SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 3 [Bagian 1]

10:10

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : tvN =

00

Mobil ambulans membawa Bong-yeol pergi ke rumah-sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. 

01

Kejadian hari ini membuat Soo-ah mengetahui bahwa Ha-baek tinggal ditempat yang tidak layak huni. Soo-ah tak tega melihatnya, ia-pun menawarkan diri untuk membawa Ha-baek ke tempat penampungan milik pemerintah. Namun, Ha-baek menolaknya.. ia malah menyuruh Soo-ah untuk pergi saja, jikalau ia memang tidak mau mendedikasikan diri untuk mejadi pelayannya.

“Baiklah kalau begitu.. tapi, apakah aku telah mengucapkan terimakasihku dengan benar?” tanya Soo-ah

“Iya..” jawab Ha-baek degan ketus

02

Soo-ah mengucapkan selamat-tinggal, kemudian berjalan pergi... samar-samar terdengar suara Ha-baek yang menggerutu, mengeluhkan sikap Soo-ah yang telah membiarkannya begiitu saja. Selain itu.. Soo-ah juga mendengar suara-suara lain yang tidak diketahui sumber-nya: ‘dia tidak tahu terimakasih’, ‘dia tidak punya hati nurani’

=================================
BRIDE OF THE WATER GOD: EPISODE 03
=================================

03

Semenjak hari itu.. Soo-ah makin sering mendengar suara-suara ‘ghaib’ dari benda-benda mati disekitarnya: pohon, air, batu, semut bahkan hingga buah jeruk sekalipun seakan-aan berbicara kepadanya.

Kejadian ini membuat Soo-ah tak bisa beristirahat dengan tenang, kantung matanya menebal dan wajahnya-pun terlihat lebih kurus. Dengan mengatasnamakan dirinya sebagai Ny.A dan Ha-baek sebagai Tn.B, Soo-ah menceritakan semua kejadian yang dialaminya ini kepada temannya yang bernama Yeom-mi. 

04

Awalnya, Soo-ah menganggap bahwa penyebab semua ini adalah kelelahan.. yang akan sembuh jika beristirahat. Namun ia terus-dan-terus mengalami hal ini lagi, hingga ia-pun menduga bahwa ini bukanlah kelelahan biasa.

05

Yeom-mi mencoba untuk mencerna semua cerita dari Soo-ah, dan menurutnya penyebab utama gejala ‘halusinasi-pendengaran’ tersebut adalah ‘rasa-bersalah’. Berdasarkan apa yang diceritakan oleh Soo-ah, Tn.B selalu menolong Ny.A, namun Ny.A tidak mau mengabulkan permintaan dari Tn.B. Padalah, bisa jadi Ny.A masih memiliki hati nurani dan ingin memberikan bantuan, tapi untuk suatu alasan ia tak mau memperlihatkan niat baiknya tersebut.. dia tak jujur pada dirinya sendiri... yang menyebabkan dia secara sadar melakukan hal yang berlainan dengan apa yang hatinya inginkan. Hal itulah yang menyebabkannya mengalami stress berat.

Satu hal yang pasti.. adalah alasan yang membuat Ny.A tidak jujur pada dirinya sendiri, berkaitan dengan hal yang membuatnya trauma, mungkin saja ia pernah memiliki pengalaman yang buruk akan hal itu.

06

Soo-ri mengotak-atik sebuah ponsel, karena Ha-baek mengatakan padanya bahwa ia melihat Moo-ra didalam benda itu. Namun tingkah Soo-ri sangatlah aneh, hingga akhirnya Ha-baek memutuskan untuk mengotak-atik ponsel itu dengan tangannya sendiri..

Namun belum juga melakukannya, malah muncul seorang anak yang meminta poselnya dikembalikan. Yupss... tentu saja ponsel itu bukan milik Ha-baek ataupun Soo-ri, karena mereka belum memiliki cukup uang untuk membelinya.. 

07

Ha-baek membujuk anak itu untuk meminjaminya ponsel lebih lama lagi, sebagai gantinya ia akan menunjukkan teknik skateboard  yang keren. Namun anak itu menolak, ia malah mengejek orang dewasa seperti Ha-baek yang sangat aneh karena tidak memiliki ponsel.

08

Soo-ri menemani Ha-baek untuk pergi ke gerai ponsel. Disana, mereka bertemu dengan sales yang sangat bersemangat untuk mempromosikan beberapa ponsel beserta pilihan paket pembayarannya. Namun, baik itu Ha-baek maupun Soo-ri,tak begitu memahaminya.. yang pasti hanyalah satu hal, yaitu mereka membutuhkan uang Soo-ah untuk membeli benda ini.

09

Sekarang, Ha-baek semakin menunjukkan kemiripannya dengan manusia biasa.. ia merasa kelaparan, bahkan lebih sering dibandingkan Soo-ri. Untuk melanjutkan hidupnya, mereka membutuhkan uang.. maka dari itu, Soo-ri berusaha keras, hingga ia-pun melakukan beberapa pekerjaan part-time. Sementara ia pergi, ia memberikan Ha-bae sebungkus kerupuk beserta air mineral. Baginya, kerupuk merupakan salah-satu penemuan hebat karena bisa membuatnya merasa kenyang untuk ‘sementara’ waktu.

10

Setelah Soo-ri pergi, Ha-baek hendak melempar kerupuk itu kelaut.. namun kemudian ia malah melemparkannya kedalam tenda balon.. hingga beberapa saat kemudian, kita malah melihatnya yang tengah menikmati gigit-demi-gigit kerupuk yang dipeganginya erat itu.

11

Karena tak memiliki baju yang lain, Soo-ri mencuci kemeja putih Ha-baek di toilet umum. Setelah itu, tanpa menunggunya kering sempurna.. Ha-baek-pun terpaksa untuk mengenakannya kembali.

12

Kini, terlihat Ha-baek yang tengah menikmati kue-ikan pemberian Soo-ri.. Tiba-tiba, datanglah seorang pengemis yang terus saja memerhatikannya. Ha-baek mulai merasa terganggu, ia kemudian menyembunyikan kue-ikan tersebut dan berusaha keras menghindar dari pandangan pengemis lusuh itu.

13

Soo-ah terus saja mendengar suara-suara ‘ghaib’ disekitarnya, yang membuatnya harus terbangun ditengah tidurnya atau bahkan ia tidak bisa tidur sama-sekali hingga membuatnya merasa sangat-amat terganggu...

14

Karena tak tahan dengan semua ini, pada akhirnya Soo-ah datang menemui Ha-baek. Disana Ha-baek melihat wajah Soo-ah yang begitu lusuh dan ia-pun bertanya ada apa dengan Soo-ah?

“Ahh.. ini karenamu.. Hmm, tidak ini salahku..” jawab Soo-ah dengan terbata-bata

15

Ketika berjalan, Soo-ah hampir saja terjatuh namun Ha-baek berhasil meraih tangannya dan menahannya. kemudian secara tib-tiba, Ha-baek menutupi wajah Soo-ah dari sinar matahari sembari mengatakan: “Selama ini... aku hanya memikirkanmu.. dari mulai matahari terbit hingga tebenam, hanya ada dirimu didalam fikiranku..”

Perkataan Ha-baek mebuat Soo-ah terdiam seketika... namun kemudian, ia-pun berusaha untuk menyadarkan dirinya kembali dan mengatakan tujuannya datang kesini. Soo-ah ingin memperkenalkan Ha-baek pada profesornya yang mungkin bisa menyembuhkan Ha-baek.

16

Ha-baek merasa kecewa karena Soo-ah belum memercayai fakta bahwa dirinya adalah seorang dewa. Kemudian Ha-baek mengatakan bahwa baginya, Soo-ah adalah satu-satunya orang yang seharusnya bisa dipercaya dan juga mempercayainya balik. 

Sepertinya Soo-ah tersentuh dengan kalimat itu.. sebelum pergi, ia-pun menyampaikan sesuatu kepada Ha-baek: “Jika kau berubah fikiran.. temui aku kapan saja..”

17

Soo-ah berajaln pegi, ia menganggap bahwa dirinya telah melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.. tiba-tiba, ha-baek berteriak padanya: “Kalau kau tidak menerima keberadaanku, maka kau akan menghadapi masalah besar!”

18

Soo-ah kembali ke klinik.. ia meyakinkan dirinya sendiri, bahwa ia telah melakukan tugasnya dengan baik dan seharausnya sekarang ia merasa lebih baikan. Namun, kaktus-kaktus di mejanya, terus aja berbicara hingga mmebuat Soo-ah kesal dan muak dengan situasi yang dialaminya ini.

19

Tiba-tiba masuklah Sang-yoo, ia mengeluhkan sikap aneh Soo-ah dan setelah melihat wajahnya yang lusuh ia-pun menyarankan Soo-ah untuk beristirahat saja. Toh, mereka tak memiliki pasien hari ini. Ia ingin membicarakan hal yang lain, namun melihat kondisi Soo-ah sekarang, ia-pun mengurungkan niatnya tersebut.

20

Namun Soo-ah sama-sekali tak bisa beristirahat, ia-pun menelpon Yeom-mi dan menceritakan mengenai seorang pria yang telah mengatakan hal semacam kutukan kepadanya.. Soo-ah belum menyelesaikan ceritanya, namun ia segera menutup telponnya dan menyebut dirinya sudah tidak waras. Yeom-mi tak memahami tingkah Soo-ah, ia-pun mengirimkan foto selfie aneh-nya kepada Soo-ah, untuk menggambarkan responnya atas curhatan Soo-ah yang terdengar begitu ‘aneh’.

21

Sang-yoo tak berani memasuki ruangan Soo-ah, ia-pun memutuskan untuk menelpon Soo-ah untuk memberitahunya beberapa kabar baik dan juga kabar buruk. Mengenai tragedi wiper, akhirnya pihak asuransi bersedia untuk menyelesaikannya.. kemudian mengenai sewa bangunan, biaya kemanannya tidak akan dianaikan... kemdian mengenai cincin berlian, pihak polisi masih belum meberikan kabar lagi.. terakhir mengenai pinjaman, bank telah menaikkan bunganya menjadi 7 persen.

22

Semua hal itu berkaitan dengan uang dan uang.. sementara saat ini, Soo-ah sama sekali tak memiliki uang. Kemudian, Sang-yoo menunjukkan secarik surat undangan reuni alumni universitas sekaligus acara penggalangan dana untuk anak dengan penyakit terminal. Undangan itu ditujukan untuk Soo-ah. 

Sang-yoo mengatakan bahwa acara itu bisa menjadi satu-satunya kesempatan agar Soo-ah mencari uang dengan cara meminta bantuan ‘sponsor’ dari orang-orang kaya yang datang kesana.

23

Soo-ri berusaha keras unntuk mengumpulkan uang.. ia bekerja sebagai pengayuh perahu angsa dan kali ini penumpangnya merupakan seorang wanit yang baru ditinggal mati pacarnya. Sepanjang jalan, wanita itu tersu menangis dan berteriak dengan sangat-keras.. dan hal itu membuat Soo-ri sangat terganggu.

24

Namun, secara-tiba-tiba.. perhatiannya teralihkan pada sebuah cahaya mengkilat dari pantulan sinar matahi yang mengenai kaca bangunan tinggi. Ia-pun memberithukan hal ini kepada Ha-baek, karena ia mengira bahwa benda yang barusan dilihatnya itu merupakan emas.

25

Ha-baek mempercayainya begitu saja.. dan kemudian mengikutinya untuk mendatangi tempat benda itu berada. Setibanya disana, Ha-baek hanya bisa geleng-geleng kepala, karena sikap Soo-ri yang begitu polos sekaligus ‘bodoh’. Sebelumnya, Ha-baek juga pernah mengira kalau benda itu emas.. ia bahkan mengira bahwa banguna ini merupakan kuil suci yang terbuat dari emas. Namun Ha-baek segera menyadari kalau tdugaannya itu salah karena di dunia mana-pun ia tak pernah melihat kuil dengan bentuk yang seperti itu. 

26

Secara tak sengaja,  Ha-baek melihat tayangan iklan di layar LCD yang terpasang di gedung tersebut. Ia begitu terkejut, karena melihat sosok moo-ra.. ia-pun segera memberitahukan hal ini kepada Soo-ri, namun sayang-sekali karena disaat Soo-ri melihatnya, iklan itu telah berganti menjadi iklan produk lain.

27
======================================================================
28

Meskipun sempat menolak, pada akhirnya Soo-ah memutuskan untuk hadir di acara reuni. Ia menelpon Yeom-mi untuk meberitahukan hal ini, mereka merupakan teman satu alumni namun Yeom-mi tak sudi untuk datang ke acara ini karena ia mengetahui kalau dirinya akan diperlakukan seperti sekor binatang saat disana. Namun, jika memang Soo-ah tetap ingin datang ke acara itu, ia berpesan agar Soo-ah sebisa mungkin menghindari Shin ja-ya. 

29

Kemudian, Soo-ah menutup telponnya karena ia terlalu kelelahan setelah berjalan melewati tanjakan menggunakan sepatu heels-nya yang cukup tinggi. Ia duduk di trotoar dan memijat-mijat kakinya yang terasa pegal.

Tiba-tiba, sebuah mobil berhenti dihadapannya.. mobil itu milik Hoo-ye, ia sengaja berhenti untuk menawari Soo-ah tumpangan...

30

Beberapa saat kemudian, terlihat Soo-ah dengan wajah yang penuh keringat, berjalan memasuki lift. Beberapa orang juga hendak memsuki lift tersebut, namun Soo-ah malah tergesa-gesa menutup pintunya.. kemudian, ia malah tertawa sendiri dengan sangat keras....

31

Ternyata.. ketika Hoo-ye menawarinya tumpangan.. Soo-ah malah mennunjukkan respon ‘sok-jual-mahal’ dengan menolak tawaran tersebut. dipihak lain, Hoo-ye merupakan seorang pria yang kurang peka, ia menganggap Soo-ah memang tak memerlukan bantuannya kemudian pergi begitu saja meninggalkannya.

32

Sekretaris Min berbicara dengan Hoo-ye, ia menjelaskan bahwa untuk beberapa tipe orang.. ada yang selalu menunjukkan respon sebaliknya dari apa yang mereka pikirkan. Sama hal-nya dengan apa yang dilakukan soo-ah barusan.

Namun Hoo-ye tetap berpegang teguh pada pendapatnya.. ia menganggap bahwa Soo-ah bukan tipe orang yang seperti itu: “Bukankah dia seorang dokter? Dia pasti mengatakan segala-seauatu dengan jelas, tanpa bertel-tele..” ujarnya

33

Ha-baek mendatangi klinik tempat praktek Soo-ah, namun disana tak ada siapapun dan pintunya juga terkunci. Sorang ahjumma pemilik toko sebelah memberitahunya bawah klinik itu memang sedang tutup..
Kebetulan, Sang-yoo bekerja paruh-waktu di toko ahjumma tersebut. Ia-pun memberitahukan bahwa Soo-ah tengah pergi ke reuni alumni yang diadakan di Hotel Grand Park.

34

Segera, dengan menggunakan taxi.. Ha-baek pergi untuk menemui Soo-ah. Soo-ri menggerutu mengomelinya, karena saat ini mereka tak memiliki banya uang.. Namun Ha-baek malah ingin naik taxi padahal ada bus yang menuju kesana..

35

Setibanya di tempat acara, Soo-ah bertemu dengan beberapa temannya. Salah-satu diantara mereka membawa sebuket bunga dan lagi-lagi Soo-ah mendengar bunga yang berbicara kepadanya.

Mereka mengetahui kondisi klinik Soo-ah yang kini tengah berada diambang ke-bangkrutan, secara eksplisit mereka-puan seperti merendahkan Soo-ah. Namun, Soo-ah berusaha untuk terlihat tenang dan mengobrol dengan mereka untuk mencari informasi mengenai investor kaya yang terkenal dikalangan teman-temannya itu. Seorang temannya menceritakan pria pebisnis yang sangat terkenal loyal dalam memberikan sumbangan.

36

Dan tenyata pria penbisnis yang dimaksudnya adalah Hoo-ye.. ternyata dia merupakan alumni dari universitas yang sama dengan Soo-ah namun ia dua tahun lebih tua daripada mereka. Ia sempat mengambil cuti kuliah untuk pergi keluar negeri makanya ia lulus ditahun yang sama dengan mereka. Namun, rasanya aneh jika menganggapnya sebagai rekan satu-angkatan.... maka dari itu, yang lain lebih sering menyebutnya ‘sunbae (kakak-kelas).

37

Sembari meneguk beberapa gelas anggur, Soo-ah mengungkapkan beberapa kelakuan Hoo-ye yang membuatnya kesal. Namun, teman-teman Soo-ah menganggapnya tengah membual, karena mereka tak percaya kalau Soo-ah telah mengenal Hoo-ye secara langsung.

38

Namun dugaan mereka langsung terbantahkan, karena tiba-tiba Hoo-ye menghampiri mereka dan menyapa Soo-ah. Ia bahkan menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Soo-ah dan ia bahkan tidak ragu untuk memuji sikap baik Soo-ah dihadapan yang lainnya...

You Might Also Like

2 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤