yeom-mi menelponnya, untuk memberitahu bahwa sesi pertemuannya dengan Habaek telah usai. Ia bahkan sudah berjalan meninggalkan gedung apartemen itu, ia-pun menyuruh Soo-ah untuk menghubungi profesor Hwang saja.. ia mengatakan bahwa Habaek bukanlah pasien yang bisa ditangani oleh Soo-ah sendirian.

55

Kemudian, Soo-ah menemui Ha-baek yang tengah berdiri sembari menunjukkan ekpresi kesal. 

HA-BAEK : “Kau sedang bermain-main denganku? Begitu sulitkah untuk mempercayai perkataanku? Sekarang aku benar-bernar membiarkanmu untuk pergi dariku..”

SOO-AH : “Aku hanya tidak mempercayai apa yang sulit untuk dipercaya!”

HA-BAEK : “Bagaimana caranya kamu membedakan kebenaran dari sebuah kebohongan? Apakah semua hal yang kamu percayai itu berarti benar? Kalau memang itu kebenaran yang kau maksud, pantas saja selama ini hidupmu telah dibutakan oleh apa yang kau anggap sebagai ‘kebenaran’ itu..”

56

Kaliamt yang diucapkan Ha-baek seakan menjadi pedang yang menancap tepat di bagian hati Soo-ah. Ia tak bisa mengealk, karena hal itu memang benar adanya. Ia-pun memilih untuk berjalan pergi meninggalkan Ha-baek.. 

57

Ia berjalan melewati tangga darurat yang sepi dan tak ada siapapun disana. Namun tiba-tiba, muncullah seorang pria dengan pakaian hitam tertutup yang menyeretnya naik keatas atap. Soo-ah mencoba berteriak meminta pertolongan, namun mulutnya dibekap hingga suaranya tak akan kedengaran.

58
59

Soo-ri tengah asyik memainkan ponselnya.. tak sengaja ia melihat ke atap dimana badan Soo-ah telah berada diujung dan akan terjatuh. Ia panik.. ia tak mungkin bisa menyelamatkannya. Maka dari itu, ia-pun segera menghubungi Ha-baek, dan dengan panik ia menceritakan kejadian yang tengah dilihatnya itu.

60

Namun, Soo-ah telah terjatuh.. dan Ha-baek yang tengah berdiri menghadap jendela bisa melihat tubuh Soo-ah yang lewat dihapannya. Habaek-pun menjatuhkan ponselnya, kemudian berlari dan ajaibnya..

61

Ha-baek bisa melewati kaca seakan-akan ia menembus air.. ia-pun berhasil menyelamatkan Soo-ah diwaktu yang tepat dan dalam kondisi selamat sepenuhnya..

62

“..inilah takdinya.. dialah yang menyalamatkan nyawa anak itu..” terdengar suara narasi yang diucapkan oleh Imam Besar

=============
*** NOTES ***

“... too good is a bad thing too ...” Mungkin kalimat itu yang menggambarkan sikap ayahnya Soo-ah... 

Ketika dalam kebanyakan cerita yang lainnya, alasan seseorang membenci orang lain adalah karena sikapnya yang jahat.. namun kali ini justru sebaliknya. Tapi, masih terlalu awal untuk kita menentukan pihak mana yang salah, apakah Soo-ah yang terlalu egois ataukah ayahnya yang memang terlalu berlebihan ‘baik’-nya,.. kita belum bisa memastikannya. Jadi lihat aja bagaimana potongan cerita yang berikutnya.

Ohiyaa, karena ternyata dibumi Moo-ra punya nama lain yaitu Hye-ra.. aku jadi bingung mau nyebutnya apa. Tapi karena dari awal kita mengenal dia sebagai Moo-ra, jadi aku bakalan terus nyebut di Moo-ra aja yaaa ☺ ☺ ☺

You Might Also Like

2 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤