SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 2 [Bagian 1]

11:29

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : tvN =

00

“.... perempuan ini, ditakdirkan untuk memiliki umur yang pendek.. dia akan meninggal, bahkan sebelum Dewa Habaek kembali kesini dan menjadi Raja ....”

Imam besar, mengungkapkan hal tersebut sembari melihat patung wanita dari air yang wajahnya sama persis dengan Soo-Ah.

01

Setelah Habaek mencium bibirnya, suasana terasa begitu hening.. Soo-Ah memejamkan matanya, dan tidak melakukan perlawanan sedikitpun. Dalam kondisi ini, bola mata Habaek terlihat memebsar, nampaknya ia menyadari ada ‘sesuatu’ yang terjadi diluar kehendaknya.

02

Segera, ia-pun mendorong tubuh Soo-Ah kemudian mengatakan, bahwa mulai dari sekarang Soo-Ah akan menjadi pelayannya. Jika ia tidak bersedia melakukannya, maka hal-hal buruk akan menimpanya.

“Bagaimana rasanya? Bukankah saat ini, kau merasa ada hal aneh yang perlahan merasuki hatimu dan memberikan sedikit sensasi pukulan di kepalamu. Asal kau tahu saja,.. adalah sebuah kehormatan besar ketika wanita sepertimu, mendapatkan ciuman dari seorang dewa sepertiku...” papar Habaek dengan agak kikuk

03

Soo-Ri tak bisa tinggal diam, ia segera menghampiri Habaek dan menyeretnya pergi menjauh. Sementara itu, So-Ah terdiam membeku.. beberapa saat, ia bahkan tidak bisa mengedipkan matanya.

“Hey-aaaaa!!! Dasar pria tidak waras!” teriak Soo-Ah

04

Habaek dan Soo-Ri mendengar teriakannya itu.. Habaek menyadari bahwa Soo-Ah tengah marah besar. Ia-pun berniat untuk menghampirinya lagi. Namun, Soo-Ri menentang keras ide itu.

“Berani-beraninya kau mengaturku lagi!”

“Tuan, anda telah mencium paksa seorang wanita. Jika anda kembali kesana.. maka anda akan ditampar olehnya..”

==========
EPISODE 2
==========

05

Soo-Ah tiba dirumahnya.. ia merasa sangat frustasi dengan kejadian barusan. Ia sendiri tak habis fikir, mengapa dirinya harus menutup matanya ketika Habaek menciumnya?

“... Kenapa? Kenapa? Kenapa? ...” pertanyaan itu terus terngiang-ngiang di dalam kepalanya.

06

Soo-Ah berdiri dihadapan cermin, namun ia malah melihat wajah Habaek yang tersenyum ketika menciumnya. Kata-kata yang menggelikan-pun, kembali terdengar jelas olehnya.. “..kau merasa ada hal aneh yang perlahan merasuki hatimu dan memberikan sedikit sensasi pukulan di kepalamu..”

Mencoba untuk mengelak, Soo-Ah menggelengkan kepalanya dan berteriak dengan kerasa mengatakan “TIDAKKKKK!!!!”

07

Habaek tengah berdiri didekat ‘rumah’-nya, ia memegangi pipinya kemudian teringat perkataan Soo-Ri yang menyebutkan bahwa Soo-Ah bisa saja menamparnya. Sejenak Habaek terdiam, “Dasar perempuan bodoh.. aku sudah menciumya, tetapi dia belum bisa menyadari siapa diriku!” gumamnya

Dibelakangnya, terlihat Soo-Ri yang sudah tertidur pulas hingga mendengkur.... Habaek hanya bisa  menghela panjang, kemudian mengeluhkan betapa sialnya ia karena memiliki dua pelayan yang sama-sama ‘bodoh’

08

Dalam heningnya malam ini, lagi-lagi Habaek teringat momen ketika dirinya mencium bibir Soo-ah. Entah apa yang salah, namun sepertinya ia merasakan ada sesuatu aneh yang tak biasa dan belum pernah dirasakannya sebelumnya..

09

Dan jauh didasar laut.. kita melihat sebuah ponsel lipat model jadul yang tersimpan begitu saja, tanpa kita ketahui darimana asalnya dan siapakah pemiliknya..

10

Keesokan paginya, terlihat Soo-Ah yang baru tebangun setelah semalaman tertidur di sofa. Ketika melihat bayangan dirinya di cermin, lagi-lagi yang muncul malah bayangan ketika Habaek menciumnya. Ia-pun beberapa kali membuka-menutup matanya, hingga akhirnya ia-pun bisa melihat wajahnya yang sangat berantakan ditambah kantong matanya yang nampak begitu besar.

11

Jam menunjukkan pukul 10 pagi, yang artinya Soo-Ah telah bangun kesiangan.. ia menggumam kesal, dan bertanya-tanya mengapa Sang Yoo tidak menelpon untuk membangunkannya!

Ketika ia hendak berlari menuju lantai atas, alarm-nya berbunyi: “Hari Minggu.. Minggu.. Minggu..” kurang lebih, begitulah suara alarm yang sengaja diatur menggunakan suara Sang Yoo.

12

Soo-Ah bernafas lega, kemudian ia berniat untuk kembali melanjutkan tidurnya. Namun, alarm itu kembali berbunyi, “Kamu mau tidur lagi, ‘kan? Cepat bangun!!!”

Meskipun sudah dimatikan, tetapi alarm itu terus dan terus berbunyi lagi: ‘Ayo olahraga!’, ‘Kamu harus berfotosistesis, supaya mendapatkan cukup vitamin D yang bagus untuk tulangmu’, ‘Kamu harus berolahraga, supaya tidak terkena diabetes!’

Jengah, akhirnya Soo-Ah melepas baterai alarm tersebut dan melemparkannya kelantai!

13

Karena ini hari Minggu, taman dipernuhi oleh banyak orang. Ada yang sedang sibuk berolahraga dan ada juga yang sedang asyik pacaran, sembari mengayuh sepeda ‘couple’-nya. Habaek yang ‘polos’, bertanya pada Soo-Ri, benda apakah yang mereka gunakan itu?

“Itu mobil.. para manusia menggunakannya sebagai transportasi mereka..” jawab Soo Ri

“Tapi rodanya hanya ada dua.. dan bagaimana bisa benda itu tidak terjatuh meskipun hanya memiliki dua roda?” tanya Habaek

Soo-Ri tak bisa menjawab pertanyaan itu, ia-pun mengajak Habaek untuk melihat benda lain yang memiliki empat roda.

14

Nampaknya, sedang berlangsung pertunjukan atraksi skateboard. Semua orang takjub melihat atraksi menantang dan cukup berbahaya itu. Habaek memerhatikan pertujukan dengan saksama, kemudian ia berkomentar mengatakan bahwa pertunjukan ini tak terlalu menarik.

15

Pembawa acara memberikan sebuah tantangan untuk penonton.. siapapun yang bisa melakukan empat macam trik skaterboard, maka akan mendapatkan hadiah yang sama dengan yang didapatkan oleh juara peratma dalam kompetisi ini.

16

Tak jauh dari sana, terlihat Soo-Ah yang akhirnya datang ke taman untuk berolahraga juga. Ia mengenakan kostum yang cukup tertutup, hingga membuat orang-orang bahkan tak akan bisa melihat wajahnya dengan jelas. Ia melihat keramaian yang dibuat leh para penonton pertujukan skateboard. Karena merasa penasaran, akhirnya ia-pun menuju kesana untuk melihat apa yang terjadi..

17

Soo-Ri memohon agar Habaek mau mengikuti perlombaan itu, karena mereka sangat membutuhkan hadiahnya. Disana tertulis dengan jelas, bahwa juara 1 akan mendapat uang sebesar 100.000 won, kemudian juara 2 akan mendapatkan uang sejumlah 50.000 won dan juara 3 akan mendapatkan kupon makan ayam Kkokkodak.

18

Peserta pertama mulai melakukan aksinya, diikuti peserta kedua ketiga dan keempat. Mereka semuanya, tak ada yang berhasil menyelesaikan tantangan perlombaan ini. Hingga tibalah giliran peserta kelima yaitu Habaek.

19

Habaek awalnya terdiam, ia seperti tidak mau melakukannya. Namun, pembawa acara sedikit menyindirinya, dengan bertanya apakah dia tidak berani melakukannya?

Habaek berjalan menghampiri pembawa acara itu, ia melihat daftar hadiahnya kemudian dengan ketus mengatakan kalau mereka harus memberikan semua hadiah itu untuknya, jika ia berhasil menyelesaikan tantangan ini!

Dengan gaya yang keren, Habaek mengambil papar skateboard-nya, kemudian melangkah menuju arena seluncuran yang paling tinggi. Semua penonton melihatnya heran, mereka bertanya-tanya, apak yang hendak dilakukannya?

20

Sama hal-nya ketika ia mengemudikan mobil.. Habaek-pun bisa menggunakan papan skateboard-nya dengan sangat lincah, meskipun ini adalah kali pertamanya. Semua penonton dibuat terkesima olehnya, namun hal ini membuat sang pembawa acara mengira kalau Habaek memang telah ahli dalam bidang ini. Soo-Ri berusaha menjelaskan, bahwa ini merupakan pengalaman pertama Habaek.. namun sepertinya, penjelasan itu tidak seusai dengan apa yang terjadi saat ini.

21

Soo-Ah ada disana, dan ia melihat dengan jelas seluruh atraksi lincah Habaek di arena skateboard. Diantara semua teriakan penonton, Soo-Ah malah kembali mendengar kta-kata menggelikan yang dikatakan Habaek padanya: “..kau merasa ada hal aneh yang perlahan merasuki hatimu dan memberikan sedikit sensasi pukulan di kepalamu..”. Ditambah lagi, seakan-akan ia melihat Habaek yang tersenyum ke arahnya.

22

Segera, Soo-Ah berlari meninggalkan tempat ini. Habaek melihatnya dan ia-pun segera mengejar menggunakan skateboard-nya.

“Ahhh.. kenapa aku harus menghindarinya..” gumam Soo Ah 

23

Dari belakang, Habaek sudah mengerahkan seluruh tenanga untuk mengejarnya. Ia bahkan terus-terusan berteriak, memanggilnya ‘pelayan’. Soo-Ri mengatakan kalau So-Ah berusaha menghindari mereka. Namun, Habaek mempunyai pendapat lain.. dengan yakin, ia mengatakan bahwa Soo Ah tengah mencarinya.

24

Soo-Ah bersembunyi didalam kumpulan ahjumma yang tengah melakukan senam pagi. Habaek berusaha mencarinya, namun semua orang mengenakan kostum yang mirip sehingga sangat sulit untuk menemukan So- Ah.

25

Sekumpulan ahjumma itu, mulai berjalan pergi berbarengan layaknya pasukan PASKIBRA yang tengah latihan bari-berbaris. Habaek berdiri ditengah jalan, dehingga menghalangi langkah mereka. 

“Kau tolong minggirlah..” teriak seorang ahjumma

Habaek malah tetap berdiam diri ditempatnya, hingga para ahjumma-pun melanjutkan perjalanannya dengan cara sedikit berbelok untuk menghindarinya. 

“Pelayan!!!” teriak Habaek yang membuat seluruh ahjumma itu melirik sinis kearahanya..

26
===============================================================
27

Soo-Ah berhasil lolos dari pandangan Habaek.. Ia terlihat begitu kelelahan, hingga akhirnya memutuskan untuk beristirahat sejenak di pinggir sungai. Tibalah seorang anak laki-laki yang berjalan mendekati sungai karena bolanya terjatuh kesana. Ia-pun memanggil teman-temannya, meminta mereka untuk mencarikan pengait supaya bisa mengambil bola tersebut.

Setelah melihat air.. tiba-tiba, Soo Ah merasakan hal yang aneh. Dadanya terasa sakit, hingga ia menjadi kesulitan bernafas..

28

Sepertinya, dulu ketika masih sekolah Soo-Ah pernah tenggelam ke lautan. Saat itu, ia meronta memohon pertolongan, “Ayah.. ayah.. tolong selamatkan aku..”

29

Segera setelah rasa sesaknya reda, Soo-Ah berdiri dan berjalan menjauhi lokasi sungai. Sejenak ia terdiam, sembari mengatur kembali pola nafasnya. Nampaknya, ia mengalami ketakutan yang sangat besar terhadap air..

30

Habaek bersama Soo-Ri kembali ke ‘rumah’ mereka. Disana, ia mengeluhkan tingkah manusia yang selalu tidak menepati janjinya. Hal itu terbukti hari ini.. ia telah berhasil menyelesaikan tantangan di arena skateboard, namun tidak mendapatkan satu-pun hadiah yang dijanjikan.

Kemudian, Soo-Ri memberikan penjelasan.. bahwasanya, pihak acara mengganggap Habaek telah menipu mereka. Perlombaan itu diperuntukan bagi orang-orang amatir yang tidak bisa bermain skateboard, namun tadi Habaek berhasil melakukannya dengan sangat sempurna seperti seorang atlit terlatih.

31

“Tuan.. seberapa kerasa usaha kita, sepertinya kita tidak akan berhasil. Akan lebih baik, kalau kita mengakui kegagalan kita saja..” keluh Soo-Ri

32

Beralih kekantor CEO Shin Hoo Ye, disana beberapa pegawainya tengah memberikan laporan mengenai perkembangan pembelian lahan untuk mega projek baru mereka. Semua berjalan dengan lancar, namun ada seorang pemilik lahan yang cukup sulit untuk diajak bernegosiasi, yaitu Ketua Shin.

“Biarkan aku saja yang akan menemuinya secara langsung..” ujar Hoo Ye

33

Asistennya kemudian, membahas mengenai wiper mobil rusak yang belum bisa ditemukan penggantinya karena itu merupakan barang langka dan eksklusif. Hoo Ye teringat akan sosok Soo-Ah yang nampaknya tengah terlilit banyak hutang, ia-pun menyadari bahwa orang seperti Soo-Ah tak akan mampu membayar ganti rugi sebanyak itu kepadanya.

34

Di klinik, Sang Yoo mendapat telpon yang memberitahunya harga wiper yang telah ia rusak. Hargany sangat mahal, hingga ia meyakini kalau dirinya tak akan bisa membayar ganti rugi. Ia-pun sempat berniat untuk meminta bantuan temannya, membuatkan barang imitasi. Namun, Soo-Ah menolak keras ide itu.. ia mengtaahui betul bahwa orang sekelas Hoo Ye tak akan tertipu dengan mudah.

35

Untuk sekarang, solusi satu-satunya hanyalah mengatakan kalau mereka akan mengurus biaya ganti rugi menggunakan jaminan asuransi mereka..

Kemudian Sang Yoo memberikan ‘sedikit’ kabar bahagia, yaitu mengenai Ma Bong Yeol, si pasien bebahasa ‘alien’, yang setuju untuk pindah berobat ke klinik yang lain. Selain itu, Sang Yoo kembali membahas mengenai Park Sang Chul, yang di episode sebelumnya kita ketahui pernah terlibat insiden tabrakan dengan Soo-Ah. Entah apa yang sebenarnya terjadi, namun orang itu mengatakan ingin bertemu dengan Soo-Ah.

36

Soo-Ah tak banyak berkomentar, ia terlalu lelah untuk marah ataupun untuk senang. Ia-pun duduk di kursinya, kemudian menghelas nafas panjang.. namun ada hal yang aneh, ia mendengar kembali gaungan suaranya. Ia melihat kesekeliling, namun tak ada siapapun disana...

37

Habaek sangat merasa terganggu oleh sura perut Soo-Ri yang terus saja bergejolak.. Soo-Ri meminta maaf, ia mengatakan kalau pelayang sepertinya memiliki sifat yang hampir sama dengan manusia biasa. Ia merasa lelah dan juga seringkali merasa kelaparan.

Bermodalkan kartu nama dari Sang Yoo, Habaek kemudian mengajak Soo-Ri untuk pergi ke klinik yang tertera di alamat itu.

38

Mereka berdua pergi menggunakan taxi, beruntunglah karena Soo-Ri masih menyimpan uang yang diberikan Soo-Ah untuk membeli bensi tempo hari. Suasana didalam taxi sangat tenang, hingga secara tiba-tiba, Habaek meminta supir untuk bertukar posisi dengannya, karena ia ingin mengemudi.

Tentu saja kelakuannya itu, membuat sang supir terganggu. Hingga akhirnya, mereka-pun diturunkan ditengah jalan----

39

Sang-Yoo menemui Soo-Ah, ia memberitahukan bahwa Tuan Bang telah menagih uang sewa bangunan ini. Soo-Ah merasa heran, karena ia telah mengatakan kalau dirinya akan membayar menggunakan uang dari deposit keamanan. Namun, Sang-Yoo kemudian mengatakan kalau Tuan Bang itu bahkan memberikan mereka ultimatum supaya mereka segera membayarnya, atau mereka harus membayar 50 juta lebih untuk depositnya.

40

Soo-Ah berlari keluar untuk segera menemui Tuan Bang, ia-pun melihatnya yang tengah berdiri di sebrang jalan. Sementara itu, di sebrang jalan sendiri.. terlihat Habaek beserta Soo-Ri yang baru saja turun dari taxi. Dan kemudian, dari sekian banyak orang di dalam mobil yang tengah berhenti karena lampu merah salah satunya adalah Hoo Ye. Tanpa disadari, mereka bertiga berada ditempat yang berdekatan...

Melihat Soo Ah yang hendak menyebrang jalan, membuat Habaek dengan bangga mengatakan: “Tuh, kan.. pada akhirnya dai sendiri yang mencariku..”

41

Seorang kakek tua tengah menyebrang jalan, ia berjalan dengan sangatt lamban.. hingga beberapa orang didekatnya, mendekatinya dan menawarkan diri untuk membantunya. Namun, sang kakek menolaknya...

42

Soo-Ah berjalan melewati kakek tua itu.. namun beberapa saat kemudian, ia menghetikan langkahnya, ia berjalan lamban mengikuti irama langkah kaki dari kakek tersebut. Soo-Ah tak mengatakan apapun, ia terus berjalan sembari memainkan poselnya.

Hoo Ye beserta Habaek yang berada tak jauh darisana, melihat tingkah Soo-Ah. Mereka tak mengatakan apapun, namun dari tatapannya, sepertinya mereka menyadari niat Soo-Ah yang ingin membantu kakek tersebut,...

43

Lampu merah kini berubah menjadi lampu hijau, satu-per-satu mobil mulai melaju, namun dikarenakan masih ada Soo-Ah beserta kakek tersebut yang menyebaran.. maka beberapa mobil harus menunggu mereka lewat terlebih dahulu.

Setelah sampai di sebrang jalan, sang kakek melirik Soo-Ah. Ia tersenyum, kemudian mengucapkan ‘terima-kasih’

44

Beberapa saat kemudian, Soo-Ah dibuat terkejut karena melihat kedatangan Habaek beserta Soo-Ri. Habaek sendiri, tak mempedulikan reaksi So-Ah, ia malah membahas kejadaian kemarin.. dan bertanya mengapa Soo-Ah langsung meninggalkan mereka?

Selanjutnya, Habaek kembali membahas mengenai identitasnya sebagai dewa dan kewajiban Soo-Ah untuk menjadi pelayannya. Tugasnya tidak sulit, Soo-Ah hanya perlu memberi mereka tempat tinggal, pakaian, serta makanan. Dan juga, Soo-Ah harus membantunya untuk mencari dewa-dewi pelindung yang tengah berada di bumi ini.

45

Namun semua perkataan Habaek membuat Soo-Ah jengah, ia-pun menarik Soo-Ri kepinggir dan bertanya padanya apakah Habaek sedang menjalani perawatan? Soo -Ri menggelengkan kepala yang berarti tidak.

“.. Kau tahu, sakit jiwa itu sama berbahayanya dengan sakit fisik! Maka kau harus segera membawanya ke Rumah Sakit!..” tegas Soo-Ah

“Nam Soo-Ri kelaparan, dan aku kehausan..” keluh Habaek

“Yasudah, pulanglah kerumah!” ujar Soo-Ah

“Dimana rumahmu?” tanya Habaek

“Bukan kerumahku, tapi kembaliha ke rumahmu!” jawab Soo-Ah dengan ketus

46

Soo-Ri kemudian memohon Soo-Ah untuk menolong mereka, karena saat ini mereka tak memiliki apapun. Namun, dengan ketus-nya, Soo-Ah mengatakan kalau warga biasa sepertinya tak ada kepentingan untuk mengurus orang susah.. ia-pun menyarankan agar mereka pergi ke tempat penampungan saja. Karena sebagai seorang warga, ia sendiri telah melakukan kewajibannya untuk membawar pajak, setelah itu sudah menjadi tugas pemerintah untuk memanfaatkan uang pajak tersebut untuk hal-hal yang seperti ini!

47

Teringatlah So-Ah akan kejadian ketika dirinya masih remaja.. saat itu, rumahnya dipenuhi oleh anak-anak yang sepertinya kurang mampu. Soo-Ah sangat kesal, dengan keras ia bahkan melemparkan tas-nya ke lantai.

48

Setelah mendengar penjelasan Soo-Ah, Habaek kemudian mengomentari tingkah Soo-Ah yang sebelumnya telah membantu seorang kakek untuk menyebrang. Namun, Soo-Ah menyangkalnya... ia mengatakan kalau dirinya hanya menyeberang biasa.

“Kau berbohong..” tukas Habaek

49

Soo-Ah tak bisa lagi membantah hal itu.. Pokonya sekarang, ia tak mau lagi berurusan dengan mereka. Ia bahkan mengancam untuk melaporkan mereka ke pihak kepolisian, jikalau mereka mengganggunya lagi.

Melihat Soo-Ah yang berjalan pergi meninggalkannya, Habaek kemudian berteriak padanya: “Kalau kau memang ingin meninggalkanku seperti ini maka aku akan membiarkanmu pergi.. namun, ingat satu hal.. mulai dari sekarang, aku akan mengabaikanmu!”

“Baguslah kalau begitu..” jawab Soo-Ah sebmbari melanjutkan  langkahnya pergi.

50

Soo-ah mengangkat ponselnya yang berdering karena ada telpon masuh dari Sang Yoo. Ia diminta untuk segera kembali ke klinik, karena perwakilan keluara Bong Yeon membutuhkan tandatangannya untuk melengkapi berkas pemindahan pasien. 

51

Langkah Soo-Ah tiba-tiba terhenti.. pelan tapi jelas, ia mendengar suatu sura yang bunyinya: “... Kau berada dalam masalah besar. Taukah kau, siapa sebenarnya identitas orang yang tengah berurusan denganmu saat ini?.. mungkin saja kau akan mati karenanya...”

Soo-Ah berteria kesal, ia mengira kalau ancaman itu dikatakan oleh Habaek atau Soo-Ri,. Namun, ketika ia melihat kebelakang, mereka sudah berjalan jauh meninggalkannya. Dan ketika melihat kesekitar.. sudah tiada siapapun didekatnya...


You Might Also Like

4 komentar

  1. drama tvN mmg keren2 yah.. Gumawo Unnie recapnya yg super cepet.. Semoga sehat selalu yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, enggak semuanya keren sih. Tapi, memang banyak yang menarik.

      Super cepet karena akunya emang gak ada kerjaan lain, haha...

      Delete
  2. Hai salam kenal... Kunjungan pertama kesini dan karena lagi cari cari sinopsis habaek jadi nyasar kesini..
    Terimakasih atas sinopsisnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai juga ☺☺☺

      Sama-sama, dan jangan kapok baca postinganku yaa ☺

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤