MY ONLY LOVE SONG Episode 19

11:04

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : NETFLIX =

image

“Aku berjanji untuk mengubah SEJARAH!” begitulah ikrar yang diucapkan On-dal dihadapan Soo-jung. Dan hingga saat itu terjadi, yaitu ketika ia berhasil kembali dari medan peran dengan memabwa kemenangan, maka ia meminta Soo-jung untuk tidak pergi kemanapun dan tetap menunggunya disini.


image

Sebelum melepas kepergian On-dal, Baginda Raja memberikan pedang dengan ukiran bulan sabit, peninggalan ayahnya On-dal yang memang sedari dulu telah diciptakan untuk On-dal seorang. Dan baru hari inilah, pedang itu berada ditangan On-dal..

image

Dengan semangat, Sam-yong berlari dan masuk kedalam Boong-boong. Kali ini, tak perlu disentuh oleh On-dal ataupun Soo-jung, mesin Boong-boong bisa hidup dengan sendirinya. GPS bahkan menyebutkan bahwa destinasi mereka yang berikutnya telah ditentukan.. dan yang mengejutkan destinasi yang dimaksud adalah Lokasi Syuting, tempat mereka berasal.

“Apakah anda akan pergi sekarang?” tanya GPS

“Iya tentu saja!” jawab Sam-yong dengan semangat. Akan tetapi, beberapa saat kemudian, ia menarik kembali perkataan, karena sadar bahwa ia harus pergi bersama dengan Soo-jung.

image

Soo-jung mengejar On-dal dan memintanya untuk tidak pergi. On-dal menghentikan langkahnya sejenak, hanya untuk mengajatan “Aku mencintaimu.. ”

“Dasar.. On-dal bodoh! Aku juga mencintaimu.. ” ucap Soo-jung sembari menyandarkan kepalanya di punggung On-dal

image

On-dal sama-sekali tak mau berbalik melihat wajah Soo-jung ia hanya mengatakan: “Aku tak akan mengucap selamat-tinggal, karena kita pasti akan bertemu kembali..”, kemudian berjalan pergi meninggalkan Soo-jung yang hanya bisa menangis sembari menggenggam erat kalung pemberian On-dal.

EPISODE 19
[ ARRIVED AT YOUR FINAL DESTINATION ]

image

Semua permasalahan ini bermula dari ide piciknya Ko Il-young. Sebenarnya, ini hanyalah jebakan yang ia buat khusus untuk membunuh On-dal. Dia memang mengirim surat itu ke negara Qin, tetapi dia sendiri yang telah bernegosiasi dengan pihak sana.

Akar permasalahan ini adalah issu pernikahan Putri Pyeong-gang dengan On-dal yang merupakan keturunan bangsawan negara Gang-guk. Negara Qin memang mengirim pasukannya di medan perang, akan tetapi semuanya akan mereka akhiri ketika On-dal telah dinyatakan meninggal. Karena ketika On-dal meninggal berarti Negara Gang-guk tak mempunyai hubungan apapun dengan Joseon.

image

Bahkan untuk melancarkan aksinya itu, Ko- Il-young telah mengurus pasukannya untuk menyerang On-dal: “Bukankah ini taktik yang sangat bagus? On-dal berjalan sendiri menuju kuburannya.. dan aku berjanji untuk memotong tubuhnya menjadi 34 bagian!”

image

Untunglah, dari luar ada Moo-myung yang sedari-tadi berdiri dan menguping semua pembicaraan Ko Il-young..

image

Pyeong-gang beserta Soo-jung, sama-sama dibuat merana karena ditinggal kekasih tercinta.. meraka saling menguatkan satu sama lain, mengatakan kalau On-dal dan Moo-myung pasti akan kembali lagi kesini.

“Mengobrol seperti ini, membuat kita erlihat seperi sepasang kakak-adik..” ucap Soo-jung

“Kalau begitu kamu yang menajadi kakaknya..” ujar Pyeong-gang

“Apaan.. aku ini masih sangat muda..” keluh Soo-jung

“Memangnya, berapa usiamu?” tanya Pyeong-gang

“Dua.. puluh.. enam..” jawab Soo-jung

“Hihihihihi... aku barus berusia delapan belas tahun..” tukas Pyeong-gang

image

“Kamu menyukai pria yang lebi muda yaa?” tanya Pyeong-gang

“Hah? Tidak aku tidak suka pria ‘brondong’..” jawab Soo-jung

“Tapi On-dal lebih muda darimu.. Usianya baru dua puluh empat tahun..” ungkap Pyeong-gang

“Dia? 24 Tahun? Wahhh.. berani-beraninya dia berbicara banmal kepadaku! Lihat saja, kalau dia kembali dia harus bersikap sopan kepadaku!” tukas So-jung

image

“Kalaupun On-dal bisa kembali hidup-hidup, dia pasti akan mati ditangannmu..” ucap Pyeong-gang yang secara tidak sengaja malan membuat Soo-jung bersedih.

“.. kalau dia kembali hidup-hidup..” gumam Soo-jung

Pyeong-gang segera meluruskan perkataannya barusan, ia-pun menguatkan Soo-jung dengan mengatakan bahwasanya On-dal pasti akan kembali dalam kondisi selamat!

image

Tiba-tiba datanglah Sam-yong.. dengan sangat bersemangat ia menceritakan kemunculan Boong-boong dan lansgung mengajak mereka keluar untuk melihatnya sendiri.

image

Pyeong-gang sangat senang, ia mengira bahwasanya Boong-boong datang untuk menjemputnya. Akan tetapi Sam-yong berbisik kepada Soo-jung, mengatakan bahwa Boong-boong datang untuk menjemput mereka. Terbukti, dari destinasi berikutnya yang menunjukkan lokasi tempat syuting.

Lagi-lagi GPS bertanya, apakah mereka akan pergi sekarang? Pyeong-gang menjawab tidak bisa, karena On-dal dan Moo-myung belum kembali kesini..

image

Tak sengaja, Pyeong-gang menemukan secarik post-it yang tertempel dibagian depan mobil. Ternyata, itu berisi pesan yang dituliskan oleh CEO untuk Sam-yong dan Soo-jung:

image
“Untuk Soo-jung yang lebih berharga dibanding emas, aku telah mengganti ban mobil supaya kamu bisa mengemudi dengan nyaman meskipun melewati jalanan yang bebatuan. Dan Sam-yong, meskipun peampilanmu seperti itu aku tahu kalau kamu sangat menjaga kebersihan.. makanya aku mengganti mesin mobil dan juga membersihkannya. Karena Soo-jung selalu menyebt dirinya secantik bunga cosmos, maka aku telah menyemrotkan pengharum aroma bunga didalam mobil ini. Kumohon pulanglah kembali menggunakan mobil ini, karena aku akan menunggu kalian sampai kapanpun..”
image

Pyeong-gang bertanya siapa itu CEO? Ketika Sam-yong hendak menjawabnya datanglah Raja Pyeong-won beserta bebrapa pengawalnya. Sam-yong baru menyadari bahwa wajah Raja mirip dengan CEO: “Mereka sama-sama menyeramkan, tapi yang ini lebih horror..” gumamnya

image

Putri Pyeong-gang diseret masuk, dan Raja memerintahkan pengawalnya untuk membakar Boong-boong. Sam-yong lasngung panik dan mengatakan, bahwa satu-satunya cara untuk mereka bisa pulang, ialah dengan mengendarai Boong-boong.

“Jadi kalian akan segera pulang?” tanya Baginda Raja

Sam-yong mengatakan ‘iya’, kemudian melirik kearah Soo-jung dan bertanya: “Noona.. kamu juga akan pulang bersama denganku, ‘kan?”

image

Soo-jung hanya terdiam... ia teringat kembali permintaan On-dal kepadanya. Kemudian dengan yakin, ia mengtakan kalau dirinya takan pulang bersama dengan Sam-yong.

Sam-yong kecewa mendengarnya, terlebih setelah mereka tahu bahwa CEO telah menunggu mereka dan mana-mungkin ia pulang sendirian saja tanpa Soo-jung. Bagaimanapun juga, keberadaaan mereka ditempat ini telah menimbulkan begitu banyak masalah, dan disini bukanlah tempat seharusnya mereka berada.

image

“Bailklah.. aku akan memberi kalian waktu 1 hari untuk membuat keputusan. Jika kalian tetap menolak pergi, maka kalian harus mati.” Ujar Baginda Raja yang lanjut mengatakan bahwa dirinya telah berjanji kepada On-dal untuk membiarkan Soo-jung yang berarti orang yang akan dibunuh hanyalah Sam-yong.

Soo-jung menolak, ia mengatakan kalaupun ada yang harus mati biarlah dirinya saja. Akan tetapi, Raja tak mau memberikan toleransi apapun, ia tetap kukuh pada keputusannya tersebut.

image

Di medan perang, On-dal dihadang oleh prajurit yang dikirm oleh Ko Il-yong. Disaat itulah, On-dal baru menyadari bahwa semua ini hanyalah jebakan untuknya. Namun apa boleh buat, musuh sudah didepan mata.. jadi tak mungkin untuknya berbalik pergi. Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan, ia berjuang melawan mereka semua..

image

Ketika pasukan On-dal telah habis, dan tubuh On-dal semakin lemah.. Muncullah Moo-myung yang langsung membantunya untuk melawan musuh mereka..

image

Ko Il-yong tengah tertawa bahagia di kamarnya.. ia memerhatikan pedang kesayangannya, hingga masuklah pengawal setianya yang memberi kabar bahwasanya sebagian besar prajurit mereka telah berhasil dikalahkan oleh On-dal.

Il-young memang kesal, tetapi dia masih punya strategi yang lain. Ia mengetahui bahwa Mo-myung masih hidup, dan ia akan memanfaatkan hal ini untuk melancarkan rencananya. Ia akan menancapkan sabit milik Moo-myung diseluruh mayat prajuritnya termasuk mayat On-dal. Ia akan menyebar fakta, bawa Moo-myung menyukai Putri Pyeong-gang, yang membuatnya melakukan pemberontakan. Denga itu, Raja akan dituduh sebagai orang yang telah melindungi seorang pemberontak.. yang mengakibatkan ia diturunkan dari tahtanya.

Ketika tahta kosong, maka satu-satunya kandidat untuk mengisi kekosongan itu.. ialah dirinya sendiri , Ko Il-young ....

image

Datanglah adiknya Ko Il-young, ia menemui kakaknya hanya untuk memberikan sebuah sarung tangan dengan bordir bunga yang ia buat dengan tangannya sendiri. Kelihatannya, ia sangat menyangi kakaknya, begitupun sebaliknya.

Ia bertanya mengenai sosok Byun Sam-yong yang sebelumnya ia kira sebagai bangsawan yang merupakan teman dari Ko Il-young. Akan tetapi, Il-young sama sekali tak mengenalnya ia baru mengingat siapa itu Sam-young setelah diberitahu oleh pengawalnya.

Il-young meminta adiknya itu utnuk tidak memikirkan pria manapun, karena setelah menjadi keluarga keraajaan, ia akan mencarikannya jodoh dari keluarga terpandang.adiknya tak berkomentar apapun kemudian pamit pergi..

image

Ketika berjalan keluar, ia terlihat sedih. Karena ternyata, sebelumnya ia telah menguping semua rencana kakaknya. Baginya, meskipun Il-young sangat menyayangi keluarganya, bukan berarti ia bisa menghalalkan segala cara untuk melakukan pemberontakan seperti itu.

image

Soo-jung, Sam-yong dan Pyeong-gang tengah berdiskusi membicarakan keputusan yang harus mereka ambil esok hari. Pyeong-gang hendak memhon kepada ayahnay utnuk membiarkan mereka tetap hidup, tetapi Soo-jung ingin supaya Sam-yong saja yang pulang dan biarlah dirinya yang teap tinggal disini.

“Noona.. bagaimana kalau On-dal tidak akan kembali? Apa kau bersidia untuk tinggal ditempat ini sendirian?” tanya Sam-yong

“On-dal memintaku untuk menunggu. Dan selagi aku tetap menunggunya, aku yakin dia pasti akan kembali..” jawab Soo-jung

Tiba-tiba, dayang memberitahukan bahwa adiknya Ko Il-young datang dan ingin bertemu dengan Putri. Mendengar itu, Sam-yong jadi panik.. ia segera pergi berssembunyi didekat kasur (tetep aja kelihatan)

image

Adik perempuan Ko Il-yong itu bernama Ko Yi-yeon. Wajahnya yang sangat mirip dengan Gwang-nyeon, berhasil membuat Pyeong-gang beserta Soo-jung dibuat heran melihatnya. YI-yeon melihat Sam-yong dan ia kemudian bertanya lansgung mengapa Sam-yong berbohong kepadanya?

Sam-yong dengan gugup mengatkan kalau dirinya tak pernah memiliki niat untuk berbohong, kebetulan saja namanya seperti nama orang keturunan bangsawan..

image

Soo-jung lansgung memarahi Sam-yong, ia tak habis fikir dengan tinkha Sam-yong yang menipu orang lain. Soo-jung hendak memukulnya, akan tetapi Yi-yeon melarangnya, ia mengatakan kalaupun ada orang yang berhak memukul Sam-yong, ialah dirinya sendiri.

image

“Kamu datang kesini hanya untuk menemui Sam-yong?” tanya Soo-jung

“Aku khawatir..” ucap Yi-yeon

“Mengkhawatirkanku?” tanya Sam-yong

“Aku mendengar, Jendral On-dal dan Moo-myung, sebentar lagi akan meninggal..” jawab i-yeon yang seketika membuat semuanya terkejut sekaligus cemas.

image

Pengawal setia Ko Il-young, pada akhirnya menghadap Raja secara lasngung untuk menceritakan rencana Il-young, meskipun telah lama bekerja dengannya, tetpi dia tak bisa membiarkan Il-young menyusun rencana pemberontakan seperti ini..

image

Disaat yang bersamaan, Pyeong-gang berlari memasuki altar. Ia berlutut dihadapan Raja, memohon agar On-dal dan Moo-myung diselamatkan. Raja mengaskan kalau ia pasti akan menyelamatkan mereka berdua, bagaimanapun caranya..

“Hfftt.. mengapa semuanya berakhir seperti ini? Aku hanya ingin membuatku bahagia, namun nyatanya sekarang kamu malah tidak bahagia sedikitpun..” keluh Raja

image

Di medan perang, On-dal dan Moo-myung telah berhasil mengalahkan seluruh prajurit kiriman Il-young. Akan tetapi, muncullah Il-young yang langsung melempar sabit kearah On-dal.

image

Moo-myung bergerak cepat, menutupi On-dal hingga sabit itu berakhir tepat menusuk didadanya. On-dal kaget, Moo-myung terjatuh tepat dipangkuannya..

“Putri Pyeong-gang..” itulah kata yang pertama kali terucap dari bibir Moo-myung yang membuat On-dal begitu terpukul dan meminta Moo-myung untuk mengatakan kalimat itu secara lansgung dihadapan Putri.

image

Di waktu yang bersamaan, Pyeong-gang terbangun dari tidurnya.. ia teringat Moo-myung.. dan tiba-tiba, dadanya terasa begitu sesak...

image

On-dal murka, ia sangat marah atas tindakan Ko Il-young. Sekarang, tinggal mereka berdua yang masih berdiri tegap ditempat ini...

“Kau akan mati ditanganku hari ini!” tegas On-dal

“Tidak.. karena kau-lah yang akan mati ditanganku!” ujar Il-young

image

Mereka mengunuh pedangnya masing-masing, kemudian berlari kearah satu sama lain...

image

Soo-jung duduk didalam Boong-boong, dia membaca buku sejarah yang isinya masih sama belum ada perubahan sedikitpun, padahal Raja telah mengirmkan prajuritnya ke medan perang.

“Daepyo-nim.. maafkan aku karena aku tak akan bisa kembali pulang. Boong-boong, bawa saja Sam-young bersamamu..” ujar Soo-jung

image

Tak lama kemudian, Sam-yong masuk kedalam mobil dan mengatakan “Aku juga minta maaf..” karena ternyata ia telah memutuskan untuk tetap tinggal ditempat ini.

“Noona.. sekarang aku bisa memahami perasaanmu. Aku tak inign pergi meninggalkan orang yang tengah berusaha untuk menyelamatkan kita..” ungkap Sam-yong yang kemudian bertanya apa yang akan dilakukan Soo-jung sekarang? Apakah tetap menunggu disini?

image

“Tidak.. aku tidak akan menunggu karena aku akan pergi menemuinya..” tegas Soo-jung
“Ke medan perang?” tanya Sam-yong

“Kau sendiri yang mengatakan kalau sejarah berubah karena-ku. Maka dari itu, biarlah aku sendiri yang pergi kesana dan merubahnya..” ujar So-jung

“Tapi Noona.. kau bisa mati..” keluh Sam-yong

“Jika aku bisa menyelamatkan On-dal, maka aku tidak peduli jikalau aku memang harus mati..” ungkap Soo-jung

image

Tiba-tiba, mesin Boong-boong menyala... seluruh pintu terkunci dan GPS mengatakan kalau mereka akan segera pergi menuju destinasi yang berikutnya. Soo-jung dan Sam-yong sangatlah panik, mereka mencoba keluar.. akan tetapi sudah terlambat, karena kabut putih telah muncul disekitar mereka yang menandakan perjalanan akan segera dimulai.

image

Sama-samar, Soo-jung melihat On-dal dihadapannya.. begitupun On-dal yang melihat kehadiaran Soo-jung. Akan teatpi, tepat didepan matanya sendiri, Soo-jung melihat Il-yong mengayunkan pedangnya ke arah On-dal.

“TIDAKKK!!!!!!” teriak Soo-jung

image

Beberapa saat kemudian, Soo-jung terbangun dari tidurnya.. GPS mengatakan bahwa mereka telah sampai di tempat tujuannya. Soo-jung hanya bisa terdiam, ia hanya melihat Sam-yong tertidur lelap disampingnya: “Kita telah kembali?” gumamnya

===========
::: NOTES :::

Satu episode lagiii dong!!!! Seriusan ini bukan sekedar mimpinya Soo-jung. Buktinya, dia masih pake kalung yang dikasih On-dal. Hahahahaha..

Beruntunglah karena ceritanya enggak berakhir disini. Beberapa drama dengan tema time travel seringkali ngasih ending kayak gitu soalnya...

Bagaimana kisah cinta Soo-jung & On-dal berakhir? Pantengin terus kelanjutannya, yang pasti bakalan aku posting besok.

Pokoknya semua komentar dan unek-unek aku tentang drama ini, bakalan aku tulis di sinopsis episode 20 !!!!!


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤