SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 2 [Bagian 2]

16:01

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : tvN =

00

Soo-ri menyadari bahwasanya sangat sulit, membuat Soo-ah untuk bersedia membantu mereka. Maka dari itu, ia-pun mengajak Habaek untuk pergi kesuatu tempat bersamanya.

“Kemana?” tanya Habaek

01

“Ketika aku turun  ke bumi 55 tahun yang lalu.. sebenarnya aku telah menguburkan sedikit emas di sebuah lahan..” jawab So-ri yang seketika langsung membuat Habaek mengernyitkan dahinya kemudian berkata, “Kenapa kau tak menceritakan hal itu dari awal, dan malah membuatku harus hidup menderita selama beberap hari ini!”

“Maaf tuan.. sejujurnya aku sangat menghindari tempat itu, karena itu merupakan lahan perkebunan buah pir.. dimana para dewa-dewi yang terbuang sering berkumpul..”

02

Mereka tiba ditempat yang dimaksud oleh Soo-ri, namun sangat menyedihkan karena sekarang lahan itu sudah berubah total, menjadi komplek megah yang dipenuhi oleh bangunan-bangunan tinggi pencakar langit.

“Aissh.. dari awal semuanya memang salah!” keluh Habaek

03

Di sebuah kafe, terlihat seorang pria berpakaian lusuh yang diberi begitu banyak makanan. Sebelum bisa menyentapnya, sang pemilik kafe menyuruh pria itu untuk menceritakan hasil ramalannya. Dengan semangat, pria itu-pun memberitahukan beberapa hal baik yang akan terjadi kepada pemilik kafe dalam waktu dekat ini, khususnya di bulan November ia mengatakan bahwa alunan musik yang indah yang bergema di-sekitar tempat tinggalnya.

04

Sang pemilik kafe tersennyum bahagia, ia-pun mempersilahkan pria lusuh itu untuk menikmati makanannya. Kemudian setelah menyantap beberapa suap nasi, perhatian pria lusuh itu tiba-tiba teralih kepada sosok Habaek bersama Soo-ri yang terlihat dari jendela tempatnya duduk saat ini.

05

Habaek tak tahan mendengar suara perut Soo-ri yang tiada hentinya.. akhirnya ia-pun membiarkan Soo-ri untuk membeli sedikit camilan berupa kue-ikan. Mereka duduk di bangku taman, Habaek merasa penasaran bagaimanakh sebenarnya yang dirasakan oleh Soo-ri ketika merasa kelaparan? Karena selama ini, Habaek beum pernah mengalaminya..

Soo-ri berusaha menjelaskannya dengan kata-kata, namun tetap saja sepertinya makna kelaparan belum bisa disampaikannya secara sempurna. Menurut Soo-ri, Habaek tetap terlihat hebat, karena tidak pernah merasakan kelaparan meskipun sudah tak memiliki kekuatan dewa seperti sebelumnya.

06

Habaek mengajak Soo-ri untuk pergi dari tempat ini, padahal Soo-ri belum menghabiskan makanannya.. namun apalah daya, dia hanyalah seorang pelayan yang harus menuruti perintah tuannya.

Mereka berjalan beberapa langkah, namun tiba-tiba Habaek berhenti dan berteriak: “Sudah cukup! Berhenti mengikutiku, dan keluarlah sekarang!”

07

Setelah itu, muncullah si pria lusuh tadi dari balik semak-semak. Perlahan ia berjalan mendekati Habaek, “..Bu.. bukankah anda Tuan Habaek? Apakah anda masih mengingatku? Aku Joo Geol Rin.. ” ucapnya terbata-bata

Habaek sama sekali tak mengenalinya, hal itu malah membuat Joo Geol-rin tertawa, “Harusnya kau masih mengingatku..” ucapnya yang kemudian langsung mencium bibir Habaek.

08

Setelah itu, ia langsung berlari pergi sambil berteriak: “Haaa.. kau benar-benar telah kehilangan kekuatanmu! Aku telah menunggu lama untuk saat ini tiba! Sekarang kau berada dalam masalah besar!”

09

Habaek sangat kesal, ia mengelap bibirnya sembari berusaha mengingat-ngingat siapakah pria lusuh yang menyebut dirinya sebagai Joo Geol-rin itu?

Soo-ri mengenalinya, ia-pun menjelaskan bahwasanya Geol-rin adalah orang yang melarikan diri, dari negara air karena Habaek dan Moo-ra.

10

Soo-ah pergi untuk menemui Ketua Shin, dan sangat kebetulan karena Hoo Ye juga tengah berada disana. Bedanya, Hoo-ye telah tiba lebih dulu.. di basement ia bertemu dengan Ketua Shin beserta cucunya yang baru saja turun dari mobil.

11

Mereka saling menyapa, dan ternyata Hoo-ye telah kenal dekat dengan ketua Shin. Disana ada seorang perempuan berpenampilan glamor yang merupakan cucu dari ketua Shin, sikapnya sangat menyebalkan. Ketua Shin memintanya untuk memanggil Hoo-ye sebagai pamannya, namun perempuan itu dengan sinis megatakan kalau orang yang terdaftar di kartu keluarga mereka belum tentu menjadi keluarga asli mereka.

12

Perempuan itu menyuruh Hoo-ye untuk pergi, sementara dirinya sibuk merengek kepada sang kakek untuk membelikannya sebuah bangunan baru supaya ia bisa membuat perusahaan di bidang hiburan. Namun, ketua Shin mengabaikannya.. ia malah mengomelinya yang terlalu banyak menghabiskan uang.

13

Ketua Shin berjalan memasuki gedung, diikuti oleh Hoo-ye yang berjalan disampingnya. Ketika memasuki lift mereka berpapasan dengan seorang pria yang tengah membawa beberapa kresek sampah. Dengan sangat cerewetnya, Ketua Shin menyuruh pria itu untuk membersihkan gedung ini dengan teliti dan jangan sampai ada sedikitpun sampah yang tersisa.

14

Ketua Shin sedikit curhat mengenai kesulitan yang ia hadapi ketika mengurus cucu satu-satunya. Bahkan jikalau ia masih memiliki anak yang lain, maka ia akan mengabaikan cucunya yang sangat boros itu. Ia telah membiayainya di Fakultas kedokteran yang sangat mahal, ia juga harus membayarkannya pajak yang sangat tinggi untuknya.

Padahal kalau diperhatikan, sosok Ketua Shin merupakan tipe orang yang sangat hemat. Terbukti dari tingkahnya yang bahkan mau memungut koin receh yang terjatuh dilantai.

15

“Kudengar kau akan mengembangkan projek resort baru?” tanyanya

“Iya dan saya membutuhkan bantuan anda..” jawab Hoo-ye

“Aku sudah mendengar rencanamu dari sekretaris Min. Tapi aku tidak suka hal yang berbelit-belit, sekarang langsung saja kau jelaskan berapa keuntungan yang akan kudapatkan?” tanyanya

“Kurang-lebih, kami akan menjual resot ini 2 kali lipat dari harga aslinya..” jawab Hoo-ye

“Wah.. kalau begitu berapa banyak uang yang haru ku keluarkan?” tanyanya

16

Sementara itu, Soo-ah tengah bertemu dengan Tuan Bang yang ternyata merupakan pria pengangkut sampah yang sebelumnya berpapasan dengan Ketua Shin. Sepertinya, Tuan Bang merupakan perpanjangan tangan Ketua Shin yang mengurusi bangunan yang ditempati oleh Soo-ah.

Soo-ah memohon agar Tuan Bang tidak menaikan harga sewa untuknya, namun Tuan Bang tak bisa melakukan hal itu karena ia akan dimarahi oleh Ketua Shin. Jika memang Soo-ah ingin bernegosiasi, ia menyarankan supaya Soo-ah menemui ketua Shin secara langsung saja

17

Ketua Shin melanjutkan perbincangan mengenai bisnisnya dengan Hoo-ye. Ia terus-saja mengajukan penawaran yang terbilang ‘menyulitkan’ untuk pihak Hoo-ye. Secara eksplisit, ia menunjukkan ketertarikannya pada lahan yang menjadi tempat didirikannya sebuah taman hiburan.

Hoo-ye menyadari hal itu, namun dengan tegas ia mengataan kalau ia akan menjualnya dalam sebuah acara pelelangan dan jika Ketua Shin menginginkannya, maka ia harus ikut dalam pelelangan tersebut.

“Ayolah.. jangan mempersulit keadaan.. kau tinggal menyertakan hal ini didalam surat kontrak...” pinta Ketua Shin

“Nampaknya.. itu agak sulit untuk dilakukan..” jawab Hoo-ye

18

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan masuklah Soo-ah. Ia terkejut ketika melihat keberadaan Hoo-ye, namun ia berusaha terlihat tenang dan memperkenalkan dirinya kepada Ketua Shin.

“Saya penyewa bangunan di lantai 3, saya datang kesini untuk bertanya mengapa anda ingin menaikan biaya sewa?” tanya Soo-ah

“Ohh.. jadi kau pemilik klinik jiwa itu. Baguslah karena kau datang sendiri kesini, lagipula aku memang ingin bertemu denganmu! Kau, kan orang yang berpendidikan, kenapa kau selalu terlambat membayar uang sewa? Aku ini pria tua yang hidup dati bayaran orang-orang sepertimu, apakah kau ingin membiarkanku mati kelaparan, hah?” papar Ketua Shin

19

Soo-ah merasa tak nyaman melanjutkan pembicaraan ini, terlebih karena ada orang lain disini. Ia merasa canggung sekaligus malu, ia-pun pamit pergi dan akan kembali lagi dilain waktu saja. Ketua Shin menahannya, ia mengatakan kalau mereka bisa tetap melanjutkan pembicaraannya seakrang. Namun Soo-ah yang sangat merasa tidak nyaman akhirnya memutuskan untuk tetat pergi meninggalkan ruangan ini.

20

Soo-ah bertanya-tanya pada dirinya sendiri, mengapa ia harus bertemu dengan pria itu lagi.. dan dalam kondisi yang menyedihkan pula. Sejenak, Soo-ah teringat akan perkataan Habaek yang menyebutkan bahwa dirinya akan ditimpa hal-hal buruk, “Apakah yang dikatakannya itu benar?” gumam Soo-ah

21

Suasana tempatnya berdiri sekarang sangatlah hening, namun secara tiba-tiba Soo-Ah mendengar suara aneh: “Berikan aku air.. aku kehausan. Bisakah kau mendengarku? Tolong berikan aku air atau aku akan mati kehausan..”

Soo-ah melihat sekeliling-nya dan tak apa siapa-pun. Namun, dipojok ruangan terlihat sebuah pohon yang terlihat kekeringan hingga daunnya pun mengkerut berwarna kecoklatan

22

Kemudian, lewat seorang wanita yang hendak memasuki lift.. dia menyenggol badan Soo-ah, kemudian mengatakan ‘maaf’. Namun anehnya, Soo-ah sekaran bisa mendengar isi pikiran perempuan itu yang kesal pada Soo-ah karena telah menghalangi jalannya

23

Tak lama kemudian, muncullah Hoo-ye, dia berjalan kedekat Soo-ah kemudian memberikan saran supaya Soo-ah kembali mengajukan pinjaman ke bank saja. Namun, Soo-ah memasang wajah datar dan mengatakan kalau dia bisa mengurus masalahnya sendiri.

Hoo-ye teringat tindakan Soo-ah yang membantu seorang kakek menyebrang diang tadi, ia kemudian menyebut tindakan itu sebagai hal yang kuno. Namun, Soo-ah menegaskan kalau dirinya tak memberikan bantuan kepada siapapun dan hanya berjalan seperti bisanya.

“Kau berbohong..” ucap Hoo-ye yang kemudian memasuki lift

Soo-ah terdiam, ia bingung mengapa orang-orang menyinggung mengenai tingkahnya itu. Dan anehnya, reaksi Habaek dan Hoo-ye kepadanya, benar-benar sama persis..

24

Sang-yoo mendapatkan laporan bahwa Bong-yeon telah melarikan diri. Segera, ia-pun mengabari Soo-ah dan memintanya untuk mencari Bong-yeon. Soo-ah langsung menolak melakukan hal tersebut, ia tak memiliki kewajiban apapun dan seharusnya mereka menelpon kantor polisi saja. Dan karena dirinya sering mendengar suara-suara aneh, ia-pun ingin beristirahat sejenak.

25

Habaek dan Soo-ri tengah berada didalam kereta.. Habaek ingin naik taxi, namun Soo-ri mengatakan kalau uang mereka tinggal sedikit dan mereka harus berhemat. Disepanjang perjalanan, perhatian Habaek tertuju pada seorang anak kecil yang tengah menyantap cemilan dengan sangat lahap.

Soo-ri kemudian menawarkan sisa kue-ikan untuk Habaek. Namun, Habaek langsung menolaknya.. padahal, samar-samar mulai terdengar suara keroncongan dari perutnya.

“Tuan.. kalau anda merasa pusing dan nyeri perut.. itu tandanya anda kelaparan” ucap Soo-ri

Menyadari kalau Habaek mulai merasa lapar, membuat Soo-ri kebingungan memikirkan cara supaya mereka bisa tetap bertahan hidup. Ia kemudian mengalihkan pembicaraan dengan membahas mengenai Geol-rin..

Ternyata, dahulu Geol-rin sempat mengajak Habaek untuk berduel. Entah mengapa dan seperti apa kronologis jelasnya.. namun, Geol-rin kabur setelah Moo-ra mengancam akan membunuhnya.

26

Habaek melirik ponsel milik seorang wanita yang tengah berdiri disampingnya. Dari layar terlihat sebuah adegan iklan, yang memperlihatkan seorang aktris mengenakan gaun panjang tengah berjalan disebuah taman. Habaek menyari betul bahwa aktris itu merupakan Moo-ra.

Kereta tiba di stasiun pemberhentian, wanita pemilik ponsel itu turun dari kereta dan Habaek segera mengejarnya. Namun situasi disana dipenuhi oleh banyak orang, hingga ia-pun kehilangan jejaknya.

27

Sementara itu, Soo-ri asyik memerhatikan anak kecil yang sedang makan hingga ia tidak menyadari kalau Ahbaek telah turun dari kereta. Beberapa saat kemudian, pintu kereta tertutup dan kereta melaju. Habaek berusaha untuk mengejar.. namun usahanya sia-sia, karena jelas saja kereta itu tak mungkin berehenti.

28

Setelah keretanya pergi jauh.. Habaek hanya bisa terdiam, namun disebrangnya terlihat sosok Bong-yeon, si pasien sakit jiwa yang tengah asyik berdiri sembari mengambil foto selfie. Entah mengapa, namun sepertinya Bong-yeon dibuat terkesima ketika melihat sosok Habek..

29

Meskipun mengatakan tidak-mau, pada akhirnya Soo-ah mengikuti arahan Sang-yoo untuk mencari Bong-yeon. Untunglah Bong-yeon terus memposting foto di medsos, sehingga Sang-yoo bisa melacak keberadaannya.

Dari foto yang terakhir diposting, Bong-yeon tengah berada di stasiun Gangseo. Namun, ia menulis caption aneh.. ia mengatakan kalau dia bertemu dengan ‘dewa’. Mendengar kata itu membuat Soo-ah muak, kalaupun ada dewa disini, harusnya dia duluan yang bertemu dengannya!

30

Ternyata, dewa yang dimaksud Bong-yeon adalah Habaek. Sekarang, mereka tengah berada di ‘rumah’ milik Habaek. Ia menyuguhkan begitu banyak makanan dan minuman untuk Habaek yang sangat dihormatinya tersebut.

Ia memberikan paha ayam untuk Habaek, kemudian mengambil foto mereka yang kemudian ia posting, supaya orang-orang percaya kalau ia benar-benar bertemu dengan seorang dewa hari ini.

31

Setelah itu, Bong-yeon mulai membahas hal-hal aneh tentang alien. Ia bertanya kabar ‘TF1004’ kepada Habaek kemudian ia meminta maaf karena belum bisa menemui Obama untuk menyampaikan pesan dari alien.

Tentu saja, Habaek tak mengerti dengan semua itu.. Dengan polosnya, ia-pun bertanya “Siapa Obama?”

32

Soo-ah tiba di stasiun kereta.. ia sudah sangat kelelahan, namun belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan Bong-yeon. Ditelpon, ia berbicara kepada Sang-yoo, mengatakan kalau dirinya menyerah dan sebaiknya mereka menelpon polisi saja.

“Tidak mungkin.. karena polisi bahkan pemadam api sekalipun tidak mau berurusan dengan Sang-yoo, yang ternyata sebelumnya memang sering melarikan diri bahkan pernah melakukan percobaan bunuh-diri..” ungkap Sang-yoo

33

Mendengar hal itu, membuat Soo-ah merasa khawatir. Meskipun ia tak-mau mencari Bong-yeon, namun pada akhirnya ia melakukannya. Ia melihat foto yang baru saja diosting oleh Bong-yeon,.. betapa terkejutnya Soo-ah karena lagi-lagi, ia melihat wajah Habaek..

34

Soo-ah tiba di Sungai Han, dari kejauhan... ia bisa melihat Bong-yeon yang tengah mengobrol dengan Habaek. Ia tak langsung menghampiri mereka, dan malah duduk disebuah bangku sembari menutupi wajahnya dengan koran.

35

Karena Habaek tidak mengetahui siapa itu Obama, maka Bong-yeon menjelaskannya secara singkat. Namun, Habaek bersikukuh kalau dirinya sama-sekali tak mengenal Obama. Dan mengenai alien bernama ‘TF1004’, Habaek menegaskan kalau hal yang seperti itu tidak ada dimanapun. Di negeri air, langit dan bumi.. tidak ada orang dengan nama yang seperti itu!

“Kalau mereka tidak ada.. lantas siapa yang bisa menyelamatkan bumi ini?” tanya Bong-yeon

“Entahlah.. aku tah tahu. Sangat mungkin, jika seseorang menghancurkan bumi dengan mudah, namun tak akan ada yang bisa menyelamatkannya.. jadi, kau seorang manusia.. berhentilah melakukan hal yang aneh, dan carilah pekerjaan yang lebih baik” jawab Habaek

Bong-yeon marah, ia menganggap Habaek telah menipunya: “Pekerjaan yang lebih baik apanya? Seberapa keras-pun aku bekerja, tetap saja aku tak akan pernah bisa menggapai ayahku yang berada diatas langit!” teriaknya

36

Soo-ah mendengar semua perkataan Bong-yeon, ia-pun perlahan menghampirinya kemudian berusaha menenangkannya:  “Ma bong-yeol.. ayo kita bicara”

“Untuk apa.. kau bahkan tak pernah mau mendengarkanku..”

“Tentang hal yang selama ini ingin kau ceritakan padaku.. bukankah itu tentangmu yang tidak bisa mencapai langit untuk menemui ayahmu?”

“Aku sudah mencoba mengatakan ini padamu sedari dulu, tapi kau selalu mengabaikanku!”

37

Bong-yeol menolak ajakan Soo-ah, ia malah berjalan mendekati sungai dan mengatakan kalau dirinya lebih baik pergi menemui TF1004 yang lebih memahami perasaannya. Soo-ah semakin panik, ia meminta Habaek untuk membantunya.. namun Habaek sendiri malah sibuk memerhatikan paha ayam ditangannya.

“Dokter.. kau tak pernah berniat untuk membantuku.. yang kau lakukan hanyalah duduk dibalik mejamu seharian!” teriak Bong-yeol

38

“Itu tidak benar.. aku...” ucap Soo-ah sembari berjalan mendekati Bong-yeon. Namun, semakin dekat dengan air, langkahnya terasa sangat berat.. lagi-lagi dadanya terasa sakit, ia kesulitan bernapas hingga tangannya-pun bergetar

[ 14 Tahun yang Lalu ]

39

Ditempat yang sama persis dengan yang kita lihat di awal episode 1, Soo-Ah yang masih mengenakan seragam sekolah tengah berdiri sembari mencoba untuk menelpon ayahnya. Ia menangis.. karena setelah berkali-kali mencoba, tetap saja tidak ada yang menjawab telponnya.

40

“Aku akan membuatmu menyesali hal ini selama-lamanya...” ucap Soo-ah yang kemudian naik keatas pagar pembatas. Sejenak ia berdiri disana, awalnya ia melemparkan ponsel lipatnya, kemudian ia-pun segera melemparkan badannya hingga terjatuh memasuki lautan yang gelap-gulita.

41

Ketika tubuhnya semakin terjatuh kedasar lautan, barulah ia menyadari kalau ia menyesali tindakannya: “Ayah.. ayah.. kumohon tolong selamatkan aku...”

42

Beberapa saat kemudian, kita melihat Soo-ah yang berhasil menyelamatkan diri... ia sampai di daratan dalam kondisi yang masih baik-baik saja.

43

Kembali ke masa sekarang, Bong-yeon berteriak pada Soo-ah, ia bertanya apakah Soo-ah tidak akan menyelamatkannya? Kali ini, Bong-yeon memang tidak main-main dengan ucapannya.. ia benar-benar menjatuhkan diri ke air laut dihadapannya.

44

Habaek terdiam, seakan tak peduli akan situasi ini. Ia malah melihat tangan Soo-ah yang makin bergetar, Soo-ah mencoba untuk menelpon bantuan namun ponselnya malah terjatuh. Tak ada pilihan lain, ia-pun nekat berlari menghampiri Bong-yeon, namun ia malah hampir terjatuh tepat dihadapan Habaek

Dasar.. wanita ceroboh.. kau bahkan bertindak tanpa memikirkan akibatnya lebih dulu..” keluh Habaek yang kemudian menitipkan paha ayamnya kepada Soo-Ah dan ia-pun langsung menceburkan dirinya ke laut untuk menyelamatkan Bong-yeon. Soo-ah hanya bisa menangis.. ia bahkan tak berani melihat kedepan, karena ia terlalu takut jika terjadi apa-apa kepada Habaek dan Bong-yeon.

45

Hingga tak lama kemudian, terdengarlah suara Habaek yang memintanya untuk tidak berisik. Karena sekarang, ia sudah membaya Bong-yeon ke daratan lagi. 

46

Segera, Soo-ah berlari menghampiri Bong-yeon, ia mencoba membuatnya sadar hingga bahkan berniat untuk memberinya nafas buatan. Namun tepat, disaat itu juga Bong-yeon terbangun, “Jangan berani-beraninya kau sentuh bibirku..” keluhnya

Soo-ah menangis haru, ia-pun memluknya dari belakang dan berkali-kali mengatakan terimakasih karena tetap bertahan hidup.

47

Habaek melihat paha ayamnya telah tergeletak jatuh ditanah begitu saja.. ia sangat marah, kepada Soo-ah ia berteriak mengatakan kalau paha ayam ini akan ia berikan untuk Soo-ri. Namun, Soo-ah tak mempedulikan hal itu.. Ia malah berlari menghampiri Habaek kemudian mengucapkan, "Terimakasih” sembari memeluknya..

48

Disela-sela adegan, terdengar suara imam besar yang mengatakan, “....takdir tetaplah takdir....”

=====================================================
***EPILOG***

49

Di negara air, terlihat imam besar yang tengah berdiri dihadapan patung air Soo-ah. Seorang dayang terus bertanya, ‘takdir’ apa yang dimaksud olehnya?

“Aku tak akan memberitahumu.. ini adalah rahasia alam..” jawabnya

=====================================================
***NOTES***

Bisa dibilang, 2 episode ini alurnya cukup lambat.. cuman semacam perkenalan ke karakter-karakternya gitu. Sejauh ini karakter dewa yang udah kita lihat penampakannya cuman Habaek. Sementara yang lainnya, yaitu dewi air : Moo-ra (Krystal) , dewa langit : Bi-ryeom (Gong-myung), dan dewa bumi yang bernama Joo Dong , belum kita lihat dan belum kita ketahui sifatnya seperti apa.

Selain untuk mengumpulkan 3 batu ‘dewa’, tujuan lain Habaek turun ke bumi ialah untuk mencari tahu hubungan diantara alamnya dengan alam manusia dan mengapa batu itu disimpannya di alam manusia?

Kesan pertama, setelah melihat Habaek.. dia tipe orang yang cuek.. dia acuh terhadap orang disekitarnya. Tapi dia enggak sepenuhnya acuh kok, beberapa kali kita melihat dia perhatian sama Soo-ah. Dia tahu ketika Soo-ah capek, dan dia juga enggak tega ketika lihat Soo-ah gemetar ketakutan pas lihat air.

Begitupun Soo-ah, dia selalu bilang enggak mau peduli sama orang lain. Tapi buktinya, dia diem-diem bantuin kakek yang nyebrang, kemudian rela nyariin Bong-yeon.

Terus, karakter ‘pendamping’ Soo-ah dan Habaek. Masing-masing dari mereka kelihatannya konyol dan ‘bodoh’, tapi di beberapa kesempatan kita pasti setuju kalau mereka itu cerdas. Soo-ri setia dan patuh banget sama Habaek, kemudian Sang-yoo juga selalu bantuin Soo-ah.

Ohiyaa, kayaknya ciuman ‘dewa’ itu pengaruhnya magis yaaa? Setelah Soo-ah dicium Habaek, dia bisa mendengar suara-suara ‘makhluk lain’. Dan setelah Habaek dicium Geol-Rin, dia jadi bisa merasa kelaparan seperti manusia biasa.

Moga aja minggu depan alurnya lebih cepet, dan enggak sekedar berputar-putar di topik Habaek yang berusaha bikin Soo-ah ‘sadar’ tentang identitasnya.

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤