SINOPSIS BRIDE OF THE WATER GOD Episode 1 [Bagian 1]

12:30

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : tvN =

00

Di pesisir pantai, dibawah indahnya langit petang dimana matahari hampir terbenam.. terlihat seorang gadis kecil yang tengah berjalan ditemani seorang biksu.

01

Gadis kecil itu.. sepertinya ia tidak bisa melihat, terbukti dari tongkat yang digunakannya untuk meraba-raba jalan dihadapannya. Dengan suaranya yang lembut, gadis itu bertanya kepada sang biksu: “Apakah yang sedang anda lihat sekarang? Apakah burung-burung sedang terbang? Mereka terbang diatas awan, namun kemana mereka akan pergi?”

“Aku yakin mereka akan pergi ke dunia diatas sana... bisakah kamu melihatnya?”

“Tidak.. aku tidak bisa melihat..”

“Bagaimana kalu aku membuatmu bisa melihatnya?”

“Tentu saja.. aku menginginkannya..”

02

Sang Biksu, kemudian menceritakan mengenai alam semesta yang terdiri dari dunia yang ditempati oleh manusia dan dunia lain yang ditempati oleh para dewa.

“.. dunia yang ditempati oleh para dewa, terdiri dari negara air, negara angin dan juga negara bumi. Mereka yang berasal dari alam para dewa, mengirimkan dewa utusannya ke dunia kita untuk menjaga lingkungan manusia..”

“.. Lantas, mereka tidak datang untuk melindungi umat manusia?..”

“.. Untuk apa? Lagipula, manusia memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri..”

03

Dikisahkan, bahwa masing-masing dewa dari negara air, negara angin dan juga negara bumi memang telah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin semenjak dilahirkan kedunia ini. Khusunyanya Dewa air, dia ditakdirkan untuk menjadi kaisar yang memimpin seluruh alam para dewa. Namun posisi itu tidak didapatkannya secara langsung, sebelumnya ia harus membuat segel kerajaan dari 3 batu  ‘dewa’ yang kini berada ditangan dewa yang melindungi dunia manusia.

“Bagaimana.. kalau ternyata dewa pelindung manusia tidak mau memberikan batu itu?” tanya sang gadis kecil

“..Hal seperti itu, hanya dilakukan oleh manusia..”

“..Tetap saja, terasa sangat aneh. Mengapa mereka menyimpan batu itu di dunia manusia?..”

04

=================================
BRIDE OF THE WATER GOD: EPISODE 01
=================================

[...TAHUN 2018 ...]

05

Seorang wanita yang mengenakan mantel berwarna merah, tengah berdiri sendirian sembari memegang setangkai bunga cantik berwarna putih bersih. Dihadapannya, terdapat pagar pembatas dengan tulisan: “.. akankah mungkin, ini ada hubungannya dengan orangtua seseorang..”

06

Ia melemparkan bunga tersebut ke air laut dibawahnya.. beberapa saat kemudian, kita-pun melihat tubuhnya yang sudah tenggelam jatuh ke dasar lautan tanpa ada tanda-tana ia akan menyelamatkan diri. Seakan-akan, ia memang menginginkan hal ini terjadi kepadanya..

[... SATU TAHUN YANG LALU ...]

07

Di negara air, terlihat seorang pria yang dipanggil sebagai imam besar tengah mencelupkan tangannya kedalam sebuah kuali yang dipenuhi oleh air berwarna merah: “Akhirnya, setelah menunggu selama 3200 tahun.. tiba saat dimana alam para dewa akan menyambut kaisar mereka yang baru... Dimana Dewa Habaek?” tanyanya

08

Berpindah ke halaman istana, disana terlihat seseorang yang tengah sibuk melukis sosok Dewa Habaek (Nam Joo Hyuk) yang tengah duduk, tertidur di singgasana. Lukisannya hampir selesai, ia tinggal melukis bagian mata.. Namun ia megalami kesulitan karena Dewa Habaek tengah tertidur dan tidak boleh dibangunkan.

09

Datanglah seorang pelayan, ia terpaksa membangunkan Dewa Habaek karena imam besar ingin bertemu dengannya. Meskipun merasa terganggu, Habaek-pun bangkit meninggalkan singgasananya.. ia berjalan pergi, menghiraukan pelukis yang memohon untuk melihat matanya sekali saja agar ia bisa menyelesaikan lukisannya.

10

Imam besar, menceritakan kemunculan air berwarna merah yang memberi tanda, bahwa ini merupakan saatnya untuk Kaisar yang baru mempersiapkan dirinya. Baginda Raja sekali-pun ikut senang karena kemunculan air merah ini. Kemudian, imam besar memberikannya sebuah peta yang menggambarkan tempat lokasi batu ‘dewa’ tersimpan.

Sebagai informasi tambahan, ia-pun memberitahu nama beberapa Dewa yang menjadi penjaga di muka bumi: Moo Ra yang merupakan dewi dari negara air, kemudian Joo Dong yang merupakan dewa dari negara bumi.

“Lantas.. siapakah dewa dari negara langit?” tanya Habaek

“Dewa Bi-Ryeom..” jawabnya pelan

11

Imam besar mengingatkan, bahwa Habaek harus membawa pulang ketiga batu ‘dewa’ tersebut sebelum dewa lain melakukannya. Waktu mereka terbatas, karena mereka perlu melakukan ritual penobatan menggunakan aliran air merah yang ke-7.

“Baiklah.. aku akan menyelesaikan ini semua secepatnya..”

“Anda harus melewati perjalanan yang sangat jauh, lagipula anda masih memiliki waktu yang sangat panjang sampai aliran air merah yang ke-7 itu tiba. Jadi, nikmatilah waktu anda selama berada di dunia manusia..”

“Aku tak tertarik dengan hal seperti itu.. lagipula, untuk apa ritual kuno seperti ini terus dilakukan? Kelak, setelah aku menjadi raja, hal pertama yang kulakukan adalah menghilangkan tradisi seperti ini!”

“Ya.. lakukanlah ketika anda berhasil menjadi Raja..”

“Baru saja, kau berkata seakan-akan aku tidak akan berhasil menduduki posisi raja yang berikutnya?”

“..Hmmm.. tentu saja tidak seperti itu yang mulia. Semenjak dilahirkan, anda telah ditakdirkan untuk menjadi seorang raja, meskipun anda tidak tidak belajar atau tidak melakukan hal apapun, anda tetap akan menduduki posisi itu.. terkecuali, takdir anda berbelok..”

12

Habaek tak mempermasalahkan hal itu, satu hal yang membuatnya penasaran ialah hubungan diantara alam para dewa dan alam para manusia. Dirinya akan menjadi pemimpin alam dewa, namun mengapa ia harus mengambil batu ‘dewa’ dari dunia manusia?

“Karena anda penasaran akan hal itu.. maka sepertinya anda harus berada didunia manusia lebih lama, untuk anda bisa mencaritahu jawabannya sendiri..”

13

Terakhir, Imam Besar menunjukkan sebuah jimat yang tersimpan didalam air suci. Jimat itu merupakan benda yang bisa menghubungkan Habaek dengan manusia dari keluarga yang sudah turun-temurun mengabdikan diri kepada dewa air. Sebagai informasi tambahan, Imam Besar memberitahu bahwa manusia itu merupakan seorang wanita.

Habaek tak mempedulikannya, ia mengatakan kalau dirinya tak membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelesaikan tugasnya tersebut. Namun tetap saja, Imam Besar memberikan jimat itu kepadanya.. ia-pun memberikan nasihat supaya Habaek tidak meninggalkan jimat itu di sembarangan tempat, karena ia tak akan tahu kapan ia membutuhkannya.

14

Habaek berjalan menuju halaman istana, ia ditemani oleh pelayannya yang bernama Nam Soo-Ri.

“Negara langit sangat ceroboh.. mengapa mereka mengirim Bi Ryeom sebagai pelindung di bumi. Tak mungkin dia bisa menjalankan tugasnya dengan baik..”

“Tuan, mengapa anda sangat membenci dewa Bi Ryeom. Bukankah dulu kalian berteman baik?”

“Dia tak punya sopan-santun dan juga dia bukanlah orang yang bisa dipercaya!”

“Tuan.. sebelum anda turun ke bumi, alangkah baiknya jika anda mempelajari beberapa hal terlebih dahulu...”

“Untuk apa? Lagipula aku akan membawamu pergi bersamaku. Bukankah sebelumnya kau pernah trun ke bumi?”

“Iya.. namun saya kira ada beberapa hal yang akan membuat anda terkejut ketika berada disana..”

“Aku tak peduli, pokoknya siapkan pakaian yang digunakan oleh manusia untukku. Dan juga, siapkan hadiah untuk Moo Ra..”

===========================================================
15

Berpindah ke dunia manusia..

Dalam sebuah ruangan di klinik psikiatrik, terlihat seorang psikiater yang tengah mendengarkan keluhan kliennya. Sebelumnya, perkenalkan psikiater itu bernama Yoon Soo Ah (Shin Se Kyung). Ia merupakan wanita yang mengenakan mantel merah yang sebelumnya kita lihat di awal episode.

16

Kliennya yang bernama Ma Bong Yeol itu, tengah mengalami gangguan delusi yang cukup parah. Dalam istilah medih, gangguan ini sering disebut sebagai waham. Ia menganggap dirinya sebagai seseorang yang mendapat pesan dari makhluk luar angkasa.

Bahkan, beberapa kali ia mengatakan sesuatu menggunakan bahasa aneh yang tak akan dimengerti oleh siapapun. Untunglah, Soo Ah telah menulis beberapa kalimat yang sering digunakan oleh Bong Yeol, hingga sesekali ia bisa mengartikannya.

17

Namun, disaat Soo Ah tak bisa mengerti pekataan Bong Yeol atau ketika Soo Ah tak sengaja menyebutnya ‘pasien’.. maka Bong Yeol langsung berteriak histeris dan hampir melakukan tindak kekerasan padanya. Dengan suara yang tinggi, ia mengatakan tak ada yang memercayainya didunia ini.

18

Soo Ah segera menekan tombol darurat, dan tidak lama kemudian tibalah seorang perawat yang berhasil membawa keluar Bong Yeol, karena ia bisa memahami bahasa ‘aneh’-nya.

19

Perawat itu bernama Yoo Sang Yoo, ia menceritakan bahwa dirinya telah melakukan sedikit penelitian hingga bisa memahami bahasa yang sering digunakakkan oleh Bong Yeol. Soo Ah tak peduli akan hal itu, yang jelas ia memutuskan untuk berhenti menerima konsultasi dari bong Yeol. Selama satu tahun kebelakang, ia telah berusaha dengan sagat keras.. namun tetap saja, tak ada perubahan yang signifikan.

“Anda tidak bisa menyerah seperti ini..”

“Lantas, haruskah aku melanjutkan treatment untuknya hanya untuk menjaga harga diriku?”

20

Sang Yoo memberikan beberapa surat tagihan pinjaman dari Bank, : “Mereka tidak bisa memperpanjang jangka waktu pembayarannya dan mereka meminta kau untuk datang ke bank besok”

“Mengapa?”

“Akhir-akhir ini pendapan klinik psikiatrik menurun drastis, dan kau tak pernah membayar tagihanmu tepat waktu..”

“Maksud mereka, aku harus menutuk klinik ini?”

“Yah.. kurasa seperti itu..’

Sang Yoo melihat wajah Soo Ah yang sangat muram, ia-pun mengajaknya untuk minum bersama.

“Untuk apa aku minum dengamu, ‘huh!”

21

Berpinda ke sebuah kedai.. kita melihat Soo Ah yang akhirnya menyetujui ajakan Sang Yoo. Lagi-lagi secarik surat ia dapatkan.. namun kali ini, suratnya berisi tagihan pajak tanah. Setelah melihatnya, Soo Ah langsung menggerutu kesal: “Kenapa mereka mewarisiku tanah yang tak berguna seperti ini!?”

Sekarang, kondisinya sangat sulit.. ia tak memiliki uang dan justru hanya memiliki hutan dimana-mana. Lantas ia-pun bertanya, mengapa Sang Yoo tetap igin bekerja dengannya?

“Kau tahu.. kalau aku harus membayar hutangku. Bagaimanaun juga, kau adalah---”

“Cukup, aku tak ingin mendengarnya.”

22

Sang Yoo mengalihkan pembicaraan, ia menyinggung impian Soo Ah yang ingin pergi jauh meninggalkan Korea: “Apakah kau masih menginginkannya?”

Dengan semangat, Soo Ah mengiyakannya.. Lebih jelas lagi, ia mengatakan kalau dirinya ingin pindah ke sebuah pula bernama ‘Vanuatu’

“Untuk apa.. akan lebih baik, jika kau mencari pria kaya raya yang bersedia melunasi semua hutang-hutangmu. Sehingga kau bisa tetap tinggal di Korea”

“Tidak.. aku benci tinggal di Korea!”

Sang yoo melempar candaan, ia bertanya: “Bukankah pira-pria Korea yang membencimu?!”

“Hey-aaa!!! Aku bahkan pernah menerima cincin berlian dari seorang pria keturunan konglomerat!”

23

Scene langsung beralih kesebuah taman.. meskipun hari sudap gelap, Soo Ah sibuk menggali tanah hingga akhirnya ia menemukan sebuah cincin berlian, “Ketemu juga! Karena benda ini masih berada disini, berarti ini menjadi miliki sungguhan, ‘kan!?”

Entah siapa yang dimaksunya, namun Soo Ah menyebut nama ‘An Bin’: “Nama yang kenakan-kanakan..” ujarnya

24

Soo Ah duduk di bangku taman, ia kemudian menarun cincinnya di dalam saku jas dokter yang hendak dicuci olehnya karena terkena air teh yang disiramkan oleh Bong Yeol tadi. Setelah itu, ia melihat sebuah peta yang terselip didalam balpoinnya. Disana tertulis dengan sangat jelas, nama ‘Vanuatu’ sebagai sebuah tempat yang menjadi impian destinasi Soo Ah selama ini.

25

Soo Ah melihat langit malam diatasnya, ia menggerutu kesal karena malam ini sama sekali tidak ada bintang. Namun beberapa setik kemudian, muncullah sebuah bintang jatuh yang melesat dengan sangat cepat. Segera, ia-pun mengucapkan harapannya: “Kumohon berikan aku banyak uang...”

26

Tiba-tiba, terdengar suara hantaman.. dan kita melihat Soo Ah yang hampir terjatuh ketanah. Namun, seorang pria berhasil mencegahnya. Sejenak, ia memegangi kepala Soo Ah, kemudian beberapa kali ia memanggilnya “..hey.. wanita.. ”

Karena Soo Ah tak memberikan respon, akhirnya pria itu melepaskan pegangannya. Sesaat kemudian, kita melihat wajah pria itu dan dia adalah Dewa Habaek. Ia turun ke bumi, tanpa mengenakan sehelai pakaian apapun.

Ia hendak berjalan pergi, namun ia melihat jas milik Soo Ah. Ia-pun mengambilnya dan mengatakan hanya meminjamnya saja, dan nanti akan memberikan Soo Ah imbalan yang sangat banyak.

28

Setelah beberapa langkah pergi, ia kembali menengok kebelakang dan melihat Soo Ah yang masih belum sadarkan diri. Segera, ia-pun menghampirinya, kemudian memukul dahi Soo Ah menggunakan ketiga jarinya hingga meninggalkan bekas.

29

Perlahan Soo Ah mulai terbangun.. dan Habaek-pun pergi meninggalkannya. Setelah sadar, Soo Ah bangkit.. ia melihat tasnya, dan sangat terkejut karena jas-nya telah menghilang: “..maling!!!!’ teriaknya

Habaek mendengarnya, ia sejenak terdiam kemudian mengatakan kalau dirinya tidak mencuri dan hanya meminjamnya saja..

30

Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya muncullah Soo Ri. Ia mengenakan setelah jas rapi, yang sebenarnya merupakan pakaian milik Habaek. Saat itu juga, Habaek menyuruhnya untuk bertukar pakaian dengannya.

31

Soo Ri yang sebelumnya pernah turun ke bumi, ia merasa kebingungan karena menurutnya tempat ini telah banyak berubah. Ia bertanya-tanya, apakah mungkin gerbang perbatasannya telah berpindah tempat?

Habaek mengatakan bahwa gerbangnya tidak akan berpindah... kalau terjadi sesuatu yang dirasa aneh, mungkin dikarenakan ada kesalahan diperjalanan mereka menuju ke tempat ini. Habaek-pun menyadari sesuatu.. peta yang menunjukkan lokasi batu ‘dewa’ telah hilang dari genggamannya. Ia berusaha mengingat dimana benda itu, namun ia malah merasakan sesuatu yang aneh.. serasa ada sesuatu yang hilang dari tubuhnya..

32

“Gunakan saja, kekuatan anda untuk menemukannya..” ujar Soo Ri

Habaek menutup matanya, ia berkonsentrasi penuh berusaha untuk menggunkan kekuatannya. Namun, setelah beberapa kali mencoba.. tak ada hal apapun yang terjadi karenanya. Mereka-pun merasa kebingungan dan tak tahu harus melakukan apa dalam situasi seperti ini. Kemudian, Habaek meminta Soo Ri untuk membawanya kembali ke dunia Air.

Namun Soo Ri tak bisa melakukannya, ia mengatakan bahwa Dewa hanya bisa kembali ketempat asalanya setelah ia menyelesaikan tuganya di bumi.

33

“Saat ini, kita sangat membutuhkan bantuan dari mereka (manusia yang mengabdikan dirinya untuk melayai dewa air)” ujar Soo Ri

Habaek mencari-cari jimat di setiap saku pakainnya. Namun sial, karena benda itu tak ada bersamanya. Makin-lah mereka kebingungan harus berbuat apa selanjutnya.. Untuk sekarang, Soo Ri harus pergi duu untuk mencari pakaian yang nyaman untuk dikenakannya. Sementara itu, ia meminta Habaek untuk diam menunggunya ditempat ini dan tidak ergi kemanapun.

34

Kebetulan, karena saat ini Habaek tengah berdiri didekat kolam air mancur. Ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri, kalau kekuatannya ini hilang hanya untuk sementara waktu saja. Sama hal-nya ketika ia pergi ke negara langit dulu.

35

Soo Ah berjalan sembari menelpon Sang Yoo.. Ia menceritakan cincin berliannya yang hilang. Namun, Sang Yoo sama sekali tak memercayainya dan malah menyebutnya tengah berhalusinasi saja.

36

Langkahnya terhenti didepan kolam air mancur, dimana disebrangnya tepat berdiri Habaek yang masih saja berusaha keras untuk memunculkan kekuatannyya lagi: “Aku, adalah Habaek..” beberapa kali ia mengatakan hal itu, hingga tiba-tiba air mancur yang berada dihadapannya menyemburkan air.

37

“Wuah.. aku terkejut..” gumam Soo Ah

Tak lama kemudian, terlihat pria penjaga keamanan yang melewati kolam. Lewat walkie-talkie, ia melaporkan bahwa air mancurnya sudah berfungsi dengan baik. Teryata, pihak setempat tengah melakukan perbaikan air mancur yang berarti air itu bukan keluar dikarenakan kekuatannya Habaek.

38

Setelah air mancurnya berehenti, Habaek melihat Soo Ah. Sejenak mereka saling pandang.. hingga kemudian, Habaek mulai berjalan kearah Soo Ah. Dari jauh, langkahnya kelihatan sangat keren, dari caranya berjalan hingga jas yang dikenakannya.. semua itu membuatnya terlihat seperti pria kaya-raya.

“Dia berjalan ke arahkua? Apakah aku mengenalnya?” gumam Soo Ah

39

Soo Ah merasa kalau ia tak mengenal pria itu, ia-pun melangkah pergi meninggalkannya. Namun, Habaek berteriak memanggilnya: “Aku tidak mencuri, aku hanya meninjamnya saja..” ungkap Habaek

Tentu saja, Soo Ah tak memahami maksud perkataan Habaek. Ia-pun bertanya, apakah mereka ini saling mengenal?

“Jika kau memberitahuku nama dan alamatmu, maka Soo Ri akan memeerikan imbalan untukmu. Apa yang kau inginkan?” tanya Habaek

Sejenak Soo Ah terdiam, ia menduga kalau Habaek ini mengalami gangguan jiwa. Ia-pun menyuruh Habaek untuk segera pulang, karena mengira kalau keluarganya pasti tengah mencari-carinya.

Habaek terus bertanya apa yang diinginkan oleh Soo Ah. Akhirnya, Soo Ah-pun mengikuti alur pembicaraan Habaek dan menjawab kalau dirinya membutuhkan ‘uang’. Habaek terdiam, ia malah bertanya balik ‘uang itu apa?’

40

Tibalah Sang Yoo, ia melihat bekas cap 3 jari di dahi Soo Ah. Ia khawatir dan bertanya apakah pria itu (Habaek) yang melakukannya? Soo Ah yang belum mengingat apapun, tentu saja menjawab bukan. Ia kemudian mengajak Sang Yoo untuk pergi saja dari tempat ini, tak lupa ia-pun kembali mengingatkan Haebaek untuk segera pulang kerumahnya.

Habaek tak membiarkannya pergi begitu saja... ia merasa dirinya tidak dihargai, ia-pun berteriak menegaskan bahwa dirinya adalah Habaek, yang merupakan dewa air calon kaisar alam para dewa yang berikutnya.

41

Baik Soo Ah maupun Sang Yoo mereka saing berbisik, mengatakan bahwa pria itu tengah berhalusinasi. Sang Yoo memebrikan kartu namanya kepada Habaek, ia-pun menyuruhnya untuk datang ke klinik mereka saja jika membutuhkan perawatan.

42

Soo Ah melaporkan kehilangan cincin berliannya ke kantor polisi terdekat. Namun, hingga saat ini Sang Yoo masih belum memercayainya. Ia tetap mengira bahwa Soo Ah, hanya berhalusinasi saja. Lagipula, jika memang telah datang seorang pencuri.. mengapa hanya jas kotor Soo Ah saja yang diambil? Sementara dompetnya masih utuh tak disentuh sama sekali..

Melihat Soo Ah yang sangat kesal, Sang Yoo menawarkannya minum air dingin. Namun beberapa saat kemudian, ia menarik lagi perkataannya karena menyadari kalau Soo Ah tidak suka air dingin...

43

Soo Ri akhirya kembali ketampat Habaek berada. Kini ia telah mengenakan pakaian yang lebih nyaman untuk dikenakannya. Ia-pun mengatakan bahwa dirinya telah mennemukan tempat tinggal yang nyaman untuk mereka tempati malam ini. Terlebih lagi tempat itu berada dekat dengan air..

44

Setelah didatangi, ternyata tempat yang dimaksud ialah sebuah tenda kecil dari balon. Soo Ri meniupnya sendirian, hingga ia tadi menghilang cukup lama.

Kemudian, Habaek menunjukkan kartu nama yang didapatkannya dari Sang Yoo. Soo Ri membacakan isi kartu tersebut karena ternyata.. Habaek belum banyak memahami bahasa dan tulisan manusia.

45

Habaek duduk didalam tenda ‘mungil’-nya, Soo Ri memintanya untuk segera beristirahat sementara dirinya akan terjaga semalaman ini untuk melindunginya.

Didunia ini, semua bisa dilakukan jika kita memiliki banyak uang..” ujar Soo Ri yang membuat Habaek jadi teringat akan perkataan Soo Ah kepadanya tadi...


SINOPSIS >>> Episode 1 Bagian 2


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i  ( jangan lupa pakai@ )

atau klik gambar dibawah ini:

Tambah Teman

You Might Also Like

2 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤