MY ONLY LOVE SONG Episode 17

04:21

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : NETFLIX =

00

Setelah On-dal menusuk bagian perutnya, Soo-jung tak berdaya.. badannya lemah dan ia terjatuh tepat di pangkuan On-dal. Wajah On-dal tetap datar, tak ada tangis penyesalan atau rasa sedih sedikitpun.

01

Sementara di lain pihak, Il-young terlihat sangat terkejut, dimatanya bagaikan ada api yang menyala... ia tak bisa menerima kenyataan bahwa Soo-jung dibunuh tepat dihadapannya. Ia ingin mendekat, akan tetapi muncul beberapa pengawal yang menghunuskan pedang kearahnya.

02

“Ini perintah langsung dari Baginda Raja. Mayatnya akan dibakar hingga ia tak bisa meninggalkan jejak apapun ditempat ini..” tegas On-dal

03

Melewati lorong yang gelap, seorang pengawal membopong tubuh Soo-jung. On-dal mendekat, kemudian memerintahan pengawal itu untuk menyerahkan Soo-jung kepadanya karena ia sendiri yang akan membawanya..

04

EPISODE 17
[DISAPPEARING]

05

Satu malam telah terlewati, dan hari berubah terang.. Perlahan Soo-jung membuka mata, dan disekelilingnya sudah berdiri Pyeong-gang, Moo-myung dan juga Sam-yong.

“Inikah yang namanya surga? Apakah kalian juga sudah meninggal?” tanya Soo-jung

06

Sam-yong tersenyum bahagia dan mengatakan: “Syukurlah kamu sudah bangun.. aku kira On-dal benar-benar membunuhmu..”

“Hah?! Dasar pria (On-dal) sial*n!” ujar Soo-jung

“Noonaaaa.. mendengarmu kembali mengumpat, berarti kamu sudah benar-benar sehat..” ucap Sam-yong

07

“Aku masih hidup? Kenapa aku masih hidup?” gumam Soo-jung

Mereka menceritakan, bahwasanya kejadian kemarin hanyalah sebuah pertunjukkan belaka. Dan pisau yang digunakan On-dal hanyalah sebuah pisau mainan. On-dal menganggap inilah satu-satunya cara untuk membuat Il-young mau melepas Soo-jung.

“Noona... maafkan aku. Ternyata, kamu memang benar.. On-dal tidak pernah mengkhianati kita..” ucap Sam-yong

08

Baginda Raja berterimakasih kepada On-dal karena menganggap ia telah menyelesaikan tugasnya dengan sempurna.

09

“On-dal, bersediakah kamu mengabulkan satu permintaan dariku?” tanya Baginda Raja

“Silahkan sebutkan permintaan anda Yang Mulia..” jawab On-dal

“Menikahlah dengan Putri Pyeong-gang..” ucap Baginda Raja yang seketika membuat On-dal terdiam terkejut dan tak mampu berkomentar apapun.

10

Di tahun 2017, terhitung 42 hari setelah menghilangnya Soo-jung dan Sam-yong. CEO mengirim pesan suara untuk Soo-jung. Ia menanyakan keadaannya: “Apakah kalian masih hidup? Ah.. pokoknya kalian pasti masih hidup, ‘kan?”

11

Tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar, ia-pun melihatnya dan ternyata sekarang merupakan saatnya Boong-boong diderek pergi meninggalkan tempat ini. Seharusnya beberapa hari yang lalu, akan tetapi ada sebuah buku yang mereka cari-cari.. tapi pada akhirnya tidak ditemukan juga. Maka dari itu, mereka memutuskan untuk memusnahkan Boong-boong hari ini saja.

Buku yang dicari, merupakan sebuah dokumentasi sejarah otentik yang sekarang sudah tidak lagi diterbitkan. Maka dari itu, sangat sulit untuk mencari yang baru..

Selain karena sudah usang, alasan lain mereka terburu-buru untuk memusnahkan Boong-boong, ialah karena beberapa orang kru pernah menyaksikan keanehan dimalam hari, ketik mesin Boong-boong menyala dengan sendirinya.

“Mana mungkin, mobil bisa hidup ‘kan..” keluhnya

12

Beberapa saat setelah Boong-bong diderek, CEO berteriak mengatakan: “Hidup? Munkin saja benda ini bisa hidup..”. Ia-pun segera berlari menghentikan mobil yang menderek Boong-boong..

13

Ditinggal Soo-jung membuat Ko Il-yong frustasi.. ia minum hingga membuatnya mabuk berat. Akan teapi disaat seperti itu, lagi-lagi bayangan Soo-jung muncul dihadapannya. Dia tertawa bahagia, akan tetapi ia juga menangis karena menyadari bahwa Soo-jung sudah tiada..

14

Tiba-tiba, pengawalnya masuk dan mengatakan bahwa ada tamu yang ingin menemuinya. Mereka adalah Tuan Hakim beserta seorang pegawainya. Mereka masuk dan memberi salam, sebelum menceritakan tujuan kedatangannya.. mereka sempat tertawa cekikikan karena melihat pipi Il-young yang memerah karena mabuk.

15

Tapi tawa itu tak berlangsung lama, karena wajah ‘horor’ Il-yong berhasil membuat nyali mereka ciut seketika. Singkat cerita, kedatangan mereka, tidak lain hanyalah untuk memperlihatkan buku yang ditinggalkan oleh Boong-boong. Mereka menjelaskan bahwasanya didalam buku tersebut terdapat tulisan ramalan tentang masa depan akan tetapi di bagian jilidnya bertuliskan ‘sejarah’

“Yang namanya sejarah, berarti apa yang sudah terjadi di masa lalu..” tukas Il-yong

“Tapi tuan... disana tertulis beberapa nama yang kita kenal saat ini..” ungkapnya

“Siapa?” tanya Il-young

“Putri Pyeong-gang.. da.. dan.. On-dal..” jawabnya yang seketika membuat Il-yong murka.

16

Ia mencoba untuk membaca tulisan didalam buku tersebut. Agak sulit untuknya karena ia tak memahami aksara hangul. Untunglah, bebrapa nama dan juga kalimat penting, masih ditulis menggunakan aksara China.

“Putri Pyeong-gang.. dan On-dal.. menikah.. (?)...” ujarnya heran

Il-yong tak bisa menerima fakta, bahwasanya On-dal akan merebut semua yang seharusnya menjadi miliknya..

17

Ia menghunuskan pedang ke arah Tuan Hakin dan juga Pegawainya, mereka berlutut mohon ampun. Akan tetapi Il-yong malah tertawa lebar dan mengatakan: “Kerja bagus!”

18

Pyeong-gang bermain TRUTH OR DARE dengan Moo-myung yang berkali-kali memutar botol hanya untuk membuat Pyeong-gang mendapat giliran pertama dalam mengajukan pertanyaan.

“Moo myung-aa... seberapa besar rasa sukamu kepadaku?” tanyanya

“Sangat besar..” jawan Moo-myung

“Ahh.. bukan jawaban seperti itu yang aku inginkan..” keluh Pyeong-gang yang membuat Moo-myung langsung menutup mulutnya menggunakan jarinya

19

Sekarang giliran Moo-myung yang bertanya: “Tahukan kamu, kalau diriku tak akan pernah bersedia untuk menukarmu dengan hal apapun didunia ini?”

“Aku tahu.. dan sekarang giliranku lagi untuk bertanya! Moo-myung, maukah kamu menikah denganku?” tanya Pyeong-gang

Moo-myung diam saja.. dan Pyeong-gang mengulang kembali pertanyaannya. Hingga akhinya Moo-myung menjawab: “Iya...”

20

Soo-jung berada di kamarnya On-dal, dan On-dal sendiri tengah berdiri memerhatikannya dari celah pintu. Sebelum masuk.. ia terdiam sejenak, ia teringat akan permintaan baginda Raja kepadanya, yang memintanya untuk menikah dengan Putri Pyeong-gang.

21

Saat itu, On-dal langsung mengatakan kalau dirinya mencintai wanita lain. Raja menyadari hal tersebut, ia juga mengetahui bahwasanya perempuan yang On-dal cintai adalah Soo-jung. Akan tetapi, Raja menyinggung asal-usul Soo-jung yang tidak jelas.

“Bukan hanya aku saja, tetapi semua orang tak mengetahui keberadaan negara itu dan kau juga menyadari hal ini..” ujarnya

22

On-dal berjalan memasuki kamarnya, ia bertanya apakah Soo-jung baik-baik saja? Dengan matanya yang berkaca-kaca Soo-jung menjawab ‘tidak’ kemudian ia langsung menampar pipi On-dal dengan sangat keras.

23

Tetapi setelah itu, Soo-jung lansgung mendekat dan mencium bibir On-dal *Duhhh geregettt lihatnyaaa ❤❤❤

24

Kemudian, mereka saling-tatap.. wajah mereka begitu dekat, On-dal ‘menjewer’ telinga Soo-jung dan menyinggung kejadian ketika ia melihatnya berduaan dengan Il-yong di kamar dalam posisi yang sangat menggelikan untuk dilihat olehnya.

Soo-jung tak mau kalah, ia mencubit pipi On-dal dan mengomelinya atas semua sandiwara On-dal yang terkesan begitu nyata: “Kalau jadi artis, sepertinya kamu akan mendapat penghargaan!”

25

“Lepaskan!” masing-masing mereka berteriak seperti itu, namun yang terjadi.. satu-sama-lain malah mencubit lawannya dengan semakin keras.

26

Tak lama kemudian, muncullah Ko Il-young yang seenaknya memasuki kamar On-dal. Untung saja, Soo-jung berhasil menemukan tempat persembunyian di kolong tempat tidur.

Il-yong mengira, bahwasanya buku Sejarah itu merupakan taktik On-dal untuk merebut semua hal yang seharusnya menjadi miliknya, terutama Putri Pyeong-gang. On-dal sama-sekali tak memahami apa yang dikatakan olehnya, ia-pun menagaskan bahwa dirinya tidak pernah menyusun taktik apapun.

27

“Jangan berlaga polos, karena aku sudah mengetahui semua rencanamu! Terus saja berbohong, hingga suatu saat aku menemukan bukti nyata hingga aku mendapatkan alasan untuk membunuh kemudian memotong tubuhmu menjadi 34 bagian..” tegasnya

On-dal bersikap santai, ia menantang Il-yong untuk mencari bukti kejahatannya dan jika berhasil ditemukan, maka ia tak perlu repot-repot untuk meotong tubuhnya hingga 34 bagian.. karena 3 bagian saja sudah cukup..

28

Hari berubah gelap.. Sam-young mengenakan pakaian bermotif ‘naga’ (yang seharusnya hanya dikenakan oleh Raja), ia berkeliaran disekitar kediaman Ko Il-young dan berharap bisa bertemu dengan sosok peremuan yang mirip dengan Gwang-nyeon.

29

Ketika itu, muncullah Tuan hakim beserta pegawainya.. mereka melihat gerak-gerik Sam-yong yang mencurigakan. Bahkan, mereka menduganya sebagai orang yang tidak waras.

30

Tapi melihat jubahnya yang mewah, membuat mereka berencana untuk mengambil dan menjualnya. Ketika mereka beraksi, muculnya perempuan mirip Gwang-nyeon. Ia berteriak memerintahkan mereka untuk membebaskan Sam-yong, ia bahkan menyebut Sam-young sebagai anggota keluarga bangsawan yang datang kesini untuk menemui kakaknya, Ko Il-young.

31

Mendengar hal tersebut, membuat mereka langsung berlutut meminta maaf. Sam-youn tak begitu mempermasalahkan hal ini. ia hanya tertawa geli, kemudian berjalan mengikuti perempuan mirip Gwang-nyeon.

32

“Kamu itu aneh.. kenapa kamu mengenakan pakaian seperti itu?”

“Karena aku merindukanmu..”

Perempuan itu merasa kikuk, ia menganggap kedatangan Sa-young ialah untuk bertemu dengan kakaknya. Ia-pun memutuskan untuk pergi mencarikan pakian ganti untuk Sam-young, tetapi sebelum itu.. ia mengutarakan perasaannya, yang juga merasa rindu dan penasaran akan sosok Sam-yong.

33

Mendengarnya, membuat Sam-yong tersenyum bahagia.. ketika ditinggal sendirian, ia melihat barang-barang di sekelilingnya dan ia menemukan sebuah buku ‘sejarah’ yang tergeletak di meja.
Saat dibuka, disana tertuliskan bahwa buku tersebut dicetak pada tahun 1968 yang membuatnya bertanya-tanya, mengapa buku itu bisa berada disini?

Ketika membuka lembar-demi-lembar, sampailah ia dihalaman dimana tertulis dengan jelas bahwasanya On-dal akan menikahi Putri Pyeong-gang..

34

Soo-jung berdiri menatap langit.. tak lama kemudian datanglah On-dal yang kemudian memintanya untuk masuk kedalam karena udara diluar sangatlah dingin.

“Sejenak.. biarkan aku diam disini untuk sejenak saja..” ucap Soo-jung

“Kenapa? Ada apa?” tanya On-dal

“Kamu ingat yang sebelumnya aku katakan kepadamu? Kalau kamu dan Putri--” belum sempat Soo-jung menyelesaikan kalimatnya, On-dal memotong dan mengatakan kalau ia sama sekali tak mengingatnya.

35

“Kita selesaikan apa yang telah kita mulai.. Sekarang, tolong berikan tanganmu, karena aku ingin menggenggamnyaa..” ucap On-dal yang kemudian menceritakan perintah Baginda Raja kepadanya...

36

Di saat yang bersamaan, Baginda Raja juga menceritakaan keinginannya kepada Putri Pyeong-gang. Tetapi, Pyeon-gang menolak untuk melakukannya.. ia menegaskan kalau dirinya mencintai dan ingin menikahi orang lain.. dan orang lain itu adalah Moo-myung.

Raja memintanya untuk tidak bersikap egois.. karena On-dal merupakan calon suami yang paling tepat untuknya. Setelah mereka menikah.. ia yakin bahwa perasaan cinta akan tumbuh dengan sendirinya..

37

Kepada Soo-jung, On-dal mengatakan kalau dirinya akan menolak permintaan baginda Raja. Karena orang yang ingin ia nikahi adalah Soo-jung..

“Apa...?” gumam Soo-jung

38

Di waktu yang bersamaan, kita melihat tulisan mengenai On-dal didalam buku sejarah mulai kabur, perlahan menghilang...

39

On-dal menatap mata Soo-jung kemudian mengatakan: “Bagitu banyaknya, aku mengucap kata maaf kepadamu.. jadi sudah seharusnya aku memperjuangkan kisah kita hingga akhir. Nan nyeon-aa, maukah kamu menikah denganku?”

Mata Soo-jung berkaca-kaca.. sejenak dia terdiam membeku, hingga akhirnya memberikan jawabab ‘iya..’

On-dal tersenyum bahagia.. kemudian ia mencium Soo-jung *Lagiiiii ❤❤❤❤

40

Disaat yang bersamaan, Sam-young sangat terkejut setelah menyaksikan sendiri tulisan mengenai On-dal didalam buku sejarah telah benar-benar lenyap menghilang..

41

Soo-jung juga terkejut.. karena bukan hanya tulisan saja, tetapi sosok tubuh On dal-pun perlahan menghilang dari hadapannya..

=========
::: NOTES :::

Huaaaa.. dikit lagi tamat dongg!!! Duh gak rela rasanya, tapi ingin cepet-cepet kelarin sinopsis ini juga, hahahaha..

Bonus dari episode ini, dikasih kissu dua kali sekaligus tuhh. Dua-duanya juga ‘HOT’, wkwkwk...

Thanks On-dal, becandaannya enggak lucu tapi sangat bermanfaat ❤❤❤


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

2 komentar

  1. Lah kan soo jung ditusuk pakai pisau mainan tapi kok bisa ngerasa sakit dan ngira udah mati sih? Min tolong jelaskan.. gomawo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin si Soo-jung ini terlalu shock... kita aja, kalo lihat jarus didepan mata pastinya lansgung ngedip. Nah bayangin, si soo-jung lihat pisau mau ditusukkin ke perutnya.. jadi belum nyentuh prutnya beneran aja da udah lemes, mbak. Heheheheh..

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤