MY ONLY LOVE SONG Episode 16

05:16

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : NETFLIX =

00

Pyeong-gang tengah tertidur.. namun perlahan, tangan seseorang mengelus pipinya dengan lembut. Samar-samar, wajah orang itu terlihat persis seperti Moo-myung.

“Moomyung-aa... aku merindukanmu, ingin menyentuhmu, dan ingin berbicara denganmu. Namun aku tahu.. ini semua hanyalah mimpi..” gumam Pyeong-gang

01

Tapi ternyata, itu bukanlah mimpi melainkan kenyataan. Karena detik ini, pria yang tengah berdiri dihadapannya memanglah Moo-myung : “Yang mulia.. aku datang kesini untuk mengutarakan perasaanku yang sesungguhnya..”

02

Moo-myung menaruh tangan Pyeong-gang di dadanya kemudian lewat hati dan fikirannya ia mengatakan : “Semenjak pertama-kali kita bertemu, aku telah mencintamu.. Yang Mulia..”

Pyeong-gang terharu mendengarnya.. matanya berkaca-kaca, kemudian ia menyentuh pipi Moo-myung dan mengatakan hal yang sama : “Aku juga mencintaimu”

Moo-myung tersenyum kemudian mengecup kening Putri Pyeonggang..

03

Episode 16
[ Die By My Hand ]

04

“Jendral On-dal???” gumam Soo-jung yang begitu shock setelah melihat kemunculan On-dal.

05

On-dal menunjukan raut wajah datar.. seakan-akan ia tak pernah kenal-dekat dengan So-jung. Ia menatap Soo-jung hanya untuk mengatakan: “Terimakasih.. karena semua ini juga berkat dirimu..”

“Apa?” tanya Soo-jung yang tak bisa memahami situasi ini

06

Tak-sengaja, On-dal melihat tangan Il-yong yang tengah menggandeng tangan Soo-jung, ia kemudian berkomentar : “Setidaknya.. hidupmu baik-baik saja..”.

07

Selanjutnya, On-dal menyampaikan pesan dari Baginda Raja yang meminta Il-yong untuk datang ke istana esok hari. Kemudian, On-dal pamit dan sebelum pergi ia mengatakan : “Silahkan lanjutkan apa yang tengah anda lakukan tadi...”

08

Il-yong berteriak melarang On-dal pergi... kemudian berikrar untuk membunuh dan mencincang tubuh On-dal mejadi 14 bagian. Namun On-dal menanggapinya santai : “Cukup menjadi 3 bagian saja” ujarnya

09

Mencegah perdebatan semakin memanas, pengawal Il-yong menginterupsi perdebatan mereka dengan mengatakan kalau semua ini pasti hanya bercandaan saja. On-dal bergegas pergi meninggalkan Il-yong yang kelihatannya sangat marah.

10

Il-yong mengarahkan pedangnya tepat ke wajah Soo-jung, namun disaat yang bersamaan Soo-jung malah meneteskan air matanya. Sejenak mereka terdiam dalam posisi itu, namun kemudian Il-yong menjatuhkan pedangnya dan pergi tanpa mengatakan apapun..

11

Diruangannya yang gelap tanpa cahaya, On-dal memainkan pemantik api dari Sam-yong. Kemudian ia lanjut menyalakan senter dan mengarahkannya ke wajah Moo-myung yang tengah berdiri tepat dibelakangnya: “Kamu masih hidup ternyata..” ujarnya

12

Putri Pyeong-gang telah mengetahui kondisi On-dal, ia-pun memintanya untuk mennjadikan Moo-myung sebagai anggota Jo Yi Sun In. Karena ia yakin, bahwasanya Ko Il-yong tak akan mampu bertarung melawan Moo-myung.

Tanpa berpikir terlebih dahulu, On-dal langsung menolak permintaan itu. Alasannya karena Moo-myung telah dinyatakan bersalah atas penculikan Putri dan orang seperti itu tidak pantas untuk menjadi anggota pasukan rahasia kerajaan.

“On-dal! Ini tidak seperti dirimu?? Ada apa? Bukankah kamu menjadi seorang jenderal untuk menghancurkan Il-yong? Apa mungkin... kamu benar-benar mengkhianati kita?” tanya Pyeong-gang

13

“Sekarang aku sudah sadar.. kalian juga harus segera sadar!!!” tegas On-dal yang sontak membuat Pyeong-gang beserta Moo-myung merasa kecewa terhadapnya.

Pyeong-gang mengingatkan, bahwasanya saat ini Soo-jung beserta Sam-yong tengah diculik oleh Il-yong : “Haruskah aku diam saja?” tanya Pyeong-gang

“Iya.. itulah yang seharusnya anda lakukan!” jawab On-dal

14

Soo-jung terbaring di kasurnya, ia melamun dan terus bertanya kepada dirinya sendiri : “Siapa aku? Dimana aku? Siapa On-dal? Hfftt.. sadarlah, Song Soo-jung!!!”

15

Tiba-tiba, pintu terdengar suara langkah-kaki yang semakin mendekat.. pintu terbuka dan Il-yong berjalan masuk. Soo-jung sudah bersembunyi dibalik pintu dan hendak memukulkan sepatunya ke wajah Il-yong. Namun Il-yong berhasil menahannya dan malah menggodanya : “Ini masih pagi, sebegitu rindunya ‘kah kau kepadaku?”

16

“Kau kira aku ini gila? ‘Punyamu’ itu sangat kecil..” tukas Soo-jung yang langsung menohok harga-diri Il-yong. Namun dengan mudahnya, Il-yong mencoba menutupi fakta dengan menggoda Soo-jung: “Ahh.. kau pasti terlalu malu untuk mengatakan yang sebenarnya jadi kau selalu menyebutku seperti itu.. baiklah, terserah kau mau memanggilku apa..”

17

Wajah Il-yong berubah serius, sepanjang malam ia dibuat penasaran akan sesuatu.. maka dari itu ia datang kesini karena ingin menanyakannya secara lansgung kepada Soo-jung: “Tadi malam... apakah kau menangis karena On-dal? Apakah kau mencintainya?”

Soo-jung menundukan kepalanya : “Pertanyaan macam apa itu..” ujarnya

“Lihat mataku dan jawab pertanyaanku! Apa hubunganmu dengan On-dal?” tanya Il-yong

“Entahlah..” jawan Soo-jung

“kau serius tidak mengetahuinya?” tanya Il-yong

“A..aku.. tidak mengenalnya..” jawab Soo-jung terbata-bata

Setelah itu, Il-yong pergi begitu saja tanpa bertanya apapun lagi.. padahal pengawal sendiri menyangsikan jawaban Soo-jung, ia meyakini bahwasanya Soo-jung seharusnya mengenali On-dal, karena ia pernah melihat mereka bersama didalam Boong-boong.

18

Setelah Il-yong pergi.. Soo-jung menghampiri pengawal, ia bertanya mengenai kondisi Sam-yong. Pengawal mengira, bahwasanya Samyong merupakan pelayan Soo-jung, ia-pun mengatakan kondisi Sam-yong baik-baik saja.

19

Sam-yong yang dianggap sebagai seorang pelayan, harus mengangkut begitu banyak pakaian kotor yang akan dicuci. Ia merasa kelealahn dan berintirahat sejenak di tengah jembatan.. ia mencoba beberapa pakaian mewah dari dalam tumpukan cucian, sembari meneriakkan namanya sendiri : “Aku adalah Byun Sam-yong (artinya naga)!”

20

Tak jauh darisana, berdiri seorang perempuan yang wajahnya sama-persis dengan Gwang-nyeon. Sam-yong melihatnya dan ia langsung berlari ke arahnya kemudian memeluknya.. perempuan itu tentu saja kaget, ia-pun langsung menampar pipi Sam-yong dengan sangat keras sambil mengatakan : “Karena namamu berarti naga, aku kira kau berasal dari keluarga bangsawan! Tapi kelakuanmu ini sangatlah kurang-ajar!”

21

“Karena aku suka padamu.. Aku menyukaimu..” tukas Sam-yong yang seketika membuat suasana seakan membeku

==================================================================

22

Di tahun 2017, pemilik asli Boong-boong yang merupakan anggota tim penata busana.. tengah melihat-lihat isi mobilnya. Ia menemukan beberapa hal yang terasa janggal : Beberapa bekas botol soju yang sepertinya telah diminum seseorang, gaun mewah yang berbahan sutera asli dan juga ditemukan sebuah sabit tajam.

23

CEO mengingat bahwa soju merupakan minuman kesukaan Soo-jung.. ia-pun lanjut menanyakan isi rekaman blackbox, namun anehnya tak ada apapun yang terekam disana. Ia sangat meyakini bahwasanya Soo-jung dan Sam-yong memasuki mobil ini sebelum mereka menghilang. Maka dari itu, ia-pun bersikeras untuk mencari petunjuk lainnya di dalam mobil. Namun sangat disayangkan, karena sebentar lagi mobil ini akan diderek.. dan diganti dengan yang baru. Karena orang-orang menganggap mobil ini sebagai pembawa sial.

===============================================================

24

Kembali ke masa lalu... Sebagai pemimpin tertinggi pasukan militer, Il-yong menyangsikan keputusan Raja yang mengangkat orang asing seperti On-dal menjadi seorang Jendral yang memimpin pasukan rahasia. Toh menurutnya, pasukan militer bawahannya saja sudah sangat cukup untuk melindungi negara ini.

Raja memiliki pendapatnya tersendiri karena hal ini merupakan keputusannya pribadi. Pasukan rahasia yang dibentuknya hanyalah pasukan kecil yang bisa diurus olehnya sendiri. Lagipula, Il-yong akan menikahi Putri Pyeong-gang yang artinya ia akan mengemban tanggung jawab yang lebih besar daripada mengurusi pasukan militer saja.

25

“Baiklah.. tapi karena On-dal berasal dari keluarga rendahan, maka aku akan memberikan posisi yang sesuai untuknya..” ujar Il-yong

“On-dal.. sebutkan dari mana kau berasal..” tukas Raja

Dengan bangga, On-dal memperkenalkan dirinya sebagai putra dari On Sa, yang merupakan keturunan bangsawan dari negara Gang-guk. Mendengar hal itu, sontak membuat Il-yong terdiam karena terkejut.

26

Di kamarnya, Pyeong-gang tengah berbicara dengan Moo-myung. Dia telah mengetahui identitas On-dal yang sebenarnya. Ia-pun menceritakan kisah lama, ketika ayahnya pernah menangis dihadapannya karena tidak mampu melindungi temannya yang merupakan keluarga bangsawan dari negara Gang-guk. Pyeong-gang meyakini bahwa, teman ayahnya itu merupakan ayahnya On-dal.. dan beliau meninggal karena dibunuh oleh Il-yong. Jika memang seperti itu, berati On-dal mengkhianati mereka, supaya bisa membalaskan dendamnya kepada Ko Il-yong.

27

Soo-jung diseret oleh beberapa pengawal, karena ia diperintahkan untuk menghibur beberapa pria. Soo-jung terus memberontak, ia tak pernah sudi untuk melakukan hal menjijikan seperti itu.

Akan tetapi, ketika melihat pria yang harus ditemuinya adalah On-dal dan Il-yong, ia berhenti memberontak dan mengatakan bahwa dirinya bisa berjalan ketempat itu tanpa perlu diseret seperti ini!

28

Disana ada dua meja, yang satu mejanya On-dal dan satu lagi mejanya Il-yong. Soo-jung masuk dan langsung duduk disamping Il-yong. Soo-jung terus melirik On-dal, akan tetapi.. On-dal tak pernah meliriknya sedikit-pun.

29

Il-yong menyuruh Soo-jung untuk menuangkan alkohol ke cangkirnya, namun dengan ketus Soo-jung menolak dan malah menyuruh Il-yong untuk menuangkan alkohol ke cangkir miliknya. Il-yong tertawa kikuk.. ia-pun menuruti keinginan Soo-jung sembari mengatakan : “Sebegitu perhatiannya ‘kah kau kepadaku? Hingga kau ingin mencicipi minumanku terlebih dahulu suapaya bisa mengetes adakah racun didalamnya..”

30

Soo-jung tak menggubris perkataan Il-yong. Mereka bertiga, bersamaan meneguk secangkir minuman alkohol tersebut. Kemudian.. tanpa mengajak yang lain, Soo-jung sendirian meneguk ‘lagi’ dan ‘lagi’ secangkir alkohol dihadapannya.

31

Kini, hari yang terang telah berubah jadi gelap.. dalam kondisinya yang mabuk, Soo-jung bernyanyi mengajak yang lainya untuk menari dan minum lagi. Meskipun sedari tadi hanya diam, terlihat sesekali On-dal menari dengan cara menggoyangkan bahunya..

“Malam ini... sepasang musuh bertemu dan menjadi satu..” gumam Soo-jung

32

Merasa pusing, Soo-jung tak kuat berdiri tegap. Ia hampir terjatuh ke pangkuan Il-yong. On-dal melihatnya, ia-pun lansgung berdiri dan pamit pergi supaya bisa memberikan Soo-jung dan Il-yong waktu untuk berduaan saja.

33

Ditempat yang agak gelap.. secara tiba-tiba On-dal mengeluarkan pedangnya. Tak lama kemudian, muncullah Moo-myung yang menghampirinya, kemudian bertanya kepadanya : “Apa rencanamu?”

On-dal mengajwab kalau dirinya tak memiliki rencana apapun. Lantas Moo-myung lanjut bertanya, ia ingin memastikan lagi.. apakah On-dal benar-benar mengkhianati mereka semua?

“Kau seorang pendosa! Kau dihukum mati atas dosa yang telah kau perbuat! Jadi seharusnya kau tak berada disini! Jadi pergilah dari hadapanku!” tegas On-dal

34

Sam-yong berjalan melewati tempat dimana ia bertemu dengan perempuan yang sangat miriip dengan Gwang-nyeon. Kepada pelayan yang lain, ia-pun bertanya.. siapakah perempuan yang pernah ditemuinya itu?

Pelayan itu berfikir sejenak, ia-pun memberitahukan bahwasanya ditempat ini hanya ada seorang gadis dan itu merupakan adiknya Ko Il-yong. Sam-yong kaget, ia-pun secara tak sengaja berteriak: “Adiknya pria brengs*k itu?!”

35

Untunglah tak ada yang mendengar teriakannya, akan tetapi fakta ini benar-benar membuatnya resah.. di waktu yang bersamaan, bayangan dua jempol berhasil mengalihkan perhatiannya. Ia melihat kebelakang dan tertawa bahagia karena melihat Moo-myung disana..

36

On-dal kembali ke tempat pertemuannya dengan Ko-il yong. Kali ini, suasananya terasa sangat panas karena dibalut oleh api kecemburuan di mata mereka. Il-yong menyuruh Soo-jung untuk menari, namun sebelumnya ia bertanya kepada On-dal : “Pernahkah kau melihatnya menari?”

“Belum pernah..” jawab On-dal

“Sudahlah.. tidak usah menari. Karena hanya aku seorang yang boleh melihat tarianmu!” tukas Il-yong

37

Soo-jung mengabaikan perintah Il-yong, ia berdiri di tengah-tengah kemudian menatap On-dal dan dengan mata yang berkaca-kaca, ia mulai bernyanyi melantunkan lagu yang bermakna ungkapan cinta darinya..

38

Soo-jung teringat, hari ketika On-dal mengatakan permintaan maafnya atas seluruh kesalahan yang akan dilakukannya di masa depan. Kemudian Soo-jung bertanya, apakah kesalahan ini termasuk didalamnya? Dan tanpa ragu sedikit-pun, On-dal menjawab ‘tidak’.

39

“Haruskah kita bermain TRUTH OR DARE ?” tanya Soo-jung yang kemudian memulai permainan tersebut dengan pertanyaan darinya sendiri.

“Apakah kau menyukaiku?” tanyanya

On-dal hanya terdiam.. kemudian Soo-jung mengalihkan pandangannya kearah Il-yong dan melontarkan pertanyaan yang sama : “Apakah kau menyukaiku?”

40

Il-yong tersenyum, “Mana mungkin aku menyukaimu..” ucapnya. Akan tetapi bebera detik kemudian, ia menarik kembali ucapannya dan mengakui dengan jelas bahwa dirinya menyukai Soo-jung.

41

Di depan kediaman Raja, Pyeong-gang berlutut hingga Raja mau menemuinya secara langsung. Pengawal memintanya untuk menyerah saja, lagipula sekarang udaranya sangat dingin dan tidak baik untuk kesehatan Putri sendiri.

42

Tak lama kemudian, Raja akhirnya mau keluar.. Pyeong-gang segera mengungkapkan bahwa dirinya tak sanggup melihat temannya meninggal. Ia-pun menyinggung tangisan ayahnya di masa lalu dan bertanya apakah ayahnya rela melihat ia menangis seperti itu?

“Terlambat..  jika teman yang kau maksud adalah Nan-nyeon, dia akan meninggal hari ini!” ungkap Raja Pyeong-won

43

Giliran Il-yong yang bertanya, ia masih penasaran akan sesuatu.. ia bertanya kepada On-dal : “Apakah kau mengenal Soo-jung?”

“Iya aku mengenalnya..” jawab On-dal

“Tidak, kau sama-sekali tidak mengenalku!” tukas Soo-jung

“Aku sangat mengenal-nya!” tegas On-dal

44

Pyeong-gang memohon dengan sangat, supaya ayahnya menghentikan Il-yong. Akan tetapi, dengan santai.. baginda Raja mengungkapkan.. bahwasanya yang akan membunuh Soo-jung, bukanlah Ko Il-yong..

45

On-dal melanjutkan kalimatnya.. ia mengatakan bahwa ia mengenal Soo-jung sebagai orang yang telah datang menggunakan burung raksasa (Boong-boong) untuk menculik Putri Pyeong-gang

“Dia telah melakukan dosa besar dan dia akan mati ditanganku!” tegas On-dal yang kemudian berjalan menghampiri Soo-jung dan menusuknya dengan sebilah pisau. Perlahan tubuh Soo-jung melemah.. dan bersamaan dengan itu, terlihat darah yang bercucuran dari perutnya..

46

============
::: NOTES :::

On-dal, kamu becanda doang ‘kan yaaa? Beneran becanda apa serius nih? Wahh.. masa iya, kisah cinta kalian berakhir seperti ini ☹ ☹ ☹

*Maaf banget untuk yang nulis SPOILER di kolom komentar aku hapus yaaa. Karena banyak yang belum nonton, jadi untuk menjaga rasa ‘penasaran’ kita semua*


||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

4 komentar

  1. What ada apa dengan kamu on-dal kenpa mlh soo jung yg km tusuk bukn nya ii-yong musuh mu yg membunuh bp mu.

    ReplyDelete
  2. Mungkin dia merencanakan sesuatu

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤