SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 1 [Bagian 2]

17:51

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : tvN =

00

Setibanya dirumah, Soo Ah langsung menuju dapurnya yang terlihat sangat berantakan karena terdapat bungkus ramyun yang berserakan dimana-mana. Ia membuka kulkas, kemudian mengambil sebotol air mineral yang kemudian dituangkannya kedalam pemanas air.

01

Selagi menunggu airnya mendidih.. ia terdiam melamun. Tergambar jelas diwajahnya, jika ia merasa sangat frustasi dengan segala hutang yang membelitnya.

02

Setelah mendidih, ia menyeduh segelas kopi yang kemudian ditaruhnya dimeja ruang tengah. Ia sendiri, memilih untuk membaringkan badanya di sofa.. berkali-kali ia menghela nafasnya, sembari mengingat semua kejadian yang dialaminya hari ini.

Semua tagihan pinjaman yang ditujukan kepadanya, ternyata bukanlah Soo Ah yang meminjam uang tersebut.

03

Seketika, Soo Ah teringat akan sosok Habaek yang baru ditemuinya hari ini.. dengan polosnya, Habaek mengatakan kalau dia tidak mengetahui apa itu ‘uang’. “Hfft.. dia pasti hidup dengan sangat tenang..” keluh Soo Ah

04

Beralih ke sebuah balkon yang berhadapan langsung dengan pemandangan laut yang indah.. Terlihat, Hoo Ye (Lim Ju Hwan) tengah sibuk berbicara ditelpon. Kemudian ia berjalan meninggalkan kamarnya, yang mana di depan pintu sudah berjajar beberapa orang pegawainya.

05

Mereka berjalan, sekaligus mendiskusikan kesiapan dari masing-masing tim-nya. Mengenai kunjungan konsumen asing, kemudian mengenai urusan tanah untuk proyek kontruksi perusahaan mereka. Terakhir, salah seorang pegawai membahas mengenai bank yang bersedia memberikan pinjaman rendah, dan mereka mengundang Hoo Ye untuk makan dan mengobrol bersama mereka.

“Haruskah aku pergi kesana?”

“Setidaknya, bukankah lebih baik jika anda menemui mereka sekali saja..”

06

Di klinik psikiatrik, Sang Yoo tengah sibuk mengepel lantai sembari menonton berita yang isinya memberitahu bahwa para ilmuwan telah berhasil mendeteksi gelombang kedua gaya gravitasi. Mungkin ada gelombang kekuatan gravitasi ketiga atau bahkan keempat yang datang pada mereka. Dalam kondisi ini, bisa saja ruang-gravitasi di Seoul telah bergeser tanpa mereka sadari..

07

Sesaat setelah Soo Ah tiba, Sang Yoo langsung mematikan TV-nya. Kemudian, ia menyindir Soo Ah dengan mengaitkan fenomena gravitasi ini dengan tragedi bintang jatuh dan hilangnya cincin berlian. Namun Soo Ah mengabaikannya, dan malah berjalan lurus memasuki ruangannya.

08

Disana telah tergantung jas baru berwarna biru muda. Sang Yoo mengatakan, kalau ia sengaja membelinya pagi ini, karena bagaimanapun juga jas merupakan perangkat penting yang harus dimiliki oleh seorang dokter. Kemudian ia bertanya apakah Soo Ah sudah sarapan? Karena jika belum, maka ia akan memasakan sesuatu untuknya.

Namun Soo Ah menolaknya mentah-mentah.. ia kemudian bertanya, bagaimana jadwalnya hari ini? Adakah jadwal konseling?

Sang Yoo menjawab tidak ada, yang artinya seharian ini Soo Ah bebas dan bahkan tak perlu repot-repot untuk datang kesini. Soo Ah-pun bergegas pergi ke bank untuk mengurus tagihannya.

09

Setibanya di Bank, Soo Ah harus berurusan dengan pegawai yang sangat judes. Ia telah menjelaskan kondisinya saat ini, namun malah mendapat respon yang kurang baik. Bahkan, bunga pinjaman yang awalnya hanya 4% malah dinaikan menjadi 7%.

10

Selagi menunggu berkas-berkasnya diurus, Soo Ah pergi ketempat mesin kopi.. sekaligus untuk menemui Sang Yoo yang katanya menuggu diluar. Namun, setelah dicari.. ia tak melihat Sang Yoo disana.

11

Ternyata, Sang Yoo tengah sibuk menyebar kartu namanya dihalaman parkir. Ia menyelipkannya di semua mobil yang terparkit, kemudian memberikannya kepada setiap orang yang berpapasan dengannya.

12

Saat kembali ke bank, Soo Ah harus dibuat menunggu begitu lama.. seakan-akan, pegawai bank itu tak sepenuh hati untul mengurus berkasnya. Namun, ketika datang seorang pengusaha.. yang kemudian kita ketahui adalah Hoo Ye, pegawai itu langsung semangat berlari menghampirinya dan bahkan menawarinya minuman kopi.

13

Soo Ah mengikutinya, mereka masuk kedalam sebuah ruangan dan mendiskusikan masalah pinjaman. Dengan antusias, pegawai bank itu menjelaskan, bahwa mereka hanya akan memberikan bunga 1% saja.

Dari balik pintu, Soo Ah mendengarnya.. tentu saja hal ini membuatnya sangat geram. Ia-pun menerobos memasuki ruangan dan langsung berteriak memarahi pegawai bank yang lambat dalam meberikan pelayanan. Ia juga memprotes tindakan pihak bank yang membedakan bunga pinjaman untuknya dengan untuk mereka.

14

Pegawai Bank itu merasa sangat malu, ia-pun memarahi Soo Ah dan meminta untuk menunggunya diluar sebentar saja. Soo Ah menolak permintaan itu, dan Hoo Ye yang sedartadi memerhatikan mereka, akhirnya berinisiatif untuk pergi meninggalkan tempat ini. Mengenai masalah pinjamannya, biar tim bagian keuangan yang akan mengurusnya dilain waktu.

Melihat Hoo Ye pergi, pegawai bank itu-pun langsung memarahi Soo Ah dan menyurhnya untuk meminta maaf sekarang juga. Namun, Hoo Ye berpendapat lain.. ia malah menyuruh pegawai bank itu untuk menyelesaikan urusannya dengan Soo Ah terlebih dahulu.. lagipula tak ada hal yang membuat Soo Ah perlu meminta maaf kepada siapapun ditempat ini. Bahkan, atas dasar kebaikan hatinya.. ia bersedia mengajukan permintaan kepada pihak bank agar memberikan keringanan lagi untuk Soo Ah bisa membaya pinjamannya.

15

Di halaman parkir, terjadi keributan kecil setelah Sang Yoo melihat seorang supir yang menggunakan kartu namanya untuk mengelap kotoran burung di kaca depan mobil. Kebetulan, pemilik mobil itu adalah Hoo Ye. Dan dengan santai-nya, Hoo Ye mengatakan kalau ia akan membayar ganti rugi untuk hal ini.

Namun Sang Yoo yang merasa terhina, tetap saja merajuk.. di mobil sudah jelas ada wiper yang gunanya untuk membersihkan kaca. Namun, mengapa malah menggunakan kartu namanya yang merupakan harga dirinya!

16

Sang yoo menggoyang-goyangkan wiper mobil tersebut hingga malah membuatnya terlepas. Sontak saja suasananya jadi kikuk..dan kini situasinya berbalik, karena pihak Sang Yoo yang harus membayar ganti rugi untuk kerusakan ini.

Soo Ah yang juga berada disana tak bisa melakukan aapun, ia tentu merasa sangat malu.. terlebih lagi, pemilik mobil ini merupakan orang yang barus saja berurusan dengannya.

17

Ha Baek memerhatikan semua orang yang tengah bersenang-senang ditaman. Kemudian ia mengobrol dengan Soo Ri,.. hingga detik ini, mereka masih belum bisa menemukan keberadaan peta ataupun jimat miliknya.

Melihat banyak orang yang memainkan ponsel, Habaek bertanya kepada Soo Ri, benda apakah itu? Soo Ri sendiri tidak mengetahuinya, yang jelas menurutnya itu tak bermanfaat karena itu bukanlah makanan.

18

“Yang Mulia.. mengapa anda tidak beristirahat saja di ‘rumah’?”

“Huh... rumah apanya!!! Apakah sekarang kau kelaparan?”

“Iya, yang mulia... saya seperti manusia biasa yang tidak bisa menahan rasa lapar..”

“Kasihan, ‘maafkan, karena aku tidak bisa memberikanmu makanan. Aku memang tidak pantas untuk menjadi raja berikutnya’ apakah kalimat itu yang ingin kau dengar dariku?”

“Hmm.. ti..tidak Yang Mulia..”

19

Setelah kembali ke klinik, Sang Yoo merasa frustasi. Ia mengetahui betul bahwa harga wiper mobil tidaklah murah. Ia bertanya-tanya, apakah dirinya harus menjual tempat tinggalnya yang sekarang, supaya bisa membayar ganti rugi?

20

Soo Ah menghubungi agen perumahan, namun telponnya tidak diangkat. Akhinya ia-pun memutuskan untuk pergi kesana dan menemuinya secara langsung. Sang Yoo mengingatkan kalau mobil Soo Ah yang bulan lalu tertabrak, perlu mengalami perbaikan terlebih dahulu. Bahkan GPS-nya pun sepertinya tidak berfungsi dengan baik. Jadi, jika ingin tetap berangkat.. maka ia harus berhati-hati.

21

Benar saja, karena sepanjang perjalanan.. Soo Ah harus berkali-kali memukul GPS-nya higga mau menyala dan berfungsi seperti biasanya

22

Ditempat lain, kita melihat Habaek bersama Soo Ri yang baru turun dari sebuah mobil bak. Mereka hendak menuju Desa Chungbong, dimana gerbang menuju alam para dewa berada. Dari yang diketahuinya, lahan itu dimiliki oleh keluarga yang telah mengandikan diri untuk dewa air. Setidaknya, jika mereka mengunjungi tempat itu.. mungkin mereka bisa bertemu dengan orang tersebut.

23

Soo Ah tiba ditempat tujuannya.. ia bertanya pada agen, mengapa lahan yang ingin dijualnya tidak pernah ada yang mau membeli. Padahal sudah sekitar 5 tahun, ia mengajukan permohonan penjualan tanah. Agen menjelaskan, seberapa murahnya tanah ini, tetap saja tidak ada orang yang berminat untuk membelinya.

24

Lahan yang dimaksud Soo Ah merupakan tempat yang dituju oleh Habaek. Disana, Habaek berdiri menatap daerah sekitarnya.. ia tak habis fikir, bagaimana bisa gerbang menuju alam para dewa terlihat sangat kumuh seperti ini?

“Yang mulia.. orang yang kita cari, tidak mengetahui apapun tentang anda. Jadi bagaimana caranya kita bisa memberitahunya”

“Tenang saja.. aku masih punya cara yang lain. Dia akan luluh karena terpesona olehku.. dan jika dia tidak terpesona, maka aku akan menggunakan strategi terakhirku..”

Entah strategi apa yang dimaksud oleh Habaek.. yang jelas, Soo Ri langsung menggelengkan kepala, dan mengatakan kalau Habaek tak boleh melakukan hal itu. Habaek tak suka dengan sikap Soo Ri yang seakan-akan mengatur segala tindakannya!

25

Tak lama kemudian, Soo Ah juga tiba disana.. dari jauh ia bisa melihat Habaek, “Mengapa orang itu ada disini?” gumamanya

Habaek juga melihatnya, kemudian ia bertanya “Apakah ini tanahmu?”

“Iya betul.. apakah kau ingin membelinya?” tanya Soo Ah

“Untuk apa membelinya.. ini adalah lahan milliku!” ujar Habaek

26

Habaek menghampirinya, kemudian mengelus rambut dan wajahnya: “Aku sudah mencarimu kemana-mana, pelayanku...” ucapnya dengan nada yang lembut.

Soo Ah terdiam, ia-pun semakin meyakini kalau orang dihadapannya ini mengalami gangguan jiwa. Segera, ia-pun menepis tangan Habaek dengan kasar, kemudian berlari memasuki mobilnya sembari menelpon seorang temannya yang bernama Yeom Mi.

27

Soo Ri menggerutu, mengkritik tindakan Habaek yang seenaknya tanpa bertanya padanya terlebih dahulu. Ia-pun berlari kehadapan mobil Soo Ah hingga membuat badannya tertabrak. Soo Ah panik, ia segera turun dari mobil untuk melihat kondisi Soo Ri. Awalnya dia mengatakan baik-baik saja.. namun, Habaek berteriak mengatakan kalau dia tidak boleh baik-baik saja. Sgera, Soo Ri-pun menarik kembali ucapannya dan berpura-pura terjatuh sembari mengerang kesakitan.

28

Merasa bersalah, akhirnya Soo Ah memberikan tumpangan untuk mereka. Ia akan membawanya ke rumah sakit terdekat, namun Habaek mengatakan kalau ia akan ikut pulang bersama dengan Soo Ah.

“Temanmu terluka.. bagaimana bisa dia pergi jauh hingga ke Seoul..”

“Dia bukan temanku, tapi dia adalah pelayanku..”

Merasa kalau perkataan Habaek itu selalu ‘melantur’, akhirnya Soo Ah memilih utuk fokus mengemudikan mobilnya saja. Ia mengikuti arah yang ditunjukkan oleh GPS-nya. Namun, setelah lama melaju.. ia menyadari kalau mereka seperti menuju keatas gunung.

29

Disamping jalan yang mereka lewati, hanya terlihat pohon lebat dan tak ada kendaraan ataupun orang lain yang terlihat disana. Soo Ah mulai kelelahan mengemudia, ia menjatuhkan kealanya diatas kemudia. Habaek memerhatikan sikapnya dan menawarkan diri untuk nyetirkan mobilnya.

“Kau memiliki lisensi mengemudi?” tanya Soo Ah

“Apa itu lisensi mengemudi?” tanya balik Habaek

30

Soo Ah memututskan untuk lanjut mengemudikan mobilnya sendiri saja. Namun semakin ia mengikuti arahan GPS, malah membuatnya semakin tersesat kedalam hutan. Mobilnya-pun akhirnya terhenti setelah ia kehabisan bensin.

Soo Ah turun dari mobilnya, ia mencoba untuk menelpon bantuan.. tapi sial, karena baterai ponselnya habis. Ia-pun mencoba untuk memijam ponsel pada habaek atau Soo Ri, namun sayang sekali karena mereka bahkan tidak mengetahui apa itu ponsel.

31

Tak ada cara lain, akhirnya Soo Ah memutuskan untuk berjalan turun mencari bantuan. Namun Habaek melarangnya, ia mengetahui kalau Soo Ah sangat kelelahan, ia-pun memintanya untuk beristirahat saja.. Karena masih ada Soo Ri yang bisa mencarikan bantuan untuk mereka.

“Tapi kakinya baru saja terluka..”

“Ah.. dia akan baik-baik saja..”

32

Soo Ah mengambil dompet, kemudian memberikan uang beserta jerigen kosong untuk dibawa oleh Soo Ri. Meskipu malas.. akhirnya Soo Ri menuruti perinta Habaek dan dengan terpaksa, ia berjalan menuruni pegunungan curam yang sangat sepi ini sendirian saja...

33

Habaek menyuruh Soo Ah untuk beristirahat didalam mobil.. Namun, Soo Ah tak bisa tertidur, karena ia melihat Habaek yang berdiam diri diluar sendirian. Ia-pun kembali turun dari mobil dan memanggilnya: “Chogiyooo!!! (translate = permisi), anda bisa menunggu didalam mobil saja..”

34

“Namaku Habaek, bukan chogiyo! Aku adalah dewa air yang akan menjadi kaisar alam para dewa! Dan aku adalah tuanmu!” tegasnya

Soo Ah tetap berusaha untuk berkomunikasi dengannya, “Chogiyoo,.. mengapa anda berfikira kalau anda adalah dewa air?”

“Pertanyaan macam apa itu? Lantas mengapa kau berpikir kalau kau itu manusia?”

35

Kemudian Habaek mulai memberikan ceramahnya tentang alam para dewa dan alam manusia. Ia mengatakan ini dan itu.. namun Soo Ah sama sekali tak tertarik untuk mendengarnya.

“Apakah kamu memiliki keluarga..” tanya Soo Ah

“Bisa iya.. bisa tidak. Hubungan diantara para dewa lebih rumit dibandingkan manusia..” jawab Habaek

Sebelumnya, Soo Ah pernah mengatakan padanya kalau ia sangat menginginkan uang. Lantas, Habaek bertanya lebih lanjut, mengapa Soo Ah mengingkan hal itu?

“Karena uang berarti kebahagiaan..” jawab Soo Ah

“Baiklah, suatu saat aku akan mengabulkan permintaanmu. Tapi bukan sekarang, karena aku sedang sibuk.. tapi jika uang membuatmu bahagia, berarti yang sebenarnya kau butuhkan adalah kebahagiaan..” papar Habaek

Soo Ah sejenak terdiam, “Tahu apa kau tentangku..” ucapnya ketus

36

Setelah lama menunggu, Soo Ri tak juga kembali.. akhirnya Soo Ah mengajak Habaek untuk berjalan turun menyusulnya. Sepanjang perjalanan, Soo Ah selalu memanggil Habaek dengan menyelipkan kata ‘Chogiyoo’ didepannya. Habaek merasa terganggu akan hal itu, ia-pun kembali menegaskan bahwa namanya adalah ‘HABAEK, dewai air yang akan menjadi kaisar alam para dewa!’

Soo Ah mengangguk mengerti, ia-pun mengajukan protesnya karena Habaek selalu memanggilnya, ‘pelayan’ padahal ia adalah Yoon Soo Ah.. Seorang dokter yang pada situasi seperti ini perlu menjadi pelindung untuk ‘pasien’-nya

37

Ditengah-tengah perdebatan mereka, Soo Ah merasakan ada yang aneh.. ia melihat kesekelilingnya dan melihat seekor babai liar berukuran besar tegah berada didekatnya. Segera, ia-pun mengajak Habaek untuk berlari kembali kemobil.

Ketika berlari, secara tak sengaja gantungan Soo Ah terjatuh. Ia ingin mengambilnya namun tidak sempat karena babi itu berlari kencang mengejar mereka.

38

Soo Ah mengajak Habaek untuk bersembunyi di bagasi mobil. Ia begitu ketakutan, hingga terus berteriak histeris sembari memeluk Habaek, ditambah lagi babi itu terus menabrak bagian belakang mobil hingga membuat goncangan yang sangat keras.

Beberapa saat kemudian, getaran itu berhenti. Soo ah bisa sedikit bernafas lega.. namun posisi ia berbaring tepat diatas tangannya Habaek, dan membuat situasi diantara mereka terasa agak kikuk. Ia-pun hendak berpindah, namun Habaek mengatakan kalau dirinya baik-baik saja dengan posisi yang seperti ini.

39

Soo Ah membuka bagasi untuk mengintip kondisi diluar.. namun, betaa mengejutkan, karena ternyata babi itu masih ada didekatnya, bahkan babi itu sempat melihatnya dan seakan-akan menunjukkan eskpresi tersenyum hingga membuat Soo Ah benar-benar ketakutan.

Ia-pun segera menutup kembali bagasinya dan memeluk Habaek dengan sangat erat.. Habaek sempat merasa kikuk, ia terdiam melihat Soo Ah yang sangat ketakutan. Ia-pun menutup matanya..

40

Dan beberapa saat kemudian, terdengar sebuah suara tembakan yang cukup keras. Setelah itu, Soo Ri tiba disana dan babi liar itu sudah menghilang. Soo Ri mengatakan kalau tadi dirinya tersesat, namun seorang pemburu menolongnya.. dan pemburu itu juga-lah yang mengejar babi liar tadi.

41

===============================================================

42

Dalam perjalanan pulang, Habaek secara sukarela memberikan bantuan untuk mengemudikan mobil. Ditengah perjalanan, Soo Ah menyadarikalau Habaek tak memiliki lisensi.. dan bahkan setelah ditanya, ini merupakan kali pertama Habaek mengendaarai mobil.

Segera, Soo Ah memintanya untuk membawa mobil kebahu jalan.. Namun, Habaek malah menginjak pedal gas dan memacu mobil dengan lebih kencang..

43

Beberapa saat kemudian, akhirnya Habaek menghentikan mobil.. Soo Ah segera turun dan berjalan kepinggir, karena sepertinya dia mau muntah.

44

Setelah itu, Soo Ah berbicara dengan Habaek.. ia mengucapkan terimakasih karena telah banyak membantunya hari ini. Namun, Habaek malah membahas tentang identitasnya sebagai seorang dewa dan kewajiban Soo Ah untuk mejadi pelayannya. Ia-pun meminta Soo Ah untuk membawa mereka kerumahnya..

Tentu saja, perkataan Habaek semakin membuat Soo Ah menganggapnya sebagai orang yang tidak waras.

“Kalau kau menolak permintaaku, maka kau akan menghadapi masalah!” tegas Habaek

“Aku tak peduli! Sebelumnya, kau memang berkata benar.. yang aku butuhkan adalah kebahagaiaan, karena sekarang aku sangat kelelahan! Maka dari itu, segera pergilah kalian dari hadapanku.. aku muak melihat kalian..” jawab Soo Ah yang kemudian berjalan pergi meninggalkannya

45

Habaek terdiam sejenak.. ia menatap Soo Ri, kemudian mengatakan kalau saat ini, sepertinya ia tak memiliki pilihan lain kecuali menggunakan strategi terakhirnya. Soo Ri memberikan sinyal ‘jangan’, namun Habaek tetap berjalan menyusul Soo Ah.

46

Habaek menghadang Soo Ah, “Bersyukurlah, karena saat ini aku akan meberkatimu.. supaya kamu bisa tersadar..” ucapnya yang kemudian mencium bibir Soo Ah---

=======================================================================
***EPILOG***

47

Pelukis yang ditinggalkan Habaek.. ia belum bisa menyelesaikan lukisannya karena ia belum melihat bagian mata Habaek dengan jelas. Terpaksa.. ia-pun tetap berdiri ditempat yang sama dalam waktu yang cukup lama.. ia tetap menunggu Habaek hingga kembali ketempat itu.

48

Padahal, Habaek sendiri tak menyuruhnya untuk berdiam disana. Ia malah baru mengetahuinya dari Soo Ri yang mengatakan hal ini kepadanya setelah ia berbicara panjang-lebar dengan imam besar..

=======================================================================
***NOTES***

Okey, setelah nonton episode perdana.. menurutku sendiri, ceritanya lumayan bagus. Aku memang seneng banget sama genre fantasy kayak begini. Enggak bikin terlalu banyak mikir, jadi bisa asyik ngikutin alur ceritanya aja.

Ratingnya juga bagus, diatas 3%. Padahal sebelumnya, episode terakhir CIRCLE aja sekitar 2,5 %. Setelah baca-baca review netizen Korea sana.. lagi-lagi, mereka nge-bash aktingnya Nam Joo Hyuk & Shin Se Kyung. Katanya datar-lah, canggung-lah, pokoknya banyak banget komentar negatif. Mana banyak banget yang bandingin drama ini sama GOBLIN.

Aduhhh, kalau akting mereka jelek banget, kenapa rating-nya bagus? Padahal kemaren yang akting-nya udah terjamin bagus kayak CIRCLE aja rating-nya stagnan. Aku udah ngikutin drama mereka dari dulu banget, dan mereka udah banyak perkembangannya kok. Setuju sih, kalo bandingannya sama Goblin-mah, akting Nam Joo Hyuk kalah jauh dari Gong Yoo. Yaiyalah, jam terbang mereka aja beda, yajelas gaakan bisa menunjukkan kualitas yang sama. Seenggaknya, Nam Joo Hyuk bisa menghidupkan karakter fiksinya sebagai Dewa Air yang menurutku enggak canggung kok, masih enak dilihat.

Terakhir, editing warnanya baguss bangettt.. jadi adem dilihatnya ❤ ❤ ❤



||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i  ( jangan lupa pakai@ )

atau klik gambar dibawah ini:

Tambah Teman

You Might Also Like

6 komentar

  1. makasih kakak sinopsisnya.. akhirnya nemu blog yang sinopsis drama ini..drama yg q tunggu..
    lanjut ya kak..fighting

    ReplyDelete
  2. Thx buat krja keras x buat sinopsis drama x.

    Lanjut y, aku tunggu. ;)

    ReplyDelete
  3. Ditunggu eps selanjutnya ya....semangat 😀

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤